Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4283 | 02 Nov 2024
Klinis : os mengeluh pusing dan nyeri ulu hati
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan penyakit gastrointestinal, seperti ulkus peptikum atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat melaporkan penurunan nyeri, mempertahankan fungsi dan mobilitas, serta mengetahui strategi penanganan nyeri.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen nyeri, terapi relaksasi, pengaturan posisi, dan edukasi tentang faktor pencetus serta cara penanganan nyeri.
2. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan gangguan saluran cerna.
Penjelasan singkat:
- SDKI: Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan didefinisikan sebagai asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan berat badan ideal, menunjukkan perbaikan pada parameter laboratorium terkait status nutrisi, dan mampu mengonsumsi makanan sesuai jumlah dan jenis yang direkomendasikan.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pengkajian status nutrisi, pemberian nutrisi enteral atau parenteral, edukasi tentang diet yang sesuai, serta pemantauan asupan dan output cairan.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat akan merujuk pada standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk memastikan kualitas dan keseragaman dalam praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 4284 | 02 Nov 2024
Klinis : Mata kanan bengkak, nyeri, kemerahan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan.
Diagnosa Keperawatan:
Infeksi Mata (Eye Infection)
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Adanya infiltrasi, peradangan, dan/atau reaksi abnormal pada mata atau kelopak mata.
- Penyebab: Bakteri, virus, jamur, trauma, atau faktor predisposisi lainnya.
- Tanda dan Gejala: Mata bengkak, nyeri, kemerahan, dan ketidaknyamanan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala infeksi mata.
- Kriteria Hasil: Mata tidak bengkak, nyeri berkurang, dan warna kemerahan menurun.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan:
a. Perawatan Mata: Membersihkan mata dengan cairan mata steril, mengoleskan obat tetes mata sesuai resep, dan memantau respons terhadap pengobatan.
b. Manajemen Nyeri: Mengevaluasi tingkat nyeri, memberikan analgesik sesuai indikasi, dan menggunakan kompres hangat untuk mengurangi rasa sakit.
c. Edukasi Kesehatan: Memberikan informasi tentang penyebab, pencegahan, dan perawatan infeksi mata.
Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami diagnosa keperawatan dan standar asuhan keperawatan terkait kondisi mata yang Anda deskripsikan. Jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut jika Anda membutuhkan informasi tambahan. -
Article No. 4285 | 02 Nov 2024
Klinis : Mata kanan bengkak, nyeri, kemerahan, melihat silau
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan tone akademis dan persona seorang pakar perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi mata kanan yang bengkak, nyeri, kemerahan, dan melihat silau.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Integritas Sensori Persepsi: Penglihatan Terganggu
Definisi: Gangguan dalam kemampuan menerima dan menginterpretasikan stimuli visual.
Penjelasan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Integritas Sensori Persepsi: Penglihatan Terganggu merupakan diagnosis keperawatan yang menggambarkan adanya masalah dalam kemampuan individu untuk menerima dan menginterpretasikan stimulus visual. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, peradangan, atau trauma pada mata.
Penjelasan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosis ini adalah pasien dapat mempertahankan atau meningkatkan fungsi penglihatan, mengurangi gejala gangguan penglihatan, dan mencapai kesejahteraan fungsional yang optimal.
Penjelasan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat diberikan meliputi:
1. Manajemen Nyeri: Mengevaluasi dan memantau rasa nyeri pada mata, serta memberikan terapi analgesik sesuai indikasi.
2. Manajemen Infeksi: Menilai tanda-tanda infeksi, mempertahankan kebersihan mata, dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam pemberian terapi antibiotik.
3. Edukasi Kesehatan: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan mata, gejala yang harus dilaporkan, dan pentingnya mengikuti rencana perawatan. -
Article No. 4286 | 02 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
Faktor yang Berhubungan: Penyakit paru (tuberkulosis paru), sekresi berlebihan.
2. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan karena keterbatasan kapasitas fisik.
Faktor yang Berhubungan: Penyakit paru (tuberkulosis paru), penurunan energi.
3. Defisit Nutrisi
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Faktor yang Berhubungan: Penurunan nafsu makan.
Rencana Asuhan Keperawatan SLKI:
1. Memfasilitasi bersihan jalan napas yang efektif.
2. Membantu meningkatkan toleransi aktivitas.
3. Memfasilitasi pemenuhan nutrisi yang adekuat.
Intervensi Keperawatan SIKI:
1. Manajemen Jalan Napas
- Intervensi: Memberikan bronkodilator, suction, dan fisioterapi dada.
