Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5340 | 12 Nov 2024
Klinis : diagnosa kehamilan diabetes melitus gestasional
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi kehamilan dengan diabetes melitus gestasional, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Hiperglikemia
Definisi: Peningkatan kadar glukosa darah di atas rentang normal.
Etiologi:
- Resistensi insulin yang meningkat akibat hormon-hormon kehamilan
- Peningkatan produksi hormon-hormon yang menghambat kerja insulin
Gejala dan Tanda:
- Poliuria
- Polidipsia
- Berat badan menurun
- Fatigue
- Mual, muntah
Intervensi Keperawatan:
- Monitor kadar glukosa darah secara teratur
- Evaluasi pola makan dan anjurkan diet seimbang
- Dorong aktivitas fisik sesuai rekomendasi
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi farmakologi jika perlu
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan.
Etiologi:
- Kurangnya pengetahuan tentang diabetes gestasional
- Kurangnya motivasi untuk mengelola kondisi
Gejala dan Tanda:
- Pemantauan kadar glukosa darah tidak teratur
- Ketidakpatuhan terhadap diet dan aktivitas fisik
- Kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan
Intervensi Keperawatan:
- Berikan pendidikan kesehatan tentang diabetes gestasional
- Dorong partisipasi aktif pasien dalam perawatan diri
- Kolaborasi dengan tim kesehatan untuk memastikan pemantauan dan manajemen yang adekuat
SDKI, SLKI, dan SIKI merupakan standar dokumentasi keperawatan yang direkomendasikan oleh PPNI. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) menyediakan klasifikasi diagnosis keperawatan, SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) menyediakan klasifikasi luaran keperawatan, dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) menyediakan klasifikasi intervensi keperawatan. Penggunaan standar ini membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang terstruktur dan terstandar. -
Article No. 5341 | 12 Nov 2024
Klinis : SLKI dari diagnosa 1. Defisit Kesehatan Komunitas berhubungan dengan kurangnya akses ke fasilitas kesehatan, program edukasi yang terbatas, dan rendahnya kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan di tingkat komunitas (D.0110)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Defisit Kesehatan Komunitas
Definisi:
Keadaan di mana komunitas mengalami kekurangan atau ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang diidentifikasi.
Faktor Terkait:
1. Kurangnya akses ke fasilitas kesehatan
2. Program edukasi yang terbatas
3. Rendahnya kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan di tingkat komunitas
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
D.0110 Defisit Kesehatan Komunitas
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
L.0110 Kesehatan Komunitas
Indikator Hasil:
1. Komunitas dapat mengidentifikasi sumber daya kesehatan yang tersedia
2. Komunitas dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada
3. Komunitas dapat berpartisipasi dalam program promosi kesehatan
4. Komunitas dapat menunjukkan perilaku hidup sehat
Intervensi Keperawatan (SIKI - Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Asesmen kesehatan komunitas
2. Identifikasi sumber daya kesehatan komunitas
3. Pengembangan program promosi kesehatan
4. Edukasi kesehatan komunitas
5. Kolaborasi dengan pihak terkait
Dalam konteks akademis dan sebagai seorang pakar keperawatan, diagnosa Defisit Kesehatan Komunitas ini menunjukkan adanya masalah di tingkat masyarakat atau komunitas terkait dengan kurangnya akses ke fasilitas kesehatan, terbatasnya program edukasi, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi asesmen, identifikasi sumber daya, pengembangan program promosi kesehatan, edukasi, serta kolaborasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan kesehatan komunitas secara menyeluruh. -
Article No. 5342 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien nausea dikarenakan mabuk perjalanan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Pola Nutrisi Terganggu
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
Pola Nutrisi Terganggu adalah ketidakmampuan untuk makan atau menyerap nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah mabuk perjalanan yang dapat menyebabkan mual (nausea).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosis ini adalah pasien mampu mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari tidak adanya tanda-tanda kekurangan nutrisi, serta pasien dapat mengkonsumsi makanan dan cairan yang cukup.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Mual dan Muntah: Mengidentifikasi penyebab mual, memantau tanda-tanda vital, dan memberikan intervensi farmakologis maupun non-farmakologis untuk mengurangi mual.
2. Manajemen Nutrisi: Memantau asupan nutrisi dan cairan, memberikan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga.
3. Manajemen Hidrasi: Memantau status hidrasi, menyediakan cairan yang cukup, dan memfasilitasi pasien untuk mengkonsumsi cairan.
