Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23414 | 24 Dec 2025
Klinis : KEJANG DEMAM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kejang Demam
Kode SDKI: 0013
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Perilaku Pencegahan Cedera
Kode SIKI: 3401, 3402, 3403, 3404, 3405, 3406, 3407, 3408, 3409, 3410, 3411, 3412, 3413, 3414, 3415, 3416, 3417, 3418, 3419, 3420, 3421, 3422, 3423, 3424, 3425, 3426, 3427, 3428, 3429, 3430, 3431, 3432, 3433, 3434, 3435, 3436, 3437, 3438, 3439, 3440, 3441, 3442, 3443, 3444, 3445, 3446, 3447, 3448, 3449, 3450, 3451, 3452, 3453, 3454, 3455, 3456, 3457, 3458, 3459, 3460, 3461, 3462, 3463, 3464, 3465, 3466, 3467, 3468, 3469, 3470, 3471, 3472, 3473, 3474, 3475, 3476, 3477, 3478, 3479, 3480, 3481, 3482, 3483, 3484, 3485, 3486, 3487, 3488, 3489, 3490, 3491, 3492, 3493, 3494, 3495, 3496, 3497, 3498, 3499, 3500, 3501, 3502, 3503, 3504, 3505, 3506, 3507, 3508, 3509, 3510, 3511, 3512, 3513, 3514, 3515, 3516, 3517, 3518, 3519, 3520, 3521, 3522, 3523, 3524, 3525, 3526, 3527, 3528, 3529, 3530, 3531, 3532, 3533, 3534, 3535, 3536, 3537, 3538, 3539, 3540, 3541, 3542, 3543, 3544, 3545, 3546, 3547, 3548, 3549, 3550, 3551, 3552, 3553, 3554, 3555, 3556, 3557, 3558, 3559, 3560, 3561, 3562, 3563, 3564, 3565, 3566, 3567, 3568, 3569, 3570, 3571, 3572, 3573, 3574, 3575, 3576, 3577, 3578, 3579, 3580, 3581, 3582, 3583, 3584, 3585, 3586, 3587, 3588, 3589, 3590, 3591, 3592, 3593, 3594, 3595, 3596, 3597, 3598, 3599, 3600, 3601, 3602, 3603, 3604, 3605, 3606, 3607, 3608, 3609, 3610, 3611, 3612, 3613, 3614, 3615, 3616, 3617, 3618, 3619, 3620, 3621, 3622, 3623, 3624, 3625, 3626, 3627, 3628, 3629, 3630, 3631, 3632, 3633, 3634, 3635, 3636, 3637, 3638, 3639, 3640, 3641, 3642, 3643, 3644, 3645, 3646, 3647, 3648, 3649, 3650, 3651, 3652, 3653, 3654, 3655, 3656, 3657, 3658, 3659, 3660, 3661, 3662, 3663, 3664, 3665, 3666, 3667, 3668, 3669, 3670, 3671, 3672, 3673, 3674, 3675, 3676, 3677, 3678, 3679, 3680, 3681, 3682, 3683, 3684, 3685, 3686, 3687, 3688, 3689, 3690, 3691, 3692, 3693, 3694, 3695, 3696, 3697, 3698, 3699, 3700, 3701, 3702, 3703, 3704, 3705, 3706, 3707, 3708, 3709, 3710, 3711, 3712, 3713, 3714, 3715, 3716, 3717, 3718, 3719, 3720, 3721, 3722, 3723, 3724, 3725, 3726, 3727, 3728, 3729, 3730, 3731, 3732, 3733, 3734, 3735, 3736, 3737, 3738, 3739, 3740, 3741, 3742, 3743, 3744, 3745, 3746, 3747, 3748, 3749, 3750, 3751, 3752, 3753, 3754, 3755, 3756, 3757, 3758, 3759, 3760, 3761, 3762, 3763, 3764, 3765, 3766, 3767, 3768, 3769, 3770, 3771, 3772, 3773, 3774, 3775, 3776, 3777, 3778, 3779, 3780, 3781, 3782, 3783, 3784, 3785, 3786, 3787, 3788, 3789, 3790, 3791, 3792, 3793, 3794, 3795, 3796, 3797, 3798, 3799, 3800, 3801, 3802, 3803, 3804, 3805, 3806, 3807, 3808, 3809, 3810, 3811, 3812, 3813, 3814, 3815, 3816, 3817, 3818, 3819, 3820, 3821, 3822, 3823, 3824, 3825, 3826, 3827, 3828, 3829, 3830, 3831, 3832, 3833, 3834, 3835, 3836, 3837, 3838, 3839, 3840, 3841, 3842, 3843, 3844, 3845, 3846, 3847, 3848, 3849, 3850, 3851, 3852, 3853, 3854, 3855, 3856, 3857, 3858, 3859, 3860, 3861, 3862, 3863, 3864, 3865, 3866, 3867, 3868, 3869, 3870, 3871, 3872, 3873, 3874, 3875, 3876, 3877, 3878, 3879, 3880, 3881, 3882, 3883, 3884, 3885, 3886, 3887, 3888, 3889, 3890, 3891, 3892, 3893, 3894, 3895, 3896, 3897, 3898, 3899, 3900, 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908, 3909, 3910, 3911, 3912, 3913, 3914, 3915, 3916, 3917, 3918, 3919, 3920, 3921, 3922, 3923, 3924, 3925, 3926, 3927, 3928, 3929, 3930, 3931, 3932, 3933, 3934, 3935, 3936, 3937, 3938, 3939, 3940, 3941, 3942, 3943, 3944, 3945, 3946, 3947, 3948, 3949, 3950, 3951, 3952, 3953, 3954, 3955, 3956, 3957, 3958, 3959, 3960, 3961, 3962, 3963, 3964, 3965, 3966, 3967, 3968, 3969, 3970, 3971, 3972, 3973, 3974, 3975, 3976, 3977, 3978, 3979, 3980, 3981, 3982, 3983, 3984, 3985, 3986, 3987, 3988, 3989, 3990, 3991, 3992, 3993, 3994, 3995, 3996,
Article No. 23415 | 24 Dec 2025
Klinis : Bicara tidak jelas Lebih sering menggunakan komunikasi non-verbal Anak mudah frustrasi saat tidak dipahami pada pasien dengan down syndrome
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Komunikasi Verbal Tidak Efektif
Kode SDKI: 00269
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau menerima makna pesan verbal secara memadai.