2. Manajemen Energi
- Intervensi: Mengatur aktivitas sesuai toleransi, memantau tanda-tanda intoleransi aktivitas.
3. Manajemen Nutrisi
- Intervensi: Mengkaji status nutrisi, memantau asupan makanan dan cairan, memberikan edukasi nutrisi.
Dalam penanganan kondisi ini, fokus asuhan keperawatan adalah memfasilitasi bersihan jalan napas, meningkatkan toleransi aktivitas, dan memenuhi kebutuhan nutrisi pasien. Hal ini dibutuhkan untuk mendukung proses pemulihan pasien dengan tuberkulosis paru. -
Article No. 4287 | 02 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis dan histologis
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 87.44
- Deskripsi: Pemeriksaan mikroskopik sputum untuk bakteri tuberculosis
Penjelasan:
Pasien pria berusia 45 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, disertai demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya suara napas bronkial di paru kanan atas, dan hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Dengan gejala-gejala yang ditemukan, diagnosis awal yang paling sesuai adalah Tuberkulosis Paru.
Kode ICD-10 A15.0 (Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis dan histologis) digunakan untuk mengkodekan kondisi ini. Kode ini mencakup tuberkulosis paru yang dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan mikrobiologis atau patologis, seperti pemeriksaan sputum.
Selanjutnya, pemeriksaan mikroskopik sputum untuk bakteri tuberkulosis (87.44) merupakan salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis paru. Kode ICD-9-CM 87.44 digunakan untuk mengkodekan prosedur ini. -
Article No. 4288 | 02 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kasus yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang optimal.
Penyebab: Sekresi berlebih, keterbatasan dalam mengatur napas, kelemahan otot-otot pernapasan.
2. Ketidakefektifan Pola Napas
Definisi: Perubahan dalam frekuensi, kedalaman, atau irama pernapasan yang mengganggu ventilasi yang optimal.
Penyebab: Kelelahan otot pernapasan, proses penyakit.
3. Kurang Pengetahuan
Definisi: Kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.
Penyebab: Kurangnya paparan, kurang minat dalam belajar, kelainan kognitif.
Penjelasan Singkat Standar SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Memberikan definisi dan penyebab dari masing-masing diagnosa keperawatan.
- Digunakan sebagai panduan dalam menegakkan diagnosa keperawatan yang akurat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Menetapkan luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Membantu perawat dalam merencanakan dan mengevaluasi hasil asuhan keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Memberikan panduan dalam memilih intervensi keperawatan yang sesuai untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan standar asuhan keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 4289 | 02 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan nyeri perut bagian bawah berat badan menurun pasien mengatakan badannya lemas nnteri hilang timbul
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menurut standar SDKI-SLKI-SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut berhubungan dengan proses penyakit yang tidak diketahui.
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pasien dapat melaporkan nyeri berkurang, dapat mempertahankan aktivitas sehari-hari, dan dapat beradaptasi terhadap nyeri yang dirasakan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan mencakup pemberian analgesik, manajemen lingkungan, distraksi, relaksasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan lebih lanjut.
Selain itu, berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, terdapat kemungkinan diagnosa keperawatan lain, yaitu:
Risiko Malnutrisi berhubungan dengan penurunan berat badan.
- SDKI: Risiko Malnutrisi adalah keadaan berisiko mengalami penurunan berat badan, asupan nutrisi yang tidak memadai, dan perubahan komposisi tubuh.
- SLKI: Pasien dapat mempertahankan berat badan yang sesuai, asupan nutrisi yang adekuat, dan komposisi tubuh yang sehat.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan mencakup skrining gizi, pengkajian status gizi, pemberian konseling gizi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan lebih lanjut.
Saya harap penjelasan ini dapat membantu Anda memahami diagnosa keperawatan dan intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan tanyakan. -
Article No. 4290 | 02 Nov 2024
Klinis : Ketidakseimbangan kadar glukosa darah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Ketidakseimbangan kadar glukosa darah.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah didefinisikan sebagai kerentanan terhadap fluktuasi kadar glukosa darah yang dapat membahayakan kesehatan.
- Faktor risiko dapat berupa riwayat diabetes, pola makan tidak teratur, aktivitas fisik tidak adekuat, stres, dan kondisi medis lainnya.
