Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 6752 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien laki laki dengan gagal ginjal kronik dan riwayat penyakit diabetes dan sedang melakukan hemodialisa lalu setiap dilakukan hd pasien mengalami pusing pasien juga mengatakan sering menggigil serta dengan hasil lab - ureum tinggi -86 - creatin tinggi - 5,3 - hb rendah - 8,2 - hematokrit rendah - 26
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI berdasarkan Standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan:
- Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan gagal ginjal kronik, diabetes, dan proses hemodialisis.
2. Penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakseimbangan antara intake dan output cairan, serta antara kadar elektrolit dalam cairan tubuh.
- Faktor yang berhubungan: Gangguan fungsi ginjal, diabetes, proses hemodialisis.
- Karakteristik mayor: Perubahan status cairan (edema, dehydrasi), perubahan kadar elektrolit (hiperkalemia, hiponatremia), gejala pusing, menggigil.
3. Penjelasan singkat SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Keseimbangan cairan dan elektrolit yang membaik, tidak ada tanda-tanda overload atau dehydrasi, tidak ada gejala pusing atau menggigil.
- Kriteria hasil: Intake dan output cairan seimbang, kadar elektrolit dalam batas normal, tidak ada tanda-tanda overload atau dehydrasi, tidak ada gejala pusing atau menggigil.
4. Penjelasan singkat SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan: Pemantauan cairan dan elektrolit, manajemen hemodialisis, pemberian diet dan suplemen sesuai kebutuhan, edukasi pasien dan keluarga.
- Rasional: Untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, mencegah komplikasi akibat gagal ginjal kronik dan proses hemodialisis, serta meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif, merumuskan diagnosa keperawatan yang tepat, serta menyusun rencana asuhan keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Perawat juga perlu berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya untuk memberikan perawatan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 6753 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien laki laki dengan gagal ginjal kronik dan riwayat penyakit diabetes dan sedang melakukan hemodialisa lalu setiap dilakukan hd pasien mengalami pusing pasien juga mengatakan sering menggigil serta dengan hasil lab - ureum tinggi -86 - creatin tinggi - 5,3 - hb rendah - 8,2 - hematokrit rendah - 26 carikan 3 diagnosa keperawatannya
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan anemia, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit akibat gagal ginjal kronik.
2. Ketidakefektifan Perfusi Ginjal berhubungan dengan gagal ginjal kronik.
3. Kelelahan berhubungan dengan anemia dan gangguan kesimbangan cairan dan elektrolit akibat gagal ginjal kronik.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Intoleransi Aktivitas:
- Pasien dapat melakukan aktivitas tanpa mengalami pusing atau gejala lelah.
- Pasien dapat mempertahankan toleransi aktivitas pada tingkat yang diinginkan.
- Pasien dapat mengelola kelelahan yang terjadi.
2. Ketidakefektifan Perfusi Ginjal:
- Fungsi ginjal pasien dapat ditingkatkan atau dipertahankan pada level yang optimal.
- Tanda-tanda ketidakefektifan perfusi ginjal dapat diminimalkan.
- Pasien dapat mempertahankan fungsi ginjal yang tersisa.
3. Kelelahan:
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
- Pasien dapat mengenali tanda-tanda kelelahan dan melakukan strategi untuk mengelolanya.
- Pasien dapat mempertahankan tingkat energi yang adekuat.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Intoleransi Aktivitas:
- Monitor tanda-tanda vital pasien selama dan setelah aktivitas.
- Atur jadwal aktivitas dan istirahat sesuai toleransi pasien.
- Anjurkan pasien untuk melakukan aktivitas ringan secara bertahap.
- Ajarkan teknik manajemen energi dan konservasi energi.
- Berikan dukungan emosional dan edukasi terkait intoleransi aktivitas.
2. Ketidakefektifan Perfusi Ginjal:
- Monitor fungsi ginjal melalui pemeriksaan laboratorium.
- Atur asupan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan pasien.
- Berikan obat-obatan yang dapat mempertahankan fungsi ginjal.
- Kolaborasi dengan dokter dalam manajemen perawatan gagal ginjal.
- Edukasi pasien dan keluarga terkait pentingnya menjaga fungsi ginjal.
3. Kelelahan:
- Identifikasi penyebab kelelahan dan lakukan intervensi yang sesuai.
- Atur jadwal aktivitas dan istirahat untuk mencegah kelelahan berlebihan.
- Anjurkan pasien untuk melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur.
