Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24946 | 08 Apr 2026
Klinis : Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan nutrisi dan oksigenasi jaringan otak.
Kode SLKI: L.03116
Deskripsi : Perfusi serebral efektif ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien; 2) Status neurologis stabil atau membaik (tingkat kesadaran, fungsi motorik/sensorik, bahasa); 3) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial; 4) Nilai laboratorium terkait dalam rentang normal; 5) Tidak ada kejang; 6) Keluhan sakit kepala terkontrol. Pada pasien ini, data menunjukkan ancaman serius terhadap perfusi serebral akibat temuan CT Scan "Infark lakunar multiple" yang mengkonfirmasi telah terjadi gangguan perfusi (stroke iskemik kecil multipel). Kejang yang dialami pasien merupakan manifestasi dari iritasi korteks serebral akibat gangguan perfusi dan lesi infark tersebut. Keluhan nyeri kepala hebat dengan skala 8 juga merupakan indikasi peningkatan tekanan intrakranial atau iritasi meningeal akibat kondisi iskemik. Hipertensi yang tidak tertangani (TD 140/90 mmHg) merupakan faktor risiko utama yang memperberat dan memicu berulangnya gangguan perfusi serebral. Tujuan SLKI adalah mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral dengan mengontrol faktor risiko, mencegah perluasan infark, dan menangani komplikasi seperti kejang dan nyeri.
Kode SIKI: I.01221
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral meliputi: 1) Memonitor status neurologis secara ketat (GCS, pupil, kekuatan motorik, tanda-tanda kejang) untuk mendeteksi deteriorasi dini. 2) Memonitor dan mengelola tekanan darah secara ketat sesuai target untuk mencegah hipoperfusi atau hipertensi berlebihan yang dapat memperburuk edema. 3) Memastikan kecukupan oksigenasi (mempertahankan SpO2 >95%) dan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi aliran balik vena. 4) Mengelola dan mencegah kejang dengan pemberian obat antikonvulsan sesuai order dan menciptakan lingkungan aman dari cedera. 5) Mengelola nyeri kepala dengan farmakologis dan non-farmakologis (lingkungan tenang, redup cahaya) karena nyeri dapat meningkatkan tekanan intrakranial. 6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah hemodilusi atau dehidrasi yang mempengaruhi viskositas darah. 7) Kolaborasi pemberian terapi antiplatelet/antikoagulan sesuai indikasi untuk mencegah trombosis baru. 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda peringatan stroke dan pentingnya kepatuhan pengobatan hipertensi. Intervensi ini langsung menjawab masalah gangguan perfusi yang mendasari kejang dan nyeri kepala pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Kontrol nyeri ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun ke tingkat yang dapat ditoleransi, misalnya ≤3); 2) Pasien menunjukkan perilaku nyeri berkurang (tidak meringis, dapat beristirahat/ tidur); 3) Tanda-tanda fisiologis terkait nyeri terkontrol (tekanan darah, nadi, RR dalam rentang normal); 4) Pasien mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Pada pasien ini, nyeri akut dibuktikan dengan keluhan nyeri kepala hebat, skala 8, sifat nyut-nyutan, terlokalisir di kepala, dan diperberat oleh aktivitas. Perilaku nyeri ditunjukkan dengan pasien tampak meringis. Nyeri ini memiliki penyebab organik yang jelas yaitu gangguan perfusi serebral dan infark lakunar multiple yang terlihat pada CT Scan. Nyeri juga berdampak pada pola tidur pasien (sulit tidur). Tujuan SLKI adalah mengurangi pengalaman nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, mengurangi dampaknya terhadap fungsi, serta mengidentifikasi dan menangani penyebabnya.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Manajemen nyeri meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif secara berkala menggunakan metode PQRST (seperti yang telah dideskripsikan) untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. 2) Memberikan terapi farmakologis analgesik sesuai order dokter (biasanya diawali dengan analgesik non-opioid atau spesifik neuropatik sesuai penyebab stroke) dengan mempertimbangkan efek samping terhadap kesadaran dan fungsi neurologis. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti kompres dingin pada dahi/leher belakang, teknik relaksasi napas dalam, distraksi, dan menciptakan lingkungan yang tenang dengan pencahayaan redup. 4) Memposisikan pasien dengan nyaman, kepala sedikit lebih tinggi. 5) Mengajarkan pasien dan keluarga untuk segera melaporkan jika nyeri bertambah atau berubah karakter. 6) Mengatasi faktor yang memperberat nyeri seperti kecemasan dan kurang istirahat. Intervensi ini penting karena nyeri yang tidak terkontrol dapat memicu krisis hipertensi dan memperburuk perfusi serebral.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03011
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (vesikuler), tidak ada suara tambahan seperti ronkhi, wheezing, atau stridor; 2) Pasien mampu mengeluarkan sekresi secara efektif (batuk efektif) atau sekresi dapat dikeluarkan dengan bantuan; 3) Tidak ada sianosis atau tanda distress pernapasan; 4) Nilai gas darah arteri dalam rentang normal; 5) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal. Pada pasien ini, data menunjukkan ancaman ketidakefektifan bersihan jalan napas dengan adanya "suara napas ronkhi" yang mengindikasikan adanya sekresi di saluran napas besar. Pasien juga mengalami batuk kering dan sensasi gatal/mengganjal di tenggorokan sejak 4 hari, yang dapat berkembang menjadi produksi sputum. Risiko ini diperberat oleh kondisi neurologis (infark serebral) yang dapat menurunkan tingkat kesadaran atau refleks batuk, serta imobilisasi relatif akibat kelemahan atau instruksi tirah baring. Tujuan SLKI adalah mempertahankan jalan napas paten, mencegah aspirasi, dan memastikan pertukaran gas yang adekuat.
