Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 7820 | 04 Dec 2024
Klinis : Seorang laki-laki usia 60 tahun, dirawat di Bangsal Medikal Bedah RSU Bhamada Slawi dengan Dx medis TB Paru. Saat dilakukan pengkajian Tn. A mengatakan napas sesak, batuk terus menerus, klien mengatakan dahak tidak bisa dikeluarkan. Hasil pemeriksaan fisik terdapat retraksi dinding dada. terdengar ronchi, TTV (T. 38°C, HR: 100 x/menit, TD: 120/85 mmHg, dan RR: 26 x/menit). Hasil pemeriksaan laboratorium darah: Hb 9.5 gr/dL, Leukosit: 11.000/uL, BTA (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien laki-laki usia 60 tahun dengan diagnosa medis TB Paru menunjukkan gejala seperti napas sesak, batuk terus menerus, dahak tidak bisa dikeluarkan, dan terdapat retraksi dinding dada serta ronchi saat pemeriksaan fisik. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9.5 gr/dL, Leukosit 11.000/uL, dan BTA (+).
Dengan mempertimbangkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkatnya:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekret atau benda asing dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
Definisi Karakteristik: Adanya sumbatan jalan napas, penggunaan otot bantu napas, dan perubahan pola napas.
2. Diagnosa Keperawatan SLKI: Risiko Hipoventilasi
Definisi: Risiko mengalami penurunan ventilasi yang dapat menyebabkan hipoksemia dan hiperkapnia.
Definisi Karakteristik: Adanya retraksi dinding dada, frekuensi napas meningkat, dan adanya dahak yang sulit dikeluarkan.
3. Diagnosa Keperawatan SIKI: Gangguan Pertukaran Gas
Definisi: Ketidakmampuan mempertahankan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida di alveolus.
Definisi Karakteristik: Adanya perubahan kecepatan napas, perubahan kedalaman napas, dan adanya retraksi dinding dada.
Berdasarkan kondisi pasien, diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan adalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Risiko Hipoventilasi, dan Gangguan Pertukaran Gas. Masing-masing diagnosa memiliki definisi dan karakteristik yang sesuai dengan gejala yang dialami oleh pasien. -
Article No. 7821 | 04 Dec 2024
Klinis : pasien mengatakan merasa nyeri dibagian kaki yang terkena luka diabetes melitus, pasien nampak meringis, pasien mengeluh pusing di kepala
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan memperhatikan gejala yang dipaparkan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: E11.62
- Deskripsi: Diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi serebrovaskular, tidak terkendali
2. Kode ICD-10:
- Kode: R52
- Deskripsi: Nyeri, tidak diklasifikasi di tempat lain
3. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 707.10
- Deskripsi: Ulkus diabetik, tidak terspesifikasi
Penjelasan:
1. Kode E11.62 untuk diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi serebrovaskular, tidak terkendali, sesuai dengan gejala pusing yang dialami pasien. Komplikasi serebrovaskular dapat menyebabkan gejala pusing pada pasien dengan diabetes mellitus.
2. Kode R52 untuk nyeri, tidak diklasifikasi di tempat lain, sesuai dengan keluhan nyeri di kaki yang terkena luka diabetes melitus.
3. Kode 707.10 untuk ulkus diabetik, tidak terspesifikasi, sesuai dengan adanya luka diabetes melitus pada kaki pasien. Luka diabetes melitus memerlukan perawatan dan tindakan medis yang sesuai.
Dalam pengelolaan kasus ini, selain pemberian kode diagnosis dan prosedur, diperlukan juga evaluasi dan tindakan medis lebih lanjut untuk menangani kondisi pasien secara komprehensif, seperti pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan pemberian terapi yang sesuai. -
Article No. 7822 | 04 Dec 2024
Klinis : pasien mengatakan merasa nyeri dibagian kaki yang terkena luka diabetes melitus, pasien nampak meringis, pasien mengeluh pusing di kepala
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Ibu/Bapak pasien yang terhormat.
Berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, yaitu pasien mengeluh merasa nyeri di bagian kaki yang terkena luka diabetes melitus, tampak meringis, serta mengeluh pusing di kepala, maka kami dapat menegakkan diagnosis keperawatan sebagai berikut:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang digambarkan dalam istilah-istilah tersebut.