- Tanda dan gejala dapat berupa kesemutan, pandangan kabur, pusing, lelah, haus, dan poliuria.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan adalah Stabilitas Kadar Glukosa Darah, yaitu kemampuan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal.
- Indikator luaran dapat berupa kadar glukosa darah dalam rentang normal, tidak ada gejala hipoglikemia atau hiperglikemia, dan kemampuan pasien untuk mengontrol kadar glukosa darah.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain Pemantauan Kadar Glukosa Darah, Edukasi Manajemen Diabetes, Pemberian Insulin, Terapi Nutrisi, dan Manajemen Aktivitas.
- Tujuan intervensi adalah membantu pasien mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal melalui manajemen diabetes yang efektif.
Sebagai perawat, kita memiliki peran penting dalam membantu pasien dengan Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Melalui pengkajian yang komprehensif, perencanaan asuhan keperawatan yang tepat, dan implementasi intervensi yang terstruktur, kita dapat membantu pasien mencapai luaran yang diharapkan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. -
Article No. 4291 | 02 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan mual dan muntah lebih dari 6x. Pasien mengatakan nyeri di bagian perut atas atau ulu hati sejak 2 hari. pasien mengatakan memiliki riwayat gastritis.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Mual dan Muntah Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Gastrointestinal
Penjelasan:
Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, pasien mengalami mual dan muntah lebih dari 6 kali serta nyeri di bagian perut atas atau ulu hati sejak 2 hari. Pasien juga memiliki riwayat gastritis. Hal ini menunjukkan adanya gangguan fungsi gastrointestinal yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Mual dan Muntah adalah diagnosa keperawatan dengan definisi "sensasi tidak nyaman di tenggorokan atau perut yang dapat menyebabkan keinginan untuk memuntahkan isi perut".
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan pada pasien dengan mual dan muntah adalah menurunnya frekuensi mual dan muntah, mempertahankan hidrasi yang adekuat, dan menurunnya rasa tidak nyaman.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Mual dan Muntah
2. Terapi Nutrisi
3. Manajemen Nyeri
Dengan penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstruktur untuk mengatasi kondisi mual, muntah, dan nyeri perut pada pasien. -
Article No. 4292 | 02 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan badan terasa lemah, tidak ada nafsu makan, muntah tidak ada. O: - Konjungtiva anemis - CRT > 2 detik - Tekanan Darah: 125 / 86 mm/HG - Pernapasan: 20 /menit - Nadi: 110 /menit - Suhu: 36.0 °C - IMT = 15,9 kg/m2 (underweight) - Hemoglobin = 7.1 g/dl
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Defisit Volume Cairan (SDKI)
Definisi: Penurunan total cairan tubuh yang disebabkan oleh kehilangan cairan berlebihan atau asupan cairan tidak adekuat.
Gejala dan Tanda:
- Konjungtiva anemis
- CRT > 2 detik
- Hemoglobin rendah (7.1 g/dl)
- Badan terasa lemah
- Tidak ada nafsu makan
- Muntah
2. Risiko Gizi Buruk (SLKI)
Definisi: Berisiko mengalami kekurangan nutrisi yang berakibat pada penurunan berat badan, perubahan komposisi tubuh, dan penurunan fungsi tubuh.
Gejala dan Tanda:
- IMT rendah (15,9 kg/m2)
- Badan terasa lemah
- Tidak ada nafsu makan
3. Kurang Pengetahuan (SIKI)
Definisi: Kurangnya informasi yang terkait dengan kondisi kesehatan, pengobatan, atau prosedur diagnostik.
Gejala dan Tanda:
- Pasien mengeluh badan terasa lemah, tidak ada nafsu makan, dan muntah, namun tidak mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan data yang diberikan, pasien mengalami defisit volume cairan yang ditandai dengan konjungtiva anemis, CRT > 2 detik, dan hemoglobin rendah. Selain itu, pasien juga berisiko mengalami gizi buruk dengan IMT yang rendah dan gejala badan terasa lemah serta tidak ada nafsu makan. Pasien juga memiliki kurang pengetahuan terkait kondisi kesehatannya saat ini.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Monitor status cairan dan elektrolit pasien.
2. Berikan nutrisi yang sesuai untuk meningkatkan berat badan.
3. Edukasi pasien dan keluarga tentang kondisi kesehatan saat ini dan penanganannya.
Pemantauan dan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan perbaikan kondisi pasien.