Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5300 | 12 Nov 2024
Klinis : hipertermia b.d efek langsung dan sirkulasi endotoksin pada hipotalamus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia berhubungan dengan efek langsung dan sirkulasi endotoksin pada hipotalamus
Penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu tubuh. Tanda dan gejala hipertermia meliputi peningkatan suhu tubuh, kulit kemerahan, berkeringat, takikardia, dan bisa disertai perubahan kesadaran.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dalam penanganan hipertermia adalah:
1. Suhu tubuh kembali normal
2. Tidak ada tanda-tanda infeksi
3. Tidak ada komplikasi akibat hipertermia
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertermia meliputi:
1. Manajemen suhu tubuh (pemberian kompres hangat/dingin, kipas angin, dll)
2. Pemberian cairan dan elektrolit
3. Pemantauan tanda-tanda vital dan intake/output
4. Edukasi pasien dan keluarga mengenai hipertermia
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lain untuk mengelola hipertermia pada pasien dengan efektif dan aman sesuai standar praktik keperawatan yang berlaku. -
Article No. 5301 | 12 Nov 2024
Klinis : Pasien laki laki dalam perawatan diruang Bougenville dengan geriatri intake sulit , dyspepsia, decubitus, imobilisasi. Saat ini kondisi pasien lemah, terpasang infus Hydromal : Bfluid / 12 jam, terpasang NGT, tidak mau makan, mual muntah, ada penurunan berat badan. Terdapat decubitus di sacrum. Tulang tibia dan shoulder. Hasil Asessment : tampak kurus, kulit kering, terdapat luka di sacrum dengan luas luka panjang 15 CM, lebar 17 Cm, ada necrotic, granulasi minimal, kedalaman luka 2-3cm, ada Pus, sebagian kulit jaringan hilang dan terasa Nyeri. Pasien merupakan geriatric, imobilisasi, mobilisasi hanya ditempat tidur, inkontinensia urine, terpasang kateter no.16 dengan produksi urine kuning. Hemodinamik : TD 138/99mmhg. Nadi 87x/mnt, suhu 36◦C, RR 20x/mnt, Spo2 99%. Hasil Lab : Hb 9.8gr/ dl. Leukosit 13.00. natrium 130, kalium 2.8 , clorida 97.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Malnutrisi Berhubungan dengan Intake Nutrisi Tidak Adekuat
- SDKI: Risiko Malnutrisi
- SLKI: Pemantauan Status Nutrisi, Pemberian Makanan dan Cairan
- SIKI: Manajemen Nutrisi, Terapi Nutrisi
2. Gangguan Integritas Kulit Berhubungan dengan Perfusi Jaringan Tidak Adekuat
- SDKI: Kerusakan Integritas Kulit
- SLKI: Perawatan Luka, Pencegahan Komplikasi Akibat Imobilitas
- SIKI: Perawatan Luka, Manajemen Dekubitus
3. Risiko Ketidakseimbangan Cairan Berhubungan dengan Intake Nutrisi Tidak Adekuat
- SDKI: Risiko Ketidakseimbangan Cairan
- SLKI: Pemantauan Cairan, Pemberian Cairan
- SIKI: Manajemen Cairan, Terapi Intravena
4. Nyeri Akut Berhubungan dengan Kerusakan Integritas Kulit
- SDKI: Nyeri Akut
- SLKI: Manajemen Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Malnutrisi Berhubungan dengan Intake Nutrisi Tidak Adekuat:
- Pasien memiliki masalah dengan masukan nutrisi yang tidak adekuat, ditandai dengan geriatric intake sulit, tidak mau makan, mual muntah, dan penurunan berat badan.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau status nutrisi, memberikan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, serta melakukan manajemen nutrisi dan terapi nutrisi.
2. Gangguan Integritas Kulit Berhubungan dengan Perfusi Jaringan Tidak Adekuat:
- Pasien mengalami dekubitus di sacrum, tibia, dan shoulder, dengan luka yang luas, dalam, dan ada jaringan nekrotik.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan perawatan luka, pencegahan komplikasi akibat imobilitas, dan manajemen dekubitus.