- Berikan nutrisi yang adekuat dan seimbang untuk meningkatkan energi.
- Ajarkan teknik manajemen stres dan relaksasi untuk mengurangi kelelahan.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan yang dipilih sesuai dengan kondisi pasien dengan gagal ginjal kronik, anemia, dan gejala klinik yang dialami. Luaran yang diharapkan mencakup peningkatan toleransi aktivitas, perbaikan perfusi ginjal, dan pengurangan kelelahan. Intervensi keperawatan yang diberikan bertujuan untuk mencapai luaran tersebut melalui pemantauan, pengaturan aktivitas dan istirahat, edukasi, serta kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya. -
Article No. 6754 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah awal 150/90 dan tekanan darah terakhir itu 130/65 , pasien juga mengeluh sesak saat di pertengahan proses cuci darah , dengan BB Sekarang 71 dan BB dulu 68 Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan keterbatasan fisik sekunder akibat hemodialisis.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas harian yang diinginkan atau diperlukan pada tingkat energi yang diharapkan.
- Penyebab: Proses penyakit, keterbatasan fisik, dan keletihan.
- Gejala dan Tanda: Pasien mengeluh pusing dan sesak saat proses hemodialisis, adanya perubahan tanda-tanda vital (penurunan tekanan darah), dan penurunan berat badan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mempertahankan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan.
- Kriteria Hasil: Pasien dapat melakukan aktivitas tanpa kelelahan berlebih, tidak ada tanda-tanda intoleransi aktivitas, dan pasien dapat beradaptasi dengan perubahan kemampuan fisik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen Energi, Manajemen Aktivitas, Terapi Latihan, Manajemen Perubahan, dan Dukungan Emosional.
- Tujuan Intervensi: Membantu pasien beradaptasi dengan keterbatasan fisik, mempertahankan aktivitas sehari-hari, dan mencegah komplikasi terkait intoleransi aktivitas.
Dalam praktiknya, perawat perlu melakukan pengkajian lebih lanjut, menetapkan prioritas masalah, dan kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif bagi pasien. -
Article No. 6755 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan gagal jantung dan riwayat penyakit sekarang hipertensi kemudian keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah awal 150/90 dan tekanan darah terakhir itu 130/65 , pasien juga mengeluh sesak saat di pertengahan proses cuci darah , dengan BB Sekarang 71 dan BB dulu 68 Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0 buatkan 3 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran/output yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan oksigen.
- Faktor yang berhubungan: Penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal.
2. Kelebihan Volume Cairan
- Definisi: Kelebihan cairan yang ditandai dengan retensi cairan dan elektrolit dalam ruang interstisial dan/atau ruang intravaskular.
- Faktor yang berhubungan: Penyakit jantung, gagal ginjal, peningkatan asupan cairan.
3. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer
- Definisi: Penurunan sirkulasi darah ke jaringan perifer yang dapat mengancam kesehatan.
- Faktor yang berhubungan: Penyakit kardiovaskular, hipertensi.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Intoleransi Aktivitas:
- Toleransi Aktivitas Meningkat
- Tidak ada tanda-tanda intoleransi aktivitas
- Kemampuan Melakukan Aktivitas Meningkat
2. Kelebihan Volume Cairan:
- Keseimbangan Cairan Membaik
- Tanda-Tanda Kelebihan Volume Cairan Berkurang
- Tidak Ada Edema
3. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer:
- Perfusi Jaringan Membaik
- Tidak Ada Tanda-Tanda Gangguan Perfusi Jaringan
- Sirkulasi Perifer Membaik
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Intoleransi Aktivitas:
- Manajemen Aktivitas
- Manajemen Energi
- Peningkatan Kapasitas Aktivitas
2. Kelebihan Volume Cairan:
- Manajemen Cairan
- Pemantauan Cairan
- Pengaturan Diet
3. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer:
- Manajemen Hipertensi
- Peningkatan Sirkulasi
- Pemantauan Tanda-Tanda Vital
Penjelasan:
1. Intoleransi Aktivitas:
- Pasien mengalami gagal jantung dan hipertensi, yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
- Tujuannya adalah meningkatkan toleransi aktivitas, kemampuan melakukan aktivitas, dan menghindari tanda-tanda intoleransi aktivitas.
- Intervensi yang diperlukan adalah manajemen aktivitas, manajemen energi, dan peningkatan kapasitas aktivitas.
