Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5897 | 15 Nov 2024
Klinis : PASIEN PEREMPUAN DENGAN USIA 30 TAHUN dengan keluhan mual(+), muntah(+), nafsu makan menurun.DIAGNOSA SEMENTARA NYERI ABDOMEN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut adalah:
Diagnosa Keperawatan:
1. Mual (SDKI)
Definisi: Sensasi tidak nyaman dan keinginan untuk muntah.
Penyebab: Adanya faktor pencetus (seperti nyeri abdomen), efek samping obat, atau kondisi patologis.
2. Intoleransi aktivitas (SDKI)
Definisi: Keterbatasan dalam melakukan aktivitas rutin yang diinginkan/dibutuhkan.
Penyebab: Penurunan energi dan penurunan nafsu makan.
Luaran Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol mual (SLKI)
Kriteria hasil: Pasien mampu mengenali tanda/gejala mual dan menggunakan strategi untuk mengatasi mual.
2. Toleransi aktivitas (SLKI)
Kriteria hasil: Pasien mampu melakukan aktivitas rutin tanpa kelelahan yang berlebihan.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen mual (SIKI)
Tindakan: Identifikasi faktor penyebab mual, ajarkan teknik relaksasi, berikan antiemetik jika perlu.
2. Manajemen aktivitas (SIKI)
Tindakan: Evaluasi kemampuan fisik pasien, atur aktivitas sesuai toleransi, pantau tanda-tanda intoleransi, dan berikan edukasi.
Penjelasan singkat:
Pasien perempuan usia 30 tahun dengan keluhan mual, muntah, dan nafsu makan menurun mengarah pada diagnosa keperawatan mual dan intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah manajemen mual untuk mengatasi keluhan mual dan muntah, serta manajemen aktivitas untuk mengatasi penurunan toleransi aktivitas akibat penurunan nafsu makan dan energi. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengenali tanda/gejala mual, menggunakan strategi untuk mengatasi mual, dan mampu melakukan aktivitas rutin tanpa kelelahan yang berlebihan. -
Article No. 5898 | 15 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan jawaban yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien:
a. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
Karakteristik Definisi: Batuk tidak efektif, suara napas bronkial, dan adanya lesi di paru.
b. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
Karakteristik Definisi: Sesak napas dan kehilangan nafsu makan.
c. Hipertermia
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Karakteristik Definisi: Demam.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Bersihan Jalan Napas Efektif
Kriteria Hasil:
- Pasien dapat batuk efektif untuk mengeluarkan sekret.
- Suara napas bronkial berkurang.
- Lesi di paru-paru mulai berkurang.
b. Toleransi Aktivitas Membaik
Kriteria Hasil:
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami sesak napas.
- Pasien mengalami peningkatan nafsu makan.
c. Suhu Tubuh Normal
Kriteria Hasil:
- Pasien mencapai suhu tubuh dalam rentang normal.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Manajemen Jalan Napas
- Auskultasi suara napas
- Bantu pasien batuk dan bernapas dalam
- Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan
- Manajemen Sekresi
- Berikan nebulizer untuk melembapkan sekret
- Lakukan suction jika perlu
- Ajarkan teknik batuk efektif
b. Intoleransi Aktivitas
- Manajemen Aktivitas
- Evaluasi toleransi pasien terhadap aktivitas
- Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari
- Anjurkan istirahat yang cukup
- Manajemen Nutrisi
- Evaluasi asupan nutrisi pasien
- Berikan makanan yang bergizi dan menarik
- Konsultasi dengan ahli gizi jika perlu
c. Hipertermia
- Manajemen Suhu
- Pantau suhu tubuh pasien secara rutin
- Berikan kompres dingin jika suhu tinggi
- Pastikan asupan cairan pasien cukup
- Manajemen Infeksi
- Berikan pengobatan antituberkulosis sesuai resep dokter
- Pantau tanda-tanda infeksi dan komplikasi
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terpusat pada pasien, diharapkan kondisi pasien akan membaik dan tujuan luaran yang diharapkan dapat tercapai. -
Article No. 5899 | 15 Nov 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Penyebab: Akumulasi sekret di saluran napas, penyakit paru obstruktif, dan kelemahan otot pernapasan.
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mentoleransi aktivitas fisik.
- Penyebab: Keterbatasan fisik, kelemahan, dan kelelahan.
3. Defisit Nutrisi
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat dibandingkan dengan kebutuhan tubuh.
- Penyebab: Anoreksia, malabsorpsi, dan peningkatan kebutuhan nutrisi.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien yang menjadi fokus intervensi keperawatan.
- Memuat definisi, penyebab, karakteristik, dan kriteria diagnostik untuk setiap diagnosis keperawatan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Memuat definisi, kriteria hasil, dan klasifikasi luaran keperawatan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Memuat definisi, aktivitas, dan klasifikasi intervensi keperawatan.
