Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 7312 | 29 Nov 2024
Klinis : Perawatan Tirah Baring (I.14572) merupakan intervensi dari diagnosa keperawatan apa?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai pakar keperawatan, saya akan menjelaskan diagnosa keperawatan dan standar SDKI - SLKI - SIKI yang terkait dengan intervensi Perawatan Tirah Baring (I.14572).
Diagnosa Keperawatan:
Intervensi Perawatan Tirah Baring (I.14572) merupakan intervensi yang terkait dengan diagnosa keperawatan Risiko Kerusakan Integritas Kulit (00046). Diagnosa ini menggambarkan adanya risiko kerusakan pada kulit dan jaringan yang disebabkan oleh imobilisasi atau tirah baring yang berkepanjangan.
Standar SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Risiko Kerusakan Integritas Kulit adalah kerentanan terhadap kerusakan atau perubahan pada kulit dan/atau membran mukosa.
- Faktor Risiko: Imobilisasi, malnutrisi, inkontinensia, penuaan, dan gangguan sirkulasi.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang terkait: Integritas Kulit (0203), Perfusi Jaringan Perifer (0402).
- Kriteria Hasil: Tidak terjadi kerusakan pada kulit, tidak terjadi perubahan warna kulit, tidak terjadi luka tekan, dll.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi yang terkait: Perawatan Tirah Baring (I.14572), Manajemen Risiko (I.08025), Manajemen Luka (I.09003), dll.
- Aktivitas Keperawatan: Memposisikan pasien, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, menghindari penekanan langsung pada tulang, memonitor tanda-tanda kerusakan kulit, dll.
Kesimpulannya, Perawatan Tirah Baring (I.14572) merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk mengelola risiko kerusakan integritas kulit pada pasien yang mengalami imobilisasi atau tirah baring yang berkepanjangan. -
Article No. 7313 | 29 Nov 2024
Klinis : Klien tidak dapat membersihkan diri sendiri dan harus dibantu ke kamar mandi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Ketidakmampuan Perawatan Diri (self-care deficit)
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakmampuan Perawatan Diri (self-care deficit) adalah kondisi di mana individu mengalami penurunan atau keterbatasan dalam melakukan aktivitas perawatan diri yang mandiri, seperti mandi, berpakaian, berhias, toileting, dan makan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari kondisi ini adalah klien dapat melakukan perawatan diri secara mandiri sesuai dengan kemampuannya. Hal ini dapat dicapai melalui intervensi keperawatan yang tepat, seperti membantu klien dalam aktivitas perawatan diri, memberikan bimbingan dan pelatihan, serta memfasilitasi penggunaan alat bantu yang sesuai.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengatasi kondisi ini antara lain: Perawatan Diri, Bantuan Perawatan Diri, Pelatihan Perawatan Diri, Pengaturan Lingkungan, serta Dukungan Emosional. Perawat akan berperan dalam membantu klien untuk mencapai kemandirian dalam perawatan diri sesuai dengan kemampuan dan tingkat ketergantungannya. -
Article No. 7314 | 29 Nov 2024
Klinis : Resiko perfusi Perifer tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi "Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif" dengan nada akademis dan persona sebagai seorang pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
Definisi:
Risiko terjadinya penurunan sirkulasi darah ke ekstremitas yang dapat mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup.
Faktor Risiko:
1. Gangguan kardiovaskular
2. Diabetes Melitus
3. Hipovolemia
4. Merokok
5. Hiperkoagulabilitas
6. Hipertensi
7. Usia lanjut
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Perfusi Perifer: Tingkat sirkulasi darah yang adekuat di ekstremitas.
2. Integritas Kulit: Kondisi utuh dan sehat dari lapisan luar tubuh.
3. Bebas Nyeri: Kondisi bebas dari rasa sakit atau tidak nyaman.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Pemantauan Perfusi Perifer: Observasi dan pengukuran parameter perfusi perifer.
2. Manajemen Nyeri: Intervensi untuk mengatasi rasa nyeri yang dirasakan.
3. Perawatan Luka: Tindakan untuk mempertahankan integritas kulit yang terluka.
4. Terapi Oksigen: Pemberian oksigen untuk meningkatkan oksigenasi jaringan.
5. Edukasi Gaya Hidup Sehat: Informasi dan bimbingan untuk mengadopsi perilaku hidup sehat.
Sebagai seorang pakar perawat, saya berharap penjelasan ini dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang dapat diterapkan untuk menangani risiko perfusi perifer tidak efektif. Jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut jika Anda membutuhkan informasi tambahan. -
Article No. 7315 | 29 Nov 2024
Klinis : Batuk berdahak, bunyi napas tambahan, sesak napas, RR: 23x/menit, menggunakan NRBM 14 lpm, terdiagnosis CKD dan efusi pleura
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan peningkatan produksi sekret, efusi pleura, dan penyakit ginjal kronis (CKD).