Kode SIKI: I.04069
Deskripsi : Manajemen jalan napas meliputi: 1) Auskultasi suara napas secara berkala untuk memantau adanya penumpukan sekresi. 2) Menganjurkan dan membantu pasien untuk batuk efektif jika kesadaran dan kekuatannya memadai, dengan teknik deep breathing dan coughing. 3) Melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika terdapat sekresi banyak, dengan hati-hati mempertimbangkan kondisi tekanan intrakranial. 4) Posisikan pasien dengan kepala lebih tinggi dan ubah posisi secara berkala (jika kondisi neurologis stabil) untuk memobilisasi sekresi. 5) Mempertahankan hidrasi adekuat (sesuai toleransi dan kondisi jantung) untuk mengencerkan sekresi. 6) Melakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri dan terdapat indikasi. 7) Memonitor nilai saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus. 8) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik sesuai order jika diperlukan. Intervensi ini bersifat preventif untuk mencegah komplikasi pneumonia aspirasi atau hipoksia yang dapat memperburuk kondisi neurologis.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0047
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, dan waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09011
Deskripsi : Pola tidur membaik ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan peningkatan kualitas dan kuantitas tidur; 2) Pasien menunjukkan penurunan tanda-tanda kurang tidur (segelas mata, lelah, mudah tersinggung); 3) Pasien mampu menjelaskan faktor yang mengganggu tidur dan cara mengatasinya; 4) Tanda-tanda vital stabil. Pada pasien ini, gangguan pola tidur secara subjektif dilaporkan oleh pasien: "sulit tidur
Article No. 24947 | 08 Apr 2026
Klinis : pasıen datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 minggu ini, hilang tımbul dan memberat pada hari minggu 29 maret 2026. posıen juga mengeluh batuk grok -grok sejak 2 minggu, mengeluh Pusing berputar. demam sudah 3 harı sejak jum'at. muntah sudah 6x dan BAß cair sedikit-sedikit sejak kemarin. badan terasa sakit semua, kemudıan pasıen dilakukan pemeriksaan radıolagi dengan hasil bronkopneumonia. kardiomegali, dan edema paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Defisit oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler. Kondisi ini ditandai dengan sesak napas, pusing (dapat terkait hipoksia), batuk, dan temuan radiologi seperti edema paru dan bronkopneumonia yang mengganggu area pertukaran gas.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401: Perbaikan Pertukaran Gas. Tujuan keperawatan adalah agar pertukaran gas pasien membaik, dibuktikan dengan tanda-tanda klinis dan hasil pemeriksaan penunjang yang mendekati normal atau sesuai kondisi pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal untuk usia, 2) Irama pernapasan reguler/tidak terengah-engah, 3) Tidak ada sianosis atau dyspnea saat istirahat maupun aktivitas ringan, 4) Bunyi napas bersih atau menunjukkan perbaikan dari sebelumnya (mengi/ronkhi berkurang), 5) Nilai Gas Darah Arteri (jika tersedia) dalam rentang normal atau menunjukkan perbaikan (PaO2 meningkat, PaCO2 normal, saturasi O2 > 94%), 6) Tingkat kesadaran baik (compos mentis) dan tidak mengeluh pusing berputar, 7) Toleransi aktivitas meningkat. Pada pasien ini, keberhasilan intervensi dinilai dari penurunan sesak, bunyi napas yang lebih bersih, saturasi oksigen yang adekuat, serta hilangnya keluhan pusing.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : SIKI 3310: Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memastikan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Memantau status pernapasan**: Mengobservasi frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, dan penggunaan otot bantu. Memantau saturasi oksigen secara berkala dengan pulse oximetry. Mengauskultasi bunyi napas tiap shift atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya ronkhi, wheezing, atau area tanpa suara napas. 2) **Memposisikan pasien**: Meninggikan kepala tempat tidur 45-60 derajat (posisi semi-Fowler/Fowler tinggi) untuk memaksimalkan ekspansi dada dan mengurangi tekanan abdominal pada diafragma, serta membantu mengurangi edema paru. 3) **Manajemen sekret**: Membantu dan mengajarkan batuk efektif serta latihan napas dalam. Jika sekret banyak dan pasien tidak mampu mengeluarkan, dapat dilakukan fisioterapi dada atau suction sesuai indikasi. 4) **Pemberian terapi oksigen**: Memberikan oksigen sesuai order dokter (misal via nasal kanul atau masker) dengan flow yang ditentukan, serta memantau keefektifannya. 5) **Kenyamanan dan edukasi**: Menjelaskan setiap prosedur kepada pasien untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak. Memastikan lingkungan nyaman dengan sirkulasi udara baik. 6) **Kolaborasi**: Melakukan kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, antibiotik, atau diuretik sesuai resep untuk menangani infeksi (pneumonia) dan edema paru. Memastikan pemeriksaan penunjang seperti foto thorax ulang atau AGD dilakukan sesuai kebutuhan. Intervensi ini bersifat dinamis dan terus dievaluasi respons pasien.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Risiko ini ditandai dengan adanya muntah 6x dan BAB cair yang dapat menyebabkan dehidrasi, sementara kondisi edema paru dan kardiomegali menunjukkan kemungkinan kelebihan beban cairan atau gangguan dalam distribusi cairan.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : SLKI 0601: Pemeliharaan Keseimbangan Cairan. Tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Kriteria hasil mencakup: 1) Tanda-tanda vital stabil (tekanan darah, nadi, suhu dalam rentang normal), 2) Turgor kulit baik (kembali cepat saat dicubit), membran mukosa lembab, 3) Input dan output cairan seimbang dalam 24 jam (balance tidak negatif atau positif ekstrem), 4) Berat badan stabil (tidak ada penurunan atau kenaikan signifikan akibat kehilangan/retensi cairan), 5) Tidak ada tanda dehidrasi (seperti oliguria, haus berlebihan, lidah kering) atau tanda kelebihan cairan (seperti edema bertambah, sesak napas memberat, bunyi jantung gallop). Pada pasien, targetnya adalah menghentikan muntah dan diare, mencegah dehidrasi lebih lanjut, sekaligus memantau ketat agar pemberian cairan intravena tidak memperberat edema paru yang sudah ada.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : SIKI 2120: Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini meliputi tindakan untuk memantau, mempertahankan, atau mengoreksi keseimbangan cairan tubuh. Penjelasan rinci: 1) **Pemantauan ketat intake dan output (I/O)**: Mencatat semua asupan cairan (oral, IV, makanan cair) dan semua pengeluaran (urin, muntah, feses cair). Mengukur berat badan harian dengan timbangan yang sama, pada waktu yang sama, dan dengan pakaian yang sama untuk mendeteksi perubahan cairan tubuh. 2) **Memantau tanda-tanda klinis**: Memeriksa turgor kulit, kelembaban membran mukosa, adanya edema (perifer maupun paru), dan tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah untuk hipotensi ortostatik). 3) **Intervensi untuk mengurangi kehilangan cairan**: Kolaborasi pemberian obat antiemetik untuk mengatasi muntah dan terapi untuk diare. Memberikan cairan oral sedikit-sedikit tapi sering jika pasien sudah mampu dan tidak muntah. 4) **Pemberian cairan intravena dengan hati-hati**: Melakukan kolaborasi pemberian cairan IV sesuai order, dengan kecepatan tetesan yang tepat dan dipantau ketat. Pada pasien dengan edema paru dan kardiomegali, kecepatan infus harus dikontrol ketat untuk mencegah overload. 5) **Edukasi**: Menjelaskan pentingnya pencatatan I/O dan melaporkan tanda dehidrasi atau sesak yang memberat. 6) **Kolaborasi laboratorium**: Melakukan kolaborasi untuk pemeriksaan elektrolit (Na, K), ureum, kreatinin, dan hematokrit untuk menilai status cairan dan elektrolit.