Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23386 | 22 Dec 2025
Klinis : Penurun curah jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 00029
Deskripsi Singkat: Penurunan curah jantung adalah suatu kondisi di mana darah yang dipompa oleh jantung tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801: Pemantauan Curah Jantung. Tujuan dari luaran keperawatan ini adalah pasien menunjukkan perbaikan dalam curah jantung, yang ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien; 2) Denyut nadi dalam rentang normal untuk pasien; 3) Irama jantung reguler; 4) Nadi perifer teraba kuat dan simetris; 5) Kulit hangat dan kering; 6) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik; 7) Haluaran urine adekuat (≥ 30 ml/jam); 8) Status mental biasa; 9) Bunyi jantung jelas; 10) Tidak ada edema paru; 11) Tidak ada dispnea atau ortopnea; 12) Tidak ada distensi vena leher; 13) Nilai hemodinamik dalam batas normal. Pencapaian luaran ini dinilai melalui pemantauan ketat tanda-tanda vital, pemeriksaan fisik kardiovaskuler dan pernapasan, serta pemeriksaan penunjang seperti pengukuran haluaran urine dan pemantauan hemodinamik invasif jika diperlukan.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : SIKI 4320: Manajemen Curah Jantung. Intervensi keperawatan ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk mengoptimalkan volume darah, kontraktilitas miokard, frekuensi jantung, dan afterload guna memastikan suplai darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan tubuh. Tindakan-tindakan utama meliputi: 1) Memantau status kardiovaskuler secara komprehensif dan berkelanjutan, termasuk tekanan darah, denyut nadi (apikal dan radial), bunyi jantung, pengisian kapiler, suhu dan warna kulit, serta status pernapasan. 2) Memantau status cairan dengan ketat, mencakup keseimbangan cairan masuk dan keluar, berat badan harian, serta tanda-tanda kelebihan beban cairan (edema, distensi vena leher, ronki). 3) Mengatur pemberian cairan intravena dan terapi obat-obatan (seperti inotropik, vasodilator, diuretik) sesuai resep dokter dengan kecepatan dan dosis yang tepat, sambil memantau respons dan efek samping. 4) Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan (biasanya 30-45 derajat) untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. 5) Membantu pasien dalam aktivitas sehari-hari dan menjadwalkan periode istirahat yang cukup untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard dan mencegah kelelahan. 6) Memberikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen yang adekuat. 7) Memantau status mental dan haluaran urine sebagai indikator tidak langsung dari perfusi organ vital (serebral dan renal). 8) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang kondisi, pembatasan aktivitas, diet (biasanya rendah garam dan rendah cairan), serta tanda-tanda memburuknya kondisi yang harus dilaporkan. 9) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk terapi lanjutan seperti pemantauan hemodinamik invasif. Defisinya adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif, yang dapat disebabkan oleh faktor preload (seperti hipovolemia atau kelebihan cairan), kontraktilitas (seperti infark miokard, kardiomiopati), afterload (seperti hipertensi, stenosis aorta), atau frekuensi/irama jantung (seperti takikardia, bradikardia, aritmia). Kondisi ini mengakibatkan perfusi jaringan yang tidak adekuat, yang berdampak pada semua sistem organ, dan berpotensi mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
-
Article No. 23387 | 22 Dec 2025
Klinis : Penurun curah jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 00029
Deskripsi Singkat: Penurunan curah jantung adalah suatu kondisi di mana darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perawat mengelola penurunan curah jantung untuk mencapai curah jantung yang adekuat. Intervensi keperawatan mencakup: 1) Memonitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan status hemodinamik secara ketat dan berkelanjutan. 2) Mengkaji adanya tanda dan gejala penurunan perfusi seperti kulit pucat, dingin, sianosis, penurunan kesadaran, penurunan output urin, dan nyeri dada. 3) Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan (semi fowler/fowler) untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. 4) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan resep untuk mempertahankan saturasi oksigen yang adekuat. 5) Mengatur keseimbangan cairan dengan memantau asupan dan keluaran, memberikan cairan intravena sesuai resep dengan kecepatan yang ditentukan, dan membatasi asupan cairan jika diperlukan. 6) Memberikan obat-obatan sesuai resep (seperti inotropik, diuretik, vasodilator) dan memantau efek serta efek sampingnya. 7) Memonitor hasil pemeriksaan diagnostik seperti EKG, foto thorax, dan pemeriksaan laboratorium (elektrolit, enzim jantung). 8) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang kondisi, pengobatan, pembatasan aktivitas, dan tanda-tanda yang perlu dilaporkan. 9) Mendorong istirahat dan membatasi aktivitas untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard. 10) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk meminimalkan stres dan kecemasan.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal atau dapat diterima untuk pasien (tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan). 2) Denyut nadi perifer teraba kuat dan reguler. 3) Warna kulit dan membran mukosa normal (tidak pucat atau sianosis). 4) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik. 5) Status mental baik dan kesadaran penuh. 6) Output urin adekuat (lebih dari 0,5 ml/kgBB/jam). 7) Tidak adanya atau berkurangnya edema paru (tidak ada sesak napas, ronchi, atau ortopnea). 8) Tidak mengeluh nyeri dada atau iskemia. 9) Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik menunjukkan perbaikan (seperti enzim jantung menurun, elektrolit seimbang). 10) Pasien dan keluarga memahami rencana perawatan dan dapat menyebutkan tanda-tanda perburukan yang perlu dilaporkan. 11) Pasien dapat melakukan aktivitas secara bertahap tanpa menimbulkan gejala seperti sesak napas, kelelahan berlebihan, atau takikardia. 12) Parameter hemodinamik (jika dipantau) seperti cardiac output, cardiac index, dan tekanan baji kapiler paru dalam rentang normal.
