Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 6971 | 25 Nov 2024
Klinis : Klien enggan makan dan berat badan turun 3 kilo
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu klien enggan makan dan berat badan turun 3 kilo, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, maka dapat ditentukan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai berikut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intake nutrisi tidak adekuat
Penjelasan Singkat:
- SDKI: Penurunan asupan makanan dan/atau cairan yang mengakibatkan berat badan turun.
- SLKI: Klien menunjukkan berat badan yang sesuai dengan usia dan tinggi badan, mengonsumsi makanan dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan, dan tidak ada tanda-tanda kekurangan nutrisi.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu klien dalam meningkatkan asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan.
Tujuan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
- Memantau status gizi klien (seperti berat badan, LILA, dll.)
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi asupan makanan dan cairan klien
- Memberikan edukasi tentang pentingnya nutrisi yang adekuat
- Membuat rencana makanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan klien
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan dan memantau intervensi nutrisi yang tepat
Dengan pendekatan yang akademis dan persona pakar/perawat, diharapkan klien dapat termotivasi untuk meningkatkan asupan nutrisinya sehingga dapat mencapai status gizi yang optimal. -
Article No. 6972 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan muncul bintik-bintik kemerahan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat dengan persona pakar, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan munculnya bintik-bintik kemerahan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia (SDKI)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal.
Faktor yang berkontribusi: Infeksi.
Gejala yang ditunjukkan: Demam, bintik-bintik kemerahan.
2. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (SDKI)
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
Faktor yang berkontribusi: Infeksi pada saluran pernapasan.
Gejala yang ditunjukkan: Batuk, pilek.
3. Risiko Infeksi (SDKI)
Definisi: Rentan terhadap invasi dan perkembangbiakan organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
Faktor yang berkontribusi: Paparan terhadap patogen.
Gejala yang ditunjukkan: Demam, bintik-bintik kemerahan, batuk, pilek.
Luaran Keperawatan (SLKI):
1. Suhu tubuh dalam batas normal
2. Bersihan jalan napas efektif
3. Bebas infeksi
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Hipertermia
- Pantau suhu tubuh
- Berikan terapi antipiretik sesuai indikasi
- Berikan kompres hangat/dingin
2. Manajemen Bersihan Jalan Napas
- Auskultasi bunyi napas
- Berikan humidifier atau terapi oksigen
- Anjurkan batuk efektif dan bernapas dalam
3. Pencegahan Infeksi
- Kaji faktor risiko infeksi
- Berikan edukasi tentang pencegahan penularan infeksi
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi
Perawatan yang diberikan akan berfokus pada pengendalian hipertermia, mempertahankan bersihan jalan napas, serta pencegahan dan penanganan infeksi. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kondisi pasien ke status kesehatan yang optimal. -
Article No. 6973 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan muncul bintik-bintik kemerahan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan menyimak gejala yang Anda sampaikan, yaitu demam, batuk, pilek, dan muncul bintik-bintik kemerahan, saya sebagai perawat profesional dapat memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan:
Berdasarkan gejala yang Anda deskripsikan, diagnosa keperawatan yang paling sesuai adalah Risiko Infeksi. Hal ini dikarenakan pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti demam, batuk, pilek, dan munculnya bintik-bintik kemerahan pada kulit.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Definisi Risiko Infeksi adalah kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat membahayakan kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan untuk pasien dengan Risiko Infeksi adalah tidak terjadi infeksi, tanda-tanda infeksi menurun, dan tidak ada komplikasi yang timbul akibat infeksi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi Risiko Infeksi adalah:
1. Pemantauan tanda-tanda vital dan status infeksi.
2. Manajemen demam, batuk, dan pilek.
3. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pencegahan penularan infeksi.
