Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 6409 | 19 Nov 2024
Klinis : klien mengeluh malu karena mamae kanan besar dan terdapat peradangan akibat abses mamae
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Citra Tubuh (KDKT 00118)
Penjelasan: Klien mengalami perubahan pada penampilan fisik akibat kondisi abses pada payudara kanannya, yang menyebabkan perasaan malu dan ketidaknyamanan.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
- Definisi: Persepsi negatif terhadap penampilan fisik atau fungsi tubuh.
- Faktor yang berhubungan: Penyakit atau cedera yang menyebabkan perubahan pada penampilan fisik.
- Karakteristik Mayor: Perasaan malu terhadap penampilan fisik, penolakan terhadap perubahan penampilan fisik, dan perasaan tidak berdaya.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
- Luaran yang diharapkan: Citra tubuh membaik.
- Indikator: Menerima perubahan pada penampilan fisik, menunjukkan perasaan positif terhadap penampilan fisik, dan menunjukkan penerimaan diri.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
- Intervensi: Terapi Citra Tubuh (I 01808), Bimbingan Diri (I 00303), dan Dukungan Emosional (I 00903).
- Aktivitas: Membantu klien memahami perubahan penampilan fisik, memfasilitasi ekspresi perasaan, dan memberikan dukungan emosional. -
Article No. 6410 | 19 Nov 2024
Klinis : DS dan DO Gangguan Citra Tubuh pada abses mamae
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi gangguan citra tubuh pada abses mamae.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Citra Tubuh
Definisi:
Persepsi negatif terhadap penampilan fisik atau fungsi tubuh yang mengganggu konsep diri individu.
Penyebab:
1. Perubahan struktur atau fungsi tubuh akibat abses mamae.
2. Perasaan malu atau rendah diri akibat perubahan penampilan.
3. Kurangnya pemahaman tentang kondisi kesehatan yang dialami.
Data Subjektif:
- Pasien merasa cemas dan khawatir dengan perubahan pada bentuk payudara akibat abses.
- Pasien merasa malu dan tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya.
- Pasien mengungkapkan perasaan tidak nyaman dengan perubahan bentuk payudara.
Data Objektif:
- Ditemukan abses pada payudara dengan perubahan bentuk dan ukuran.
- Pasien tampak menutup-nutupi atau tidak memperlihatkan payudaranya.
- Pasien menghindari berinteraksi dengan orang lain.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
Gangguan Citra Tubuh, yaitu persepsi negatif terhadap penampilan fisik atau fungsi tubuh yang mengganggu konsep diri individu.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
1. Citra Tubuh Positif: Individu memiliki persepsi positif terhadap penampilan fisik dan fungsi tubuh.
2. Harga Diri Positif: Individu memiliki penilaian positif terhadap dirinya.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
1. Terapi Kognitif: Membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif terkait citra tubuh.
2. Terapi Aktivitas: Melibatkan pasien dalam aktivitas yang dapat meningkatkan penerimaan terhadap citra tubuh.
3. Edukasi Kesehatan: Memberikan informasi terkait kondisi kesehatan dan penanganannya untuk meningkatkan pemahaman pasien.
Persona: Sebagai perawat profesional, saya akan membantu Anda memahami kondisi yang Anda alami dan memberikan intervensi yang tepat untuk meningkatkan citra tubuh dan harga diri Anda. -
Article No. 6411 | 19 Nov 2024
Klinis : mengalah, memperhatikan orang lain dan menyampingkan keinginannya sendiri mengakibatkan kondisi kesehatannya menjadi semakin buruk. Jung Da Eun akhirnya harus di rawat di sebuah rumah sakit di unit tertutup di Hayan akibat mengalami depresi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Penurunan Kemampuan Merawat Diri
Definisi:
Penurunan kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Faktor Terkait:
- Depresi
- Penyakit fisik kronik
- Ketergantungan pada orang lain
Gejala dan Tanda:
- Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari
- Kebutuhan bantuan dalam perawatan diri
- Perubahan penampilan diri
Rencana Intervensi Keperawatan (SLKI):
- Manajemen aktivitas
- Peningkatan kemampuan perawatan diri
- Manajemen depresi
Luaran Keperawatan (SIKI):
- Kemampuan perawatan diri meningkat
- Kualitas hidup membaik
- Depresi berkurang
Sebagai seorang perawat, saya memahami bahwa kondisi Jung Da Eun di mana ia mengalah dan menyampingkan kebutuhannya sendiri telah menyebabkan kondisi kesehatannya, khususnya depresi, semakin memburuk. Rawatan di unit tertutup di rumah sakit diperlukan untuk membantu pulih dari depresi dan meningkatkan kemampuannya dalam merawat diri. Pendekatan yang holistik dan berpusat pada pasien akan sangat penting dalam proses pemulihan. -
Article No. 6412 | 19 Nov 2024
Klinis : DS dan DO gangguan pola tidur pada abses mamae
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Pola Tidur
Definisi:
Gangguan Pola Tidur adalah perubahan dalam kualitas atau kuantitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau disfungsi.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Pola Tidur
- Definisi: Perubahan dalam kualitas atau kuantitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau disfungsi.