-
Article No. 23388 | 22 Dec 2025
Klinis : Skenario Kasus : Pasien Dewasa dengan Stroke Akut di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Data Demografi: Nama: Ny. Eni Suryani, usia 68 tahun. Pekerjaan: Pensiunan guru. Riwayat Medis Penting: Hipertensi (>10 tahun, tidak terkontrol baik, minum obat tidak teratur). Diabetes Melitus Tipe 2 (8 tahun, terkontrol buruk dengan diet saja). Fibrilasi Atrial (baru terdiagnosis 1 tahun lalu, minum warfarin tidak teratur). Faktor Risiko Lain: Riwayat merokok ringan (berhenti 5 tahun lalu), kurang aktivitas fisik, diet tinggi garam dan lemak. Alasan Datang ke IGD: Kelumpuhan sebelah tubuh dan bicara pelo yang mendadak sejak 3 jam yang lalu, dibawa keluarga. Anamnesis (Alloanamnesis dari Anak): A. Kronologis Serangan (Time of Onset: 08.00 WIB): Pasien terlihat sehat saat sarapan pukul 07.30. Pukul 08.00, tiba-tiba jatuh dari kursi saat akan berdiri. Kehilangan kekuatan pada tangan dan kaki kanan, tidak bisa mengangkatnya. Bicara menjadi pelo/sulit dimengerti (disartria/afasia). Mulut mencong ke kiri. Tidak ada kejang, muntah proyektil, atau penurunan kesadaran saat kejadian. Terakhir kali pasien terlihat normal: Pukul 07.55 WIB. B. Gejala Saat Ini di IGD: Kelemahan sisi tubuh kanan (hemiparesis kanan): Tidak bisa menggerakkan lengan dan tungkai kanan sama sekali (grade 0/5). Gangguan bicara: Bicara pelo, hanya bisa mengucapkan kata-kata sederhana ("tidak", "ya"), sulit memahami perintah kompleks (afasia motorik/ekspresif dominan). Wajah: Asimetri, sudut mulut kanan melorot (deviasi ke kiri) saat disuruh tersenyum atau menunjukkan gigi. Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, mual, atau penglihatan ganda. Pemeriksaan Fisik di IGD: A. Tanda Vital & Kesadaran: Kesadaran (GCS): 15 (E4, V5, M6) – Sadar penuh. Tekanan Darah: 190/110 mmHg (Hipertensi Emergensi). Nadi: Irregularly irregular, 110x/menit (Fibrilasi Atrial dengan respon ventrikel cepat). Pernapasan: 18x/menit, reguler. Suhu: 36.8°C. SatO2: 97% pada udara ruangan. B. Pemeriksaan Neurologis Fokal (NIH Stroke Scale/NIHSS - Estimasi): Pertanyaan (Kesadaran): Menjawab 2 pertanyaan dengan benar (skor 0). Perintah: Hanya dapat mengikuti 1 dari 2 perintah (tutup mata) (skor 1). Penglihatan: Normal (skor 0). Pergerakan Mata: Normal (skor 0). Visual Field: Normal (skor 0). Motorik Wajah: Paralisis jelas/parsial (skor 2). Motorik Lengan Kanan: Tidak ada gerakan (skor 4). Motorik Lengan Kiri: Gerakan normal melawan tahanan (skor 0). Motorik Tungkai Kanan: Tidak ada gerakan (skor 4). Motorik Tungkai Kiri: Gerakan normal (skor 0). Ataksia: Tidak dapat dinilai karena paresis (skor 0). Sensori: Kehilangan sensori parsial (skor 1). Bahasa (Afasia): Afasia berat/global (skor 3). Dysarthria: Dysarthria berat (skor 2). Extinction/Inattention: Tidak ada (skor 0). Total Skor NIHSS Perkiraan: 17 (Stroke Sedang-Berat). C. Pemeriksaan Jantung & Vaskuler: Auskultasi Jantung: Irama ireguler, murmur tidak jelas. Pemeriksaan Vaskuler: Denyut nadi karotis kanan dan kiri teraba, tidak ada bruit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana individu mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan pergerakan fisik secara mandiri.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan mobilitas fisik. Indikator yang relevan pada kasus Ny. Eni meliputi: (1) Posisi tubuh dipertahankan sesuai indikasi, (2) Kekuatan otot meningkat, (3) Rentang gerak sendi dipertahankan, (4) Melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, dan (5) Menggunakan alat bantu mobilitas dengan tepat. Tujuan keperawatan adalah mencegah komplikasi imobilisasi seperti kontraktur, trombosis, dan dekubitus, serta memulai rehabilitasi dini untuk memulihkan fungsi motorik. Perawat akan melakukan mobilisasi bertahap, latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas kanan yang lumpuh, dan melatih penggunaan ekstremitas kiri yang sehat untuk aktivitas fungsional. Pemantauan terhadap nyeri, kelelahan, dan tanda-tanda komplikasi vaskuler juga menjadi bagian dari luaran yang diharapkan.
Kode SIKI: I.04080
<>Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau memulihkan mobilitas fisik. Pada stroke akut di IGD, intervensi dimulai secara hati-hati dan bersifat protektif. Perawat akan: (1) Melakukan penilaian kemampuan mobilitas dan risiko jatuh menggunakan skala yang valid, (2) Memposisikan pasien dengan posisi tubuh yang anatomis dan nyaman, menggunakan bantal untuk penyangga, dengan perubahan posisi setiap 2 jam untuk mencegah tekanan pada kulit, (3) Melakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif pada ekstremitas kanan yang mengalami hemiplegia untuk menjaga fleksibilitas sendi dan otot, (4) Melatih dan mendorong pasien untuk melakukan aktivitas perawatan diri sebisa mungkin dengan ekstremitas kiri yang sehat (self-care), (5) Menggunakan alat bantu (seperti penyangga kaki, splint) sesuai indikasi untuk mencegah foot drop dan kontraktur, (6) Berkolaborasi dengan fisioterapis untuk rencana mobilisasi dini yang aman, dan (7) Mengajarkan keluarga tentang teknik perawatan posisi dan ROM pasif. Intervensi ini harus memperhatikan kondisi hemodinamik dan neurologis pasien yang belum stabil.
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kondisi di mana individu mengalami penurunan, keterlambatan, atau tidak mampu dalam menerima, memproses, mengirim, dan/atau menggunakan simbol-sistem bahasa.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan kemampuan berkomunikasi. Luaran yang ditargetkan untuk Ny. Eni mencakup: (1) Memahami pesan komunikasi yang disampaikan, (2) Mengungkapkan kebutuhan dasar dan pemikiran dengan metode yang efektif, (3) Menggunakan metode komunikasi alternatif jika diperlukan, dan (4) Berpartisipasi dalam proses terapi wicara. Gangguan afasia ekspresif dan disartria berat menyebabkan pasien frustasi dan isolasi sosial. Tujuan keperawatan adalah membangun saluran komunikasi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan dasar, mengurangi kecemasan, dan memfasilitasi partisipasi dalam perawatan. Perawat akan mengevaluasi pemahaman pasien terhadap instruksi sederhana dan respons terhadap metode komunikasi nonverbal seperti isyarat, gambar, atau papan komunikasi.