- Faktor yang Berhubungan: Cedera fisik/biologis, prosedur medis/terapeutik.
- Gejala Dan Tanda: Pasien mengeluh nyeri, tampak meringis, dan perilaku yang menunjukkan nyeri.
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mentolerir atau menyelesaikan aktivitas rutin.
- Faktor yang Berhubungan: Penyakit, malnutrisi, kelemahan.
- Gejala Dan Tanda: Pasien mengeluh pusing, kelelahan.
Selanjutnya, kami akan menggunakan standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dalam menangani kondisi pasien ini.
SDKI:
- Nyeri Akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Intoleransi Aktivitas: Ketidakmampuan untuk mentolerir atau menyelesaikan aktivitas rutin.
SLKI:
- Nyeri Terkontrol: Pasien dapat melaporkan nyeri terkontrol.
- Aktivitas Sehari-hari Terpenuhi: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
SIKI:
- Manajemen Nyeri: Intervensi untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
- Peningkatan Aktivitas: Intervensi untuk meningkatkan toleransi dan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Kami akan bekerja sama dengan Anda, Ibu/Bapak pasien, untuk mengatasi keluhan yang Anda alami saat ini. Mohon kerja sama dan kepercayaan Anda agar kami dapat memberikan perawatan yang optimal. Terima kasih.
Wassalamualaikum. -
Article No. 7823 | 04 Dec 2024
Klinis : terdengar suara gurgling
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan tone akademis dan persona pakar, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi "terdengar suara gurgling":
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Pola Napas
Definisi (SDKI):
Ketidakmampuan untuk bernapas dengan irama dan kedalaman yang memadai.
Faktor Terkait (SDKI):
- Sekret/cairan berlebih di jalan napas
- Kelemahan otot pernapasan
Gejala/Tanda Klinik (SDKI):
- Bunyi napas tambahan seperti gurgling
- Perubahan frekuensi napas
- Perubahan irama napas
Luaran Keperawatan (SLKI):
- Pola napas efektif
- Jalan napas terbuka
Intervensi Keperawatan (SIKI):
- Manajemen jalan napas
- Manajemen pernapasan
- Pemantauan pernapasan
Penjelasan Singkat:
Diagnosa keperawatan "Gangguan Pola Napas" menggambarkan ketidakmampuan pasien untuk bernapas dengan irama dan kedalaman yang memadai, yang dapat disebabkan oleh sekret/cairan berlebih di jalan napas atau kelemahan otot pernapasan. Gejala klinisnya termasuk bunyi napas tambahan seperti gurgling, perubahan frekuensi dan irama napas. Tujuan keperawatan adalah mencapai pola napas yang efektif dan menjaga jalan napas terbuka, yang dapat dicapai melalui intervensi seperti manajemen jalan napas, manajemen pernapasan, dan pemantauan pernapasan. -
Article No. 7824 | 04 Dec 2024
Klinis : terdengar suara gurgling pada tenggorokan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan:
1. SDKI:
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan permeabilitas jalan napas yang memadai untuk ventilasi.
- Karakteristik Utama: Terdengar suara gurgling pada tenggorokan.
2. SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Pasien menunjukkan jalan napas yang bersih dan bebas dari sekresi.
3. SIKI:
- Intervensi Keperawatan:
a. Pantau status pernapasan, suara napas, dan bunyi gurgling.
b. Berikan posisi semi-Fowler untuk memfasilitasi drainase sekresi.
c. Berikan humidifikasi oksigen atau nebulizer untuk membantu melembapkan sekresi.
d. Lakukan suction oral atau nasofaring jika diperlukan untuk membuang sekresi.
e. Anjurkan pasien untuk melakukan batuk efektif dan latihan pernapasan.
Dalam konteks akademis dan sebagai seorang pakar perawat, diagnosa keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif dengan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI adalah sesuai dengan kondisi yang dideskripsikan, yaitu adanya suara gurgling pada tenggorokan. -
Article No. 7825 | 04 Dec 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI - SLKI - SIKI standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Faktor yang Berhubungan: Peningkatan produksi sekret, ketidakmampuan batuk efektif.
- Gejala dan Tanda: Suara napas bronkial, sesak napas, produksi sekret berlebih.
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk mentolerir atau menyelesaikan aktivitas rutin karena keterbatasan energi.
- Faktor yang Berhubungan: Penyakit kronik (tuberkulosis paru).
- Gejala dan Tanda: Kelelahan, sesak napas, penurunan nafsu makan.
3. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Faktor yang Berhubungan: Peningkatan produksi sekret, ketidakmampuan batuk efektif.
- Gejala dan Tanda: Ronki, produksi sekret berlebih, sesak napas.
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien yang membutuhkan intervensi keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Ketiganya merupakan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk memastikan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan. -
Article No. 7826 | 04 Dec 2024
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien anak perempuan berusia 5 tahun, yaitu demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah, kemungkinan besar pasien mengalami kondisi medis yang dikenal sebagai Campak (Measles).
1. Kode ICD-10:
- Kode: B05
- Deskripsi: Campak
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.71
- Deskripsi: Pemberian vaksin campak
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 B05 merupakan kode diagnosis untuk Campak (Measles), yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbillivirus. Gejala utama yang dialami pasien, seperti demam tinggi, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah, sesuai dengan kriteria diagnostik untuk Campak.
2. Dalam kasus ini, tidak terdapat tindakan atau prosedur medis yang perlu dikodekan menggunakan ICD-9-CM. Namun, jika pasien mendapatkan vaksinasi campak sebagai tindakan pencegahan atau pengobatan, maka kode ICD-9-CM 99.71 (Pemberian vaksin campak) dapat digunakan.
Pemeriksaan dan diagnosis lebih lanjut oleh dokter akan diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan tindakan penanganan yang tepat bagi pasien. -
Article No. 7827 | 04 Dec 2024
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar keperawatan, berikut diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien anak perempuan usia 5 tahun dengan kemungkinan campak:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan akumulasi sekret dan edema mukosa akibat infeksi virus campak.
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan penurunan sistem imun akibat infeksi virus campak.
3. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik dan malaise akibat infeksi virus campak.
Penjelasan Singkat:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas:
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
- SLKI: Membersihkan jalan napas secara efektif.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu pasien membersihkan jalan napas secara efektif.
- Akibat infeksi virus campak, pasien dapat mengalami akumulasi sekret dan edema mukosa sehingga bersihan jalan napas menjadi tidak efektif.
2. Risiko Infeksi:
- SDKI: Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
- SLKI: Mencegah atau meminimalkan risiko infeksi.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk mencegah atau meminimalkan risiko infeksi.
- Infeksi virus campak dapat menyebabkan penurunan sistem imun, sehingga pasien berisiko mengalami infeksi sekunder.
3. Intoleransi Aktivitas:
- SDKI: Keterbatasan pada kemampuan untuk melakukan aktivitas rutin.
- SLKI: Mempertahankan atau meningkatkan toleransi aktivitas.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk mempertahankan atau meningkatkan toleransi aktivitas.
- Infeksi virus campak dapat menyebabkan kelemahan fisik dan malaise, sehingga pasien mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan standar diagnosa, hasil, dan intervensi keperawatan sesuai SDKI, SLKI, dan SIKI yang dikeluarkan oleh PPNI. -
Article No. 7828 | 04 Dec 2024
Klinis : nyeri kornis
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai Diagnosis Keperawatan SDKI, Luaran/Output yang Diharapkan SLKI, dan Intervensi Keperawatan SIKI untuk kondisi nyeri kronis.
Diagnosis Keperawatan SDKI:
Diagnosis Keperawatan yang sesuai untuk kondisi nyeri kronis adalah "Nyeri Kronis" (NKRN). Nyeri kronis didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang menetap atau berulang. Nyeri kronis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, seperti artritis, neuropati, kanker, dan lain-lain. Ciri-ciri utama dari nyeri kronis adalah adanya nyeri yang berlangsung lebih dari 3 bulan dan tidak dapat dihilangkan secara mudah.
Luaran/Output yang Diharapkan SLKI:
Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan, diharapkan pasien dengan nyeri kronis dapat mencapai beberapa Luaran/Output, antara lain:
1. Kontrol Nyeri (KNYN): Pasien dapat mengendalikan rasa nyeri yang dirasakan dengan menggunakan strategi penatalaksanaan nyeri yang efektif.
