Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4671 | 05 Nov 2024
Klinis : cek kesehatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pemeriksaan kesehatan dengan nada akademis dan persona seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan
- Definisi: Pada kondisi ini, pasien berisiko mengalami ketidakefektifan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan yang dapat mengakibatkan hasil pemeriksaan tidak akurat atau tidak sesuai dengan kondisi aktual pasien.
2. Kurang Pengetahuan tentang Pemeriksaan Kesehatan
- Definisi: Pasien memiliki pengetahuan yang kurang memadai tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, proses pemeriksaan, dan tindak lanjut yang diperlukan.
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI:
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
- SDKI merupakan standar yang digunakan untuk menetapkan diagnosa keperawatan yang akurat dan sesuai dengan kondisi pasien.
- Dalam kasus ini, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan" dan "Kurang Pengetahuan tentang Pemeriksaan Kesehatan".
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
- SLKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan.
- Untuk diagnosa "Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan", luaran yang diharapkan adalah pasien dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara efektif.
- Untuk diagnosa "Kurang Pengetahuan tentang Pemeriksaan Kesehatan", luaran yang diharapkan adalah pasien memiliki pengetahuan yang memadai tentang pemeriksaan kesehatan.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
- SIKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Untuk diagnosa "Risiko Ketidakefektifan Pemeriksaan Kesehatan", intervensi yang dapat dilakukan adalah edukasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan, pendampingan selama proses pemeriksaan, dan evaluasi hasil pemeriksaan.
- Untuk diagnosa "Kurang Pengetahuan tentang Pemeriksaan Kesehatan", intervensi yang dapat dilakukan adalah edukasi tentang pemeriksaan kesehatan, penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi pemahaman pasien.
Dengan penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan asuhan keperawatan yang diberikan dapat membantu pasien mencapai hasil pemeriksaan kesehatan yang efektif dan meningkatkan pemahaman pasien tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. -
Article No. 4672 | 05 Nov 2024
Klinis : Riwayat kehamilan baik, riwayat persalinan kurang baik, riwayat pasca persalinan baik. Riwayat imunisasi baik. Riwayat pemberian makan kurang baik, sejak lahir pasien mendapat ASI ditambah dengan susu formula hingga usia 6 bulan, setelah usia 6 bulan diberikan bubur susu.Anak merupakan anak pertama dari pasangan 42 tahun dan 33 tahun, bukan dari perkawinan keluarga.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Gangguan Tumbuh Kembang Anak
Definisi: Adanya potensi atau kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam tumbuh kembang anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental, sosial, dan spiritual anak.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Faktor Risiko: Riwayat pemberian makan kurang baik, usia orang tua.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Tumbuh kembang anak sesuai tahap perkembangannya.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan: Pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang anak, pemantauan tumbuh kembang anak, konseling gizi anak.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Risiko Gangguan Tumbuh Kembang Anak" dipilih karena terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, seperti riwayat pemberian makan yang kurang baik (ASI dan susu formula sejak lahir, lalu bubur susu setelah usia 6 bulan) serta usia orang tua yang relatif tua (42 tahun dan 33 tahun). Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang anak, memantau tumbuh kembang anak secara berkala, dan memberikan konseling gizi anak untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dan mendukung tumbuh kembang yang optimal. -
Article No. 4673 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 10 bulan dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan anak tampak pucat dan kurang aktif. Saat dilakukan pengkajian ana tampak lemah, wajah pucat, konjungtiva anemis, kulit bersisik, hasil perabaan tampak pembesaran hati dan limfa. BB 8kg, Hb 5gr/dl, Ht 22%, Fe 15-00gr/dl. Apakah diagnose keperawatan utama pada kasus tersebut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan Utama:
Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi:
Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas harian yang diinginkan atau diperlukan di lingkungan individu, disebabkan oleh keterbatasan psikologis, fisiologis, atau perkembangan.