Kode SIKI: I.09029
<>Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi kemampuan menerima dan menyampaikan pesan. Intervensi yang akan dilakukan perawat meliputi: (1) Menilai tipe dan tingkat gangguan komunikasi (afasia, disartria) secara komprehensif, (2) Berbicara dengan pelan, jelas, dan menggunakan kalimat sederhana, (3) Memberikan satu instruksi atau pertanyaan dalam satu waktu, (4) Menggunakan alat bantu komunikasi seperti gambar, papan tulis, atau gesture untuk memvalidasi pemahaman pasien, (5) Memberikan waktu yang cukup dan tidak terburu-buru bagi pasien untuk merespons, (6) Melibatkan keluarga dengan mengajarkan metode komunikasi yang efektif, (7) Validasi dan konfirmasi ulang pesan yang disampaikan pasien untuk menghindari kesalahpahaman, (8) Mengurangi gangguan latar belakang (suara TV/radio) saat berkomunikasi, dan (9) Berkolaborasi dengan terapis wicara untuk assessment dan terapi lebih lanjut. Penting untuk selalu menyapa dan berkomunikasi dengan pasien meskipun respons terbatas, untuk menjaga harga diri dan orientasi.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0136
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan fungsi.
Kode SLKI: L.15010
<>Deskripsi : Perfusi serebral pasien tetap adekuat atau membaik. Luaran kritis pada fase akut stroke adalah: (1) Tanda-tanda vital dalam parameter yang ditargetkan (kontrol tekanan darah yang ketat), (2) Status neurologis tidak memburuk (skor NIHSS stabil atau membaik), (3) Tidak terjadi perluasan atau stroke berulang, dan (4) Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga. Mengingat riwayat fibrilasi atrial dan ketidakpatuhan warfarin, risiko tinggi untuk terjadinya perluasan trombus atau embolisasi baru. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan tekanan darah dalam rentang yang ditentukan (seringkali dibiarkan lebih tinggi secara permisif pada fase akut ischemic stroke), memastikan oksigenasi adekuat, dan memantau ketat setiap perubahan neurologis yang dapat mengindikasikan perluasan infark atau edema serebral.
Kode SIKI: I.15043
<>Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau meningkatkan aliran darah arteri dan vena ke otak. Intervensi di IGD bersifat monitoring ketat dan kolaboratif: (1) Memantau status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan GCS dan NIHSS setiap 1-2 jam atau sesuai protokol, (2) Memonitor dan mencatat tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi) secara ketat, serta melaporkan deviasi dari target terapi, (3) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial, (4) Memastikan jalan napas paten dan pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk menjaga saturasi >94%, (5) Mengelola pemberian cairan intravena secara ketat sesuai order untuk menjaga normovolemia dan menghindari hemodilusi atau dehidrasi, (6) Berkolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi sesuai protokol stroke (seperti antihipertensi, antiplatelet/antikoagulan setelah keputusan dokter), (7) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu (suara, cahaya, manipulasi) yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial, dan (8) Mencegah manuver valsava (mengedan) dengan mengelola konstipasi.
Kondisi: Risiko Cedera
<>Kode SDKI: D.0022Deskripsi Singkat: Kondisi dimana individu berisiko mengalami cedera fisik akibat kondisi internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Pasien bebas dari cedera. Luaran ini sangat relevan mengingat kelemahan sebelah tubuh dan gangguan komunikasi yang meningkatkan risiko. Indikatornya meliputi: (1) Lingkungan fisik yang aman, (2) Tidak terjadi jatuh, (3) Tidak mengalami trauma fisik (seperti terbentur), (4) Keluarga dan pasien (jika mampu) memahami faktor risiko cedera, dan (5) Menggunakan alat pelindung atau penunjang dengan benar. Hemiparesis berat membuat pasien sangat tergantung dan tidak stabil. Gangguan komunikasi juga menyulitkan pasien menyampaikan ketidaknyamanan atau kebutuhan untuk berpindah posisi. Tujuan keperawatan adalah menciptakan lingkungan yang aman dan melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari komplikasi cedera sekunder.
Kode SIKI: I.19092
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah jatuh. Intervensi pencegahan cedera yang harus segera diterapkan di IGD: (1) Menempatkan pasien di tempat tidur dengan pagar sisi selalu terpasang dan dalam posisi terendah, (2) Menggunakan restraint yang lembut (soft restraint) atau mittens jika diperlukan untuk mencegah pasien menarik selang infus atau alat lainnya, namun dengan pertimbangan etis dan pemantauan ketat, (3) Menjaga lingkungan sekitar tempat tidur bebas dari barang yang menghalangi, (4) Memastikan lampu penerangan memadai, (5) Selalu memasang sabuk pengaman (seat belt) pada kursi roda atau tandu saat memindahkan pasien, (6) Memberikan penjelasan kepada keluarga tentang risiko jatuh dan pentingnya untuk tidak meningg
Article No. 23389 | 22 Dec 2025
Klinis : Skenario Kasus : Pasien Dewasa dengan Stroke Akut di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Data Demografi: Nama: Ny. Eni Suryani, usia 68 tahun. Pekerjaan: Pensiunan guru. Riwayat Medis Penting: Hipertensi (>10 tahun, tidak terkontrol baik, minum obat tidak teratur). Diabetes Melitus Tipe 2 (8 tahun, terkontrol buruk dengan diet saja). Fibrilasi Atrial (baru terdiagnosis 1 tahun lalu, minum warfarin tidak teratur). Faktor Risiko Lain: Riwayat merokok ringan (berhenti 5 tahun lalu), kurang aktivitas fisik, diet tinggi garam dan lemak. Alasan Datang ke IGD: Kelumpuhan sebelah tubuh dan bicara pelo yang mendadak sejak 3 jam yang lalu, dibawa keluarga. Anamnesis (Alloanamnesis dari Anak): A. Kronologis Serangan (Time of Onset: 08.00 WIB): Pasien terlihat sehat saat sarapan pukul 07.30. Pukul 08.00, tiba-tiba jatuh dari kursi saat akan berdiri. Kehilangan kekuatan pada tangan dan kaki kanan, tidak bisa mengangkatnya. Bicara menjadi pelo/sulit dimengerti (disartria/afasia). Mulut mencong ke kiri. Tidak ada kejang, muntah proyektil, atau penurunan kesadaran saat kejadian. Terakhir kali pasien terlihat normal: Pukul 07.55 WIB. B. Gejala Saat Ini di IGD: Kelemahan sisi tubuh kanan (hemiparesis kanan): Tidak bisa menggerakkan lengan dan tungkai kanan sama sekali (grade 0/5). Gangguan bicara: Bicara pelo, hanya bisa mengucapkan kata-kata sederhana ("tidak", "ya"), sulit memahami perintah kompleks (afasia motorik/ekspresif dominan). Wajah: Asimetri, sudut mulut kanan melorot (deviasi ke kiri) saat disuruh tersenyum atau menunjukkan gigi. Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, mual, atau penglihatan ganda. Pemeriksaan Fisik di IGD: A. Tanda Vital & Kesadaran: Kesadaran (GCS): 15 (E4, V5, M6) – Sadar penuh. Tekanan Darah: 190/110 mmHg (Hipertensi Emergensi). Nadi: Irregularly irregular, 110x/menit (Fibrilasi Atrial dengan respon ventrikel cepat). Pernapasan: 18x/menit, reguler. Suhu: 36.8°C. SatO2: 97% pada udara ruangan. B. Pemeriksaan Neurologis Fokal (NIH Stroke Scale/NIHSS - Estimasi): Pertanyaan (Kesadaran): Menjawab 2 pertanyaan dengan benar (skor 0). Perintah: Hanya dapat mengikuti 1 dari 2 perintah (tutup mata) (skor 1). Penglihatan: Normal (skor 0). Pergerakan Mata: Normal (skor 0). Visual Field: Normal (skor 0). Motorik Wajah: Paralisis jelas/parsial (skor 2). Motorik Lengan Kanan: Tidak ada gerakan (skor 4). Motorik Lengan Kiri: Gerakan normal melawan tahanan (skor 0). Motorik Tungkai Kanan: Tidak ada gerakan (skor 4). Motorik Tungkai Kiri: Gerakan normal (skor 0). Ataksia: Tidak dapat dinilai karena paresis (skor 0). Sensori: Kehilangan sensori parsial (skor 1). Bahasa (Afasia): Afasia berat/global (skor 3). Dysarthria: Dysarthria berat (skor 2). Extinction/Inattention: Tidak ada (skor 0). Total Skor NIHSS Perkiraan: 17 (Stroke Sedang-Berat). C. Pemeriksaan Jantung & Vaskuler: Auskultasi Jantung: Irama ireguler, murmur tidak jelas. Pemeriksaan Vaskuler: Denyut nadi karotis kanan dan kiri teraba, tidak ada bruit 5 diagnosa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan perfusi jaringan otak
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana aliran darah ke jaringan otak tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik, berisiko menyebabkan kerusakan sel/jaringan. Pada kasus stroke iskemik akut, kondisi ini terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak (mungkin oleh emboli dari fibrilasi atrial atau trombus), yang mengakibatkan iskemia dan manifestasi klinis seperti hemiparesis dan afasia.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Luaran ini diharapkan tercapai dengan stabilisasi tanda vital (terutama tekanan darah), pemulihan aliran darah otak (melalui terapi trombolitik jika memenuhi syarat atau tatalaksana lainnya), dan pencegahan perluasan area iskemia. Tanda membaiknya perfusi dapat dilihat dari perbaikan gejala neurologis fokal (misalnya peningkatan kekuatan motorik), kesadaran tetap baik, dan tidak ada penurunan status neurologis lebih lanjut. Perawat berperan dalam pemantauan neurologis ketat (NIHSS), pemberian terapi oksigen jika diperlukan, menjaga posisi kepala datar, serta kolaborasi pemberian obat antihipertensi dan antikoagulan/antiplatelet sesuai protokol.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. Intervensi ini kritis karena area iskemia otak dapat berkembang menjadi edema serebri, yang meningkatkan tekanan intrakranial. Pemantauan meliputi evaluasi kesadaran (GCS) setiap 1-2 jam, ukur dan catat reaksi pupil terhadap cahaya (kesamaan dan ukuran), pantau kekuatan motorik dan pola pernapasan (apakah ada Cheyne-Stokes atau lainnya), serta observasi adanya sakit kepala hebat, muntah proyektil, atau penurunan tingkat kesadaran. Data ini penting untuk deteksi dini komplikasi dan eskalasi perawatan.
Kondisi: Gangguan mobilitas fisik
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan tubuh yang independen dan bertujuan. Pada Ny. Eni, gangguan ini disebabkan oleh kerusakan neurologis pada area motorik otak (hemiparesis kanan grade 0/5), mengakibatkan kelumpuhan total pada ekstremitas kanan. Kondisi ini membuat pasien sangat bergantung pada bantuan untuk aktivitas dasar seperti perubahan posisi, ambulasi, dan ADL, serta berisiko tinggi mengalami komplikasi imobilisasi.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Mobilitas fisik membaik. Luaran ini ditandai dengan peningkatan kekuatan otot dan rentang gerak sendi pada sisi yang terkena, kemampuan melakukan pergerakan di tempat tidur dengan bantuan minimal, dan partisipasi dalam aktivitas latihan yang direncanakan. Tujuan awal di fase akut IGD adalah mencegah komplikasi dan mempertahankan fungsi, bukan pemulihan penuh. Perawat menargetkan pasien dapat berpartisipasi dalam perubahan posisi setiap 2 jam, ekstremitas yang lemah dapat didukung dalam posisi fungsional, dan tidak terjadi kontraktur atau dekubitus.
Kode SIKI: I.10031
Deskripsi : Melakukan mobilisasi. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mengatur posisi tubuh dan memfasilitasi pergerakan sesuai toleransi. Di IGD, mobilisasi mungkin masih terbatas pada tirah baring. Perawat akan melakukan perubahan posisi pasien secara berkala (misalnya miring kanan/kiri, posisi semi-fowler) dengan teknik yang aman, menggunakan bantal untuk menyangga dan menopang ekstremitas yang lumpuh dalam posisi anatomi/netral (mencegah foot drop, shoulder subluxation), serta melakukan latihan rentang gerak pasif (ROM) pada ekstremitas yang lemah untuk mempertahankan fleksibilitas sendi dan sirkulasi darah.
Kondisi: Gangguan komunikasi verbal
Kode SDKI: D.0034
Deskripsi Singkat: Penurunan, keterlambatan, atau tidak mampu dalam menyampaikan atau menerima pesan secara verbal. Pada pasien ini, disebabkan oleh afasia ekspresif (kesulitan membentuk kata) dan disartria (kelemahan otot bicara) akibat lesi di area Broca atau jalur motorik bicara di hemisfer dominan (biasanya kiri). Pasien hanya bisa mengucapkan kata sederhana ("tidak", "ya") dan sulit memahami perintah kompleks, sehingga menghambat penyampaian kebutuhan dan partisipasi dalam perawatan.