2. Kelebihan Volume Cairan:
- Pasien mengalami hipertensi, yang dapat menyebabkan retensi cairan dan elektrolit.
- Tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan cairan, mengurangi tanda-tanda kelebihan volume cairan, dan mencegah edema.
- Intervensi yang diperlukan adalah manajemen cairan, pemantauan cairan, dan pengaturan diet.
3. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer:
- Pasien mengalami hipertensi, yang dapat menyebabkan penurunan perfusi jaringan perifer.
- Tujuannya adalah meningkatkan perfusi jaringan, menghindari tanda-tanda gangguan perfusi jaringan, dan memperbaiki sirkulasi perifer.
- Intervensi yang diperlukan adalah manajemen hipertensi, peningkatan sirkulasi, dan pemantauan tanda-tanda vital. -
Article No. 6756 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan gagal jantung dan riwayat penyakit sekarang hipertensi kemudian keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah awal 150/90 dan tekanan darah terakhir itu 130/65 , pasien juga mengeluh sesak saat di pertengahan proses cuci darah , dengan BB Sekarang 71 dan BB dulu 68 Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0 buatkan 5 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: I50.0
- Deskripsi: Gagal jantung kongestif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 39.95
- Deskripsi: Dialisis ginjal
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien memiliki kondisi gagal jantung dengan riwayat hipertensi. Pada saat pemeriksaan, pasien mengeluhkan pusing dengan penurunan tekanan darah dari 150/90 mmHg menjadi 130/65 mmHg. Pasien juga mengeluhkan sesak saat di pertengahan proses cuci darah, dengan peningkatan berat badan dari 68 kg menjadi 71 kg. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan ureum (87 mg/dL) dan kreatinin (7,0 mg/dL), yang mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal.
Dalam situasi ini, dapat dirumuskan 5 diagnosis keperawatan utama:
1. Ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan gagal jantung kongestif dan proses dialisis.
2. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan sesak napas akibat gagal jantung kongestif.
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan curah jantung dan gangguan fungsi ginjal.
4. Risiko komplikasi berhubungan dengan peningkatan ureum dan kreatinin.
5. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia akibat gagal ginjal kronik.
Diagnosis keperawatan tersebut mencakup permasalahan utama yang dihadapi pasien, termasuk gangguan cairan dan elektrolit, masalah pernapasan, keterbatasan aktivitas, risiko komplikasi, serta perubahan nutrisi. Penanganan yang tepat dan kolaboratif antara tim medis dan keperawatan dibutuhkan untuk mengatasi kondisi pasien secara komprehensif. -
Article No. 6757 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan gagal jantung dan riwayat penyakit sekarang hipertensi kemudian keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah awal 150/90 dan tekanan darah terakhir itu 130/65 , pasien juga mengeluh sesak saat di pertengahan proses cuci darah , dengan BB Sekarang 71 dan BB dulu 68 Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0 buatkan 5 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Selamat siang, saya adalah perawat profesional yang akan memberikan analisis dan diagnosa keperawatan berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan. Berikut adalah 5 diagnosa keperawatan yang dapat saya berikan:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan penurunan fungsi jantung dan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen, ditandai dengan keluhan sesak napas saat pertengahan proses cuci darah.
- SDKI: Intoleransi Aktivitas
- SLKI: Toleransi Aktivitas
- SIKI: Manajemen Aktivitas
2. Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal, ditandai dengan peningkatan berat badan, edema, dan hasil laboratorium ureum 87 mg/dL dan kreatinin 7,0 mg/dL.
- SDKI: Kelebihan Volume Cairan
- SLKI: Keseimbangan Cairan
- SIKI: Manajemen Cairan
3. Ketidakstabilan Tanda-Tanda Vital berhubungan dengan penyakit kardiovaskular, ditandai dengan fluktuasi tekanan darah (150/90 mmHg menjadi 130/65 mmHg) dan keluhan pusing.
- SDKI: Ketidakstabilan Tanda-Tanda Vital
- SLKI: Stabilitas Tanda-Tanda Vital
- SIKI: Pemantauan Tanda-Tanda Vital
4. Kelelahan berhubungan dengan penurunan fungsi jantung dan anemia, ditandai dengan peningkatan berat badan dan keluhan sesak saat cuci darah.
- SDKI: Kelelahan
- SLKI: Energi
- SIKI: Manajemen Kelelahan
5. Ketidakpatuhan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang regimen pengobatan, ditandai dengan fluktuasi tekanan darah.
