Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24997 | 09 Apr 2026
Klinis : Di sebuah Sekolah Dasar (SD) "Y” seorang perawat komunitas melakukan pengkajian kesehatan pada 100 siswa kelas 4-6. Hasil pengkajian menunjukkan data sebagai berikut: 60% siswa jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. 50% siswa sering membeli jajanan di luar sekolah yang terbuka dan banyak lalat. 70% siswa tidak membawa bekal dari rumah. Hasil wawancara dengan guru: "Hampir setiap bulan terdapat laporan siswa yang izin tidak masuk karena diare atau sakit perut". Kondisi kantin sekolah tidak memiliki tempat cuci tangan (wastafel) yang memadai dan tempat sampah terbuka.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Risiko Wabah Penyakit Diare dan Keracunan Makanan di Lingkungan Sekolah
Kode ICD-10: A09.9
Deskripsi Singkat : Berdasarkan data pengkajian, terdapat kumpulan faktor risiko yang signifikan untuk kejadian diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui makanan (foodborne diseases) di lingkungan sekolah. Kode A09.9 mengacu pada "Gastroenteritis dan kolitis yang tidak diketahui asalnya," yang merupakan kategori untuk mencatat kasus diare atau sakit perut tanpa identifikasi patogen spesifik. Situasi di SD "Y" menunjukkan potensi wabah dengan temuan: perilaku higiene yang buruk (jarang cuci tangan pakai sabun), paparan terhadap makanan jajanan yang tidak higienis (terbuka, banyak lalat), ketergantungan pada makanan dari luar, serta dukungan lingkungan yang tidak memadai (tidak ada wastafel, tempat sampah terbuka). Kombinasi faktor perilaku dan lingkungan ini menciptakan siklus penularan penyakit, sebagaimana dilaporkan guru mengenai seringnya siswa izin sakit. Kode ini merepresentasikan sindrom klinis (diare/sakit perut) yang kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dari makanan/air terkontaminasi atau penularan fecal-oral akibat kebersihan tangan yang buruk, dalam sebuah setting komunitas (sekolah).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24998 | 09 Apr 2026
Klinis : Di sebuah Sekolah Dasar (SD) "Y” seorang perawat komunitas melakukan pengkajian kesehatan pada 100 siswa kelas 4-6. Hasil pengkajian menunjukkan data sebagai berikut: 60% siswa jarang mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. 50% siswa sering membeli jajanan di luar sekolah yang terbuka dan banyak lalat. 70% siswa tidak membawa bekal dari rumah. Hasil wawancara dengan guru: "Hampir setiap bulan terdapat laporan siswa yang izin tidak masuk karena diare atau sakit perut". Kondisi kantin sekolah tidak memiliki tempat cuci tangan (wastafel) yang memadai dan tempat sampah terbuka.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Peningkatan Kerentanan terhadap Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1800
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Tujuan: Infeksi dapat dicegah atau dikendalikan. Kriteria Hasil: 1801. Menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 1802. Menunjukkan teknik mencuci tangan yang benar. 1803. Menggunakan sumber makanan dan minuman yang aman. 1804. Lingkungan bebas dari sumber infeksi. 1805. Tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi.
Kode SIKI: 4020
Deskripsi : Edukasi Pencegahan Infeksi. Tindakan: 4021. Identifikasi risiko infeksi pada individu, keluarga, kelompok, dan komunitas. 4022. Monitor tanda dan gejala infeksi. 4023. Anjurkan mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas. 4024. Demonstrasikan teknik mencuci tangan yang benar. 4025. Anjurkan menjaga kebersihan perorangan. 4026. Anjurkan menjaga kebersihan lingkungan. 4027. Anjurkan menggunakan alat makan dan minum yang bersih. 4028. Anjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dimasak dengan benar. 4029. Kolaborasi pemberian imunisasi sesuai kebutuhan. 4030. Anjurkan menghindari kontak dengan individu yang terinfeksi. 4031. Anjurkan istirahat yang cukup. 4032. Anjurkan nutrisi yang adekuat.
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Risiko asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Status Nutrisi. Tujuan: Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Kriteria Hasil: 1401. Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 1402. Berat badan dalam rentang normal. 1403. Menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 1404. Menggunakan sumber makanan dan minuman yang aman.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan: 1401. Identifikasi faktor yang mempengaruhi pemenuhan nutrisi. 1402. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan. 1403. Identifikasi preferensi makanan. 1404. Anjurkan makan dengan porsi kecil dan sering. 1405. Anjurkan membawa bekal makanan dari rumah. 1406. Anjurkan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. 1407. Anjurkan mengkonsumsi buah dan sayur. 1408. Anjurkan membatasi konsumsi makanan cepat saji. 1409. Anjurkan mengkonsumsi makanan yang dimasak dengan benar. 1410. Kolaborasi dengan ahli gizi.
Kondisi: Risiko Keracunan
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko paparan atau konsumsi zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1900
Deskripsi : Manajemen Keracunan. Tujuan: Keracunan dapat dicegah atau ditangani. Kriteria Hasil: 1901. Mengenali sumber yang berisiko menyebabkan keracunan. 1902. Menunjukkan perilaku untuk mencegah keracunan. 1903. Menggunakan sumber makanan dan minuman yang aman. 1904. Lingkungan bebas dari sumber keracunan. 1905. Tidak menunjukkan tanda dan gejala keracunan.
