Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 7877 | 04 Dec 2024
Klinis : bapak heru seorang pria berusia 55 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa Minggu dan tidak kunjung sembuh luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan selain itu pasien juga mengeluh rasa sakit yang terus menerus pada kaki kiri serta mudah merasa lelah ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya sebagai perawat profesional akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait kondisi pasien Bapak Heru dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan:
1. Integritas Kulit Terganggu
2. Nyeri Kronis
3. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
4. Intoleransi Aktivitas
5. Kelebihan Volume Cairan
Penjelasan singkat:
1. Integritas Kulit Terganggu
- Definisi: Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
- Ditandai dengan: Luka pada kaki kiri yang luas dengan eksudat purulen, kemerahan, dan pembengkakan.
2. Nyeri Kronis
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
- Ditandai dengan: Keluhan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Ditandai dengan: Mudah merasa lelah.
4. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Keterbatasan toleransi untuk melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau dibutuhkan.
- Ditandai dengan: Sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan semakin memberat.
5. Kelebihan Volume Cairan
- Definisi: Akumulasi cairan yang berlebihan dalam tubuh.
- Ditandai dengan: Sering merasa haus dan sering buang air kecil.
Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mendukung praktik keperawatan berbasis bukti dan peningkatan kualitas asuhan keperawatan di Indonesia. -
Article No. 7878 | 04 Dec 2024
Klinis : Bapak Heru, seorang pria berusia 55 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa minggu dan tidak kunjung sembuh. Luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen, di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan. Selain itu, pasien juga mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri, serta mudah merasa lelah. Ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil. Pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat. KA
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang dipaparkan, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI):
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Integritas Kulit Terganggu
- Definisi: Kerusakan pada kulit dan/atau jaringan yang disebabkan oleh faktor intrinsik dan/atau ekstrinsik.
- Penyebab: Infeksi, luka yang tidak kunjung sembuh.
2. Nyeri Kronis
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, berpotensi merusak, atau aktual, yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
- Penyebab: Luka yang tidak kunjung sembuh pada kaki kiri.
3. Kelelahan
- Definisi: Pengalaman fisik dan mental yang tidak menyenangkan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis dan psikologis, yang memengaruhi fungsi dan aktivitas seseorang.
- Penyebab: Infeksi pada luka dan nyeri kronis.
4. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin karena keterbatasan fisiologis dan/atau psikologis.
- Penyebab: Sesak napas saat berjalan terlalu jauh.
5. Kadar Glukosa Darah Tidak Stabil
- Definisi: Perubahan kadar glukosa dalam darah di luar rentang normal.
- Penyebab: Rasa haus dan sering buang air kecil.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Integritas Kulit Membaik
- Kriteria hasil: Luka tampak mulai menutup, tidak ada tanda-tanda infeksi, dan perdarahan berkurang.
2. Nyeri Terkontrol
- Kriteria hasil: Pasien dapat mengendalikan nyeri, skala nyeri menurun, dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan baik.
3. Tingkat Kelelahan Menurun
- Kriteria hasil: Pasien merasa lebih segar dan bertenaga, dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
4. Toleransi Aktivitas Meningkat
- Kriteria hasil: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa keluhan sesak napas.
5. Kadar Glukosa Darah Terkendali
- Kriteria hasil: Kadar glukosa darah pasien stabil dalam rentang normal.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Integritas Kulit Terganggu
- Perawatan Luka: Membersihkan luka, menerapkan balutan yang sesuai, memantau perkembangan luka.
- Manajemen Infeksi: Memantau tanda-tanda infeksi, memberikan antibiotik sesuai indikasi, mengatur lingkungan yang bersih.
2. Nyeri Kronis
- Manajemen Nyeri: Mengkaji intensitas, karakteristik, dan faktor yang memengaruhi nyeri, memberikan intervensi farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
- Edukasi Manajemen Nyeri: Mengajarkan pasien teknik-teknik untuk mengelola nyeri.
