Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 7385 | 29 Nov 2024
Klinis : buatkan diagnosa keperawatan yg fokus untuk pasien ketoasidosis dm di ruang icu yg terpasang ventilator, Tekanan daran 160/80, Detak Jantung Radial 95, Detak Jantung Kortoid 105, Suhu ketiak 40c , Frekuensi Pernatasan 25 kali/menit, SPO2 90, Karnofsky 20, GCS 6 (Mata: 2. Verbal 1, Motorik 3) Skala Nyeri 3, Terpasang ett No 7.5 Batas 21cm (17/11), stem kuning kental, On Verit Mode SIMV FIO2 50% TV 350 Peep 5 RR 12, retraksi dada (-), Akral hangat dan cenderung demam, nadi teraba lemah, CRT >2 detik, Terpasang CVC Tripple Lumen di Jugularis Dextra (17/11) dengan IVFD, Keadaan umum berat, kesadaran DPO EIM3Vett
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi klinis yang dipaparkan, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran yang diharapkan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan (SIKI) untuk pasien ketoasidosis DM di ruang ICU yang terpasang ventilator:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
2. Perfusi Jaringan Tidak Efektif
3. Hipertermia
4. Ketidakseimbangan Elektrolit
5. Penurunan Cardiac Output
6. Risiko Infeksi
7. Gangguan Pola Tidur
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Bersihan Jalan Napas Efektif
- Pasien menunjukkan pola napas teratur dengan frekuensi 12-20 kali/menit
- Tidak ditemukan bunyi napas tambahan
- Tidak ada retraksi dinding dada
- Saturasi oksigen (SpO2) 95-100%
2. Perfusi Jaringan Adekuat
- Tekanan darah dalam batas normal (120-140/70-90 mmHg)
- Nadi perifer teraba kuat dan regular, CRT ≤2 detik
- Akral hangat, tidak ada tanda-tanda sianosis
3. Suhu Tubuh Normal
- Suhu tubuh berada dalam rentang 36,5-37,5°C
4. Keseimbangan Elektrolit Terpelihara
- Kadar elektrolit serum (natrium, kalium, klorida) dalam batas normal
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau overload cairan
5. Cardiac Output Adekuat
- Tekanan darah sistolik 100-140 mmHg
- Nadi perifer teraba kuat dan regular, 60-100 kali/menit
- Tidak ada tanda-tanda gagal jantung
6. Bebas Infeksi
- Tidak ada tanda-tanda infeksi (peningkatan suhu, leukosit, CRP)
- Hasil kultur negatif
7. Pola Tidur yang Adekuat
- Pasien dapat tidur dengan tenang tanpa gangguan
- Pasien merasa segar saat bangun
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif:
- Pertahankan jalan napas paten dengan perawatan ETT/ventilator
- Lakukan suction endotrakeal secara teratur
- Berikan bronkodilator dan mukolitik sesuai indikasi
- Pantau status respirasi dan oksigenasi
2. Perfusi Jaringan Tidak Efektif:
- Pantau tanda-tanda vital (TD, nadi, CRT, suhu)
- Berikan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan
- Berikan vasopressor jika diperlukan untuk mempertahankan TD
- Pantau intake/output dan keseimbangan cairan
3. Hipertermia:
- Lakukan pengukuran suhu tubuh secara teratur
- Berikan kompres hangat/dingin sesuai indikasi
- Pertahankan lingkungan ruangan sejuk
- Berikan antipiretik sesuai indikasi
4. Ketidakseimbangan Elektrolit:
- Monitor kadar elektrolit serum (Na+, K+, Cl-)
- Berikan terapi penggantian elektrolit sesuai indikasi
- Pantau input/output cairan dan elektrolit
5. Penurunan Cardiac Output:
- Pantau tanda-tanda vital (TD, nadi, CRT)
- Berikan dukungan cairan dan vasopressor jika diperlukan
- Lakukan pemantauan hemodinamik lanjut (jika tersedia)
6. Risiko Infeksi:
- Lakukan perawatan akses intravena dan CVC secara aseptik
- Pantau tanda-tanda infeksi (suhu, leukosit, CRP)
- Berikan antibiotik sesuai indikasi
7. Gangguan Pola Tidur:
- Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk tidur
- Berikan obat sedasi/hipnotik sesuai indikasi
- Lakukan intervensi non-farmakologis (teknik relaksasi)
Catatan:
Penjelasan di atas mencakup diagnosa keperawatan SDKI, luaran yang diharapkan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan (SIKI) secara rinci dan terperinci untuk pasien ketoasidosis DM di ruang ICU yang terpasang ventilator. Tone dan persona yang digunakan adalah akademis dan pakar/perawat. -
Article No. 7386 | 29 Nov 2024
