Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 7520 | 01 Dec 2024
Klinis : ds : - klien mengeluh lemas seperti tidk bertenaga - Klien juga mengatakan belum mencuci rambut sejak dirawat - klien mempunyai pemahaman dan keyakinan bahwa selama sakit tidak boleh mandi dan cuci rambut - Klien mengatakan nafsu makan menurun Do : - rambut klien kotor, lengket dan berminyak, berketombe - kebutuhan aktifitas sehari hari dibantu seluruhnya oleh anggota keluarga dan perawat - kesadaran umum: composmentins - td : 130/90 mmhg, - s : 36,5°c, - Rr: 20x/menit
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
1. Defisit Perawatan Diri (SDKI):
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri yang diperlukan.
Penyebab: Gangguan fisik, kepercayaan/pemahaman yang salah.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Defisit Perawatan Diri: Mandi
- Kriteria hasil:
- Klien dapat mandi secara mandiri atau dengan sedikit bantuan.
- Klien menunjukkan kebersihan diri yang memadai.
- Klien menunjukkan peningkatan penampilan.
2. Defisit Perawatan Diri: Rambut
- Kriteria hasil:
- Klien dapat menata rambut secara mandiri atau dengan sedikit bantuan.
- Klien menunjukkan kebersihan rambut yang memadai.
- Klien menunjukkan peningkatan penampilan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Defisit Perawatan Diri: Mandi
- Bantu klien mandi secara bertahap sesuai dengan kemampuan klien.
- Ajarkan klien dan keluarga teknik mandi yang benar.
- Motivasi klien untuk mandi secara rutin.
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memastikan klien dapat melakukan perawatan diri secara mandiri.
2. Defisit Perawatan Diri: Rambut
- Bantu klien mencuci rambut secara bertahap sesuai dengan kemampuan klien.
- Ajarkan klien dan keluarga teknik mencuci rambut yang benar.
- Motivasi klien untuk mencuci rambut secara rutin.
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memastikan klien dapat melakukan perawatan rambut secara mandiri.
Penjelasan:
Berdasarkan data yang diberikan, klien mengalami defisit perawatan diri, khususnya dalam hal mandi dan perawatan rambut. Klien menunjukkan pemahaman yang salah mengenai kebersihan diri selama sakit, di mana klien berpikir bahwa tidak boleh mandi atau mencuci rambut. Selain itu, klien juga mengalami penurunan nafsu makan yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan kebersihan dirinya.
Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah membantu klien dalam melakukan mandi dan mencuci rambut secara bertahap sesuai dengan kemampuan klien, serta mengajarkan teknik yang benar kepada klien dan keluarga. Selain itu, perlu adanya motivasi dari perawat agar klien dapat melakukan perawatan diri secara rutin. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain juga diperlukan untuk memastikan klien dapat melakukan perawatan diri secara mandiri. -
Article No. 7521 | 01 Dec 2024
Klinis : SAKIT PERUT, MUAL MUNTAH, BATUK, DEMAM 2 HARI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Penjelasan: Pasien mengalami mual dan muntah, yang dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat dan berisiko malnutrisi.
2. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan: Pasien mengalami batuk, yang dapat menghambat pembersihan sekresi dari saluran napas.
3. Hipertermia
Penjelasan: Pasien mengalami demam selama 2 hari, yang menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh.
Penjelasan Singkat Standar:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien dan merumuskan diagnosa keperawatan. Diagnosa keperawatan yang digunakan dalam kasus ini sesuai dengan SDKI.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar yang digunakan untuk menetapkan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Luaran keperawatan yang sesuai untuk kasus ini dapat mencakup pemulihan status nutrisi, peningkatan bersihan jalan napas, dan penurunan suhu tubuh.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi keperawatan yang sesuai untuk kasus ini dapat mencakup pemberian antiemetik, terapi oksigen, dan pemberian obat penurun demam.
Sebagai seorang perawat, saya akan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk mengevaluasi kondisi pasien, merumuskan diagnosa keperawatan, dan merencanakan serta melaksanakan intervensi yang sesuai untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami. -
Article No. 7522 | 01 Dec 2024
Klinis : SAKIT PERUT, MUAL MUNTAH, BATUK, DEMAM 2 HARI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang pakar perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI-SLKI-SIKI untuk kondisi sakit perut, mual muntah, batuk, dan demam selama 2 hari:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
2. Mual
3. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
4. Hipertermi
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Penyebab: Masalah gastrointestinal (mual, muntah), anoreksia, malabsorbsi.
- Intervensi: Evaluasi asupan nutrisi, monitor intake dan output, kolaborasi dengan ahli gizi.
2. Mual
- Definisi: Sensasi tidak nyaman yang mendorong untuk memuntahkan isi lambung.