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat. Pada pasien, nyeri diindikasikan dari keluhan "badan terasa sakit semua" yang dapat disebabkan oleh proses infeksi (demam, bronkopneumonia) dan kondisi umum yang melemah.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801: Kontrol Nyeri. Tujuannya adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dirasakan pasien. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Pasien melaporkan penurunan skala nyeri (misal dari skala 7/10 menjadi ≤3/10) menggunakan alat ukur nyeri yang valid, 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis atau tampak kesakitan, 3) Tanda vital stabil (karena nyeri dapat meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah), 4) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup, 5) Pasien mampu melakukan aktivitas ringan atau mobilisasi sesuai toleransi tanpa dihambat nyeri. Pada pasien ini, targetnya adalah mengurangi nyeri tubuh sehingga pasien lebih kooperatif untuk terapi napas dan istirahat yang cukup untuk pemulihan.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : SIKI 0840: Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rinci: 1) **Pengkajian nyeri komprehensif**: Menilai karakteristik nyeri (lokasi "seluruh badan", intensitas dengan skala 0-10, faktor pencetus dan pereda, serta efeknya terhadap aktivitas dan tidur). Mengobservasi respons nonverbal seperti postur tubuh, ekspresi wajah, dan gelisah. 2) **Intervensi non-farmakologis**: Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman. Melakukan reposisi pasien dengan posisi yang menyokong tubuh secara optimal. Mengajarkan teknik distraksi atau relaksasi napas dalam. Memberikan kompres hangat jika tidak kontraindikasi dengan demam. 3) **Intervensi farmakologis**: Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik sesuai resep (seperti parasetamol untuk nyeri dan demam), dengan mempertimbangkan interaksi dengan terapi lain dan fungsi organ (hati, ginjal). 4)
Article No. 24948 | 08 Apr 2026
Klinis : PENGKAJIAN Hari/Tanggal Jam Nama Mahasiswa A. Identitas Nama pasien Tempat/tanggal lahir Pendidikan terakhir Status perkawinan Agama Suku Alamat B. Riwayat keluarga : Jum’at, 16 Januari 2026 : 10.00 WIB : : Ny. S : Cilacap, 25 April 1954 : SMP : Menikah : Islam : Jawa : Purwokerto Selatan 1) Pasangan ; hidup, tetapi kesehatannya menurun, berusia 75 tahun, pemilik kost kostan, Purwokerto Selatan. 2) Anak : masih hidup, Purwokerto Selatan. C. Riwayat pekerjaan Ibu Rumah Tangga, dari suami dan usaha kost-kostan, dan berkecukupan. D. Riwayat Kesehatan 1) Keluhan utama dalam 6 bulan terakhir : Penglihatan sudah mulai menurun dikarenakan faktor usia dan sering merasa pusing 2) Gejala yang dirasakan : untuk melihat jarak jauh sudah merasa buram dan saat berdiri terlalu lama merasa pusing 3) Factor pencetus : karena faktor usia dan faktor kelelahan 4) Upaya mengatasi: menggunakan kacamata dan istirahat E. Riwayat lingkungan hidup Tinggal dirumah sendiri,memiliki 4 kamar jumlah orang yang tinggal di rumah ada 3 orang, memiliki derajat privacy yang tertutup, memiliki tetangga di sekitar rumah, di Purwokerto Selatan, dengan kondisi rumah yang bersih dan nyaman F. Riwayat rekreasi Ny. S bisanya memiliki kegiatan di dekat rumah, seperti arisan bersama tetangga, dan rekreasi liburan biasanya lebih ke makan bersama dan jalan jalan G. Sumber/system pendukung yang digunakan Ny. S hanya mengandalkan fasilitas kesehatan seperti pemeriksaan rutin di Posbindu saja. Akses rumah dengan fasilitas Kesehatan sangat dekat. H. Kebiasaan ritual Ny. S rajin melaksanakan ibadah shalat 5 waktu dengan tepat waktu, Ny. S juga rajin melaksanakan ibadah shalat tahajud. Ny. S selalu meminum satu gelas air putih hangat sebelum makan. Untuk kebiasaan sebelum tidur, Ny. S selalu membaca 3 surat pendek terakhir dalam Al-Qur’an. I. Status Kesehatan saat ini Ny. S sempat mengalami masalah kondisi Kesehatan yang kurang baik berupa kenaikan kadar kolesterol yang tinggi tetapi dapat cepat teratasi dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup. J. Satus Kesehatan Masa Lalu Penyakit masa kanak-kanak, penyakit serius/kronik, trauma, perawatan di RS (alas an, tgl, tempat, durasi, dokter, perawat), operasi (jenis, tanggal, tempat, alas an, dokter, hasil, perawat), riwayat obstetric. K. Tinjauan Sistem Pengkajian Hasil Pengkajian Keadaan umum Ny. S kadang mengalami kelelahan yang masih ringan, tidak ada perubahan berat badan selama satu tahun yang lalu, nafsu makan normal, tidak ada demam ataupun keringat malam, tidur teratur, penilaian diri terhadap status Kesehatan cukup baik (Ny. S dapat memahamin kondisi kesehatannya dengan baik), kemampuan melakukan ADL normal (masih dapat beraktititas mandiri), Tingkat kesadaran komposmentis. Integumen Tidak terdapat lesi/luka yang diderita oleh Ny. S, tidak ada pruritus, mengalami perubahan pigmentasi pada kulit wajah, perubahan proporsi tubuh yang mulai membungkuk, kulit sudah keriput, peruubahan warna rambut yang sudah memutih. Hemopoetik Tidak ada pendarahan, pembengkakan, anemia, maupun riwayat trranfusi darah. Kepala Mata Kadang-kadang Ny. S mengeluh pusing atau sakit kepala. Ny. S mulai mengalami penurunan Kesehatan mata yaitu kondisi penlihatan yang mulai menurun, Ny. S juga memakai kacamata. Telinga Hidung & sinus Tidak ada lesi, Tidak ada gangguan pendengaran Ny. S tidak mengalami keluhan pada pernafasan. Mulut & tenggorokan Ny. S tidak mengalami keluhan pada mulut dan tenggorokan. Leher Ny. S tidak mengalami keluhan pada leher. Payudara Ny. S tidak mengalami keluhan pada payudara Pernafasan Ny. S tidak mengalami keluhan pada pernafasan Kardiovaskuler Ny. S tidak mengalami keluhan pada kardiovaskuler gastronitesnal Ny. S tidak mengalami keluhan pada gastrointestnal Perkemihan Ny. S tidak mengalami keluhan pada perkemihannnya Muskuloskeletal Ny. S kadang mengeluh mengalami nyeri sendi setelah melakukan aktifitas Sistem saraf pusat Ny. S tidak mengalami keluhan pada system syaraf pusat. Sistem endokrin Ny. S mengalami pigmentasi kulit dan tekstur, serta perubahan warna rambut karena penuaan Sistem Immune Ny. S rutin mengikuti pemeriksaan di Posbindu Sistem Pengecapan Sistem pengecapan Ny. S normal Sistem Penciuman System penciuman Ny. S normal L. Psikososial Ny. S sering melakukan sosialisasi dengan tetangga melalui kegiatan Posbindu dan arisan RW, Ny. S juga tidak mengalami stress mauppun depresi. M. Pemeriksaan Fisik 1) Pemeriksaan fisik dasar: TD : 170/90 N : 90x/ menit RR : 19x/menit 2) Pemeriksaan fisik umum Kesadaran: Keadaanu umum pasien baik dengan skor GCS 15 (Komposmentis) N. Pengkajian Khusus 1) Pendekatan Fisik Anamnese pada pendekatan fisik adalah sebagai berikut : a. Apakah Anda pernah mengalami penyakit serius atau cedera yang memengaruhi fungsi fisik Anda? Jawaban: Tidak pernah, alhamdulillah saya sehat-sehat saja. b. Apakah Anda memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau osteoartritis? Jawaban: Untuk diabetes dan yang lainnya tidak ada, paling kadang tensi saya agak tinggi, pernah sampai 175/95. c. Apakah Anda sering menjalani pemeriksaan medis rutin? Jawaban : Iya, karena saya sering mengikuti POSBINDU yang ada di lingkungan RW. d. Apakah Anda pernah menjalani operasi atau perawatan medis lainnya? Jawaban : Alhamdulillah tidak pernah. e. f. Apakah Anda mengalami perubahan fisik seperti penurunan berat badan, kelemahan otot, atau keterbatasan mobilitas? Jawaban : Untuk berat badan paling naik-turun masih dalam batas normal, mudah lelah, jalan sudah agak bungkuk dan kecepatannya menurun. Apakah Anda memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi fungsi fisik Anda, seperti nyeri sendi atau kekakuan tubuh? Jawaban : Kadang nyeri sendi setelah