Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 4816 | 06 Nov 2024
Klinis : pasien anak mengalami atresia ani
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Gangguan integritas kulit perianal
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Gangguan integritas kulit perianal adalah diagnosa keperawatan yang terkait dengan kondisi pasien anak yang mengalami atresia ani. Hal ini ditandai dengan adanya kerusakan struktur dan fungsi kulit di area perianal sebagai akibat dari kelainan bawaan tersebut.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan pasien dengan gangguan integritas kulit perianal adalah pemulihan integritas kulit perianal, terbebas dari komplikasi, serta tercapainya fungsi eliminasi yang optimal.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi:
- Perawatan kulit perianal
- Pencegahan infeksi
- Manajemen rasa nyeri
- Edukasi dan konseling bagi pasien dan keluarga
- Kolaborasi dengan dokter untuk tindakan pembedahan jika diperlukan
Secara keseluruhan, pendekatan keperawatan pada pasien anak dengan atresia ani harus komprehensif, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial, serta melibatkan peran aktif keluarga dalam proses pemulihan. -
Article No. 4817 | 06 Nov 2024
Klinis : Pasien mengeluh demam tinggi 2 hari, batuk pilek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu pasien mengeluh demam tinggi selama 2 hari, batuk, dan pilek, maka berikut ini adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons fisiologis terhadap stressor.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Suhu tubuh dalam rentang normal
2. Tanda-tanda vital dalam rentang normal
3. Tidak terjadi komplikasi akibat hipertermia
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan tanda-tanda vital
2. Manajemen hipertermia
3. Edukasi pasien/keluarga
4. Kolaborasi pemberian obat penurun demam (jika diperlukan)
Pada kondisi pasien dengan demam tinggi, batuk, dan pilek, perawat perlu melakukan pemantauan tanda-tanda vital secara berkala, mengelola hipertermia (misalnya pemberian kompres hangat, pemberian cairan), memberikan edukasi kepada pasien/keluarga tentang tatalaksana demam, serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian obat penurun demam, jika diperlukan.
Tone = akademis, persona = pakar, nurse: Dalam konteks ini, perawat diharapkan dapat menyampaikan informasi dan penjelasan tentang diagnosa dan intervensi keperawatan secara komprehensif, dengan menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh pasien/keluarga. -
Article No. 4818 | 06 Nov 2024
Klinis : klien kesulitan bicara
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi klien yang kesulitan bicara.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Komunikasi Verbal berhubungan dengan kondisi patologis.
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Komunikasi Verbal adalah ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau menerima pesan verbal secara efektif.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah klien dapat berkomunikasi secara verbal secara efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Identifikasi penyebab gangguan komunikasi verbal
2. Fasilitasi komunikasi non-verbal
3. Terapkan teknik komunikasi yang sesuai dengan kondisi klien
4. Libatkan keluarga dalam proses komunikasi
5. Berikan edukasi dan dukungan psikologis pada klien dan keluarga
Sebagai perawat, saya akan melakukan assessment secara komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab gangguan komunikasi verbal pada klien, kemudian menyusun rencana asuhan keperawatan yang sesuai dengan kondisi klien, dan melibatkan keluarga dalam proses perawatan. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi klien agar dapat berkomunikasi secara verbal secara efektif. -
Article No. 4819 | 06 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- SDKI: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- SLKI: Kemampuan pasien untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu pasien mempertahankan bersihan jalan napas.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- SDKI: Asupan nutrisi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi.
3. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mentoleransi aktivitas.
- SLKI: Kemampuan pasien untuk mentoleransi aktivitas.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu pasien meningkatkan toleransi aktivitas.
Penjelasan singkat:
Pasien pria, usia 45 tahun, dengan keluhan batuk berdahak, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya suara napas bronkial di paru kanan atas dan lesi di paru, sehingga diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
Berdasarkan kondisi pasien, terdapat tiga diagnosa keperawatan utama yang perlu ditangani:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Pasien mengalami kesulitan dalam membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas, sehingga membutuhkan intervensi keperawatan untuk membantu mempertahankan bersihan jalan napas.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh: Pasien mengalami penurunan nafsu makan, yang dapat menyebabkan asupan nutrisi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya. Intervensi keperawatan diperlukan untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisinya.
3. Intoleransi Aktivitas: Kondisi pasien, seperti sesak napas, dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mentoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan dibutuhkan untuk membantu pasien meningkatkan toleransi aktivitasnya.
Saya harap penjelasan ini dapat membantu Anda memahami diagnosa keperawatan dan standar SDKI - SLKI - SIKI yang sesuai untuk kondisi pasien ini. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 4820 | 06 Nov 2024
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Saya Perawat Profesional yang akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI, SLKI, dan SIKI standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda paparkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Infeksi Berhubungan Dengan Paparan Virus Campak
2. Gangguan Pola Napas Berhubungan Dengan Edema Mukosa Saluran Pernapasan
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan Dengan Demam Tinggi
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Infeksi Berhubungan Dengan Paparan Virus Campak
- SDKI: Definisi - Keadaan di mana individu/keluarga/komunitas rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen.