4. Perawatan luka atau bintik-bintik kulit.
5. Pemberian obat-obatan sesuai instruksi dokter.
Dengan penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstruktur untuk mengelola kondisi pasien dengan Risiko Infeksi secara efektif. -
Article No. 6974 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan telinga kanan bedengung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan kondisi pasien yang Anda jelaskan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Sensori Persepsi: Pendengaran Terganggu
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Gangguan Sensori Persepsi: Pendengaran Terganggu didefinisikan sebagai gangguan dalam kemampuan untuk menerima, menginterpretasi, dan merespon stimulus auditori.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mengenali dan melaporkan perbaikan pada fungsi pendengaran.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Manajemen Nyeri: Telinga
2. Terapi Sensori Perseptual: Pendengaran
3. Edukasi Kesehatan
Dengan tone akademis, persona pakar, dan nurse, penjelasan singkat di atas dapat disampaikan dengan bahasa yang informatif, rinci, dan professional untuk membantu pasien memahami kondisi dan penanganannya. -
Article No. 6975 | 25 Nov 2024
Klinis : Pasien datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada yang terasa seperti diremas, disertai sesak napas dan keringat dingin. Pak Budi memiliki riwayat hipertensi dan pernah mengalami serangan jantung ringan 5 tahun lalu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosis Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan penyakit kardiovaskular, ditandai dengan keluhan nyeri dada yang terasa seperti diremas.
2. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan penyakit kardiovaskular, ditandai dengan sesak napas.
3. Risiko hipervolemia berhubungan dengan penyakit kardiovaskular, ditandai dengan keringat dingin.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan pedoman standar yang digunakan oleh perawat dalam menetapkan diagnosis keperawatan berdasarkan data yang diperoleh dari pasien. Dalam kasus ini, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Nyeri akut, Ketidakefektifan pola napas, dan Risiko hipervolemia.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah pedoman standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan. Misalnya, untuk diagnosis Nyeri akut, outcome yang diharapkan adalah pasien dapat melaporkan penurunan tingkat nyeri, pasien dapat mendemonstrasikan teknik penanganan nyeri yang efektif, dan pasien dapat beraktivitas tanpa hambatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) merupakan pedoman standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang akan dilakukan dalam memberikan asuhan keperawatan. Contoh intervensi untuk diagnosis Nyeri akut adalah pemberian analgesik, terapi relaksasi, dan edukasi manajemen nyeri.
Dengan menggunakan kerangka SDKI - SLKI - SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pasien. -
Article No. 6976 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan demam natuk pilek dan tenggorokkan sakit sejak 3 hari yang lalu
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal.
Penyebab: Infeksi, dehidrasi, gangguan termoregulasi.
Gejala: Demam, kulit hangat, menggigil.
2. Nyeri Tenggorokan
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan adanya potensi atau aktual kerusakan pada sistem integumen di daerah tenggorokan.
Penyebab: Infeksi, peradangan.
Gejala: Rasa sakit atau tidak nyaman saat menelan, nyeri saat berbicara.
3. Pola Napas Tidak Efektif
Definisi: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Penyebab: Infeksi saluran pernapasan, iritasi.
Gejala: Napas cepat, dangkal, mengi.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan panduan diagnosa keperawatan yang digunakan perawat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah panduan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang dilakukan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah panduan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan pasien.
Penggunaan standar ini memungkinkan perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, terukur, dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasien secara komprehensif. -
Article No. 6977 | 25 Nov 2024
Klinis : hipertermia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi hipertermia:
Diagnosa Keperawatan: Hipertermia
Definisi SDKI:
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang disebabkan oleh gangguan mekanisme pengaturan suhu tubuh.