banyak beraktivitas. g. Apakah Anda pernah mengalami patah tulang atau masalah lain dengan tulang dan otot Anda? Jawaban : Alhamdulillah tidak pernah. h. Apakah Anda memiliki riwayat osteoporosis atau osteoartritis? Jawaban : Tidak pernah. i. j. Apakah Anda menggunakan alat bantu seperti tongkat, kursi roda, atau walker untuk membantu mobilitas Anda? Jawaban : Tidak, alhamdulillah masih bisa berjalan dengan normal. Apakah alat bantu ini membantu Anda dalam kegiatan sehari-hari? Jawaban : Saya tidak menggunakan alat bantu. k. Apakah Anda mengalami sesak napas, nyeri dada, atau masalah pernapasan lainnya? Jawaban : Tidak pernah. l. Apakah Anda pernah didiagnosis dengan penyakit jantung atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)? Jawaban : Tidak pernah. m. Apakah Anda memiliki riwayat penyakit kulit seperti luka atau infeksi kulit? Jawaban : Tidak ada. n. Bagaimana kondisi kulit Anda secara umum, apakah ada perubahan atau masalah kulit yang baru-baru ini anda perhatikan? Jawaban : Tidak ada perubahan yang spesifik, hanya kulit mulai keriput akibat penuaan. o. Bagaimana kondisi penglihatan dan pendengaran Anda? Jawaban : Untuk penglihatan sudah mulai rabun dan harus memakai kacamata, untuk pendengaran masih normal. p. Apakah Anda menggunakan kacamata atau alat bantu dengar? Jawaban : Ya, saya hanya menggunakan kacamata. 2) Status Mental dan Fungsi Kognitif Anamnese pada status mental dan fungsi kognitif adalah sebagai berikut : a. Bagaimana persepsi dirinya sebagai lansia? Jawaban : Persepsi lansia sendiri pada apsebuah kegiatan yang dilakukan sebagaimana umunya lanisa b. Apakah optimis memandang suatu dalam kehidupan? Jawaban : Ya, lansia sangat memandang optimis dan positif terhadap kehidupan sehari hari c. Bagaimana sikapnya terhadap penuaan? Jawaban : Tidak adanya rasa tentangan pada dirinya sendiri, tetapi adanya rasa penerimaan apa yang sedang dihadapi. d. Apakah merasa dirinya dibutuhkan/tidak? Jawaban : Lansia sendiri merasa dirinya dibutuhkan e. Apakah merasa stres/cemas atau tidak? Jawaban : Tidak f. Apa yang menyebabkan dirinya merasa stres/cemas? Jawaan : Tidak ada g. Bagiamana mengatasi masalah/stres yang dialami? Jawaban : Berdoa kepada Allah h. Apakah mudah untuk menyesuaikan diri? Jawaban : Iya, usila mudah menyesuaikan diri i. Apakah usila sering mengalami kegagalan? Jawaban : Tidak j. Apa harapan sekarang dan yang akan datang, dll? Awaban : Usia berharap hidupnya akan menjadi lebih sehat dan bermakna k. Apakah mempunyai kebiasaan merokok/mengkonsumsi alkohol? Jawaban : Lansia tidak pernah mempunyai kebiasaan merokok, dan dilingkungan rumah tidak ada yang merokok l. Apakah mempunyai ketergantungan mengkonsumsi obat tertentu? Jawaban : Lansia tidak mempunyai ketergantungan obat tertentu 3) Psikososial Anamnese pada aspek psikososial adalah sebagai berikut : a. Bagaimana hubungan lansia dengan anggota keluarga lainnya? Jawaban : Hubungan lansia dengan keluarga yang lain baik. b. Apakah lansia tinggal bersama keluarga atau sendiri? Jawaban : Ya, lansia tinggal bersama suami dan 1 anaknya. c. Bagaimana dinamika keluarga lansia, dan siapa yang memberikan dukungan sosial terbesar? Jawaban : Dinamika keluarga terjalin harmonis dan kooperatif dan komunikasi dilakukan secara terbuka, yang memberikan dukungan sosial terbesar adalah anak-anaknya. d. Siapa orang-orang terdekat dalam kehidupan sehari-hari? Jawaban : Anak dan suami. e. Apakah usila masih aktif mengikuti kegiatan sosial/malas bergaul? Jawaban : Lansia masih aktif mengikuti kegiatan sosial, seperti POSBINDU dan arisan RW. f. Penilaiam sosial bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya/lingkungan? Jawaban : Cukup aktif untuk mengikuti kegiatan sosial yang menumbuhkan keakraban dengan tetangga sekitar. g. Bagaimana keterlibatan lansia dengan organisasi sosial ? Jawaban : Lansia sering mengikuti arisan RW. 4) Status Ekonomi Anamnese pada status ekonomi adalah sebagai berikut : a. Bagaimana keadaan keuangan lansia saat ini ? Jawaban : Kondisi keungan lansia saat ini cukup. b. Darimana sumber keuangan lansia saat ini ? Jawaban : Sumber keuangan lansia berasal dari usaha kost-kostan c. Apakah ada tantangan keuangan atau kekhawatiran yang lansia alami ? Jawaban : Tidak ada. d. Apakah lansia memiliki hutang dengan orang lain atau lembaga tertentu ? Jawaban : Tidak ada. e. Apakah lansia menerima bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), atau program bantuan ekonomi lainnya ? Jawaban : Tidak ada. f. Apakah lansia memiliki rencana keuangan untuk masa depan, termasuk perencanaan untuk biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan lainnya ? Jawaban : Lansia memiliki tabungan dan asuransi kesehatan. 5) Spiritual dan keyakinan Anamnese pada aspek spiritual dan keyakinan adalah sebagai berikut : a. Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya ? Jawaban : Lansia rajin melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya b. Apakah terdapat hambatan dalam beribadah ? Jawaban : Tidak ada c. Bagaimana nilai dan keyakinan lansia berkaitan dengan kesehatan ? Jawaban : Lansia memiliki pandangan yang terbuka terkait kesehatan d. Apakah secara teratur mengikuti/terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan, (pengajian, penyantunan anak yatim, dll) ? Jawaban : Lansia sangat aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan dilingkungannya e. Bagaimana cara lansia menyelesaikan masalah, apakah dengan berdoa atau tidak? Jawaban : Lansia menyelesaikan masalah dengan berdoa dan bermusyawarah dengan keluarga dalam menyelesaikan masalah f. Apakah usila terlihat sabar & tawakal ? Jawaban : Lansia terlihat sabar dan tawakal g. Bagaimana lansia melihat konsep kematian dan kehidupan setelah mati? Jawaban : Lansia terlihat sangat berserah diri dan selalu mendekatkan diri pada sang pencipta h. Apakah ada persiapan khusus atau keinginan terkait rencana akhir hidup atau ritual pemakaman ? Jawaban : Lansia rajin melakukan ibadah dan memperbanyak amal baik serta rajin bersedekah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan tekanan darah adalah keadaan di mana individu rentan mengalami variasi tekanan darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan sistolik dalam rentang yang ditetapkan. 2) Tekanan diastolik dalam rentang yang ditetapkan. 3) Denyut nadi dalam rentang yang ditetapkan. 4) Melaporkan tidak ada episode pusing. 5) Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tekanan darah. 6) Mematuhi terapi yang ditentukan.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu sesuai kondisi klien. 2) Identifikasi faktor yang mempengaruhi tekanan darah. 3) Anjurkan tirah baring atau aktivitas sesuai toleransi. 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi dan non-farmakologi sesuai indikasi. 5) Ajarkan klien dan keluarga tentang pemantauan tekanan darah mandiri. 6) Dokumentasikan tekanan darah dan respon klien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1406
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan perilaku nyeri terkontrol (misalnya: ekspresi wajah rileks, dapat beristirahat). 3) Mengenali faktor pencetus nyeri. 4) Menggunakan metode non-farmakologi untuk mengatasi nyeri. 5) Mematuhi regimen terapi nyeri yang diresepkan.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, waktu, faktor pencetus dan pereda). 2) Ajarkan teknik non-farmakologi (relaksasi, distraksi, posisi yang nyaman). 3) Atur posisi untuk kenyamanan. 4) Lakukan latihan rentang gerak secara bertahap. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi. 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Kelelahan adalah keadaan keletihan yang luar biasa dan berkepanjangan serta penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental pada tingkat biasa.