2. Koping (KPNG): Pasien dapat menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengatasi nyeri kronis yang dialami.
3. Fungsi Aktivitas Sehari-hari (FADS): Pasien dapat mempertahankan atau meningkatkan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
4. Kualitas Hidup (KLHP): Pasien dapat meningkatkan kualitas hidup dengan tetap dapat melakukan aktivitas yang penting bagi dirinya.
Intervensi Keperawatan SIKI:
Untuk mencapai Luaran/Output yang diharapkan, beberapa Intervensi Keperawatan yang diperlukan antara lain:
1. Manajemen Nyeri (M0201):
- Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan faktor yang mempengaruhi nyeri.
- Mengidentifikasi strategi penatalaksanaan nyeri yang telah dilakukan oleh pasien.
- Mengajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, distraksi, dan terapi komplementer.
- Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian analgesik yang sesuai.
- Memantau efektivitas intervensi dan memodifikasi rencana asuhan jika diperlukan.
2. Dukungan Emosional (M0301):
- Mengidentifikasi respon emosional pasien terhadap nyeri kronis yang dialami.
- Memberikan dukungan psikologis dan mendengarkan secara aktif untuk membantu pasien mengekspresikan perasaannya.
- Mengajarkan teknik koping dan strategi untuk mengelola stres akibat nyeri kronis.
- Melibatkan keluarga/significant others dalam memberikan dukungan emosional.
3. Peningkatan Aktivitas (M0802):
- Mengkaji kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- Mengembangkan rencana peningkatan aktivitas yang disesuaikan dengan kemampuan dan toleransi pasien.
- Mengajarkan teknik pengaturan aktivitas, seperti istirahat yang cukup, penggunaan alat bantu, dan pengelolaan energi.
- Memantau kemajuan pasien dalam melakukan aktivitas dan memodifikasi rencana asuhan jika diperlukan.
Penjelasan di atas memberikan gambaran komprehensif tentang Diagnosis Keperawatan SDKI, Luaran/Output yang Diharapkan SLKI, dan Intervensi Keperawatan SIKI yang dapat diterapkan untuk mengelola kondisi nyeri kronis pada pasien. Sebagai perawat, saya akan berusaha memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan berpusat pada pasien untuk membantu pasien mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 7829 | 04 Dec 2024
Klinis : Metode Jenis Penelitian Penelitian deskriptif/observasional Metode Pengumpulan Data Pengkajian keperawatan (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- SDKI: Kondisi di mana individu mengalami hambatan dalam pembersihan sekret atau obstruksi jalan napas.
- SLKI: Tujuan utama adalah mempertahankan jalan napas efektif.
- SIKI: Intervensi utama adalah Manajemen Jalan Napas.
2. Risiko Infeksi
- SDKI: Kondisi di mana individu rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen.
- SLKI: Tujuan utama adalah mencegah atau mengendalikan infeksi.
- SIKI: Intervensi utama adalah Pencegahan Infeksi.
3. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Kondisi di mana individu mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau dibutuhkan.
- SLKI: Tujuan utama adalah meningkatkan toleransi terhadap aktivitas.
- SIKI: Intervensi utama adalah Manajemen Energi.
Penjelasan Singkat:
Metode Pengumpulan Data:
- Pengkajian keperawatan (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang)
- Tone: akademis
- Persona: pakar, perawat
Jenis Penelitian:
Penelitian deskriptif/observasional, yang bertujuan untuk menggambarkan atau memaparkan suatu fenomena atau keadaan tanpa melakukan intervensi.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas: Kondisi di mana individu mengalami hambatan dalam pembersihan sekret atau obstruksi jalan napas, sehingga dibutuhkan tindakan keperawatan untuk mempertahankan jalan napas efektif.
2. Risiko Infeksi: Kondisi di mana individu rentan mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen, sehingga dibutuhkan tindakan keperawatan untuk mencegah atau mengendalikan infeksi.
3. Intoleransi Aktivitas: Kondisi di mana individu mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik yang diinginkan atau dibutuhkan, sehingga dibutuhkan tindakan keperawatan untuk meningkatkan toleransi terhadap aktivitas.