Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4568 | 04 Nov 2024
Klinis : Rasa gatal dan nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat dari standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang disusun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi rasa gatal dan nyeri:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Integritas Kulit (SDKI)
Penjelasan:
Gangguan Integritas Kulit didefinisikan sebagai kerusakan atau perubahan pada kulit dan lapisan di bawahnya. Kondisi ini dapat ditandai dengan adanya rasa gatal dan nyeri pada kulit.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pemulihan Integritas Kulit
2. Kontrol Rasa Nyeri
3. Manajemen Gejala
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Perawatan Luka
2. Manajemen Nyeri
3. Manajemen Gejala
Sebagai pakar keperawatan, saya dapat menjelaskan bahwa diagnosa keperawatan ini mengacu pada kerusakan atau perubahan pada struktur dan fungsi kulit yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal dan nyeri. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi perawatan luka, manajemen nyeri, dan manajemen gejala untuk memulihkan integritas kulit serta mengendalikan gejala yang muncul. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu pasien mencapai kondisi yang optimal dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 4569 | 04 Nov 2024
Klinis : Nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain). Nyeri Akut ini biasanya memiliki onset mendadak, intensitas bervariasi, dan durasi yang terbatas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan Nyeri Akut antara lain:
1. Pasien dapat mengidentifikasi faktor penyebab dan pemicu nyeri.
2. Pasien dapat melaporkan penurunan tingkat nyeri.
3. Pasien dapat mendemonstrasikan teknik pengelolaan nyeri yang efektif.
4. Pasien dapat beradaptasi dengan nyeri yang tidak dapat dihilangkan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk menangani Nyeri Akut meliputi:
1. Pengkajian nyeri yang komprehensif.
2. Pemberian analgetik sesuai indikasi.
3. Penerapan teknik non-farmakologis (relaksasi, distraksi, aplikasi kompres hangat/dingin, dll).
4. Edukasi pasien dan keluarga mengenai nyeri dan manajemen nyeri.
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli fisioterapi, dll) untuk penanganan nyeri yang optimal.
Dalam kondisi ini, peran perawat adalah mengidentifikasi penyebab nyeri, memantau intensitas nyeri, memberikan intervensi keperawatan yang sesuai, serta melibatkan pasien dan keluarga dalam pengelolaan nyeri. -
Article No. 4570 | 04 Nov 2024
Klinis : Rasa gatal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi rasa gatal.
Diagnosa Keperawatan:
Pruritus
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Pruritus didefinisikan sebagai sensasi tidak menyenangkan pada kulit yang menyebabkan keinginan kuat untuk menggaruk. Pruritus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi kulit, reaksi alergi, infeksi, penyakit sistemik, atau faktor psikologis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan pruritus antara lain pengurangan rasa gatal, pemeliharaan integritas kulit, serta peningkatan kualitas hidup pasien.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pruritus meliputi manajemen gejala (penggunaan pelembab, antihistamin, kortikosteroid), identifikasi dan eliminasi penyebab, serta intervensi psikososial (terapi relaksasi, edukasi).
Sebagai perawat, saya akan melakukan penilaian menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pruritus, memberikan intervensi yang sesuai, dan memantau serta mengevaluasi respons pasien terhadap tatalaksana yang diberikan. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi rasa gatal, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. -
Article No. 4571 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia (Febris)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respon terhadap stimulus tertentu.
2. Intoleransi Aktivitas (Low Intake)
Definisi: Ketidakmampuan untuk mentolelir atau melakukan aktivitas fisik akibat kelelahan yang dirasakan.
3. Risiko Infeksi (ISPA, Trombositopenia, Leukopenia)
Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
4. Gangguan Integritas Kulit (Eritema)
Definisi: Kerusakan atau perubahan pada kulit dan lapisan di bawahnya.
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan merumuskan diagnosa keperawatan berdasarkan pola respon manusia.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan yang diberikan untuk mencapai luaran keperawatan yang diharapkan.
Penerapan SDKI - SLKI - SIKI dalam praktik keperawatan membantu perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, berfokus pada pasien, dan dapat dipertanggungjawabkan. -
Article No. 4572 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sebutkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia
- Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal akibat gangguan mekanisme pengaturan suhu tubuh.