Dalam kasus pasien dengan tuberkulosis paru, diagnosa keperawatan yang relevan adalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Intoleransi Aktivitas, dan Defisit Nutrisi. Standar SDKI, SLKI, dan SIKI dapat digunakan sebagai panduan dalam proses pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan yang komprehensif. -
Article No. 5900 | 15 Nov 2024
Klinis : DS : - Pasien mengatakan nyeri pada buah zakar dekat selangkangan paha kanan sampai ke perut - Pada saat pengkajian dilakukan pengukuran PQRST P: Nyeri dialami memberat pada buah zakar dan terdapat benjolan pada selangkangan paha kanan, Q:Nyeri terasa seperti ditekan, R: Diselangkangan paha kiri, S: Skala Nyeri 6, T: Nyeri pada selangkangan paha kanan durasinya 5-10 menit hilang timbul - Pasien mengatakan kualitas tidur berkurang di malam hari karena ketidaknyamanan dan nyeri di daerah scrotum DO: - Pasien tampak meringis menahan kesakitan - Pasien tampak sesekali merintih - Tampak protektif (waspada dan posisi menghindari nyeri timbul) - Postur tubuh tampak cenderung membungkuk untuk mengurangi rasa sakit. - KU sedang, Kes: CM - TTV: - TD: 110/ 70 MmHg - N : 78 x/menit - Pada pemeriksaan fisik, didapatkan status generalisata dalam batas normal, pada status lokalis genitalia didapatkan ukuran skrotum kanan lebih besar dari skrotum kiri. Ukuran skrotum kanan kurang lebih berukuran diameter 25 cm, berbentuk lingkaran, dengan konsistensi keras, nyeri tekan (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif (DS) dan data objektif (DO) yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami kondisi yang kemungkinan besar adalah Hernia Inguinalis.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan hernia inguinalis
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tingkat nyeri menurun
2. Manajemen nyeri efektif
3. Koping nyeri efektif
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen nyeri
2. Penanganan nyeri
3. Edukasi manajemen nyeri
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami nyeri akut pada area scrotum/buah zakar yang diduga disebabkan oleh hernia inguinalis. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, penanganan nyeri, dan edukasi pasien mengenai manajemen nyeri. Tujuannya adalah tingkat nyeri pasien menurun, manajemen nyeri efektif, dan pasien mampu melakukan koping nyeri yang efektif. -
Article No. 5901 | 15 Nov 2024
Klinis : Nyeri Akut b/d DS : - Pasien mengatakan nyeri pada buah zakar dekat selangkangan paha kanan sampai ke perut - Pada saat pengkajian dilakukan pengukuran PQRST P: Nyeri dialami memberat pada buah zakar dan terdapat benjolan pada selangkangan paha kanan, Q:Nyeri terasa seperti ditekan, R: Diselangkangan paha kiri, S: Skala Nyeri 6, T: Nyeri pada selangkangan paha kanan durasinya 5-10 menit hilang timbul - Pasien mengatakan kualitas tidur berkurang di malam hari karena ketidaknyamanan dan nyeri di daerah scrotum DO: - Pasien tampak meringis menahan kesakitan - Pasien tampak sesekali merintih - Tampak protektif (waspada dan posisi menghindari nyeri timbul) - Postur tubuh tampak cenderung membungkuk untuk mengurangi rasa sakit. - KU sedang, Kes: CM - TTV: - TD: 110/ 70 MmHg - N : 78 x/menit - Pada pemeriksaan fisik, didapatkan status generalisata dalam batas normal, pada status lokalis genitalia didapatkan ukuran skrotum kanan lebih besar dari skrotum kiri. Ukuran skrotum kanan kurang lebih berukuran diameter 25 cm, berbentuk lingkaran, dengan konsistensi keras, nyeri tekan (+)
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: N23
- Deskripsi: Nyeri testis
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 54.0
- Deskripsi: Explorasi dan dekompresidi testis
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien mengalami kondisi nyeri akut pada buah zakar dekat selangkangan paha kanan sampai ke perut. Gejala utama yang dilaporkan adalah nyeri pada buah zakar, terdapat benjolan di selangkangan paha kanan, nyeri terasa seperti ditekan, dan terjadi di selangkangan paha kanan dengan durasi 5-10 menit hilang timbul. Pasien juga mengalami gangguan kualitas tidur di malam hari akibat ketidaknyamanan dan nyeri di daerah skrotum.
Pemeriksaan fisik menunjukkan pasien tampak meringis menahan kesakitan, sesekali merintih, postur tubuh cenderung membungkuk, dan pada pemeriksaan genital ditemukan ukuran skrotum kanan lebih besar dari skrotum kiri dengan diameter kurang lebih 25 cm, berbentuk lingkaran, dengan konsistensi keras, dan nyeri tekan positif.
