Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23735 | 19 Jan 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran nafas tampak cepat dan dalam KU lemah, GCS E2V1M4 TD:167/93 N:111 S:39,3 RR:36 SPO2:93 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) Thorax : SDV +/+ rhonki +/+ , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan epigastrium (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +4/+4/+2/+2 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+2 Refleks patologis: (-/-/-/-) Blink to threat +/+ Refleks kornea +/+ Doll's eye movement +/+ Lab 18/1/26 Hemoglobin 11.49 (L) Eritrosit 3.85 (L) Hematokrit 37.1 (L) Lekosit 18.43 (H) Trombosit 257 Ureum 46.0 Kreatinin 1.14 Natrium (Na) 144 Kalium (K) 5.5 (H) Chlorida (Cl) 110 (H) Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.51 AST (SGOT) 43 (H) ALT (SGPT) 15 Glukosa Darah Sewaktu 124 Ro. thorax 18/1/26 Kesan : - Oedema pulmonum, mixed infection, DD : pneumonia - Cardiomegali - Elongatio aortae dan aortosklerosis Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah, GCS E2V1M4 TD:167/93 N:111 S:39,3 RR:36 SPO2:93 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan epigastrium (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +4/+4/+2/+2 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+2 Refleks patologis: (-/-/-/-) Blink to threat +/+ Refleks kornea +/+ Doll's eye movement +/+ Lab 18/1/26 Hemoglobin 11.49 (L) Eritrosit 3.85 (L) Hematokrit 37.1 (L) Lekosit 18.43 (H) Trombosit 257 Ureum 46.0 Kreatinin 1.14 Natrium (Na) 144 Kalium (K) 5.5 (H) Chlorida (Cl) 110 (H) Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.51 AST (SGOT) 43 (H) ALT (SGPT) 15 Glukosa Darah Sewaktu 124 Ro. thorax 18/1/26 Kesan : - Oedema pulmonum, mixed infection, DD : pneumonia - Cardiomegali - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Kesadaran) dengan GCS E2V1M4 dan Hipertermia pada Pasien dengan Dugaan Pneumonia dan Gagal Napas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral berhubungan dengan penurunan tekanan perfusi serebral atau gangguan oksigenasi.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral dapat dipertahankan dengan kriteria hasil: tingkat kesadaran sesuai kapasitas, tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial, fungsi kognitif dan sensorik tetap utuh. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah peningkatan skor GCS menuju 15 (E4V5M6), stabilisasi tanda vital (terutama TD, Nadi, dan Suhu), serta saturasi oksigen (SpO2) di atas 95%. Pemantauan ketat terhadap status neurologis (refleks, kekuatan motorik, ukuran pupil) juga menjadi indikator keberhasilan SLKI ini.
Kode SIKI: 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533, 2534, 2535, 2536, 2537, 2538, 2539, 2540, 2541, 2542, 2543, 2544, 2545, 2546, 2547, 2548, 2549, 2550, 2551, 2552,
Article No. 23736 | 19 Jan 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran nafas tampak cepat dan dalam KU lemah, GCS E2V1M4 TD:167/93 N:111 S:39,3 RR:36 SPO2:93 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) Thorax : SDV +/+ rhonki +/+ , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan epigastrium (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +4/+4/+2/+2 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+2 Refleks patologis: (-/-/-/-) Blink to threat +/+ Refleks kornea +/+ Doll's eye movement +/+ Lab 18/1/26 Hemoglobin 11.49 (L) Eritrosit 3.85 (L) Hematokrit 37.1 (L) Lekosit 18.43 (H) Trombosit 257 Ureum 46.0 Kreatinin 1.14 Natrium (Na) 144 Kalium (K) 5.5 (H) Chlorida (Cl) 110 (H) Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.51 AST (SGOT) 43 (H) ALT (SGPT) 15 Glukosa Darah Sewaktu 124 Ro. thorax 18/1/26 Kesan : - Oedema pulmonum, mixed infection, DD : pneumonia - Cardiomegali - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Kesadaran) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia dan Edema Paru
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan kesadaran adalah keadaan di mana kemampuan seseorang untuk merespons rangsangan dari lingkungannya mengalami penurunan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Pada kasus ini, pasien dengan GCS E2V1M4 (total 7) menunjukkan penurunan kesadaran sedang-berat. Kondisi ini disebabkan oleh faktor fisiologis kompleks yang melibatkan gangguan metabolisme serebral, hipoksia, atau efek toksik dari infeksi sistemik. Data pasien menunjukkan adanya infeksi sistemik (leukositosis 18.43, suhu 39.3°C) dan gangguan pernapasan berat (RR 36, SpO2 93%, ronkhi +/+, edema pulmonum pada Rontgen) yang sangat mungkin menjadi penyebab utama penurunan kesadaran melalui mekanisme hipoksia dan sepsis. Gangguan asam-basa (pH 7.51 alkalosis) dan elektrolit (Hiperkalemia) turut berkontribusi pada gangguan fungsi saraf. Penurunan kesadaran bukan hanya gejala neurologis, tetapi merupakan masalah keperawatan utama karena mempengaruhi semua aspek fungsi kehidupan, meningkatkan risiko aspirasi, imobilitas, dan kegagalan multi-organ. Perawat harus memantau dan mengelola faktor penyebab serta melindungi pasien dari bahaya akibat ketidaksadaran.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tercapainya tingkat kesadaran yang optimal sesuai kemampuan pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Peningkatan skor Glasgow Coma Scale (GCS) mendekati atau mencapai 15. 2) Pasien mampu merespons secara tepat terhadap rangsangan verbal dan nyeri. 3) Fungsi kognitif dan persepsi sensorik membaik. 4) Tidak terjadi cedera atau komplikasi akibat penurunan kesadaran (seperti aspirasi, dekubitus, atau kontraktur). 5) Tanda-tanda vital dan parameter oksigenasi stabil dalam rentang normal. Untuk mencapai ini, intervensi diarahkan pada pemantauan neurologis ketat (GCS, pupil, refleks), manajemen jalan napas, pemberian oksigenasi yang adekuat, pemberian terapi antibiotik dan diuretik sesuai resep untuk mengatasi penyebab infeksi dan edema paru, serta koreksi ketidakseimbangan elektrolit dan asam-basa. Peran perawat juga mencakup melakukan perawatan dasar seperti perubahan posisi, perawatan kulit, mulut, dan mata untuk mencegah komplikasi imobilisasi.