Kode SLKI: L.05002
Deskripsi : Komunikasi verbal membaik. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menyampaikan kebutuhan dasar dan merespons percakapan sederhana dengan metode yang efektif (verbal, isyarat, atau alat bantu). Di fase akut, tujuan realistis adalah membangun metode komunikasi pengganti sementara, mengurangi frustrasi pasien, dan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Perawat mengevaluasi keberhasilan dengan kemampuan pasien menjawab pertanyaan ya/toko dengan gerakan mata atau tangan kiri, serta mengikuti satu perintah sederhana dengan panduan.
Kode SIKI: I.11031
Deskripsi : Memfasilitasi komunikasi. Intervensi ini mencakup upaya untuk meningkatkan efektivitas pertukaran informasi. Perawat akan menggunakan metode komunikasi alternatif seperti kartu gambar, papan komunikasi sederhana (gambar kebutuhan dasar: minum, sakit, toilet), atau alat tulis jika tangan kiri masih bisa digunakan. Berbicara dengan pelan, jelas, dan pertanyaan tertutup (ya/tidak). Validasi pemahaman pasien dengan memintanya mengulangi atau menunjukkan. Libatkan keluarga untuk mengenali cara komunikasi non-verbal pasien yang khas. Hindari berbicara seperti kepada anak kecil dan beri waktu cukup untuk merespons.
Kondisi: Risiko injuri
Kode SDKI: D.0351
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau trauma. Risiko pada Ny. Eni sangat tinggi akibat kombinasi dari: 1) Kelemahan fisik berat (hemiparesis) berisiko jatuh dari tempat tidur, 2) Gangguan komunikasi menghambat penyampaian rasa tidak nyaman atau bahaya, 3) Kemungkinan fluktuasi kesadaran atau kejang sebagai komplikasi stroke, dan 4) Lingkungan IGD yang padat dan asing.
Kode SLKI: L.18001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi. Luaran utama adalah keselamatan fisik pasien terjaga selama di IGD. Ini berarti pasien bebas dari jatuh, trauma, luka, atau komplikasi akibat imobilisasi yang tidak aman. Indikatornya termasuk tidak ada laporan kejadian jatuh, tidak ada tanda memar atau lecet akibat pengekangan atau posisi yang salah, serta alat-alat keselamatan (seperti pagar tempat tidur) selalu terpasang dengan benar ketika pasien tidak diawasi langsung.
Kode SIKI: I.25001
Deskripsi : Mencegah cedera. Intervensi ini meliputi tindakan proaktif untuk meminimalkan bahaya lingkungan dan faktor internal pasien. Perawat akan memasang pagar tempat tidur selalu dalam posisi terangkat, menempatkan bel pemanggil dalam jangkauan tangan kiri yang sehat, menggunakan matras anti-decubitus sekaligus untuk kenyamanan dan keamanan, serta memastikan lingkungan sekitar tempat tidur bebas dari barang berbahaya. Penting juga untuk menginformasikan pada semua tim dan keluarga tentang kondisi dan risiko pasien. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda neurologis juga merupakan bagian dari pencegahan cedera sekunder akibat penurunan kesadaran mendadak.
Kondisi: Ansietas (pada keluarga)
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau tidak diketahui sumbernya. Dalam konteks ini, ansietas dialami oleh keluarga (anak pasien) yang menyaksikan perubahan mendadak dan dramatis pada kondisi ibu mereka (lumpuh, bicara pelo), ketidakpastian prognosis, serta lingkungan IGD yang berisik dan serba cepat. Ansietas ini dapat mengganggu kemampuan keluarga dalam memberikan dukungan dan memahami informasi dari tim medis.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Ansietas teratasi. Luaran yang diharapkan adalah keluarga menunjukkan penurunan tanda-tanda ansietas (seperti wajah tegang, banyak bertanya berulang, atau diam membeku) dan mampu mengungkapkan perasaannya serta memahami informasi yang diberikan. Keluarga tampak lebih tenang, kooperatif, dan dapat berpartisipasi dalam perawatan pasien sesuai panduan, misalnya membantu dalam komunikasi atau menjaga posisi pasien.
Kode SIKI: I.14043
Deskripsi : Memberikan dukungan psikologis. Intervensi ini bertujuan mengurangi distress emosional melalui pendekatan terapeutik. Perawat akan memberikan informasi yang jelas, jujur, dan konsisten tentang kondisi pasien, rencana pemeriksaan (seperti CT scan), dan
Article No. 23390 | 22 Dec 2025
Klinis : Nyeri akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi oleh individu. Intervensi ini mencakup pendekatan farmakologis dan non-farmakologis yang komprehensif. Secara farmakologis, perawat bertanggung jawab dalam pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek sampingnya, serta menerapkan prinsip pemberian obat tepat (waktu, dosis, cara, pasien). Pendekatan non-farmakologis meliputi teknik distraksi seperti mendengarkan musik, menonton TV, atau mengobrol; teknik relaksasi seperti napas dalam dan relaksasi otot progresif; serta modalitas fisik seperti kompres hangat atau dingin, masase, dan reposisi. Perawat juga mengedukasi pasien dan keluarga tentang skala nyeri, cara melaporkan nyeri, dan teknik penanganan nyeri mandiri. Manajemen lingkungan untuk mengurangi pemicu nyeri dan memfasilitasi kenyamanan juga merupakan bagian integral. Evaluasi berkelanjutan menggunakan skala nyeri yang valid dilakukan sebelum dan setelah intervensi untuk menilai hasilnya. Tujuan akhirnya adalah mengurangi persepsi nyeri, meningkatkan kenyamanan, dan memungkinkan pasien berfungsi secara optimal.
Kode SIKI: 4418
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup berbagai aspek respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Pasien mampu mendemonstrasikan ekspresi wajah dan postur tubuh yang rileks, tidak menunjukkan tanda-tanda ketegangan atau gelisah. Pasien melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya, dari skala 7 ke 3 pada skala 0-10) menggunakan alat pengukuran nyeri yang standar. Pasien menunjukkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan, seperti mobilisasi, interaksi sosial, atau istirahat tidur yang cukup, tanpa terganggu oleh nyeri. Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu dan meredakan nyeri, serta mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri. Tanda-tanda vital pasien (seperti denyut nadi dan tekanan darah) berada dalam rentang normal untuk pasien tersebut, yang dapat mengindikasikan berkurangnya respons stres terhadap nyeri. Pasien melaporkan peningkatan dalam kualitas tidur dan nafsu makan. Selain itu, pasien menyatakan puas dengan manajemen nyeri yang diterima dan merasa memiliki kendali atas situasi nyeri yang dialami. Pencapaian kriteria ini menunjukkan keberhasilan intervensi keperawatan dalam menangani pengalaman nyeri akut secara holistik.
