Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24956 | 08 Apr 2026
Klinis : pasien tidak mampu melihat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien terlindung dari cedera
Kode SIKI: I.01299
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Keselamatan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Jatuh
Kode SLKI: L.08002
Deskripsi : Pasien bebas dari jatuh
Kode SIKI: I.01299
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Keselamatan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0085
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Tingkat ansietas pasien menurun
Kode SIKI: I.2499
Deskripsi : Manajemen Ansietas
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Higiene
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Kebutuhan mandi/higiene pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04101
Deskripsi : Bantuan Mandi
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Berpakaian/Berdandan
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Kebutuhan berpakaian/berdandan pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04102
Deskripsi : Bantuan Berpakaian/Berdandan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Makan
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Kebutuhan makan pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04103
Deskripsi : Bantuan Makan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Toileting
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Kebutuhan toileting pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04104
Deskripsi : Bantuan Toileting
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0100
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Mobilitas Fisik
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : Kebutuhan mobilitas fisik pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04105
Deskripsi : Bantuan Mobilitas Fisik
-
Article No. 24957 | 08 Apr 2026
Klinis : Sesak Masih Batuk Berkurang P/b Datang Dengan Keluhan Sesak Nafsa(+), Lemas(+), Susah Makan(+), Pusing(+) Cm Td 110/76 Rr 24 N 118 Spo2 97% Nrm 14 Lpm T 36.9 Ronkhi +/+
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini ditandai dengan adanya suara napas tambahan (ronkhi), peningkatan frekuensi pernapasan (RR 24x/menit), batuk, dan keluhan sesak napas.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas. Tujuan utama dari intervensi keperawatan ini adalah untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan bersih dari hambatan, sehingga pertukaran gas dapat berlangsung optimal. Indikator keberhasilannya meliputi suara napas bersih (tidak ada ronkhi), pola napas yang efektif dan teratur, serta tidak adanya keluhan sesak napas. Dalam konteks pasien ini, SLKI ini berfokus pada upaya untuk mengurangi atau menghilangkan ronkhi yang terdengar di kedua paru, menurunkan frekuensi pernapasan ke dalam rentang normal, dan menghilangkan sensasi sesak yang dirasakan pasien. Pencapaian SLKI ini akan secara langsung meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi kerja pernapasan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang sistematis dan terencana untuk mempertahankan patensi jalan napas, meningkatkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi. Tindakan spesifik yang dapat dilakukan meliputi: (1) Posisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi dada dan pengembangan paru. (2) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membantu mengeluarkan sekresi. (3) Lakukan fisioterapi dada (perkusi, vibrasi, dan drainase postural) jika diperlukan dan sesuai indikasi untuk mengeluarkan sekresi yang kental. (4) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri secara adekuat. (5) Monitor dan catat karakteristik pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan adanya suara napas tambahan) secara berkala. (6) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya melalui nilai SpO2. (7) Dorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi. (8) Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan jalan napas yang perlu dilaporkan. (9) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat-obatan seperti bronkodilator atau mukolitik sesuai resep. Implementasi SIKI ini harus dilakukan secara holistik, dengan mempertimbangkan kondisi pasien secara keseluruhan termasuk keluhan lemas dan susah makan, sehingga pendekatannya tidak hanya fisik tetapi juga edukatif dan suportif untuk memastikan kepatuhan dan keberhasilan terapi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00094
Deskripsi Singkat: Pengalaman ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Kondisi ini didukung oleh data klinis pasien yang mengeluh lemas, sesak napas, peningkatan frekuensi nadi (N 118x/menit), dan kesulitan makan.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Toleransi aktivitas. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas fisik secara bertahap tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau distress pernapasan. Indikator keberhasilan meliputi kemampuan pasien melakukan aktivitas perawatan diri (seperti makan) dengan bantuan minimal, penurunan keluhan lemas, stabilnya tanda vital (denyut nadi dan pernapasan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas, serta peningkatan kekuatan dan daya tahan secara subjektif maupun objektif. Pada pasien ini, fokusnya adalah meningkatkan energi sehingga pasien dapat makan dengan cukup untuk mendukung proses penyembuhan, serta melakukan mobilisasi bertahap tanpa memperburuk sesak napas atau menyebabkan takikardi yang signifikan.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen energi. Intervensi ini bertujuan untuk menghemat dan mengoptimalkan penggunaan energi pasien agar dapat dialokasikan untuk proses penyembuhan dan aktivitas penting. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: (1) Kaji pola dan tingkat kelelahan pasien, serta faktor yang memperberat dan meringankan. (2) Bantu pasien dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan aktivitas yang penting. (3) Rencanakan jadwal aktivitas yang teratur diselingi periode istirahat yang cukup sebelum pasien mengalami kelelahan ekstrem. (4) Ajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya saat makan atau mandi), menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil. (5) Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, khususnya terkait kesulitan makan, seperti menyiapkan makanan dalam porsi kecil tapi sering yang mudah dikunyah dan ditelan, serta menciptakan lingkungan makan yang tenang. (6) Monitor respons kardiovaskuler dan pernapasan terhadap aktivitas (naiknya denyut nadi tidak lebih dari 20x/menit dari baseline, tidak munculnya sesak napas). (7) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, dimulai dari aktivitas di tempat tidur, lalu duduk, berdiri, dan berjalan jarak pendek. (8) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat guna mendukung pemulihan energi. Pendekatan manajemen energi sangat krusial karena kelemahan dan intoleransi aktivitas dapat memperlambat pemulihan, meningkatkan risiko komplikasi seperti atelektasis, dan memperburuk kondisi nutrisi pasien.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan keluhan utama pasien yaitu "Susah Makan" yang dapat menyebabkan asupan energi dan protein tidak mencukupi, terutama dalam kondisi penyakit yang meningkatkan kebutuhan metabolisme seperti infeksi saluran pernapasan.
Kode SLKI: 1102
Deskripsi : Status nutrisi. Tujuan intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan asupan nutrisi sehingga memenuhi kebutuhan tubuh untuk proses penyembuhan, pemeliharaan fungsi imun, dan pencegahan katabolisme otot. Indikator keberhasilannya meliputi peningkatan nafsu makan dan kemampuan makan pasien, peningkatan berat badan atau setidaknya stabilisasi berat badan (tidak turun), peningkatan nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin atau hemoglobin jika diperiksa), serta peningkatan kekuatan dan perasaan berenergi. Pada pasien dengan sesak napas, makan seringkali menjadi aktivitas yang melelahkan, sehingga SLKI ini sangat terkait dengan SLKI toleransi aktivitas.