Kode SIKI: I.08070
Deskripsi : Manajemen jalan napas adalah serangkaian tindakan untuk memastikan patensi jalan napas, ventilasi, dan oksigenasi yang adekuat. Pada pasien dengan penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan, tindakan ini menjadi prioritas mutlak. Deskripsi tindakan meliputi: 1) **Pemantauan**: Memantau terus-menerus pola pernapasan (takipnea, kedalaman), saturasi oksigen (SpO2), suara napas (ronkhi, wheezing), dan upaya pernapasan. Memantau status neurologis (GCS) setiap jam atau sesuai protokol. 2) **Posisi**: Menempatkan pasien pada posisi semi-Fowler atau lateral jika memungkinkan untuk memaksimalkan ekspansi paru dan mencegah aspirasi. 3) **Suction**: Membersihkan sekret dari jalan napas secara steril dan hati-hati sesuai indikasi untuk mempertahankan patensi. 4) **Terapi Oksigen**: Memberikan oksigen dengan alat dan konsentrasi yang sesuai (misalnya, nasal kanul atau masker non-rebreacher) untuk mempertahankan SpO2 >95%. Mempersiapkan alat bantu napas jika terjadi kegagalan pernapasan. 5) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi nebulizer, antibiotik, diuretik, dan koreksi cairan-elektrolit. Mempersiapkan dan membantu prosedur intubasi jika diperlukan. 6) **Edukasi Keluarga**: Menjelaskan kondisi pasien dan tujuan tindakan yang dilakukan kepada keluarga. Tindakan ini bertujuan langsung untuk mengatasi hipoksia yang memperberat penurunan kesadaran dan mengatasi penyebab primer (infeksi dan edema paru).
Article No. 23702 | 18 Jan 2026
Klinis : PS usia 65 tahun, datang ke ruang perawatan dengan keluhan utama penglihatan kabur dan rasa tidak nyaman pada kedua mata sejak beberapa bulan terakhir. Pasien mengatakan sering merasa khawatir akan jatuh saat berjalan karena pandangan yang semakin buram. Riwayat kesehatan menunjukkan pasien menderita diabetes melitus selama 10 tahun terakhir yang tidak terkontrol. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, tekanan intraokular 24 mmHg, dan ketajaman visual menurun signifikan (visus OD 5/60, OS 6/60). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah sewaktu 180 mg/dL. Pemeriksaan funduskopi memperlihatkan adanya tanda-tanda retinopati diabetik pada kedua mata.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Retinopati Diabetik, Diabetes Melitus Tipe 2 yang Tidak Terkontrol, dan Hipertensi Esensial (Terkontrol Buruk)
Kode ICD-10: E11.319, I10
Deskripsi Singkat : Pasien ini didiagnosis dengan Retinopati Diabetik non-proliferatif berat atau proliferatif pada kedua mata (E11.319), yang merupakan komplikasi mikrovaskuler diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol. Kode E11.319 secara spesifik mengindikasikan diabetes tipe 2 dengan retinopati diabetik, tidak ditentukan sebagai proliferatif, yang melibatkan kedua mata. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan progresif pada pembuluh darah kecil retina akibat hiperglikemia kronis, yang menyebabkan kebocoran cairan (edema), perdarahan, dan iskemia. Hal ini menjelaskan gejala penglihatan kabur dan penurunan tajam penglihatan (visus 5/60 dan 6/60). Diabetes yang mendasarinya diklasifikasikan sebagai tidak terkontrol, didukung oleh kadar glukosa darah sewaktu 180 mg/dL dan riwayat penyakit selama 10 tahun. Selain itu, pasien memiliki diagnosis Hipertensi Esensial (I10), dengan tekanan darah 140/90 mmHg, yang merupakan faktor risiko tambahan yang mempercepat perkembangan retinopati dan komplikasi vaskuler lainnya. Tekanan intraokular yang sedikit meningkat (24 mmHg) memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan glaukoma, tetapi dalam konteks ini, gejala utama dan temuan funduskopi paling konsisten dengan retinopati diabetik sebagai penyebab utama gangguan penglihatan dan risiko jatuh.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23703 | 18 Jan 2026
Klinis : PS usia 65 tahun, datang ke ruang perawatan dengan keluhan utama penglihatan kabur dan rasa tidak nyaman pada kedua mata sejak beberapa bulan terakhir. Pasien mengatakan sering merasa khawatir akan jatuh saat berjalan karena pandangan yang semakin buram. Riwayat kesehatan menunjukkan pasien menderita diabetes melitus selama 10 tahun terakhir yang tidak terkontrol. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, tekanan intraokular 24 mmHg, dan ketajaman visual menurun signifikan (visus OD 5/60, OS 6/60). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah sewaktu 180 mg/dL. Pemeriksaan funduskopi memperlihatkan adanya tanda-tanda retinopati diabetik pada kedua mata.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 00035