3. Risiko Ketidakseimbangan Cairan Berhubungan dengan Intake Nutrisi Tidak Adekuat:
- Pasien memiliki risiko ketidakseimbangan cairan, ditandai dengan terpasang infus Hydromal, NGT, dan produksi urin yang abnormal.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau cairan, memberikan cairan, manajemen cairan, dan terapi intravena.
4. Nyeri Akut Berhubungan dengan Kerusakan Integritas Kulit:
- Pasien mengalami nyeri akut, terutama pada luka dekubitus yang terdapat.
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri.
Secara umum, pasien ini membutuhkan perawatan komprehensif yang berfokus pada perbaikan status nutrisi, pengelolaan luka dekubitus, pemantauan dan manajemen cairan, serta pengelolaan nyeri. -
Article No. 5302 | 12 Nov 2024
Klinis : gangguan mobilitas fisik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi gangguan mobilitas fisik, dengan nada akademis dan persona sebagai seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Mobilitas Fisik
Definisi:
Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disebabkan oleh gangguan muskuloskeletal, neurologis, atau kondisi lainnya yang membatasi kemampuan klien untuk bergerak secara bebas dan mandiri.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Karakteristik Utama:
- Keterbatasan rentang gerak sendi
- Keterbatasan kemampuan pergerakan
- Penurunan kekuatan otot
- Perubahan tonus otot
2. Faktor yang Berhubungan:
- Penyakit neuromuskular
- Cedera muskuloskeletal
- Nyeri
- Kelelahan
- Penurunan motivasi
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Hasil yang Diharapkan:
- Klien dapat melakukan aktivitas fisik secara mandiri
- Klien dapat menggunakan alat bantu gerak secara efektif
- Klien dapat mempertahankan atau meningkatkan rentang gerak sendi
- Klien dapat mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Intervensi Keperawatan:
- Manajemen aktivitas
- Terapi latihan
- Perawatan gerak sendi
- Perawatan alat bantu gerak
- Edukasi klien dan keluarga
Dalam penanganan gangguan mobilitas fisik, perawat berperan penting dalam membantu klien untuk meningkatkan kemampuan fisik, mempertahankan atau meningkatkan rentang gerak sendi, serta mengoptimalkan penggunaan alat bantu gerak. Melalui intervensi yang tepat, diharapkan klien dapat melakukan aktivitas fisik secara mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 5303 | 12 Nov 2024
Klinis : Ny. A yang berusia 32 tahun, masuk rumah sakit 5 hari lalu, dikarenakan tekanan darah yang meningkat pada keadaan kehamilan ke 2 dengan usia janin 6 bulan, keluarga ada yang merokok, pasien mengalami obesitas tingkat 2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi Ny. A:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah:
Keadaan di mana seseorang rentan mengalami perubahan tekanan darah yang tidak stabil.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Stabilitas Hemodinamik
2. Kontrol Tekanan Darah
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Tanda-Tanda Vital
2. Manajemen Hipertensi
3. Edukasi Gaya Hidup Sehat
Penjelasan Singkat:
Ny. A, seorang wanita berusia 32 tahun, saat ini sedang hamil anak kedua dengan usia janin 6 bulan. Pasien masuk rumah sakit karena mengalami peningkatan tekanan darah selama kehamilan (hipertensi gestasional). Selain itu, pasien juga mengalami obesitas tingkat 2. Keluarga pasien ada yang merokok, sehingga menjadi faktor risiko tambahan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan tanda-tanda vital, manajemen hipertensi, dan edukasi gaya hidup sehat untuk menjaga stabilitas tekanan darahnya selama kehamilan. -
Article No. 5304 | 12 Nov 2024
Klinis : Ny. A yang berusia 32 tahun, masuk rumah sakit 5 hari lalu, dikarenakan tekanan darah yang meningkat pada keadaan kehamilan ke 2 dengan usia janin 6 bulan, keluarga ada yang merokok, pasien mengalami obesitas tingkat 2
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis dan kode ICD-10 yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: O13
- Deskripsi: Hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi) tanpa proteinuria yang signifikan
Penjelasan:
- Kode O13 digunakan untuk mengklasifikasikan hipertensi yang timbul selama kehamilan, tanpa adanya proteinuria yang signifikan.