Article No. 23391 | 22 Dec 2025
Klinis : pola napas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh, yang dapat ditandai dengan perubahan frekuensi, irama, atau kedalaman pernapasan, penggunaan otot bantu pernapasan, dispnea, sianosis, dan penurunan saturasi oksigen.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Perawatan untuk mempertahankan pola napas efektif dengan kriteria hasil: 1) Pola napas kembali efektif ditandai dengan frekuensi napas dalam rentang normal, irama teratur, dan tidak ada dispnea atau penggunaan otot bantu napas. 2) Pertukaran gas adekuat ditandai dengan saturasi oksigen (SpO2) ≥95% dalam udara ruangan (atau sesuai target kondisi pasien), tidak ada sianosis, dan gas darah arteri dalam batas normal. 3) Pasien menunjukkan upaya untuk mempertahankan jalan napas paten dan pola napas efektif, seperti mampu melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif sesuai instruksi. 4) Pasien dan keluarga memahami faktor penyebab dan upaya pencegahan pola napas tidak efektif.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Manajemen Pola Napas, yang meliputi intervensi: 1) Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. 2) Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya abnormalitas seperti wheezing, ronki, atau penurunan suara napas. 3) Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru, kecuali kontraindikasi. 4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 6) Berikan oksigen sesuai program terapi dan monitor efektivitasnya. 7) Lakukan suction untuk membersihkan jalan napas dari sekret jika diperlukan. 8) Monitor status oksigenasi melalui pulse oximetry dan analisa gas darah sesuai kebutuhan. 9) Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburupola napas. 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian bronkodilator, nebulizer, atau terapi farmakologi lainnya. 11) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala gangguan pernapasan yang perlu dilaporkan serta pentingnya menghindari faktor pencetus seperti alergen atau asap rokok.
Article No. 23392 | 22 Dec 2025
Klinis : pola napas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman individu atau kelompok tentang gangguan inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : Perawat mengelola pola napas tidak efektif. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan ini adalah untuk memulihkan atau mempertahankan pola pernapasan yang efektif dan memadai untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh. Manajemen ini mencakup serangkaian tindakan yang komprehensif, dimulai dari pengkajian yang mendalam terhadap frekuensi, irama, kedalaman napas, serta penggunaan otot bantu pernapasan. Perawat akan memantau status oksigenasi melalui tanda-tanda vital dan jika memungkinkan, pemantauan saturasi oksigen (SpO2). Posisi tubuh pasien dioptimalkan untuk memudahkan ekspansi dada, seperti posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi. Lingkungan diatur untuk memastikan sirkulasi udara yang baik dan mengurangi alergen atau iritan. Perawat juga akan melatih dan mendukung pasien dalam teknik pernapasan efektif, seperti pernapasan diafragma atau bibir mengerucut, serta teknik batuk efektif untuk membersihkan jalan napas. Jika diperlukan, terapi oksigen akan diberikan sesuai resep dan protokol, dengan pemantauan ketat terhadap respons pasien dan keamanan alat. Manajemen nyeri juga menjadi bagian penting, terutama jika nyeri menghambat pernapasan dalam. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi, teknik pernapasan, pengobatan, dan tanda-tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan merupakan komponen kunci untuk keberhasilan manajemen jangka panjang dan pencegahan komplikasi.
Kode SIKI: 3350
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini berfokus pada tindakan spesifik untuk memastikan patensi dan kebersihan jalan napas, yang merupakan fondasi dalam mengatasi pola napas tidak efektif. Tindakan ini meliputi: (1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala tempat tidur ditinggikan). (2) Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan, seperti perkusi, vibrasi, dan drainase postural untuk membantu mobilisasi sekret. (3) Lakukan penghisapan lendir (suction) pada jalan napas atas dan/atau bawah (jika pasien terintubasi) dengan teknik steril untuk membersihkan sekret yang menghambat. (4) Bantu dan ajarkan pasien latihan napas dalam dan batuk efektif setiap 1-2 jam. (5) Berikan nebulisasi atau terapi inhalasi sesuai program untuk melembabkan jalan napas dan melonggarkan sekret. (6) Pantau dan catat karakteristik sputum (jumlah, warna, konsistensi). (7) Lakukan rotasi dan mobilisasi pasien secara teratur untuk mencegah stasis sekret. (8) Dorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. (9) Auskultasi suara napas sebelum dan sesudah intervensi untuk mengevaluasi keefektifan tindakan. (10) Pastikan alat bantu jalan napas (seperti kanula nasal, masker, atau alat humidifikasi) berfungsi dengan baik dan digunakan dengan benar. Setiap tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan pasien, serta prinsip pencegahan infeksi.