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat kondisi interaksi dengan lingkungan, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : SLKI 1901: Pencegahan Cedera. Tujuan luaran keperawatan adalah pasien terlindungi dari cedera. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Pasien mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungannya; (2) Pasien memodifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko cedera; (3) Pasien menggunakan alat bantu dengan tepat (jika diperlukan); (4) Pasien mendemonstrasikan perilaku yang aman untuk mencegah cedera; (5) Tidak terjadi cedera pada pasien. Dalam konteks pasien PS, luaran yang paling kritis adalah pencegahan jatuh dengan memodifikasi lingkungan rumah, menggunakan bantuan saat mobilisasi jika diperlukan, dan akhirnya tidak mengalami cedera seperti jatuh atau trauma.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : SIKI 3540: Manajemen Lingkungan. Intervensi keperawatan ini berfokus pada memanipulasi lingkungan sekitar pasien untuk mencapai tujuan terapeutik dan memastikan keamanan. Tindakan spesifik untuk pasien PS meliputi: (1) Mengkaji faktor risiko lingkungan yang dapat menyebabkan cedera, seperti pencahayaan yang redup, lantai licin, adanya barang-barang menghalangi jalan, dan tangga. (2) Memastikan lingkungan aman dengan meningkatkan pencahayaan, terutama di jalur mobilisasi seperti kamar tidur ke kamar mandi. (3) Menempatkan bel di dekat pasien untuk memanggil bantuan. (4) Menempatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari dalam jangkauan yang mudah. (5) Menggunakan pagar tempat tidur jika diperlukan. (6) Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga lingkungan yang aman, seperti merapikan kabel, menggunakan alas kaki yang tidak licin, dan memasang pegangan tangan di kamar mandi. (7) Berkolaborasi dengan keluarga untuk melakukan modifikasi lingkungan rumah. Intervensi ini langsung menjawab kekhawatiran pasien akan jatuh akibat penglihatan kabur dengan menciptakan lingkungan yang lebih dapat diprediksi dan aman, sehingga mengurangi ancaman bahaya fisik.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 00146
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan tidak nyaman yang samar atau ancaman dari suatu bahaya yang sumbernya sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenali.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Kontrol Ansietas. Tujuan luaran keperawatan adalah pasien dapat mengontrol perasaan cemasnya. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Pasien dapat mengidentifikasi tanda dan gejala ansietas yang dialami; (2) Pasien melaporkan penurunan perasaan cemas; (3) Pasien mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas; (4) Perilaku gelisah atau tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti takikardi) menurun. Pada pasien PS, ekspresi kekhawatiran akan jatuh dan kondisi penglihatan yang memburuk menunjukkan ansietas yang nyata. Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat menyatakan perasaannya, mengenali pemicu kecemasannya (penglihatan buram), dan menggunakan strategi koping yang efektif sehingga tingkat kecemasannya menurun secara subjektif maupun objektif.
Kode SIKI: 5820
Deskripsi : SIKI 5820: Pengurangan Ansietas. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk meminimalkan kekhawatiran, ketakutan, dan antisipasi ancaman yang dialami oleh pasien. Tindakan untuk pasien PS meliputi: (1) Mendengarkan dengan penuh perhatian keluhan dan kekhawatiran pasien. (2) Mengakui perasaan pasien dan meyakinkan bahwa perasaan tersebut wajar. (3) Memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang kondisinya (retinopati diabetik) dan hubungannya dengan diabetes yang tidak terkontrol, serta rencana perawatan. Ketidaktahuan sering memperparah ansietas. (4) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan progresif. (5) Mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya. (6) Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional. (7) Membantu pasien mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan koping yang dimilikinya di masa lalu. Dengan intervensi ini, perawat membantu pasien mengelola respons emosionalnya terhadap diagnosis dan keterbatasan yang dialami, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemungkinan kepatuhan terhadap rencana terapi.
Kondisi: Ketidakpatuhan
Kode SDKI: 00079
Deskripsi Singkat: Ketidakpatuhan adalah keadaan dimana seseorang atau pengasuh tidak patuh atau menolak untuk mengikuti rekomendasi terapi kesehatan yang telah disepakati untuk mencapai tujuan kesehatan.
Kode SLKI: 1605
Deskripsi : SLKI 1605: Perilaku Patuh. Tujuan luaran keperawatan adalah pasien patuh terhadap regimen terapeutik. Kriteria hasil meliputi: (1) Pasien menyatakan pemahaman tentang regimen terapi (pengobatan, diet, kontrol glukosa). (2) Pasien menyatakan kesediaan untuk mematuhi regimen terapi. (3) Pasien mendemonstrasikan perilaku yang sesuai dengan regimen terapi. (4) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti kadar glukosa darah) menunjukkan perbaikan ke arah rentang target. Untuk pasien PS, data riwayat diabetes melitus yang tidak terkontrol selama 10 tahun dan glukosa darah sewaktu 180 mg/dL merupakan indikator kuat ketidakpatuhan. Luaran yang diharapkan adalah pasien memahami hubungan antara kontrol gula darah dengan komplikasi retinopatinya, bersedia mengikuti regimen pengobatan diabetes, dan pada akhirnya menunjukkan peningkatan kontrol metabolik.