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : Manajemen nutrisi. Intervensi ini melibatkan tindakan untuk memastikan pasien menerima asupan makanan dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tindakan spesifik yang dapat dilakukan adalah: (1) Kaji pola makan biasa, kesukaan, dan ketidaksukaan pasien. (2) Timbang berat badan secara teratur dan monitor trend-nya. (3) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas dari bau yang tidak sedap, dan minim gangguan. (4) Sajikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering (misalnya 5-6 kali sehari) untuk mengurangi rasa kenyang dan sesak setelah makan. (5) Pilih makanan dengan tekstur lunak, mudah dikunyah dan ditelan, serta tinggi kalori dan protein (seperti bubur fortifikasi, susu, puding, telur). (6) Anjurkan pasien untuk beristirahat sebelum waktu makan untuk menghemat energi. (7) Bantu pasien dalam posisi makan yang nyaman, biasanya posisi duduk tegak atau semi-Fowler untuk memudahkan menelan dan mencegah aspirasi. (8) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. (9) Monitor dan catat jumlah asupan makanan dan cairan setiap hari. (10) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk perencanaan diet yang sesuai dan pemberian suplementasi nutrisi oral jika diperlukan. (11) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan. Intervensi nutrisi yang adekuat merupakan fondasi penting untuk pemulihan, karena status nutrisi yang baik akan meningkatkan sistem imun, memperbaiki fungsi otot pernapasan, dan mempercepat penyembuhan jaringan.
-
Article No. 24958 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran ku lemah, kes somnolent TD : 179/107--144 HR : 88 RR : 22 S : 36.2 SPO2 : 98 GDS : 338 mg/dl
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolent) pada Pasien Hiperglikemia
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Pemantauan Kadar Glukosa Darah
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI 0016 - Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah): Diagnosa ini ditetapkan berdasarkan data pasien yang menunjukkan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) sangat tinggi yaitu 338 mg/dl, disertai dengan penurunan kesadaran (somnolent). Somnolent adalah keadaan mengantuk yang abnormal di mana pasien dapat dibangunkan dengan rangsangan, tetapi kembali tertidur jika rangsangan dihentikan. Kondisi ini sangat mungkin merupakan manifestasi dari hiperglikemia berat yang dapat berkembang menjadi keadaan darurat hiperglikemik seperti Ketoasidosis Diabetik (DKA) atau Status Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS). Data tekanan darah yang tinggi (179/107--144) juga dapat menjadi respons stres tubuh terhadap kondisi hiperglikemia dan ketidakseimbangan metabolik. SDKI ini didefinisikan sebagai keadaan rentan terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan. Pada kasus ini, risiko telah menjadi realita (aktual) yang dimanifestasikan dengan nilai GDS yang sangat tinggi dan perubahan status mental.
Luaran Keperawatan (SLKI 1401 - Pengendalian Kadar Glukosa Darah): SLKI ini adalah tujuan atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Luaran yang diharapkan untuk pasien ini adalah tercapainya pengendalian kadar glukosa darah. Kriteria luaran yang spesifik mencakup: (1) Kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan – target jangka pendek adalah menurunkan kadar glukosa secara bertahap dan aman untuk mencegah edema serebral; (2) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia atau hiperglikemia – dalam hal ini, tanda hiperglikemia (somnolent, poliuria, polidipsia) harus berkurang dan hilang; (3) Tingkat kesadaran membaik – dari somnolent menjadi compos mentis (sadar penuh); dan (4) Tanda-tanda vital stabil – tekanan darah dan frekuensi napas yang meningkat sebagai kompensasi awal diharapkan kembali ke rentang normal seiring terkendalinya gula darah. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan manajemen kondisi akut pasien.
Intervensi Keperawatan (SIKI 3501 - Pemantauan Kadar Glukosa Darah): Intervensi utama yang harus dilakukan perawat berdasarkan kondisi pasien adalah pemantauan ketat kadar glukosa darah. SIKI ini didefinisikan sebagai pengukuran kadar glukosa darah secara berkala untuk mendeteksi variasi dan mengevaluasi efektivitas terapi. Aktivitas keperawatan yang spesifik dan kritis dalam kasus ini meliputi: (1) Melakukan pemeriksaan glukosa darah dengan glukometer secara berkala (misal: setiap 1-2 jam awal) untuk memantau tren penurunan gula darah; (2) Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia berat dan hipoglikemia – memantau status neurologis (kesadaran) secara kontinu, mengobservasi pola napas (Kussmaul jika ada asidosis), dan tanda dehidrasi; (3) Melaporkan hasil yang tidak normal – melaporkan GDS 338 mg/dl dan penurunan kesadaran segera kepada dokter untuk mendapatkan terapi insulin dan cairan intravena; (4) Memantau tanda-tanda vital – tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu seperti yang telah dilakukan; serta (5) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium lain seperti elektrolit, keton darah atau urin, dan osmolalitas darah jika tersedia. Intervensi ini harus dilengkapi dengan SIKI lain seperti Pengelolaan Hiperglikemia (3502) (misalnya membantu pemberian insulin sesuai instruksi dokter) dan Pemantauan Neurologis (0701) untuk mendeteksi perubahan kesadaran lebih lanjut. Pendekatan kolaboratif dengan tim medis sangat penting untuk menangani kondisi gawat darurat metabolik ini.
-
Article No. 24959 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien datang dengan penurunan kesadaran + sejak jam 15.00, sesak nafas + riw stroke 2 bulan yll, post kontrol tgl 7 KU Lemah, koma, stress ulcer GCS E1V1M1 TD 113/92 mmHg HR 92 x/mnt RR 20 x/mnt S 36,3 C SPO2 96 % dengan O2 15 lpm NRM + 5 lpm NK Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan, luka dikubictus di sacrum Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik sulit dievaluasi Kekuatan motorik sulit dievaluasi Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 14.41 g/dL Lekosit : 23.28 ribu/µL Trombosit : 235 ribu/µL Neutrofil : 94.9 % Limfosit : 1.6 % Natrium (Na) : 106 mmol/L Kalium (K) : 4.5 mmol/L Chlorida (Cl) : 70 mmol/L Calsium (Ca2+) : 0.9 mmol/L pH : 7.64 Glukosa Darah Sewaktu : 141 mg/dL Ureum : 242.2 mg/dL Kreatinin : 2.64 mg/dL SGOT 65 SGPT 35 Rontgen 07/04 Kesan : - Pneumonia bilateral - Besar cor normal Ct scan 07/04 Kesan : - Infark cerebri di pons - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia Bilateral dan Infark Pons
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan suhu tubuh adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami kegagalan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Pada pasien ini, meskipun suhu tubuh normal (36.3°C), terdapat faktor risiko signifikan berupa infeksi berat (Leukositosis 23.28 ribu/µL, Neutrofil 94.9%, dan pneumonia bilateral) yang dapat dengan cepat berkembang menjadi hipertermia atau, dalam kondisi sepsis, menjadi hipotermia. Gangguan neurologis berat (GCS 3) juga mengganggu mekanisme regulasi suhu pusat.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien mempertahankan suhu tubuh antara 36,5 – 37,5°C, tidak ada menggigil atau diaforesis berlebihan, dan tanda-tanda vital stabil. Perawat akan memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam), mengobservasi tanda-tanda awal infeksi atau hipertermia, serta menjaga lingkungan yang nyaman. Intervensi juga mencakup pemberian terapi antibiotik sesuai program untuk mengatasi infeksi penyebab, serta manajemen cairan untuk mendukung homeostasis.