- SDKI: Ketidakpatuhan
- SLKI: Kepatuhan
- SIKI: Edukasi Kesehatan
Setiap diagnosa keperawatan di atas telah saya berikan dengan menggunakan format standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi pasien dan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, saya siap membantu. -
Article No. 6758 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan gagal ginjal dan riwayat penyakit sekarang hipertensi kemudian keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah 150/90, pasien juga mengeluh sesak saat di pertengahan proses cuci darah Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0 buatkan 3 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan 3 diagnosa keperawatan untuk pasien dengan kondisi yang Anda gambarkan, dengan mengacu pada standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan 1:
Ketidakefektifan perfusi jaringan ginjal berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal, sebagaimana ditandai dengan peningkatan ureum 87 mg/dL dan kreatinin 7,0 mg/dL.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan perfusi jaringan ginjal adalah keadaan di mana individu mengalami penurunan aliran darah ke ginjal, sehingga terjadi gangguan dalam mempertahankan fungsi ginjal yang normal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan pasien dapat menunjukkan peningkatan perfusi jaringan ginjal, yang ditandai dengan penurunan kadar ureum dan kreatinin dalam batas normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, pembatasan asupan cairan dan natrium, serta pengaturan waktu dan durasi hemodialisis.
Diagnosa Keperawatan 2:
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan sesak napas saat proses cuci darah.
SDKI:
Intoleransi aktivitas adalah keadaan di mana individu mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau dibutuhkan, karena adanya ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
SLKI:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan pasien dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas, yang ditandai dengan tidak adanya keluhan sesak napas saat menjalani hemodialisis.
SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, pemberian oksigen, serta pengaturan waktu dan durasi hemodialisis.
Diagnosa Keperawatan 3:
Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan peningkatan tekanan darah 150/90 mmHg dan keluhan pusing.
SDKI:
Perubahan persepsi sensori adalah keadaan di mana individu mengalami perubahan dalam persepsi terhadap rangsangan sensorik, seperti peningkatan atau penurunan sensitivitas.
SLKI:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan pasien dapat mempertahankan persepsi sensori yang adekuat, yang ditandai dengan penurunan tekanan darah dan tidak adanya keluhan pusing.
SIKI:
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain pemantauan tanda-tanda vital, pemberian obat antihipertensi, serta manajemen stres dan kecemasan. -
Article No. 6759 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan gagal ginjal dan riwayat penyakit sekarang hipertensi kemudian keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah 150/90, pasien juga mengeluh sesak napas Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0 buatkan 3 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai perawat profesional, saya akan memberikan tiga diagnosa keperawatan untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan 1:
Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan ureum dan kreatinin, serta sesak napas.
Penjelasan:
Pasien dengan gagal ginjal dan hipertensi cenderung mengalami penurunan fungsi ginjal, yang ditunjukkan dengan peningkatan ureum dan kreatinin. Hal ini dapat menyebabkan intoleransi terhadap aktivitas, yang ditandai dengan keluhan sesak napas saat beraktivitas.
Diagnosa Keperawatan 2:
Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan hipertensi dan edema.
Penjelasan:
Penurunan fungsi ginjal pada pasien dengan gagal ginjal dapat menyebabkan gangguan dalam regulasi cairan dan elektrolit, sehingga terjadi kelebihan volume cairan yang ditandai dengan hipertensi dan edema.
Diagnosa Keperawatan 3:
Risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan peningkatan ureum dan kreatinin.
Penjelasan:
Pasien dengan gagal ginjal memiliki risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, yang ditandai dengan peningkatan ureum dan kreatinin. Hal ini dapat terjadi akibat gangguan metabolisme dan ekskresi zat-zat sisa metabolisme.
Sebagai perawat profesional, saya akan fokus pada intervensi keperawatan yang bertujuan untuk memulihkan kondisi pasien, meminimalkan komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya untuk memberikan perawatan yang komprehensif dan terbaik bagi pasien. -
Article No. 6760 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien dengan gagal ginjal dan riwayat penyakit sekarang hipertensi kemudian keluhan saat di kaji pasien mengeluh pusing dengan Tekanan darah 150/90, pasien juga mengeluh sesak napas Dengan hasil lab - ureum : 87 - creatinine : 7.0 buatkan 3 diagnosa keperawatan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan tiga diagnosa keperawatan berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, sesuai dengan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia).
Diagnosa Keperawatan 1:
Gangguan Perfusi Ginjal berhubungan dengan Gagal Ginjal Kronik, ditandai dengan peningkatan nilai ureum dan kreatinin.
Penjelasan:
Pasien mengalami gagal ginjal kronis, yang ditandai dengan peningkatan nilai ureum (87 mg/dL) dan kreatinin (7,0 mg/dL) dalam darah. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada fungsi filtrasi dan ekskresi ginjal, yang dapat menyebabkan gangguan perfusi renal.
Diagnosa Keperawatan 2:
Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan Gagal Ginjal Kronik, ditandai dengan Hipertensi dan Sesak Napas.
Penjelasan:
Pasien mengalami kelebihan volume cairan, yang ditandai dengan hipertensi (150/90 mmHg) dan sesak napas. Hal ini dapat disebabkan oleh gagal ginjal kronik, yang menghambat kemampuan ginjal untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
Diagnosa Keperawatan 3:
Nyeri Kepala berhubungan dengan Peningkatan Tekanan Darah, ditandai dengan Keluhan Pusing.
Penjelasan:
Pasien mengalami nyeri kepala, yang ditandai dengan keluhan pusing. Hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan darah (150/90 mmHg) akibat gagal ginjal kronik dan hipertensi.
Sebagai seorang perawat yang berpengalaman, saya merekomendasikan agar pasien segera mendapatkan penanganan yang komprehensif, termasuk pengobatan farmakologis, intervensi keperawatan, dan edukasi terkait manajemen penyakit ginjal dan hipertensi. Kolaborasi yang erat antara perawat, dokter, dan tim kesehatan lainnya akan sangat penting dalam mencapai hasil perawatan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 6761 | 22 Nov 2024
Klinis : pasien hemodialisa dengan riwayat penyakit sekarang diabetes dan hasil lab - ureum tinggi -86 - creatin tinggi - 5,3 - hb rendah - 8,2 - hematokrit rendah - 26
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien hemodialisa dengan riwayat penyakit diabetes, hasil lab menunjukkan ureum tinggi, kreatinin tinggi, hemoglobin rendah, dan hematokrit rendah, berikut adalah penjelasan rinci untuk setiap poin yang Anda minta:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Intake Lebih dari Kebutuhan
- Definisi: Asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik.
- Faktor yang Berhubungan: Penyakit ginjal kronis, diabetes mellitus.
- Tanda dan Gejala: Peningkatan berat badan, edema, peningkatan ureum dan kreatinin.
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
- Faktor yang Berhubungan: Penyakit ginjal kronis, anemia.
- Tanda dan Gejala: Kelelahan, kelemahan, dispnea saat beraktivitas.
3. Kekurangan Volume Cairan
- Definisi: Penurunan volume cairan tubuh yang dapat mengancam kesehatan.
- Faktor yang Berhubungan: Penyakit ginjal kronis, pembatasan cairan.
- Tanda dan Gejala: Peningkatan ureum dan kreatinin, edema.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Keseimbangan Nutrisi: Intake Sesuai Kebutuhan
- Definisi: Asupan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan metabolik.
- Kriteria Hasil: Berat badan stabil, kadar ureum dan kreatinin dalam batas normal.
2. Toleransi Aktivitas
- Definisi: Kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
- Kriteria Hasil: Pasien mampu beraktivitas tanpa kelelahan atau dispnea berlebihan.
3. Keseimbangan Cairan
- Definisi: Keadaan dimana volume dan komposisi cairan tubuh terpelihara.
- Kriteria Hasil: Edema minimal, kadar ureum dan kreatinin dalam batas normal.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Nutrisi
- Kaji status nutrisi dan riwayat penyakit.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menetapkan kebutuhan nutrisi yang sesuai.
- Monitoring asupan dan keluaran nutrisi.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang diet hemodialisis.
2. Manajemen Aktivitas dan Istirahat
- Kaji toleransi aktivitas pasien.
- Bantu pasien merencanakan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan kemampuannya.
- Ajarkan teknik manajemen energi.
- Kolaborasi dengan fisioterapis untuk latihan fisik yang sesuai.
3. Manajemen Cairan
- Kaji status cairan pasien (masuk-keluar, edema, berat badan).
- Bantu pasien memonitor dan membatasi asupan cairan sesuai kebutuhan.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pengaturan pemberian cairan dan diuresis.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen cairan.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan, yaitu keseimbangan nutrisi, toleransi aktivitas, dan keseimbangan cairan yang optimal.