- Pasien mengalami peningkatan tekanan darah selama kehamilan ke-2 dengan usia janin 6 bulan, sehingga kode O13 sesuai dengan kondisi tersebut.
Tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diberikan, karena informasi yang diberikan tidak mencakup tindakan medis yang dilakukan.
Faktor risiko lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam manajemen perawatan pasien adalah:
- Riwayat keluarga yang merokok, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
- Obesitas tingkat 2, yang dapat mempengaruhi risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.
Secara keseluruhan, kode ICD-10 yang sesuai adalah O13 (Hipertensi gestasional tanpa proteinuria yang signifikan), dan tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diberikan berdasarkan informasi yang diberikan. -
Article No. 5305 | 12 Nov 2024
Klinis : Ny. A yang berusia 32 tahun, masuk rumah sakit 5 hari lalu, dikarenakan tekanan darah yang meningkat pada keadaan kehamilan ke 2 dengan usia janin 6 bulan, keluarga ada yang merokok, pasien mengalami obesitas tingkat 2, diagnosa apa yang tepat pada SDKI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Ny. A.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Risiko Tinggi Hipertensi
Penjelasan:
Ny. A berada dalam risiko tinggi mengalami hipertensi, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah selama kehamilan usia 6 bulan. Faktor risiko yang memengaruhi adalah adanya riwayat obesitas tingkat 2 dan paparan asap rokok dari keluarga.
2. Risiko Ketidakstabilan Kadar Gula Darah
Penjelasan:
Obesitas tingkat 2 pada Ny. A dapat meningkatkan risiko terjadinya ketidakstabilan kadar gula darah, yang dapat berdampak pada kondisi ibu dan janin.
3. Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan
Penjelasan:
Ny. A memiliki potensi untuk meningkatkan manajemen kesehatannya, seperti mengendalikan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi paparan asap rokok, sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tekanan Darah Terkendali
2. Kadar Gula Darah Terkendali
3. Perilaku Manajemen Kesehatan Efektif
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Hipertensi
2. Manajemen Diabetes Mellitus
3. Edukasi Kesehatan
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat perlu menerapkan prinsip-prinsip praktik keperawatan yang berpusat pada pasien, evidance-based, dan kolaboratif dengan tim kesehatan lainnya untuk memastikan Ny. A mendapatkan perawatan yang komprehensif dan optimal. -
Article No. 5306 | 12 Nov 2024
Klinis : mata kabur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi mata kabur.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Penglihatan
Penjelasan:
Gangguan Penglihatan merupakan diagnosa keperawatan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana pasien mengalami perubahan tajam penglihatan, seperti mata kabur, penglihatan ganda, atau gangguan lainnya yang mempengaruhi kemampuan fungsional pasien.
Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), karakteristik definisi dari Gangguan Penglihatan adalah:
- Perubahan tajam penglihatan yang dilaporkan oleh pasien
- Perubahan kemampuan fungsional yang disebabkan oleh gangguan penglihatan
Kemudian, Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) menetapkan luaran keperawatan yang dapat dicapai, antara lain:
- Ketajaman Penglihatan Membaik
- Kemampuan Fungsional Membaik
Dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) memberikan rekomendasi intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, seperti:
- Manajemen Penglihatan
- Perawatan Mata
- Edukasi Kesehatan Penglihatan
Sebagai perawat, saya akan melakukan penilaian secara komprehensif, memberikan intervensi keperawatan yang sesuai, serta memfasilitasi pasien untuk mencapai luaran keperawatan yang diharapkan. Hal ini bertujuan untuk membantu pasien mengatasi gangguan penglihatan yang dialami dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 5307 | 12 Nov 2024
Klinis : nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi nyeri.
Diagnosa Keperawatan: Nyeri
Menurut Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah-istilah tersebut.
Penjelasan Singkat:
1. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
- Nyeri merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang umum ditemukan pada pasien.
- Tanda dan gejala nyeri yang dapat diidentifikasi mencakup perubahan tanda-tanda vital, perubahan ekspresi wajah, perubahan perilaku, dan pernyataan subjektif dari pasien.
- Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nyeri antara lain usia, jenis kelamin, budaya, pengalaman masa lalu, ansietas, dan depresi.
2. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
- Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan pada pasien dengan nyeri adalah berkurangnya nyeri, peningkatan kemampuan pasien dalam mengatasi nyeri, dan peningkatan kualitas hidup pasien.
- Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan intervensi keperawatan meliputi intensitas nyeri, durasi nyeri, dan kemampuan pasien dalam mengatasi nyeri.
3. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri antara lain pemberian analgesik, teknik distraksi, relaksasi, terapi panas/dingin, dan edukasi manajemen nyeri.
- Perawat harus mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat memengaruhi nyeri dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan yang tepat.
- Evaluasi secara berkelanjutan terhadap efektivitas intervensi keperawatan juga perlu dilakukan untuk memastikan tercapainya luaran yang diharapkan.
Dalam praktik keperawatan, perawat harus berpedoman pada standar-standar tersebut untuk memastikan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien dengan nyeri. -
Article No. 5308 | 12 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan mata bernanah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi pasien yang datang dengan keluhan mata bernanah, maka berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Infeksi mata akut
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Infeksi mata akut didefinisikan sebagai gangguan pada struktur dan fungsi mata yang disebabkan oleh invasi dan multiplikasi mikroorganisme patogen, yang ditandai dengan adanya gejala seperti mata bernanah, nyeri, kemerahan, dan pembengkakan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan infeksi mata akut antara lain:
- Tidak terjadi komplikasi infeksi lebih lanjut
- Tidak terjadi kerusakan struktur mata
- Tidak terjadi gangguan penglihatan
- Nyeri dan inflamasi berkurang
- Nanah pada mata berkurang
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk menangani infeksi mata akut meliputi:
- Memantau tanda-tanda vital
- Memberikan kompres hangat/dingin pada mata
- Memberikan obat tetes mata sesuai resep
- Mengajarkan pasien cara membersihkan mata
- Menjaga kebersihan mata dan area sekitarnya
- Mengobservasi perkembangan kondisi mata
Dengan pendekatan berbasis standar SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkualitas untuk menangani pasien dengan infeksi mata akut. -
Article No. 5309 | 12 Nov 2024
Klinis : resiko penurunan curah jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang pakar keperawatan, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi risiko penurunan curah jantung.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Penurunan Curah Jantung
Definisi:
Risiko terjadinya penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung per satuan waktu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tekanan darah stabil
2. Frekuensi jantung dalam batas normal
3. Perfusi jaringan adekuat
4. Aktivitas jantung efektif
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan tanda-tanda vital
2. Manajemen aktivitas
3. Manajemen cairan
4. Peningkatan perfusi jaringan
5. Terapi oksigen
Penjelasan Singkat:
Risiko penurunan curah jantung merupakan situasi di mana pasien memiliki potensi mengalami penurunan volume darah yang dipompa oleh jantung per satuan waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan fungsi jantung, dehidrasi, atau aktivitas fisik yang berlebihan. Perawat berperan penting dalam memantau tanda-tanda vital, mengelola aktivitas dan cairan, serta meningkatkan perfusi jaringan untuk mencegah terjadinya penurunan curah jantung. Intervensi keperawatan yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas hemodinamik pasien dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul.