Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5360 | 12 Nov 2024
Klinis : Seorang anak perempuan berusia 6 tahun datang ke Rumah Sakit Mata dengan keluhan ada bayangan hitam yang menghalangi penglihatan mata kanan sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan adanya pantulan putih di mata kanan dan penglihatan semakin buram sejak 2 bulan yang lalu. Riwayat mata merah berulang, trauma dan keluhan lain sebelumnya tidak ada. Riwayat keluhan yang sama di keluarga tidak ada. Riwayat kehamilan normal, riwayat kelahiran spontan, cukup bulan, berat badan lahir 3100 gram, langsung menangis dan riwayat imunisasi lengkap. Pasien lalu berobat ke salah satu rumah sakit swasta lalu dirujuk ke Rumah Sakit Mata. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran kompos mentis, tekanan darah 100/60mmHg, nadi 84x/menit, respirasi 20x/menit, suhu 36,4°C. Pemeriksaan tajam penglihatan mata kanan (OD) 1/60 dan mata kiri (OS) 1,0 dengan posisi bola mata orthotropia, gerakan bola mata baik serta tekanan intraokular (TIO) dengan tonometri non kontak didapatkan OD 14 mmHg dan OS 19 mmHg. Pemeriksaan segmen anterior diameter kornea kedua mata 12 mm, mata kanan bilik mata depan sedang, didapatkan leukokoria pada lensa dengan vitreus sel +2. Pemeriksaan segmen posterior didapatkan kesan ablasio retina eksudatif dan massa tumor intraokular belum dapat disingkirkan. Pemeriksaan segmen anterior dan posterior mata kiri dalam batas normal. Pemeriksaan mata kanan didapatkan hasil kesan kekeruhan vitreus dengan tanda kalsifikasi tidak jelas dan ablasio retina. Pasien didiagnosa dengan leukokoria OD et causa suspek massa intraokular suspek retinoblastoma dengan diagnosis banding Coats disease.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda jelaskan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Penglihatan
- SDKI: Gangguan Penglihatan adalah keadaan di mana individu mengalami penurunan atau perubahan fungsi penglihatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
- SLKI: Tujuan keperawatan adalah individu menunjukkan peningkatan atau pemulihan fungsi penglihatan. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan fungsi penglihatan, pemberian informasi tentang perawatan mata, dan edukasi tentang upaya pencegahan.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pemeriksaan Mata, Terapi Cahaya, Tes Penglihatan, Edukasi Kesehatan Mata, dan Konseling Penglihatan.
2. Diagnosa Keperawatan: Takut
- SDKI: Takut adalah respon emosional individu terhadap ancaman yang dirasakan atau dipersepsikan.
- SLKI: Tujuan keperawatan adalah individu menunjukkan penurunan tingkat kecemasan. Intervensi keperawatan meliputi pemberian informasi tentang kondisi dan prosedur, pendekatan terapeutik, dan dukungan emosional.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Ansietas, Pemberian Informasi, dan Terapi Spesifik Kecemasan.
3. Diagnosa Keperawatan: Defisit Pengetahuan
- SDKI: Defisit Pengetahuan adalah keadaan di mana individu/keluarga/masyarakat kurang informasi mengenai kondisi/masalah kesehatan.
- SLKI: Tujuan keperawatan adalah individu/keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang kondisi/masalah kesehatan. Intervensi keperawatan meliputi pemberian informasi, pendidikan kesehatan, dan konseling.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Edukasi Kesehatan, Konseling, dan Bimbingan Perubahan Perilaku.
Dalam kasus ini, pasien anak perempuan usia 6 tahun dengan keluhan adanya bayangan hitam, pantulan putih, dan penglihatan yang semakin buram pada mata kanan. Berdasarkan pemeriksaan, didapatkan diagnosis medis suspek retinoblastoma atau Coats disease. Diagnosa keperawatan yang muncul antara lain Gangguan Penglihatan, Takut, dan Defisit Pengetahuan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan fungsi penglihatan, pemberian informasi dan edukasi tentang kondisi, serta dukungan emosional untuk mengurangi kecemasan pasien dan keluarga. -
Article No. 5361 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit kerongkongan seperti ada tulang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial, atau yang digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan jaringan tersebut. Nyeri akut biasanya berlangsung dalam waktu singkat dan terkait dengan suatu penyebab yang dapat diidentifikasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan pada pasien dengan nyeri akut adalah pasien dapat melaporkan tingkat nyeri yang terkontrol, mampu menggunakan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri, dan dapat beraktivitas sesuai dengan kemampuan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan untuk pasien dengan nyeri akut di tenggorokan meliputi:
1. Manajemen nyeri: Melakukan pengkajian nyeri, memberikan analgesik sesuai resep, mengajarkan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri (seperti kompres hangat, relaksasi).