Kode SIKI: 5246
Deskripsi : SIKI 5246: Peningkatan Keputuhan. Intervensi keperawatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi pasien dalam regimen terapeutik. Tindakan untuk pasien PS adalah: (1) Mengkaji penyebab ketidakpatuhan, seperti ketidaktahuan, keyakinan kesehatan yang salah, faktor ekonomi (biaya obat), efek samping obat, atau dukungan sosial yang kurang. (2) Memberikan pendidikan kesehatan yang komprehensif tentang diabetes melitus, komplikasi jangka panjang (termasuk retinopati), dan pentingnya kontrol glikemik yang ketat. (3) Menjelaskan hubungan langsung antara kadar gula darah tinggi dengan kerusakan pembuluh darah di retina yang menyebabkan penglihatan kabur. (4) Melibatkan pasien dalam menyusun rencana perawatan yang realistis, termasuk jadwal minum obat, pemantauan gula darah mandiri, dan pola makan. (5) Menjelaskan regimen pengobatan secara sederhana dan memberikan instruksi tertulis. (6) Merujuk ke ahli gizi untuk penyusunan diet diabetik yang sesuai. (7) Memfasilitasi konsultasi dengan dokter untuk evaluasi regimen pengobatan diabetes dan hipertensinya. (8) Melibatkan keluarga untuk mendukung dan mengingatkan pasien. (9) Menjadwalkan kunjungan ulang atau follow-up untuk memantau kemajuan dan memberikan reinforcement. Intervensi ini bersifat edukatif dan kolaboratif, bertujuan untuk mengubah perilaku pasien dari tidak patuh menjadi patuh, dengan harapan dapat mencegah progresivitas retinopati dan komplikasi lainnya.
Article No. 23704 | 18 Jan 2026
Klinis : PS usia 65 tahun, datang ke ruang perawatan dengan keluhan utama penglihatan kabur dan rasa tidak nyaman pada kedua mata sejak beberapa bulan terakhir. Pasien mengatakan sering merasa khawatir akan jatuh saat berjalan karena pandangan yang semakin buram. Riwayat kesehatan menunjukkan pasien menderita diabetes melitus selama 10 tahun terakhir . Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, tekanan intraokular 24 mmHg, dan ketajaman visual menurun signifikan (visus OD 5/60, OS 6/60). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah sewaktu 180 mg/dL. Pemeriksaan funduskopi memperlihatkan adanya tanda-tanda retinopati diabetik pada kedua mata.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera (Jatuh) terkait Gangguan Persepsi Sensorik (Penglihatan) dan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera didefinisikan sebagai kerentanan terhadap cedera fisik akibat kondisi interaksi dengan faktor lingkungan, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus ini, risiko cedera (khususnya jatuh) sangat tinggi karena kombinasi dari penurunan tajam ketajaman penglihatan (visus sangat rendah) akibat retinopati diabetik dan potensi ketidakstabilan fisiologis dari kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Pasien secara eksplisit menyatakan kekhawatiran akan jatuh, yang merupakan data subjektif utama. Faktor risiko utama meliputi: gangguan persepsi sensorik (penglihatan kabur), penyakit kronis (Diabetes Melitus dengan komplikasi), usia lanjut (65 tahun), dan data objektif seperti tekanan darah yang sedikit tinggi dan tekanan intraokular yang meningkat (24 mmHg) yang dapat memperburuk ketidaknyamanan dan persepsi visual. Diagnosa ini menekankan pada keadaan yang berpotensi menyebabkan bahaya, sehingga intervensi keperawatan difokuskan pada pencegahan.
Kode SLKI: 0840
Deskripsi : SLKI 0840 adalah Pencegahan Jatuh. Tujuan dari intervensi ini adalah untuk meminimalkan faktor risiko dan mencegah terjadinya cedera akibat jatuh pada pasien. Pada konteks pasien PS, implementasi SLKI ini akan sangat spesifik. Pertama, perawat akan melakukan penilaian risiko jatuh yang komprehensif menggunakan alat seperti Morse Fall Scale, dengan mempertimbangkan faktor penglihatan, kelemahan, dan riwayat penyakit. Kedua, perawat akan memodifikasi lingkungan untuk memastikan keamanan, seperti menempatkan pasien di ruangan dekat pos perawat, memastikan pencahayaan yang memadai (tidak silau), menyingkirkan barang penghalang di jalur berjalan, dan memasang side rail tempat tidur. Ketiga, edukasi kepada pasien dan keluarga tentang risiko jatuh dan cara pencegahannya, seperti cara bangun dari tempat tidur secara perlahan (duduk terlebih dahulu), menggunakan alas kaki yang tidak licin, dan meminta bantuan saat akan berjalan jika penglihatan sangat buram. Keempat, kolaborasi untuk mengatasi penyebab mendasar, seperti merujuk ke dokter spesialis mata untuk penanganan retinopati dan tekanan intraokular, serta mengoptimalkan manajemen diabetes untuk menstabilkan kadar glukosa darah yang juga dapat mempengaruhi keseimbangan dan penglihatan. Intervensi ini bersifat multidimensi, menggabungkan aspek lingkungan, edukasi, dan kolaborasi medis.