Klinis : buatkan diagnosa keperawatan yg fokus untuk pasien ketoasidosis dm dengan penurunan kesadaran di ruang icu yg terpasang ventilator, Tekanan daran 160/80, Detak Jantung Radial 95, Detak Jantung Kortoid 105, Suhu ketiak 40c , Frekuensi Pernatasan 25 kali/menit, SPO2 90, Karnofsky 20, GCS 6 (Mata: 2. Verbal 1, Motorik 3) Skala Nyeri 3, Terpasang ett No 7.5 Batas 21cm (17/11), stem kuning kental, On Verit Mode SIMV FIO2 50% TV 350 Peep 5 RR 12, retraksi dada (-), Akral hangat dan cenderung demam, nadi teraba lemah, CRT >2 detik, Terpasang CVC Tripple Lumen di Jugularis Dextra (17/11) dengan IVFD, Keadaan umum berat, kesadaran DPO EIM3Vett
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) untuk pasien ketoasidosis DM dengan penurunan kesadaran di ruang ICU yang terpasang ventilator:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan penurunan kesadaran dan kegagalan pernapasan yang ditandai dengan frekuensi napas 25 kali/menit, retraksi dada negatif, dan SpO2 90%.
2. Hipertermi berhubungan dengan proses patologis penyakit yang ditandai dengan suhu tubuh 40°C.
3. Penurunan curah jantung berhubungan dengan dehidrasi dan kegagalan kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah 160/80 mmHg, denyut nadi radial 95 kali/menit, denyut nadi karotis 105 kali/menit, dan CRT >2 detik.
4. Penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan gangguan fungsi kardiovaskular yang ditandai dengan akral hangat dan cenderung demam, nadi lemah, dan CRT >2 detik.
5. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ketidakmampuan mobilisasi dan respon inflamasi yang ditandai dengan Karnofsky skor 20.
6. Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit yang ditandai dengan skala nyeri 3.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pasien menunjukkan pola napas efektif yang ditandai dengan frekuensi napas 12-20 kali/menit, retraksi dada negatif, dan SpO2 ≥95%.
2. Suhu tubuh pasien normal (36,5-37,5°C).
3. Pasien menunjukkan peningkatan curah jantung yang ditandai dengan tekanan darah stabil, denyut nadi radial 60-100 kali/menit, dan CRT ≤2 detik.
4. Pasien menunjukkan peningkatan perfusi jaringan yang ditandai dengan akral hangat, nadi kuat, dan CRT ≤2 detik.
5. Integritas kulit pasien tetap terjaga.
6. Pasien melaporkan nyeri berkurang atau tidak ada.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Intervensi untuk Ketidakefektifan pola napas:
- Pantau dan pertahankan ventilasi mekanis sesuai kebutuhan
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pengaturan parameter ventilator
- Lakukan fisioterapi dada dan latihan pernapasan
- Pertahankan posisi semifowler untuk memfasilitasi ventilasi
- Pantau tanda-tanda vital dan saturasi oksigen
2. Intervensi untuk Hipertermi:
- Pantau suhu tubuh secara berkala
- Lakukan tindakan penurunan demam (kompres hangat, pemberian antipiretik)
- Pertahankan asupan cairan yang adekuat
- Kolaborasi dengan tim medis untuk penanganan hipertermi
3. Intervensi untuk Penurunan curah jantung:
- Pantau tanda-tanda vital secara ketat
- Berikan terapi cairan sesuai kebutuhan
- Pantau dan pertahankan parameter hemodinamik yang optimal
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi obat-obatan (vasopressor, inotropik)
4. Intervensi untuk Penurunan perfusi jaringan:
- Pantau tanda-tanda perfusi perifer (akral, warna kulit, CRT)
- Berikan terapi cairan dan kolaborasi dengan tim medis untuk pengaturan cairan
- Pertahankan parameter hemodinamik yang optimal
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi obat-obatan (vasopressor, inotropik)
5. Intervensi untuk Risiko kerusakan integritas kulit:
- Lakukan pengkajian kulit secara komprehensif
- Pertahankan kebersihan dan kelembapan kulit
- Pertahankan posisi dan pergerakan tubuh yang adekuat
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pemulihan kondisi umum pasien
6. Intervensi untuk Nyeri akut:
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
- Berikan terapi analgesik sesuai resep
- Lakukan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (relaksasi, distraksi)
- Pantau efektivitas pengelolaan nyeri
Penjelasan rinci dan terperinci:
Diagnosa keperawatan SDKI dirumuskan berdasarkan data objektif dan subjektif yang diperoleh dari pengkajian pasien. Diagnosa-diagnosa tersebut menjadi fokus utama dalam pemberian asuhan keperawatan untuk pasien dengan ketoasidosis DM dan penurunan kesadaran di ruang ICU.
Luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI) mencerminkan tujuan yang ingin dicapai dari intervensi keperawatan yang diberikan. Luaran ini menjadi tolak ukur keberhasilan asuhan keperawatan dalam mengatasi masalah-masalah yang teridentifikasi pada pasien.
Intervensi keperawatan (SIKI) merupakan tindakan-tindakan spesifik yang dirancang untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi ini melibatkan kolaborasi dengan tim medis, pemantauan ketat terhadap kondisi pasien, serta pemberian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi masalah kesehatannya.
Keseluruhan proses ini bertujuan untuk membantu pasien dengan ketoasidosis DM dan penurunan kesadaran di ruang ICU mencapai kondisi yang optimal, dengan memperhatikan aspek-aspek penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus pada keselamatan, kenyamanan, dan pemulihan pasien. -
Article No. 7218 | 28 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan close fraktur pada bagian kaki dan sudah dapat penanganan saat ini dalam proses penyembuhan, pasien mengeluh sulit menggerakan badannya
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosa keperawatan yang tepat untuk kondisi pasien dengan close fraktur pada bagian kaki dan kesulitan dalam menggerakkan badan adalah "Mobilitas Fisik Terganggu". Diagnosa ini mencerminkan adanya keterbatasan dalam kemampuan pasien untuk melakukan pergerakan dan perpindahan yang disebabkan oleh keadaan fraktur pada kaki.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan asuhan keperawatan yang tepat, luaran yang diharapkan adalah:
1. Mobilitas Fisik: Pasien dapat melakukan pergerakan dan perpindahan secara mandiri atau dengan bantuan minimal.
2. Kemampuan Mobilisasi: Pasien dapat melakukan aktivitas mobilisasi sesuai dengan kondisi frakturnya.
3. Tingkat Ketergantungan: Pasien dapat mengurangi ketergantungan terhadap orang lain dalam melakukan aktivitas mobilisasi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, diperlukan intervensi keperawatan sebagai berikut:
1. Manajemen Mobilitas:
- Evaluasi kemampuan mobilitas pasien dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.
- Berikan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi fraktur pasien, seperti latihan rentang gerak, penguatan otot, dan latihan ambulasi.
- Ajarkan teknik-teknik untuk meningkatkan mobilitas, seperti penggunaan alat bantu jika diperlukan.
- Kolaborasi dengan tim terapeutik lainnya (fisioterapis, terapis okupasi) untuk meningkatkan mobilitas pasien.
2. Perawatan Luka dan Peradangan:
- Lakukan perawatan luka fraktur secara optimal untuk mencegah komplikasi dan mendukung proses penyembuhan.
- Pantau tanda-tanda infeksi atau peradangan pada area luka dan berikan penanganan yang tepat.
3. Manajemen Nyeri:
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif dan berikan intervensi farmakologis serta non-farmakologis untuk mengelola nyeri pasien.
- Ajarkan teknik manajemen nyeri yang dapat dilakukan oleh pasien.
4. Pendidikan Kesehatan:
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai kondisi fraktur, proses penyembuhan, dan pentingnya mobilisasi yang tepat.
- Anjurkan pasien untuk aktif berpartisipasi dalam perawatan diri dan mobilisasi.