Kode SIKI: I.15070
Deskripsi : Manajemen Hipertermia/Hipotermia. Intervensi keperawatan spesifik meliputi: 1) Pemantauan suhu tubuh secara kontinu atau berkala dengan metode yang tepat. 2) Mengidentifikasi faktor penyebab (seperti proses infeksi pneumonia). 3) Melakukan tindakan pendinginan atau penghangatan sesuai indikasi (walau saat ini suhu normal, harus siap dengan protokol jika terjadi perubahan). 4) Mengatur suhu lingkungan ruangan. 5) Kolaborasi pemberian antipiretik atau antibiotik sesuai resep. 6) Memantau tanda-tanda dehidrasi atau syok. Pada pasien koma, prioritas adalah pencegahan fluktuasi suhu ekstrem melalui lingkungan termal yang netral dan terapi sumber infeksi yang agresif.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia Bilateral dan Infark Pons
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas. Pada pasien dengan GCS E1V1M1 (koma dalam), refleks batuk dan menelan sangat terganggu atau hilang, meningkatkan risiko akumulasi sekret, aspirasi, dan atelektasis. Temuan fisik SDV +/+, RBK +/+, dan pneumonia bilateral pada rontgen mengkonfirmasi adanya sekret yang banyak di saluran napas bawah yang tidak dapat dikeluarkan oleh pasien secara mandiri, sehingga mengancam patensi jalan napas dan pertukaran gas.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil yang diharapkan adalah bunyi napas bersih, tidak ada suara napas tambahan (ronkhi atau wheezing), saturasi oksigen (SpO2) ≥95%, dan tidak ada tanda sianosis atau distress pernapasan. Perawat akan melakukan auskultasi bunyi napas setiap 1-2 jam, memantau pola dan frekuensi napas, serta memastikan saturasi oksigen tetap adekuat dengan terapi oksigen yang diberikan. Posisi semi-fowler atau lateral dapat membantu drainase sekret.
Kode SIKI: I.06012
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, head elevation 30 derajat jika tidak kontraindikasi). 2) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas dan bawah secara rutin dan bila diperlukan berdasarkan auskultasi dan monitor saturasi. 3) Lakukan fisioterapi dada (perkusi, vibrasi, drainase postural) dengan pertimbangan kondisi neurologis dan stabilisasi hemodinamik. 4) Lakukan perawatan mulut dan higiene oral yang ketat setiap 2 jam untuk mengurangi risiko aspirasi dan ventilator-associated pneumonia (VAP). 5) Kolaborasi pemberian nebulizer atau obat bronkodilator jika diperlukan. 6) Monitor status respirasi dan gas darah arteri secara berkala. Pada pasien koma, manajemen jalan napas proaktif dan preventif adalah kunci untuk mencegah hipoksia lebih lanjut.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia Bilateral dan Infark Pons
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada pasien ini, gangguan pertukaran gas terjadi akibat dua masalah utama: pertama, konsolidasi paru dari pneumonia bilateral yang mengurangi luas permukaan alveolus untuk pertukaran gas; kedua, depresi pusat pernapasan di batang otak akibat infark pons, yang dapat menyebabkan pola pernapasan yang tidak adekuat. Meskipun SpO2 96%, hal ini dicapai dengan pemberian oksigen dosis tinggi (15 LPM via NRM + 5 LPM via NK), mengindikasikan adanya defisit pertukaran gas yang signifikan. Analisis gas darah dengan pH 7.64 menunjukkan alkalosis respiratori atau metabolik yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pertukaran gas adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan adalah saturasi oksigen (SpO2) ≥95% dengan dosis oksigen minimal atau tanpa bantuan, tidak ada sesak napas atau sianosis, gas darah arteri dalam rentang normal, dan status mental (bila sadar) baik. Pada pasien koma, fokusnya adalah mempertahankan parameter oksigenasi dan ventilasi melalui dukungan mekanis atau oksigenasi yang adekuat.
Kode SIKI: I.06006
Deskripsi : Manajemen Ventilasi. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Mempertahankan pemberian oksigen sesuai order dan memonitor efektivitasnya melalui SpO2 dan analisis gas darah. 2) Memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan secara ketat. 3) Meningkatkan upaya untuk membersihkan jalan napas (seperti pada diagnosa D.0097) untuk meningkatkan ventilasi alveoli. 4) Kolaborasi dalam terapi nebulisasi, bronkodilator, atau antibiotik untuk mengatasi pneumonia. 5) Mempersiapkan dan mengkolaborasi jika diperlukan ventilasi mekanik, terutama mengingat adanya gangguan batang otak dan beban kerja napas yang mungkin meningkat. 6) Memonitor tanda-tanda kelelahan otot pernapasan dan gagal napas.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia Bilateral dan Infark Pons
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan. Pasien memiliki beberapa faktor risiko infeksi yang sangat tinggi: 1) Adanya infeksi aktif (Pneumonia bilateral dengan leukositosis dan neutrofilia tinggi). 2) Adanya luka terbuka (luka dekubitus di sakrum) sebagai port de entri. 3) Kondisi imobilisasi total (koma) yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan pneumonia nosokomial. 4) Status neurologis berat yang mengganggu mekanisme pertahanan tubuh. 5) Pemakaian alat invasif (kanula oksigen high flow, mungkin kateter urine atau IV line) yang meningkatkan risiko infeksi.
Kode SLKI: L.13001
Deskripsi : Infeksi terkontrol. Kriteria hasil yang diharapkan adalah tanda-tanda infeksi (demam, leukositosis) menurun atau hilang, luka dekubitus menunjukkan tanda penyembuhan tanpa tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, purulen), dan tidak muncul infeksi baru selama perawatan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital dan laboratorium infeksi, serta kondisi luka secara ketat.