- Faktor Risiko: Nyeri, kecemasan, stress, lingkungan yang tidak mendukung tidur.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Istirahat Tidur yang Efektif
- Definisi: Kemampuan untuk memperoleh tidur yang adekuat dan memulihkan energi.
- Kriteria Hasil: Pasien melaporkan tidur yang adekuat, bangun dengan perasaan segar, dan tidak mengalami kantuk di siang hari.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nyeri
- Definisi: Serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mengendalikan rasa nyeri yang dialami pasien.
- Aktivitas: Mengkaji nyeri, memberikan analgetik, mengajarkan teknik manajemen nyeri, dll.
- Manajemen Kecemasan
- Definisi: Serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mengendalikan kecemasan yang dialami pasien.
- Aktivitas: Mengkaji tingkat kecemasan, mendengarkan keluhan pasien, mengajarkan teknik relaksasi, dll.
Dalam kasus gangguan pola tidur pada abses mamae, perawat dapat melakukan intervensi keperawatan seperti manajemen nyeri dan manajemen kecemasan untuk membantu pasien memperoleh istirahat tidur yang efektif. -
Article No. 6413 | 19 Nov 2024
Klinis : mengalah, memperhatikan orang lain dan menyampingkan keinginannya sendiri mengakibatkan kondisi kesehatannya menjadi semakin buruk. Jung Da Eun akhirnya harus di rawat di sebuah rumah sakit di unit tertutup di Hayan akibat mengalami depresi.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Diagnosa Keperawatan: Resiliensi Terganggu
Definisi: Kemampuan individu untuk beradaptasi dan pulih dari stres, trauma, atau pengalaman negatif lainnya terganggu.
Gejala yang dialami oleh Jung Da Eun:
- Mengalah dan menyampingkan keinginannya sendiri
- Memperhatikan orang lain melebihi dirinya sendiri
- Kondisi kesehatan semakin memburuk, mengalami depresi dan harus dirawat di rumah sakit
Luaran/Output yang Diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Luaran: Resiliensi Meningkat
Definisi: Kemampuan individu untuk beradaptasi dan pulih dari stres, trauma, atau pengalaman negatif lainnya membaik.
Kriteria Hasil:
- Individu mampu mengidentifikasi strategi koping yang efektif untuk mengatasi masalah
- Individu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola stres
- Individu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mempertahankan hubungan sosial yang mendukung
- Individu menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemberian Dukungan Emosional
- Membantu individu mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaannya secara aman
- Memberikan empati, validasi, dan penerimaan terhadap perasaan individu
- Memberikan dorongan dan motivasi positif untuk meningkatkan kepercayaan diri
2. Terapi Psikoedukasi
- Memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan resiliensi
- Mengajarkan teknik-teknik manajemen stres dan koping yang efektif
- Membantu individu mengembangkan strategi untuk menghadapi dan mengatasi masalah
3. Peningkatan Dukungan Sosial
- Membantu individu mengidentifikasi dan mengembangkan jaringan dukungan sosial yang positif
- Mengajarkan keterampilan komunikasi dan hubungan interpersonal yang sehat
- Mendorong individu untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial yang mendukung
Penjelasan rinci:
Berdasarkan kondisi yang dialami oleh Jung Da Eun, yaitu mengalah, memperhatikan orang lain dan menyampingkan keinginannya sendiri yang mengakibatkan kondisi kesehatannya menjadi semakin buruk, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Resiliensi Terganggu. Hal ini dikarenakan Jung Da Eun menunjukkan kemampuan beradaptasi dan pulih dari stres atau pengalaman negatif yang terganggu, sehingga berdampak pada kondisi kesehatannya.