Batasan Karakteristik:
- Lemah
- Kelelahan yang mudah terjadi
- Keterbatasan dalam rentang gerak
- Perubahan tanda-tanda vital (contoh: nadi, frekuensi pernapasan, tekanan darah)
- Penurunan berat badan
Faktor Terkait:
- Anemia (defisiensi zat besi)
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Dokumen yang berisi standar diagnosis keperawatan yang disusun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). SDKI memberikan definisi, batasan karakteristik, dan faktor terkait dari setiap diagnosis keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Dokumen yang berisi standar luaran (outcome) keperawatan yang disusun oleh PPNI. SLKI menyediakan daftar luaran keperawatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Dokumen yang berisi standar intervensi keperawatan yang disusun oleh PPNI. SIKI memberikan daftar intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diinginkan. -
Article No. 4674 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 10 bulan dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan anak tampak pucat dan kurang aktif. Saat dilakukan pengkajian ana tampak lemah, wajah pucat, konjungtiva anemis, kulit bersisik, hasil perabaan tampak pembesaran hati dan limfa. BB 8kg, Hb 5gr/dl, Ht 22%, Fe 15-00gr/dl. Apakah diagnose keperawatan utama pada kasus tersebut…
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: D50.0
- Deskripsi: Anemia por déficit de hierro, pérdida de sangre crónica
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.04
- Deskripsi: Transfusión de eritrocitos
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang dipaparkan, anak laki-laki usia 10 bulan ini mengalami anemia berat akibat defisiensi zat besi. Hal ini ditandai dengan ditemukannya gejala-gejala seperti tampak pucat, konjungtiva anemis, kulit bersisik, pembesaran hati dan limfa, serta hasil laboratorium yang menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah (5 g/dL), hematokrit (Ht) yang rendah (22%), dan kadar zat besi (Fe) yang rendah (15-00 g/dL).
Diagnosis keperawatan utama yang sesuai pada kasus ini adalah anemia defisiensi besi. Kode ICD-10 yang sesuai adalah D50.0 (Anemia por déficit de hierro, pérdida de sangre crónica).
Tindakan medis yang dapat dilakukan adalah transfusi eritrosit, yang memiliki kode ICD-9-CM 99.04 (Transfusión de eritrocitos). Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi anemia berat dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.
Penanganan lainnya dapat berupa pemberian suplemen zat besi, pemantauan nutrisi, dan upaya untuk mengatasi penyebab defisiensi zat besi (misalnya perdarahan kronis). Perawatan keperawatan yang dapat diberikan mencakup pemantauan tanda-tanda vital, asupan dan output cairan, serta pemberian dukungan nutrisi yang adekuat. -
Article No. 4675 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 10 bulan dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan anak tampak pucat dan kurang aktif. Saat dilakukan pengkajian ana tampak lemah, wajah pucat, konjungtiva anemis, kulit bersisik, hasil perabaan tampak pembesaran hati dan limfa. BB 8kg, Hb 5gr/dl, Ht 22%, Fe 15-00gr/dl. Apakah diagnose keperawatan utama pada kasus tersebut…
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, saya selaku pakar perawat akan memberikan diagnosa keperawatan utama dan penjelasan singkat sesuai dengan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kasus yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan Utama:
Defisit Volume Cairan berhubungan dengan penurunan asupan nutrisi dan cairan.
Penjelasan singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Definisi: Ketidakcukupan cairan yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi fisiologis yang normal.
Karakteristik Mayor: Pucat, lemah, penurunan berat badan.
Faktor Berhubungan: Penurunan asupan nutrisi dan cairan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan: Pasien menunjukkan volume cairan yang adekuat, ditandai dengan peningkatan energi, warna kulit membaik, peningkatan berat badan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi Keperawatan: Pemantauan status cairan, pemberian nutrisi dan cairan, edukasi tentang pentingnya asupan nutrisi dan cairan yang adekuat.
Demikian penjelasan singkat mengenai diagnosa keperawatan utama dan standar SDKI, SLKI, serta SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kasus yang Anda deskripsikan. Semoga informasi ini bermanfaat. Wassalamu'alaikum. -
Article No. 4676 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak perempuan usia 4 tahun dirawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi mendadak sudah 3 hari. Hasil pengkajian diperoleh data suhu 39 °C, nadi 110 x/ menit, irreguler, CRT > 3 detik, terlihat lemas dan gelisah, riwayat epistaksis, BAB berwarna hitam. Orang tua cemas melihat kondisi anaknya.Apa diagnosa keperawatan yang tepat kasus tersebut? * Kekurangan volume cairan Perfusi jaringan tidak efektif Cemas Intoleransi aktivitas Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data pengkajian yang diberikan, berikut adalah diagnosis keperawatan yang tepat untuk kondisi anak perempuan usia 4 tahun tersebut:
1. Kekurangan Volume Cairan
- Definisi: Penurunan cairan intravasal, interstisial, dan/atau intraseluler.