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Edukasi Pencegahan Keracunan. Tindakan: 6531. Identifikasi risiko keracunan pada individu, keluarga, kelompok, dan komunitas. 6532. Monitor tanda dan gejala keracunan. 6533. Anjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang aman dan terbebas dari kontaminasi. 6534. Anjurkan mencuci tangan sebelum makan. 6535. Anjurkan mencuci bahan makanan sebelum diolah. 6536. Anjurkan mengolah makanan dengan benar. 6537. Anjurkan menyimpan makanan dengan benar. 6538. Anjurkan memeriksa tanggal kedaluwarsa makanan. 6539. Anjurkan menghindari jajan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya. 6540. Anjurkan menjaga kebersihan lingkungan dari sumber kontaminasi.
-
Article No. 24999 | 09 Apr 2026
Klinis : DS: Pasien mengatakan tidak nafsu makan Pasien mengatakan tidak tertarik dengan lauk yang disediakan Pasien mengatakan lebih sering minum kopi gula aren dibanding makan DO: Porsi makan pasien tampak tidak habis Pasien beberapa kali tidak makan dan memberikan makanannya pada teman sewismanya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh adalah kondisi di mana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan, kelemahan, dan gangguan fungsi tubuh lainnya.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : SLKI L.1.1.1 adalah "Status nutrisi membaik". Tujuan akhir dari intervensi keperawatan untuk kondisi ini adalah agar status nutrisi pasien mencapai dan mempertahankan tingkat yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup peningkatan berat badan menuju rentang ideal, peningkatan asupan makanan dan cairan sesuai dengan rencana yang ditetapkan, peningkatan nafsu makan, serta tanda-tanda klinis seperti kulit yang lembap, turgor kulit baik, dan kadar albumin serum dalam batas normal. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa risiko gangguan nutrisi telah diminimalkan atau diatasi, dan pasien mampu mempertahankan pola makan yang sehat. Perawat akan memantau parameter antropometri (seperti berat badan, IMT), asupan diet, dan hasil laboratorium untuk mengevaluasi kemajuan menuju tujuan ini. Peningkatan status nutrisi juga berkontribusi pada peningkatan energi, penyembuhan luka yang lebih baik, dan peningkatan fungsi sistem imun.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : SIKI I.1.1.1 adalah "Manajemen nutrisi". Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk membantu pasien dalam mencapai dan mempertahankan asupan nutrisi yang optimal. Penjelasan detailnya mencakup: Pertama, **Pengkajian Komprehensif**: Perawat akan melakukan pengkajian mendalam terhadap faktor penyebab kurang nafsu makan, seperti faktor psikologis (misalnya, kondisi emosional di rumah sakit), sosial (kebiasaan minum kopi aren sebagai pengganti makan), persepsi terhadap makanan, dan faktor fisik (misalnya, nyeri mulut, mual). Pengkajian juga mencakup pola makan biasa, preferensi makanan, alergi, dan kemampuan menelan. Kedua, **Kolaborasi dalam Perencanaan Diet**: Berdasarkan pengkajian, perawat akan berkolaborasi dengan ahli gizi dan dokter untuk menyusun rencana diet yang sesuai dengan kebutuhan kalori, protein, dan mikronutrien pasien, dengan mempertimbangkan preferensi pasien (misalnya, memasukkan elemen makanan yang disukai). Ketiga, **Modifikasi Lingkungan dan Penyajian Makanan**: Perawat menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas bau tidak sedap, dan menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering dengan tampilan yang menarik untuk merangsang nafsu makan. Mengatur posisi pasien yang nyaman untuk makan juga penting. Keempat, **Edukasi dan Motivasi**: Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi bagi penyembuhan dan konsekuensi dari asupan yang tidak adekuat. Memotivasi pasien untuk mengurangi kebiasaan minum kopi aren sebelum makan karena dapat menekan nafsu makan, serta menjelaskan pentingnya mengonsumsi makanan utama terlebih dahulu. Kelima, **Monitoring dan Evaluasi**: Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan pasien secara akurat (misalnya, dengan metode food recall atau intake-output chart), memantau berat badan secara teratur, dan mengobservasi tanda-tanda klinis kekurangan nutrisi. Keenam, **Intervensi Tambahan**: Jika diperlukan, perawat dapat mengkolaborasikan pemberian suplemen nutrisi oral atau, dalam kondisi tertentu, merujuk untuk pemberian nutrisi enteral atau parenteral sesuai instruksi tim medis. Inti dari SIKI ini adalah pendekatan holistik yang menggabungkan aspek teknis, edukatif, dan psikososial untuk mengatasi hambatan nutrisi yang dialami pasien.
-
Article No. 25000 | 09 Apr 2026
Klinis : Tn. I dirawat pada tanggal 03 April 2026 setelah masuk melalui IGD dengan keluhan utama nyeri dada dan sesak napas. Nyeri dada dirasakan sejak malam hari, bersifat berat, tembus ke belakang, menjalar ke lengan, disertai sesak dan tidak dapat berbaring. Keluhan sering muncul terutama setelah Idul Fitri. Saat evaluasi, sesak napas berkurang dan nyeri dada hilang, namun masih terdapat nyeri ulu hati hilang timbul, nafsu makan menurun, istirahat kurang, serta batuk berdahak tanpa mual, muntah, atau demam. Riwayat penyakit jantung disangkal, namun pasien menjalani terapi DAPT sejak Oktober 2024. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum sakit sedang dengan tekanan darah 83/66 mmHg, nadi 101 x/menit, suhu 36,5°C, frekuensi napas 23 x/menit, dan SpO₂ 91%. Evaluasi selanjutnya didapatkan tekanan darah 85/69 mmHg, nadi 108 x/menit, suhu 36,7°C, frekuensi napas 20 x/menit, dan SpO₂ 94% dengan oksigen nasal kanul 3 lpm. Kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6) dengan asupan makan sekitar ½ porsi. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 11,4 g/dL, troponin I 0,6, ureum 45,3 mg/dL, kreatinin 0,9 mg/dL, kolesterol total 104 mg/dL, trigliserida 71 mg/dL, GDP 97 mg/dL, dan GD 2 jam PP 138 mg/dL. Monitoring cairan didapatkan intake 800 cc dan output 1700 cc (balance -900 cc), dengan berat badan 45 kg. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien didiagnosis efusi pleura kiri. Telah dilakukan evakuasi cairan pleura sebanyak ±1100 cc berwarna kuning jernih dan direncanakan evakuasi ulang. Terapi meliputi atorvastatin, bisoprolol, ISDN, diazepam, dan clopidogrel. Seftriakson dibatalkan dan diganti cefixime oral. Terapi dilanjutkan sesuai tatalaksana jantung dengan pemantauan kondisi pasien.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Curah jantung membaik.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Monitor tanda vital dan status hemodinamik.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri komprehensif.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Kaji status pernapasan.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Ventilasi.