Luaran yang diharapkan setelah pemberian asuhan keperawatan adalah Resiliensi Meningkat, yaitu kemampuan Jung Da Eun untuk beradaptasi dan pulih dari stress atau pengalaman negatif menjadi lebih baik. Kriteria hasil yang diharapkan adalah Jung Da Eun mampu mengidentifikasi strategi koping yang efektif, mengelola stres dengan baik, mempertahankan hubungan sosial yang mendukung, serta mampu mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, intervensi keperawatan yang diperlukan adalah: 1) Pemberian Dukungan Emosional, untuk membantu Jung Da Eun mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaannya secara aman, serta memberikan empati, validasi, dan motivasi positif; 2) Terapi Psikoedukasi, untuk memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan resiliensi, serta mengajarkan teknik-teknik manajemen stres dan koping yang efektif; dan 3) Peningkatan Dukungan Sosial, untuk membantu Jung Da Eun mengembangkan jaringan dukungan sosial yang positif, meningkatkan keterampilan komunikasi dan hubungan interpersonal, serta mendorong keterlibatan dalam kegiatan sosial yang mendukung.
Dengan pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif, diharapkan Jung Da Eun dapat meningkatkan resiliensinya, sehingga mampu beradaptasi dan pulih dari kondisi depresinya, serta mencapai kondisi kesehatan yang optimal. -
Article No. 6414 | 19 Nov 2024
Klinis : mengalah, memperhatikan orang lain dan menyampingkan keinginannya sendiri mengakibatkan kondisi kesehatannya menjadi semakin buruk. Jung Da Eun akhirnya harus di rawat di sebuah rumah sakit di unit tertutup di Hayan akibat mengalami depresi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Risiko Ketidakefektifan Koping Individu (00069)
Definisi: Kerentanan untuk mengalami ketidakmampuan menilai secara realistis terhadap stresor, sumber daya, dan kemampuan diri sendiri untuk mengelola tuntutan situasi yang mengancam kesejahteraan, yang dapat menyebabkan penyesuaian yang tidak efektif.
Penjelasan:
Berdasarkan informasi yang diberikan, Jung Da Eun mengalami kondisi di mana ia lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri, sehingga mengakibatkan kondisi kesehatannya menjadi semakin buruk dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit karena mengalami depresi. Hal ini menunjukkan adanya risiko ketidakefektifan koping individu, di mana Jung Da Eun tidak dapat menilai secara realistis terhadap stresor yang dihadapinya dan kurang mampu mengelola tuntutan situasi tersebut, sehingga mengalami penyesuaian yang tidak efektif.
Keterkaitan SDKI - SLKI - SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Risiko Ketidakefektifan Koping Individu (00069)
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Koping Individu (1302)
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Manajemen Koping (5230), Konseling (5240)
Perawat dapat melakukan intervensi keperawatan seperti membantu Jung Da Eun dalam mengelola stres, mengembangkan strategi koping yang efektif, dan memberikan konseling untuk membantu dalam proses pemulihan. -
Article No. 6415 | 19 Nov 2024
Klinis : mohon jelaskan DS dan DO gangguan pola tidur pada abses mamae
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi gangguan pola tidur pada abses mamae.
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Pola Tidur
Definisi:
Gangguan Pola Tidur adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan jumlah dan kualitas tidur yang diinginkan.
DS (Data Subyektif):
- Pasien mengeluhkan kesulitan untuk memulai tidur
- Pasien merasa tidur tidak nyenyak
- Pasien sering terbangun di malam hari
- Pasien merasa kelelahan di siang hari
DO (Data Objektif):
- Pasien tampak gelisah dan sulit beristirahat
- Pasien menguap atau tampak mengantuk di siang hari
- Pasien mengalami nyeri dan ketidaknyamanan akibat abses mamae
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pasien dapat mempertahankan pola tidur yang adekuat
- Pasien dapat beristirahat secara optimal
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Lingkungan: mengatur suhu, pencahayaan, dan kebisingan di ruangan
- Manajemen Nyeri: pemberian analgesik, kompres hangat, dan distraksi
- Terapi Relaksasi: teknik relaksasi, terapi musik, dan terapi pijat
- Edukasi: edukasi tentang pentingnya istirahat dan tidur yang cukup
Dengan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mempertahankan pola tidur yang adekuat dan beristirahat secara optimal, sehingga dapat membantu proses penyembuhan abses mamae. -
Article No. 6416 | 19 Nov 2024
Klinis : nyeri akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut
Definisi:
Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
Penjelasan SDKI (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia):
Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu, yang muncul secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan berlangsung dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan.
Penjelasan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan nyeri akut antara lain:
1. Pasien dapat melaporkan nyeri terkontrol.
2. Pasien dapat mendemonstrasikan strategi manajemen nyeri yang efektif.
3. Pasien dapat beraktivitas sesuai kemampuan tanpa nyeri yang bermakna.
Penjelasan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri akut antara lain:
1. Pengkajian nyeri secara komprehensif.
2. Pemberian analgesik sesuai indikasi.
3. Penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti kompres hangat/dingin, distraksi, relaksasi, dll.
4. Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai manajemen nyeri.
