Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 7282 | 28 Nov 2024
Klinis : Klien (Ny. E) Usia 35 tahun dibawa ke UGD salah satu rumah sakit.Ny S sesak nafas, sudah batuk selama 3 bulan tidak sembuh sembuh Pengukuran tanda vital didapatkan: TD 140/90mmHg, N 102x/mnt, S 36C, RR 30x/menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat disusun Diagnosa Keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk Ny. E sebagai berikut:
1. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Definisi (SDKI): Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
Etiologi (SDKI): - Peningkatan produksi sekresi
- Penurunan refleks batuk
- Penurunan kekuatan otot pernapasan
Gejala dan Tanda (SDKI): - Batuk tidak efektif
- Sputum berlebihan
- Suara napas tambahan
- Peningkatan frekuensi pernapasan
- Penggunaan otot bantu napas
Tujuan (SLKI): Klien dapat mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
Intervensi (SIKI):
- Anjurkan klien untuk melakukan batuk efektif
- Berikan posisi yang nyaman untuk memudahkan pembersihan jalan napas
- Lakukan suction jika diperlukan
- Pantau tanda-tanda vital dan status pernapasan
2. Diagnosa Keperawatan: Pola Napas Tidak Efektif
Definisi (SDKI): Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Etiologi (SDKI): - Kelelahan otot pernapasan
- Penyakit pernapasan
- Perubahan mekanik pernapasan
Gejala dan Tanda (SDKI): - Peningkatan frekuensi pernapasan
- Perubahan irama pernapasan
- Penggunaan otot bantu pernapasan
- Sianosis
Tujuan (SLKI): Klien dapat mempertahankan pola napas yang efektif.
Intervensi (SIKI):
- Pantau tanda-tanda vital dan status pernapasan
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Anjurkan teknik pernapasan yang efektif
- Kolaborasi pemberian bronkodilator jika diperlukan
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menyusun diagnosa keperawatan berdasarkan definisi, etiologi, dan gejala/tanda.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk merumuskan tujuan atau luaran yang ingin dicapai dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menyusun intervensi atau tindakan keperawatan yang akan dilakukan. -
Article No. 7283 | 28 Nov 2024
Klinis : Plasenta previa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko perdarahan (SDKI: Bleeding Risk)
Definisi: Risiko mengalami perdarahan yang berlebihan yang dapat mengancam jiwa.
Karakteristik Definisi:
- Plasenta previa, yaitu kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum.
- Riwayat perdarahan selama kehamilan.
- Tanda-tanda vital yang tidak stabil.
2. Gangguan perfusi jaringan (SDKI: Tissue Perfusion Impaired)
Definisi: Penurunan sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan.
Karakteristik Definisi:
- Penurunan tekanan darah.
- Perubahan warna kulit, seperti pucat.
- Penurunan curah jantung.
3. Kecemasan (SDKI: Anxiety)
Definisi: Respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber ancaman yang tidak jelas dan non-spesifik.
Karakteristik Definisi:
- Kekhawatiran tentang kondisi kesehatan dan keselamatan.
- Ketakutan akan komplikasi yang mungkin terjadi.