Kode SLKI: 0003
Deskripsi : Status Energi. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan tingkat energi. 2) Menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas yang diinginkan. 3) Mempertahankan aktivitas hidup sehari-hari (ADL). 4) Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kelelahan. 5) Menggunakan strategi untuk menghemat energi.
Kode SIKI: 0180
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan. 2) Bantu klien mengidentifikasi pola aktivitas dan istirahat. 3) Ajarkan teknik penghematan energi (menjadwalkan aktivitas, istirahat sebelum lelah, duduk saat bekerja). 4) Bantu dalam perencanaan aktivitas prioritas. 5) Anjurkan nutrisi dan hidrasi yang adekuat. 6) Monitor respons klien terhadap aktivitas.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Gangguan pola tidur adalah keadaan terganggunya waktu, kualitas, dan kuantitas tidur (tertidur, tetap tidur, atau bangun tidur) yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan.
Kode SLKI: 0002
Deskripsi : Status Tidur. Kriteria hasil: 1) Mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup. 2) Melaporkan peningkatan kualitas tidur. 3) Menunjukkan penampilan yang segar setelah bangun tidur. 4) Mengidentifikasi faktor yang mengganggu tidur. 5) Melakukan perilaku yang meningkatkan tidur.
Kode SIKI: 1850
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Tindakan: 1) Kaji pola dan kebiasaan tidur. 2) Identifikasi faktor yang mengganggu tidur. 3) Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur (redupkan lampu, kurangi kebisingan). 4) Anjurkan ritual sebelum tidur (membaca, relaksasi). 5) Anjurkan untuk membatasi konsumsi kafein di sore/malam hari. 6) Ajarkan teknik relaksasi untuk mempermudah tidur.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Kontrol Risiko Cedera. Kriteria hasil: 1) Bebas dari cedera. 2) Lingkungan bebas dari bahaya. 3) Mengenali faktor risiko cedera di lingkungan. 4) Mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah cedera. 5) Menggunakan alat bantu dengan tepat (jika diperlukan).
Kode SIKI: 1940
Deskripsi : Pencegahan Cedera. Tindakan: 1) Identifikasi faktor risiko cedera (pusing, penurunan penglihatan, kelelahan, nyeri sendi). 2) Modifikasi lingkungan untuk mengurangi bahaya (pencahayaan cukup, lantai tidak licin, singkirkan barang menghalangi). 3) Anjurkan menggunakan alas kaki yang aman. 4) Ajarkan untuk bangun dari duduk/tidur secara perlahan. 5) Anjurkan menggunakan kacamata dengan resep yang tepat. 6) Monitor kemampuan mobilitas dan keseimbangan.
Article No. 24949 | 08 Apr 2026
Klinis : lingkungan rumah kotor, banyak jemuran, tidak bersih, berserakan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat interaksi dengan sumber-sumber lingkungan, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Manajemen Lingkungan. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan faktor risiko lingkungan dan memodifikasi lingkungan untuk keselamatan pasien. Intervensi ini mencakup identifikasi bahaya lingkungan di rumah pasien, seperti kondisi lantai yang licin, pencahayaan buruk, kekacauan (berserakan), tata letak furnitur yang tidak aman, dan kondisi sanitasi yang buruk. Perawat akan melakukan pengkajian lingkungan rumah secara sistematis, mendokumentasikan potensi bahaya, dan berkolaborasi dengan pasien/keluarga untuk merencanakan modifikasi lingkungan. Tindakan spesifik termasuk merekomendasikan penataan ulang perabot untuk menciptakan jalur yang jelas, menyarankan penyimpanan barang yang tepat untuk mengurangi kekacauan, memastikan sistem pencahayaan yang memadai terutama di area lalu lintas tinggi seperti lorong dan tangga, serta memeriksa kondisi lantai. Dalam konteks lingkungan rumah yang kotor, banyak jemuran, tidak bersih, dan berserakan, perawat akan fokus pada edukasi tentang pentingnya kebersihan untuk mencegah kecelakaan (seperti tersandung), manajemen penjemuran pakaian di area yang tidak mengganggu pergerakan, dan teknik pembersihan rutin. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan fisik yang teratur, bersih, dan aman untuk bergerak, sehingga secara signifikan mengurangi risiko tersandung, jatuh, atau cedera lainnya.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Monitor keselamatan lingkungan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah lingkungan pasien aman dan bebas dari cedera. Indikator yang dapat diukur meliputi: Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi potensi bahaya lingkungan di rumah (seperti barang berserakan, jemuran di jalur jalan, lantai kotor/licin). Pasien dan keluarga mendemonstrasikan perilaku untuk meminimalkan bahaya, seperti menata barang pada tempatnya, menjemur di area khusus yang tidak menghalangi, dan membersihkan lantai secara teratur. Lingkungan rumah menunjukkan peningkatan keteraturan dan kebersihan, ditandai dengan berkurangnya barang berserakan di lantai, area jemuran yang tertata dan tidak di jalur utama, serta kondisi lantai yang bersih dan kering. Tidak ada insiden cedera (seperti jatuh atau tersandung) yang disebabkan oleh faktor lingkungan dalam periode pemantauan. Pasien melaporkan merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas di dalam rumah. Keluarga menyatakan komitmen untuk mempertahankan lingkungan yang aman melalui rutinitas pembersihan dan penataan. Kriteria ini dievaluasi melalui observasi langsung oleh perawat (jika memungkinkan melalui kunjungan rumah), wawancara dengan pasien/keluarga, dan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan sebelum dan setelah intervensi. Pencapaian kriteria ini menunjukkan keberhasilan dalam mengelola risiko dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup pasien.