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk optimalisasi penanganan nyeri. -
Article No. 6417 | 19 Nov 2024
Klinis : pasien abortus inkomplet dengan anemia berat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk pasien dengan kondisi abortus inkomplet dengan anemia berat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko perdarahan akut berhubungan dengan proses abortus inkomplet.
2. Defisiensi volume cairan berhubungan dengan perdarahan.
3. Kelelahan berhubungan dengan anemia berat.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Risiko perdarahan akut: Kemungkinan terjadi kehilangan darah secara mendadak dan berlebihan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
2. Defisiensi volume cairan: Ketidakcukupan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler.
3. Kelelahan: Perasaan lelah dan tidak berdaya secara fisik dan/atau mental.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Risiko perdarahan akut: Pasien dapat mempertahankan volume darah yang adekuat dan tidak terjadi perdarahan.
2. Defisiensi volume cairan: Pasien dapat mempertahankan volume cairan tubuh yang adekuat.
3. Kelelahan: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan mudah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Risiko perdarahan akut: Pemantauan tanda-tanda vital, terapi cairan, pemberian obat-obatan, dan tindakan hemostatik.
2. Defisiensi volume cairan: Pemantauan cairan masuk-keluar, pemberian cairan/elektrolit, dan terapi transfusi darah.
3. Kelelahan: Manajemen energi, terapi relaksasi, dan pemberian nutrisi yang adekuat.
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lain untuk memberikan perawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, serta memastikan tercapainya luaran keperawatan yang optimal. -
Article No. 6418 | 19 Nov 2024
Klinis : Mendengar berita kematiannya, Jung Da Eun merasa sangat tertekan. Sampai ketika ayah Kim Seo Wan datang bertanya tentang pesan terakhir apa yang di sampaikan anaknya kepadanya, Da Eun tampak linglung. Dia seketika lupa tentang kematian Kim Seo Wan.Diketahui bahwa Jung Da Eun mengalami gangguan amnesia disosiatif. Ini merupakan masalah kejiwaan berupa kehilangan ingatan bukan karena cedera, namun diakibatkan oleh karena kejadian buruk di masa lalu. Hal itu merupakan sebuah bentuk perlindungan diri, di mana informasi tersebut tidak hilang, namun disimpan jauh di dalam memorinya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Jung Da Eun yang mengalami gangguan amnesia disosiatif.
Diagnosis Keperawatan:
1. Gangguan Memori Disosiatif (GDMS)
Definisi: Gangguan ingatan yang dicirikan oleh kehilangan atau ketidakmampuan mengingat informasi penting, biasanya terkait dengan trauma atau stres yang tidak dapat diintegrasikan ke dalam memori yang utuh.
Faktor Terkait:
- Stres psikologis yang berat
- Pengalaman traumatis di masa lalu
Karakteristik Utama:
- Kehilangan ingatan tentang informasi penting
- Ingatan yang terganggu namun tidak disebabkan oleh cedera otak
2. Kecemasan (CEMAS)
Definisi: Respon emosional dan psikologis terhadap ancaman yang tidak jelas dan tidak spesifik, yang ditandai oleh perasaan tidak nyaman dan gejala fisiologis.
Faktor Terkait:
- Kehilangan ingatan yang terkait dengan kematian
- Ketidakmampuan mengintegrasikan informasi yang traumatis
Karakteristik Utama:
- Perasaan khawatir dan cemas
- Sulit berkonsentrasi
Rencana Asuhan Keperawatan:
1. Intervensi untuk Gangguan Memori Disosiatif (GDMS):
- Identifikasi faktor penyebab dan pemicu gangguan memori
- Terapi kognitif-behavioral untuk membantu integrasi memori yang terganggu
- Teknik relaksasi dan distraksi untuk mengurangi stres psikologis
- Konseling dan terapi keluarga untuk memberikan dukungan
2. Intervensi untuk Kecemasan (CEMAS):
- Ajak pasien untuk mengidentifikasi sumber kecemasan
- Ajarkan teknik manajemen kecemasan, seperti relaksasi napas dalam dan visualisasi positif
- Sediakan lingkungan yang tenang dan mendukung
- Berikan dukungan emosional dan psikologis
Demikian penjelasan singkat mengenai diagnosis keperawatan dan rencana asuhan keperawatan berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kasus gangguan amnesia disosiatif yang dialami oleh Jung Da Eun. Semoga informasi ini bermanfaat.