Kode SIKI: I.13043
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur perawatan. 2) Melakukan perawatan luka dekubitus dengan teknik steril dan dressing yang sesuai. 3) Melakukan rotasi posisi pasien setiap 2 jam (termasuk posisi lateral) untuk mencegah perluasan luka dekubitus dan memperbaiki ventilasi paru. 4) Melakukan perawatan oral dan higiene tubuh lengkap untuk mengurangi kolonisasi kuman. 5) Memastikan terapi antibiotik sesuai program diberikan tepat waktu. 6) Memonitor dan mer
Article No. 24960 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien datang dengan penurunan kesadaran + sejak jam 15.00, sesak nafas + KU Lemah, koma, stress ulcer GCS E1V1M1 TD 143/90 mmHg HR 111 x/mnt RR 28 x/mnt S 36,5 C SPO2 93 % Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan, luka dikubictus di sacrum Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik sulit dievaluasi Kekuatan motorik sulit dievaluasi Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 14.41 g/dL Lekosit : 23.28 ribu/µL Trombosit : 235 ribu/µL Neutrofil : 94.9 % Limfosit : 1.6 % Natrium (Na) : 106 mmol/L Kalium (K) : 4.5 mmol/L Chlorida (Cl) : 70 mmol/L Calsium (Ca2+) : 0.9 mmol/L pH : 7.64 Glukosa Darah Sewaktu : 141 mg/dL Ureum : 242.2 mg/dL Kreatinin : 2.64 mg/dL SGOT 65 SGPT 35 Rontgen 07/04 Kesan : - Pneumonia bilateral - Besar cor normal Ct scan 07/04 Kesan : - Infark cerebri di pons - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Infark Serebri dan Pneumonia
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan otak adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigenasi pada jaringan otak akibat gangguan sirkulasi darah. Pada kasus ini, kondisi ini telah bermanifestasi menjadi penurunan perfusi yang aktual, ditandai dengan penurunan kesadaran hingga koma (GCS E1V1M1) akibat infark di pons yang terkonfirmasi CT scan. Infark (stroke iskemik) menyebabkan obstruksi aliran darah ke bagian otak tertentu, mengakibatkan nekrosis jaringan dan disfungsi neurologis yang berat. Risiko ini diperberat oleh adanya gangguan elektrolit berat (hiponatremia dan hipokloremia) yang dapat memperburuk edema serebral dan status neurologis. Defisit utama adalah gangguan pada fungsi neurologis sentral yang mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (meskipun pada pasien ini TD dan HR masih tinggi, targetnya adalah stabilisasi); 2) Tidak ada deteriorasi lebih lanjut pada status neurologis (GCS tidak turun); 3) Nilai elektrolit serum (terutama Natrium) menunjukkan perbaikan menuju rentang normal; 4) Tidak terjadi komplikasi lebih lanjut seperti herniasi batang otak. Perawat akan memantau GCS secara ketat, mengevaluasi pupil, memantau tanda-tanda vital dan status pernapasan, serta mengelola pemberian cairan dan elektrolit sesuai resep untuk mengoreksi ketidakseimbangan secara perlahan dan aman. Pemantauan output urin dan fungsi ginjal juga penting mengingat nilai ureum dan kreatinin yang meningkat.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mempertahankan jalan napas paten dan memastikan oksigenasi yang adekuat (dengan oksigen tambahan atau alat bantu napas jika diperlukan, mengingat SPO2 93% dan sesak napas). 2) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan skala GCS setiap jam atau sesuai protokol. 3) Memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4) Menghindari manipulasi leher yang dapat mengganggu aliran darah serebral. 5) Meminimalkan stimulasi (suara, cahaya) yang tidak perlu untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial. 6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, khususnya Natrium, dengan ketat. Pemberian cairan hipertonik (seperti NaCl 3%) mungkin diperlukan di bawah pengawasan ketat untuk mengoreksi hiponatremia berat secara bertahap. 7) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi medis seperti antikoagulan/antiplatelet (jika indikasi), terapi elektrolit, dan antibiotik untuk pneumonia yang mendasari. 8) Melakukan perawatan kulit yang intensif (mengubah posisi, menggunakan alas anti dekubitus) untuk mencegah luka tekan lebih lanjut pada sakrum.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia Bilateral
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana seorang individu mengalami kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada pasien ini, gangguan ini dimanifestasikan oleh sesak napas (+), frekuensi napas meningkat (28x/menit), saturasi oksigen rendah (93%), dan temuan radiologis pneumonia bilateral. Pneumonia menyebabkan konsolidasi dan pengisian alveolus oleh eksudat, sehingga mengurangi luas permukaan untuk pertukaran gas. Kondisi ini diperparah oleh status neurologis pasien yang koma, yang menyebabkan refleks batuk tidak efektif, risiko aspirasi, dan ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi jalan napas. Defisit utama adalah hipoksemia yang dapat memperburuk kerusakan neurologis dan memicu kegagalan multi organ.
Kode SLKI: L.03023
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Saturasi oksigen (SPO2) ≥95% dengan bantuan oksigen yang sesuai. 2) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit) dengan usaha napas yang tidak berat. 3) Suara napas tambahan (ronki basah halus) berkurang atau hilang. 4) Hasil analisis gas darah menunjukkan nilai dalam rentang normal (pH 7.35-7.45, PaO2 >80 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg). 5) Tidak ada tanda sianosis. Perawat akan mengevaluasi parameter pernapasan, warna kulit, dan status oksigenasi secara berkala untuk mencapai tujuan ini.
Kode SIKI: I.09007
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memastikan jalan napas paten, mungkin memerlukan pemasangan airway atau intubasi endotrakeal jika ada tanda gagal napas. 2) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan resep untuk mempertahankan SPO2 >95%. 3) Melakukan fisioterapi dada (seperti postural drainage dan perkusi) dengan hati-hati sesuai kondisi pasien yang tidak sadar dan adanya infark serebri. 4) Melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara steril dan tepat indikasi untuk membersihkan sekresi. 5) Memposisikan pasien dengan posisi semi-fowler atau miring untuk memaksimalkan ekspansi paru dan memudahkan drainase sekresi. 6) Memonitor status pernapasan (irama, kedalaman, usaha) dan auskultasi suara napas setiap jam atau sesuai kebutuhan. 7) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik spektrum luas sesuai hasil kultur dahak dan sensitivitas untuk mengatasi infeksi pneumonia. 8) Memantau analisis gas darah secara berkala untuk menilai efektivitas terapi.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Ketidakseimbangan Nutrisi terkait Status Imun dan Stress Ulcer
Kode SDKI: D.0128
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami invasi oleh patogen patogen. Pada pasien ini, risiko ini sangat tinggi ditandai dengan: 1) Leukositosis tinggi (23.28 ribu/µL) dengan neutrofil dominan (94.9%), yang mengindikasikan infeksi bakteri aktif (pneumonia). 2) Adanya luka dekubitus di sakrum yang merupakan port de entri bagi mikroorganisme. 3) Status imunodepresi relatif ditunjukkan oleh limfopenia berat (1.6%). 4) Pasien koma dengan pemasangan alat invasif (seperti infus, mungkin kateter urine) meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Selain itu, kondisi kritis dan stress ulcer berisiko menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Defisit utama adalah gangguan pada mekanisme pertahanan tubuh dan integritas kulit.