Kode SIKI: 0840A
Deskripsi : SIKI 0840A adalah Kemampuan Pasien dalam Mencegah Jatuh. Kriteria hasil ini mengukur sejauh mana pasien dan/atau keluarganya telah mencapai tujuan dari intervensi pencegahan jatuh. Pada akhir periode perawatan atau evaluasi, diharapkan: (1) Pasien dapat mengidentifikasi faktor risiko pribadi yang menyebabkan jatuh (seperti penglihatan kabur dan kelemahan). (2) Pasien dan keluarga mendemonstrasikan perilaku adaptif untuk meminimalkan risiko, seperti selalu menggunakan bantuan (tongkat atau pegangan pada orang) saat berjalan, mengikuti teknik bangun dari tempat tidur yang aman yang telah diajarkan, dan menjaga lingkungan kamar tetap teratur dan terang. (3) Pasien melaporkan penurunan rasa takut atau kecemasan terhadap kemungkinan jatuh karena telah memiliki strategi koping dan dukungan. (4) Tidak terjadi insiden jatuh selama perawatan. (5) Pasien dan keluarga aktif berpartisipasi dalam perencanaan pemulangan, termasuk mengidentifikasi potensi bahaya di rumah dan merencanakan modifikasi sederhana. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan tidak hanya bersifat protektif dari pihak perawat, tetapi juga telah memberdayakan pasien untuk meningkatkan kesadaran dan kontrol terhadap keselamatan dirinya sendiri, yang merupakan aspek kunci dalam perawatan jangka panjang terutama untuk kondisi kronis seperti Diabetes Melitus dengan komplikasi.
Article No. 23705 | 18 Jan 2026
Klinis : Seorang ibu hamil usia 39 tahun dengan status obstetri G2P1A0 dirawat di ruang perawatan dengan diagnosis medis Intrauterine Fetal Death (IUFD) disertai preeklamsia berat. Pasien direncanakan menjalani induksi persalinan. Pada pengkajian awal, pasien tampak cemas, gelisah, dan tegang menjelang tindakan induksi persalinan. Tingkat kecemasan pasien diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan diperoleh skor 39 yang menunjukkan kecemasan berat. Untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut, dilakukan intervensi keperawatan berupa kombinasi hand massage dan aromaterapi lavender selama dua hari. Untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut, diberikan intervensi keperawatan berupa manajemen kecemasan. Setelah diberikan intervensi, tingkat kecemasan pasien menurun dari tingkat berat menjadi sedang.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Intrauterine Fetal Death (IUFD) dengan Preeklamsia Berat pada Kehamilan 39 Minggu
Kode ICD-10: O36.4
Deskripsi Singkat : Kondisi ini merujuk pada kematian janin di dalam rahim (IUFD) yang terjadi pada usia kehamilan 39 minggu, disertai dengan komplikasi preeklamsia berat pada ibu. Preeklamsia berat ditandai dengan hipertensi, proteinuria, dan dapat disertai gangguan organ seperti sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, nyeri ulu hati, atau edema. IUFD dalam konteks ini merupakan indikasi medis untuk perawatan ibu, yang dalam kasus ini direncanakan dengan induksi persalinan. Kode O36.4 secara spesifik mengklasifikasikan "Perawatan ibu untuk (sangkaan) kerusakan janin intrauterin lainnya" dan digunakan ketika janin telah meninggal (fetal death). Kode ini berada dalam bab "Kehamilan, persalinan dan nifas" (O00-O9A) dan blok kode O36 yang mencakup perawatan ibu untuk masalah yang diketahui atau diduga pada janin. Penggunaan kode ini tepat karena fokus rekam medis adalah pada perawatan dan penatalaksanaan ibu yang mengalami kondisi obstetri yang kompleks dan traumatis ini, yang juga berdampak signifikan pada kondisi psikologis ibu seperti kecemasan berat yang tercatat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23706 | 18 Jan 2026
Klinis : Seorang ibu hamil usia 39 tahun dengan status obstetri G2P1A0 dirawat di ruang perawatan dengan diagnosis medis Intrauterine Fetal Death (IUFD) disertai preeklamsia berat. Pasien direncanakan menjalani induksi persalinan. Pada pengkajian awal, pasien tampak cemas, gelisah, dan tegang menjelang tindakan induksi persalinan. Tingkat kecemasan pasien diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan diperoleh skor 39 yang menunjukkan kecemasan berat. Untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut, dilakukan intervensi keperawatan berupa kombinasi hand massage dan aromaterapi lavender selama dua hari. Untuk mengatasi masalah keperawatan tersebut, diberikan intervensi keperawatan berupa manajemen kecemasan. Setelah diberikan intervensi, tingkat kecemasan pasien menurun dari tingkat berat menjadi sedang.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas Berat pada Ibu dengan IUFD dan Preeklamsia Berat Menjelang Induksi Persalinan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan individu yang mengalami perasaan gelisah (seperti perasaan khawatir yang tidak pasti atau takut) dan aktivasi sistem saraf otonom sebagai respons terhadap ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui sumbernya, yang ditandai dengan perasaan tegang dan gelisah. Pada kasus ini, ansietas berat dialami oleh seorang ibu hamil dengan kondisi IUFD (kematian janin dalam kandungan) dan preeklampsia berat yang akan menjalani induksi persalinan. Situasi ini merupakan krisis multidimensional yang meliputi kehilangan anak yang sangat mendalam, ketakutan terhadap prosedur medis, kekhawatiran terhadap kesehatan diri sendiri akibat preeklampsia, serta ketegangan menunggu proses persalinan yang penuh duka. Skor HARS 39 secara objektif mengkonfirmasi tingkat ansietas yang berat, yang dapat berdampak signifikan pada ketaatan terhadap terapi, peningkatan tekanan darah yang memperburuk preeklampsia, dan proses berduka yang terhambat.