2. Peningkatan kenyamanan: Mengatur posisi yang nyaman, memberikan makan dan minum sesuai toleransi pasien.
3. Edukasi: Menjelaskan penyebab, tanda, gejala, dan penatalaksanaan nyeri akut di tenggorokan.
Dengan pendekatan SDKI-SLKI-SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien untuk mengatasi nyeri akut yang dialami pasien. -
Article No. 5362 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan susah nelan seperti ada tulang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan informasi yang Anda berikan, kami dapat mengidentifikasi beberapa diagnosa keperawatan yang relevan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Berikut adalah penjelasan singkatnya:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Menelan (Dysphagia)
- Definisi: Ketidakmampuan atau kesulitan dalam menelan makanan, cairan, atau obat-obatan.
- Penyebab: Dapat disebabkan oleh kondisi medis seperti obstruksi, kelemahan otot, atau gangguan sistem saraf.
- Tanda dan Gejala: Pasien mengeluhkan adanya rasa seperti ada tulang di tenggorokan, kesulitan menelan, tersedak, atau regurgitasi.
SLKI:
- Pemulihan Menelan
- Definisi: Kemampuan untuk menelan makanan, minuman, dan obat-obatan dengan aman.
- Kriteria Hasil: Pasien dapat menelan tanpa tersedak atau aspirasi, mempertahankan berat badan, dan tidak mengalami komplikasi akibat gangguan menelan.
SIKI:
- Manajemen Disfagia
- Definisi: Serangkaian tindakan untuk membantu pasien dengan gangguan menelan.
- Intervensi: Modifikasi konsistensi makanan dan cairan, latihan menelan, pemberian nutrisi enteral jika perlu, dan edukasi pasien/keluarga.
Dalam konteks ini, pendekatan yang akademis dan persona pakar dapat membantu memberikan informasi yang komprehensif dan terpercaya kepada pasien mengenai kondisinya, serta merencanakan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mengatasi gangguan menelan (dysphagia) yang dialami. -
Article No. 5363 | 12 Nov 2024
Klinis : sakit kepala sebelah
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sebagai tenaga kesehatan, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang sesuai dengan kondisi sakit kepala sebelah.
1. Kode ICD-10:
- Kode: G43.0
- Deskripsi: Migrain tanpa aura [klasik migrain]
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 89.17
- Deskripsi: Pemeriksaan fisik kepala dan leher, termasuk pemberian instruksi kepada pasien.
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 G43.0 "Migrain tanpa aura [klasik migrain]" sesuai dengan kondisi sakit kepala sebelah yang dialami oleh pasien. Migrain adalah jenis sakit kepala neurologi yang ditandai dengan nyeri kepala yang berat, biasanya hanya di satu sisi kepala, disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya atau suara.
2. Kode ICD-9-CM 89.17 "Pemeriksaan fisik kepala dan leher, termasuk pemberian instruksi kepada pasien" dapat digunakan untuk prosedur atau tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam mengevaluasi kondisi sakit kepala sebelah pasien. Pemeriksaan fisik ini dapat mencakup pemeriksaan neurologi, palpasi, dan pemberian informasi atau instruksi kepada pasien terkait manajemen gejala dan pengobatan.
Dalam memberikan kode ICD-10 dan ICD-9-CM, saya telah mempertimbangkan informasi yang tersedia dan menggunakan klasifikasi yang sesuai dengan standar internasional. Jika diperlukan, dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis dan menentukan tindakan medis yang tepat. -
Article No. 5364 | 12 Nov 2024
Klinis : sesak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi sesak napas:
Diagnosa Keperawatan:
Pola Napas Tidak Efektif
Definisi SDKI:
Pola napas yang tidak dapat memenuhi kebutuhan ventilasi.
Definisi SLKI:
Kemampuan individu untuk mempertahankan pola napas yang dapat memenuhi kebutuhan ventilasi.
Definisi SIKI:
Intervensi yang dilakukan untuk membantu individu dalam mempertahankan pola napas yang efektif.