Article No. 24950 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan sesak nafas + batuk + nyeri ulu hati + O : KU Lemah,kesadaran coma td: 190/100 n: 120 rr: 36 s: 36.9 spo2:97 dengan nrm 15 lpm LAB 6/4/26 Hemoglobin 14.55 g/dL Eritrosit 4.96 juta/µL Hematokrit 43.2 % MCV 86.9 fL MCH 29.3 pg MCHC 33.7 g/dL Leukosit 12.23 ribu/µL Trombosit 327 ribu/µL RDW-CV 12.55 % MPV 6.17 fL Neutrofil 85.0 % Limfosit 5.8 % Monosit 8.4 % Eosinofil 0.04 % Basofil 0.7 % Total Neutrofil 10.40 ribu/µL Total Limfosit 0.71 ribu/µL Total Monosit 1.03 ribu/µL Total Eosinofil 0.01 ribu/µL Total Basofil 0.08 Natrium 131 mmol/L Kalium 5.1 mmol/L Chlorida 96 mmol/L Calsium 1.0 mmol/L pH 7.68 Glukosa Darah Sewaktu 91 mg/dL AST (SGOT) 202 U/L ALT (SGPT) 108 U/L Ureum 71.7 mg/dL Kreatinin 0.91 mg/dL AGD pH 7.21 PCO2 56.9 mmHg PO2 38 mmHg SO2 59.0 % HCO3 22.5 mmol/L TCO2 24.0 mmol/L Base (Ecf) -5.0 mmol/L Laktat 1.3 mmol/L Foto RO thoraks PA USul bacaan ; KEsan emfisematous Lung, Bronkopneumonia Efusi pleura dextra minimal Besar Cor Normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen pada tingkat alveolus-kapiler, yang mengakibatkan hipoksemia dan/atau hiperkapnia.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil: 1) Nilai analisis gas darah arteri dalam rentang normal; 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal; 3) Tidak ada tanda-tanda hipoksia (sianosis, gelisah, perubahan status mental); 4) Pernapasan efektif; 5) Suara napas bersih.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi: 1) Pastikan jalan napas paten; 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi jika tidak ada kontraindikasi); 3) Lakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan; 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai program; 5) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya pernapasan); 6) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam atau sesuai kondisi; 7) Monitor tanda-tanda vital dan saturasi oksigen secara berkala; 8) Monitor status neurologis dan tingkat kesadaran; 9) Kolaborasi dalam pemeriksaan analisis gas darah arteri; 10) Ajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam jika pasien kooperatif.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Jalan napas paten; 2) Suara napas bersih; 3) Mampu mengeluarkan sekret; 4) Tidak ada sianosis; 5) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi: 1) Pastikan jalan napas paten; 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi; 3) Lakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan dengan teknik steril; 4) Lakukan fisioterapi dada (jika tidak ada kontraindikasi seperti tekanan darah sangat tinggi); 5) Lakukan perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai indikasi; 6) Monitor frekuensi, irama, kedalaman pernapasan dan adanya suara napas tambahan (ronkhi, wheezing); 7) Berikan kelembaban udara yang adekuat; 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik sesuai program; 9) Ajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam jika memungkinkan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Keadaan penurunan kemampuan seseorang untuk melakukan orientasi terhadap diri sendiri, orang lain, tempat, dan waktu, serta penurunan respons terhadap rangsangan dari lingkungan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Tingkat kesadaran membaik. Kriteria hasil: 1) Respon motorik dan verbal sesuai rangsang; 2) Orientasi orang, tempat, dan waktu baik; 3) Fungsi kognitif baik; 4) Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Manajemen penurunan kesadaran. Intervensi: 1) Monitor dan catat tingkat kesadaran secara berkala menggunakan skala GCS (Glasgow Coma Scale); 2) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen; 3) Pertahankan jalan napas paten, posisi lateral atau semi-prone jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi; 4) Lindungi pasien dari cedera (pemasangan pengaman di tempat tidur, lingkungan aman); 5) Lakukan perawatan mata dan mulut untuk mencegah kekeringan dan infeksi; 6) Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus (ubah posisi secara teratur, menjaga kebersihan dan kekeringan kulit); 7) Monitor pola eliminasi (BAK dan BAB), kolaborasi pemasangan kateter jika diperlukan; 8) Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral atau enteral sesuai program; 9) Berikan stimulasi pendengaran yang tepat seperti memanggil nama dengan lembut; 10) Jelaskan semua prosedur kepada keluarga.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami atau berisiko mengalami tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang tidak berada dalam rentang normal yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kode SLKI: L.25001
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal sesuai usia; 2) Denyut nadi dalam rentang normal; 3) Tidak ada gejala hipotensi atau hipertensi (sakit kepala, pusing, epistaksis); 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat.
Kode SIKI: I.25001
Deskripsi : Manajemen tekanan darah. Intervensi: 1) Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi jantung secara teratur (setiap 30 menit - 1 jam dalam kondisi krisis); 2) Monitor status neurologis (sakit kepala, penglihatan kabur, pusing) dan tanda-tanda perdarahan; 3) Pertahankan tirah baring, ciptakan lingkungan tenang, batasi pengunjung; 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis antihipertensi sesuai program dengan memonitor efek dan efek samping; 5) Batasi asupan natrium dan cairan sesuai program; 6) Monitor keseimbangan cairan (intake-output); 7) Hindari manuver valsava; 8) Lakukan edukasi pada keluarga tentang pentingnya kontrol tekanan darah dan tanda bahaya yang perlu dilaporkan.
Article No. 24951 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien mengatakan pusing berputar. Usia 37 tahun TD: 164/91 mmHg SpO2: 96% RR: 24 x/menit Nadi: 77 x/menit GDP: 219 mg/dL Pasien bedrest untuk mencegah jatuh saat berjalan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI
Article No. 24952 | 08 Apr 2026
Klinis : Nyeri post op _Status lokalis_ R. Patella (D) L: Deformitas (+) F: NT (+), krepitasi (+) M: ROM terbatas nyeri Lab RSSP Sragen 04/04/2026 Hb 10.18 AE 4.05 Hmt 31.8 AL 5.80 AT 370 GolDar A PT 11.4 INR 1.04 APTT 35.9 GDS 77 SGOT 26 SGPT 20 UR 24.9 KR 0.84 HbsAg (-) Anti HIV NR
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan akhirnya adalah pasien mampu menunjukkan pengendalian nyeri yang adekuat, yang ditandai dengan skala nyeri yang dapat diterima, kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diperlukan, dan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi ketidaknyamanan. Secara spesifik, luaran yang diharapkan meliputi: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang atau terkontrol dengan skala nyeri yang ditetapkan (misalnya, turun ke skala ≤3 dari skala 0-10). 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda fisiologis dan perilaku yang menurun terkait nyeri, seperti ekspresi wajah rileks, tidak gelisah, tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah) dalam rentang normal untuk pasien. 3) Pasien mampu beristirahat dan tidur dengan cukup. 4) Pasien dapat melakukan mobilisasi atau rentang gerak sesuai anjuran tanpa hambatan nyeri yang signifikan. 5) Pasien dan keluarga memahami dan berpartisipasi dalam rencana manajemen nyeri.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, termasuk tindakan farmakologis dan non-farmakologis. Penjelasan rinci: 1) **Pengkajian Nyeri Komprehensif**: Mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas menggunakan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda) secara teratur dan sistematis, termasuk observasi tanda nonverbal pada pasien yang tidak dapat berkomunikasi. 2) **Pemberian Analgesik**: Melakukan pemberian obat analgesik sesuai resep dokter (misalnya, analgesik oral atau parenteral), memastikan prinsip benar (5 benar), serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. 3) **Intervensi Non-Farmakologis**: Menerapkan teknik seperti distraksi (mengajak bicara, mendengarkan musik), relaksasi (napas dalam, imajinasi terbimbing), terapi dingin/panas sesuai indikasi (pada kasus post operasi fraktur patella, kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri), serta reposisi atau imobilisasi yang nyaman pada ekstremitas yang terkena. 4) **Edukasi Pasien dan Keluarga**: Memberikan penjelasan tentang penyebab nyeri, tujuan pengobatan, cara melaporkan nyeri, pentingnya pemberian analgesik sebelum nyeri hebat, dan teknik non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri. 5) **Lingkungan yang Nyaman**: Menciptakan lingkungan yang tenang, mengurangi rangsangan yang tidak perlu, dan membantu posisi yang optimal untuk mengurangi ketegangan pada area operasi. 6) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain seperti dokter, fisioterapis untuk penanganan nyeri yang lebih optimal, termasuk dalam penatalaksanaan mobilisasi bertahap. 7) **Evaluasi dan Dokumentasi**: Mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan dan mendokumentasikan secara lengkap untuk keberlanjutan asuhan. Pada kasus nyeri post operasi fraktur patella dengan ROM terbatas, intervensi juga harus mempertimbangkan manajemen nyeri selama mobilisasi dan latihan.