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : Risiko infeksi berkurang. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda infeksi (demam, leukositosis) menunjukkan perbaikan. 2) Luka dekubitus menunjukkan tanda penyembuhan (kering, granulasi, tidak ada pus). 3) Tidak muncul infeksi baru atau sepsis. 4) Nilai laboratorium (leukosit, neutrofil, limfosit) bergerak menuju rentang normal. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, kondisi luka, dan hasil laboratorium untuk mengevaluasi kriteria ini.
Kode SIKI: I.11282
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur invasif dan perawatan luka. 2) Melakukan perawatan luka dekubitus secara teratur dengan teknik steril, menggunakan balutan yang sesuai. 3) Mengubah posisi pasien setiap 2 jam secara terjadwal untuk mengurangi tekanan dan memperbaiki sirkulasi area luka. 4) Memantau tanda-tanda sistemik infeksi (suhu, leukosit) dan lokal (kemerahan, bengkak, nyeri, pus pada luka). 5) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik sesuai program dan evaluasi respons terapi. 6) Meningkatkan pertahanan host dengan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, baik secara enteral (melalui NGT) maupun parenteral jika diperlukan. 7) Memberikan profilaksis stress ulcer (seperti PPI/ H2 blocker sesuai resep) untuk mencegah perdarahan saluran cerna. 8) Mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien merupakan intervensi fundamental.
Article No. 24961 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien dgn ca rectum post kemo terapi dan post radioterapi,nyeri saat bab ada penurunan bb
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri terkontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Mengenali onset nyeri. 4) Menggunakan terapi farmakologi sesuai indikasi. 5) Menggunakan terapi non farmakologi sesuai indikasi. 6) Mempertahankan aktivitas sesuai kemampuan. 7) Mempertahankan interaksi sosial. 8) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Monitor lokasi, karakteristik, durasi, faktor presipitasi, dan skala nyeri. 2) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 3) Kaji pengalaman nyeri sebelumnya. 4) Kaji dampak nyeri terhadap aktivitas, tidur, nafsu makan, dan interaksi sosial. 5) Ajarkan penggunaan skala nyeri. 6) Berikan analgetik sesuai indikasi. 7) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai ketentuan. 8) Evaluasi efektivitas analgetik. 9) Anjurkan teknik non farmakologi (relaksasi, distraksi, kompres hangat/dingin). 10) Atur posisi untuk kenyamanan. 11) Dukung untuk beraktivitas sesuai toleransi. 12) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. 13) Fasilitasi dukungan spiritual.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1103
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 2) Berat badan dalam rentang normal. 3) Kadar albumin dalam rentang normal. 4) Kadar hemoglobin dalam rentang normal. 5) Tidak ada tanda malnutrisi (rambut rontok, kulit kering, iritabilitas). 6) Memiliki energi untuk beraktivitas.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan keperawatan: 1) Monitor asupan makanan dan cairan setiap hari. 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Kaji faktor penyebab penurunan asupan (mual, nyeri, anoreksia, mukositis). 4) Kaji tanda klinis malnutrisi. 5) Kolaborasi pemeriksaan laboratorium (albumin, hemoglobin). 6) Berikan diet tinggi kalori dan protein sesuai toleransi. 7) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering. 8) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman. 9) Atur posisi yang nyaman saat makan. 10) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. 11) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau terapi medis. 12) Ajarkan pentingnya nutrisi untuk pemulihan dan melawan infeksi. 13) Rujuk ke ahli gizi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi oleh patogen.
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, pus). 2) Tanda vital dalam rentang normal. 3) Jumlah leukosit dalam rentang normal. 4) Melakukan perilaku pencegahan infeksi. 5) Luka bersih, kering, dan tidak kemerahan.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Proteksi Infeksi. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda vital, khususnya suhu. 2) Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik/lokal. 3) Kaji faktor risiko (imunosupresi akibat kemoterapi, integritas kulit/mukosa). 4) Anjurkan dan lakukan cuci tangan. 5) Pertahankan teknik aseptik dalam prosedur. 6) Lakukan perawatan kulit dan area perianal dengan lembut dan bersih, terutama setelah BAB. 7) Anjurkan kebersihan diri. 8) Batasi pengunjung yang sakit. 9) Kolaborasi pemantauan hitung leukosit. 10) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. 11) Ajarkan pasien/keluarga tanda infeksi dan kapan harus melapor. 12) Anjurkan untuk menghindari kerumunan.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Perasaan lelah yang berkepanjangan dan menetap serta penurunan kapasitas untuk pekerjaan fisik dan mental pada tingkat biasa.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Kontrol Kelelahan. Kriteria hasil: 1) Menyatakan peningkatan energi. 2) Melaporkan penurunan perasaan lelah. 3) Melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 4) Mempertahankan aktivitas sehari-hari. 5) Tidur dan istirahat cukup.
Kode SIKI: 2240
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji tingkat kelelahan (skala). 2) Kaji faktor penyebab (efek pengobatan, anemia, nyeri, stres psikologis). 3) Monitor pola tidur dan istirahat. 4) Rencanakan jadwal aktivitas dan istirahat seimbang. 5) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 6) Bantu aktivitas perawatan diri jika diperlukan. 7) Anjurkan teknik penghematan energi (duduk saat mandi, istirahat antaraktivitas). 8) Atur lingkungan yang tenang untuk istirahat. 9) Kolaborasi penanganan penyebab yang dapat dikoreksi (misal: anemia). 10) Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi stres. 11) Ajarkan keluarga untuk mendukung dalam aktivitas.
