Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5350 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan buang air besar bedarah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko diare
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Risiko diare didefinisikan sebagai kondisi di mana individu berisiko mengalami pengeluaran feses cair yang berlebihan dan tidak terkendali. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain infeksi bakteri atau virus, malabsorpsi, penggunaan obat-obatan tertentu, dan kondisi medis lainnya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan risiko diare adalah pasien dapat mempertahankan pola buang air besar yang normal, tidak terjadi dehidrasi, dan tidak terjadi komplikasi lainnya. Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari frekuensi buang air besar yang menurun, konsistensi feses yang membaik, dan tanda-tanda vital yang stabil.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi risiko diare antara lain:
1. Monitoring tanda-tanda vital dan intake-output cairan
2. Pemberian cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan
3. Pengaturan diet rendah serat dan mudah dicerna
4. Edukasi tentang pencegahan dan penanganan diare
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan medis, jika diperlukan.
Dengan penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI secara komprehensif, diharapkan dapat membantu pasien mengatasi risiko diare yang dihadapinya. -
Article No. 5351 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien dengan edema anasarka dan berat badan meningkat dalam waktu singkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang mengalami edema anasarka dan peningkatan berat badan dalam waktu singkat, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Kelebihan Volume Cairan
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Kelebihan cairan yang terjadi di dalam dan di luar ruang intravaskular.
- Karakteristik Utama: Edema, peningkatan berat badan, dan hipertensi.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang Diharapkan: Pasien menunjukkan keseimbangan cairan yang adekuat, ditandai dengan penuruna edema, berat badan stabil, dan tekanan darah dalam batas normal.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Pemantauan tanda-tanda vital, pemantauan intake dan output cairan, pembatasan asupan cairan, terapi diuretik, dan edukasi tentang manajemen cairan.
Dalam kondisi ini, pasien mengalami kelebihan volume cairan yang ditandai dengan adanya edema anasarka dan peningkatan berat badan dalam waktu singkat. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan tanda-tanda vital, pemantauan intake dan output cairan, pembatasan asupan cairan, terapi diuretik, dan edukasi tentang manajemen cairan untuk membantu mencapai keseimbangan cairan yang adekuat. -
Article No. 5352 | 12 Nov 2024
Klinis : Nanah di payudara kanan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu adanya nanah di payudara kanan, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Risiko Infeksi. Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya infeksi pada payudara, yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti cedera, perubahan hormon, atau masalah pada saluran air susu.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Kerentanan untuk masuknya organisme patogen ke dalam tubuh, yang dapat mengganggu kesehatan.
- Karakteristik Definisi:
1. Riwayat infeksi sebelumnya
2. Paparan lingkungan yang tidak sehat
3. Malnutrisi
4. Prosedur invasif
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan:
1. Bebas dari tanda dan gejala infeksi
2. Tidak ada komplikasi akibat infeksi
3. Tidak ada penularan infeksi kepada orang lain
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan:
1. Pemantauan tanda-tanda vital
2. Perawatan luka
3. Pemberian antibiotik sesuai indikasi
4. Edukasi pencegahan infeksi
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
Dalam kondisi ini, perawat perlu melakukan pemantauan tanda-tanda vital, perawatan luka, pemberian antibiotik sesuai indikasi, edukasi pencegahan infeksi, serta berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk meminimalkan risiko infeksi dan mencapai luaran keperawatan yang diharapkan. -
Article No. 5353 | 12 Nov 2024
Klinis : Nanah di payudara kanan, ada balutan tidak ada rembesan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi nanah di payudara kanan, ada balutan tanpa rembesan:
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi Berkaitan Dengan Luka di Payudara
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Risiko Infeksi adalah keadaan rentan terhadap masuknya patogen yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan normal, yang dapat ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, peningkatan jumlah leukosit, dan perubahan pada warna, konsistensi, atau drainase luka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tidak terjadi infeksi pada luka di payudara
2. Luka di payudara sembuh secara progresif
3. Pasien menunjukkan tanda-tanda penyembuhan luka yang baik
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Perawatan luka: Mempertahankan lingkungan luka yang lembab, membersihkan luka, dan mengganti balutan secara aseptik untuk mempercepat penyembuhan.
2. Manajemen Infeksi: Memantau tanda-tanda infeksi, memberikan terapi antibiotik sesuai indikasi, dan mengedukasi pasien mengenai pencegahan infeksi.
3. Edukasi Kesehatan: Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan luka, tanda-tanda infeksi, dan upaya pencegahan infeksi.
Persona: Sebagai perawat profesional, saya akan membantu Anda memahami dan mengatasi kondisi nanah di payudara kanan yang Anda alami. Saya akan memberikan perawatan luka yang tepat, memantau tanda-tanda infeksi, dan mengedukasi Anda serta keluarga mengenai langkah-langkah penyembuhan yang efektif. Dengan kerjasama yang baik, saya yakin Anda akan segera pulih. -
Article No. 5354 | 12 Nov 2024
Klinis : Nyeri di payudara kanan karena infeksi nanah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi nyeri di payudara kanan karena infeksi nanah.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut berhubungan dengan infeksi di payudara kanan.