Kode SIKI: I.04002
Deskripsi : Monitor pola, frekuensi, kedalaman, dan usaha pernapasan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler dari satu kompartemen ke kompartemen lain.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Monitor status cairan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Kaji faktor yang menyebabkan intoleransi aktivitas.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diinvasi oleh patogen.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol infeksi.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Monitor tanda dan gejala infeksi.
-
Article No. 25001 | 09 Apr 2026
Klinis : PASIEN DATANG SEDNIRI DENGAN KELUHAN PANAS SEJAK 4 HARI YLL +,MUAL +, MUNTAH -, NYERI ULU HATI +, PERUT TERASA KEMBUNG +, TIDAK BAB SEJAK 2 HARI YLL , BADAN TERASA LEMAS RIW INFUS SELAMA 3 HARI DI RUMAH
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertermia dan Gangguan Eliminasi Feses (Konstipasi) terkait dengan Proses Penyakit dan Pola Defekasi yang Tidak Adekuat
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons terhadap faktor-faktor patogen. Pada kasus ini, ditandai dengan keluhan panas sejak 4 hari yang lalu, yang merupakan gejala utama. Hipertermia terjadi karena adanya proses infeksi atau inflamasi (diduga dari keluhan nyeri ulu hati dan kembung) yang memicu respon pirogenik dari tubuh, menggeser set point hipotalamus. Kondisi ini meningkatkan metabolisme basal, menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan melalui evaporasi dan berkontribusi pada perasaan lemas serta risiko dehidrasi. Hipertermia juga dapat memperburuk rasa mual dan ketidaknyamanan abdominal. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan suhu, upaya penurunan panas, dan pemenuhan kebutuhan cairan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Standar Luaran ini bertujuan agar suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal dan gejala terkait teratasi. Target luaran mencakup: (1) Suhu tubuh turun mencapai 36-37,5°C, (2) Kulit teraba hangat dan tidak berkeringat berlebihan, (3) Nadi dan pernapasan dalam rentang normal, (4) Pasien melaporkan perasaan nyaman dan penurunan perasaan panas, serta (5) Tidak ada komplikasi seperti kejang atau dehidrasi berat. Pencapaian luaran ini dinilai melalui pemantauan tanda-tanda vital secara berkala, pengamatan kondisi kulit, dan laporan subjektif pasien mengenai kenyamanannya. Pengelolaan hipertermia yang efektif juga akan membantu mengurangi keluhan sistemik seperti lemas dan mual.
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi sistematis ini meliputi: (1) Memantau suhu tubuh, nadi, pernapasan, dan tekanan darah secara teratur (setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan). (2) Memberikan terapi pendinginan secara fisik seperti kompres hangat/tepid sponge di area aksila dan lipatan paha, mempertahankan suhu ruangan yang sejuk, serta menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. (3) Menganjurkan dan memfasilitasi asupan cairan yang adekuat secara oral atau intravena (mengingat ada riwayat infus dan mual) untuk mengganti kehilangan cairan. (4) Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai resep dokter. (5) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang penyebab demam, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dan cara penanganan di rumah. Intervensi ini dilakukan untuk mencapai luaran yang ditetapkan dalam SLKI 1401.
Kondisi: Konstipasi
Kode SDKI: 00011
Deskripsi Singkat: Konstipasi didefinisikan sebagai penurunan frekuensi defekasi dari biasanya disertai dengan pengeluaran feses yang keras, kering, dan upaya mengejan. Pada pasien ini, ditandai dengan tidak BAB sejak 2 hari yang lalu, perut terasa kembung, dan nyeri ulu hati. Kondisi ini dapat disebabkan oleh multiple faktor: (1) Asupan cairan dan serat yang tidak adekuat akibat mual dan demam, (2) Peningkatan suhu tubuh yang menyebabkan dehidrasi dan absorbsi air dari feses di kolon berlebihan, (3) Imobilisasi atau penurunan aktivitas fisik karena badan lemas, dan (4) Kemungkinan efek dari proses penyakit dasar (misalnya dispepsia atau infeksi gastrointestinal). Konstipasi memperberat keluhan kembung dan nyeri ulu hati, menurunkan nafsu makan, dan berkontribusi pada perasaan tidak nyaman secara keseluruhan. Diagnosa ini memerlukan intervensi untuk memfasilitasi eliminasi yang normal.
Kode SLKI: 0407
Deskripsi : Status Eliminasi Feses. Standar Luaran ini bertujuan agar pasien dapat mencapai pola eliminasi feses yang normal dan teratur. Target luaran mencakup: (1) Pasien mampu defekasi dengan frekuensi sesuai pola normal individu (minimal 3 kali/minggu), (2) Konsistensi feses lunak dan berbentuk, mudah dikeluarkan, (3) Tidak ada keluhan mengejan berlebihan, nyeri, atau perasaan tidak tuntas setelah defekasi, (4) Bunyi usus dalam rentang normal (5-35 kali/menit), dan (5) Pengurangan atau hilangnya keluhan kembung dan ketidaknyamanan abdominal. Pencapaian luaran dinilai melalui anamnesis, observasi, dan pemeriksaan fisik abdomen.