3. Kelelahan
- Manajemen Kelelahan: Mengkaji penyebab dan faktor yang memengaruhi kelelahan, merencanakan aktivitas dan istirahat yang seimbang, memberikan dukungan emosional.
- Edukasi Manajemen Energi: Mengajarkan pasien untuk mengatur energi dan melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
4. Intoleransi Aktivitas
- Peningkatan Toleransi Aktivitas: Memantau respons fisiologis terhadap aktivitas, meningkatkan aktivitas secara bertahap, memfasilitasi latihan fisik.
- Edukasi Manajemen Aktivitas: Mengajarkan pasien teknik-teknik mengatur aktivitas sehari-hari.
5. Kadar Glukosa Darah Tidak Stabil
- Pemantauan Kadar Glukosa Darah: Mengkaji kadar glukosa darah secara teratur, mengelola kadar glukosa darah sesuai indikasi.
- Edukasi Manajemen Diabetes: Mengajarkan pasien untuk mengelola diabetes mellitus, termasuk diet, obat, dan aktivitas.
Penjelasan rinci dan terperinci untuk setiap poin di atas diharapkan dapat membantu dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan efektif untuk mengatasi kondisi Bapak Heru. -
Article No. 7879 | 04 Dec 2024
Klinis : bapak heru seorang pria berusia 55 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa Minggu dan tidak kunjung sembuh luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan selain itu pasien juga mengeluh rasa sakit yang terus menerus pada kaki kiri serta mudah merasa lelah ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Bapak Heru.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko infeksi (NANDA-I) berhubungan dengan luka pada kaki kiri yang tidak kunjung sembuh dan adanya eksudat purulen.
2. Nyeri kronis (NANDA-I) berhubungan dengan luka pada kaki kiri.
3. Intoleransi aktivitas (NANDA-I) berhubungan dengan mudah merasa lelah dan sesak napas saat berjalan.
4. Potensi peningkatan kadar glukosa darah (NANDA-I) berhubungan dengan gejala sering merasa haus dan sering buang air kecil.
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko infeksi: Adanya peningkatan risiko masuknya patogen ke dalam tubuh atau jaringan.
- Nyeri kronis: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
- Intoleransi aktivitas: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin.
- Potensi peningkatan kadar glukosa darah: Peningkatan potensi kadar glukosa dalam darah.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Risiko infeksi: Bebas infeksi, pemulihan luka, dan tanda-tanda infeksi menurun.
- Nyeri kronis: Nyeri terkontrol, meningkatnya kemampuan beraktivitas, dan penurunan stres.
- Intoleransi aktivitas: Peningkatan toleransi aktivitas, peningkatan kemampuan untuk melakukan aktivitas, dan peningkatan kebugaran.
- Potensi peningkatan kadar glukosa darah: Kadar glukosa darah terkendali, bebas komplikasi, dan pemahaman tentang pengelolaan diabetes.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Risiko infeksi: Perawatan luka, pemberian antibiotik, dan pemantauan tanda-tanda infeksi.
- Nyeri kronis: Manajemen nyeri, terapi relaksasi, dan terapi modalitas.
- Intoleransi aktivitas: Latihan fisik, perawatan energi, dan manajemen kelelahan.
- Potensi peningkatan kadar glukosa darah: Edukasi manajemen diabetes, pemantauan kadar glukosa darah, dan pemberian obat antidiabetes.