Article No. 24962 | 08 Apr 2026
Klinis : keluhan : Pasien dengan penurunan kesadaran, lama berbaring ku lemah,coma,sesak nafas Mata: CA +/+, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: Simetris ka/ki, sela iga tampak Paru: SDV +/+ , RBK +/+, wh-/- Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2 detik, edema -/- LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 7.32 g/dL Eritrosit : 3.16 juta/µL Hematokrit : 22.7 % Index Eritrosit MCV : 71.7 fL MCH : 23.1 pg MCHC : 32.3 g/dL Lekosit : 7.14 ribu/µL Trombosit : 177 ribu/µL RDW-CV : 18.98 % MPV : 4.95 fL Hitung Jenis Neutrofil : 86.6 % Limfosit : 8.1 % Monosit : 3.5 % Eosinofil : 0.08 % Basofil : 1.6 % Total Neutrofil : 6.19 ribu/µL Total Lymphosit : 0.58 ribu/µL Total Monosit : 0.25 ribu/µL Total Eosinofil : 0.01 ribu/µL Total Basofil : 0.12 Golongan Darah : B KIMIA KLINIK Elektrolit Natrium (Na) : 121 mmol/L --> 131 Kalium (K) : 4.7 mmol/L --> 3.3 Chlorida (Cl) : 89 mmol/L --> 95 Calsium (Ca2+) : 1.0 mmol/L --> 1.0 pH : 7.55 --> 7.25 Glukosa Darah Sewaktu : 83 mg/dL Fungsi Ginjal Ureum : 113.5 mg/dL Kreatinin : 0.57 mg/dL Fungsi Hati Albumin : 2.00 g/dL --> 2.10 Analisa Gas Darah pH : 7.41 PCO2 : 24.7 mmHg PO2 : 147 mmHg SO2 : 99.0 % Calculated HCO3 : 15.7 mmol/L TCO2 : 16.0 mmol/L Base (Ecf) : -9.0 mmol/L Lactat : 1.2 mmol/L Rontgen thorax 6/4/26 Kesan : Pleuropneumonia dextra dan besar cor tak valid dinilai
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Risiko Infeksi terkait Pleuropneumonia dan Anemia
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan ketika terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Pada kasus ini, didukung oleh temuan klinis sesak nafas, hasil AGD menunjukkan alkalosis respiratori (pH 7.55, PCO2 24.7) yang mungkin kompensasi terhadap asidosis metabolik (HCO3 15.7 rendah), serta temuan radiologis pleuropneumonia dextra yang secara langsung mengganggu fungsi alveolus. Penurunan kesadaran dan kelemahan juga dapat menjadi manifestasi dari hipoksia. Kondisi ini diperberat oleh anemia berat (Hb 7.32 g/dL) yang mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen darah.
Kode SLKI: L.04016
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada pemulihan status pernapasan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak ada sesak nafas atau penggunaan otot bantu pernapasan, saturasi oksigen (SpO2) >94% dalam udara ruangan atau sesuai target, hasil analisa gas darah dalam batas normal atau sesuai kondisi pasien, serta bunyi napas bersih atau sesuai kondisi dasar. Intervensi keperawatan akan diarahkan untuk mencapai kriteria ini melalui pemberian oksigen, fisioterapi dada, pemantauan ketat status pernapasan dan gas darah, serta manajemen sekresi.
Kode SIKI: I.08045
Deskripsi : SIKI ini mencakup serangkaian intervensi manajemen jalan napas. Implementasinya meliputi: memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya) dan status oksigenasi (SpO2, warna kulit, membran mukosa) secara berkala. Melakukan auskultasi bunyi napas setiap 4-8 jam untuk menilai adanya ronki atau penurunan bunyi napas. Memberikan terapi oksigen sesuai order dan memantau efektivitasnya. Melakukan fisioterapi dada seperti postural drainage dan perkusi sesuai indikasi dan toleransi pasien. Meningkatkan mobilisasi bertahap jika memungkinkan. Mengajarkan teknik batuk efektif (pada pasien dengan kesadaran memadai) atau melakukan suction untuk membersihkan jalan napas. Memposisikan pasien dengan head of bed elevated (semi-fowler/fowler) untuk optimasi ekspansi paru. Memastikan hidrasi adekuat untuk mengencerkan sekret. Serta berkolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi seperti antibiotik dan bronkodilator.
Kondisi: Risiko Infeksi terkait Proses Inflamasi dan Penurunan Imunitas
Kode SDKI: D.0028
<>Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana individu rentan terhadap invasi oleh patogen, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada pasien ini, risiko sangat meningkat karena adanya sumber infeksi aktif yaitu pleuropneumonia, yang ditunjukkan oleh leukositosis dan neutrofilia dominan (Neutrofil 86.6%). Selain itu, pasien dengan penurunan kesadaran (coma) dan lama berbaring berisiko tinggi untuk mengalami infeksi nosokomial seperti pneumonia aspirasi atau infeksi saluran kemih. Status gizi yang mungkin terganggu (hipoalbuminemia: Albumin 2.00 g/dL) juga dapat melemahkan respons imun tubuh dalam melawan infeksi yang ada maupun mencegah infeksi baru.
Kode SLKI: L.13064
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi. Kriteria hasilnya adalah: tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi baru (seperti demam, pus, kemerahan, atau peningkatan leukosit di luar kondisi dasar). Tanda-tanda infeksi yang ada (pneumonia) menunjukkan perbaikan, seperti penurunan suhu tubuh, leukosit yang kembali normal, dan resolusi infiltrat pada foto toraks. Intervensi yang dilakukan diharapkan dapat mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa, serta mencegah kontaminasi silang.
Kode SIKI: I.09267
Deskripsi : SIKI ini berfokus pada pengendalian infeksi. Intervensi yang dilakukan meliputi: menerapkan prinsip aseptik dan teknik steril dalam setiap prosedur invasif (seperti pemasangan infus, suction). Mencuci tangan dengan benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien. Memantau tanda-tanda vital terutama suhu tubuh secara teratur. Memantau hasil laboratorium seperti hitung leukosit dan diferensial. Melakukan perawatan kulit dengan cermat untuk mencegah dekubitus, termasuk perubahan posisi secara berkala (setiap 2 jam). Melakukan perawatan mulut dan higiene personal untuk mengurangi reservoir kuman. Mengelola peralatan medis (seperti selang O2, kateter jika ada) dengan benar untuk mencegah infeksi. Meningkatkan asupan nutrisi dan protein untuk mendukung sistem imun. Serta berkolaborasi dalam pemberian antibiotik sesuai program terapi, memastikan ketepatan dosis dan waktu pemberian.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Toileting berpindah terkait Penurunan Kesadaran dan Kelemahan
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Defisit perawatan diri adalah ketidakmampuan individu untuk melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (coma) dan kelemahan umum, ketergantungan total terhadap perawat atau pengasuh dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti kebersihan diri (mandi), eliminasi (toileting), berpakaian, dan makan/minum adalah mutlak. Kondisi ini berisiko menyebabkan penurunan harga diri, rasa tidak nyaman, serta komplikasi fisik seperti iritasi kulit, infeksi, dan kontraktur sendi jika tidak ditangani dengan perawatan yang komprehensif.