Kode SLKI: L.03129
Deskripsi : Manajemen Ansietas adalah serangkaian tindakan keperawatan yang dilakukan untuk meminimalkan atau mengurangi kecemasan, ketakutan, atau kekhawatiran. Intervensi ini mencakup pengkajian tingkat dan pemicu ansietas, penciptaan lingkungan yang terapeutik, serta pemberian dukungan psikologis dan terapi non-farmakologis. Pada kasus ini, SLKI L.03129 dioperasionalkan melalui pemberian intervensi kombinasi hand massage dan aromaterapi lavender selama dua hari. Hand massage berfungsi memberikan stimulasi sentuhan yang menenangkan, mengurangi ketegangan otot, dan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Aromaterapi lavender, melalui penciuman, bekerja pada sistem limbik di otak yang mengatur emosi, sehingga dapat menurunkan respons stres dan ansietas. Kombinasi kedua terapi ini memberikan pendekatan multimodal (sentuhan dan penciuman) untuk menciptakan relaksasi, mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu, dan memberikan rasa nyaman serta perhatian dari perawat, yang sangat dibutuhkan pasien dalam situasi krisis. Penerapan intervensi ini selama dua hari menunjukkan komitmen untuk monitoring dan dukungan berkelanjutan.
Kode SIKI: I.01229
Deskripsi : Ansietas Terkontrol adalah kondisi dimana tingkat kecemasan, ketakutan, atau kekhawatiran individu dapat dikendalikan atau diturunkan ke tingkat yang lebih ringan. Kriteria hasil ini diukur melalui penurunan skor alat ukur ansietas yang valid, penurunan keluhan subjektif, serta peningkatan kemampuan koping. Pada kasus ini, SIKI I.01229 tercapai dengan ditandai oleh penurunan tingkat ansietas pasien dari berat menjadi sedang setelah intervensi kombinasi hand massage dan aromaterapi lavender. Penurunan skor HARS (meskipun angka spesifik setelah intervensi tidak disebutkan, tetapi dinyatakan turun dari kategori berat ke sedang) menjadi bukti objektif keberhasilan intervensi. Perubahan dari "cemas, gelisah, dan tegang" menjadi kondisi yang lebih tenang menunjukkan bahwa pasien telah memperoleh kemampuan yang lebih baik dalam mengelola respons emosionalnya. Meskipun ansietas belum sepenuhnya hilang—yang merupakan hal yang wajar mengingat besarnya kehilangan dan trauma medis—pasien telah mencapai tingkat kendali yang memungkinkannya untuk lebih kooperatif dalam menjalani induksi persalinan, berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatan, dan memulai proses berduka dengan lebih adaptif. Pencapaian hasil ini merupakan langkah kritis dalam mempersiapkan pasien secara fisik dan emosional untuk menghadapi proses persalinan yang penuh tantangan.
Article No. 23707 | 18 Jan 2026
Klinis : Data Subjektif: - Pasien mengeluhkan mudah lelah disertai jantung berdebar - Pasien merasakan nyeri dada ketika berjalan ke kamar mandi Data Objektif: - TD: 133/97 mmHg, HR: 112x/menit, T: 38,5C, RR: 2x/menit - Hasil laboratorium LED: 35mm/jam (lebih dari normal) CRP: 18 mg/L (lebih dari normal) troponin i: 0,21 ng/mL (lebih dari normal)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh atau memerlukan peningkatan pengisian diastolik ventrikel untuk mencapainya. Kondisi ini ditandai dengan penurunan curah jantung (cardiac output/CO) dan indeks jantung (cardiac index/CI) di bawah rentang normal, serta peningkatan tekanan pengisian jantung (seperti CVP dan PCWP). Manifestasi klinisnya meliputi hipotensi, takikardia, penurunan keluaran urin, kulit pucat/dingin, perubahan status mental, dan dyspnea. Pada kasus pasien ini, data menunjukkan takikardia (HR 112x/menit) sebagai kompensasi awal, keluhan mudah lelah dan jantung berdebar, serta nyeri dada yang mengindikasikan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Hasil peningkatan Troponin I (0.21 ng/mL) mengkonfirmasi adanya kerusakan sel miokard, yang secara langsung mengganggu fungsi pompa jantung. Demam (38.5°C) dan peningkatan penanda inflamasi (LED, CRP) menunjukkan proses sistemik (mungkin infeksi atau inflamasi miokard/perikard) yang meningkatkan beban metabolik dan dapat memperberat fungsi jantung. Tekanan darah yang masih dalam rentang normal-namun dengan nadi sempit (133/97 mmHg) dapat mengindikasikan kompensasi vasokonstriksi perifer untuk mempertahankan tekanan, namun hal ini justru meningkatkan afterload dan beban kerja jantung. Pernapasan yang sangat rendah (RR 2x/menit) merupakan temuan yang tidak konsisten dan kemungkinan besar kesalahan pengukuran atau pencatatan, karena pada kondisi penurunan curah jantung biasanya terjadi takipnea sebagai kompensasi asidosis metabolik atau hipoksia.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 adalah Luaran Keperawatan dengan judul "Fungsi Jantung: Pompa". Tujuan luaran ini adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan fungsi pompa jantung agar adekuat. Kriteria luaran yang diharapkan meliputi: frekuensi jantung dan irama dalam rentang normal, tekanan darah dalam rentang normal, tidak ada dispnea atau ortopnea, bunyi jantung jelas tanpa gallop, edema perifer tidak ada, dan keluaran urin adekuat (>0.5 mL/kgBB/jam). Pada pasien ini, tujuan intervensi keperawatan adalah mencapai luaran dimana keluhan mudah lelah, jantung berdebar, dan nyeri dada hilang; tanda vital stabil (HR mendekati 60-100x/menit, TD optimal); penanda jantung (Troponin) kembali normal; dan tanda-tanda inflamasi sistemik (demam, LED, CRP) teratasi. Pencapaian luaran ini bersifat bertahap, dimulai dari pencegahan memburuknya kondisi (misalnya mencegah syok kardiogenik), kemudian menstabilkan tanda vital, baru kemudian mengembalikan fungsi hingga optimal. Pemantauan ketat terhadap respons terhadap terapi medis (seperti pemberian obat inotropik, vasodilator, diuretik, atau antibiotik jika ada infeksi) sangat penting untuk mengevaluasi pencapaian luaran ini.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : SIKI I.08002 adalah Intervensi Keperawatan dengan judul "Manajemen Curah Jantung". Intervensi ini terdiri dari serangkaian tindakan yang ditujukan untuk mengoptimalkan volume cairan, kontraktilitas miokard, frekuensi dan irama jantung, serta afterload. Tindakan spesifik yang harus dilakukan berdasarkan kondisi pasien meliputi: 1) **Pemantauan Hemodinamik**: Memonitor TD, HR, RR, suhu, dan saturasi oksigen secara ketat (setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi). Memantau pola dan karakteristik nyeri dada. Mengobservasi tanda hipoperfusi (kulit dingin, pucat, penurunan kesadaran, oliguria). 2) **Manajemen Beban Kerja Jantung**: Mengistirahatkan pasien secara fisik dan emosional (tirah baring), membantu dalam aktivitas perawatan diri untuk mencegah kelelahan dan memperberat nyeri dada. Menempatkan pasien pada posisi semi-Fowler untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi beban jantung. 3) **Kolaborasi Pemberian Terapi**: Berkolaborasi dalam pemberian obat-obatan sesuai resep seperti analgesik untuk nyeri dada (mengurangi stres dan konsumsi oksigen miokard), obat inotropik positif (jika diperlukan), diuretik (jika ada tanda kelebihan cairan), antipiretik untuk mengatasi demam, dan antibiotik jika penyebabnya infeksi. Memastikan pemberian oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi >95%. 4) **Edukasi dan Dukungan**: Menjelaskan pentingnya tirah baring dan pembatasan aktivitas. Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburuk takikardia. Memantau respons dan efek samping terapi. 5) **Pemantauan Komplikasi**: Waspada terhadap tanda-tanda memburuknya gagal jantung, aritmia, atau syok kardiogenik. Intervensi ini bersifat komprehensif dan memerlukan koordinasi dengan tim kesehatan lain untuk mengatasi penyebab yang mendasari (inflamasi/infeksi) sekaligus mengelola gejala penurunan curah jantung itu sendiri.
Article No. 23708 | 18 Jan 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan patogen, seperti Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menginvasi jaringan paru, berkembang biak, dan menyebabkan respons inflamasi serta kerusakan jaringan, ditandai dengan faktor risiko seperti paparan langsung, status imunokompromais, malnutrisi, atau kondisi lingkungan yang padat.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Tujuan akhirnya adalah pasien akan menunjukkan perilaku dan kondisi yang mencegah penularan infeksi tuberkulosis kepada orang lain dan meminimalkan risiko infeksi sekunder pada dirinya sendiri. Indikator pencapaiannya meliputi: 1) Pasien dan keluarga memahami dan konsisten menerapkan etika batuk (menutup mulut dengan tisu atau lengan baju). 2) Pasien menggunakan masker dengan benar terutama saat berinteraksi dengan orang lain di luar kamar isolasi. 3) Pasien dan keluarga memahami pentingnya pengobatan teratur hingga tuntas untuk mencegah resistensi dan penularan berkelanjutan. 4) Lingkungan rumah/ruangan pasien memiliki ventilasi udara yang baik dan terkena sinar matahari. 5) Tidak ada anggota keluarga atau pengunjung yang menunjukkan gejala TB dalam masa pemantauan. 6) Pasien menunjukkan peningkatan status gizi dan imunitas melalui asupan makanan yang adekuat. 7) Sputum BTA negatif setelah fase pengobatan intensif. Pencapaian SLKI ini diukur melalui observasi perilaku, pemeriksaan laboratorium, dan wawancara pengetahuan.