Faktor Risiko SDKI:
1. Lingkungan panas
2. Aktivitas fisik berlebih
3. Dehidrasi
4. Infeksi
5. Gangguan neurologis
6. Gangguan endokrin
Gejala SDKI:
1. Peningkatan suhu tubuh
2. Kulit merah dan panas
3. Sakit kepala
4. Kelelahan
5. Mual dan muntah
6. Bingung
7. Nyeri otot
Luaran SLKI:
1. Suhu tubuh dalam rentang normal
2. Kulit dalam kondisi normal
3. Tidak ada tanda-tanda dehidrasi
4. Tidak ada tanda-tanda infeksi
5. Fungsi neurologis normal
6. Fungsi endokrin normal
Intervensi SIKI:
1. Monitoring suhu tubuh
2. Manajemen lingkungan
3. Manajemen aktivitas
4. Manajemen cairan
5. Manajemen infeksi
6. Manajemen neurologis
7. Manajemen endokrin
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan assessment komprehensif, melakukan intervensi yang sesuai, dan memantau respon pasien secara ketat untuk memastikan kondisi hipertermia dapat diatasi dengan efektif. -
Article No. 6978 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan demam dan sakit tenggorokan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan tone akademis dan persona pakar, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan keluhan demam dan sakit tenggorokan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi.
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal, disertai perubahan mekanisme pengaturan suhu tubuh.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah pasien akan menunjukkan suhu tubuh dalam batas normal, kulit terasa hangat dan kering, tidak ada tanda-tanda dehidrasi, serta pasien dapat beristirahat yang cukup.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain mengobservasi tanda-tanda vital, memantau suhu tubuh, mengatur suhu lingkungan, memberikan kompres hangat/dingin, serta memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi pasien.
2. Nyeri tenggorokan berhubungan dengan proses inflamasi.
Penjelasan:
SDKI:
Nyeri tenggorokan adalah rasa tidak nyaman atau sakit di daerah tenggorokan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
SLKI:
Luaran yang diharapkan adalah pasien akan melaporkan nyeri tenggorokan berkurang, dapat menelan makanan dan minuman dengan lebih mudah, serta dapat beraktivitas sehari-hari tanpa terganggu.
SIKI:
Intervensi yang dapat dilakukan antara lain menilai karakteristik nyeri, memberikan analgesik sesuai indikasi, mengajarkan teknik manajemen nyeri, serta memberikan terapi penghangat pada area tenggorokan.
Dengan menerapkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstruktur untuk mengatasi masalah kesehatan pasien dengan keluhan demam dan sakit tenggorokan. -
Article No. 6979 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit kepala
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Kepala Berhubungan Dengan Perubahan Pola Tidur
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Kepala adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan atau potensi kerusakan jaringan di kepala.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pasien melaporkan penurunan tingkat nyeri kepala
2. Pasien mendemonstrasikan strategi manajemen nyeri yang efektif
3. Pasien menunjukkan pola tidur yang memadai
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri
2. Terapi Relaksasi
3. Terapi Tidur
Penjelasan:
Pasien yang datang dengan keluhan sakit kepala kemungkinan besar memiliki diagnosis keperawatan "Nyeri Kepala Berhubungan Dengan Perubahan Pola Tidur". Hal ini dikarenakan perubahan pola tidur dapat memengaruhi persepsi dan reaksi terhadap nyeri. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri (misalnya pemberian analgesik), terapi relaksasi (misalnya teknik pernapasan dalam), dan terapi tidur (misalnya pengaturan lingkungan tidur yang nyaman). Luaran yang diharapkan adalah pasien melaporkan penurunan tingkat nyeri kepala, mendemonstrasikan strategi manajemen nyeri yang efektif, dan menunjukkan pola tidur yang memadai. -
Article No. 6980 | 25 Nov 2024
Klinis : pasien perempuan, usia 73 tahun, konsumsi merlopam dan resperidone, sesekali halusinasi saat berbicara, kesulitan dalam tidur
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Berdasarkan kondisi pasien perempuan, usia 73 tahun, yang mengkonsumsi obat-obatan merlopam dan resperidone, sering mengalami halusinasi saat berbicara, serta kesulitan tidur, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
1. Risiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
Pasien berisiko mengalami gangguan persepsi sensori berupa halusinasi, yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan seperti merlopam dan resperidone serta faktor usia lanjut.