Kode SIKI: 0580
Deskripsi : Manajemen Konstipasi. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: (1) Mengkaji pola defekasi biasa, kebiasaan, dan karakteristik feses terakhir. (2) Memantau bunyi usus, distensi abdomen, dan keluhan terkait. (3) Meningkatkan asupan cairan secara bertahap jika tidak ada kontraindikasi (target 1.5-2 L/hari) untuk melunakkan feses. (4) Menganjurkan peningkatan asupan serat secara bertahap ketika nafsu makan membaik (buah, sayur, sereal). (5) Mendukung mobilisasi atau aktivitas fisik ringan sesuai toleransi untuk merangsang peristaltik usus. (6) Melakukan kolaborasi pemberian laksatif, pelunak feses, atau supositoria sesuai resep dokter jika diperlukan. (7) Memberikan edukasi tentang hubungan asupan cairan, serat, aktivitas, dan eliminasi, serta pentingnya tidak menahan defekasi. Intervensi ini ditujukan untuk mengatasi faktor penyebab dan mencapai luaran pada SLKI 0407.
-
Article No. 25002 | 09 Apr 2026
Klinis : Ny. B, 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan diare sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengatakan BAB hingga 6 kali sehari sejak kemarin dan 4 kali sejak pagi ini. Pasien mengatakan ada mual dan muntah 2 kali pagi ini. Pasien mengeluhkan lemas dan pusing. Hasil pengkajian: CM, TD 100/60 mmHg, Nadi 90x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 37.5 °C, Lidah kering, turgor kulit > 3 detik. Anda diminta untuk memasang infus untuk mengatasi dehidrasi. Pasien rencana diberikan NaCI 0.9% sebanyak 500 cc dalam 6 jam. Faktor tetes infusan adalah 15 tetes / menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang mengancam kesehatan. Kondisi ini ditandai dengan tanda-tanda seperti peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah, penurunan turgor kulit, membran mukosa kering, dan penurunan produksi urine. Pada kasus Ny. B, data yang mendukung adalah keluhan diare dan muntah yang menyebabkan kehilangan cairan, tanda vital (TD 100/60 mmHg menunjukkan kecenderungan hipotensi, nadi 90x/menit sebagai kompensasi), lidah kering, turgor kulit > 3 detik, serta keluhan lemas dan pusing. Intervensi pemasangan infus juga mengindikasikan kebutuhan koreksi defisit cairan secara segera.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : SLKI L.03114 berfokus pada Pemantauan Keseimbangan Cairan. Tujuan luaran dari SLKI ini adalah agar keseimbangan cairan pasien dapat dipertahankan dengan kriteria hasil seperti tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit elastis, membran mukosa lembab, dan balance cairan yang seimbang. Dalam konteks Ny. B, perawat akan memantau secara ketat tanda-tanda dehidrasi dan respons terhadap terapi cairan. Pemantauan meliputi pengukuran tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara berkala untuk mendeteksi perbaikan atau memburuknya kondisi, menilai turgor kulit dan kelembaban lidah secara serial, mengukur asupan dan keluaran cairan (input dari infus dan minum, output dari diare, muntah, dan urine), serta memantau status neurologis seperti keluhan pusing dan tingkat kesadaran. Pemantauan yang cermat ini penting untuk mengevaluasi efektivitas pemberian cairan NaCl 0.9% dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok hipovolemik.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : SIKI I.05229 adalah Intervensi Resusitasi Cairan. Intervensi ini didefinisikan sebagai pemberian cairan intravena dalam jumlah besar dan cepat untuk mengoreksi defisit volume cairan. Pada pasien Ny. B, intervensi ini diwujudkan melalui tindakan pemasangan infus dan pemberian NaCl 0.9% 500 cc dalam 6 jam. Langkah-langkah spesifik yang dilakukan perawat meliputi: pertama, menyiapkan alat dan bahan untuk pemasangan jalur intravena dengan memperhatikan prinsip aseptik untuk mencegah infeksi. Kedua, melakukan penghitungan tetesan infus yang tepat; dengan order 500 cc dalam 6 jam dan faktor tetes 15 gtt/ml, maka kecepatan infus yang harus diatur adalah (500 cc x 15 gtt/ml) / (6 jam x 60 menit) = 12500 / 360 = sekitar 21 tetes per menit. Ketiga, melakukan pemasangan kanula intravena dan mengatur kecepatan infus sesuai perhitungan. Keempat, memastikan kepatenan jalur infus dan tidak adanya tanda-tanda infiltrasi atau flebitis. Kelima, melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tujuan pemberian infus dan pentingnya melaporkan jika ada rasa tidak nyaman di area pemasangan. Intervensi ini juga mencakup kolaborasi dengan dokter dalam menentukan jenis, jumlah, dan kecepatan cairan, serta mempersiapkan pemberian cairan tambahan jika diperlukan berdasarkan hasil pemantauan. Tindakan ini bersifat kritis untuk mengembalikan volume cairan sirkulasi, memperbaiki perfusi jaringan, dan mencegah progresi dehidrasi ke tingkat yang lebih berat.