Dengan menerapkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, berpusat pada pasien, dan terintegrasi untuk membantu Bapak Heru mencapai hasil kesehatan yang optimal. -
Article No. 7880 | 04 Dec 2024
Klinis : Bapak Heru, seorang pria berusia 55 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa minggu dan tidak kunjung sembuh. Luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen, di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan. Selain itu, pasien juga mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri, serta mudah merasa lelah. Ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil. Pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat. KA
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang mungkin sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: E11.6
- Deskripsi: Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi vaskuler perifer
- Kode: L97.4
- Deskripsi: Ulkus kulit ekstremitas bawah, tidak diklasifikasikan di tempat lain
- Kode: R06.0
- Deskripsi: Dispnea
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 86.22
- Deskripsi: Debridemen luka, ekstremitas bawah
- Kode: 86.28
- Deskripsi: Perawatan luka lainnya, ekstremitas bawah
Penjelasan:
Pasien Tuan Heru, yang berusia 55 tahun, datang dengan keluhan luka pada kaki kiri yang belum sembuh selama beberapa minggu. Luka tampak luas dengan eksudat purulen, disertai kemerahan dan pembengkakan di sekitar luka. Pasien juga mengeluhkan nyeri yang terus-menerus pada kaki kiri, mudah lelah, sering haus dan sering berkemih, serta sesak napas saat berjalan jauh.
Berdasarkan gejala yang disampaikan, kemungkinan diagnosis yang sesuai adalah:
1. Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi vaskuler perifer (E11.6): Pasien memiliki gejala polidipsia, poliuria, dan sesak napas, yang dapat mengarah pada diabetes melitus tipe 2 dengan gangguan vaskular perifer pada ekstremitas bawah.
2. Ulkus kulit ekstremitas bawah (L97.4): Luka pada kaki kiri yang tidak sembuh-sembuh, disertai tanda-tanda infeksi seperti eksudat purulen, kemerahan, dan pembengkakan.
Untuk penatalaksanaan medis, kemungkinan tindakan yang dilakukan adalah:
1. Debridemen luka, ekstremitas bawah (86.22): Untuk membersihkan dan merawat luka pada kaki kiri.
2. Perawatan luka lainnya, ekstremitas bawah (86.28): Untuk melakukan perawatan lanjutan pada luka, seperti aplikasi obat-obatan, perban, dan pemantauan penyembuhan.
Evaluasi dan perawatan lanjutan akan diperlukan untuk memastikan penyembuhan luka, kontrol gula darah, serta penatalaksanaan komplikasi diabetes melitus yang mungkin muncul. -
Article No. 7881 | 04 Dec 2024
Klinis : Bapak Heru, seorang pria berusia 55 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa minggu dan tidak kunjung sembuh. Luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen, di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan. Selain itu, pasien juga mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri, serta mudah merasa lelah. Ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil. Pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat. KA
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) untuk kasus Bapak Heru.
Diagnosa Keperawatan:
1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan infeksi sekunder dan gangguan sirkulasi
- SDKI: Kerusakan integritas kulit adalah ketidakutuhan struktur dan fungsi kulit yang disebabkan oleh agen internal atau eksternal.
- SLKI: Pemulihan integritas kulit, Kontrol infeksi, Perbaikan sirkulasi perifer
- SIKI: Perawatan luka, Manajemen infeksi, Terapi oksigen
2. Nyeri kronis berhubungan dengan kerusakan jaringan dan gangguan sirkulasi
- SDKI: Nyeri kronis adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
- SLKI: Kontrol nyeri, Peningkatan kenyamanan, Ketahanan terhadap nyeri
- SIKI: Manajemen nyeri, Distraksi, Terapi relaksasi
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, sesak napas, dan kelelahan
- SDKI: Intoleransi aktivitas adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- SLKI: Peningkatan toleransi aktivitas, Peningkatan mobilitas, Perbaikan respons kardiovaskular
- SIKI: Manajemen aktivitas, Terapi latihan, Edukasi aktivitas dan latihan
4. Risiko kadar glukosa darah tidak stabil berhubungan dengan polifagia dan poliuria
- SDKI: Risiko kadar glukosa darah tidak stabil adalah peningkatan atau penurunan kadar glukosa darah melebihi batas normal.