- SDKI: Hipertermia
- SLKI: Suhu Tubuh Dalam Kisaran Normal
- SIKI: Manajemen Hipertermia
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan karena keterbatasan kapasitas fisik.
- SDKI: Intoleransi Aktivitas
- SLKI: Toleransi Aktivitas
- SIKI: Manajemen Intoleransi Aktivitas
3. Risiko Infeksi
- Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
- SDKI: Risiko Infeksi
- SLKI: Bebas Infeksi
- SIKI: Pencegahan Infeksi
4. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SDKI: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
- SLKI: Status Nutrisi Adekuat
- SIKI: Manajemen Nutrisi
Dalam kondisi ini, pasien mengalami gejala seperti demam (febris), inflamasi kulit (eritema), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), trombositopenia, leukopenia, dan intake nutrisi yang rendah. Diagnosa keperawatan yang tepat adalah hipertermia, intoleransi aktivitas, risiko infeksi, dan ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen hipertermia, manajemen intoleransi aktivitas, pencegahan infeksi, dan manajemen nutrisi. -
Article No. 4573 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kondisi yang Anda sebutkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan peningkatan suhu tubuh.
2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan eritema.
3. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
4. Risiko perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.
5. Risiko infeksi berhubungan dengan leukopenia.
6. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang rendah.
Penjelasan Singkat:
1. Hipertermia: Peningkatan suhu tubuh di atas normal sebagai respons tubuh terhadap infeksi. Memerlukan intervensi keperawatan untuk menurunkan suhu tubuh dan mengatasi faktor penyebab.
2. Gangguan integritas kulit: Kerusakan pada lapisan kulit akibat proses infeksi, memerlukan intervensi keperawatan untuk menjaga integritas kulit dan mencegah komplikasi.
3. Bersihan jalan napas tidak efektif: Adanya hambatan dalam membersihkan sekresi dari saluran pernapasan akibat infeksi, memerlukan intervensi keperawatan untuk memfasilitasi bersihan jalan napas.
4. Risiko perdarahan: Penurunan jumlah trombosit yang dapat meningkatkan risiko perdarahan, memerlukan intervensi keperawatan untuk memantau dan mencegah perdarahan.
5. Risiko infeksi: Penurunan jumlah leukosit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, memerlukan intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengelola infeksi.
6. Ketidakseimbangan nutrisi: Asupan nutrisi yang kurang dari kebutuhan tubuh, memerlukan intervensi keperawatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat akan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai acuan untuk mengidentifikasi masalah keperawatan, menetapkan luaran keperawatan, dan melakukan intervensi keperawatan yang tepat. -
Article No. 4574 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia (Febris)
- Penjelasan singkat: Hipertermia merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, peradangan, atau gangguan sistem regulasi suhu tubuh.
2. Gangguan Integritas Kulit (Eritema)
- Penjelasan singkat: Eritema adalah kondisi di mana terjadi kemerahan pada kulit yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti reaksi alergi, iritasi, atau infeksi.
3. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (ISPA)
- Penjelasan singkat: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah kondisi di mana terjadi gangguan pada saluran pernapasan, yang dapat menyebabkan pernapasan tidak efektif.
4. Risiko Perdarahan (Trombositopenia)
- Penjelasan singkat: Trombositopenia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah trombosit (platelet) dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko perdarahan.
5. Risiko Infeksi (Leukopenia)
- Penjelasan singkat: Leukopenia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah leukosit (sel darah putih) dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
6. Defisit Volume Cairan (Low Intake)
- Penjelasan singkat: Defisit Volume Cairan adalah kondisi di mana terjadi penurunan asupan cairan dalam tubuh, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya asupan, peningkatan kehilangan cairan, atau ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas. Standar-standar ini disusun berdasarkan bukti ilmiah dan praktik keperawatan terbaik. -
Article No. 4575 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang pakar perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat mengenai standar SDKI-SLKI-SIKI Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi febris, eritema, ISPA, trombositopenia, leukopenia, dan low intake.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer berhubungan dengan vasokonstriksi pembuluh darah perifer.
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan penurunan sistem imun.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat.
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer:
- SDKI: Menggambarkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, seperti memantau tanda-tanda vital, mengatur posisi ekstremitas, dan memberikan terapi cairan yang adekuat.
- SIKI: Hasil yang diharapkan, seperti meningkatnya sirkulasi perifer, suhu kulit normal, dan tidak ada tanda-tanda kerusakan jaringan.