-
Article No. 24941 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien dibawa keluarga ke IGD 28 Februari 2026 pukul 22.30 WIB dengan keluhan utama kejang. Keluarga mengatakan sebelumnya pasien kejang di rumah dengan durasi kurang lebih 10 menit dan sudah sadar penuh. Kemudian saat perjalanan menuju IGD pasien mengalami kejang berulang dengan kaki dan tangan kelojotan. Saat dilakukan pengkajian pasien mengeluh nyeri kepala hebat, pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan dan hilang timbul lalu mengatakan nyeri timbul saat beraktivitas ringan dan mereda saat istirahat. Pasien mengatakan bahwa sedang batuk sejak 4 hari SMRS dan mengeluh gatal di tenggorokan seperti ada yang mengganjal karena batuknya terasa kering. Pasien mengatakan baru mengetahui bahwa dirinya memiliki Hipertensi sejak 3 hari lalu saat masuk IGD dan belum tertangani. Kesadaran pasien compos mentis, hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 85 kali per menit, suhu tubuh 36,9°C, frekuensi napas 19 kali per menit, saturasi oksigen 98%. Pasien terpasang IVFD Nacl 0,9% 500 cc/12 jam. Hasil pemeriksaan laboratorium hematologi menunjukkan hemoglobin 13,0 g/dL (normal), leukosit 9,2 10³/µL (normal), hematokrit 40% (normal), trombosit 229 10³/µL (normal). Hasil laboratorium kimia klinik menunjukkan natrium 140 mmol/L (normal), kalium 3,9 mmol/L (normal) , clorida 100 mmol/L (normal). Pemeriksaan gula darah sewaktu 102 mg/dL dalam batas normal. Hasil pemeriksaan radiologi CT Scan kepala menunjukkan infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, atrophy cerebri ringan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Perfusi serebral efektif ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien; 2) Status neurologis stabil atau membaik; 3) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial; 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat; 5) Gula darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01206
Deskripsi : 1. Pantau dan catat status neurologis secara teratur (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, fungsi sensorik, bicara, tanda-tanda kejang). 2. Pantau dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol. 3. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4. Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 5. Lakukan manajemen kejang: jaga jalan napas, jauhkan dari benda berbahaya, catat durasi dan karakteristik kejang, kolaborasi pemberian obat antikonvulsan. 6. Pantau keseimbangan cairan dengan ketat (input-output), pertahankan akses intravena paten. 7. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai program (seperti antihipertensi, antikonvulsan, neuroprotektor) dan pantau efek sampingnya. 8. Minimalkan stimulasi lingkungan (cahaya, suara), berikan istirahat yang cukup. 9. Berikan edukasi pada keluarga tentang tanda-tanda gangguan neurologis yang harus dilaporkan segera (seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, kelemahan anggota gerak, kejang, penurunan kesadaran). 10. Kolaborasi dalam pemantauan parameter laboratorium (elektrolit, gula darah, fungsi koagulasi).
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang/hilang (skala nyeri ≤3); 2) Ekspresi wajah rileks; 3) Dapat beristirahat/tidur dengan cukup; 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01246
Deskripsi : 1. Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas dengan skala 0-10, faktor pencetus, faktor pereda, durasi). 2. Ajarkan dan bantu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik relaksasi napas dalam, distraksi, pengalihan perhatian, posisi nyaman). 3. Atur lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 4. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program medis (misalnya, untuk nyeri kepala hebat pasca kejang dan akibat infark serebral) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 5. Monitor dan catat respons pasien terhadap intervensi pengurangan nyeri. 6. Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri untuk penanganan tepat. 7. Anjurkan istirahat yang cukup dan hindari aktivitas yang memicu nyeri (berdasarkan keluhan pasien bahwa nyeri timbul saat beraktivitas ringan).
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0060
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi ditandai dengan: 1) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik (memar, laserasi, fraktur); 2) Lingkungan aman; 3) Pasien dan keluarga memahami upaya pencegahan cedera.
Kode SIKI: I.00982
Deskripsi : 1. Lakukan pengkajian risiko jatuh dan cedera, terutama terkait riwayat kejang berulang dan nyeri kepala hebat yang dapat mengganggu keseimbangan. 2. Pasang side rail tempat tidur dalam posisi terangkat dan pastikan selalu terkunci. 3. Tempatkan bel pemanggil dan barang-barang kebutuhan pasien dalam jangkauan. 4. Instruksikan pasien untuk meminta bantuan saat akan berpindah atau ke toilet jika merasa pusing atau tidak stabil. 5. Pertahankan lingkungan yang aman: lantai tidak licin, pencahayaan cukup, tidak ada barang menghalangi jalan. 6. Siapkan alat suction dan jalan napas di dekat pasien sebagai antisipasi kejang. 7. Berikan edukasi pada pasien dan keluarga mengenai tindakan selama kejang (menjauhkan benda berbahaya, membaringkan pasien miring, tidak memasukkan apapun ke mulut). 8. Kolaborasi dalam pemberian terapi antikonvulsan untuk mengontrol kejang. 9. Awasi pasien secara ketat, terutama saat pasien berada di luar tempat tidur.
Kondisi: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif ditandai dengan: 1) Suara napas bersih; 2) Tidak ada sianosis; 3) Saturasi oksigen dalam rentang normal; 4) Pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif.
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : 1. Kaji status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, suara napas, penggunaan otot bantu) secara berkala. 2. Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya sekret. 3. Anjurkan dan bantu pasien untuk batuk efektif dan napas dalam. 4. Ajarkan teknik batuk dengan menahan dada (splinting) jika nyaman. 5. Bantu perubahan posisi setiap 2 jam untuk mobilisasi sekret. 6. Berikan hidrasi adekuat (oral/IV) untuk mengencerkan sekret, kolaborasi dengan program cairan. 7. Lakukan fisioterapi dada dan drainase postural jika diperlukan dan tidak kontraindikasi dengan kondisi neurologis. 8. Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik sesuai program medis untuk mengatasi batuk kering dan gatal tenggorokan. 9. Monitor saturasi oksigen secara berkala. 10. Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri.