Article No. 23393 | 22 Dec 2025
Klinis : Skenario Kasus : Kunjungan Pertama Ibu Hamil (Antenatal Care/ANC) di Klinik Anisa Data Demografi: Nama: Ny. Sari, usia 28 tahun. Pendidikan: S1. Pekerjaan: Guru SD. Suami: Tn. Budi, 30 tahun, karyawan swasta. Status: Hamil pertama, usia kehamilan diperkirakan 10 minggu. Alamat: Perumahan Griya Asri, Kota Sehat. Alasan Kunjungan: Konfirmasi kehamilan dan pemeriksaan kehamilan pertama. Anamnesis (Wawancara): A. Riwayat Menstruasi dan Kehamilan Saat Ini: HPHT: 1 Januari 2025. Siklus haid: teratur, 28-30 hari, lamanya 5 hari. Tanda-tanda kehamilan: mual (terutama pagi), muntah sesekali, payudara tegang, lemas, dan telat haid 6 minggu. Sudah tes pack mandiri: hasil positif 2 minggu yang lalu. Keluhan utama: Mual cukup mengganggu nafsu makan, tetapi belum sampai muntah berlebihan (hiperemesis). B. Riwayat Kesehatan: Penyakit dahulu/saat ini: Tidak ada riwayat hipertensi, diabetes, jantung, asma, tuberkulosis, hepatitis, atau penyakit kronis lain. Riwayat operasi: Tidak ada. Alergi: Tidak ada alergi obat atau makanan. Imunisasi: Tidak ingat lengkap, terakhir mendapat TT pada saat sekolah (SD?). Obat-obatan yang dikonsumsi: Hanya suplemen asam folat yang dibeli sendiri sejak 1 bulan lalu. Tidak mengonsumsi obat lain tanpa resep. Gaya hidup: Tidak merokok, tidak minum alkohol. Konsumsi kafein (kopi) 1 cangkir sehari, sudah berusaha dikurangi. C. Riwayat Kebidanan & Reproduksi: Kehamilan pertama. Tidak ada riwayat penyakit menular seksual. Riwayat haid: menarche usia 12 tahun. D. Riwayat Kesehatan Keluarga: Tidak ada riwayat kembar, diabetes gestasional, preeklampsia, atau cacat bawaan dalam keluarga. Pemeriksaan Fisik oleh Bidan/Perawat Dokter: A. Tanda-Tanda Vital: Tekanan darah: 110/70 mmHg. Nadi: 84x/menit, reguler. Suhu: 36,7°C. Pernapasan: 20x/menit. Berat badan: 52 kg (BB sebelum hamil 50 kg). Tinggi badan: 158 cm. IMT sebelum hamil: 20,0 (normal). B. Pemeriksaan Umum: Keadaan umum: tampak sehat, kesadaran komposmentis. Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik. C. Pemeriksaan Obstetri: Inspeksi: Perut belum membesar, linea nigra/alba belum terlihat, striae belum ada. Palpasi: Tinggi fundus uteri (TFU) belum teraba di atas simfisis pubis. (Konsisten dengan usia kehamilan 10 minggu). Auskultasi: Denyut jantung janin (DJJ) belum dapat didengar dengan Doppler (biasanya terdengar >12 mingg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual dan Muntah pada Kehamilan Trimester Pertama
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah pada kehamilan trimester pertama.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Mual dan Muntah. Tujuan: Pasien dapat mengelola gejala mual dan muntah untuk mempertahankan asupan nutrisi dan hidrasi yang adekuat. Kriteria hasil: 1) Pasien menyatakan penurunan frekuensi dan keparahan mual/muntah. 2) Pasien dapat mengidentifikasi dan menghindari pemicu mual. 3) Pasien dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis untuk mengatasi mual (misal: makan sedikit-sering, konsumsi makanan kering/biskuit sebelum bangun tidur). 4) Asupan makanan dan cairan dapat dipertahankan sesuai kebutuhan (ditandai dengan tidak terjadi penurunan berat badan yang signifikan, tanda-tanda dehidrasi negatif). 5) Pasien melaporkan peningkatan nafsu makan dan kemampuan untuk makan.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Intervensi Manajemen Mual dan Muntah. Tindakan: 1) Kaji karakteristik mual dan muntah (frekuensi, pemicu, waktu, hubungan dengan makanan/minuman). 2) Ajarkan dan anjurkan teknik diet: makan dalam porsi kecil tapi sering (6x/hari), hindari makanan berlemak, berminyak, dan berbumbu tajam. Konsumsi makanan kering (biskuit, roti) dan karbohidrat sederhana sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari. Pisahkan waktu makan dan minum (minum di sela-sela waktu makan, bukan bersamaan). 3) Anjurkan untuk menghirup udara segar, menghindari aroma yang kuat/menyengat, dan memastikan ventilasi ruangan baik. 4) Rekomendasikan konsumsi jahe (teh jahe, permen jahe) sebagai terapi non-farmakologis yang aman. 5) Anjurkan untuk istirahat cukup dan menghindari kelelahan, karena dapat memperberat mual. 6) Monitor tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit (turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, kelemahan). 7) Monitor berat badan secara berkala untuk mendeteksi penurunan yang tidak diinginkan. 8) Kolaborasi dengan bidan/dokter untuk pemberian terapi farmakologis (seperti vitamin B6 atau antiemetik yang aman untuk kehamilan) jika gejala sangat mengganggu dan tidak terkontrol dengan intervensi non-farmakologis. 9) Berikan edukasi bahwa gejala ini umum terjadi pada trimester pertama dan biasanya akan membaik setelah usia kehamilan 12-14 minggu, namun tetap perlu penanganan agar tidak berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. 10) Dukung secara psikologis, kurangi kecemasan, dan yakinkan pasien bahwa dengan penanganan yang tepat, nutrisi untuk janin dapat tetap terpenuhi.
Kondisi: Kebutuhan Informasi tentang Perawatan Kehamilan
Kode SDKI: 0185
<Deskripsi Singkat: Kurang pengetahuan tentang perawatan kehamilan dan persalinan berhubungan dengan terbatasnya paparan informasi sebagai primigravida.
Kode SLKI: 4501
Deskripsi : Manajemen Pendidikan Kesehatan. Tujuan: Pasien dan keluarga memperoleh pengetahuan yang adekuat tentang perawatan kehamilan, persiapan persalinan, dan perawatan bayi baru lahir. Kriteria hasil: 1) Pasien dapat menyebutkan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan yang memerlukan kunjungan segera ke fasilitas kesehatan. 2) Pasien memahami jadwal dan pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) secara teratur. 3) Pasien dapat menyebutkan nutrisi penting, suplemen yang diperlukan, dan pantangan selama kehamilan. 4) Pasien dan suami memahami tahapan persiapan persalinan (tempat, pendamping, kebutuhan bayi). 5) Pasien menunjukkan motivasi untuk menerapkan perilaku sehat yang telah dipelajari.
Kode SIKI: 6520
Deskripsi : Intervensi Pendidikan Kesehatan. Tindakan: 1) Kaji tingkat pengetahuan, kesiapan belajar, dan kebutuhan informasi spesifik pasien dan suami sebagai calon orang tua baru. 2) Jelaskan secara komprehensif tentang perubahan fisiologis normal selama kehamilan dan keluhan yang mungkin muncul di setiap trimester. 3) Berikan informasi tentang pentingnya dan jadwal kunjungan ANC (minimal 6 kali menurut standar Kemenkes RI). 4) Edukasi tentang gizi seimbang untuk ibu hamil: kebutuhan kalori, protein, zat besi, kalsium, asam folat, dan pentingnya hidrasi. Perkuat untuk melanjutkan konsumsi asam folat dan tambahkan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan. 5) Diskusikan tanda-tanda bahaya kehamilan (perdarahan, nyeri kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, muntah berlebihan, gerakan janin berkurang, ketuban pecah dini) dan tindakan yang harus dilakukan. 6) Anjurkan untuk menghindari rokok (perokok aktif dan pasif), alkohol, obat-obatan tanpa resep, serta membatasi kafein. 7) Diskusikan pentingnya imunisasi Tetanus Toxoid (TT) untuk mencegah tetanus pada bayi dan ibu, serta pastikan status imunisasinya lengkap. 8) Ajarkan perawatan payudara sejak dini. 9) Berikan informasi tentang persiapan fisik dan mental menghadapi persalinan, termasuk pilihan tempat bersalin dan metode relaksasi. 10) Sarankan untuk mengikuti kelas ibu hamil (senam hamil) untuk meningkatkan kebugaran dan memperluas jejaring sosial dengan ibu hamil lainnya. 11) Berikan sumber informasi yang terpercaya (buku KIA, sumber online yang kredibel) dan anjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengambil informasi dari sumber yang tidak jelas. 12) Libatkan suami dalam seluruh proses edukasi untuk meningkatkan dukungan sosial.