- SLKI: Kontrol kadar glukosa darah, Pencegahan komplikasi diabetes, Peningkatan pengetahuan tentang diabetes
- SIKI: Manajemen diabetes, Terapi nutrisi, Edukasi manajemen diabetes
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan di atas dirumuskan berdasarkan gejala dan kondisi yang dialami oleh Bapak Heru, yaitu luka di kaki kiri dengan infeksi, nyeri kronis, intoleransi aktivitas, serta risiko kadar glukosa darah tidak stabil. Setiap diagnosa keperawatan memiliki standar luaran dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mencapai hasil yang diharapkan. -
Article No. 7882 | 04 Dec 2024
Klinis : Bapak Heru, seorang pria berusia 55 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa minggu dan tidak kunjung sembuh. Luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen, di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan. Selain itu, pasien juga mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri, serta mudah merasa lelah. Ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil. Pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat. KA
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang dipaparkan, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI):
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Risiko infeksi berhubungan dengan luka pada kaki kiri yang tidak kunjung sembuh, ditandai dengan adanya eksudat purulen dan kemerahan di sekitar luka.
2. Nyeri kronik berhubungan dengan luka pada kaki kiri yang terus-menerus, ditandai dengan pasien mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri.
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, ditandai dengan pasien mudah merasa lelah dan sesak napas saat berjalan terlalu jauh.
4. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan kemampuan ginjal, ditandai dengan pasien sering merasa haus dan sering buang air kecil.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Risiko infeksi teratasi:
a. Tidak ada tanda-tanda infeksi pada luka (eritema, pembengkakan, eksudat purulen).
b. Luka menunjukkan perbaikan (berkurangnya eksudat, terjadinya granulasi).
2. Nyeri kronik terkendali:
a. Pasien dapat mengenali dan melaporkan intensitas nyeri.
b. Pasien dapat menerapkan strategi untuk mengurangi nyeri.
3. Toleransi aktivitas meningkat:
a. Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan atau sesak napas yang berlebihan.
b. Pasien dapat meningkatkan durasi dan intensitas aktivitas secara bertahap.
4. Keseimbangan cairan terpelihara:
a. Pasien tidak lagi merasa haus secara berlebihan.
b. Frekuensi buang air kecil kembali normal.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Risiko infeksi:
a. Melakukan perawatan luka secara aseptik dan optimal.
b. Memantau tanda-tanda infeksi pada luka.
c. Mengatur regimen antibiotik sesuai indikasi.
d. Mengajarkan pasien dan keluarga tentang perawatan luka yang benar.
2. Nyeri kronik:
a. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif.
b. Memberikan intervensi farmakologi dan non-farmakologi untuk mengurangi nyeri.
c. Mengajarkan pasien dan keluarga tentang strategi manajemen nyeri.
3. Intoleransi aktivitas:
a. Melakukan pengkajian tingkat aktivitas dan toleransi pasien.
b. Menyusun rencana latihan aktivitas secara bertahap.
c. Mengajarkan pasien dan keluarga tentang teknik bernapas dan istirahat yang benar.
4. Kelebihan volume cairan:
a. Memantau intake dan output cairan pasien.
b. Mengatur pemberian cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan.
c. Mengajarkan pasien dan keluarga tentang manajemen cairan yang tepat.
Dengan implementasi intervensi keperawatan yang komprehensif dan terfokus pada setiap diagnosa keperawatan, diharapkan dapat membantu pasien Bapak Heru mencapai luaran yang diharapkan dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 7883 | 04 Dec 2024
Klinis : bapak heru seorang pria berusia 55 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa Minggu dan tidak kunjung sembuh luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan selain itu pasien juga mengeluh rasa sakit yang terus menerus pada kaki kiri serta mudah merasa lelah ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Integritas Kulit Terganggu
Definisi: Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
Faktor yang Berhubungan: Penurunan perfusi jaringan, infeksi, trauma.
2. Nyeri Kronis
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam bentuk kerusakan seperti itu (International Association for the Study of Pain).
Faktor yang Berhubungan: Penyakit kronis, cidera.
3. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin.