Kode SLKI: 0910
Deskripsi : SLKI 0910: Manajemen Komunikasi. Tujuan utama adalah agar pasien dapat berkomunikasi secara efektif sesuai dengan kemampuannya. Luaran yang diharapkan meliputi: (1) Pasien dapat menggunakan metode komunikasi yang dipilih (verbal, isyarat, gambar, alat bantu) untuk menyampaikan kebutuhan dasar dan ide sederhana. (2) Pengasuh/keluarga melaporkan peningkatan pemahaman terhadap keinginan dan kebutuhan pasien. (3) Mengurangi frekuensi frustrasi dan perilaku yang menantang akibat kesalahpahaman komunikasi. (4) Meningkatkan partisipasi pasien dalam interaksi sosial sesuai tingkat perkembangannya. SLKI ini berfokus pada pencapaian kemampuan komunikasi yang optimal, bukan sekadar pada usaha perawat, sehingga menjadi tolok ukur keberhasilan asuhan keperawatan.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : SIKI 4320: Fasilitasi Komunikasi. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk membantu pasien dengan hambatan komunikasi. Penjelasan rinci tindakan meliputi: (1) **Assesmen Komprehensif**: Menilai kemampuan reseptif dan ekspresif pasien, termasuk pemahaman terhadap instruksi sederhana, kosakata yang dimengerti, serta preferensi dan kemampuan komunikasi non-verbal (gerak tubuh, ekspresi wajah, menunjuk). Menilai faktor penyebab, seperti tonus otot oromotor yang rendah (hipotonia) yang umum pada Down Syndrome dan memengaruhi kejelasan bicara. (2) **Menciptakan Lingkungan yang Mendukung**: Berbicara dengan tenang, perlahan, dan menggunakan kalimat pendek serta sederhana. Mempertahankan kontak mata dan berada pada level yang sama dengan pasien (misalnya, duduk atau berjongkok). Meminimalkan gangguan dan kebisingan latar belakang untuk meningkatkan fokus. (3) **Menggunakan Teknik Komunikasi Augmentatif dan Alternatif (AKA)**: Memperkenalkan dan melatih penggunaan alat bantu komunikasi sesuai kebutuhan dan usia perkembangan, seperti gambar (PECS - Picture Exchange Communication System), simbol, buku komunikasi, atau aplikasi tablet. Konsisten dalam menggunakan isyarat atau tanda sederhana untuk mendukung ucapan (komunikasi total). (4) **Validasi dan Konfirmasi**: Selalu verifikasi pemahaman dengan meminta pasien mengulang dengan caranya sendiri atau menunjukkan gambar. Mengulangi pesan dengan kata-kata yang lebih sederhana jika tampak tidak dipahami. Memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk memproses informasi dan merespons tanpa terburu-buru. (5) **Kolaborasi dengan Keluarga dan Tim Terapi**: Mengajarkan dan melibatkan keluarga dalam teknik komunikasi yang efektif. Berkolaborasi dengan terapis wicara (speech therapist) untuk menerapkan strategi dan latihan yang direkomendasikan secara konsisten di semua setting. (6) **Manajemen Frustrasi**: Mengenali tanda-tanda awal frustrasi (gelisah, raut wajah kesal) dan segera menawarkan bantuan komunikasi. Mengajarkan dan mendorong cara yang aman untuk mengekspresikan kekecewaan. Memberikan pujian dan penguatan positif untuk setiap upaya komunikasi yang dilakukan pasien, terlepas dari kejelasannya. (7) **Mendorong Interaksi Sosial**: Menciptakan situasi yang membutuhkan komunikasi, seperti permainan sederhana atau pilihan aktivitas, untuk melatih kemampuan ekspresif dalam konteks yang menyenangkan dan bermakna. Intervensi ini bersifat holistik, berpusat pada pasien, dan memerlukan kesabaran serta kreativitas untuk menemukan modalitas komunikasi terbaik yang memampukan pasien untuk didengar dan dipahami.
Article No. 23416 | 24 Dec 2025
Klinis : Keterlambatan motorik kasar & halus - Keterlambatan bicara - Kemampuan kognitif di bawah anak seusia dengan pasien down syndrome
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perkembangan Motorik dan Kognitif Tertunda
Kode SDKI: 00268
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap keterlambatan atau penyimpangan dalam pencapaian keterampilan motorik kasar, motorik halus, bahasa/bicara, kognitif, sosial, atau aktivitas kehidupan sehari-hari yang diharapkan untuk usia kronologis dan tahap perkembangan.