Kondisi: Kesiapan Menjadi Orang Tua
Kode SDKI: 0186
Deskripsi Singkat: Kesiapan menjadi orang tua berhubungan dengan pengalaman kehamilan pertama.
Kode SLKI: 4502
Deskripsi : Manajemen Menjadi Orang Tua. Tujuan: Pasien dan pasangan menunjukkan kesiapan psikologis dan praktis dalam menghadapi peran baru sebagai orang tua. Kriteria hasil: 1) Pasien dan suami mengungkapkan perasaan dan harapan tentang kehamilan dan menjadi orang tua. 2) Pasangan menunjukkan komunikasi dan dukungan yang positif selama kehamilan. 3) Pasien dan suami mulai merencanakan penyesuaian peran, finansial, dan lingkungan rumah untuk menyambut kehadiran bayi. 4) Pasien menunjukkan kemampuan untuk mengidentifikasi sumber dukungan (keluarga, tenaga kesehatan, komunitas).
Kode SIKI: 4710
Deskripsi : Intervensi Mempersiapkan Menjadi Orang Tua. Tindakan: 1) Bina hubungan saling percaya dan ciptakan lingkungan yang nyaman untuk berdiskusi. 2) Fasilitasi komunikasi terbuka antara pasien dan suami mengenai perasaan, harapan, kekhawatiran, serta pembagian peran selama kehamilan dan setelah persalinan. 3) Diskusikan perubahan dinamika hubungan pasangan dengan kehadiran anak. 4) Bantu pasangan untuk mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang mereka miliki (dukungan keluarga, stabilitas finansial, kondisi rumah). 5) Anjurkan untuk mulai merencanakan pengaturan ruang untuk bayi, perlengkapan bayi yang diperlukan, serta anggaran biaya persalinan dan perawatan bayi. 6) Dorong partisipasi suami dalam setiap kunjungan ANC dan proses edukasi untuk meningkatkan ikatan (bonding) dengan janin. 7) Sarankan untuk mencari informasi atau mengikuti kelas parenting untuk calon orang tua. 8) Berikan penguatan positif atas upaya yang telah dilakukan pasangan dalam mempersiapkan kehamilan ini. 9) Rujuk ke konselor atau tenaga profesional jika ditemukan kecemasan atau konflik yang signifikan terkait peran baru sebagai orang tua.
Article No. 23394 | 22 Dec 2025
Klinis : pasien mengeluhka lesu, hasil gds 310
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hiperglikemia
Kode ICD-10: E11.65
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada Diabetes Mellitus Tipe 2 yang tidak terkontrol, ditunjukkan dengan keluhan lesu (lemas, tidak bertenaga) dan hasil pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) yang sangat tinggi, yaitu 310 mg/dL. Nilai GDS di atas 200 mg/dL sudah mengindikasikan hiperglikemia. Diabetes Tipe 2 adalah gangguan metabolisme kronis dimana tubuh mengalami resistensi insulin dan/atau produksi insulin yang tidak mencukupi, menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah. Gejala seperti lesu muncul karena sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi secara efektif. Kode ICD-10 E11.65 secara spesifik mengkategorikan Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan hiperglikemia. Kode ini penting untuk pencatatan rekam medis yang akurat, pelaporan statistik morbiditas, penentuan tarif layanan (claim), dan perencanaan perawatan pasien. Penggunaan kode ini mengasumsikan bahwa diagnosis Diabetes Tipe 2 telah ditegakkan sebelumnya dan episode saat ini adalah komplikasi atau manifestasi dari hiperglikemia yang tidak terkendali.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23395 | 22 Dec 2025
Klinis : pasien mengeluhka lesu, hasil gds 310
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah / Hiperglikemia
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan atau penurunan kadar glukosa darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 4318
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah. Kriteria hasil: 1) Menyatakan pemahaman tentang faktor penyebab. 2) Menyatakan pemahaman tentang tanda dan gejala hiperglikemia/hipoglikemia. 3) Mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan. 4) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri sesuai program. 5) Melakukan penatalaksanaan diet sesuai program. 6) Melakukan aktivitas fisik sesuai program. 7) Menggunakan terapi farmakologis (jika diresepkan) sesuai program. 8) Melakukan perawatan kaki secara mandiri. 9) Memiliki rencana tindakan untuk kondisi sakit (sick day management).
Kode SIKI: 3402
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, polifagia, penurunan berat badan, lesu, lemah, mual, penglihatan kabur, luka sulit sembuh). 2) Monitor hasil pemeriksaan glukosa darah (GDS, GDP, glukosa urin, keton urin/darah, HbA1c). 3) Kolaborasi pemberian insulin atau obat antidiabetik oral sesuai resep. 4) Ajarkan teknik penyuntikan insulin dan rotasi area injeksi (jika diperlukan). 5) Bantu pasien mengidentifikasi faktor pencetus hiperglikemia (misal: infeksi, stres, diet tidak terkontrol, kurang aktivitas). 6) Anjurkan untuk meningkatkan asupan cairan non-kalori (air putih) jika tidak ada kontraindikasi. 7) Diskusikan dan rencanakan modifikasi diet sesuai kebutuhan kalori dan kondisi pasien (konsultasi gizi). 8) Anjurkan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan intensitas sesuai kemampuan dan anjuran. 9) Ajarkan dan tekankan pentingnya pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM). 10) Ajarkan tentang manajemen sakit (sick day management): tetap minum obat/insulin, pantau glukosa dan keton lebih sering, tetap mengupayakan asupan cairan & karbohidrat sederhana, kapan harus menghubungi tenaga kesehatan. 11) Berikan pendidikan kesehatan tentang komplikasi jangka panjang hiperglikemia dan pentingnya pengendalian glikemik. 12) Dukung pasien untuk berpartisipasi dalam program edukasi diabetes. 13) Lakukan pemeriksaan kaki secara rutin untuk mendeteksi dini komplikasi neuropati dan ulkus. 14) Kolaborasi dengan dokter, ahli gizi, dan edukator diabetes.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280