- Penyebab: Masalah gastrointestinal, efek samping obat, infeksi.
- Intervensi: Identifikasi penyebab, berikan antiemetik, atur diet, terapi relaksasi.
3. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas.
- Penyebab: Sekresi berlebihan, infeksi saluran napas.
- Intervensi: Monitor respirasi, suction jika perlu, berikan bronkodilator, lakukan fisioterapi dada.
4. Hipertermi
- Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas batas normal.
- Penyebab: Infeksi, proses peradangan.
- Intervensi: Monitor suhu tubuh, berikan antipiretik, kompres dingin, tingkatkan asupan cairan.
Standar asuhan keperawatan mengacu pada SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). -
Article No. 7523 | 01 Dec 2024
Klinis : SAKIT PERUT, MUAL MUNTAH, BATUK, DEMAM 2 HARI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi sakit perut, mual muntah, batuk, dan demam selama 2 hari.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit
2. Mual dan muntah berhubungan dengan proses penyakit
3. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan
Penjelasan singkat:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit
- SDKI: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang bersifat aktual atau potensial.
- SLKI: Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat melaporkan nyeri berkurang, menunjukkan ekspresi wajah yang rileks, dan mempertahankan aktivitas sehari-hari.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, yaitu pemberian analgesik, pengaturan posisi yang nyaman, dan terapi non-farmakologis.
2. Mual dan muntah berhubungan dengan proses penyakit
- SDKI: Mual dan muntah adalah rasa tidak nyaman di perut yang dapat menyebabkan keinginan untuk memuntahkan isi lambung.
- SLKI: Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat melaporkan mual dan muntah berkurang, mempertahankan hidrasi yang adekuat, dan tidak terjadi komplikasi.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen mual dan muntah, yaitu pemberian antiemetik, pembatasan asupan oral, dan kompres hangat pada abdomen.
3. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan
- SDKI: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekret atau benda asing dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih.
- SLKI: Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat menunjukkan jalan napas yang bersih, tidak ada suara napas tambahan, dan tidak ada sianosis.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen jalan napas, yaitu pemberian terapi oksigen, fisioterapi dada, dan pengisapan sekret.
Sebagai perawat profesional, saya akan melakukan penilaian komprehensif, menetapkan prioritas diagnosa, dan mengembangkan rencana asuhan keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan utamanya adalah membantu pasien mencapai status kesehatan yang optimal. -
Article No. 7524 | 01 Dec 2024
Klinis : demam sudah 3 hari, mengeluh pusing dan tidak nafsu makan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkatnya berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Suhu Tubuh berhubungan dengan proses infeksi, ditandai dengan demam yang berlangsung selama 3 hari.
Penjelasan Singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Ketidakseimbangan Suhu Tubuh adalah keadaan di mana individu mengalami perubahan suhu tubuh melebihi atau di bawah rentang normal.
- Faktor yang berhubungan: Proses infeksi, seperti demam yang berlangsung selama 3 hari.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
- Indikator: Suhu tubuh pasien dalam rentang normal.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan: Pemantauan tanda-tanda vital, manajemen demam, pemberian antipiretik jika perlu, serta peningkatan asupan cairan.
Sebagai perawat, saya akan melakukan pengkajian lebih lanjut, memberikan edukasi kepada pasien mengenai kondisi dan penanganannya, serta menyusun rencana perawatan yang komprehensif untuk memulihkan kondisi pasien. -
Article No. 7525 | 01 Dec 2024
Klinis : demam sudah 3 hari, mengeluh pusing dan tidak nafsu makan, setiap makan pasti mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi tersebut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
Penjelasan:
Kondisi ini ditandai dengan gejala-gejala seperti demam yang berlangsung selama 3 hari, keluhan pusing, tidak nafsu makan, dan mual saat makan. Hal ini menunjukkan adanya gangguan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00002
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00002
- Luaran: Keseimbangan Nutrisi
- Kriteria hasil: Klien menunjukkan tanda-tanda adanya peningkatan berat badan, perbaikan nafsu makan, dan tidak ada mual/muntah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00002
- Intervensi: Peningkatan Nutrisi
- Aktivitas: Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi asupan nutrisi, memantau asupan dan output nutrisi, memberikan makanan dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan, serta melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya nutrisi yang adekuat.
Dengan penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan nutrisi pada pasien dan meningkatkan status kesehatan secara keseluruhan. -
Article No. 7526 | 01 Dec 2024
Klinis : DHF Seorang klien laki laki usia 21 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan keluhan utama saat ini adalah demam (38,1 0C). Klien sudah demam sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus, sakit kepala terasa berat, nyeri otot, terdapat nyeri ulu hati, dan mual.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baiklah, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jabarkan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Hipertermia: peningkatan suhu tubuh di atas batas normal.
