Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4600 | 05 Nov 2024
Klinis : Sesak napas berat Nyeri dada Pembengkakan vena leher Deviasi trakea Hipotensi Sianosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda sampaikan. Saya akan menggunakan nada akademis dan persona pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas
Definisi: Ketidakmampuan mempertahankan oksigenasi yang adekuat atau mengeluarkan karbon dioksida.
Gejala Utama: Sesak napas berat, sianosis, pembengkakan vena leher, deviasi trakea, hipotensi.
2. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial atau yang digambarkan dalam istilah tersebut.
Gejala Utama: Nyeri dada.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar diagnosis keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI. Diagnosa keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" dan "Nyeri Akut" sesuai dengan SDKI dan mencakup gejala-gejala yang Anda sampaikan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI merupakan standar luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Untuk diagnosa "Gangguan Pertukaran Gas", luaran yang diharapkan adalah stabilitas ventilasi dan oksigenasi. Untuk diagnosa "Nyeri Akut", luaran yang diharapkan adalah manajemen nyeri yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI merupakan standar intervensi atau tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk "Gangguan Pertukaran Gas" antara lain pemberian oksigen, manajemen ventilasi, dan kolaborasi dengan tenaga medis. Untuk "Nyeri Akut", intervensi yang dapat dilakukan antara lain manajemen nyeri, terapi relaksasi, dan kolaborasi dengan tenaga medis.
Dengan memahami SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar sesuai dengan praktik keperawatan terbaik. -
Article No. 4601 | 05 Nov 2024
Klinis : Open Pneumothorax Sesak napas Suara napas menurun atau tidak ada di sisi yang terkena Tanda-tanda syok (hipotensi, takikardia) Suara perkusi redup di area yang terkena
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan Open Pneumothorax
Penjelasan:
Pasien dengan open pneumothorax mengalami gangguan pertukaran gas, di mana udara masuk ke rongga pleura melalui luka terbuka di dinding dada. Hal ini menyebabkan paru-paru pada sisi yang terkena tidak dapat mengembang secara maksimal, sehingga terjadi penurunan atau tidak adanya suara napas di sisi yang terkena. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan tanda-tanda syok, seperti hipotensi dan takikardia, serta suara perkusi yang redup di area yang terkena.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Pertukaran Gas: Ketidakmampuan untuk melakukan respirasi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan/atau mengeluarkan karbon dioksida.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Ventilasi adekuat
2. Mempertahankan status hemodinamik yang stabil
3. Tidak ditemukan komplikasi akibat gangguan pertukaran gas
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan tanda-tanda vital
2. Pemberian oksigen sesuai kebutuhan
3. Manajemen akibat pneumothorax (seperti pemasangan torakostomi/dren untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura)
4. Manajemen nyeri
5. Edukasi pasien dan keluarga
Sebagai perawat, saya akan segera melakukan penilaian, stabilisasi, dan tatalaksana yang tepat untuk menangani kondisi open pneumothorax pada pasien ini, serta melibatkan tim medis lainnya untuk mendapatkan penatalaksanaan yang komprehensif. -
Article No. 4602 | 05 Nov 2024
Klinis : Massive Hemothorax Dispnea (sesak napas) Suara napas menurun Perkusi redup pada sisi yang terkena Hipotensi Tanda-tanda syok (takikardia, pucat, kulit dingin).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkatnya berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi massive hemothorax dengan dispnea, suara napas menurun, perkusi redup, hipotensi, dan tanda-tanda syok.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas berhubungan dengan penurunan volume alveolar sekunder akibat massive hemothorax
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Gangguan Pertukaran Gas adalah ketidakmampuan membran alveolar-kapiler untuk melakukan pertukaran gas yang optimal, yang ditandai dengan perubahan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah pasien akan menunjukkan pertukaran gas yang membaik, ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen, perbaikan frekuensi dan kedalaman napas, serta perbaikan nilai analisis gas darah.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah memantau status pernapasan, memposisikan pasien semi-fowler, memberikan oksigen, melakukan tindakan drainase thorak, serta melakukan kolaborasi pemberian terapi farmakologi.
Dalam kondisi massive hemothorax, terkumpulnya darah di dalam rongga pleura menyebabkan penurunan volume alveolar sehingga terjadi gangguan pertukaran gas. Pasien akan mengalami dispnea (sesak napas), penurunan suara napas, dan perkusi redup pada sisi yang terkena. Kondisi ini juga dapat menyebabkan hipotensi dan tanda-tanda syok akibat perdarahan yang masif. -
Article No. 4603 | 05 Nov 2024
Klinis : Dispnea (sesak napas) Suara napas menurun Perkusi redup pada sisi yang terkena Hipotensi Tanda-tanda syok (takikardia, pucat, kulit dingin). hemathothorax masif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Benda asing di jalan napas berhubungan dengan ketidakmampuan mempertahankan jalan napas yang efektif.
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang diberikan, pasien mengalami dispnea (sesak napas), suara napas menurun, perkusi redup pada sisi yang terkena, hipotensi, dan tanda-tanda syok (takikardia, pucat, kulit dingin). Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada jalan napas, yang kemungkinan disebabkan oleh adanya benda asing di dalam jalan napas, seperti hematotoraks masif.
2. Risiko syok berhubungan dengan perdarahan intrathorakal.
Penjelasan:
Gejala hipotensi, takikardia, pucat, dan kulit dingin menunjukkan adanya risiko syok pada pasien. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perdarahan intrathorakal atau hematotoraks masif, yang dapat menyebabkan penurunan volume darah dan penurunan curah jantung.
Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang sesuai dengan diagnosa keperawatan di atas adalah:
SDKI:
- Benda asing di jalan napas
- Risiko syok
SLKI:
- Pemeliharaan Jalan Napas
- Hemodinamik Stabil
SIKI:
- Manajemen Jalan Napas
- Manajemen Syok
Perawat harus segera menangani dan mengelola kondisi pasien dengan fokus pada pemeliharaan jalan napas yang efektif dan stabilisasi kondisi hemodinamik, untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat mengancam jiwa. -
Article No. 4604 | 05 Nov 2024
Klinis : Dispnea (sesak napas) Suara napas menurun Perkusi redup pada sisi yang terkena Hipotensi Tanda-tanda syok (takikardia, pucat, kulit dingin). hem0thorax masif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosis Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Penjelasan: Kondisi di mana terdapat hambatan dalam masuknya atau keluarnya udara dari paru-paru, yang ditandai dengan sesak napas (dispnea), suara napas menurun, dan perkusi redup pada sisi yang terkena.
2. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer
- Penjelasan: Kondisi di mana terdapat hambatan pada sirkulasi darah ke jaringan perifer, yang ditandai dengan hipotensi, tanda-tanda syok (takikardia, pucat, kulit dingin), dan hemotoraks masif.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Berisi daftar diagnosis keperawatan yang dapat digunakan oleh perawat dalam praktik keperawatan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Membantu perawat dalam menentukan tujuan dan hasil yang ingin dicapai dalam asuhan keperawatan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar intervensi atau tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran keperawatan yang diharapkan.
- Membantu perawat dalam memilih intervensi yang sesuai untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.
Dengan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, terukur, dan berpusat pada pasien. -
Article No. 4605 | 05 Nov 2024
Klinis : Dispnea (sesak napas) Suara napas menurun Perkusi redup pada sisi yang terkena Hipotensi Tanda-tanda syok (takikardia, pucat, kulit dingin). hemohorax masif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas
Berhubungan dengan penurunan ventilasi alveolar sekunder akibat hemotoraks masif.
Penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Pertukaran Gas didefinisikan sebagai ketidakmampuan paru-paru untuk mempertahankan pertukaran gas yang adekuat, yang ditandai dengan perubahan oksigenasi dan/atau ventilasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari pengelolaan Gangguan Pertukaran Gas adalah: Pasien menunjukkan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat, ditandai dengan peningkatan volume napas, frekuensi napas normal, tidak ada tanda-tanda sianosis, dan gas darah dalam batas normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi:
1. Manajemen Airway
2. Manajemen Ventilasi
3. Manajemen Oksigenasi
4. Manajemen Syok
Perawat berperan penting dalam memantau tanda-tanda vital, mengelola oksigenasi, dan melakukan tindakan-tindakan untuk memperbaiki ventilasi dan oksigenasi pasien dengan hemotoraks masif yang mengalami gangguan pertukaran gas. -
Article No. 4606 | 05 Nov 2024
Klinis : Sesak napas berat Nyeri dada Pembengkakan vena leher Deviasi trakea Hipotensi Sianosis tension Pnemothorax
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi tension pneumothorax yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Pertukaran Gas Berhubungan dengan Pneumothorax Tension
Penjelasan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Pertukaran Gas adalah ketidakmampuan membrane alveolar-kapiler untuk melakukan pertukaran gas yang optimal. Dalam kasus tension pneumothorax, udara yang tertahan di dalam ruang pleural menyebabkan kompresi paru-paru, mengurangi volume paru-paru, dan mengganggu pertukaran gas.
Penjelasan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat, yang ditandai dengan peningkatan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, dan perbaikan status pernapasan.
Penjelasan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi:
1. Lakukan dekompreksi jarum untuk mengeluarkan udara dari ruang pleural.
2. Pantau tanda-tanda vital dan status pernapasan secara berkala.
3. Berikan oksigen supplemental sesuai kebutuhan.
4. Pertahankan posisi semi-fowler untuk memfasilitasi ekspansi paru-paru.
5. Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan lebih lanjut, seperti pemasangan tabung dada.
Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami kondisi tension pneumothorax dan manajemen keperawatannya berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Jangan ragu untuk bertanya jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut. Terima kasih. -
Article No. 4607 | 05 Nov 2024
Klinis : pemasangan kateter
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pemasangan kateter, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi Saluran Kemih
Definisi: Keadaan rentan terhadap invasi dan perkembangbiakan mikroorganisme patogen yang dapat mengganggu sistem kemih.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Risiko Infeksi Saluran Kemih merupakan salah satu diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada pasien dengan pemasangan kateter.
- Diagnosa ini mengidentifikasi adanya faktor risiko yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, seperti prosedur pemasangan kateter yang tidak aseptik, kondisi kebersihan alat kelamin, dan lama penggunaan kateter.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah tidak terjadi infeksi saluran kemih, yang dapat diukur melalui indikator seperti tidak adanya tanda-tanda infeksi (nyeri, bengkak, kemerahan di area sekitar kateter), tidak ditemukan mikroorganisme patogen pada pemeriksaan urin, dan tidak ada peningkatan suhu tubuh.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko infeksi saluran kemih pada pasien dengan pemasangan kateter antara lain menjaga kebersihan alat kelamin, memperhatikan teknik pemasangan kateter yang aseptik, memantau tanda-tanda infeksi secara rutin, dan melakukan perawatan kateter yang benar.
Dengan adanya standar asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh PPNI, perawat dapat memberikan intervensi yang komprehensif dan terpadu untuk mencegah dan mengatasi risiko infeksi saluran kemih pada pasien dengan pemasangan kateter. -
Article No. 4453 | 04 Nov 2024
Klinis : Ansietas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Ansietas.
Diagnosa Keperawatan: Ansietas
Definisi: Ansietas adalah respon emosional dan psikologis individu terhadap ancaman yang tidak jelas dan nonspesifik.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ansietas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disertai dengan respons autonom, perasaan tertekan, dan perilaku yang ditimbulkan sebagai respons terhadap bahaya yang mengancam.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan ansietas adalah pasien dapat mendemonstrasikan strategi koping yang efektif, mampu mengendalikan rasa cemas, dan menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ansietas antara lain terapi suportif, relaksasi, distraksi, manajemen kecemasan, serta terapi kognitif dan perilaku.
Sebagai seorang perawat profesional, saya akan melakukan pendekatan yang holistik dalam menangani pasien dengan ansietas. Tujuan utamanya adalah membantu pasien untuk mengelola respons cemas secara efektif dan mencapai kondisi yang lebih tenang serta stabil. -
Article No. 4454 | 04 Nov 2024
Klinis : • Klien sakit berat • GCS Kualitatif : pasien coma • Kuantitatif M 1 V ETT E 1 • Alat bantu nafas dengan ventilator • PEEP 5 FiO2 30% • RR : 26x/menit dengan otot bantu • Pernapasan : cuping hidung • Batuk : non produktif • Perkusi : redup • Auskultasi : suara nafas : ronkhi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
2. Ketidakefektifan Pola Napas
3. Intoleransi Aktivitas
Penjelasan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- SDKI: Kondisi di mana individu tidak mampu membersihkan saluran napas untuk mempertahankan bebas dari sekret.
- Tanda dan gejala: Pasien menggunakan otot bantu pernapasan (cuping hidung), batuk non-produktif, suara napas ronkhi, dan perkusi redup.
- SLKI: Tujuan adalah pasien dapat mempertahankan jalan napas yang efektif. Intervensi keperawatan dapat mencakup pemberian oksigen, pengisapan lendir, dan fisioterapi dada.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, manajemen ventilasi mekanis, dan manajemen oksigen.
2. Ketidakefektifan Pola Napas
- SDKI: Kondisi di mana individu mengalami perubahan frekuensi, kedalaman, atau irama pernapasan yang dapat mengganggu ventilasi.
- Tanda dan gejala: Pasien menggunakan ventilator dengan PEEP 5 dan FiO2 30%, frekuensi napas 26x/menit dengan otot bantu pernapasan.
- SLKI: Tujuan adalah pasien dapat mempertahankan pola napas yang efektif. Intervensi keperawatan dapat mencakup pemantauan status pernapasan, pengaturan oksigen, dan manajemen ventilasi mekanis.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen ventilasi mekanis, manajemen oksigen, dan pemantauan kesehatan pernapasan.
3. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Kondisi di mana individu mengalami keterbatasan dalam toleransi terhadap aktivitas fisik.
- Tanda dan gejala: Pasien dalam kondisi koma (GCS Kuantitatif M 1 V ETT E 1) dan memerlukan ventilator untuk membantu pernapasan.
- SLKI: Tujuan adalah pasien dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas. Intervensi keperawatan dapat mencakup pengaturan aktivitas, manajemen energi, dan manajemen imobilitas.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen aktivitas, manajemen energi, dan manajemen imobilitas.
Dalam menangani kasus ini, perawat harus fokus pada upaya mempertahankan jalan napas yang efektif, manajemen ventilasi mekanis, dan manajemen aktivitas pasien yang terbatas. Kolaborasi dengan tim medis lainnya juga diperlukan untuk memastikan perawatan yang komprehensif.