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terarah, diharapkan pasien dapat meningkatkan mobilitas fisiknya, mengurangi ketergantungan, dan mencapai proses penyembuhan yang optimal. -
Article No. 7219 | 28 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan close fraktur pada bagian kaki dan sudah dapat penanganan saat ini dalam proses penyembuhan, pasien mengeluh sulit menggerakan badannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Mobilitas Fisik Terganggu
Penjelasan:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Keterbatasan dalam melakukan gerakan fisik yang disengaja dan terarah, baik mandiri maupun dengan menggunakan alat bantu.
- Karakteristik: Keterbatasan dalam melakukan pergerakan otot, keterbatasan rentang gerak, kelemahan umum, dan keterbatasan aktivitas.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan pergerakan fisik secara mandiri.
- Kriteria hasil: Pasien dapat bergerak dengan lebih leluasa, rentang gerak yang meningkat, dan peningkatan kekuatan otot.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi yang dapat dilakukan:
a. Manajemen Mobilitas: Memberikan bantuan dalam aktivitas fisik, menggunakan alat bantu mobilisasi, dan memberikan edukasi terkait mobilitas.
b. Terapi Latihan: Melakukan latihan pergerakan, latihan rentang gerak, dan latihan kekuatan otot.
c. Terapi Modalitas: Menggunakan modalitas seperti terapi panas atau dingin untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas.
Dalam kondisi pasien dengan close fraktur pada kaki yang sedang dalam proses penyembuhan dan mengeluh sulit menggerakkan badannya, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Mobilitas Fisik Terganggu. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan mencakup manajemen mobilitas, terapi latihan, dan terapi modalitas untuk membantu meningkatkan kemampuan pergerakan dan aktivitas fisik pasien. -
Article No. 7220 | 28 Nov 2024
Klinis : pasien datang dengan close fraktur pada bagian kaki dan sudah dapat penanganan saat ini dalam proses penyembuhan, pasien mengeluh sulit menggerakan badannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan dengan immobilisasi atau pembatasan pergerakan akibat fraktur.
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Mobilitas Fisik didefinisikan sebagai keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disebabkan oleh faktor muskuloskeletal, neurologis, atau faktor lain.
- Tanda dan gejala yang muncul pada pasien antara lain: kesulitan dalam bergerak, perubahan postur tubuh, dan keterbatasan rentang gerak.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat melakukan pergerakan sesuai dengan kemampuan dan kondisinya, serta dapat mencapai tingkat kemandirian yang optimal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: terapi latihan, mobilisasi progresif, dan perawatan alat bantu gerak.
- Tujuannya adalah untuk memulihkan dan mempertahankan kemampuan gerak pasien secara optimal.
Persona: Sebagai seorang perawat profesional, saya memahami bahwa pasien Anda sedang mengalami gangguan mobilitas fisik akibat fraktur yang dialaminya. Kami akan bekerja sama untuk mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif, dengan tujuan membantu pasien mencapai tingkat kemandirian yang optimal dalam melakukan pergerakan dan aktivitas sehari-hari. -
Article No. 7221 | 28 Nov 2024
Klinis : asuhan keperawatan pasien dengan kasus Seorang klien laki laki usia 21 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan keluhan utama saat ini adalah demam (38,1 0C). Klien sudah demam sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus, sakit kepala terasa berat, nyeri otot, terdapat nyeri ulu hati, dan mual. Klien saat ini sedang mendapatkan terapi sebagai berikut: IVFD RL 20 tpm Drips sanmol 1gr/8j/iv Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi klien yang Anda sampaikan, saya dapat memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasannya menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia
- SDKI: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal
- SLKI: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal
- SIKI: Intervensi untuk mengelola peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal
Penjelasan:
Klien mengalami demam (38,1°C) yang berlangsung sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Demam merupakan suatu respon tubuh terhadap infeksi atau proses patologis lainnya yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal.
2. Nyeri akut
- SDKI: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial, atau yang dijelaskan dalam istilah seperti kerusakan tersebut
- SLKI: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial, atau yang dijelaskan dalam istilah seperti kerusakan tersebut
- SIKI: Intervensi untuk mengelola pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial
Penjelasan:
Klien mengalami nyeri kepala yang terasa berat, nyeri otot, dan nyeri ulu hati. Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial.
3. Risiko ketidakseimbangan cairan
- SDKI: Peningkatan atau penurunan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat membahayakan kesehatan
- SLKI: Peningkatan atau penurunan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat membahayakan kesehatan
- SIKI: Intervensi untuk mengelola peningkatan atau penurunan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat membahayakan kesehatan
Penjelasan:
Klien mendapatkan terapi infus RL 20 tpm dan obat-obatan sehingga terdapat risiko ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan/atau asam-basa yang dapat membahayakan kesehatannya.
Diharapkan asuhan keperawatan yang diberikan dapat membantu mengelola masalah-masalah yang dialami oleh klien sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari PPNI. -
Article No. 7222 | 28 Nov 2024
Klinis : asuhan keperawatan pasien dengan kasus Seorang klien laki laki usia 21 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan keluhan utama saat ini adalah demam (38,1 0C). Klien sudah demam sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus, sakit kepala terasa berat, nyeri otot, terdapat nyeri ulu hati, dan mual. Klien saat ini sedang mendapatkan terapi sebagai berikut: IVFD RL 20 tpm Drips sanmol 1gr/8j/iv Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kasus yang diberikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R50.9
- Deskripsi: Demam, tidak diklasifikasikan di tempat lain
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.19
- Deskripsi: Pemberian cairan intravena (IVFD RL 20 tpm), pemberian obat analgetik/antipiretik (Drips sanmol 1gr/8j/iv), dan pemberian obat suplemen (Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips).
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 R50.9 (Demam, tidak diklasifikasikan di tempat lain) digunakan karena pasien mengalami demam (38,1°C) sebagai keluhan utama dan tidak ada diagnosis spesifik yang dapat ditentukan dari informasi yang diberikan.
2. Kode ICD-9-CM 99.19 (Pemberian cairan intravena, pemberian obat analgetik/antipiretik, dan pemberian obat suplemen) digunakan karena pasien mendapatkan terapi IVFD RL 20 tpm, Drips sanmol 1gr/8j/iv, dan Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips. Ini merupakan prosedur atau tindakan medis yang dilakukan untuk menangani kondisi pasien.
Catatan: Kode ICD-10 dan ICD-9-CM digunakan untuk mengkodekan diagnosis dan prosedur/tindakan medis secara standar dalam sistem pelaporan dan dokumentasi medis. -
Article No. 7223 | 28 Nov 2024
Klinis : asuhan keperawatan pasien dengan kasus Seorang klien laki laki usia 21 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan keluhan utama saat ini adalah demam (38,1 0C). Klien sudah demam sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus, sakit kepala terasa berat, nyeri otot, terdapat nyeri ulu hati, dan mual. Klien saat ini sedang mendapatkan terapi sebagai berikut: IVFD RL 20 tpm Drips sanmol 1gr/8j/iv Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda berikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia: Peningkatan suhu tubuh di atas normal.
Karakteristik Definisi:
- Suhu tubuh ≥ 38°C
- Rasa tidak nyaman
- Perubahan fisiologis akibat peningkatan suhu tubuh
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Status Temperatur Tubuh: Keadaan suhu tubuh yang normal atau mendekati normal.
2. Kenyamanan Fisik: Keadaan klien yang bebas dari rasa tidak nyaman secara fisik.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Hipertermia:
- Monitor suhu tubuh secara teratur
- Berikan cairan intravena yang adekuat
- Berikan obat antipiretik sesuai indikasi
- Pertahankan lingkungan yang nyaman (suhu, kelembaban, ventilasi)
- Lakukan kompres hangat/dingin sesuai indikasi
2. Manajemen Nyeri:
- Monitor tanda-tanda vital dan ekspresi nyeri
- Berikan analgesik sesuai indikasi
- Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi
Penjelasan singkat:
Hipertermia, atau peningkatan suhu tubuh di atas normal, merupakan manifestasi dari proses infeksi yang sedang terjadi pada klien. Intervensi keperawatan difokuskan pada pengontrolan suhu tubuh, pemberian cairan dan obat-obatan yang sesuai, serta manajemen nyeri yang dirasakan oleh klien. Tujuan dari asuhan keperawatan ini adalah untuk memulihkan kondisi klien dan mencapai status temperatur tubuh yang normal serta memberikan kenyamanan fisik. -
Article No. 7224 | 28 Nov 2024
Klinis : asuhan keperawatan pasien dengan kasus Seorang klien laki laki usia 21 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan keluhan utama saat ini adalah demam (38,1 0C). Klien sudah demam sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus, sakit kepala terasa berat, nyeri otot, terdapat nyeri ulu hati, dan mual. Klien saat ini sedang mendapatkan terapi sebagai berikut: IVFD RL 20 tpm Drips sanmol 1gr/8j/iv Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia yang sesuai untuk kondisi pasien tersebut:
1. Diagnosa Keperawatan: Hipertermia
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas 37,5°C yang disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan kehilangan panas.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Pasien dapat menunjukkan suhu tubuh normal (36,5-37,5°C) dalam waktu yang ditentukan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Hipertermia, yaitu intervensi untuk mencegah dan mengatasi kenaikan suhu tubuh di atas normal.
2. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain), dengan onset yang tiba-tiba atau berlangsung singkat.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Pasien dapat melaporkan nyeri terkendali dalam waktu yang ditentukan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Nyeri, yaitu intervensi untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri.
3. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Pola Tidur
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Gangguan Pola Tidur adalah perubahan dalam kualitas dan kuantitas tidur yang mengganggu fungsi seseorang.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Pasien dapat menunjukkan pola tidur yang adekuat dalam waktu yang ditentukan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Gangguan Tidur, yaitu intervensi untuk memfasilitasi tidur yang adekuat.
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri ulu hati, dan mual, yang merupakan tanda-tanda umum infeksi. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Hipertermia, Nyeri Akut, dan Gangguan Pola Tidur. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen hipertermia, manajemen nyeri, dan manajemen gangguan tidur, sesuai dengan SDKI, SLKI, dan SIKI standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 7225 | 28 Nov 2024
Klinis : asuhan keperawatan pasien dengan kasus Seorang klien laki laki usia 21 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam dengan keluhan utama saat ini adalah demam (38,1 0C). Klien sudah demam sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan terus-menerus, sakit kepala terasa berat, nyeri otot, terdapat nyeri ulu hati, dan mual. Klien saat ini sedang mendapatkan terapi sebagai berikut: IVFD RL 20 tpm Drips sanmol 1gr/8j/iv Inj. Sohobion 1 amp/24j/drips
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang sesuai dengan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan penjelasan singkat menggunakan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Diagnosa Keperawatan: Hipertermia
SDKI:
- Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal.
- Karakteristik Mayor: Suhu tubuh di atas 37,8°C, Menggigil.
- Faktor Terkait: Infeksi.
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Suhu tubuh kembali normal, Tidak ada tanda-tanda infeksi.
SIKI:
- Intervensi Keperawatan:
1. Pantau suhu tubuh secara berkala.
2. Berikan cairan hangat dan minum yang cukup.
3. Berikan obat penurun panas (antipiretik) sesuai indikasi.
4. Lakukan kompres dingin pada area tubuh untuk menurunkan suhu.
5. Identifikasi penyebab demam dan berikan penanganan yang sesuai.
2. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
SDKI:
- Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Karakteristik Mayor: Laporan nyeri, Ekspresi wajah menunjukkan nyeri.
- Faktor Terkait: Agen cedera biologis (infeksi).
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Klien dapat mengendalikan nyeri, Klien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.
SIKI:
- Intervensi Keperawatan:
1. Identifikasi lokasi, kualitas, intensitas, dan durasi nyeri.
2. Berikan analgesik sesuai indikasi.
3. Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis.
4. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan nyeri.
5. Evaluasi efektivitas manajemen nyeri.
3. Diagnosa Keperawatan: Mual
SDKI:
- Definisi: Perasaan tidak nyaman yang menyebabkan keinginan untuk muntah.
- Karakteristik Mayor: Verbalisasi rasa mual, Wajah pucat.
- Faktor Terkait: Agen cedera biologis (infeksi).
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Klien tidak mengalami mual, Klien dapat mengkonsumsi makanan dan cairan dengan baik.
SIKI:
- Intervensi Keperawatan:
1. Identifikasi penyebab mual.
2. Berikan antiemetik sesuai indikasi.
3. Berikan makanan dan cairan yang mudah dicerna.
4. Ajarkan teknik manajemen mual non-farmakologis.
5. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan mual.
Harapannya, dengan menggunakan standar PPNI (SDKI, SLKI, SIKI), perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstruktur dan komprehensif untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami klien.