-
Article No. 24942 | 08 Apr 2026
Klinis : Data Subjektif Data Objektif Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Ny.T mengatakan nafsu makannya berkurang Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan Pasien tampak tidak menghabiskan makanannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat datangnya dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri dapat dikontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 4) Mematuhi regimen pengobatan nyeri. 5) Menggunakan sistem pendukung untuk mengatasi nyeri. 6) Menunjukkan perilaku yang memfasilitasi pengurangan nyeri (misalnya istirahat yang cukup).
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: 1) Kaji karakteristik nyeri: lokasi, kualitas, intensitas (skala 0-10), pola, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan. 2) Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan (misalnya perubahan tanda vital, gelisah, meringis, menangis). 3) Berikan analgetik sesuai program terapi. 4) Evaluasi efektivitas analgetik dan efek samping. 5) Gunakan pendekatan nonfarmakologis (misalnya distraksi, relaksasi, kompres hangat/dingin, posisi yang nyaman, lingkungan yang tenang). 6) Ajarkan tentang nyeri dan penatalaksanaannya. 7) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri. 8) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penatalaksanaan nyeri yang komprehensif.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan upaya pernapasan atau ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi: Perpindahan udara masuk dan keluar dari paru. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih. 2) Tidak ada sianosis. 3) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia. 4) Irama napas teratur. 5) Tidak ada dispnea. 6) Tidak ada batuk tidak efektif. 7) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler). 2) Pertahankan jalan napas paten dengan kepala ekstensi, chin lift, atau jaw thrust jika diperlukan. 3) Lakukan fisioterapi dada dan napas dalam. 4) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif. 5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 6) Auskultasi suara napas setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan. 7) Berikan oksigen sesuai program terapi. 8) Monitor status pernapasan dan saturasi oksigen. 9) Berikan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, dan pola tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Istirahat Tidur: Jumlah jam tidur, relaksasi, dan ketenangan yang mudah dicapai. Kriteria hasil: 1) Mendemonstrasikan pola tidur yang memadai. 2) Melaporkan perasaan istirahat setelah tidur. 3) Mengikuti rutinitas waktu tidur. 4) Menggunakan teknik relaksasi untuk mempermudah tidur. 5) Mengontrol faktor lingkungan yang mengganggu tidur.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Peningkatan Tidur: 1) Kaji kebiasaan dan pola tidur pasien. 2) Identifikasi faktor yang mengganggu tidur (nyeri, lingkungan, ansietas). 3) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman). 4) Bantu pasien dalam rutinitas waktu tidur (misalnya minum hangat, mendengarkan musik lembut). 5) Ajarkan teknik relaksasi (napas dalam, relaksasi otot progresif). 6) Atur posisi yang nyaman untuk tidur. 7) Batasi pengunjung dan interupsi selama jam tidur. 8) Kolaborasi pemberian obat analgetik sebelum tidur untuk mengontrol nyeri yang mengganggu. 9) Anjurkan untuk membatasi kafein di sore/malam hari. 10) Monitor kualitas dan kuantitas tidur.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status Nutrisi: Jumlah nutrisi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Kriteria hasil: 1) Berat badan dalam rentang normal. 2) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal. 4) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi. 5) Memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: 1) Kaji asupan makanan dan cairan, pola makan, serta faktor yang mempengaruhi nafsu makan (nyeri, mual). 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Tawarkan makanan dalam porsi kecil tapi sering. 4) Sajikan makanan dalam bentuk dan suhu yang disukai pasien. 5) Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan dan tidak terburu-buru. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet. 7) Berikan suplemen nutrisi oral jika diperlukan. 8) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. 9) Atur posisi duduk atau semi-Fowler saat makan. 10) Monitor dan catat jumlah asupan makanan setiap hari.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat kondisi lingkungan yang berinteraksi dengan sumber daya adaptif dan pertahanan individu.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Kontrol Risiko: Tindakan untuk menghindari atau mengurangi risiko. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera. 2) Memodifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko. 3) Menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencegah cedera. 4) Mematuhi protokol keselamatan.
Kode SIKI: I.19002
Deskripsi : Pencegahan Cedera: 1) Identifikasi faktor risiko cedera (riwayat kejang, penurunan kesadaran, pusing). 2) Pertahankan lingkungan yang aman (pencahayaan cukup, lantai tidak licin, barang-barang tidak berserakan). 3) Gunakan side rail tempat tidur dalam posisi terangkat saat pasien tidur atau istirahat. 4) Anjurkan pasien untuk meminta bantuan saat akan berpindah atau beraktivitas jika merasa lemah/pusing. 5) Tempatkan bel pemanggil dalam jangkauan pasien. 6) Monitor tanda-tanda vital dan status neurologis secara berkala. 7) Ajarkan pada pasien dan keluarga tentang faktor pemicu kejang dan langkah-langkah keselamatan saat kejang. 8) Kolaborasi pemberian terapi antikejang sesuai program. 9) Pasang tanda risiko jatuh di dekat tempat tidur pasien.
-
Article No. 24943 | 08 Apr 2026
Klinis : Data Subjektif Data Objektif Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengancam kehidupan atau mencederai otak.
Kode SLKI: L.14014
Deskripsi : Perfusi serebral efektif ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran compos mentis (GCS 15). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia. 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, pusing, mual, atau muntah. 4) Fungsi motorik dan sensorik utuh, tidak ada kelemahan atau kelumpuhan. 5) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti CT Scan) menunjukkan tidak ada perkembangan lesi baru atau edema serebral. 6) Tidak terjadi kejang berulang.