Article No. 24953 | 08 Apr 2026
Klinis : DS: Pasien mengatakan pusing berputar. DO: Usia 37 tahun TD: 164/91 mmHg SpO2: 96% RR: 24 x/menit Nadi: 77 x/menit GDP: 219 mg/dL Pasien bedrest untuk mencegah jatuh saat berjalan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang pakar keperawatan, saya akan menganalisis data pasien dan menyusun diagnosa keperawatan beserta rencana intervensi dan luaran berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Berikut adalah analisis dan rencana keperawatan yang disajikan dalam format HTML:
```html
Analisis Kasus dan Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan data yang diberikan, pasien menunjukkan beberapa tanda dan gejala yang signifikan:
- DS: Pasien mengatakan pusing berputar. Ini adalah keluhan subjektif utama yang mengindikasikan gangguan keseimbangan atau perfusi serebral.
- DO:
- Usia 37 tahun.
- TD: 164/91 mmHg (Hipertensi Grade 2). Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pusing, terutama jika terjadi perubahan posisi atau jika perfusi serebral terganggu.
- SpO2: 96% (Normal).
- RR: 24 x/menit (Sedikit meningkat, normal 12-20 x/menit). Bisa menjadi respons terhadap ketidaknyamanan atau kecemasan.
- Nadi: 77 x/menit (Normal).
- GDP: 219 mg/dL (Hiperglikemia). Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan neuropati, gangguan penglihatan, dan kelemahan, yang semuanya meningkatkan risiko jatuh.
- Pasien bedrest untuk mencegah jatuh saat berjalan. Ini adalah indikator kuat adanya risiko jatuh yang sudah diidentifikasi oleh pasien atau tenaga kesehatan.
Dari data di atas, diagnosa keperawatan prioritas yang dapat ditegakkan adalah Risiko Jatuh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko seperti pusing berputar, hipertensi, dan hiperglikemia yang semuanya dapat mengganggu keseimbangan dan stabilitas pasien.
Diagnosa Keperawatan (SDKI)
D.0143 Risiko Jatuh
- Definisi: Berisiko mengalami peningkatan kerentanan untuk jatuh yang dapat menyebabkan bahaya fisik.
- Faktor Risiko:
- Fisiologis:
- Pusing berputar (vertigo)
- Hipertensi (TD: 164/91 mmHg)
- Hiperglikemia (GDP: 219 mg/dL)
- Kelemahan umum (tersirat dari bedrest untuk mencegah jatuh)
- Lingkungan:
- Penggunaan alat bantu (tidak ada data spesifik, namun bedrest menunjukkan keterbatasan mobilitas)
- Lingkungan yang tidak aman (tidak ada data spesifik, namun perlu dipertimbangkan)
- Fisiologis:
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI
Dalam praktik keperawatan di Indonesia, PPNI telah mengembangkan tiga standar utama untuk memastikan kualitas dan konsistensi asuhan keperawatan:
Standar
Kode & Nama
Definisi Singkat
Aplikasi pada Kasus Pasien
SDKI
(Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
D.0143 Risiko Jatuh
Sistem klasifikasi diagnosis keperawatan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi label masalah kesehatan aktual atau potensial yang dapat ditangani oleh perawat. Diagnosis ini menjadi dasar perencanaan asuhan keperawatan.
Pada kasus ini, diagnosis Risiko Jatuh (D.0143) ditegakkan karena adanya faktor risiko seperti pusing berputar, hipertensi, dan hiperglikemia yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan pasien mengalami jatuh. Pernyataan pasien yang bedrest untuk mencegah jatuh semakin memperkuat diagnosis ini.
SLKI
(Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
L.14138 Tingkat Jatuh
Sistem klasifikasi luaran keperawatan yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi keperawatan. Lu Article No. 24954 | 08 Apr 2026
Klinis : manajemen nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Manajemen Nyeri
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Diagnosa keperawatan ini difokuskan pada respons individu terhadap nyeri, baik akut maupun kronik, yang memerlukan intervensi untuk mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah pasien mampu menunjukkan pengendalian nyeri yang adekuat, yang ditandai dengan: skala nyeri menurun sesuai target yang ditetapkan, mampu mengenali faktor pencetus dan melakukan tindakan untuk mengurangi nyeri, menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri, serta melaporkan peningkatan kenyamanan dan kemampuan untuk beristirahat serta beraktivitas. SLKI ini mengukur keberhasilan intervensi keperawatan dalam memodulasi pengalaman nyeri pasien.
Kode SIKI: 4500
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup pemberian tindakan keperawatan komprehensif untuk meringankan atau mengurangi nyeri. Aktivitasnya meliputi: (1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif secara rutin (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/ skala, dan faktor pencetus). (2) Mengobservasi petunjuk non-verbal dari ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi secara efektif. (3) Memastikan pemberian analgesik yang tepat waktu sesuai program terapi, memantau efektivitas dan efek samping. (4) Melakukan tindakan nonfarmakologi seperti teknik distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, terapi musik, masase, serta aplikasi kompres hangat atau dingin sesuai indikasi. (5) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang skala nyeri, regimen pengobatan, teknik manajemen nyeri nonfarmakologi, dan pentingnya melaporkan nyeri secara proaktif. (6) Mengatur posisi pasien untuk kenyamanan optimal dan mencegah tekanan pada area nyeri. (7) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. (8) Melibatkan pasien dalam perencanaan perawatan untuk meningkatkan rasa kontrol terhadap nyeri. (9) Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain (dokter, fisioterapis) untuk penatalaksanaan nyeri yang holistik. Intervensi ini bersifat individual, berdasarkan penyebab nyeri, preferensi pasien, dan kondisi klinis secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan yang memungkinkan pasien berpartisipasi dalam aktivitas hidup sehari-hari dan proses penyembuhan.