Berdasarkan gejala dan temuan pemeriksaan, diagnosis yang sesuai adalah Nyeri Testis (Kode ICD-10: N23). Jika diperlukan tindakan medis lebih lanjut, prosedur yang mungkin dilakukan adalah Eksplorasi dan Dekompresidi Testis (Kode ICD-9-CM: 54.0). -
Article No. 5902 | 15 Nov 2024
Klinis : Nyeri Akut b/d DS : - Pasien mengatakan nyeri pada buah zakar dekat selangkangan paha kanan sampai ke perut - Pada saat pengkajian dilakukan pengukuran PQRST P: Nyeri dialami memberat pada buah zakar dan terdapat benjolan pada selangkangan paha kanan, Q:Nyeri terasa seperti ditekan, R: Diselangkangan paha kiri, S: Skala Nyeri 6, T: Nyeri pada selangkangan paha kanan durasinya 5-10 menit hilang timbul - Pasien mengatakan kualitas tidur berkurang di malam hari karena ketidaknyamanan dan nyeri di daerah scrotum DO: - Pasien tampak meringis menahan kesakitan - Pasien tampak sesekali merintih - Tampak protektif (waspada dan posisi menghindari nyeri timbul) - Postur tubuh tampak cenderung membungkuk untuk mengurangi rasa sakit. - KU sedang, Kes: CM - TTV: - TD: 110/ 70 MmHg - N : 78 x/menit - Pada pemeriksaan fisik, didapatkan status generalisata dalam batas normal, pada status lokalis genitalia didapatkan ukuran skrotum kanan lebih besar dari skrotum kiri. Ukuran skrotum kanan kurang lebih berukuran diameter 25 cm, berbentuk lingkaran, dengan konsistensi keras, nyeri tekan (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI): Nyeri Akut
2. Definisi (SDKI): Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau yang dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain/IASP).
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang diterbitkan oleh PPNI untuk membantu perawat dalam menetapkan luaran keperawatan yang diharapkan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang diterbitkan oleh PPNI untuk membantu perawat dalam menentukan intervensi keperawatan yang tepat.
Dalam kasus ini, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut, dengan karakteristik data subjektif dan objektif yang telah dipaparkan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan berdasarkan SIKI antara lain:
- Manajemen nyeri
- Manajemen aktivitas
- Dukungan emosional
- Edukasi mengenai nyeri dan pengelolaannya
Luaran keperawatan yang diharapkan berdasarkan SLKI antara lain:
- Tingkat nyeri menurun
- Kualitas tidur membaik
- Kepatuhan dalam pengelolaan nyeri -
Article No. 5903 | 15 Nov 2024
Klinis : Nyeri Akut b/d DS : - Pasien mengatakan nyeri pada buah zakar dekat selangkangan paha kanan sampai ke perut - Pada saat pengkajian dilakukan pengukuran PQRST P: Nyeri dialami memberat pada buah zakar dan terdapat benjolan pada selangkangan paha kanan, Q:Nyeri terasa seperti ditekan, R: Diselangkangan paha kiri, S: Skala Nyeri 6, T: Nyeri pada selangkangan paha kanan durasinya 5-10 menit hilang timbul - Pasien mengatakan kualitas tidur berkurang di malam hari karena ketidaknyamanan dan nyeri di daerah scrotum DO: - Pasien tampak meringis menahan kesakitan - Pasien tampak sesekali merintih - Tampak protektif (waspada dan posisi menghindari nyeri timbul) - Postur tubuh tampak cenderung membungkuk untuk mengurangi rasa sakit. - KU sedang, Kes: CM - TTV: - TD: 110/ 70 MmHg - N : 78 x/menit - Pada pemeriksaan fisik, didapatkan status generalisata dalam batas normal, pada status lokalis genitalia didapatkan ukuran skrotum kanan lebih besar dari skrotum kiri. Ukuran skrotum kanan kurang lebih berukuran diameter 25 cm, berbentuk lingkaran, dengan konsistensi keras, nyeri tekan (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Nyeri Akut yang berhubungan dengan kondisi medis.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut berhubungan dengan proses penyakit (diduga hernia skrotum)
Penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah tersebut (International Association for the Study of Pain).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tingkat Nyeri Berkurang
2. Pengetahuan Tentang Nyeri Meningkat
3. Kemampuan Mengatasi Nyeri Meningkat
4. Kualitas Tidur Membaik
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri
2. Terapi Komplementer
3. Edukasi Kesehatan
4. Kolaborasi
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami nyeri akut pada area skrotum dan selangkangan yang diduga disebabkan oleh proses penyakit (kemungkinan hernia skrotum). Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, terapi komplementer untuk mengurangi nyeri, edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pasien dalam mengatasi nyeri, serta kolaborasi dengan tenaga medis lain untuk mengatasi kondisi medis yang menjadi penyebab nyeri. -
Article No. 5904 | 15 Nov 2024
Klinis : Pada saat perawat berkunjung, Ny. M menunjukkan balutannya yang basah. Ny. M mengatakan “Tadi pagi saya mandi, jadi basah. Tapi nggak ada rasa nyeri”. Luka sepanjang 8 cm, tidak ada cairan yang keluar dari luka karena tepi luka sudah 70% merapat. Terlihat benang jahitan masih utuh. Klien tidak mau merawat lukanya sendiri dengan alasan tidak berani.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Ny. M.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi berhubungan dengan balutan luka yang basah.