Faktor yang Berhubungan: Kelemahan, malnutrisi, perubahan metabolisme.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Integritas Kulit Membaik
- Luka akan tertutup
- Tidak ada tanda-tanda infeksi
2. Nyeri Terkendali
- Pasien melaporkan nyeri berkurang
- Pasien dapat beraktivitas tanpa rasa nyeri yang berlebihan
3. Toleransi Aktivitas Meningkat
- Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mudah lelah
- Pasien dapat berjalan tanpa sesak napas
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Integritas Kulit Terganggu
- Perawatan luka: Debridemen, irigasi, aplikasi balutan/dressing
- Pemberian antibiotik sesuai indikasi
- Peningkatan nutrisi untuk penyembuhan luka
2. Nyeri Kronis
- Manajemen nyeri: Pemberian analgesik, terapi kompres hangat/dingin
- Terapi relaksasi: Guided imagery, deep breathing
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri
3. Intoleransi Aktivitas
- Peningkatan aktivitas secara bertahap
- Pemberian oksigenasi sesuai indikasi
- Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen kelelahan dan sesak napas
Penjelasan Rinci:
Bapak Heru, seorang pria berusia 55 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang belum sembuh selama beberapa minggu. Luka tampak luas dengan eksudat purulen, disertai kemerahan dan pembengkakan di sekitar luka. Pasien juga mengeluh rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri, mudah merasa lelah, sering merasa haus dan sering buang air kecil. Selain itu, pasien mengalami sesak napas saat berjalan terlalu jauh, yang semakin memberat.
Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat tiga diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai, yaitu:
1. Integritas Kulit Terganggu, terkait dengan penurunan perfusi jaringan dan infeksi pada luka kaki.
2. Nyeri Kronis, terkait dengan penyakit kronis (kemungkinan diabetes mellitus) dan cidera pada luka kaki.
3. Intoleransi Aktivitas, terkait dengan kelemahan, malnutrisi, dan perubahan metabolisme (kemungkinan akibat diabetes mellitus).
Luaran/Output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI) adalah:
1. Integritas Kulit Membaik: Luka akan tertutup dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
2. Nyeri Terkendali: Pasien melaporkan nyeri berkurang dan dapat beraktivitas tanpa rasa nyeri yang berlebihan.
3. Toleransi Aktivitas Meningkat: Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mudah lelah dan dapat berjalan tanpa sesak napas.
Intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) adalah:
1. Integritas Kulit Terganggu:
- Perawatan luka: Debridemen, irigasi, aplikasi balutan/dressing untuk mempercepat penyembuhan.
- Pemberian antibiotik sesuai indikasi untuk mengatasi infeksi.
- Peningkatan nutrisi untuk mendukung penyembuhan luka.
2. Nyeri Kronis:
- Manajemen nyeri: Pemberian analgesik, terapi kompres hangat/dingin untuk mengurangi nyeri.
- Terapi relaksasi: Guided imagery, deep breathing untuk membantu pasien mengelola nyeri.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri.
3. Intoleransi Aktivitas:
- Peningkatan aktivitas secara bertahap untuk meningkatkan toleransi.
- Pemberian oksigenasi sesuai indikasi untuk mengatasi sesak napas.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen kelelahan dan sesak napas.
Dengan intervensi keperawatan yang tepat dan terukur, diharapkan kondisi Bapak Heru dapat membaik, luka kaki dapat sembuh, nyeri terkendali, dan toleransi aktivitasnya meningkat sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. -
Article No. 7884 | 04 Dec 2024
Klinis : bapak heru seorang pria berusia 55 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa Minggu dan tidak kunjung sembuh luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan selain itu pasien juga mengeluh rasa sakit yang terus menerus pada kaki kiri serta mudah merasa lelah ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Bapak Heru. Berdasarkan keluhan yang Bapak sampaikan, saya sebagai perawat profesional dapat memberikan diagnosa keperawatan yang sesuai dengan standar SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan:
1. Integritas Kulit Terganggu
- Definisi: Kerusakan pada kulit dan/atau jaringan yang mendasarinya.