Kode SLKI: 4300
Deskripsi : Pencapaian Perkembangan: Anak menunjukkan kemajuan dalam mencapai tonggak perkembangan yang sesuai dengan usia dan potensinya, dengan dukungan intervensi yang tepat. Secara spesifik, tujuan dari SLKI ini adalah untuk meminimalkan dampak keterlambatan dan memaksimalkan potensi perkembangan anak. Indikator pencapaiannya meliputi: (1) Peningkatan kemampuan motorik kasar (misalnya: duduk, merangkak, berdiri, berjalan, koordinasi gerak) mendekati kemampuan optimal yang dapat dicapai; (2) Peningkatan kemampuan motorik halus (misalnya: menggenggam, memindahkan benda, koordinasi mata-tangan) sesuai dengan tingkat kemampuan; (3) Peningkatan kemampuan komunikasi dan bahasa, baik reseptif maupun ekspresif, termasuk ekspresi verbal dan non-verbal; (4) Peningkatan kemampuan kognitif seperti perhatian, memori, pemecahan masalah sederhana, dan pemahaman konsep dasar; (5) Peningkatan partisipasi dalam interaksi sosial dan aktivitas bermain yang sesuai; serta (6) Peningkatan kemandirian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS) sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
Kode SIKI: 4200
Deskripsi : Intervensi ini berfokus pada stimulasi perkembangan dan dukungan untuk anak dengan risiko atau sudah mengalami keterlambatan perkembangan. Intervensi keperawatan yang dilakukan bersifat holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan, melibatkan keluarga sebagai mitra utama. Tahapan dan aktivitasnya meliputi: (1) Pengkajian Perkembangan Komprehensif: Melakukan skrining dan asesmen mendalam terhadap semua aspek perkembangan (motorik kasar/halus, bicara/bahasa, kognitif, sosial-emosional, AKS) menggunakan alat standar dan observasi terstruktur, dengan mempertimbangkan kondisi dasar seperti Down Syndrome. (2) Perencanaan Intervensi Individual: Menyusun rencana stimulasi dan terapi yang spesifik, realistis, dan terukur berdasarkan hasil asesmen, dengan menetapkan target jangka pendek dan panjang. (3) Stimulasi Motorik Kasar: Melakukan latihan dan permainan yang mendukung kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, dan pola gerak dasar (contoh: tummy time, merangkak di lorong rintangan, latihan berdiri dengan pegangan, berjalan di jalur lurus). (4) Stimulasi Motorik Halus: Melakukan aktivitas yang melatih koordinasi mata-tangan, ketepatan gerak jari, dan kekuatan genggaman (contoh: menyusun balok, memasukkan benda ke dalam wadah, merobek/menggunting kertas, bermain playdough, memasang puzzle sederhana). (5) Stimulasi Bicara dan Bahasa: Meningkatkan interaksi komunikatif melalui teknik berbicara jelas, menunjuk dan menyebut nama benda, membacakan buku cerita, menyanyikan lagu, serta menggunakan bahasa isyarat sederhana atau alat komunikasi augmentatif (AAC) jika diperlukan. Mendorong anak untuk meniru suara dan kata. (6) Stimulasi Kognitif: Melatih fungsi kognitif melalui permainan pengenalan bentuk, warna, ukuran, pencocokan gambar, menyelesaikan masalah sederhana (seperti mengambil mainan yang tersembunyi), serta melatih memori dan perhatian dengan kegiatan berurutan. (7) Terapi Bermain Terstruktur: Menggunakan bermain sebagai media utama terapi untuk mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan, memilih mainan yang sesuai dengan usia perkembangan, dan mendorong interaksi sosial selama bermain. (8) Edukasi dan Pemberdayaan Keluarga: Melatih orang tua/keluarga untuk melakukan teknik stimulasi di rumah, menjelaskan pentingnya konsistensi, memberikan panduan tentang pola asuh yang mendukung, serta membantu keluarga dalam mengakses layanan pendukung (seperti terapis wicara, fisioterapi, psikolog). (9) Monitoring dan Evaluasi Berkala: Melakukan pencatatan kemajuan perkembangan secara rutin, mengevaluasi efektivitas intervensi, dan menyesuaikan rencana sesuai dengan respons dan pertumbuhan anak. (10) Kolaborasi Interdisipliner: Bekerja sama dengan dokter anak, terapis fisik, terapis okupasi, terapis wicara, psikolog perkembangan, dan pekerja sosial untuk memastikan pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi.
Article No. 23417 | 24 Dec 2025
Klinis : Hipotonia Keseimbangan tubuh kurang Keterlambatan motorik Lingkungan rumah belum sepenuhnya aman pada pasien down syndrome
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat interaksi dengan sumber daya lingkungan (internal dan/atau eksternal), yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien dengan hipotonia, keterlambatan motorik, dan lingkungan rumah yang belum aman, risiko untuk terjatuh, terbentur, atau mengalami trauma lainnya sangat meningkat.
Kode SLKI: 4302
Deskripsi : SLKI 4302 berfokus pada Pencegahan Cedera. Tujuan utamanya adalah agar pasien terlindungi dari cedera. Indikator hasil keperawatan yang diharapkan meliputi: pasien bebas dari cedera, keluarga mampu mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungan, keluarga memodifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko, dan keluarga mampu memantau kondisi pasien untuk mencegah cedera. Dalam konteks pasien Down syndrome dengan hipotonia dan keterlambatan motorik, pencapaian SLKI ini sangat krusial. Perawat akan mengevaluasi keberhasilan intervensi berdasarkan kemampuan keluarga dalam menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang aman, serta tidak adanya insiden cedera pada pasien selama periode perawatan.
Kode SIKI: 4208
Deskripsi : SIKI 4208 adalah Manajemen Lingkungan. Intervensi ini didefinisikan sebagai manipulasi terhadap lingkungan pasien untuk tujuan terapeutik. Langkah-langkah spesifik yang harus dilakukan perawat meliputi: pertama, melakukan pengkajian menyeluruh terhadap keamanan lingkungan rumah pasien, mengidentifikasi bahaya seperti lantai licin, furnitur dengan sudut tajam, tangga tanpa pengaman, atau benda kecil yang dapat tertelan. Kedua, berkolaborasi dengan keluarga untuk memodifikasi lingkungan, seperti memasang pengaman tangga (baby gate), bantalan pelindung sudut furnitur, mengamankan kabel listrik, menggunakan alas lantai anti-slip, dan menyediakan area bermain yang aman dan lunak. Ketiga, edukasi kepada keluarga tentang pentingnya pengawasan ketat karena tonus otot yang rendah dan koordinasi yang belum baik membuat pasien mudah terjatuh. Keempat, merekomendasikan alat bantu atau terapi okupasi untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan motorik. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya fisik tetapi juga psikososial, dengan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sekaligus melindungi. Implementasi SIKI ini secara konsisten diharapkan dapat secara signifikan menurunkan potensi cedera dan meningkatkan kemandirian serta kualitas hidup pasien.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 00085
Deskripsi Singkat: Gangguan mobilitas fisik adalah keterbatasan pergerakan fisik yang mandiri dan bertujuan. Hipotonia (tonus otot rendah) dan keterlambatan motorik yang dialami pasien Down syndrome secara langsung menyebabkan hambatan dalam melakukan pergerakan, perubahan koordinasi, dan keterbatasan rentang gerak, yang memengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kode SLKI: 0406
Deskripsi : SLKI 0406 berfokus pada Kemampuan Mobilitas. Tujuannya adalah meningkatkan atau mempertahankan kemampuan perpindahan dan mobilitas pasien. Indikator hasil yang diharapkan mencakup: pasien menunjukkan peningkatan kekuatan otot dan kontrol, pasien dapat melakukan perpindahan posisi dengan bantuan sesuai kebutuhan, pasien berpartisipasi dalam aktivitas motorik sesuai kemampuan, dan keluarga mampu membantu serta memfasilitasi latihan mobilitas. Pada pasien dengan hipotonia, kemajuan mungkin bertahap, sehingga keberhasilan diukur dari peningkatan partisipasi, penurunan ketergantungan, dan pencegahan komplikasi imobilisasi seperti kontraktur.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : SIKI 0840 adalah Terapi Latihan: Mobilisasi. Intervensi ini melibatkan pemberian bantuan aktif atau pasif untuk meningkatkan pergerakan tubuh. Implementasinya meliputi: pertama, melakukan asesmen kemampuan motorik kasar dan halus pasien. Kedua, merancang program latihan yang aman dan sesuai, seperti latihan mengangkat kepala, duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan dengan pendekatan bertahap. Ketiga, melatih keluarga untuk melakukan teknik mobilisasi dan posisi yang benar, termasuk bagaimana memindahkan pasien dengan aman untuk mencegah cedera pada pengasuh dan pasien. Keempat, mengajarkan dan mendorong latihan rentang gerak (range of motion/ROM) pasif dan aktif untuk semua sendi guna mempertahankan fleksibilitas dan mencegah kekakuan. Kelima, berkolaborasi dengan fisioterapis untuk program terapi yang lebih spesifik. Intervensi ini harus dilakukan secara rutin dan konsisten, disesuaikan dengan toleransi pasien, dan diintegrasikan ke dalam aktivitas bermain atau sehari-hari untuk meningkatkan motivasi.
Kondisi: Ketidakefektifan Penatalaksanaan Regimen Terapeutik Keluarga
Kode SDKI: 00079
Deskripsi Singkat: Diagnosa ini mengacu pada pola di mana keluarga mengalami atau berisiko mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan program pengobatan dan promosi kesehatan ke dalam proses kehidupan sehari-hari secara memadai. Lingkungan rumah yang belum sepenuhnya aman menunjukkan adanya tantangan dalam menerapkan rekomendasi keamanan dan terapi, yang dapat menghambat perkembangan dan keselamatan pasien Down syndrome.
Kode SLKI: 1904
Deskripsi : SLKI 1904 adalah Kemampuan Keluarga dalam Penatalaksanaan Regimen Terapeutik. Tujuannya adalah keluarga mampu merencanakan dan melaksanakan tindakan terapeutik secara efektif. Indikatornya meliputi: keluarga dapat mengidentifikasi kebutuhan terapeutik pasien (keamanan, stimulasi motorik), keluarga menyiapkan lingkungan yang mendukung, keluarga melaksanakan intervensi yang direncanakan (seperti latihan dan pengawasan), serta keluarga mengevaluasi efektivitas dan melakukan penyesuaian. Keberhasilan ditandai dengan terciptanya lingkungan yang aman dan stimulatif serta konsistensi keluarga dalam menerapkan perawatan.
Kode SIKI: 5240
Deskripsi : SIKI 5240 adalah Peningkatan Kemampuan Keluarga. Intervensi ini bertujuan memfasilitasi keluarga dalam mengelola kebutuhan perawatan anggota keluarga yang sakit. Langkah-langkahnya meliputi: pertama, melakukan asesmen mendalam terhadap tingkat pengetahuan, keyakinan, sumber daya, dan hambatan yang dihadapi keluarga. Kedua, memberikan edukasi komprehensif tentang kondisi Down syndrome, implikasi hipotonia, pentingnya stimulasi motorik, dan prinsip keamanan rumah. Ketiga, melibatkan keluarga dalam perencanaan perawatan, misalnya bersama-sama merancang modifikasi rumah yang praktis dan terjangkau. Keempat, mendemonstrasikan dan melakukan supervisi keluarga dalam melakukan latihan mobilitas dan teknik pengawasan. Kelima, memberikan dukungan emosional dan penghargaan atas usaha keluarga untuk meningkatkan motivasi. Keenam, menghubungkan keluarga dengan kelompok dukungan atau layanan komunitas. Intervensi ini bersifat memberdayakan sehingga keluarga menjadi mitra aktif yang kompeten dalam perawatan jangka panjang.
Article No. 23418 | 24 Dec 2025
Klinis : nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau menyerupai kerusakan jaringan tersebut, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri berkurang atau hilang. 2) Mengenali faktor penyebab nyeri. 3) Mengenali tanda dan gejala nyeri. 4) Melaporkan tidak adanya perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti menangis, mengaduh, meringis). 5) Tanda vital dalam rentang normal. 6) Melaporkan mampu beristirahat dengan cukup. 7) Mendemonstrasikan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 8) Mematuhi regimen farmakologis yang diresepkan. 9) Menggunakan analgesik dengan tepat. 10) Fungsi fisik meningkat (seperti mobilitas, aktivitas sehari-hari).
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, meliputi aktivitas: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus, dan faktor yang meringankan). 2) Observasi isyarat verbal dan nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Gunakan alat pengukuran nyeri yang sesuai (skala numerik, wajah, deskriptif) sesuai usia dan kondisi pasien. 4) Kaji dampak nyeri terhadap fungsi kehidupan (tidur, nafsu makan, aktivitas fisik, konsentrasi, hubungan sosial). 5) Berikan analgesik sesuai resep dan protokol, perhatikan prinsip benar (right) dalam pemberian obat. 6) Evaluasi efektivitas dan efek samping analgesik setelah pemberian. 7) Ajarkan dan bantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis (distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, masase, posisi yang nyaman). 8) Lakukan modifikasi lingkungan untuk mendukung kenyamanan (pencahayaan, suhu, kebisingan). 9) Berikan pendidikan kesehatan tentang nyeri, regimen pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri secara dini. 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (dokter, fisioterapis, ahli gizi) untuk penanganan nyeri yang komprehensif. 11) Dukung pasien dan keluarga dalam menghadapi pengalaman nyeri. 12) Dokumentasi karakteristik nyeri, intervensi, dan respons pasien secara akurat dan berkelanjutan. Intervensi ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi sensasi nyeri tetapi juga meminimalkan dampak emosional dan fungsionalnya, meningkatkan kemandirian pasien dalam manajemen nyeri, dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat nyeri yang tidak tertangani seperti imobilisasi, insomnia, atau gangguan pemulihan.
Article No. 23401 | 23 Dec 2025
Klinis : Seorang laki-laki, usia 55 tahun, di diagnosa menderita kanker paru dengan metastase pada tulang, dan sedang kemoterapi ke 7 dari 20 program yang disampaikan oleh DPJP. Akhir-akhir ini dia mengeluh sesak nafas walaupun dalam kondisi berbaring dan terlentang di tempat tidur dan nyeri pada waktu-waktu tertentu. Pasien juga tidak mau makan dan minum, karena setiap selesai kemoterapi, pasien merasakan mual dan muntah setiap kali makanan dan minuman masuk mulutnya. Pasien sudah mendapatkan terapi campuran morfin yang diberikan setiap 4 jam, namun nyeri dan sesak masih berlanjut, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa pasien kembali ke rumah sakit. Keluarga mengatakan, akhir – akhir ini pasien mengatakan tidak kuat dengan penyakitnya, dan ingin mati saja. Pasien merasa , sakit yang diderita nya saat ini, karena pasien sudah durhaka kepada ibunya, karena tidak mampu mengurus ibunya yang sudah tua. Pasien mengatakan hidupnya tidak lagi berarti dan merasa putus asa terhadap masa depannya. Pasien tampak jarang melaksanakan salat dan tidak menunjukkan upaya untuk berdoa. Pasien tampak kesulitan melakukan aktivitas ibadah dan menunjukkan sikap pasrah yang disertai ekspresi sedih. Pasien tampak menarik diri dari aktivitas spiritual dan menunjukkan tanda-tanda merasa jauh dari Allah.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: D.0074
Deskripsi Singkat: Risiko individu untuk melakukan tindakan yang dapat mengakhiri hidupnya sendiri.
Kode SLKI: L.07131
Deskripsi : Klien terlindungi dari perilaku bunuh diri.
Kode SIKI: I.01230
Deskripsi : Lakukan pengkajian risiko bunuh diri. I.01231: Monitor tanda-tanda perilaku bunuh diri. I.01232: Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk menurunkan risiko bunuh diri. I.01233: Bantu klien mengidentifikasi sumber harapan. I.01234: Libatkan keluarga dalam memantau dan memberikan dukungan untuk mencegah bunuh diri. I.01235: Rujuk pada tenaga profesional kesehatan jiwa.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03021
Deskripsi : Tingkat nyeri klien terkontrol.
Kode SIKI: I.0809
Deskripsi : Kaji nyeri secara komprehensif. I.0810: Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. I.0811: Kolaborasi pemberian analgetik. I.0812: Evaluasi efektivitas manajemen nyeri. I.0813: Monitor efek samping terapi analgetik.
Kondisi: Gangguan Pola Nafas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan pola inspirasi dan/atau ekspirasi yang memberikan ventilasi tidak adekuat.
Kode SLKI: L.04011
Deskripsi : Pola nafas klien efektif.
Kode SIKI: I.0580
Deskripsi : Kaji status pernafasan. I.0581: Posisikan klien untuk memaksimalkan ventilasi. I.0582: Ajarkan teknik batuk efektif dan latihan nafas dalam. I.0583: Kolaborasi pemberian terapi oksigen. I.0584: Monitor status gas darah dan saturasi oksigen.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Risiko asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.06031
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi.
Kode SIKI: I.0730
Deskripsi : Kaji status nutrisi. I.0731: Kolaborasi pemberian antiemetik. I.0732: Atur lingkungan yang nyaman untuk makan. I.0733: Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering. I.0734: Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet. I.0735: Monitor tanda-tanda dehidrasi dan malnutrisi.
Kondisi: Keputusasaan
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Kondisi subjektif ketika individu melihat alternatif yang terbatas atau tidak ada sama sekali dan tidak mampu memobilisasi energi untuk kepentingan dirinya sendiri.
Kode SLKI: L.14051
Deskripsi : Klien menunjukkan harapan.
Kode SIKI: I.13346
Deskripsi : Kaji tingkat keputusasaan. I.13347: Bantu klien mengidentifikasi kekuatan dan sumber dukungan. I.13348: Fasilitasi klien untuk mengekspresikan perasaan. I.13349: Bantu klien menetapkan tujuan kecil yang realistis. I.13350: Tingkatkan partisipasi klien dalam perawatan diri.
Kondisi: Distres Spiritual
Kode SDKI: D.0088
Deskripsi Singkat: Keadaan ketika individu mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam sistem keyakinan atau nilai-nilai yang memberikan kekuatan, harapan, dan makna hidup.
Kode SLKI: L.15011
Deskripsi : Klien mencapai kedamaian spiritual.
Kode SIKI: I.14030
Deskripsi : Kaji distres spiritual. I.14031: Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan spiritual klien. I.14032: Fasilitasi klien untuk terhubung dengan sumber spiritual yang diyakininya. I.14033: Kolaborasi dengan pemuka agama sesuai kepercayaan klien. I.14034: Bantu klien menemukan makna dalam pengalaman sakitnya.
Article No. 23402 | 23 Dec 2025
Klinis : Pasien mengatakan diare mulai pagi ini lebih dari 10x,mual muntah nyeri ulu hati badan lemas,radang tenggorokan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Tujuan keperawatan adalah pasien mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat, yang ditandai dengan tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, pengisian kapiler kurang dari 3 detik, haluaran urine adekuat, dan berat badan stabil. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan ketat asupan dan keluaran cairan, memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik, memberikan cairan per oral atau intravena sesuai indikasi dan protokol, memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, hematokrit, BUN), serta mendidik pasien dan keluarga tentang tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan. Perawat juga akan menimbang berat badan pasien secara teratur, memposisikan pasien dengan nyaman, dan memantau respons terhadap terapi cairan yang diberikan.
Kode SIKI: I.05058
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi ini melibatkan pemberian cairan untuk mempertahankan atau memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada kasus pasien dengan diare dan muntah hebat, intervensi dimulai dengan pengkajian menyeluruh terhadap riwayat penyebab (kemungkinan gastroenteritis akut), frekuensi dan karakter diare/muntah, serta tanda-tanda klinis dehidrasi (seperti lemas, turgor kulit, mata cekung). Perawat akan menghitung kebutuhan cairan berdasarkan defisit yang terjadi, kehilangan yang sedang berlangsung, dan kebutuhan cairan pemeliharaan. Pemberian cairan dapat dilakukan secara oral (cairan rehidrasi oral/ORS) jika pasien mampu, atau secara intravena (infus) jika kehilangan cairan berat atau muntah persisten. Pemantauan ketat meliputi pencatatan akurat intake dan output (termasuk volume diare dan muntah), pemantauan tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu) setiap 1-4 jam tergantung kondisi, pengamatan turgor kulit dan membran mukosa mulut, serta pengukuran berat badan harian. Perawat juga bertanggung jawab memantau efek pemberian cairan dan melaporkan tanda-tanda ketidakseimbangan lebih lanjut atau komplikasi seperti overload cairan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuannya adalah pasien mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima, yang dimanifestasikan dengan melaporkan penurunan skala nyeri, tampak rileks, mampu istirahat atau tidur, dan tanda-tanda vital yang stabil. Perawat akan mengkaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakter, intensitas, durasi, faktor pencetus dan pereda) menggunakan skala yang sesuai. Intervensi meliputi pemberian analgesik sesuai resep (misalnya untuk nyeri ulu hati dan radang tenggorokan), penerapan teknik non-farmakologis seperti distraksi, relaksasi napas dalam, atau kompres hangat/dingin pada abdomen jika sesuai. Penting juga untuk menciptakan lingkungan yang tenang, memposisikan pasien dengan nyaman, serta mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan dalam waktu tertentu setelah pelaksanaan.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Pada kasus ini, perawat akan fokus pada dua sumber nyeri: nyeri ulu hati dan radang tenggorokan. Untuk nyeri ulu hati, tindakan dapat mencakup pemberian obat antasida atau analgetik sesuai resep, anjuran untuk makan dalam porsi kecil dan lunak jika sudah dapat makan, serta menghindari makanan yang merangsang. Untuk nyeri tenggorokan, tindakan dapat berupa pemberian obat kumur atau lozenges sesuai resep, anjuran konsumsi cairan hangat dan makanan lunak, serta istirahat suara. Perawat akan mendokumentasikan respons nyeri sebelum dan setelah intervensi, memantau efek samping obat, dan berkolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kontrol Suhu Tubuh. Tujuannya adalah suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal, ditandai dengan suhu aksila 36-37,5°C, tidak ada menggigil atau diaforesis berlebihan, serta tanda vital stabil. Intervensi keperawatan meliputi pemantauan suhu tubuh secara berkala, memberikan antipiretik sesuai resep dokter, melakukan tindakan pendinginan non-farmakologis seperti kompres hangat di dahi dan ketiak (hindari air dingin karena dapat menyebabkan menggigil), meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi sekunder akibat demam, serta mempertahankan lingkungan yang nyaman dengan sirkulasi udara baik. Perawat juga akan memantau tanda-tanda kejang demam terutama jika ada riwayat atau suhu sangat tinggi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi spesifik ini melibatkan pengurangan suhu tubuh tinggi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi panas dan pelepasan panas. Mengingat pasien juga mengalami radang tenggorokan dan diare-muntah (mengindikasikan kemungkinan infeksi), manajemen hipertermia menjadi bagian penting. Perawat akan mengukur suhu dengan termometer yang tepat dan mendokumentasikan pola demam. Tindakan pendinginan fisik dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari vasokonstriksi perifer yang justru menghambat pelepasan panas. Peningkatan asupan cairan sangat ditekankan untuk mengganti kehilangan cairan insensible yang meningkat selama demam. Perawat akan memantau respons terhadap antipiretik dan melaporkan jika demam persisten, yang mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab infeksi.
Article No. 23403 | 23 Dec 2025
Klinis : Pasien mengatakan diare mulai pagi ini lebih dari 10x,mual muntah nyeri ulu hati badan lemas,radang tenggorokan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan keperawatan adalah pasien mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat, dibuktikan oleh tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, haluaran urine adekuat, dan keseimbangan cairan yang seimbang. Pada kasus pasien dengan diare akut dan muntah, fokus SLKI adalah mencegah dehidrasi lebih lanjut dan mengembalikan keseimbangan cairan. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau tanda-tanda dehidrasi (seperti takikardia, hipotensi, penurunan turgor kulit, mata cekung), memonitor asupan dan keluaran cairan secara ketat, serta memberikan rehidrasi oral atau intravena sesuai anjuran. Perawat juga akan mendidik pasien dan keluarga tentang pentingnya minum cairan dalam jumlah kecil namun sering, serta memantau respons tubuh terhadap terapi rehidrasi. Pencapaian SLKI ini dinilai melalui stabilitas tanda vital, perbaikan turgor kulit, peningkatan produksi urine, dan keseimbangan cairan yang positif menuju normal.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi ini melibatkan pemberian dan pemantauan cairan serta elektrolit secara sistematis. Langkah-langkah konkretnya dimulai dengan pengkajian menyeluruh: memantau frekuensi, volume, dan konsistensi diare serta muntah; mengukur tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, respirasi) secara berkala; menilai turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan adanya mata cekung; serta mencatat asupan oral dan haluaran urine secara akurat. Intervensi pemberian cairan dilakukan dengan kolaborasi, seperti pemberian cairan rehidrasi oral (oralit) dengan teknik sedikit-sering untuk mengurangi mual, atau mempersiapkan pemberian cairan intravena (infus) seperti Ringer Laktat atau NaCl 0.9 sesuai instruksi dokter untuk koreksi defisit yang lebih berat. Pemantauan respons mencakup penimbangan berat badan harian, pemeriksaan elektrolit serum (natrium, kalium, klorida), dan pengamatan ketat terhadap tanda beban cairan berlebih atau ketidakseimbangan elektrolit. Intervensi pendukung termasuk memposisikan pasien untuk mencegah aspirasi jika muntah, memberikan hygiene mulut untuk kenyamanan membran mukosa yang kering, dan mengajarkan pasien/keluarga untuk mengenali tanda dehidrasi yang perlu dilaporkan. Intervensi ini bersifat dinamis dan terus dievaluasi berdasarkan data klinis terkini untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi rehidrasi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan keperawatan adalah pasien mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima atau pengendalian nyeri yang memadai, dibuktikan dengan pelaporan nyeri berkurang, ekspresi wajah rileks, mampu beristirahat, dan tanda vital stabil. Pada pasien dengan nyeri ulu hati (epigastrium) dan radang tenggorokan, SLKI ini berfokus pada mengurangi sensasi nyeri yang mengganggu. Perawat akan mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala, faktor pencetus dan pereda), serta dampaknya terhadap kenyamanan dan aktivitas. Intervensi dilakukan untuk mengelola nyeri melalui pendekatan farmakologis (seperti pemberian analgesik atau antasida sesuai resep) dan non-farmakologis (seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, atau pemberian cairan hangat untuk tenggorokan). Evaluasi keberhasilan didasarkan pada penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, penampilan yang lebih tenang, dan kemampuan untuk beristirahat dengan lebih baik.
Kode SIKI: I.01446
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Langkah-langkahnya dimulai dengan pengkajian komprehensif menggunakan skala nyeri (numerik atau wajah) untuk mengukur intensitas nyeri di ulu hati dan tenggorokan, serta mengobservasi perilaku nonverbal (wajah mengerut, gelisah, postur melindungi). Intervensi non-farmakologis diterapkan seperti mengajarkan teknik relaksasi pernapasan untuk mengurangi ketegangan, memberikan lingkungan yang tenang, menyarankan konsumsi makanan lunak dan tidak asam untuk mengurangi iritasi tenggorokan dan lambung, serta menganjurkan posisi tubuh yang nyaman (misalnya, setengah duduk). Kolaborasi farmakologis meliputi pemberian obat sesuai resep dokter (misalnya, analgetik, antasida, atau obat untuk infeksi jika dicurigai penyebab infeksius) dengan memantau efektivitas dan efek sampingnya. Edukasi diberikan kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri, cara menggunakan skala nyeri, dan metode non-obat yang dapat dilakukan secara mandiri. Evaluasi dilakukan secara berkala setelah intervensi untuk menilai respons nyeri dan menentukan kebutuhan modifikasi rencana manajemen nyeri.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Tujuan keperawatan adalah pasien dapat meningkatkan toleransi terhadap aktivitas, ditunjukkan oleh kemampuan melakukan aktivitas dengan tingkat kelelahan yang minimal, tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, serta pelaporan peningkatan energi. Pada pasien yang mengalami badan lemas akibat diare, muntah, dan kemungkinan dehidrasi, SLKI ini berfokus pada pemulihan energi secara bertahap. Perawat akan mengkaji respons fisiologis pasien terhadap aktivitas ringan (seperti duduk di tempat tidur atau berjalan ke kamar mandi). Intervensi meliputi perencanaan periode istirahat yang cukup, membantu dalam aktivitas perawatan diri jika diperlukan, dan secara bertahap meningkatkan aktivitas sesuai toleransi. Keberhasilan ditandai dengan pasien mampu melakukan aktivitas dasar tanpa mengalami distress pernapasan, takikardia berat, atau kelelahan yang berlebihan.
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini melibatkan pengaturan energi untuk memperlancar penyelesaian aktivitas yang diinginkan dan mengurangi kelelahan. Implementasinya mencakup pengkajian pola energi dengan mengobservasi tanda-tanda kelelahan (lemas, lesu, menguap) dan memantau tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Perencanaan aktivitas dilakukan dengan menyusun jadwal yang menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat, misalnya dengan menyarankan istirahat total selama fase akut muntah-diare, kemudian secara bertahap mengizinkan aktivitas ringan di dalam kamar. Intervensi penghematan energi diterapkan seperti membantu pasien dalam perawatan diri (mandi, ganti baju), menempatkan barang-barang yang diperlukan dalam jangkauan, serta mendorong penggunaan teknik pernapasan yang efektif selama aktivitas. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya mendengarkan tubuh dan beristirahat ketika lemas, serta strategi untuk memprioritaskan aktivitas. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain mungkin diperlukan jika kelemahan sangat berat terkait dengan ketidakseimbangan elektrolit. Evaluasi keberhasilan manajemen energi dilihat dari peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas tanpa memperburuk gejala atau menimbulkan kelelahan ekstrem.
Article No. 23404 | 23 Dec 2025
Klinis : Pasien mengatakan diare mulai pagi ini lebih dari 10x,mual muntah nyeri ulu hati badan lemas,radang tenggorokan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gastroenteritis Akut dan Faringitis Akut
Kode ICD-10: A09.0 dan J02.9
Deskripsi Singkat : Pasien mengalami dua kondisi akut yang kemungkinan terkait. Kode A09.0 (Gastroenteritis dan kolitis yang tidak diketahui asalnya) mencakup gejala diare akut lebih dari 10 kali, mual, muntah, nyeri ulu hati, dan badan lemas, yang merupakan gambaran khas infeksi atau peradangan pada saluran pencernaan. Kode J02.9 (Faringitis akut, tidak ditentukan) menggambarkan radang tenggorokan yang dialami pasien. Kombinasi gejala gastrointestinal dan faringitis sering kali disebabkan oleh infeksi virus (seperti Norovirus atau Adenovirus) yang dapat menyerang kedua sistem tersebut. Kode ICD-10 ini digunakan untuk mendokumentasikan penyebab utama kunjungan pasien, yaitu sindrom diare akut yang disertai gejala saluran napas atas, yang penting untuk pelacakan epidemiologi dan tata laksana awal yang berfokus pada rehidrasi dan penanganan gejala.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23405 | 23 Dec 2025
Klinis : - Wajah tampak meringis - Uterus berkontraksi - Tanda pelepasan plasenta + - Pendarahan ± Normal TTV dalam batas normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0800
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan ini adalah agar nyeri klien dapat dikontrol. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Klien melaporkan nyeri dapat dikontrol. 2) Mengenali onset nyeri. 3) Menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 4) Mematuhi regimen pengobatan nyeri. 5) Melaporkan efek samping atau respons yang tidak diinginkan terhadap terapi nyeri. 6) Melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam konteks persalinan kala III, kontrol nyeri difokuskan pada pengelolaan nyeri akibat kontraksi uterus dan proses pelepasan plasenta, memastikan ibu dapat melalui tahap ini dengan kenyamanan maksimal dan mengenali pola nyeri yang normal.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan untuk mencegah atau meringankan nyeri. Aktivitas yang dilakukan perawat meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor pencetus). 2) Observasi isyarat nonverbal dari ketidaknyamanan, terutama pada klien yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik (misalnya, wajah meringis). 3) Tentukan dampak pengalaman nyeri terhadap kualitas hidup. 4) Gunakan pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis untuk menangani nyeri. 5) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologis (napas dalam, distraksi, relaksasi, posisi yang nyaman). 6) Berikan analgetik sesuai program terapi dan evaluasi keefektifannya. 7) Kurangi faktor pencetus nyeri. 8) Evaluasi keefektifan kontrol nyeri dalam interval yang tepat. Pada pasien dengan tanda-tanda persalinan kala III (kontraksi uterus, pelepasan plasenta), manajemen nyeri sangat krusial. Wajah yang meringis merupakan indikator nonverbal utama nyeri akut. Perawat harus mengkaji intensitas nyeri kontraksi yang membantu proses pelepasan plasenta dan kelahiran plasenta. Meskipun perdarahan masih normal dan TTV stabil, nyeri tetap harus dikelola. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik pernapasan, sentuhan terapeutik, dan penjelasan tentang proses yang terjadi (bahwa kontraksi dan nyeri adalah hal normal untuk mengeluarkan plasenta dan menghentikan perdarahan) sangat penting. Pemberian analgesik dapat dipertimbangkan sesuai protokol dan kondisi ibu. Perawat juga harus memastikan bahwa lingkungan tenang dan suportif, serta memberikan pujian atas ketahanan ibu. Manajemen nyeri yang efektif pada kala III tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga mendukung proses fisiologis, karena ketegangan dan kecemasan akibat nyeri yang tidak tertahankan dapat mempengaruhi refleks tubuh dan kontraksi uterus.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280