- SLKI: Hasil yang Diharapkan - Bebas Dari Infeksi
- SIKI: Intervensi Keperawatan - Manajemen Infeksi, Pencegahan Infeksi, Edukasi Kesehatan.
2. Gangguan Pola Napas Berhubungan Dengan Edema Mukosa Saluran Pernapasan
- SDKI: Definisi - Ketidakmampuan untuk bernapas dengan nyaman.
- SLKI: Hasil yang Diharapkan - Pola Napas Efektif
- SIKI: Intervensi Keperawatan - Manajemen Jalan Napas, Manajemen Batuk, Terapi Oksigen.
3. Intoleransi Aktivitas Berhubungan Dengan Demam Tinggi
- SDKI: Definisi - Keterbatasan dalam melakukan aktivitas yang diinginkan.
- SLKI: Hasil yang Diharapkan - Toleransi Aktivitas Meningkat
- SIKI: Intervensi Keperawatan - Manajemen Aktivitas, Manajemen Energi, Manajemen Demam.
Saya berharap penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran jelas mengenai Diagnosa Keperawatan dan standar SDKI-SLKI-SIKI yang sesuai untuk kondisi pasien anak perempuan usia 5 tahun dengan kemungkinan terinfeksi virus campak. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan tanyakan. -
Article No. 4821 | 06 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 70 tahun, mengalami penurunan kesadaran mendadak. tubuh bagian kanan pasien mengalami kelemahan dan pasien kesulitan untuk bicara
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, saya dapat memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien tersebut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
2. Gangguan Komunikasi Verbal
3. Risiko Cedera
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Ketidakmampuan sirkulasi darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan otak.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Peningkatan perfusi jaringan serebral yang efektif.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan perfusi jaringan serebral, seperti pemantauan tanda-tanda vital, pengaturan posisi, pemberian oksigen, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.
2. Gangguan Komunikasi Verbal
- SDKI: Keterbatasan dalam penggunaan atau pemahaman bahasa lisan.
- SLKI: Peningkatan kemampuan berkomunikasi secara verbal.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi verbal, seperti penggunaan alat bantu komunikasi, pemberian stimulasi, dan latihan berbicara.
3. Risiko Cedera
- SDKI: Kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat mengganggu integritas jaringan tubuh.
- SLKI: Tidak terjadi cedera fisik.
- SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera fisik, seperti pemantauan tanda-tanda vital, pengaturan lingkungan yang aman, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.
Pada kondisi pasien pria, usia 70 tahun, yang mengalami penurunan kesadaran mendadak, kelemahan pada tubuh bagian kanan, dan kesulitan berbicara, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral, Gangguan Komunikasi Verbal, dan Risiko Cedera. Perawat harus melakukan intervensi sesuai dengan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. -
Article No. 4822 | 06 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 70 tahun, mengalami penurunan kesadaran mendadak. tubuh bagian kanan pasien mengalami kelemahan dan pasien kesulitan untuk bicara pasien memiliki riwayat hipertensi dan mengonsumsi obat amlodifin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan adalah:
1. Gangguan perfusi jaringan otak (SDKI)
- Penjelasan: Kondisi pasien dengan penurunan kesadaran mendadak, kelemahan pada tubuh bagian kanan, dan kesulitan berbicara menunjukkan adanya gangguan aliran darah ke otak, yang dapat disebabkan oleh stroke iskemik atau perdarahan.
2. Risiko penurunan cardiac output (SDKI)
- Penjelasan: Pasien dengan riwayat hipertensi dan penggunaan obat amlodipine memiliki risiko penurunan cardiac output, yang dapat memengaruhi perfusi jaringan, termasuk ke otak.
Berdasarkan standar SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), luaran yang dapat diterapkan untuk diagnosis di atas adalah:
1. Perfusi jaringan otak
2. Stabilitas hemodinamik
Sementara itu, berdasarkan standar SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia), intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pemantauan neurologi
2. Manajemen jalan napas
3. Manajemen sirkulasi
4. Manajemen obat
5. Edukasi pasien dan keluarga
Tujuan utama dari intervensi keperawatan ini adalah untuk mempertahankan perfusi jaringan otak, menjaga stabilitas hemodinamik, dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat gangguan perfusi jaringan otak. -
Article No. 4823 | 06 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 70 tahun, mengalami penurunan kesadaran mendadak. tubuh bagian kanan pasien mengalami kelemahan dan pasien kesulitan untuk bicara pasien memiliki riwayat hipertensi dan mengonsumsi obat amlodifin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Perfusi Serebral Terkait Perubahan Aliran Darah Otak
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Gangguan perfusi serebral adalah ketidakefektifan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan perfusi serebral yang adekuat, tanda-tanda vital stabil, dan tidak terjadi komplikasi lebih lanjut.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau tanda-tanda vital, menjaga oksigenasi, mengatur posisi pasien, dan memberikan obat-obatan sesuai resep.
2. Gangguan Komunikasi Verbal Terkait Gangguan Fungsi Motorik
Penjelasan:
- SDKI: Gangguan komunikasi verbal adalah ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau menerima pesan verbal secara efektif.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat berkomunikasi secara efektif dengan menggunakan media komunikasi alternatif.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah menilai kemampuan komunikasi, menyediakan alat bantu komunikasi, dan melatih pasien untuk berkomunikasi secara efektif.
Kesimpulan:
Pasien mengalami penurunan kesadaran mendadak, kelemahan pada tubuh bagian kanan, dan kesulitan bicara. Hal ini mengarah pada diagnosa keperawatan gangguan perfusi serebral dan gangguan komunikasi verbal. Perawat perlu melakukan intervensi sesuai standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk memulihkan kondisi pasien. -
Article No. 4824 | 06 Nov 2024
Klinis : Nyonya N berusia 30 tahun, datang ke klinik dengan keluhan merasa mudah lelah dan lemas selama dua bulan terakhir. Ia mengaku sering merasa pusing,terutama ketika berdiri, dan merasa sesak napas setelah melakukan aktivitas ringan, seperti mencuci atau mengangkat barang. Pasien juga mengeluh selera makannya menurun dan ia merasa tidak bertenaga. Ia juga menyampaikan bahwa mengalami menstruasi yang cukup banyak setiap bulan, yang membuatnya khawatir akan kondisi kesehatannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 90/60 mmHg dan nadi 110 X/ menit. Kulitnya tampak pucat, dan pemeriksaan konjungtiva menunjukkan palpebra inferior pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar Hb 9g/dL. jumlah sel darah merahnya tercatat 3,2 juta sel/mm3, tes Coombs negatif.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, kondisi Nyonya N dapat didiagnosis dengan Anemia. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI terkait kondisi Nyonya N:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin, ditandai dengan mudah lelah, lemas, dan sesak napas saat aktivitas.
2. Penurunan volume cairan berhubungan dengan perdarahan menstruasi yang berlebihan.
3. Risiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan selera makan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi aktivitas: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
2. Penurunan volume cairan: Penurunan cairan tubuh yang disebabkan oleh kehilangan cairan yang melebihi asupan.
3. Risiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan: Keadaan yang menunjukkan risiko asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi aktivitas: Kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan.
2. Status hidrasi: Keseimbangan cairan yang adekuat dalam tubuh.
3. Status nutrisi: Keseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen aktivitas: Intervensi untuk mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Manajemen cairan: Intervensi untuk mempertahankan atau memperbaiki volume dan komposisi cairan tubuh.
3. Manajemen nutrisi: Intervensi untuk mempertahankan atau memperbaiki status nutrisi individu.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat -
Article No. 4825 | 06 Nov 2024
Klinis : Nyonya N berusia 30 tahun, datang ke klinik dengan keluhan merasa mudah lelah dan lemas selama dua bulan terakhir. Ia mengaku sering merasa pusing,terutama ketika berdiri, dan merasa sesak napas setelah melakukan aktivitas ringan, seperti mencuci atau mengangkat barang. Pasien juga mengeluh selera makannya menurun dan ia merasa tidak bertenaga. Ia juga menyampaikan bahwa mengalami menstruasi yang cukup banyak setiap bulan, yang membuatnya khawatir akan kondisi kesehatannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 90/60 mmHg dan nadi 110 X/ menit. Kulitnya tampak pucat, dan pemeriksaan konjungtiva menunjukkan palpebra inferior pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar Hb 9g/dL. jumlah sel darah merahnya tercatat 3,2 juta sel/mm3, tes Coombs negatif.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: D50.0
- Deskripsi: Anemia besi karena kehilangan darah (menorrhagia)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 85.11
- Deskripsi: Pemeriksaan darah lengkap (CBC)
Penjelasan:
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien Nyonya N, berusia 30 tahun, mengalami gejala-gejala yang mengarah pada diagnosis anemia besi karena kehilangan darah (menorrhagia). Hal ini didukung oleh keluhan mudah lelah, lemas, pusing, sesak napas saat aktivitas, penurunan nafsu makan, dan menstruasi yang cukup banyak setiap bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah rendah, nadi cepat, kulit pucat, dan palpebra inferior pucat. Hasil laboratorium juga menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah (9 g/dL) dan jumlah sel darah merah yang rendah (3,2 juta sel/mm3), serta tes Coombs negatif, yang sesuai dengan karakteristik anemia besi.
Oleh karena itu, kode ICD-10 yang sesuai adalah D50.0 (Anemia besi karena kehilangan darah). Terkait prosedur medis, pasien memerlukan pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC), yang memiliki kode ICD-9-CM 85.11.