- Penyebab: Luka pada kaki kiri yang tidak kunjung sembuh, disertai eksudat purulen, kemerahan, dan pembengkakan.
- SLKI: Tingkat Integritas Kulit Meningkat
- SIKI: Perawatan Luka, Manajemen Infeksi
2. Nyeri Kronis
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang potensial atau aktual yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
- Penyebab: Luka pada kaki kiri yang tidak kunjung sembuh, disertai rasa sakit yang terus-menerus.
- SLKI: Tingkat Nyeri Menurun
- SIKI: Manajemen Nyeri, Terapi Modalitas Nyeri
3. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi atau menoleransi aktivitas fisik.
- Penyebab: Mudah merasa lelah, sesak napas saat berjalan terlalu jauh, dan gejala yang semakin memberat.
- SLKI: Tingkat Toleransi Aktivitas Meningkat
- SIKI: Manajemen Aktivitas, Manajemen Energi
4. Defisit Volume Cairan
- Definisi: Kekurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler.
- Penyebab: Sering buang air kecil dan rasa haus.
- SLKI: Tingkat Keseimbangan Cairan Membaik
- SIKI: Terapi Cairan, Manajemen Poliuria
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya untuk memberikan perawatan yang komprehensif kepada Bapak Heru, sesuai dengan standar praktek keperawatan yang berlaku. Kami akan memantau perkembangan kondisi Bapak Heru secara berkala dan melakukan intervensi keperawatan yang tepat untuk membantu pemulihan Bapak Heru. Jika ada pertanyaan atau hal yang perlu kami diskusikan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya. Semoga Bapak Heru cepat pulih. -
Article No. 7885 | 04 Dec 2024
Klinis : Bapak Heru, seorang pria berusia 55 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan luka pada kaki kiri yang sudah berlangsung selama beberapa minggu dan tidak kunjung sembuh. Luka tersebut tampak luas dengan eksudat purulen, di sekitar luka terdapat kemerahan dan pembengkakan. Selain itu, pasien juga mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus pada kaki kiri, serta mudah merasa lelah. Ia juga sering merasa haus dan sering buang air kecil. Pasien mengaku sesak napas saat berjalan terlalu jauh dan merasakan gejala tersebut semakin memberat. Bapak Heru didiagnosis menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang telah dijalani selama 5 tahun, dengan riwayat hipertensi dan obesitas. Pada pemeriksaan fisik, diketahui bahwa tekanan darahnya tercatat 150/95 mmHg, suhu tubuh 37,2°C, nadi 96x/menit, dan pernapasan 22x/menit. Saturasi oksigen pasien berada pada 96% pada udara bebas. Berat badan pasien tercatat 95 kg. Luka pada kaki kiri menunjukkan tanda-tanda infeksi dengan pembengkakan lokal.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Risiko Infeksi
Definisi: Berisiko mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan.
Faktor Risiko: Diabetes Mellitus, Luka Kronik, Obesitas.
2. Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
Definisi: Aliran darah ke jaringan perifer tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan.
Faktor Terkait: Diabetes Mellitus, Gangguan Sirkulasi.
3. Nyeri Kronis
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut, yang berlangsung terus-menerus atau intermiten.
Faktor Terkait: Luka Kronis, Diabetes Mellitus.
4. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
Faktor Terkait: Disfungsi Neuromuskular, Penyakit Kardiovaskular.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Risiko Infeksi
- Tidak ada tanda-tanda infeksi pada luka.
- Kadar glukosa darah dalam batas normal.
- Tidak ada tanda-tanda infeksi sistemik.
2. Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
- Ekstremitas hangat, warna normal, dan ada denyut nadi.
- Tidak ada tanda-tanda iskemia atau gangren.
- Kapileritas normal.
3. Nyeri Kronis
- Tingkat nyeri berkurang.
- Mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa nyeri yang bermakna.