Dengan menerapkan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan dapat membantu pasien mengatasi masalah nausea akibat mabuk perjalanan dan mempertahankan status nutrisi yang adekuat. -
Article No. 5343 | 12 Nov 2024
Klinis : mengajarkan terapi relaksasi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: Z71.8
- Deskripsi: Konsultasi lain yang berkaitan dengan pemberian nasihat dan bantuan medis
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 94.41
- Deskripsi: Terapi relaksasi
Sebagai dokter atau perekam medis, saya akan menjelaskan bahwa kode ICD-10 Z71.8 digunakan untuk mengkodekan diagnosis terkait dengan pemberian nasihat dan bantuan medis, termasuk pengajaran terapi relaksasi. Kode ini mencerminkan bahwa pasien datang untuk mendapatkan konsultasi dan instruksi mengenai teknik relaksasi, yang merupakan salah satu bentuk intervensi terapeutik non-farmakologis.
Selanjutnya, kode ICD-9-CM 94.41 mengacu pada prosedur terapi relaksasi. Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi tindakan medis spesifik yang dilakukan, yaitu memberikan instruksi dan bimbingan kepada pasien dalam mempraktikkan teknik-teknik relaksasi.
Penggunaan kode-kode ini memungkinkan perekam medis untuk mendokumentasikan secara akurat layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, yang sangat penting untuk tujuan pelaporan, penagihan, dan analisis data kesehatan. -
Article No. 5344 | 12 Nov 2024
Klinis : mengajarkan terapi relaksasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi mengajarkan terapi relaksasi.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Pengelolaan Kesehatan Diri
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan ini terkait dengan kondisi dimana individu memiliki kemampuan yang tidak efektif dalam mengambil tindakan untuk mengatur dan melakukan aktivitas yang bertujuan untuk memelihara kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam hal ini, mengajarkan terapi relaksasi dapat membantu individu untuk mengelola kesehatan dirinya secara lebih efektif.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Pengelolaan Kesehatan Diri didefinisikan sebagai "Ketidakmampuan individu untuk mengambil tindakan yang efektif untuk mengatur dan melakukan aktivitas yang bertujuan untuk memelihara kesehatan".
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah individu mampu mengelola kesehatan dirinya secara efektif, seperti:
1. Mampu mengidentifikasi sumber-sumber yang mempengaruhi kesehatan diri.
2. Mampu mengambil tindakan yang efektif untuk memelihara kesehatan diri.
3. Mampu mempertahankan perilaku perawatan diri yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa ini adalah:
1. Manajemen Energi
2. Manajemen Stres
3. Terapi Relaksasi
Dalam konteks ini, intervensi "Terapi Relaksasi" dapat digunakan untuk membantu individu belajar dan menerapkan teknik-teknik relaksasi yang dapat membantu mengelola kesehatan dirinya secara lebih efektif.
Dengan pendekatan akademis dan persona pakar/perawat, saya berharap penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang jelas mengenai diagnosa keperawatan dan standar SDKI-SLKI-SIKI terkait dengan kondisi mengajarkan terapi relaksasi. -
Article No. 5345 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien nausea dikarenakan mabuk perjalanan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis, dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi pasien nausea akibat mabuk perjalanan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: R11.2
- Deskripsi: Nausea dan vomiting, tidak spesifik
Penjelasan:
Kode ICD-10 R11.2 digunakan untuk menggambarkan kondisi nausea (mual) dan vomiting (muntah) yang disebabkan oleh mabuk perjalanan. Kode ini merupakan diagnosis yang lebih umum dan tidak merujuk pada penyebab spesifik dari gejala tersebut.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur yang spesifik untuk kondisi ini.
Penjelasan:
Pada kondisi nausea akibat mabuk perjalanan, tidak terdapat kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang umumnya dilakukan. Penanganan untuk kondisi ini biasanya berupa terapi simptomatik, seperti pemberian antiemetik (obat anti-mual) atau terapi suportif lainnya, yang tidak memiliki kode prosedur yang spesifik dalam klasifikasi ICD-9-CM. -
Article No. 5346 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien nausea dikarenakan mabuk perjalanan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan Mual
Definisi:
Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan, disebabkan oleh perasaan tidak nyaman atau kelelahan.
Faktor yang berhubungan:
- Mabuk perjalanan
Karakteristik Definisi:
- Laporan pasien tentang perasaan lelah atau tidak nyaman saat melakukan aktivitas
- Perubahan tanda-tanda vital selama aktivitas
- Penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas rutin
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Mual
- Kaji faktor-faktor presipitasi mual
- Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu mual
- Berikan intervensi farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengatasi mual
2. Manajemen Energi
- Evaluasi toleransi pasien terhadap aktivitas
- Bantu pasien untuk merencanakan dan melakukan aktivitas sesuai kemampuan
- Ajarkan pasien teknik manajemen energi
Hasil yang Diharapkan (SLKI):
- Pasien melaporkan perasaan nyaman saat melakukan aktivitas
- Tanda-tanda vital pasien stabil selama aktivitas
- Pasien mampu melakukan aktivitas rutin dengan mandiri
Dokumentasi (SDKI):
- Intoleransi Aktivitas
- Mual
- Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh -
Article No. 5347 | 12 Nov 2024
Klinis : nausea
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi nausea.
Diagnosis Keperawatan:
Nausea
Definisi:
Nausea adalah sensasi ketidaknyamanan yang tidak menyenangkan di bagian belakang tenggorokan atau perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
SDKI:
Karakteristik Definisi:
1. Sensasi ketidaknyamanan pada bagian belakang tenggorokan atau perut
2. Keinginan untuk muntah
Faktor Berhubungan:
1. Efek samping pengobatan
2. Kelainan gastrointestinal
3. Infeksi
4. Kehamilan
5. Nyeri
SLKI:
Luaran yang diharapkan:
1. Pasien melaporkan penurunan nausea
2. Pasien mendemonstrasikan teknik manajemen nausea yang efektif
SIKI:
Intervensi Keperawatan:
1. Kaji faktor penyebab nausea
2. Berikan antiemetik sesuai indikasi
3. Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi untuk mengatasi nausea
4. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan nausea
Dengan penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas untuk mengatasi kondisi nausea pada pasien. -
Article No. 5348 | 12 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang bebas.
Faktor yang berhubungan: Produksi sekret yang berlebihan, gangguan neuromuskular.
2. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
Faktor yang berhubungan: Keterbatasan fisiologis, penurunan kapasitas fungsional.
3. Kekurangan Volume Cairan
Definisi: Penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intrasellular.
Faktor yang berhubungan: Intake cairan tidak adekuat, peningkatan kehilangan cairan.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan panduan standar untuk menentukan diagnosis keperawatan berdasarkan penilaian holistik terhadap pasien. Ini membantu perawat mengidentifikasi masalah kesehatan pasien secara akurat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah panduan standar untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Ini membantu perawat menetapkan tujuan perawatan yang terukur dan realistis.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah panduan standar untuk menentukan tindakan keperawatan yang tepat untuk mencapai luaran yang diharapkan. Ini membantu perawat merencanakan dan melaksanakan intervensi yang efektif.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI dalam praktik keperawatan memastikan asuhan keperawatan yang komprehensif, terstandarisasi, dan berpusat pada pasien. Ini meningkatkan kualitas dan keamanan perawatan yang diberikan. -
Article No. 5349 | 12 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan mempertimbangkan informasi yang diberikan, diagnosis awal pasien pria usia 45 tahun dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan, serta hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas dan adanya lesi di paru, maka kode-kode yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis dan histologis
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 33.29
- Deskripsi: Biopsi paru-paru atau mediastinum, metode lain
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A15.0 (Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis dan histologis) digunakan untuk menggambarkan diagnosis tuberkulosis paru yang didukung oleh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Pasien ini memiliki gejala khas tuberkulosis paru, seperti batuk berdahak, demam, sesak napas, dan penurunan nafsu makan, serta ditemukan adanya lesi di paru pada pemeriksaan rontgen.
2. Kode ICD-9-CM 33.29 (Biopsi paru-paru atau mediastinum, metode lain) dapat dipertimbangkan jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk konfirmasi diagnosis, seperti biopsi paru untuk analisis histologis. Prosedur ini dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis tuberkulosis paru dan mengevaluasi tingkat keparahan penyakit.
Catatan: Penentuan kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang tepat harus dilakukan oleh tenaga medis yang berwenang, seperti dokter atau perekam medis, dengan mempertimbangkan seluruh temuan klinis, hasil pemeriksaan penunjang, dan pedoman diagnosis yang berlaku.