Kode SLKI: L.09031
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri pasien. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: kebutuhan kebersihan dan kenyamanan dasar pasien terpenuhi, kulit tetap bersih, utuh, dan lembab. Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda iritasi kulit atau dekubitus. Pasien dapat berpartisipasi sesuai dengan tingkat kesadarannya, misalnya merespons selama perawatan dilakukan. Lingkungan pasien tetap bersih dan rapi.
Kode SIKI: I.04058
Deskripsi : SIKI ini mencakup intervensi perawatan diri secara lengkap. Implementasinya meliputi: membantu memenuhi kebutuhan kebersihan total (mandi di tempat tidur) dengan menggunakan teknik yang aman dan menghormati privasi pasien. Melakukan perawatan mulut secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi. Melakukan perawatan mata jika reflek berkedip menurun (CA +/+). Mengganti pakaian dan linen tempat tidur secara teratur dan bila basah/kotor. Mengatur posisi pasien secara periodik (setiap 2 jam) dan menggunakan bantal untuk menopang area tubuh. Melakukan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas untuk mencegah kekakuan sendi dan kontraktur. Memenuhi kebutuhan eliminasi dengan membantu penggunaan bedpan/urinal atau merawat kateter urine jika terpasang. Selama melakukan perawatan, perawat tetap berkomunikasi dengan pasien, menjelaskan tindakan yang dilakukan, untuk memberikan stimulasi dan menghormati martabatnya.
Article No. 24963 | 08 Apr 2026
Klinis : lemas KU lemah, GCS E4V5M6 TTV J.05.00 D: 85/50 HR: 90 x/m RR: 20 x/m SB: 36,2C SpO2 97% on room air
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.1.2
Deskripsi Singkat: Intoleransi aktivitas adalah keadaan di mana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Kondisi ini ditandai dengan laporan kelelahan atau kelemahan, perubahan tanda vital sebagai respons terhadap aktivitas, dispnea atau ketidaknyamanan saat beraktivitas, serta ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan tingkat kemampuan sebelumnya. Pada pasien dengan kondisi lemas, tekanan darah rendah (85/50 mmHg), dan kekuatan otot (KU) yang lemah, diagnosis ini sangat relevan karena tubuh tidak mampu memenuhi tuntutan energi untuk aktivitas bahkan yang ringan sekalipun. Kelemahan dan hipotensi menunjukkan penurunan kapasitas fungsional sistem kardiovaskuler dan neuromuskuler, yang menjadi dasar ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas secara optimal tanpa menimbulkan gejala atau membahayakan kondisi.
Kode SLKI: L.1.2.1
Deskripsi : SLKI L.1.2.1 adalah Luaran Keperawatan dengan judul "Tingkat Energi Meningkat". Deskripsi luaran ini mencakup serangkaian kriteria yang diharapkan dapat dicapai pasien, antara lain: peningkatan kekuatan otot (dari lemah menjadi baik), peningkatan toleransi terhadap aktivitas (dari mudah lelah menjadi mampu melakukan aktivitas rutin), tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan sebagai respons terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan stabil), serta tidak adanya keluhan lemas, pusing, atau dispnea saat beraktivitas. Dalam konteks pasien, luaran ini bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah mendekati normal, meningkatkan kekuatan otot, dan memastikan bahwa pasien dapat melakukan aktivitas perawatan diri dasar tanpa merasa kelelahan berlebihan atau mengalami penurunan kesadaran. Pencapaian luaran ini diukur melalui observasi klinis, pengukuran tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas, serta laporan subjektif pasien mengenai perasaan energinya.
Kode SIKI: I.1.2.1
Deskripsi : SIKI I.1.2.1 adalah Intervensi Keperawatan dengan judul "Manajemen Energi". Deskripsi intervensi ini meliputi tindakan sistematis untuk mengoptimalkan penggunaan energi pasien yang terbatas. Pertama, perawat akan mengkaji pola dan penyebab kelemahan, termasuk faktor fisiologis seperti hipotensi. Kedua, kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi penyebab dasar hipotensi dan kelemahan (misalnya, pemberian terapi cairan jika diperlukan). Ketiga, merencanakan dan menjadwalkan aktivitas pasien dengan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, memprioritaskan aktivitas penting, dan mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat mandi atau menyisir rambut). Keempat, memantau respons tanda vital (khususnya tekanan darah dan nadi) sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Kelima, memberikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan untuk mencegah pemborosan energi. Keenam, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta tanda-tanda intoleransi aktivitas yang harus diwaspadai. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan dukungan fisiologis, edukasi, dan modifikasi lingkungan untuk membantu pasien beradaptasi dengan kapasitas energinya yang saat ini terbatas.
Article No. 24964 | 08 Apr 2026
Klinis : Penurunan kesadaran Riw : DM (+) ku lemah, kes E1V1M2 TD 128/72 mmHg HR 107 x/mnt RR 21 x/mnt S 37,1 C SPO2 98 % Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Sensorik : sde Motorik : lateralisasi dextra minimal Refleks fisiologis: +3 || +2 +3 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 36 -> 20 -> 20 -> 20 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab 02/04 Hemoglobin 12.02 Lekosit 18.51 Trombosit 1267 DUPLO Neutrofil 79.8 Limfosit 10.8 Natrium (Na) 139 Kalium (K) 4.2 Chlorida (Cl) 106 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.43 Glukosa Darah Sewaktu 15 (L) AST (SGOT) 67 ALT (SGPT) 30 Ureum 231.1 (H) Kreatinin 6.25 (H) Hasil CT Scan Kepala Non-Kontras 03/04/26 Kesan : - Lacunar infark cerebri di temporalis sinistra - Tak tampak massa, perdarahan, infark intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax 03/04/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M2) dengan Latar Belakang Stroke Iskemik (Lacunar Infark) dan Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SLKI: L.03116
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik
Kode SIKI: I.01266
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda neurologis
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M2) dengan Latar Belakang Stroke Iskemik (Lacunar Infark) dan Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Pasien bebas dari cedera
Kode SIKI: I.00891
Deskripsi : Penggunaan restrain atau alat pembatas sesuai indikasi
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M2) dengan Latar Belakang Stroke Iskemik (Lacunar Infark) dan Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0122
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif
Kode SIKI: I.00902
Deskripsi : Manajemen jalan napas
Article No. 24965 | 08 Apr 2026
Klinis : P/B datang diantar keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran sejak pagi ini jam 04.00, sulit diajak komunikasi, badan lemas, tangan kanan gemeter KU lemah, somnolent, stres ulcer terpasang MO, DC, NC 5 lpm, NGT, SP Nicardipin sesuai respon TD 181/92 mmHg HR 76 x/mnt RR 23 x/mnt S 36,9 C SPO2 99 % Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik +/+ Kekuatan motorik 444/444//444/444 Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB 06/04 Hemoglobin 13.79 Lekosit 10.77 Trombosit 203 Neutrofil 84.2 Limfosit 12.1 Glukosa Darah Sewaktu 117 Ureum 19.0 Kreatinin 0.60 Natrium (Na) : 139 Kalium (K) : 4.1 Chlorida (Cl) : 105 Calsium (Ca2+) 1.1 pH : 7.54
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolent) dan Risiko Komplikasi Neurologis/Vaskular
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Pada kasus ini, tekanan darah yang sangat tinggi (181/92 mmHg) dengan pasien somnolen menunjukkan beban kerja jantung yang meningkat dan risiko gagal jantung atau kerusakan organ target (seperti otak yang dimanifestasikan dengan penurunan kesadaran). Hipertensi emergensi ini merupakan faktor utama yang mengancam curah jantung dan perfusi serebral.
