Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4475 | 04 Nov 2024
Klinis : Manajemen Hipovolemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi Manajemen Hipovolemia dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Hipovolemia (00027)
Definisi:
Kekurangan volume cairan intravaskular yang dapat mengancam fungsi tubuh.
Faktor Terkait:
- Perdarahan aktif
- Kehilangan cairan melalui saluran cerna atau ginjal
- Luka bakar
- Sepsis
Karakteristik Definisi:
- Perubahan hemodinamik (penurunan tekanan darah, frekuensi nadi, dan curah jantung)
- Perubahan status cairan (penurunan volume cairan intravaskular)
- Gejala klinis dehidrasi (peningkatan hematokrit, osmolalitas plasma, BUN, dan kreatinin)
Intervensi Keperawatan:
1. Pemantauan Hemodinamik
2. Manajemen Cairan
3. Manajemen Syok
Penjelasan Singkat SDKI-SLKI-SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. Diagnosa Keperawatan Hipovolemia (00027) termasuk dalam SDKI yang memuat definisi, faktor terkait, dan karakteristik definisi yang dapat digunakan sebagai panduan dalam proses pengkajian dan penegakan diagnosis keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar luaran keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. Luaran keperawatan yang terkait dengan Hipovolemia antara lain Pemantauan Hemodinamik, Manajemen Cairan, dan Manajemen Syok. Luaran ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan evaluasi intervensi keperawatan untuk mengatasi kondisi hipovolemia.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar intervensi keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI. Intervensi keperawatan yang terkait dengan Hipovolemia antara lain Pemantauan Hemodinamik, Manajemen Cairan, dan Manajemen Syok. Intervensi ini dapat digunakan sebagai panduan dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi kondisi hipovolemia.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI secara terintegrasi dapat membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien dengan kondisi hipovolemia. -
Article No. 4476 | 04 Nov 2024
Klinis : Gangguan Pertukaran Gas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Gangguan Pertukaran Gas.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Pertukaran Gas
Definisi SDKI:
Gangguan Pertukaran Gas adalah ketidakmampuan untuk mengirim, mempertahankan, atau menerima oksigen dan/atau karbondioksida pada tingkat yang optimal, yang dapat mengancam kesehatan.
Faktor Terkait SDKI:
1. Penyakit atau gangguan saluran pernapasan
2. Penyakit kardiovaskular
3. Cedera atau trauma pada dada
4. Perubahan mekanis dinding dada
5. Ketidakseimbangan elektrolit
6. Kelebihan atau kekurangan cairan
Karakteristik Definisi SDKI:
1. PaO2 di bawah normal
2. PaCO2 di atas normal
3. Pernapasan dangkal atau cepat
4. Dispnea
5. Sianosis
6. Kelelahan
7. Gelisah
Luaran Keperawatan SLKI:
1. Status Pertukaran Gas: kemampuan tubuh untuk mempertukarkan oksigen dan karbondioksida secara optimal.
2. Status Respirasi: kemampuan untuk bernapas dengan efektif.
Intervensi Keperawatan SIKI:
1. Manajemen Pernapasan: tindakan untuk mempertahankan atau memperbaiki pola napas yang efektif.
2. Oksigenasi: tindakan untuk mempertahankan atau memperbaiki kadar oksigen dalam darah.
3. Monitoring Respirasi: tindakan untuk memantau status respirasi.
Peran perawat dalam mengelola pasien dengan Gangguan Pertukaran Gas adalah melakukan pengkajian, menegakkan diagnosa, merencanakan intervensi, serta memantau dan mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan atau memperbaiki status pertukaran gas dan respirasi pasien. -
Article No. 4477 | 04 Nov 2024
Klinis : pusing
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi pusing, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R42
- Deskripsi: Vertigo dan pusing
Pusing (vertigo) adalah kondisi di mana seseorang merasa seolah-olah dirinya atau lingkungan sekitarnya berputar. Pusing dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan pada sistem vestibular, gangguan neurologis, atau kondisi lainnya. Penilaian yang menyeluruh diperlukan untuk menentukan penyebab pusing dan menentukan tatalaksana yang tepat.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode spesifik untuk pusing
- Deskripsi: Pendekatan tatalaksana pusing dapat meliputi terapi medikamentosa, terapi fisik, atau prosedur diagnostik seperti pemeriksaan laboratorium atau pencitraan, tergantung dari penyebab yang mendasari.
Dalam menangani pasien dengan keluhan pusing, dokter atau perekam medis akan melakukan anamnesis yang rinci, pemeriksaan fisik yang komprehensif, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai untuk mengidentifikasi penyebab dan menentukan tatalaksana yang tepat bagi pasien. -
Article No. 4478 | 04 Nov 2024
Klinis : pusing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pusing.
Diagnosa Keperawatan:
Pusing (Dizziness)
Penjelasan Singkat:
SDKI:
Pusing merupakan diagnosa keperawatan yang didefinisikan sebagai sensasi berputar, bergoyang, atau tidak seimbang yang dialami oleh pasien. Pusing dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan sistem saraf, gangguan kardiovaskular, dehidrasi, atau gangguan pada telinga dalam.
SLKI:
Luaran yang diharapkan dari penanganan pusing adalah pasien dapat mengenali penyebab pusing, dapat mengontrol gejala pusing, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman.
SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengatasi pusing meliputi:
1. Monitoring tanda-tanda vital dan gejala pusing
2. Mengidentifikasi penyebab pusing
3. Mengatur posisi pasien saat mengalami pusing
4. Memberikan edukasi tentang penyebab dan manajemen pusing
5. Melatih dan memfasilitasi aktivitas fisik yang aman bagi pasien
Dengan pendekatan holistik berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi masalah pusing pada pasien. -
Article No. 4479 | 04 Nov 2024
Klinis : sedih
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko Gangguan Proses Pikir
Penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Gangguan Proses Pikir didefinisikan sebagai kondisi rentan mengalami perubahan dalam kemampuan berpikir, memproses informasi, membuat keputusan, dan memecahkan masalah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan Risiko Gangguan Proses Pikir adalah penurunan risiko gangguan proses pikir, peningkatan kemampuan berpikir, peningkatan kemampuan memproses informasi, peningkatan kemampuan membuat keputusan, dan peningkatan kemampuan memecahkan masalah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk Risiko Gangguan Proses Pikir meliputi:
1. Asesmen faktor risiko
2. Penciptaan lingkungan yang mendukung proses berpikir
3. Stimulasi kognitif
4. Edukasi terkait strategi meningkatkan proses berpikir
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (jika diperlukan)
Kondisi 'sedih' dengan tone akademis dan persona perawat ahli dapat dikaitkan dengan Risiko Gangguan Proses Pikir, karena perubahan suasana hati dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, memproses informasi, membuat keputusan, dan memecahkan masalah. -
Article No. 4480 | 04 Nov 2024
Klinis : pasien mengatakan kepalanya pusing berputar putar ,mual,munta tiapkali bangun dari tidur,pagi ini sudah 5x muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan.
Diagnosa Keperawatan:
Pusing Berputar (Vertigo)
Penjelasan:
Pusing berputar (vertigo) merupakan keluhan rasa pusing atau sensasi gerakan yang dialami pasien saat bangun dari tidur. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan pada sistem vestibular, masalah neurologis, atau dapat juga akibat dehidrasi, infeksi, atau cedera kepala.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Pusing Berputar (00112)
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Keseimbangan Terganggu (1706)
2. Kontrol Mual (1618)
3. Kontrol Muntah (1608)
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Pusing Berputar (6240)
2. Manajemen Mual (6000)
3. Manajemen Muntah (6040)
Tujuan intervensi keperawatan adalah membantu pasien mengatasi keluhan pusing berputar, mual, dan muntah, serta menjaga keseimbangan tubuh pasien. Intervensi yang dapat dilakukan mencakup pemberian antiemetik, pengaturan posisi tidur, manajemen cairan dan elektrolit, serta latihan fisik untuk meningkatkan keseimbangan.
Harapan saya, penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi pasien dan rencana asuhan keperawatan yang dapat diberikan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. -
Article No. 4481 | 04 Nov 2024
Klinis : plasenta previa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Risiko Perdarahan Spontan berhubungan dengan Plasenta Previa
Penjelasan singkat menggunakan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Perdarahan Spontan didefinisikan sebagai keadaan di mana individu rentan mengalami perdarahan yang tidak terkontrol dan tidak diharapkan. Kondisi ini disebabkan oleh faktor internal atau eksternal yang dapat mengganggu integritas pembuluh darah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari pengelolaan Risiko Perdarahan Spontan pada Plasenta Previa adalah:
1. Pasien tidak mengalami perdarahan spontan.
2. Pasien memiliki tanda-tanda vital yang stabil.
3. Pasien dan keluarga memahami faktor risiko dan tindakan pencegahan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengelola Risiko Perdarahan Spontan pada Plasenta Previa antara lain:
1. Pemantauan tanda-tanda vital secara berkala.
2. Pemberian informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai Plasenta Previa dan risiko perdarahan.
3. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan segera jika terjadi perdarahan.
4. Pengaturan aktivitas dan pembatasan mobilisasi pasien.
5. Persiapan akses intravena dan cairan infus yang adekuat.
Sebagai perawat, kita harus memahami kondisi Plasenta Previa dan menerapkan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mencegah komplikasi perdarahan dan menjaga stabilitas kondisi pasien. -
Article No. 4482 | 04 Nov 2024
Klinis : perdarahan dalam kehamilan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Risiko Perdarahan dalam Kehamilan
Penjelasan:
Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), kondisi perdarahan dalam kehamilan dapat didiagnosis sebagai "Risiko Perdarahan dalam Kehamilan". Ini merupakan diagnosa keperawatan yang mengidentifikasi adanya potensi terjadinya perdarahan pada ibu hamil, yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) untuk kondisi ini mencakup:
1. Integritas Jaringan: Tidak terjadi perdarahan
2. Status Hemodinamik: Stabil
3. Nyeri: Terkontrol
4. Pengetahuan: Meningkat tentang faktor risiko, tanda, dan penanganan perdarahan dalam kehamilan
Sedangkan, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dapat diterapkan meliputi:
1. Pemantauan Tanda-Tanda Vital
2. Pengkajian Perdarahan
3. Manajemen Perdarahan
4. Edukasi Pasien dan Keluarga
Dengan penerapan standar asuhan keperawatan yang komprehensif, diharapkan dapat mencegah atau mengendalikan perdarahan dalam kehamilan, serta memastikan keselamatan ibu dan janin selama proses kehamilan. -
Article No. 4483 | 04 Nov 2024
Klinis : harga diri rendah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan memperhatikan kondisi yang Anda berikan (harga diri rendah, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat), berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat, serta standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
Harga Diri Rendah
Penjelasan Singkat:
Harga diri rendah adalah penilaian negatif individu terhadap dirinya sendiri. Individu dengan harga diri rendah biasanya memiliki perasaan tidak berharga, tidak kompeten, dan tidak mampu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengalaman negatif, pola asuh, atau kondisi medis tertentu.
Standar PPNI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Definisi: Penilaian negatif yang secara konsisten dibuat individu terhadap dirinya sendiri.
Karakteristik Utama: Ungkapan verbal atau perilaku yang menunjukkan penilaian negatif terhadap diri.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan:
1. Klien mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri.
2. Klien menunjukkan penerimaan diri.
3. Klien menunjukkan peningkatan harga diri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi Keperawatan:
1. Identifikasi penyebab harga diri rendah.
2. Bantu klien mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri.
3. Dorong klien untuk menerima diri apa adanya.
4. Libatkan klien dalam aktivitas yang dapat meningkatkan harga diri.
5. Berikan umpan balik positif untuk meningkatkan penerimaan diri klien.
Harapannya, dengan memahami Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat, serta standar SDKI - SLKI - SIKI dari PPNI, Anda dapat membantu klien dengan harga diri rendah dalam memahami dan meningkatkan harga dirinya. -
Article No. 4484 | 04 Nov 2024
Klinis : resiko perdarahan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut kode ICD-10 untuk diagnosis risiko perdarahan dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis terkait:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R58
- Deskripsi: Perdarahan, tidak diklasifikasikan di tempat lain. Kode ini digunakan untuk kondisi risiko perdarahan yang tidak spesifik atau tidak dapat diklasifikasikan pada kategori lain.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 38.8
- Deskripsi: Ligasi dan penjahitan arteri. Prosedur ini dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan atau mencegah perdarahan lebih lanjut pada pasien yang berisiko mengalami perdarahan.
Penjelasan:
Kode ICD-10 R58 digunakan untuk kondisi klinis yang melibatkan risiko perdarahan, tetapi tidak memiliki penyebab yang jelas atau tidak dapat diklasifikasikan pada kategori lain. Hal ini dapat mencakup perdarahan akibat kelainan koagulasi, trauma, atau penyebab lainnya.
Sementara itu, kode ICD-9-CM 38.8 mengacu pada tindakan pembedahan untuk mengikat dan menjahit arteri. Prosedur ini dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang aktif atau mencegah perdarahan lebih lanjut pada pasien berisiko, seperti pasien dengan kelainan pembekuan darah atau riwayat perdarahan.
Pemilihan kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang tepat sangat penting untuk dokumentasi medis yang akurat dan pengkodean yang sesuai, sehingga dapat mendukung perawatan pasien, penagihan, dan analisis data epidemiologi.