- Gejala dan tanda: Suhu tinggi 39°C, nadi cepat 110x/menit, CRT >3 detik, terlihat lemas dan gelisah.
2. Perfusi Jaringan Tidak Efektif
- Definisi: Penurunan sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan perifer.
- Gejala dan tanda: Nadi irreguler, CRT >3 detik, riwayat epistaksis, BAB berwarna hitam.
3. Cemas
- Definisi: Respon emosional dan fisiologis terhadap ancaman yang dirasakan berasal dari sumber yang tidak jelas atau tidak diketahui.
- Gejala dan tanda: Orang tua cemas melihat kondisi anak.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan diagnosis keperawatan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan luaran/hasil keperawatan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan intervensi keperawatan.
- Standar ini dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk meningkatkan kualitas praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 4677 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak perempuan usia 4 tahun dirawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi mendadak sudah 3 hari. Hasil pengkajian diperoleh data suhu 39 °C, nadi 110 x/ menit, irreguler, CRT > 3 detik, terlihat lemas dan gelisah, riwayat epistaksis, BAB berwarna hitam. Orang tua cemas melihat kondisi anaknya.Apa diagnosa keperawatan yang utama pada kasus tersebut? * Kekurangan volume cairan Perfusi jaringan tidak efektif Cemas Intoleransi aktivitas Hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data yang diberikan, diagnosa keperawatan utama yang dapat ditegakkan adalah:
1. Hipertermia
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal, yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu dalam batas normal.
Penjelasan:
- Pasien mengalami suhu tubuh 39°C, yang menunjukkan peningkatan suhu tubuh di atas batas normal.
- Hipertermia dapat disebabkan oleh proses infeksi atau peradangan dalam tubuh.
2. Perfusi jaringan tidak efektif
Definisi: Ketidakmampuan sirkulasi darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan.
Penjelasan:
- Pasien memiliki nadi yang irreguler dan CRT > 3 detik, yang menandakan adanya gangguan pada perfusi jaringan.
- Kondisi ini dapat disebabkan oleh dehidrasi atau pengaturan suhu tubuh yang tidak efektif akibat hipertermia.
Diagnosa keperawatan lainnya yang dapat muncul:
- Kekurangan volume cairan, terkait dengan kehilangan cairan akibat demam tinggi.
- Cemas, terkait dengan kondisi anak yang sakit dan kekhawatiran orang tua.
- Intoleransi aktivitas, terkait dengan rasa lemas dan gelisah yang dialami anak.
Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan panduan yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk memberikan acuan bagi para perawat dalam proses pengkajian, penetapan diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan. -
Article No. 4678 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 12 tahun dirawat di rumah sakit karena menderita SLE. Hasil pengkajian diperoleh data: demam dengan suhu 38,5 °C, Nadi 110 x/ menit, tampak ruam kemerahan disekitar muka berbentuk kupu-kupu, alopesia, nyeri pada persendian, pembesaran nodus limfe di leher dan ketiak, sianosis, ronchi pada auskultasi paru, hasil pemeriksaan foto thoraks ditemukan penumonia. Apa diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus tersebut ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan mengacu pada kondisi yang Anda berikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus tersebut, beserta penjelasan singkat mengenai standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses inflamasi akibat Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
Penjelasan:
- SDKI: Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal, yang disebabkan oleh gangguan mekanisme pengaturan suhu tubuh.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah stabilitas suhu tubuh dalam batas normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengontrol suhu tubuh, mengurangi rasa tidak nyaman, serta mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
2. Perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan vasokonstriksi dan edema akibat SLE
Penjelasan:
- SDKI: Perfusi jaringan perifer tidak efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan sirkulasi darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah perfusi jaringan perifer yang efektif.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau tanda-tanda vital, menjaga posisi ekstremitas, serta memberikan terapi oksigen jika diperlukan.
3. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi sendi akibat SLE
Penjelasan:
- SDKI: Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kemampuan klien dalam mengelola nyeri.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan analgesik, mengajarkan teknik distraksi, serta melakukan pengkajian nyeri secara berkala.