Article No. 24955 | 08 Apr 2026
Klinis : Nyeri kaki kanan post terjatuh _RPS_ 2 jam SMRS saat pasien keluar dari kamar mandi, pasien terjatuh dalam posisi terduduk di lantai. Pasien datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Keluhan disertai dengan nyeri memberat apabila kaki kanan digerakkan. Keluhan lain seperti pusing (-), mual (-), muntah (-) disangkal. Oleh keluarga, pasien dibawa ke IGD RSSP _RPD_ Riwayat DM (+) Riwayat HD (+) terjadwal di RSSP setiap hari senin Riwayat trauma (-) Riwayat operasi (-) Riwayat alergi (-) _Status Lokalis_ R. Femur L: Deformitas (+) F: NT (+), krepitasi s.d.e M: ROM terbatas nyeri Laboratorium RSSP Sragen (02/04/2026) -> *06/04/26 post HD* *Hb 9.15 -> 6.49(L)* *Eritrosit 3.10 -> 2.18(L)* *Hmt 26.8 -> 19.1(L)* *AL 11.76-> 13.64 (H)* AT 164 -> 167 GolDar AB PT 10.6 INR 0.96 APTT 39.1 *GDS 382 (H)* *SGOT 49 (H)* SGPT 30 *Ur 124.1 (H)* *Kr 6.88 -> 5.88 (H)* HbsAg (-) Anti HIV NR
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mengurangi tingkat nyeri hingga skala yang dapat ditoleransi pasien (misalnya, ≤ 3 pada skala 0-10), yang ditandai dengan ekspresi wajah rileks, tidak ada gelisah, mampu beristirahat, dan melaporkan penurunan nyeri. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemberian analgesia sesuai program, memposisikan ekstremitas dengan benar, memberikan kompres dingin pada area fraktur untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri, serta teknik non-farmakologis seperti distraksi dan lingkungan yang tenang. Evaluasi dilakukan dengan menilai skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi, serta memantau efek samping obat.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan spesifik untuk mengurangi atau meringankan nyeri. Berdasarkan data pasien dengan nyeri memberat saat digerakkan dan temuan deformitas serta nyeri tekan pada femur kanan, intervensi yang harus dilakukan meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif (PQRST: Provokasi, Quality, Region, Severity, Time) setiap 2-4 jam dan setelah intervensi. 2) Mengkolaborasi pemberian analgesik sesuai resep (misalnya, analgesik non-opioid atau opioid dengan pertimbangan fungsi ginjal yang terganggu). 3) Melakukan imobilisasi sementara pada ekstremitas yang cedera untuk mencegah pergerakan yang memperberat nyeri. 4) Menerapkan kompres dingin (ice pack) pada area sekitar fraktur dengan interval 15-20 menit, dilapisi handuk. 5) Memposisikan pasien dengan nyaman, menyangga kaki dengan bantal. 6) Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi napas dalam. 7) Memonitor tanda-tanda vital dan respons pasien terhadap terapi nyeri. Intervensi ini harus didokumentasikan dengan jelas, termasuk skala nyeri sebelum dan sesudah tindakan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien ini, risiko meningkat karena adanya cedera terbuka potensial (fraktur), prosedur invasif (pemasangan akses HD, kemungkinan operasi), dan kondisi sistemik yang melemahkan (Diabetes Melitus tidak terkontrol dan Gagal Ginjal Kronik yang menjalani HD).
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan menangani infeksi. Tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi lokal pada area cedera atau infeksi sistemik, yang ditandai dengan tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan, bengkak, hangat, pus, atau drainage berbau dari luka; serta hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal. Perawat akan memantau tanda-tanda infeksi secara ketat, menjaga teknik aseptik dalam semua perawatan luka dan akses vaskular HD, melakukan perawatan kebersihan diri pasien, dan memastikan terapi antibiotik profilaksis jika diresepkan diberikan tepat waktu.
Kode SIKI: I.15021
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Serangkaian tindakan untuk mengurangi atau mencegah infeksi. Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda sistemik (suhu, leukosit) dan lokal (sekitar fraktur, akses HD) infeksi setiap shift. 2) Melakukan perawatan luka atau area kulit yang rusak (jika ada) dengan teknik aseptik ketat. 3) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk mencuci tangan. 4) Melakukan perawatan akses vaskular HD sesuai protokol untuk mencegah infeksi. 5) Mengkolaborasi pemberian antibiotik profilaksis jika diperlukan, dengan mempertimbangkan fungsi ginjal (dosis disesuaikan). 6) Memastikan lingkungan sekitar pasien bersih. 7) Mengoptimalkan status nutrisi dan kontrol gula darah sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh. 8) Membatasi pengunjung yang sakit. Dokumentasi mencakup kondisi kulit/luka, tanda vital, dan kepatuhan terhadap protokol aseptik.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan. Pada kasus ini, kerusakan jaringan terjadi pada tingkat muskuloskeletal (jaringan lunak dan tulang femur) akibat trauma mekanis (jatuh), yang dimanifestasikan secara klinis dengan deformitas, nyeri tekan, krepitasi, dan keterbatasan gerak.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Penyembuhan Luka: Tindakan untuk memfasilitasi penyembuhan jaringan yang rusak. Tujuan utamanya adalah meminimalkan kerusakan lebih lanjut dan memulai proses penyembuhan, yang ditandai dengan berkurangnya pembengkakan, tidak adanya komplikasi neurovaskuler distal (sirkulasi, sensasi, motorik baik), dan persiapan yang optimal untuk penanganan definitif (misalnya, operasi). Intervensi keperawatan berfokus pada imobilisasi dan penyanggaan ekstremitas, elevasi untuk mengurangi edema, pemantauan neurovaskuler ketat (warna, suhu, kapiler refill, sensasi, pergerakan jari), serta perawatan kulit untuk mencegah dekubitus.
Kode SIKI: I.10030
Deskripsi : Manajemen Luka: Tindakan untuk mempromosikan penyembuhan jaringan. Intervensi spesifik yang dilakukan perawat: 1) Melakukan pemantauan neurovaskuler (CMS: Circulation, Motion, Sensation) pada ekstremitas yang cedera setiap 2-4 jam atau sesuai protokol. 2) Melakukan imobilisasi dengan bidai atau alat imobilisasi lainnya sesuai instruksi untuk mencegah pergeseran fragmen tulang. 3) Meninggikan ekstremitas yang cedera (jika tidak kontraindikasi) untuk mengurangi pembengkakan. 4) Mengaplikasikan kompres dingin secara teratur. 5) Melakukan perawatan kulit dengan inspeksi area yang tertekan (tumit, sakrum, dll.) dan menggunakan bantal pelindung. 6) Mengobservasi dan mendokumentasikan setiap perubahan kondisi ekstremitas (peningkatan bengkak, pucat, sianosis, penurunan sensasi). 7) Berkolaborasi dalam pemeriksaan penunjang seperti radiologi ulang. Tindakan ini didokumentasikan secara rinci, termasuk hasil pemeriksaan CMS.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal. Risiko ini sangat tinggi pada pasien ini karena riwayat Diabetes Melitus (DM) yang ditunjukkan dengan GDS sangat tinggi (382 mg/dL) dan adanya stres fisiologis berat akibat trauma (fraktur). Stres trauma meningkatkan hormon kontra-regulator (kortisol, katekolamin) yang menyebabkan hiperglikemia, yang dapat memperburuk penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
Kode SLKI: L.27001
Deskripsi : Kontrol Kadar Glukosa Darah: Tindakan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal. Tujuannya adalah mencegah komplikasi hiperglikemia lebih lanjut dan mencapai kadar glukosa darah yang lebih aman, ditandai dengan penurunan GDS menuju target, tidak ada gejala hiperglikemia berat (polidipsi, poliuri, penurunan kesadaran), dan penyembuhan luka yang tidak terhambat. Perawat akan memantau kadar gula darah secara berkala, berkolaborasi dalam terapi insulin, memastikan diet yang sesuai, dan memantau tanda-tanda komplikasi metabolik.
Kode SIKI: I.27020
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Intervensi spesifik yang dilakukan: 1) Memantau kadar glukosa darah sesuai ketentuan (misalnya, setiap 6 jam atau sesuai program insulin). 2) Berkolaborasi pemberian terapi insulin sesuai resep dokter, dengan perhitungan dosis yang cermat mengingat pasien juga menjalani HD (perhatikan risiko hipoglikemia pasca-HD). 3) Memantau asupan nutrisi pasien dan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet DM renal sesuai kondisi. 4) Memonitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuri, polidips
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433