- Faktor yang berhubungan: proses infeksi virus dengue.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Suhu tubuh dalam rentang normal.
- Tidak terjadi komplikasi akibat hipertermia.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen demam: mengidentifikasi penyebab, mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, mencegah komplikasi.
- Manajemen nyeri: mengkaji intensitas nyeri, memberikan analgesik sesuai indikasi, mengevaluasi efektivitas intervensi.
- Manajemen mual dan muntah: mengkaji frekuensi dan durasi, memberikan antiemetik sesuai indikasi, mengevaluasi efektivitas intervensi.
Secara keseluruhan, klien dengan DBD membutuhkan perawatan yang komprehensif untuk mengelola gejala-gejala yang timbul, mencegah komplikasi, serta memantau perkembangan kondisi klien selama perawatan di rumah sakit. -
Article No. 7527 | 01 Dec 2024
Klinis : demam sudah 3 hari, mengeluh pusing dan tidak nafsu makan, setiap makan pasti mual dan mempunyai riwayat darah tinggi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Pasien mengalami penurunan nafsu makan, mual saat makan, dan riwayat hipertensi yang dapat menyebabkan asupan nutrisi tidak mencukupi kebutuhan tubuh.
2. Hipertermia
Pasien mengalami demam yang berlangsung selama 3 hari, yang dapat disebabkan oleh proses infeksi atau penyakit lainnya.
3. Nyeri Kepala
Pasien mengeluhkan pusing, yang dapat menjadi tanda adanya nyeri kepala.
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Memuat definisi, karakteristik definitif, faktor berhubungan/risiko untuk masing-masing diagnosis keperawatan.
- Berfungsi sebagai panduan dalam menentukan diagnosis keperawatan yang akurat.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Menetapkan luaran/hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Membantu perawat dalam menetapkan tujuan dan evaluasi asuhan keperawatan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Memuat daftar intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran/hasil yang diharapkan.
- Berfungsi sebagai panduan dalam menentukan rencana tindakan keperawatan yang tepat.
Dengan mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, komprehensif, dan berfokus pada pasien untuk mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 7528 | 01 Dec 2024
Klinis : dalam tabel, pisahkan data objektif dan subjektif pada kasus Ny. A datang ke RS mengeluhkan perutnya kenceng - kenceng yang makin lama makin kuat dan sering, serta mengeluarkan lendir darah dari jalan lahir. Menurut Ny A,, harusnya Taksiran Persalinan masih 2 minggu lagi. Ny A kelihatan cemas dan menanyakan apakah dia akan melahirkan? Kemudian dilakukan pemeriksaan vaginal touche, untuk mengetahui pembukaan serviks dan penurunan kepala bayi. Tanda-tanda vital TD 130/80 mmHg, Nadi: 84x/mnt, S:36,5c, RR: 20x/mnt . Abdomen: bentuk bulat memanjang dari pemeriksaan didapatkan kepala berada di Hodge 3, Bagian terbawah sudah masuk 3/5, station 0, jalan lahir tidak ada benjolan, portio tipis lunak, pembukaan serviks 3-4 cm dan ketuban masih utuh. 4 Jam kemudian ibu mules semakin kencang , ibu ada keinginan mengejan ,pembukaan lengkap, denyut jantung janin 138 kali permenit, his reguler, dari hasil pemeriksaan diputuskan untuk menyiapkan persalinan. kemudian bayi lahir, dengan jenis kelamin perempuan dengan APGAR score 8 – 9. Dilakukan inisiasi menyusui dini.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah analisis kasus Ny. A berdasarkan format yang Anda minta:
Data Subjektif:
- Ny. A mengeluhkan perut kenceng-kenceng yang makin lama makin kuat dan sering
- Ny. A mengeluarkan lendir darah dari jalan lahir
- Menurut Ny. A, taksiran persalinan masih 2 minggu lagi
- Ny. A kelihatan cemas dan menanyakan apakah dia akan melahirkan
Data Objektif:
- Tanda-tanda vital: TD 130/80 mmHg, Nadi: 84x/mnt, S:36,5°C, RR: 20x/mnt
- Abdomen: bentuk bulat memanjang, kepala berada di Hodge 3, Bagian terbawah sudah masuk 3/5, station 0
- Jalan lahir: tidak ada benjolan, portio tipis lunak, pembukaan serviks 3-4 cm, ketuban masih utuh
- 4 jam kemudian: ibu mules semakin kencang, ibu ada keinginan mengejan, pembukaan lengkap, denyut jantung janin 138 kali permenit, his reguler
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ancaman Persalinan Prematur (00800)
- Definisi: Resiko melahirkan bayi sebelum usia gestasi 37 minggu
- Faktor risiko: Kontraksi uterus yang semakin kuat dan sering
2. Cemas (00146)
- Definisi: Respon emosional dan fisik terhadap persepsi sumber ancaman yang diidentifikasi secara sadar atau tidak sadar
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Ancaman Persalinan Prematur (00800)
- Tujuan: Ibu akan melahirkan bayi pada usia gestasi 37 minggu atau lebih
- Kriteria hasil:
- Tidak ada kontraksi uterus yang teratur dan semakin kuat
- Pembukaan serviks tidak progresif
- Usia kehamilan 37 minggu atau lebih
2. Cemas (00146)
- Tujuan: Ibu akan menunjukkan tingkat kecemasan yang terkendali
- Kriteria hasil:
- Ekspresi wajah dan nada suara menunjukkan relaksasi
- Melaporkan perasaan tenang
- Mampu mengungkapkan kekhawatiran secara terbuka
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Ancaman Persalinan Prematur (00800)
- Pantau kontraksi uterus, pembukaan serviks, dan tanda-tanda persalinan
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk pemberian terapi tocolytic (jika diperlukan)
- Edukasi ibu dan keluarga tentang tanda-tanda persalinan prematur dan upaya mencegahnya
2. Cemas (00146)
- Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman
- Berikan dukungan emosional, dorong ibu untuk mengungkapkan perasaannya
- Latih teknik relaksasi (napas dalam, distraksi, dll.)