Demikian diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat mengenai standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang dapat diterapkan untuk kasus anak laki-laki usia 12 tahun dengan SLE. Perawat harus melakukan pengkajian yang komprehensif dan menggunakan pendekatan yang berpusat pada pasien untuk memberikan asuhan keperawatan yang optimal. -
Article No. 4679 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak laki-laki usia 12 tahun dirawat di rumah sakit karena menderita SLE. Hasil pengkajian diperoleh data: demam dengan suhu 38,5 °C, Nadi 110 x/ menit, tampak ruam kemerahan disekitar muka berbentuk kupu-kupu, alopesia, nyeri pada persendian, pembesaran nodus limfe di leher dan ketiak, sianosis, ronchi pada auskultasi paru, hasil pemeriksaan foto thoraks ditemukan penumonia. Apa diagnosa keperawatan yang tepat untuk kasus tersebut ?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, berdasarkan data pengkajian yang diberikan, berikut adalah beberapa diagnosis keperawatan yang sesuai dengan kasus anak laki-laki usia 12 tahun yang menderita SLE (Systemic Lupus Erythematosus) dengan komplikasi pneumonia:
1. Hipertermia (SDKI: Hipertermia)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal karena ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu.
Faktor berhubungan: Proses penyakit autoimun (SLE).
Gejala dan tanda mayor: Suhu tubuh ≥38,5°C.
2. Nyeri (SDKI: Nyeri)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
Faktor berhubungan: Proses penyakit autoimun (SLE) dengan manifestasi nyeri pada persendian.
Gejala dan tanda mayor: Keluhan nyeri pada persendian.
3. Gangguan Perfusi Jaringan Paru (SDKI: Gangguan Perfusi Jaringan)
Definisi: Ketidakcukupan oksigen, nutrisi, dan/atau eliminasi sampah metabolik untuk memenuhi kebutuhan jaringan.
Faktor berhubungan: Proses penyakit (pneumonia) yang mengganggu perfusi paru.
Gejala dan tanda mayor: Sianosis, ronki pada auskultasi paru, hasil foto thoraks menunjukkan pneumonia.
4. Intoleransi Aktivitas (SDKI: Intoleransi Aktivitas)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
Faktor berhubungan: Kelemahan yang disebabkan oleh proses penyakit (SLE) dan komplikasi (pneumonia).
Gejala dan tanda mayor: Kelelahan, kelemahan, dan penurunan toleransi terhadap aktivitas.
Diagnosis keperawatan tersebut sesuai dengan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Penerapan standar ini membantu perawat dalam merumuskan diagnosis yang tepat, menetapkan hasil yang diharapkan, dan memberikan intervensi keperawatan yang efektif untuk pasien. -
Article No. 4680 | 05 Nov 2024
Klinis : Anak perempuan usia 13 tahun dibawa ke rumah sakit oleh ibunya karena mengeluh nafasnya sesak, dan mual. Hasil pengkajian perawat membran mukosa kering, sklera tampak ikterik, muka mongoloid yaitu hidung pesek, tanpa pangkal hidung, jarak antara kedua mata lebar dan tulang dahi juga lebar, dan terdapat pembesaran hatiHasil laboratoium Hb: 8,30 g% , Ht : 24,7 % , Eritrosit : 3,38 jt /mmk. Tanda-tanda vital TD : 90/60 mmHg, HR : 124 x/menit, RR : 24 x/menit, S : 38,7 °C. Diagnosa keperawatan untuk kasus diatas adalah...
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sesuai dengan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Label Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
Penyebab: Peningkatan produksi sekret, kelemahan otot pernapasan.
Gejala dan Tanda: Napas sesak, adanya suara napas tambahan, retraksi dinding dada, sianosis.
2. Mual
Definisi: Sensasi tidak nyaman di perut yang mengarah pada keinginan untuk muntah.
Penyebab: Iritasi gastrointestinal, efek samping pengobatan, ansietas.
Gejala dan Tanda: Mual, menggigil, salivasi berlebih, takikardia.
3. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk menoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin.
Penyebab: Keterbatasan fisiologis, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
Gejala dan Tanda: Kelelahan, napas pendek, perubahan tanda-tanda vital.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan acuan dalam menentukan diagnosis keperawatan berdasarkan response pasien terhadap masalah kesehatan. SLKI (Standar Label Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menentukan hasil/kriteria hasil keperawatan. Sedangkan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah acuan untuk menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi diagnosis keperawatan.