Kode SIKI: I.14063
Deskripsi : 1) Monitor terus-menerus tanda-tanda neurologis (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, tanda-tanda vital) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol. 2) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 3) Kolaborasi pemberian terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 4) Kolaborasi pemberian terapi medikasi sesuai indikasi (antihipertensi, antikejang, neuroprotektor) dengan tepat waktu dan dosis akurat. 5) Minimalkan stimulasi lingkungan (cahaya, suara) yang berlebihan. 6) Hindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti mengejan, batuk kuat, atau fleksi leher berlebihan. 7) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif dan kolaborasi pemberian analgetik untuk mengontrol nyeri kepala. 8) Edukasi pasien dan keluarga untuk segera melaporkan jika ada keluhan sakit kepala yang memberat, muntah proyektil, kejang, atau penurunan kesadaran. 9) Kolaborasi dalam pemantauan hasil pemeriksaan penunjang serial (CT Scan, laboratorium). 10) Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari untuk menghemat energi dan mencegah kelelahan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Nyeri terkontrol ditandai dengan: 1) Skala nyeri 0-3 (skala 0-10). 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis. 3) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Pasien mampu melakukan aktivitas sesuai toleransi tanpa gangguan nyeri yang signifikan. 6) Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan.
Kode SIKI: I.03005
Deskripsi : 1) Kaji nyeri secara komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region, Severity, Time) setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan. 2) Ajarkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik relaksasi napas dalam, distraksi, posisi nyaman). 3) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program terapi (misal: parasetamol atau obat sesuai resep) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 4) Atur posisi pasien senyaman mungkin, hindari gerakan tiba-tiba. 5) Lakukan manajemen lingkungan (pengaturan cahaya, kebisingan, suhu) yang mendukung kenyamanan dan istirahat. 6) Berikan kompres hangat atau dingin pada daerah nyeri jika tidak ada kontraindikasi. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri sebelum menjadi berat dan cara menggunakan skala nyeri. 8) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 9) Fasilitasi periode istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan yang memperberat persepsi nyeri. 10) Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan intervensi yang telah diberikan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif ditandai dengan: 1) Suara napas vesikuler di semua lapang paru. 2) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing). 3) Batuk efektif atau tidak ada batuk. 4) Sekret dapat dikeluarkan atau tidak ada sekret. 5) Nilai saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%). 6) Frekuensi napas dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04004
Deskripsi : 1) Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya ronkhi atau penurunan suara napas. 2) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif dan napas dalam setiap 2 jam. 3) Bantu pasien dalam perubahan posisi (misal, posisi semi-fowler atau miring) untuk memudahkan ekspansi paru dan drainase sekret. 4) Lakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi dan vibrasi jika tidak ada kontraindikasi (misal, pada kondisi perdarahan intrakranial akut harus hati-hati). 5) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik/ekspektoran sesuai program. 6) Pertahankan hidrasi adekuat (kolaborasi pemberian cairan IV atau anjuran minum oral) untuk mengencerkan sekret. 7) Monitor status oksigenasi (SpO2, warna kulit, frekuensi napas) secara berkala. 8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret secara mandiri. 9) Ajarkan pasien dan keluarga tanda-tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan. 10) Jaga kebersihan dan kelembaban udara ruangan.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, atau waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Pola tidur terpenuhi ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan kualitas tidur baik (nyenyak, tidak sering terbangun). 2) Durasi tidur cukup sesuai kebutuhan usia (misal, 6-8 jam untuk dewasa). 3) Pasien bangun dengan perasaan segar (rested). 4) Tidak ada tanda-tanda kurang tidur seperti mengantuk di siang hari, lekas marah, atau lingkaran hitam di mata. 5) Fungsi kognitif dan fisik terjaga baik.
Kode SIKI: I.09008
Deskripsi : 1) Kaji kebiasaan dan pola tidur pasien di rumah (waktu tidur, ritual sebelum tidur, lingkungan). 2) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman). 3) Atur jadwal aktivitas dan istirahat, batau kunjungan di malam hari. 4) Lakukan manajemen nyeri yang optimal sebelum waktu tidur. 5) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur (seperti napas dalam, mendengarkan musik lembut). 6) Batasi asupan kafein dan cairan berlebih beberapa jam sebelum tidur. 7) Bantu pasien dalam kebersihan diri (cuci muka, gosok gigi) sebelum tidur untuk meningkatkan kenyamanan. 8) Kolaborasi pemberian obat tidur atau sedatif sesuai indikasi dan resep, dengan mempertimbangkan kondisi neurologis pasien. 9) Monitor dan catat kualitas dan kuantitas tidur pasien. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya tidur untuk proses penyembuhan dan strategi higiene tidur.
Kondisi: Kurang Pengetahuan tentang Kondisi, Prognosis, dan Pengobatan
Kode SDKI: D.0182
Deskripsi Singkat: Keterbatasan atau tidak adanya informasi kognitif yang berhubungan dengan topik tertentu.
Kode SLKI: L.18035
Deskripsi : Pengetahuan adekuat ditandai dengan: 1) Pasien/keluarga dapat menyebutkan diagnosis, penyebab, dan faktor risiko kondisi (stroke lakunar, hipertensi). 2) Pasien/keluarga memahami tujuan, dosis, efek samping, dan jadwal pengobatan. 3) Pasien/kelu
Article No. 24944 | 08 Apr 2026
Klinis : Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); timbulnya mendadak atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Tujuan: Nyeri terkontrol dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri dapat dikontrol, 2) Menunjukkan kemampuan menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, 3) Menggunakan analgesik sesuai resep, 4) Tingkat nyeri menurun sesuai skala yang diharapkan. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, kualitas, faktor pencetus dan pereda), b) Ajarkan dan bantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis (relaksasi napas dalam, distraksi, kompres hangat/dingin sesuai indikasi), c) Berikan analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya, d) Atur posisi yang nyaman, e) Lakukan tindakan keperawatan dengan lembut, f) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik, g) Ciptakan lingkungan yang tenang.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Intervensi spesifik meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan metode PQRST (seperti yang telah didokumentasikan pada pasien: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu). 2) Ajarkan penggunaan skala nyeri (numerik, wajah) untuk melaporkan nyeri. 3) Kolaborasi pemberian farmakologis (analgesik) sesuai resep dokter. 4) Lakukan intervensi nonfarmakologis seperti: relaksasi napas dalam, distraksi dengan musik atau percakapan, dan pengaturan posisi tubuh yang nyaman. 5) Kurangi rangsangan yang memperberat nyeri seperti cahaya berlebih dan suara bising. 6) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan, termasuk penurunan skala nyeri, ekspresi wajah (tidak meringis), dan kemampuan istirahat. Pada kasus ini, nyeri kepala hebat dengan skala 8 dan sifat hilang timbul memerlukan manajemen yang komprehensif untuk mencegah peningkatan stres yang dapat memperburuk kondisi neurologis dan hipertensinya.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan untuk memfasilitasi patensi jalan napas. Tujuan: Jalan napas paten dengan kriteria hasil: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada sianosis, 3) Frekuensi napas dalam rentang normal, 4) Batuk efektif. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji bunyi napas, frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, b) Kaji kemampuan batuk dan karakteristik sputum, c) Posisikan semi-Fowler atau posisi yang memudahkan ekspansi dada, d) Ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam, e) Lakukan fisioterapi dada dan perkusi jika diperlukan, f) Lakukan penghisapan lendir jika diperlukan, g) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, h) Anjurkan hidrasi adekuat.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan keperawatan untuk mempertahankan atau memulihkan patensi jalan napas. Intervensi spesifik meliputi: 1) Kaji bunyi napas setiap shift dan catat adanya ronkhi (seperti yang ditemukan pada pasien). 2) Monitor frekuensi, irama, dan usaha pernapasan. 3) Anjurkan dan bantu pasien dalam latihan napas dalam dan batuk efektif untuk mengeluarkan sekresi. 4) Atur posisi kepala lebih tinggi (semi-Fowler) untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi aspirasi. 5) Kolaborasi dalam pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik jika diresepkan untuk mengatasi sekresi. 6) Anjurkan asupan cairan yang cukup (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi. 7) Monitor nilai SpO2 secara berkala. Pada pasien ini, keluhan batuk kering dengan gatal tenggorokan dan ditemukannya ronkhi menunjukkan potensi gangguan bersihan jalan napas yang perlu ditangani untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia aspirasi, terutama mengingat adanya riwayat kejang dan penurunan kesadaran yang berisiko terhadap aspirasi.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0157
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Tindakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mengatur terapi neurologis. Tujuan: Perfusi serebral adekuat dengan kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran compos mentis, 2) Tanda vital stabil, 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, pusing, mual muntah, 4) Tidak ada kejang berulang. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji status neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik, sensasi) secara berkala, b) Monitor tanda vital, khususnya tekanan darah, c) Pertahankan posisi kepala sedikit elevasi (30 derajat), d) Hindari manuver valsava, e) Kolaborasi pemberian terapi sesuai resep (antihipertensi, antikejang), f) Monitor kejang: durasi, frekuensi, karakteristik, g) Ciptakan lingkungan tenang, hindari stimulasi berlebihan, h) Anjurkan istirahat cukup.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Tindakan keperawatan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mengatur terapi neurologis. Intervensi spesifik meliputi: 1) Lakukan pemantauan neurologis ketat (tingkat kesadaran, orientasi, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan ekstremitas, tanda-tanda iritasi meningeal) setiap 2-4 jam atau sesuai protokol. 2) Monitor dan kendalikan tekanan darah secara ketat (pasien hipertensi baru dengan TD 140/90 mmHg) untuk mencegah perdarahan atau memperluas area infark. 3) Observasi ketat terhadap tanda-tanda kejang berulang (riwayat kejang berulang saat perjalanan). 4) Pertahankan posisi kepala datar atau sedikit ditinggikan (15-30 derajat) untuk meningkatkan aliran darah vena serebral. 5) Hindari faktor yang meningkatkan tekanan intrakranial seperti batuk berlebihan, mengejan, dan fleksi kepala yang ekstrem. 6) Kolaborasi pemberian obat antikejang dan antihipertensi sesuai resep. 7) Ciptakan lingkungan yang tenang, redupkan lampu jika pasien mengeluh fotofobia akibat nyeri kepala. 8) Edukasi pasien dan keluarga untuk segera melaporkan jika ada sakit kepala yang memberat, muntah proyektil, kejang, atau penurunan kesadaran. Diagnosa ini sangat relevan mengingat temuan CT Scan kepala yang menunjukkan infark lakunar multipel dan atrofi cerebri, yang menjadi dasar patologis dari kejang dan nyeri kepala yang dialami pasien.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Promosi Istirahat Tidur: Tindakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur. Tujuan: Pola tidur membaik dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan peningkatan durasi dan kualitas tidur, 2) Menunjukkan penampilan yang segar setelah bangun tidur. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji kebiasaan tidur dan faktor yang mengganggu, b) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (redup, tenang, suhu nyaman), c) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur, d) Atur jadwal aktivitas dan istirahat, e) Batasi minum kafein di sore/malam hari, f) Kolaborasi pemberian obat tidur jika diperlukan, g) Atur
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433