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), diagnosa keperawatan ini didasarkan pada gejala batuk berdahak, bunyi napas tambahan, dan sesak napas yang dikarenakan peningkatan produksi sekret, efusi pleura, serta penyakit ginjal kronis (CKD) yang diderita pasien.
Menurut SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menunjukkan jalan napas yang bersih, tidak ada bunyi napas tambahan, dan napas yang efektif.
Sesuai SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia), intervensi yang dapat dilakukan antara lain pengisapan lendir, fisioterapi dada, pemberian oksigen, dan manajemen efusi pleura. -
Article No. 7316 | 29 Nov 2024
Klinis : Panas dingi 2 hari , mual, pusing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Hipertermia
Penjelasan Singkat:
Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu panas-dingin selama 2 hari, disertai mual dan pusing, maka dapat didiagnosis Hipertermia.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal, disebabkan oleh peningkatan produksi panas atau penurunan kehilangan panas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan Hipertermia adalah Suhu Tubuh Dalam Rentang Normal, yang dapat diukur melalui indikator seperti Suhu Tubuh, Frekuensi Nadi, dan Frekuensi Napas.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan untuk menangani Hipertermia dapat meliputi Manajemen Demam, Manajemen Cairan, Manajemen Lingkungan, dan Monitoring Tanda-tanda Vital.
Dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, penjelasan singkat di atas memberikan gambaran umum mengenai Diagnosa Keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI terkait kondisi panas-dingin, mual, dan pusing yang Anda sampaikan. -
Article No. 7317 | 29 Nov 2024
Klinis : Panas dingin 2 hari , mual, pusing
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan tone akademis dan persona pakar, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Panas dingin 2 hari, mual, pusing:
Diagnosa Keperawatan:
1. Hipertermia (SDKI)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal.
Penyebab: Infeksi, dehidrasi, gangguan sistem termoregulasi.
Gejala: Peningkatan suhu tubuh, menggigil, muka merah.
2. Mual (SDKI)
Definisi: Perasaan tidak nyaman di perut yang dapat menimbulkan keinginan untuk muntah.
Penyebab: Infeksi, obat-obatan, stres, gangguan gastrointestinal.
Gejala: Perasaan tidak nyaman di perut, ingin muntah.
3. Pusing (SDKI)
Definisi: Perasaan tidak stabil, tidak nyaman, atau tidak seimbang yang dapat menyebabkan rasa ingin jatuh atau berputar-putar.
Penyebab: Gangguan sistem saraf pusat, perubahan tekanan darah, dehidrasi, infeksi.
Gejala: Rasa berputar-putar, kehilangan keseimbangan, mual.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan atau respons individu, keluarga, atau masyarakat terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah organisasi profesi yang menetapkan dan mengembangkan standar-standar tersebut di Indonesia. -
Article No. 7318 | 29 Nov 2024
Klinis : Panas dingin 2 hari , mual, pusing Suhu tubuh 37.2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu panas dingin selama 2 hari, mual, pusing, dan suhu tubuh 37,2°C, maka diagnosis keperawatan yang dapat ditetapkan adalah:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Hipertermia (SDKI)
b. Gangguan Rasa Nyaman: Nyeri (SDKI)
c. Mual (SDKI)
2. Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
a. Hipertermia (SDKI)
- Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal, biasanya disebabkan oleh proses patologis.
- Faktor yang Berhubungan: Proses infeksi, penyakit, atau kondisi tubuh yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh.
- Kriteria Hasil (SLKI): Suhu tubuh dalam batas normal, Tidak ada tanda-tanda infeksi.
- Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan suhu tubuh, Pemberian antipiretik, Manajemen cairan dan elektrolit, Identifikasi penyebab hipertermia.
b. Gangguan Rasa Nyaman: Nyeri (SDKI)
- Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Faktor yang Berhubungan: Proses penyakit, Infeksi.
- Kriteria Hasil (SLKI): Manajemen nyeri efektif, Pelaporan nyeri berkurang.
- Intervensi Keperawatan (SIKI): Pengkajian nyeri, Pemberian analgesik, Manajemen lingkungan, Teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
c. Mual (SDKI)
- Definisi: Sensasi tidak menyenangkan di dalam perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
- Faktor yang Berhubungan: Efek samping obat, Infeksi.
- Kriteria Hasil (SLKI): Tidak ada mual, Tidak ada muntah.
- Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen mual, Pemberian antiemetik, Terapi komplementer untuk mengurangi mual.
Tone = akademis, persona = pakar, nurse
Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, diagnosis keperawatan yang dapat ditetapkan adalah hipertermia, gangguan rasa nyaman: nyeri, dan mual. Setiap diagnosis keperawatan tersebut memiliki definisi, faktor yang berhubungan, kriteria hasil, dan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 7319 | 29 Nov 2024
Klinis : Tidak bisa flatus, tidak bisa bab, mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat pakar, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Konstipasi
Definisi: Kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan atau ketidakmampuan untuk defekasi secara teratur.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Ciri-ciri: Frekuensi defekasi <3 kali per minggu, konsistensi feses keras, nyeri atau susah saat defekasi, perut kembung, mual.
- Faktor yang Berhubungan: Aktivitas fisik menurun, asupan cairan dan serat kurang, obat-obatan, gangguan motilitas usus, stres psikologis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat melakukan defekasi secara normal, frekuensi defekasi normal, konsistensi feses normal, tidak ada rasa tidak nyaman saat defekasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Edukasi tentang diet tinggi serat dan peningkatan asupan cairan, latihan fisik, pemberian laksatif (jika perlu), manajemen stres, dan pemantauan kondisi usus.
2. Mual
Definisi: Perasaan tidak nyaman di perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
SDKI:
- Ciri-ciri: Merasa ingin muntah, rasa tidak enak di perut, salivasi berlebih.
- Faktor yang Berhubungan: Konstipasi, obat-obatan, nyeri, kecemasan, infeksi.
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mengenali dan mengatasi mual, tidak ada episode mual.
SIKI:
- Intervensi: Identifikasi penyebab mual, manajemen faktor penyebab (misal pemberian antiemetik), manajemen diet, teknik relaksasi, distraksi.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi yang Anda alami dan langkah-langkah keperawatan yang dapat dilakukan. Jangan ragu untuk menanyakan hal lain yang mungkin masih kurang jelas. -
Article No. 7321 | 29 Nov 2024
Klinis : ketetihan disebabkan oleh anemia pada ibu hamil
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: O99.0
- Deskripsi: Anemia dalam kehamilan
Penjelasan:
Kode ICD-10 O99.0 adalah kode diagnosis untuk "Anemia dalam kehamilan". Kondisi ini merujuk pada keadaan defisiensi zat besi atau hemoglobin yang terjadi selama kehamilan, yang dapat menyebabkan kelelahan pada ibu hamil.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode spesifik untuk tindakan medis
- Deskripsi: Tidak ada tindakan medis spesifik yang tercatat, namun penanganan umumnya meliputi pemberian suplemen zat besi, nutrisi yang cukup, dan pemantauan selama kehamilan.
Sebagai dokter atau perekam medis, saya dapat memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa anemia dalam kehamilan merupakan kondisi penting yang perlu diidentifikasi dan ditangani dengan baik. Pemantauan kadar hemoglobin, penggunaan suplementasi zat besi, dan peningkatan asupan nutrisi yang kaya zat besi dapat membantu mencegah dan mengatasi kelelahan yang disebabkan oleh anemia pada ibu hamil. -
Article No. 7322 | 29 Nov 2024
Klinis : ketetihan disebabkan oleh anemia pada ibu hamil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Kelelahan (Fatigue)
Definisi SDKI:
Pengalaman subjektif dan objektif yang berkelanjutan akan kurangnya energi untuk merespons terhadap kebutuhan hidup sehari-hari.
Penjelasan Singkat:
Kelelahan pada ibu hamil dengan anemia dapat disebabkan oleh penurunan kemampuan pengangkutan oksigen oleh darah akibat rendahnya kadar hemoglobin. Hal ini dapat menyebabkan ibu merasa lelah, lemah, dan kurang energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pemulihan Energi
2. Pengendalian Kelelahan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Energi
2. Terapi Aktivitas
3. Terapi Oksigen
4. Edukasi Kesehatan
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merekomendasikan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi kelelahan pada ibu hamil dengan anemia, termasuk manajemen energi, terapi aktivitas, terapi oksigen, dan edukasi kesehatan. Tujuannya adalah untuk memulihkan energi dan mengendalikan kelelahan sehingga ibu hamil dapat beraktivitas dengan optimal.