Penjelasan Singkat:
Pola Napas Tidak Efektif adalah diagnosa keperawatan yang menggambarkan kondisi sesak napas yang dialami pasien. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan individu untuk mempertahankan pola napas yang dapat memenuhi kebutuhan ventilasi.
Dalam SDKI, definisi dari Pola Napas Tidak Efektif adalah pola napas yang tidak dapat memenuhi kebutuhan ventilasi. Sementara dalam SLKI, kemampuan individu untuk mempertahankan pola napas yang dapat memenuhi kebutuhan ventilasi disebut sebagai Bersihan Jalan Napas.
Terkait dengan intervensi keperawatan, SIKI menyediakan intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk membantu individu dalam mempertahankan pola napas yang efektif, seperti manajemen jalan napas, terapi oksigen, dan edukasi mengenai teknik pernapasan.
Dengan demikian, diagnosa keperawatan, definisi SDKI, SLKI, dan SIKI yang terkait dengan kondisi sesak napas dapat memberikan panduan bagi perawat dalam melakukan pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang komprehensif. -
Article No. 5365 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien mengeluh susah bernapas, batuk berdahak susah keluar, terdengar ronchi dan wheezing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang bebas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari masalah ini adalah pasien dapat mempertahankan jalan napas yang efektif, mengurangi sesak napas, dan tidak terdengar suara napas tambahan (ronchi, wheezing).
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan adalah:
1. Monitoring tanda-tanda vital dan status pernapasan
2. Memberikan oksigen sesuai kebutuhan
3. Melakukan suction atau batuk efektif untuk mengeluarkan sekret
4. Mengajarkan teknik napas dalam dan latihan batuk efektif
5. Memberikan bronkodilator atau mukolitik sesuai resep dokter
6. Memposisikan pasien untuk memfasilitasi ventilasi
Dengan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mempertahankan jalan napas yang efektif dan mengurangi gejala sesak napas serta suara napas tambahan. -
Article No. 5366 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien hipertensi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk Pasien Hipertensi:
1. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan (Ineffective Health Management)
- Definisi: Ketidakmampuan individu untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengelola faktor-faktor penyebab atau faktor yang dapat mempengaruhi masalah kesehatannya.
- Penyebab: Kurangnya pengetahuan tentang manajemen hipertensi, kurangnya motivasi, dan ketidakmampuan untuk mengambil tindakan yang efektif.
2. Risiko Perburukan Perfusi Jaringan Serebral (Risk for Impaired Cerebral Tissue Perfusion)
- Definisi: Berisiko mengalami penurunan aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.
- Penyebab: Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol.
3. Resiko Perburukan Perfusi Jaringan Kardiovaskular (Risk for Impaired Cardiovascular Tissue Perfusion)
- Definisi: Berisiko mengalami penurunan aliran darah ke jantung dan sistem kardiovaskular, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan.
- Penyebab: Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI Standar dari PPNI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Merupakan daftar diagnosis keperawatan yang diakui secara nasional di Indonesia.
- Disusun oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk menjadi acuan bagi perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan.
- Memuat definisi, etiologi, dan gejala/tanda diagnosis keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar yang berisi daftar luaran (outcome) keperawatan yang diakui secara nasional di Indonesia.
- Disusun oleh PPNI untuk menjadi acuan bagi perawat dalam menentukan luaran (outcome) yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Memuat definisi, kriteria hasil, dan indikator luaran keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Merupakan standar yang berisi daftar intervensi keperawatan yang diakui secara nasional di Indonesia.
- Disusun oleh PPNI untuk menjadi acuan bagi perawat dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan.
- Memuat definisi, aktivitas, dan fokus intervensi keperawatan. -
Article No. 5367 | 12 Nov 2024
Klinis : Penyulit persalinan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi penyulit persalinan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Penjelasan: Kondisi ini menggambarkan potensi terjadinya gangguan aliran darah ke otak yang dapat disebabkan oleh penyulit persalinan, seperti perdarahan, hipotensi, atau komplikasi lainnya yang dapat mempengaruhi pasokan oksigen ke otak.
2. Risiko Hipotermi
Penjelasan: Penyulit persalinan dapat menyebabkan risiko hipotermia pada ibu dan bayi, terutama jika terjadi perdarahan atau komplikasi yang memerlukan intervensi medis yang lama.