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri Akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- Karakteristik: Tanda dan gejala yang menyertai nyeri, seperti ekspresi wajah mengernyit, gerakan protektif/menghindar, dan perubahan tanda-tanda vital.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol Nyeri: Kemampuan individu untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan rasa nyeri hingga ke tingkat yang dapat diterima.
- Kriteria Hasil: Melaporkan nyeri berkurang, menggunakan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, dan melaporkan kepuasan dengan pengelolaan nyeri.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nyeri: Tindakan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengurangan nyeri atau peningkatan toleransi terhadap nyeri.
- Aktivitas: Melakukan pengkajian nyeri, memberikan analgesik sesuai resep, dan mengajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.
Dalam kasus ini, perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif, memberikan intervensi farmakologi dan nonfarmakologi yang sesuai, serta melibatkan pasien dalam pengelolaan nyeri sehingga tujuan keperawatan dapat tercapai. -
Article No. 5355 | 12 Nov 2024
Klinis : Nyeri di payudara kanan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri di Payudara Kanan
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri di payudara kanan merupakan suatu keadaan dimana individu mengalami ketidaknyamanan sensorik dan emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial pada area payudara kanan. Kriteria diagnostik meliputi adanya keluhan nyeri, peka/sensitif, dan perubahan warna pada payudara kanan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan nyeri di payudara kanan adalah pasien dapat melaporkan pengurangan atau hilangnya rasa nyeri, dapat mengenali faktor-faktor yang memperberat nyeri, dan dapat menerapkan manajemen nyeri yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri di payudara kanan antara lain pemberian analgesik, terapi dingin/panas, relaksasi, distraksi, dan edukasi terkait manajemen nyeri. Evaluasi keberhasilan intervensi dapat dilihat dari penurunan skor nyeri yang dilaporkan pasien. -
Article No. 5356 | 12 Nov 2024
Klinis : Nyeri di payudara kanan karena luka infeksi nanah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut berhubungan dengan luka infeksi nanah pada payudara kanan.
Penjelasan singkat menggunakan SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain/IASP, 1979). Nyeri Akut berhubungan dengan luka infeksi nanah pada payudara kanan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan Nyeri Akut adalah pasien dapat melaporkan nyeri berkurang, dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, dan tanda-tanda vital dalam batas normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Nyeri: Mengkaji nyeri secara komprehensif, memberikan intervensi farmakologis dan non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, serta mengevaluasi efektivitas intervensi.
2. Perawatan Luka: Melakukan pembersihan dan perawatan luka infeksi nanah pada payudara kanan, serta memantau perkembangan penyembuhan luka.
3. Edukasi Kesehatan: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri, perawatan luka, dan pencegahan infeksi.
Dengan penanganan yang komprehensif berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan pasien dapat memperoleh perawatan yang optimal dan mencapai luaran yang diharapkan. -
Article No. 5357 | 12 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan cemas akan kondisinya, kuatir dengan hal-hal yang akan terjadi, cemas karena tidak dapat menyusui anaknya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Cemas berhubungan dengan perubahan kondisi kesehatan dan ketidakmampuan menyusui anak.
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- SDKI adalah standar diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh PPNI untuk membantu perawat dalam mengidentifikasi dan menentukan masalah kesehatan pasien.
- Diagnosis keperawatan "Cemas" merupakan salah satu diagnosis yang tercantum dalam SDKI. Cemas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya.
- Dalam kasus ini, pasien mengalami cemas yang berhubungan dengan perubahan kondisi kesehatan dan ketidakmampuan menyusui anak.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- SLKI adalah standar hasil atau luaran yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan.
- Luaran yang diharapkan untuk pasien dengan diagnosa keperawatan "Cemas" antara lain adalah pasien dapat mengidentifikasi penyebab cemas, mendemonstrasikan strategi koping yang efektif, dan menunjukkan penurunan tingkat kecemasan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- SIKI adalah standar tindakan atau intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk pasien dengan diagnosa "Cemas" antara lain adalah memberikan dukungan emosional, mengajarkan teknik relaksasi, dan memberikan informasi terkait kondisi kesehatan serta manajemen menyusui.
Sebagai perawat profesional, saya akan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI sebagai panduan dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien untuk mengatasi masalah kecemasan yang dialami oleh pasien. -
Article No. 5358 | 12 Nov 2024
Klinis : Bayi Ny. P laki-laki berusia 0 hari mempunyai bentuk kaki sebelah kanan tidak lurus sejak lahir. Kaki sebelah kanan bengkok, bagian depan kaki tampak masuk ke arah dalam dan tidak bisa diluruskan namun orang tua tidak menganggap itu kelainan. Kaki kanan tampak cenderung fleksi, tidak aktif, terlihat sulit digerakkan dan kaku. Ibu mengatakan bahwa selama masa kehamilan, ibu mendapatkan antenatal care di Poli Kandungan salah satu RS di Kota Bandung dan mengatakan tidak pernah merokok, konsumsi alkohol hingga menyangkal adanya riwayat hipertensi, gula tinggi, atau penyakit lainnya saat masa kehamilan. Ibu melahirkan bayinya dengan usia kehamilan 38 minggu. Bayi lahir spontan kepala dengan berat badan lahir 2.850 gram, panjang badan lahir 54 cm, lingkar kepala 34 cm, dan skor APGAR pada menit pertama adalah 8, dan menit kelima adalah 9. Setelah kelahiran, bayi terlihat sehat hanya bagian kakinya saja yang tidak bisa lurus. Ny. P mengatakan di keluarganya tidak pernah ada yang mengalami penyakit serupa dengan anaknya sekarang. Hasil pengkajian tanda-tanda vital menunjukkan frekuensi nadi 115 kali per menit, frekuensi nafas 44 kali per menit, suhu tubuh 36,7 0C, dan saturasi oksigen 98%.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Ibu Ny. P yang saya hormati.
Berdasarkan hasil pengkajian yang Ibu sampaikan, kondisi bayi Ibu menunjukkan adanya Diagnosa Keperawatan "Gangguan Mobilitas Fisik Berhubungan dengan Kelainan Kongenital Ekstremitas Bawah (Clubfoot)".
Penjelasan singkat mengenai Diagnosa Keperawatan ini berdasarkan SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah sebagai berikut:
SDKI:
Gangguan Mobilitas Fisik adalah kemampuan yang terbatas untuk melakukan gerakan fisik yang disengaja dan terarah secara mandiri.
SLKI:
Luaran yang diharapkan dari Diagnosa Keperawatan ini adalah Mobilitas Fisik Meningkat, yang ditandai dengan kemampuan bayi dalam melakukan pergerakan dan posisi secara mandiri.
SIKI:
Intervensi Keperawatan yang dapat diberikan antara lain:
1. Manajemen Mobilitas Fisik: Memfasilitasi pergerakan dan posisi bayi secara aman dan sesuai kondisinya.
2. Perawatan Ekstremitas: Menjaga kebersihan dan posisi ekstremitas bayi yang mengalami kelainan.
3. Edukasi Keluarga: Memberikan informasi dan pelatihan kepada orang tua mengenai perawatan bayi dengan kelainan kongenital ekstremitas bawah.
Melalui penanganan yang tepat dan kerja sama yang baik antara perawat, dokter, dan orang tua, diharapkan kondisi bayi Ibu dapat terus dipantau dan ditangani dengan optimal sehingga dapat mencapai perkembangan dan pertumbuhan yang maksimal. Saya berharap penjelasan ini dapat membantu Ibu memahami kondisi bayi Ibu. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya.
Wasalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. -
Article No. 5359 | 12 Nov 2024
Klinis : Bayi Ny. P laki-laki berusia 0 hari mempunyai bentuk kaki sebelah kanan tidak lurus sejak lahir. Kaki sebelah kanan bengkok, bagian depan kaki tampak masuk ke arah dalam dan tidak bisa diluruskan namun orang tua tidak menganggap itu kelainan. Kaki kanan tampak cenderung fleksi, tidak aktif, terlihat sulit digerakkan dan kaku. Ibu mengatakan bahwa selama masa kehamilan, ibu mendapatkan antenatal care di Poli Kandungan salah satu RS di Kota Bandung dan mengatakan tidak pernah merokok, konsumsi alkohol hingga menyangkal adanya riwayat hipertensi, gula tinggi, atau penyakit lainnya saat masa kehamilan. Ibu melahirkan bayinya dengan usia kehamilan 38 minggu. Bayi lahir spontan kepala dengan berat badan lahir 2.850 gram, panjang badan lahir 54 cm, lingkar kepala 34 cm, dan skor APGAR pada menit pertama adalah 8, dan menit kelima adalah 9. Setelah kelahiran, bayi terlihat sehat hanya bagian kakinya saja yang tidak bisa lurus. Ny. P mengatakan di keluarganya tidak pernah ada yang mengalami penyakit serupa dengan anaknya sekarang. Hasil pengkajian tanda-tanda vital menunjukkan frekuensi nadi 115 kali per menit, frekuensi nafas 44 kali per menit, suhu tubuh 36,7 0C, dan saturasi oksigen 98%.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas kongenital pada ekstremitas bawah.
Penjelasan singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko gangguan mobilitas fisik: Keadaan di mana individu berisiko mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan pergerakan yang disengaja secara mandiri di lingkungannya.
- Faktor yang berhubungan: Deformitas kongenital pada ekstremitas bawah.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Individu mempertahankan kemampuan pergerakan yang optimal.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Manajemen mobilitas
2. Terapi latihan
3. Edukasi terkait mobilitas
4. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (misalnya ortopedi) untuk penanganan deformitas.
Kesimpulan:
Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, bayi Ny. P memiliki risiko gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan deformitas kongenital pada ekstremitas bawah (kaki kanan). Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen mobilitas, terapi latihan, edukasi terkait mobilitas, serta kolaborasi dengan tim kesehatan lain seperti spesialis ortopedi untuk penanganan deformitas tersebut.