2. Risiko Infeksi:
- SDKI: Menggambarkan peningkatan risiko patogen masuk dan berkembang biak di dalam tubuh, yang dapat menimbulkan gejala infeksi.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, seperti memantau tanda-tanda infeksi, memberikan perawatan luka, dan mempertahankan lingkungan yang bersih.
- SIKI: Hasil yang diharapkan, seperti tidak ada tanda-tanda infeksi, sistem imun membaik, dan tidak ada komplikasi akibat infeksi.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh:
- SDKI: Menggambarkan asupan nutrisi yang tidak memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan penurunan fungsi tubuh.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, seperti mengevaluasi asupan nutrisi, memberikan makanan dan cairan tambahan, serta memantau berat badan.
- SIKI: Hasil yang diharapkan, seperti berat badan stabil, tidak ada tanda-tanda malnutrisi, dan kebugaran fisik meningkat.
Dalam menangani kondisi ini, perawat harus mempertimbangkan standar SDKI-SLKI-SIKI Persatuan Perawat Nasional Indonesia sebagai panduan dalam menentukan diagnosa keperawatan, intervensi, dan hasil yang diharapkan. Hal ini dapat membantu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas. -
Article No. 4576 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sebutkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia (SDKI)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal.
Penyebab: Infeksi, peradangan, gangguan sistem regulasi suhu tubuh.
Gejala: Suhu tubuh di atas 38°C, menggigil, kulit kemerahan.
2. Perubahan Perfusi Jaringan Perifer (SDKI)
Definisi: Penurunan aliran darah ke jaringan perifer.
Penyebab: Gangguan koagulasi, penurunan curah jantung.
Gejala: Kulit kemerahan, penurunan suhu kulit, nyeri.
3. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (SDKI)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membuang sekret atau obstruksi dari saluran napas.
Penyebab: Peningkatan produksi sekret, kelemahan otot pernapasan.
Gejala: Suara napas tambahan, batuk tidak efektif, sianosis.
4. Risiko Perdarahan (SDKI)
Definisi: Rentan terhadap kehilangan darah yang melebihi batas normal.
Penyebab: Gangguan koagulasi, trombositopenia.
Gejala: Petekie, purpura, perdarahan spontan.
5. Intoleransi Aktivitas (SDKI)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin.
Penyebab: Penurunan energi, gangguan respirasi.
Gejala: Kelelahan, napas pendek, takikardia.
6. Kurang Asupan Nutrisi (SDKI)
Definisi: Asupan nutrisi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Penyebab: Anoreksia, gangguan pada saluran cerna.
Gejala: Penurunan berat badan, penurunan kadar albumin.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menetapkan kriteria hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang perlu dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 4577 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sebutkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal (>37,5°C).
2. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan, disebabkan oleh keterbatasan fisik.
3. Risiko Infeksi
Definisi: Berisiko mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
Penjelasan Singkat:
1. Hipertermia:
- SDKI: Peningkatan suhu tubuh di atas normal, yang dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau gangguan sistem regulasi suhu tubuh.
- SLKI: Suhu tubuh normal, tidak ada tanda-tanda hipertermia.
- SIKI: Manajemen hipertermia, termasuk pemberian obat antipiretik, kompres hangat/dingin, dan pemantauan suhu tubuh.
2. Intoleransi Aktivitas:
- SDKI: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan, disebabkan oleh keterbatasan fisik.
- SLKI: Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan kemampuan, tidak ada tanda-tanda intoleransi aktivitas.
- SIKI: Manajemen intoleransi aktivitas, termasuk pemberian bantuan dalam melakukan aktivitas, latihan fisik, dan peningkatan energi.
3. Risiko Infeksi:
- SDKI: Berisiko mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
- SLKI: Tidak ada tanda-tanda infeksi, tidak ada komplikasi infeksi.
- SIKI: Pencegahan infeksi, termasuk menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan pemantauan tanda-tanda infeksi.
Dalam kondisi ini, pasien mengalami gejala-gejala seperti febris, eritema, ISPA, trombositopenia, leukopenia, dan intake yang rendah. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Hipertermia, Intoleransi Aktivitas, dan Risiko Infeksi. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen hipertermia, manajemen intoleransi aktivitas, dan pencegahan infeksi.