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko Infeksi didefinisikan sebagai kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
- Faktor yang berkontribusi pada risiko infeksi pada kasus Ny. M adalah balutan luka yang basah, yang dapat menjadi media bagi pertumbuhan mikroorganisme.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan adalah Bebas Infeksi, yaitu kondisi di mana tidak ada tanda-tanda infeksi pada luka.
- Indikator yang dapat digunakan untuk mengevaluasi luaran ini adalah tidak adanya rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan, atau drainase pada luka.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi yang dapat dilakukan adalah Perawatan Luka, yaitu tindakan keperawatan untuk memelihara integritas kulit dan mencegah komplikasi.
- Pada kasus Ny. M, intervensi yang dapat dilakukan adalah mengganti balutan yang basah, membersihkan luka, dan menerapkan prinsip aseptik untuk mencegah infeksi.
Secara keseluruhan, diagnosa keperawatan Risiko Infeksi berhubungan dengan balutan luka yang basah perlu ditangani dengan segera melalui perawatan luka yang tepat untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga kondisi luka yang optimal. -
Article No. 5905 | 15 Nov 2024
Klinis : sering haus, gula darah sewaktu 265
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda berikan, yaitu sering haus dan gula darah sewaktu 265, maka dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
- Penjelasan singkat:
Diagnosa ini mengacu pada ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi, yang dapat menyebabkan gejala seperti sering haus dan kadar gula darah yang tinggi. Hal ini dapat terjadi pada kondisi diabetes mellitus atau gangguan metabolisme lainnya.
2. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Etiologi: Perubahan proses metabolisme, ketidakseimbangan asupan dan kebutuhan nutrisi.
- Karakteristik Definisi: Berat badan tidak sesuai standar, penurunan atau peningkatan berat badan, perubahan turgor kulit, ketidakseimbangan elektrolit, perubahan fungsi organ terkait.
3. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Keseimbangan nutrisi, kadar gula darah normal, tidak ada tanda-tanda dehidrasi.
4. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Pemantauan asupan dan keluaran cairan, pemantauan kadar gula darah, edukasi tentang diet dan pengaturan pola makan, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi) untuk pengelolaan diabetes mellitus.
Dengan tone akademis, persona pakar, dan nurse, diharapkan penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI terkait kondisi sering haus dan gula darah tinggi. -
Article No. 5906 | 15 Nov 2024
Klinis : sering haus,sering kencing malam hari, sering lapar, gula darah sewaktu 265, makan tidak terkontrol ,sering lupa minum obat diabet, jarang kontrol, kuesioner dkq rendah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang Anda paparkan, yaitu sering haus, sering kencing malam hari, sering lapar, gula darah sewaktu 265, makan tidak terkontrol, sering lupa minum obat diabetes, jarang kontrol, dan kuesioner DKQ rendah, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:
1. Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
- Definisi: Keadaan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal.
- Penyebab: Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan diabetes, regimen pengobatan yang tidak adekuat, dan gaya hidup yang tidak sesuai.
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mempertahankan sumber daya yang digunakan untuk memelihara kesehatan.
- Penyebab: Kurangnya pengetahuan tentang diabetes, kurangnya motivasi, dan/atau kesulitan dalam mengintegrasikan tindakan perawatan kesehatan ke dalam gaya hidup sehari-hari.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
- SDKI adalah standar yang digunakan untuk mendiagnosis masalah kesehatan klien berdasarkan respon klien terhadap masalah kesehatan.
- SDKI terdiri dari definisi, penyebab, tanda dan gejala, serta faktor yang mempengaruhi diagnosis keperawatan.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
- SLKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan.
- SLKI terdiri dari definisi, kriteria hasil, dan faktor yang mempengaruhi luaran keperawatan.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)
- SIKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- SIKI terdiri dari definisi, aktivitas, dan faktor yang mempengaruhi intervensi keperawatan.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus mengacu pada standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk memastikan bahwa diagnosis, luaran, dan intervensi yang diberikan sesuai dengan praktik keperawatan yang berlandaskan bukti.