2. Gangguan Pola Tidur
Pasien mengalami kesulitan dalam tidur, yang dapat diakibatkan oleh efek samping penggunaan obat-obatan serta kondisi usia lanjut.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Untuk Risiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
a. Tujuan: Pasien tidak mengalami halusinasi selama perawatan.
b. Kriteria Hasil:
i. Pasien dapat mengenali realita dan lingkungan sekitar.
ii. Pasien tidak menunjukkan perilaku yang menunjukkan adanya halusinasi.
iii. Pasien dapat mempertahankan konsentrasi saat berbicara.
2. Untuk Gangguan Pola Tidur
a. Tujuan: Pasien dapat tidur dengan nyenyak selama perawatan.
b. Kriteria Hasil:
i. Pasien dapat memulai tidur dalam waktu 30 menit.
ii. Pasien dapat tidur selama 6-8 jam tanpa terbangun.
iii. Pasien merasa segar setelah bangun tidur.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Untuk Risiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
a. Monitoring Tanda-Tanda Vital
i. Mengukur tanda-tanda vital pasien secara teratur untuk mendeteksi adanya perubahan.
b. Terapi Lingkungan
i. Menciptakan lingkungan yang tenang dan menyenangkan untuk mengurangi kecemasan dan distraksi.
ii. Menyediakan pencahayaan yang cukup dan menghindari kebisingan.
c. Manajemen Farmakologis
i. Kolaborasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis obat-obatan yang dikonsumsi pasien.
ii. Memantau efek samping dari penggunaan obat-obatan.
2. Untuk Gangguan Pola Tidur
a. Manajemen Lingkungan Tidur
i. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang.
ii. Mengatur pencahayaan, suhu, dan suara untuk mendukung kualitas tidur pasien.
b. Terapi Relaksasi
i. Mengajarkan teknik relaksasi, seperti napas dalam, imajinasi terpimpin, atau terapi musik.
ii. Membantu pasien untuk mempraktikkan teknik relaksasi sebelum tidur.
c. Edukasi Pasien dan Keluarga
i. Memberikan edukasi tentang pentingnya tidur yang cukup dan strategi untuk meningkatkan kualitas tidur.
ii. Melibatkan keluarga dalam mendukung pasien untuk mencapai pola tidur yang sehat.
Penjelasan rinci dan terperinci untuk setiap poin di atas:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan SDKI dipilih berdasarkan kondisi pasien yang mengalami halusinasi dan gangguan pola tidur. Risiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi dipilih karena pasien sering mengalami halusinasi saat berbicara, yang dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan dan faktor usia lanjut. Gangguan Pola Tidur dipilih karena pasien mengalami kesulitan dalam tidur, yang juga dapat dipengaruhi oleh efek samping penggunaan obat-obatan dan kondisi usia lanjut.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Untuk Risiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi, tujuan yang diharapkan adalah pasien tidak mengalami halusinasi selama perawatan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat mengenali realita dan lingkungan sekitar, tidak menunjukkan perilaku yang menunjukkan adanya halusinasi, serta dapat mempertahankan konsentrasi saat berbicara.
Untuk Gangguan Pola Tidur, tujuan yang diharapkan adalah pasien dapat tidur dengan nyenyak selama perawatan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat memulai tidur dalam waktu 30 menit, dapat tidur selama 6-8 jam tanpa terbangun, dan merasa segar setelah bangun tidur.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
Untuk Risiko Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi, intervensi yang diperlukan adalah monitoring tanda-tanda vital, terapi lingkungan, dan manajemen farmakologis. Monitoring tanda-tanda vital dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan. Terapi lingkungan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan menyenangkan untuk mengurangi kecemasan dan distraksi. Manajemen farmakologis dilakukan melalui kolaborasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis obat-obatan dan memantau efek sampingnya.
Untuk Gangguan Pola Tidur, intervensi yang diperlukan adalah manajemen lingkungan tidur, terapi relaksasi, serta edukasi pasien dan keluarga. Manajemen lingkungan tidur bertujuan untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang. Terapi relaksasi membantu pasien untuk mempraktikkan teknik relaksasi sebelum tidur. Edukasi pasien dan keluarga dilakukan untuk meningkatan pemahaman tentang pentingnya tidur yang cukup dan strategi untuk meningkatkan kualitas tidur.