Kode SLKI: L.03105
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Intervensi keperawatan ditujukan untuk menurunkan tekanan darah secara terkendali dan aman dengan pemantauan ketat, sesuai dengan terapi Nicardipin yang sedang dijalani pasien. Tujuannya adalah mencapai target tekanan darah yang aman untuk mencegah kerusakan lebih lanjut tanpa menyebabkan hipotensi yang dapat memperburuk perfusi otak. Pemantauan terus menerus terhadap TD, HR, dan status neurologis adalah inti dari kriteria hasil ini, termasuk memastikan efek terapi vasodilator tidak menyebabkan penurunan tekanan yang drastis.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Manajemen Hipertensi. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan: Mempertahankan tirah baring dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30 derajat untuk meningkatkan sirkulasi serebral. Memonitor tekanan darah, nadi, pernapasan, dan status neurologis (GCS, kekuatan motorik) setiap 15-30 menit atau sesuai protokol kondisi krisis hipertensi. Mempertahankan terapi obat vasodilator (Nicardipin) melalui infus dengan pengaturan kecepatan sesuai order dan respons tekanan darah. Memastikan lingkungan tenang, membatasi pengunjung, dan mengurangi stimulasi untuk mencegah peningkatan tekanan darah lebih lanjut. Melakukan kolaborasi dalam pemantauan tekanan arteri invasif jika diperlukan. Memantau tanda-tanda komplikasi seperti sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran lebih lanjut, atau kelemahan fokal (tangan gemeter mungkin tanda awal). Mendokumentasikan semua temuan dan respons terapi secara akurat.
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensorik dan Komunikasi
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Gangguan proses pikir berhubungan dengan faktor fisiologis (penurunan perfusi/oksigenasi serebral sekunder akibat krisis hipertensi). Data utama adalah somnolen (penurunan kesadaran), sulit diajak komunikasi, dan hasil pemeriksaan neurologis yang menunjukkan kemungkinan adanya gangguan fungsi serebral meskipun motorik dan sensorik masih dalam batas normal. Kondisi ini memengaruhi kemampuan pasien dalam memproses informasi dan berespons secara tepat.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Fungsi kognitif dalam rentang yang diharapkan. Tujuan jangka pendeknya adalah mencegah penurunan lebih lanjut dan mendukung pemulihan kesadaran serta fungsi kognitif. Hal ini diukur dengan peningkatan tingkat kesadaran (dari somnolen menjadi lebih responsif), kemampuan untuk mengikuti perintah sederhana, dan kemampuan berkomunikasi secara dasar dengan keluarga atau tim kesehatan. Pemantauan GCS secara serial menjadi indikator utama pencapaian kriteria ini.
Kode SIKI: I.09031
Deskripsi : Surveilans Neurologis. Intervensi ini fokus pada pemantauan ketat dan proteksi terhadap fungsi neurologis. Tindakan meliputi: Menilai status neurologis secara komprehensif dan berkala menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) setiap jam atau sesuai kondisi, termasuk evaluasi pupil, kekuatan motorik (data 4444 menunjukkan kekuatan normal, perlu dipantau trennya), dan refleks. Mempertahankan posisi kepala lurus dan elevasi kepala tempat tidur untuk optimalisasi aliran darah otak. Memonitor tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti perubahan pola napas, muntah proyektil, atau penurunan GCS. Memberikan stimulasi sensorik yang tepat seperti memanggil nama pasien, sentuhan, dan orientasi waktu/tempat/orang setiap kali berinteraksi. Melindungi pasien dari cedera akibat disorientasi atau kelemahan (seperti gemeter). Berkolaborasi dalam pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala jika diperlukan. Mendokumentasikan semua perubahan status neurologis dengan jelas.
Kondisi: Risiko Kerusakan Integritas Kulit dan Mukosa
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan faktor internal (imobilisasi, penurunan kesadaran/somnolen, dan kondisi stres ulcer yang sudah disebutkan). Pasien dengan penurunan kesadaran memiliki risiko tinggi untuk dekubitus karena tidak dapat mengubah posisi sendiri. Selain itu, adanya stres ulcer menunjukkan kerentanan mukosa lambung akibat respons fisiologis stres dari kondisi akutnya, yang diperberat dengan peningkatan tekanan intrakranial atau krisis hipertensi.
Kode SLKI: L.06032
Deskripsi : Integritas kulit tetap utuh. Kriteria ini mencakup tidak hanya kulit tetapi juga membran mukosa (termasuk mukosa lambung). Tujuannya adalah mencegah terjadinya luka dekubitus, memperburuk stres ulcer, atau komplikasi lain seperti ulkus kornea (mengingat refleks berkedip mungkin menurun). Keutuhan kulit dinilai dari tidak adanya kemerahan, lecet, atau kerusakan pada area tulang menonjol seperti sakrum dan tumit.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : Manajemen Tekanan pada Kulit. Intervensi ini meliputi: Melakukan pengkajian kulit secara sistematis setiap 2-4 jam, terutama pada area tekanan (tumit, sakrum, scapula). Melakukan perubahan posisi pasien secara teratur setiap 2 jam dengan teknik yang aman, menggunakan bantal untuk menopang dan mengurangi tekanan. Menggunakan matras anti dekubus jika tersedia. Melakukan perawatan kulit dengan menjaga kebersihan dan kekeringan, terutama setelah berkemih atau BAB. Melakukan perawatan mulut untuk menjaga integritas mukosa oral. Untuk stres ulcer, kolaborasi pemberian terapi proton pump inhibitor (PPI) melalui NGT dan memantau aspirat NGT terhadap tanda perdarahan. Memastikan NGT terpasang dengan aman dan tidak menekan lubang hidung. Melindungi mata jika reflek berkedip menurun dengan penutup mata atau pelumas. Mendokumentasikan kondisi kulit dan mukosa setiap shift.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433