- Perasaan tidak berdaya.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan berdasarkan respons individu terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah organisasi profesi yang mengembangkan dan menetapkan standar-standar tersebut sebagai panduan bagi perawat dalam praktik keperawatan di Indonesia. -
Article No. 7284 | 28 Nov 2024
Klinis : Alasan masuk RS • mual Serta sesak - Sakit kepala * Riwayat sakit dahulu Pembengkakan jantung - sakit lambung Jantung (4 bln lale) * Asam uratnya tinggi - gatau ada riwayat asam urat * mualnya pada saat may Makan -Sesak saat tidak beraktivitas Pusing *Riwayat keluarga Ibu & bapak Ibu hipertensi bapak jantung * Saat aktivitas biasa merasa lemas, darah drop, Keluhan Sekarang - Sendi sendi ngilu - Sakit kepala * Awalnya merokok Berhenti (4 bln) - 2 minggu sudah berhenti Tolong buatkan 3 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah 3 diagnosa keperawatan dengan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Keterbatasan kemampuan fisik dan psikologis untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin sehari-hari
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk memfasilitasi klien dalam mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan tingkat aktivitas yang optimal
- SIKI: Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk memfasilitasi klien dalam mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan tingkat aktivitas yang optimal, sehingga klien dapat memenuhi kebutuhan dasar dan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
2. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri yang tidak menyenangkan
- SIKI: Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri yang tidak menyenangkan, sehingga klien dapat beraktivitas dengan nyaman dan mencapai tingkat kualitas hidup yang optimal
3. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Perfusi Jaringan Kardiovaskular
- SDKI: Penurunan sirkulasi darah ke jaringan tubuh yang menyebabkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolik jaringan
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk mempertahankan atau memperbaiki suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh
- SIKI: Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mempertahankan atau memperbaiki suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh, sehingga klien dapat mempertahankan fungsi dan integritas jaringan yang optimal
Dalam penerapannya, perawat perlu melakukan pengkajian komprehensif, perencanaan asuhan keperawatan, implementasi tindakan keperawatan, serta evaluasi untuk memastikan tercapainya hasil yang optimal bagi klien. -
Article No. 7285 | 28 Nov 2024
Klinis : Alasan masuk RS - mual Serta sesak - Sakit kepala * mualnya pada saat mau Makan -Sesak saat tidak beraktivitas Pusing * Saat aktivitas biasa merasa lemas, darah drop Keluhan Sekarang - Sendi sendi ngilu - Sakit kepala Buatkan 3 diagnosa dri data di atas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai perawat profesional, saya akan memberikan 3 diagnosa keperawatan berdasarkan data yang Anda berikan, serta penjelasan singkat mengenai standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan 1:
Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Data Pendukung: Mual saat akan makan, lemas, dan penurunan tekanan darah saat beraktivitas.
Diagnosa Keperawatan 2:
Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
Data Pendukung: Sakit kepala, ngilu pada sendi-sendi.
Diagnosa Keperawatan 3:
Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk mentoleransi atau menyelesaikan aktivitas rutin.
Data Pendukung: Sesak napas saat tidak beraktivitas, lemas saat beraktivitas.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Merupakan klasifikasi diagnosis keperawatan yang mencakup definisi, karakteristik utama, faktor yang berhubungan, dan factor yang risiko.
2. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Merupakan klasifikasi hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan.
3. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Merupakan klasifikasi tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Standar-standar ini disusun oleh PPNI untuk menjamin kualitas dan keseragaman praktik keperawatan di Indonesia.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. Wassalamu'alaikum. -
Article No. 7286 | 28 Nov 2024
Klinis : diagnosis pasien sectio
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat menurut SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien pasca tindakan sectio caesarea.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Penyebab: Insisi bedah pada abdomen.
- Gejala: Pasien mengeluhkan nyeri pada area bekas operasi, mimik wajah mengernyit, dan tanda vital meningkat.
2. Risiko Infeksi
- Definisi: Rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
- Penyebab: Prosedur pembedahan, terpajan dengan mikroorganisme, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
- Gejala: Suhu tubuh meningkat, adanya kemerahan, bengkak, dan nyeri pada area bekas operasi.
3. Gangguan Mobilitas Fisik
- Definisi: Keterbatasan dalam melakukan pergerakan fisik yang disengaja dari satu tempat ke tempat lain.
- Penyebab: Nyeri dan pembatasan aktivitas akibat prosedur pembedahan.
- Gejala: Pasien enggan untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.
4. Kecemasan
- Definisi: Respon emosional dan psikologis terhadap sumber ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui.
- Penyebab: Prosedur pembedahan yang menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian.
- Gejala: Pasien tampak gelisah, sulit tidur, dan khawatir tentang kondisi kesehatannya.
Penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI:
Perawat akan menggunakan SDKI untuk mengidentifikasi dan menegakkan diagnosa keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. SLKI akan digunakan untuk menentukan luaran keperawatan yang diharapkan, seperti penurunan intensitas nyeri, tidak adanya tanda infeksi, peningkatan kemampuan mobilisasi, dan penurunan kecemasan. Selanjutnya, SIKI akan memandu perawat dalam menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencapai luaran yang diharapkan, seperti manajemen nyeri, pencegahan infeksi, mobilisasi dini, dan terapi relaksasi. -
Article No. 7287 | 28 Nov 2024
Klinis : lansia 66 tahun mengeluh sesak napas dan tidur tidak nyenyak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi lansia 66 tahun yang mengeluh sesak napas dan tidur tidak nyenyak.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan pola napas berhubungan dengan penuaan dan perubahan fisiologis
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan penuaan dan perubahan fisiologis
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Gangguan pola napas: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan mudah dan lancar.
2. Gangguan pola tidur: Ketidakmampuan untuk mempertahankan atau mencapai pola tidur yang memuaskan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pola napas efektif: Kemampuan bernapas dengan mudah dan lancar.
2. Pola tidur yang efektif: Kemampuan untuk mempertahankan dan mencapai pola tidur yang memuaskan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen jalan napas: Intervensi untuk memfasilitasi pernapasan yang efektif.
2. Manajemen tidur: Intervensi untuk memfasilitasi pola tidur yang efektif.
Dalam kasus ini, lansia 66 tahun mengalami perubahan fisiologis terkait usia, yang dapat menyebabkan gangguan pola napas dan pola tidur. Perawat perlu melakukan penilaian komprehensif, memberikan intervensi yang sesuai, dan memantau perkembangan pasien untuk mencapai luaran keperawatan yang efektif. -
Article No. 7288 | 28 Nov 2024
Klinis : gangguan mobilitas fisik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi gangguan mobilitas fisik, dengan tone akademis dan persona sebagai seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Mobilitas Fisik
Definisi:
Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disebabkan oleh penurunan kekuatan, ketahanan, atau fleksibilitas otot, atau kekakuan sendi, yang memengaruhi aktivitas sehari-hari klien.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Karakteristik Utama:
- Keterbatasan dalam melakukan pergerakan yang disengaja dan terarah
- Keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
2. Faktor yang Berhubungan:
- Penyakit muskuloskeletal
- Penyakit neurologis
- Trauma
- Malnutrisi
- Nyeri
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Luaran yang Diharapkan:
- Klien dapat melakukan mobilisasi dengan aman dan efektif
- Klien dapat meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitas otot
- Klien dapat mempertahankan atau meningkatkan fungsi fisik
2. Kriteria Hasil:
- Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan mandiri
- Klien dapat melakukan pergerakan sendi dengan rentang gerak yang optimal
- Klien menunjukkan peningkatan kekuatan dan ketahanan otot
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Intervensi Keperawatan:
- Latihan mobilisasi
- Terapi latihan
- Manajemen nyeri
- Perawatan luka
- Edukasi dan konseling
2. Rasional:
- Meningkatkan kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitas otot
- Mencegah komplikasi akibat immobilisasi
- Mengelola nyeri yang dapat menghambat mobilisasi
- Meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup klien
Kesimpulan, penanganan gangguan mobilitas fisik melibatkan upaya untuk meningkatkan fungsi fisik klien, mencegah komplikasi, dan mengelola faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterbatasan mobilitas. Hal ini dilakukan melalui intervensi keperawatan yang komprehensif sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. -
Article No. 7289 | 28 Nov 2024
Klinis : diagnosa keluarga dengan pasien DM
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sebagai dokter atau perekam medis, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi keluarga dengan pasien DM (Diabetes Mellitus) sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: Z83.3
- Deskripsi: Riwayat keluarga diabetes mellitus
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur yang spesifik untuk riwayat keluarga dengan diabetes mellitus. Dalam kasus ini, fokus utama adalah evaluasi dan pemantauan kondisi pasien, yang dapat mencakup:
- 99201-99205: Kunjungan pasien baru untuk evaluasi dan manajemen
- 99211-99215: Kunjungan pasien lanjutan untuk evaluasi dan manajemen
- 99241-99245: Konsultasi rawat jalan
- 81000-81015: Pemeriksaan urin
- 82947-82952: Pemeriksaan kadar glukosa darah
- 83036: Tes hemoglobin terglikasi (HbA1C)
Penjelasan:
Kode ICD-10 Z83.3 menunjukkan riwayat keluarga dengan diabetes mellitus. Ini merupakan kode yang digunakan untuk mencatat informasi tentang riwayat kesehatan keluarga pasien yang dapat memengaruhi perawatan atau manajemen penyakit.
