Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4558 | 04 Nov 2024
Klinis : Pasien datang dengan keluhan luka bakar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien dengan luka bakar.
Diagnosa Keperawatan:
1. Integritas Kulit Terganggu
Definisi: Kerusakan atau perubahan struktur kulit.
Karakteristik Definisi: Adanya luka, kerusakan jaringan, dan perubahan warna pada kulit.
2. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
Karakteristik Definisi: Pasien melaporkan rasa sakit, ekspresi wajah menunjukkan kesakitan, dan perilaku protektif terhadap area yang sakit.
3. Risiko Infeksi
Definisi: Berisiko mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
Karakteristik Definisi: Adanya luka terbuka, kerusakan pada lapisan kulit, dan paparan terhadap sumber infeksi.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar yang digunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan berdasarkan data yang dikumpulkan dari pasien. Diagnosa keperawatan tersebut mencakup status kesehatan pasien dan respon pasien terhadap masalah kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI merupakan standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari tindakan keperawatan yang dilakukan. Luaran keperawatan ini mencakup perubahan status kesehatan pasien, baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran keperawatan yang diharapkan. Intervensi keperawatan ini mencakup tindakan mandiri perawat, kolaboratif, maupun rujukan.
Dalam kasus pasien dengan luka bakar, diagnosa keperawatan, luaran keperawatan, dan intervensi keperawatan yang sesuai dengan SDKI, SLKI, dan SIKI dapat diterapkan untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas. -
Article No. 4559 | 04 Nov 2024
Klinis : Luka bakar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi luka bakar, dengan tone akademis dan persona sebagai seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan luka bakar.
Penjelasan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kerusakan integritas kulit adalah kerusakan pada epidermis, dermis, atau lapisan kulit dalam, yang dapat disebabkan oleh faktor internal atau eksternal. Dalam kasus luka bakar, faktor eksternal berupa paparan panas yang menyebabkan kerusakan pada struktur dan fungsi kulit.
Penjelasan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah pemulihan integritas kulit, yang ditandai dengan kulit yang utuh, tidak ada kerusakan, serta tidak ada tanda-tanda infeksi.
Penjelasan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan integritas kulit akibat luka bakar meliputi:
- Perawatan luka bakar: membersihkan, menangani infeksi, dan meningkatkan penyembuhan luka.
- Manajemen nyeri: memberikan analgesik dan teknik manajemen nyeri lainnya.
- Pencegahan komplikasi: memantau tanda-tanda infeksi, mencegah kontraktur, dan mempertahankan fungsi tubuh.
- Edukasi: memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan luka bakar, manajemen nyeri, dan pencegahan komplikasi.
Sebagai seorang perawat, saya akan melaksanakan intervensi-intervensi tersebut secara komprehensif untuk membantu pemulihan pasien dengan luka bakar. -
Article No. 4560 | 04 Nov 2024
Klinis : pasien anak menolak makan dan minum seharian
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh didefinisikan sebagai asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan pada kondisi ini adalah Keseimbangan Nutrisi: Adekuat, yang ditandai dengan asupan nutrisi dan cairan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pemantauan Asupan Nutrisi
2. Manajemen Makan
3. Dukungan Nutrisi
4. Fasilitasi Makan
5. Edukasi Manajemen Nutrisi
Dengan pendekatan ini, diharapkan pasien anak dapat kembali menerima dan mengonsumsi makanan dan minuman secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. -
Article No. 4561 | 04 Nov 2024
Klinis : pasien anak menolak makan dan minum seharian
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan kondisi pasien anak yang menolak makan dan minum seharian, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Ketidakefektifan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh. Kondisi ini menunjukkan bahwa asupan nutrisi dan cairan pasien tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga dapat menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh didefinisikan sebagai "Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik".
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Terkait dengan diagnosa keperawatan ini, beberapa luaran keperawatan yang dapat diharapkan adalah:
1. Keseimbangan Nutrisi: Baik
2. Hidrasi: Seimbang
3. Berat Badan: Stabil
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa ini antara lain:
1. Pengaturan Nutrisi
2. Pemantauan Asupan dan Keluaran Cairan
3. Pemberian Makanan/Nutrisi
4. Konseling Gizi
Tujuan dari intervensi-intervensi tersebut adalah untuk memastikan pasien anak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuhnya, sehingga dapat mencegah komplikasi akibat malnutrisi dan dehidrasi. -
Article No. 4562 | 04 Nov 2024
Klinis : pasien anak menolak makan dan minum seharian
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah kondisi di mana asupan nutrisi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Asupan Nutrisi Adekuat
2. Berat Badan Membaik
3. Tekanan Darah Membaik
4. Kadar Glukosa Darah Membaik
5. Tidak Terjadi Komplikasi Akibat Malnutrisi
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Asupan dan Output Nutrisi
2. Manajemen Nutrisi
3. Edukasi Nutrisi
4. Kolaborasi Pemberian Suplemen Nutrisi
5. Kolaborasi Intervensi Medis Terkait Nutrisi
Dalam kondisi pasien anak yang menolak makan dan minum seharian, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan asupan nutrisi, manajemen nutrisi, edukasi nutrisi, kolaborasi pemberian suplemen nutrisi, dan kolaborasi intervensi medis terkait nutrisi untuk memastikan kebutuhan nutrisi pasien dapat terpenuhi. -
Article No. 4563 | 04 Nov 2024
Klinis : pasien anak menolak makan dan minum seharian
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Faktor yang berkontribusi: Penolakan makan dan minum oleh pasien anak.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh memiliki kode diagnosis NI-00002.
- Tanda dan gejala utama: Pasien anak menolak makan dan minum seharian.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien anak dapat mencapai keseimbangan nutrisi yang adekuat.
- Indikator hasil: Pasien anak menerima asupan nutrisi yang cukup, tidak terjadi penurunan berat badan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Pemantauan asupan nutrisi pasien anak
2. Pemberian dukungan nutrisi sesuai kebutuhan
3. Manajemen refusal makan dan minum pada pasien anak
4. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan intervensi nutrisi yang tepat
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan pasien anak dan keluarga untuk mengatasi permasalahan ketidakseimbangan nutrisi ini. Upaya yang dilakukan akan difokuskan pada pemantauan asupan, dukungan nutrisi, serta manajemen refusal makan dan minum, dengan kolaborasi yang erat dengan tim ahli gizi. -
Article No. 4564 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi febris, eritema, dan ISPA.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia
2. Risiko Infeksi
3. Penurunan Jalan Napas
Penjelasan Singkat:
1. Hipertermia
- SDKI: Peningkatan suhu tubuh di atas batas normal.
- SLKI: Memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi peningkatan suhu tubuh di atas batas normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain pemberian antipiretik, kompres hangat/dingin, serta pemantauan tanda-tanda vital secara berkala.
2. Risiko Infeksi
- SDKI: Rentan terhadap serangan patogen dari lingkungan internal atau eksternal.
- SLKI: Memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah, mengendalikan, dan mengatasi infeksi.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan, memantau tanda-tanda infeksi, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga.
3. Penurunan Jalan Napas
- SDKI: Keterbatasan dalam mempertahankan jalan napas yang efektif.
- SLKI: Memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mempertahankan jalan napas yang efektif.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain memantau pola napas, memberikan oksigen, serta melakukan tindakan suction jika diperlukan.
Sebagai perawat, saya akan memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi kondisi febris, eritema, dan ISPA sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Saya akan memantau tanda-tanda vital, memberikan intervensi keperawatan yang sesuai, serta melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 4565 | 04 Nov 2024
Klinis : Gatal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi gatal.
Diagnosa Keperawatan:
Pruritus (Gatal)
Penjelasan:
1. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
Pruritus adalah respon sensori kulit yang tidak menyenangkan yang menimbulkan keinginan untuk menggaruk.
2. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
- Tingkat Kenyamanan: Pasien dapat melaporkan tingkat kenyamanan kulit yang membaik.
- Kontrol Gatal: Pasien dapat mengendalikan gatal dengan menggunakan terapi yang tepat.
- Integritas Kulit: Kulit pasien tetap utuh dan tidak terdapat lesi akibat garukan.
3. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
- Manajemen Gatal: Intervensi untuk mengurangi sensasi gatal pada kulit pasien.
- Manajemen Perawatan Kulit: Intervensi untuk menjaga kesehatan dan integritas kulit pasien.
- Edukasi Manajemen Gatal: Memberikan edukasi kepada pasien tentang penyebab, pencegahan, dan penatalaksanaan gatal.
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan penilaian komprehensif terhadap kondisi pasien, mengidentifikasi penyebab gatal, dan menyusun rencana asuhan keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah gatal yang dialami pasien. Intervensi keperawatan akan difokuskan pada upaya mengurangi sensasi gatal, mempertahankan integritas kulit, dan memberikan edukasi yang memadai kepada pasien untuk mengelola kondisinya dengan baik. -
Article No. 4566 | 04 Nov 2024
Klinis : febris, eritema,ISPA, trombositopena, leukopenic, low intake
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sebutkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan febris dan eritema.
2. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
3. Risiko perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.
4. Risiko infeksi berhubungan dengan leukopenia.
5. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan low intake.
Penjelasan Singkat:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan febris dan eritema:
- SDKI: Hipertermia adalah suatu peningkatan suhu tubuh di atas nilai normal.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah: Manajemen suhu tubuh, Manajemen demam, dan Manajemen infeksi.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pemantauan tanda-tanda vital, Pemberian antipiretik, dan Manajemen demam.
2. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA):
- SDKI: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah: Manajemen jalan napas, Manajemen ventilasi, dan Manajemen oksigenasi.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Suction, Postural drainage, dan Terapi oksigen.
3. Risiko perdarahan berhubungan dengan trombositopenia:
- SDKI: Risiko perdarahan adalah kerentanan terhadap perdarahan yang dapat mengancam jiwa.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah: Manajemen perdarahan dan Manajemen koagulasi.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pemantauan tanda-tanda perdarahan, Pemberian obat antiperdarahan, dan Intervensi untuk mencegah perdarahan.
4. Risiko infeksi berhubungan dengan leukopenia:
- SDKI: Risiko infeksi adalah kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah: Manajemen infeksi dan Manajemen imunologi.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pemantauan tanda-tanda infeksi, Pencegahan infeksi, dan Pemberian obat antinfeksi.
5. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan low intake:
- SDKI: Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh adalah asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah: Manajemen nutrisi dan Manajemen asupan.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pengkajian status nutrisi, Pemberian nutrisi enteral atau parenteral, dan Konseling gizi.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan intervensi yang dapat dilakukan berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 4567 | 04 Nov 2024
Klinis : Nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri
Definisi:
Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang terdapat dalam SDKI. SDKI adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan masalah kesehatan pasien yang membutuhkan intervensi keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Setelah mengidentifikasi diagnosis keperawatan Nyeri, perawat akan menetapkan luaran keperawatan yang diharapkan, seperti penurunan intensitas nyeri, peningkatan kemampuan pasien dalam mengatasi nyeri, dan sebagainya. SLKI menjadi acuan dalam menentukan luaran keperawatan yang ingin dicapai.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Berdasarkan diagnosis keperawatan Nyeri dan luaran yang diharapkan, perawat akan merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan yang sesuai, seperti manajemen nyeri, terapi farmakologis, terapi non-farmakologis, dan lain-lain. SIKI menjadi panduan dalam memilih intervensi keperawatan yang tepat.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berperan dalam menetapkan dan mengembangkan SDKI, SLKI, dan SIKI sebagai standar praktik keperawatan di Indonesia. Standar-standar ini digunakan oleh perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien.