Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4680 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak perempuan usia 13 tahun dibawa ke rumah sakit oleh ibunya karena mengeluh nafasnya sesak, dan mual. Hasil pengkajian perawat membran mukosa kering, sklera tampak ikterik, muka mongoloid yaitu hidung pesek, tanpa pangkal hidung, jarak antara kedua mata lebar dan tulang dahi juga lebar, dan terdapat pembesaran hatiHasil laboratoium Hb: 8,30 g% , Ht : 24,7 % , Eritrosit : 3,38 jt /mmk. Tanda-tanda vital TD : 90/60 mmHg, HR : 124 x/menit, RR : 24 x/menit, S : 38,7 °C. Diagnosa keperawatan untuk kasus diatas adalah...
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sesuai dengan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Label Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
Penyebab: Peningkatan produksi sekret, kelemahan otot pernapasan.
Gejala dan Tanda: Napas sesak, adanya suara napas tambahan, retraksi dinding dada, sianosis.
2. Mual
Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang mengarah pada keinginan untuk muntah.
Penyebab: Iritasi gastrointestinal, efek samping pengobatan, ansietas.
Gejala dan Tanda: Mual, menggigil, salivasi berlebih, takikardia.
3. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk menoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin.
Penyebab: Keterbatasan fisiologis, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
Gejala dan Tanda: Kelelahan, napas pendek, perubahan tanda-tanda vital.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan acuan dalam menentukan diagnosis keperawatan berdasarkan response pasien terhadap masalah kesehatan. SLKI (Standar Label Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menentukan hasil/kriteria hasil keperawatan. Sedangkan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi diagnosis keperawatan. -
Article No. 4681 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak perempuan usia 13 tahun dibawa ke rumah sakit oleh ibunya karena mengeluh nafasnya sesak, dan mual. Hasil pengkajian perawat membran mukosa kering, sklera tampak ikterik, muka mongoloid yaitu hidung pesek, tanpa pangkal hidung, jarak antara kedua mata lebar dan tulang dahi juga lebar, dan terdapat pembesaran hatiHasil laboratoium Hb: 8,30 g% , Ht : 24,7 % , Eritrosit : 3,38 jt /mmk. Tanda-tanda vital TD : 90/60 mmHg, HR : 124 x/menit, RR : 24 x/menit, S : 38,7 °C. Diagnosa keperawatan untuk kasus diatas adalah...
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi medis yang diberikan, diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kasus anak perempuan usia 13 tahun dengan keluhan sesak nafas, mual, dan hasil pemeriksaan fisik serta laboratorium adalah:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Penjelasan: Pasien mengalami kekurangan nutrisi yang ditandai dengan membran mukosa kering, ikterik pada sklera, dan hasil laboratorium Hb dan Ht yang rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, kelelahan, dan komplikasi kesehatan lainnya.
2. Ketidakefektifan Pola Nafas
- Penjelasan: Pasien mengalami sesak nafas yang merupakan tanda adanya ketidakefektifan pola nafas. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mempengaruhi fungsi pernafasan, seperti anemia atau gangguan pada sistem pernapasan.
3. Nyeri Akut
- Penjelasan: Pasien mengeluhkan mual, yang dapat merupakan manifestasi dari nyeri akut. Nyeri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi medis atau efek samping pengobatan.
Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mendukung praktik keperawatan yang terstandar dan berbasis bukti.
Dalam kasus ini, perawat dapat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan melaksanakan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien, serta mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan. -
Article No. 4682 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 14 bulan dirawat dengan diagnosa thalasemia β mayor. Hasil pengkajian perawat anak terlihat pucat, tampak mengantuk, lemas, oedema pada ekstrimitas. Muntah 1x berupa lendir kecoklatan, pilek, tanda-tanda vital TD: 90/70 mmHg, Nadi: 78 x/mnt, suhu 38,9 0C. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 5,4 mg/dL. Terapi yang diberikan IVFD NaCl 0,9% 200 cc, Tranfusi PRC 100 cc, Ranitidin 1 mg/kgBB = 3x10 mg IV, Sucralfat 5ml/8 jam PO. Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut?
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis yang tepat untuk kondisi anak laki-laki usia 14 bulan dengan thalasemia β mayor adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: D56.1
- Deskripsi: Thalasemia beta
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.04
- Deskripsi: Transfusi darah total atau komponen darah
Penjelasan:
Diagnosa thalasemia beta mayor telah diberikan berdasarkan usia pasien yang masih bayi (14 bulan) dan gejala klinis yang khas, yaitu pucat, tampak mengantuk, lemas, dan edema pada ekstremitas. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah (5,4 mg/dL), yang merupakan salah satu tanda utama thalasemia beta mayor.
Terkait dengan tatalaksana medis, pasien telah diberikan terapi sesuai pedoman, yaitu:
1. Pemberian cairan infus NaCl 0,9% 200 cc untuk mengatasi dehidrasi dan memperbaiki status cairan.
2. Transfusi packed red cells (PRC) 100 cc untuk meningkatkan kadar hemoglobin.
3. Pemberian ranitidin 1 mg/kgBB = 3x10 mg IV untuk mencegah komplikasi gastrointestinal.
4. Pemberian sucralfat 5 ml/8 jam per oral untuk memperbaiki kondisi saluran cerna.
Dengan pemberian terapi yang tepat, diharapkan kondisi klinis pasien dapat membaik dan kadar hemoglobin dapat ditingkatkan untuk mencegah komplikasi thalasemia lebih lanjut. -
Article No. 4683 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 14 bulan dirawat dengan diagnosa thalasemia β mayor. Hasil pengkajian perawat anak terlihat pucat, tampak mengantuk, lemas, oedema pada ekstrimitas. Muntah 1x berupa lendir kecoklatan, pilek, tanda-tanda vital TD: 90/70 mmHg, Nadi: 78 x/mnt, suhu 38,9 0C. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 5,4 mg/dL. Terapi yang diberikan IVFD NaCl 0,9% 200 cc, Tranfusi PRC 100 cc, Ranitidin 1 mg/kgBB = 3x10 mg IV, Sucralfat 5ml/8 jam PO. Apakah diagnosa yang tepat untuk kasus tersebut?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum. Saya adalah perawat yang akan memberikan penjelasan terkait diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kasus anak laki-laki usia 14 bulan yang dirawat dengan diagnosa thalasemia β mayor.
Berdasarkan hasil pengkajian, gejala yang muncul pada pasien adalah pucat, tampak mengantuk, lemas, edema pada ekstremitas, muntah 1 kali berupa lendir kecoklatan, pilek, dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 5,4 mg/dL.
Diagnosa Keperawatan yang tepat untuk kasus ini adalah:
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia dan kelelahan.
Definisi: Keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan dan dibutuhkan.
2. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu makan dan muntah.
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan Hb.
Definisi: Pengurangan aliran darah ke jaringan perifer yang menyebabkan ketidakmampuan jaringan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan daftar diagnosis keperawatan yang telah disepakati oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai standar acuan dalam melakukan proses pengkajian, perumusan diagnosis, dan perencanaan keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan daftar luaran keperawatan yang telah disepakati oleh PPNI sebagai standar acuan dalam menentukan hasil atau outcome yang ingin dicapai dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan daftar intervensi keperawatan yang telah disepakati oleh PPNI sebagai standar acuan dalam melakukan tindakan keperawatan.
Diharapkan penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan standar SDKI - SLKI - SIKI untuk kasus anak laki-laki usia 14 bulan dengan thalasemia β mayor. Jika ada pertanyaan lain, silakan tanyakan. -
Article No. 4684 | 05 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
- Faktor yang Berhubungan: Sekresi jalan napas yang berlebih, obstruksi jalan napas.
- Gejala dan Tanda: Batuk tidak efektif, napas cuping hidung, suara napas bronkial.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Faktor yang Berhubungan: Penurunan nafsu makan.
- Gejala dan Tanda: Penurunan berat badan.
3. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
- Faktor yang Berhubungan: Kelemahan, dispnea.
- Gejala dan Tanda: Kelelahan, sesak napas saat beraktivitas.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami oleh pasien dan menjadi dasar untuk menetapkan intervensi keperawatan yang tepat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk mengevaluasi hasil atau luaran dari intervensi keperawatan yang dilakukan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang tepat dalam mengatasi masalah kesehatan pasien.
Penggunaan standar ini secara komprehensif akan membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan berpusat pada pasien. -
Article No. 4685 | 05 Nov 2024
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi yang Anda deskripsikan, diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan adalah:
1. Risiko infeksi berhubungan dengan paparan virus campak
Penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko infeksi berhubungan dengan paparan virus campak ditandai dengan kerentanan individu terhadap masuknya patogen (virus campak) yang dapat menyebabkan sakit.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah pasien bebas dari infeksi campak, yang ditandai dengan tidak adanya komplikasi dan tanda-tanda infeksi, serta pemulihan yang baik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemberian obat sesuai resep, manajemen demam, perawatan kulit dan mukosa, serta edukasi tentang pencegahan penyebaran infeksi.
Sebagai perawat, saya akan berkolaborasi dengan tim medis untuk memastikan penanganan yang tepat bagi pasien anak perempuan ini agar dapat pulih dengan baik dari infeksi campak. -
Article No. 4686 | 05 Nov 2024
Klinis : Resiko penurunan curah jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi resiko penurunan curah jantung.
Diagnosa Keperawatan:
Resiko Penurunan Curah Jantung
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Resiko Penurunan Curah Jantung adalah kondisi di mana individu berisiko mengalami penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung per satuan waktu, yang dapat berakibat pada gangguan perfusi jaringan.
- Karakteristik definisi: Individu memiliki faktor risiko yang dapat mengakibatkan penurunan curah jantung, seperti gangguan fungsi jantung, perubahan kontraktilitas miokard, perubahan preload atau afterload, dan lain-lain.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Individu tidak mengalami penurunan curah jantung dan tanda-tanda vital stabil.
- Indikator: Frekuensi jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, dan output urin dalam batas normal.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Pemantauan tanda-tanda vital, manajemen cairan, pemberian oksigen, dan edukasi terkait gaya hidup yang sehat.
- Tujuan: Mencegah terjadinya penurunan curah jantung, mempertahankan curah jantung yang adekuat, dan meningkatkan kualitas hidup individu.
Dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk mengelola kondisi resiko penurunan curah jantung. -
Article No. 4687 | 05 Nov 2024
Klinis : Pasien wanita, usia 60 tahun, mengalami nyeri dada yang hebat, menjalar ke lengan kiri, disertai dengan sesak napas, mual, dan keringat dingin. EKG menunjukkan infark miokard akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut
2. Gangguan Pola Napas
3. Intoleransi Aktivitas
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- Karakteristik Utama: Ekspresi verbal atau non-verbal nyeri, perubahan tanda-tanda vital, perubahan perilaku.
2. Gangguan Pola Napas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan nyaman.
- Karakteristik Utama: Kesulitan bernapas, peningkatan usaha bernapas, napas dangkal.
3. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin.
- Karakteristik Utama: Kelelahan, kelemahan, dispnea, palpitasi, perubahan tanda-tanda vital.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Nyeri Terkontrol
2. Pola Napas Efektif
3. Toleransi Aktivitas Meningkat
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri
- Intervensi: Identifikasi karakteristik nyeri, pemberian analgesik, teknik non-farmakologis, evaluasi efektivitas intervensi.
2. Manajemen Jalan Napas
- Intervensi: Oksigenasi, posisi pasien, latihan pernapasan, suction, monitor tanda-tanda vital.
3. Peningkatan Toleransi Aktivitas
- Intervensi: Evaluasi toleransi aktivitas, pemberian latihan, manajemen energi, perawatan diri yang dibantu.
Kesimpulannya, pasien ini mengalami nyeri dada yang hebat, sesak napas, mual, dan keringat dingin, yang menunjukkan kemungkinan infark miokard akut. Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi manajemen nyeri, manajemen jalan napas, dan peningkatan toleransi aktivitas. -
Article No. 4688 | 05 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan sesak nafas, tidak nyaman berbaring, tidak bisa tidur, abdomen perut buncit, terlihat terpasang oksigen
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi yang Anda jelaskan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Pola Napas
Penjelasan SDKI:
Ketidakefektifan Pola Napas adalah ventilasi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan oksigen/ventilasi. Ditandai dengan sesak napas, tidak nyaman berbaring, dan terpasang oksigen.
Penjelasan SLKI:
Perawatan yang diperlukan adalah mempertahankan jalan napas efektif, memantau pola napas, dan memfasilitasi ventilasi yang adekuat.
Penjelasan SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau status pernapasan, memberikan oksigen sesuai indikasi, dan memposisikan pasien untuk memfasilitasi ventilasi yang optimal.
2. Gangguan Pola Tidur
Penjelasan SDKI:
Gangguan Pola Tidur adalah perubahan dalam jumlah dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari. Ditandai dengan pasien yang mengatakan tidak bisa tidur.
Penjelasan SLKI:
Perawatan yang diperlukan adalah memfasilitasi tidur yang adekuat, mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi pola tidur, dan memantau pola tidur pasien.
Penjelasan SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengkaji pola tidur, memberikan lingkungan yang nyaman untuk tidur, dan mengajarkan teknik relaksasi untuk memfasilitasi tidur.
3. Kelebihan Volume Cairan
Penjelasan SDKI:
Kelebihan Volume Cairan adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam ruang intravaskular, interstisial, dan/atau rongga tubuh. Ditandai dengan abdomen yang buncit.
Penjelasan SLKI:
Perawatan yang diperlukan adalah memantau intake dan output cairan, mengatur pemberian cairan, dan memfasilitasi pengeluaran cairan yang adekuat.
Penjelasan SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengkaji status cairan, membatasi asupan cairan, dan memantau tanda-tanda kelebihan cairan.
Harap diperhatikan bahwa ini adalah penjelasan singkat berdasarkan informasi yang diberikan. Evaluasi lebih lanjut dan pemeriksaan klinis yang lebih komprehensif oleh tenaga kesehatan profesional diperlukan untuk diagnosis dan perencanaan perawatan yang lebih lengkap. -
Article No. 4689 | 05 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan sesak nafas, tidak nyaman berbaring, tidak bisa tidur, pasien mengatakan mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Pola Napas berhubungan dengan Gangguan Pertukaran Gas
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Pola Napas adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan pola napas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Pasien akan menunjukkan pola napas yang efektif, ditandai dengan frekuensi napas dalam batas normal, irama napas teratur, dan tidak ada tanda-tanda gangguan pernapasan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemberian oksigen, latihan pernapasan, dan edukasi tentang manajemen gejala.
Secara akademis, sebagai pakar keperawatan, saya menyarankan agar pasien segera mendapatkan penanganan yang sesuai untuk mengatasi masalah pernapasan yang dialaminya. Penanganan yang tepat dan komprehensif akan membantu pasien mencapai pola napas yang efektif dan meningkatkan kenyamanannya.