Dalam kasus ini, tidak ada kode ICD-9-CM prosedur yang spesifik untuk riwayat keluarga dengan diabetes mellitus. Namun, berbagai kode prosedur seperti kunjungan pasien baru atau lanjutan, konsultasi, pemeriksaan urin, pengujian kadar glukosa darah, dan tes hemoglobin terglikasi dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memantau kondisi pasien, serta memberikan perawatan yang sesuai. -
Article No. 7290 | 28 Nov 2024
Klinis : Nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat menurut standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi Nyeri.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri akut
Penjelasan:
Nyeri akut merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut. Nyeri akut biasanya memiliki onset yang tiba-tiba, intensitas bervariasi, dan berlangsung dalam waktu terbatas.
SDKI:
- Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut.
- Faktor yang berhubungan: Agen pencedera fisik, agen pencedera kimiawi, agen pencedera psikologis.
- Karakteristik definitif: Perubahan ekspresi wajah, perilaku protektif, laporan nyeri, perubahan tanda-tanda vital.
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Klien melaporkan nyeri berkurang, klien menunjukkan perilaku untuk mengurangi nyeri, tanda-tanda vital stabil.
- Kriteria hasil: Skala nyeri, ekspresi wajah, perilaku protektif, tanda-tanda vital.
SIKI:
- Intervensi Keperawatan: Manajemen nyeri, pemberian analgetik, terapi modalitas nyeri, distraksi, dan relaksasi.
- Aktivitas Keperawatan: Mengkaji nyeri, memantau tanda-tanda vital, mengajarkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, mengevaluasi efektivitas intervensi, dan memodifikasi intervensi sesuai respons klien.
Sebagai perawat, saya akan melakukan assessment yang komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab, karakteristik, dan tingkat nyeri yang dialami klien. Selanjutnya, saya akan menyusun rencana asuhan keperawatan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kemampuan klien dalam mengelola nyeri, serta memantau efektivitas intervensi yang diberikan. -
Article No. 7291 | 28 Nov 2024
Klinis : Nyeri kronis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi nyeri kronis.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Kronik
Definisi:
Nyeri kronik adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri kronik ditandai oleh adanya keluhan rasa sakit yang terus-menerus atau berulang, dengan durasi lebih dari 3 bulan, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti penyakit kronis, cedera, atau kondisi lain yang berlangsung lama.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan pada pasien dengan nyeri kronik antara lain:
1. Pasien dapat melaporkan penurunan intensitas nyeri.
2. Pasien dapat menerapkan manajemen nyeri yang efektif.
3. Pasien dapat beradaptasi dengan nyeri kronis yang dialami.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri kronik meliputi:
1. Manajemen nyeri, seperti pemberian analgesik, terapi non-farmakologis (misalnya kompres hangat/dingin, distraksi, relaksasi).
2. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang nyeri kronik dan manajemen nyeri.
3. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter, fisioterapis, atau ahli psikologi, untuk penanganan yang komprehensif.
Dalam penanganan nyeri kronik, perawat berperan penting dalam melakukan pengkajian yang komprehensif, menetapkan diagnosa keperawatan yang tepat, dan merencanakan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Perawat juga harus memastikan pasien dapat mengelola nyeri dengan efektif dan mencapai adaptasi yang baik terhadap kondisi nyeri kronik yang dialami.