- Mampu beradaptasi dengan nyeri yang tidak dapat dihilangkan.
4. Intoleransi Aktivitas
- Toleransi aktivitas meningkat.
- Mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa keluhan sesak napas.
- Tingkat kelelahan berkurang.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Risiko Infeksi
- Perawatan Luka: Membersihkan dan merawat luka secara berkala.
- Manajemen Diabetes: Memantau dan mengontrol kadar glukosa darah.
- Pencegahan Infeksi: Menjaga higiene dan kebersihan.
2. Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
- Terapi Aktivitas: Menganjurkan latihan fisik yang tepat.
- Perawatan Ekstremitas: Menjaga kesehatan dan kebersihan ekstremitas.
- Terapi Vaskuler: Pemberian obat-obatan atau intervensi medis yang sesuai.
3. Nyeri Kronis
- Manajemen Nyeri: Pemberian analgesik, terapi komplementer, dan teknik relaksasi.
- Edukasi Nyeri: Memberikan informasi tentang nyeri dan strategi penanganannya.
- Dukungan Psikososial: Memfasilitasi adaptasi pasien terhadap nyeri.
4. Intoleransi Aktivitas
- Manajemen Aktivitas: Mengatur aktivitas sesuai toleransi pasien.
- Terapi Oksigen: Pemberian oksigen sesuai kebutuhan.
- Edukasi Aktivitas: Mengajarkan teknik-teknik untuk meningkatkan toleransi aktivitas.
Penjelasan yang Rinci:
Berdasarkan kondisi Bapak Heru, didapatkan beberapa diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai, yaitu Risiko Infeksi, Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif, Nyeri Kronis, dan Intoleransi Aktivitas. Masing-masing diagnosa memiliki definisi dan faktor terkait yang spesifik.
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan (SLKI), perawat perlu melakukan intervensi keperawatan (SIKI) yang komprehensif. Intervensi tersebut mencakup perawatan luka, manajemen diabetes, pencegahan infeksi, terapi aktivitas, perawatan ekstremitas, terapi vaskuler, manajemen nyeri, edukasi nyeri, dukungan psikososial, manajemen aktivitas, terapi oksigen, dan edukasi aktivitas.
Tujuan dari intervensi ini adalah untuk mencegah infeksi, meningkatkan perfusi jaringan perifer, mengurangi nyeri, dan meningkatkan toleransi aktivitas pada Bapak Heru. Perawat perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa luaran/output yang diharapkan dapat tercapai. -
Article No. 7886 | 04 Dec 2024
Klinis : Bapak Heru didiagnosis menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang telah dijalani selama 5 tahun, dengan riwayat hipertensi dan obesitas. Pada pemeriksaan fisik, diketahui bahwa tekanan darahnya tercatat 150/95 mmHg, suhu tubuh 37,2°C, nadi 96x/menit, dan pernapasan 22x/menit. Saturasi oksigen pasien berada pada 96% pada udara bebas. Berat badan pasien tercatat 95 kg. Luka pada kaki kiri menunjukkan tanda-tanda infeksi dengan pembengkakan lokal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat, saya dapat memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi Bapak Heru sebagai berikut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kelebihan Berat Badan berhubungan dengan pola makan yang tidak sehat dan aktivitas fisik yang kurang.
2. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan infeksi pada luka kaki kiri.
3. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan dan kelelahan akibat penyakit.
4. Risiko Komplikasi: Neuropati, Retinopati, Nefropati berhubungan dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 yang tidak terkontrol.
5. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan berhubungan dengan kurangnya pemahaman mengenai manajemen perawatan diri.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan perawat dalam menentukan dan merumuskan diagnosa keperawatan berdasarkan respons pasien terhadap masalah kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan perawat dalam menentukan luaran keperawatan yang diharapkan dapat dicapai pada pasien.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan perawat dalam menentukan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI pada kasus Bapak Heru dapat membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 yang disertai komplikasi.