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk pemberian terapi farmakologis (jika diperlukan)
Penjelasan:
Berdasarkan data yang diperoleh, Ny. A mengalami ancaman persalinan prematur karena adanya kontraksi uterus yang semakin kuat dan sering, serta pembukaan serviks yang progresif. Selain itu, Ny. A juga mengalami kecemasan terkait kondisi kehamilannya. Oleh karena itu, asuhan keperawatan yang diberikan harus berfokus pada pencegahan persalinan prematur dan manajemen kecemasan. Tujuan asuhan keperawatan adalah untuk memastikan persalinan terjadi pada usia gestasi yang tepat dan membantu ibu mengelola kecemasan secara efektif. -
Article No. 7529 | 01 Dec 2024
Klinis : dalam tabel, pisahkan data objektif dan subjektif pada kasus Ny. A datang ke RS mengeluhkan perutnya kenceng - kenceng yang makin lama makin kuat dan sering, serta mengeluarkan lendir darah dari jalan lahir. Menurut Ny A,, harusnya Taksiran Persalinan masih 2 minggu lagi. Ny A kelihatan cemas dan menanyakan apakah dia akan melahirkan? Kemudian dilakukan pemeriksaan vaginal touche, untuk mengetahui pembukaan serviks dan penurunan kepala bayi. Tanda-tanda vital TD 130/80 mmHg, Nadi: 84x/mnt, S:36,5c, RR: 20x/mnt . Abdomen: bentuk bulat memanjang dari pemeriksaan didapatkan kepala berada di Hodge 3, Bagian terbawah sudah masuk 3/5, station 0, jalan lahir tidak ada benjolan, portio tipis lunak, pembukaan serviks 3-4 cm dan ketuban masih utuh. 4 Jam kemudian ibu mules semakin kencang , ibu ada keinginan mengejan ,pembukaan lengkap, denyut jantung janin 138 kali permenit, his reguler, dari hasil pemeriksaan diputuskan untuk menyiapkan persalinan. kemudian bayi lahir, dengan jenis kelamin perempuan dengan APGAR score 8 – 9. Dilakukan inisiasi menyusui dini.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Terjadinya Persalinan Prematur
Data Subjektif:
- Ny. A mengeluhkan perut kenceng-kenceng yang makin lama makin kuat dan sering.
- Ny. A mengeluarkan lendir darah dari jalan lahir.
- Ny. A mengatakan Taksiran Persalinan masih 2 minggu lagi.
Data Objektif:
- Tanda-tanda vital: TD 130/80 mmHg, Nadi: 84x/mnt, S:36,5°C, RR: 20x/mnt.
- Abdomen: bentuk bulat memanjang, kepala berada di Hodge 3, Bagian terbawah sudah masuk 3/5, station 0.
- Pemeriksaan vaginal touche: pembukaan serviks 3-4 cm dan ketuban masih utuh.
- 4 jam kemudian: ibu mules semakin kencang, ibu ada keinginan mengejan, pembukaan lengkap, denyut jantung janin 138 kali per menit, his reguler.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Risiko Terjadinya Persalinan Prematur merupakan diagnosa keperawatan yang berkaitan dengan kemungkinan terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Luaran yang diharapkan adalah ibu dapat mencegah terjadinya persalinan prematur.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah memantau tanda-tanda persalinan, memantau kesejahteraan janin, serta memberikan dukungan emosional dan informasi terkait persalinan.