3. Risiko Infeksi
Penjelasan: Penyulit persalinan, seperti robekan atau laserasi pada jalan lahir, dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu jika tidak ditangani dengan baik.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Standar diagnosis keperawatan yang digunakan adalah SDKI yang diterbitkan oleh PPNI.
- SDKI memberikan standar definisi, batasan karakteristik, faktor yang berhubungan, dan faktor risiko untuk setiap diagnosa keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Standar luaran keperawatan yang digunakan adalah SLKI yang diterbitkan oleh PPNI.
- SLKI memberikan standar hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan untuk setiap diagnosa keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Standar intervensi keperawatan yang digunakan adalah SIKI yang diterbitkan oleh PPNI.
- SIKI memberikan standar tindakan keperawatan yang diperlukan untuk mencapai luaran yang diharapkan pada setiap diagnosa keperawatan.
Sebagai perawat, saya akan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk memandu dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas pada pasien dengan penyulit persalinan. -
Article No. 5368 | 12 Nov 2024
Klinis : gastritis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan untuk Gastritis:
1. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung, ditandai dengan keluhan rasa nyeri atau tidak nyaman pada epigastrium.
Penjelasan singkat:
Menurut SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Dalam kasus gastritis, nyeri akut terjadi karena inflamasi pada mukosa lambung, yang menyebabkan rasa nyeri atau tidak nyaman di area epigastrium.
2. Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, dan muntah.
Penjelasan singkat:
Berdasarkan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaan di mana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Pada gastritis, anoreksia, mual, dan muntah dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat.
3. Resiko infeksi berhubungan dengan kerusakan mukosa lambung.
Penjelasan singkat:
Sesuai dengan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia), Resiko infeksi adalah rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat mengganggu kesehatan. Pada gastritis, kerusakan mukosa lambung dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama infeksi oleh Helicobacter pylori.
Sebagai seorang pakar dan perawat, saya menekankan pentingnya melakukan evaluasi komprehensif, mengidentifikasi faktor-faktor risiko, dan mengembangkan rencana perawatan yang berpusat pada pasien untuk mengatasi kondisi gastritis secara efektif. -
Article No. 5369 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien laki laki dengan diagnosa medis trombositopenia ec DHF grade 1 dengan dehidrasi ringan. Hari ini pasien sudah lebih 3 kali muntah, pasien mengeluh lemas, nafsu makan berkurang, terdapat bintik bintik merah di tubuh. hasil laboratorium leukosit 2.740, trombosit 112.000, Natrium 127
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan berhubungan dengan trombositopenia
Penjelasan Singkat:
Pasien laki-laki dengan diagnosis medis trombositopenia ec DHF grade 1 memiliki risiko perdarahan yang tinggi karena jumlah trombosit yang rendah. Trombosit berperan penting dalam proses pembekuan darah, sehingga penurunan jumlahnya dapat menyebabkan perdarahan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00206
Definisi: Rentan terhadap hilangnya darah dari sistem vaskular yang melebihi kemampuan tubuh untuk mempertahankan homeostasis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00044
Luaran: Tidak Terjadi Perdarahan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6120
Intervensi: Pencegahan Perdarahan
2. Kurang Volume Cairan berhubungan dengan muntah dan asupan cairan kurang
Penjelasan Singkat:
Pasien mengalami dehidrasi ringan akibat muntah berulang dan asupan cairan yang kurang. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
SDKI:
Kode: 00027
Definisi: Kehilangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler.
SLKI:
Kode: 00011
Luaran: Cairan Tubuh Seimbang
SIKI:
Kode: 6780
Intervensi: Manajemen Cairan
3. Penurunan Nafsu Makan berhubungan dengan mual dan muntah
Penjelasan Singkat:
Pasien mengalami penurunan nafsu makan akibat mual dan muntah yang terjadi. Hal ini dapat mempengaruhi asupan nutrisi dan status gizi pasien.
SDKI:
Kode: 00002
Definisi: Berkurangnya minat untuk makan yang disebabkan oleh faktor-faktor biologis, psikologis, sosial-ekonomi, atau lingkungan.
SLKI:
Kode: 00039
Luaran: Nutrisi Adekuat
SIKI:
Kode: 1100
Intervensi: Manajemen Nutrisi
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan dan standar SDKI, SLKI, serta SIKI yang sesuai dengan kondisi pasien. Jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut jika Anda membutuhkan penjelasan tambahan.