Kode SIKI: I.05042
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mengendalikan sumber infeksi, memutus rantai penularan, dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Intervensi spesifik meliputi: 1) Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit TB, cara penularan melalui droplet, pentingnya pengobatan teratur (DOTS), dan efek samping obat. Penjelasan dilakukan dengan bahasa sederhana dan media yang mudah dipahami. 2) Melatih dan memantau pelaksanaan etika batuk serta pembuangan dahak yang aman (dahak dibuang ke wadah tertutup berisi desinfektan atau dibakar). 3) Memastikan kepatuhan penggunaan masker dan menyediakan masker yang sesuai. 4) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi obat anti-tuberkulosis (OAT) tepat waktu dan memantau efek samping seperti hepatotoksisitas, gangguan penglihatan, atau neuritis perifer. 5) Menganjurkan dan memantau asupan nutrisi tinggi kalori dan protein untuk memperbaiki status gizi dan mendukung penyembuhan. 6) Mendorong istirahat yang cukup dan aktivitas bertahap sesuai toleransi untuk menghemat energi dan mencegah sesak napas. 7) Memantau tanda-tanda klinis seperti suhu tubuh, karakteristik dahak, frekuensi pernapasan, dan adanya sesak napas. 8) Melakukan skrining gejala pada anggota keluarga yang kontak erat. 9) Mengajarkan teknik relaksasi pernapasan untuk mengurangi sesak napas. 10) Memastikan lingkungan perawatan (ruang isolasi atau rumah) memiliki sirkulasi udara yang baik. 11) Memberikan dukungan psikososial untuk mengatasi stigma, kecemasan, dan meningkatkan motivasi menjalani pengobatan jangka panjang. 12) Dokumentasi yang akurat mengenai respons pengobatan, kepatuhan, dan perkembangan gejala. Intervensi ini bersifat komprehensif, melibatkan pasien dan keluarga sebagai partner, dan memerlukan pendekatan multidisiplin untuk mencapai keberhasilan terapi dan pencegahan penularan.
Article No. 23710 | 18 Jan 2026
Klinis : Pasien mual dan muntah lemas lesuh pucat terkena sakit colic renal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan pada Kolik Renal
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kolik renal, nyeri hebat dan tiba-tiba terjadi akibat obstruksi ureter oleh batu, menyebabkan peningkatan tekanan, peregangan, dan iskemia pada saluran kemih bagian atas. Nyeri ini bersifat kolik, yaitu datang dan pergi dengan intensitas yang sangat tinggi, biasanya terlokalisasi di daerah pinggang (flank) dan dapat menjalar ke perut bawah, selangkangan, atau genitalia. Pasien sering menggambarkannya sebagai nyeri terhebat yang pernah dialami, disertai dengan gejala otonom seperti mual, muntah, diaforesis (berkeringat dingin), dan pucat. Mual dan muntah terjadi sebagai respons terhadap nyeri hebat yang merangsang sistem saraf otonom dan pusat muntah di otak. Kelemahan dan lesu (lemas lesuh) merupakan konsekuensi langsung dari respons tubuh terhadap nyeri berat dan kehilangan energi. Pucat terjadi akibat vasokonstriksi perifer sebagai bagian dari respons stres terhadap nyeri. Diagnosis keperawatan ini menekankan pada pengalaman subjektif pasien dan memerlukan intervensi segera untuk mengurangi nyeri dan mengelola gejala yang menyertainya.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : SLKI 0710 berfokus pada Pengendalian Nyeri. Tujuan dari kriteria hasil ini adalah agar nyeri pasien dapat dikendalikan, dibuktikan dengan skala nyeri yang menurun hingga tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang sama sekali, serta berkurangnya tanda-tanda distress fisik dan perilaku. Indikator yang relevan meliputi: (1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (misalnya, dari skala 8-9 menjadi 3-4 pada skala 0-10). (2) Ekspresi wajah pasien tampak rileks, tidak lagi meringis atau mengerutkan dahi. (3) Perilaku gelisah atau meronta berkurang, pasien dapat beristirahat dengan lebih tenang. (4) Tanda-tanda vital (seperti denyut nadi dan tekanan darah) yang sebelumnya meningkat akibat nyeri mulai kembali ke rentang normal pasien. (5) Gejala terkait nyeri seperti mual dan muntah berkurang seiring dengan terkendalinya nyeri. (6) Pasien mampu menunjukkan dan/atau melaporkan teknik non-farmakologis yang digunakan untuk membantu mengatasi nyeri. Pencapaian SLKI ini sangat penting karena dengan terkendalinya nyeri, respons stres otonom akan mereda, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi mual, muntah, dan kelemahan, serta memungkinkan pasien untuk berpartisipasi dalam perawatan lainnya.
Kode SIKI: 2250
Deskripsi : SIKI 2250 adalah Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Langkah-langkahnya meliputi: (1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif secara rutin menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) atau skala nyeri yang valid, dengan memperhatikan karakteristik nyeri kolik renal. (2) Memberikan terapi farmakologis analgesik sesuai instruksi dokter (seperti analgesik non-opioid, opioid, atau antispasmodik) dengan tepat waktu, memantau efektivitas, dan mengawasi efek samping seperti sedasi atau depresi pernapasan. (3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti terapi distraksi (mengajak bicara, mendengarkan musik), teknik relaksasi napas dalam, memberikan lingkungan yang tenang, dan kompres hangat atau dingin pada area nyeri sesuai kebijakan dan kondisi pasien. (4) Memposisikan pasien dengan nyaman, seringkali dalam posisi yang sedikit membungkuk atau sesuai keinginan pasien untuk mengurangi ketegangan pada area yang sakit. (5) Memonitor dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan, termasuk perubahan skala nyeri, tanda vital, dan efek samping pengobatan. (6) Mengedukasi pasien tentang sifat nyeri kolik renal, tujuan pengobatan, dan cara melaporkan nyeri dengan akurat. (7) Mengelola gejala penyerta seperti mual dan muntah dengan pemberian antiemetik sesuai order, untuk meningkatkan kenyamanan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan biologis dan psikologis, serta memerlukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mencapai pengendalian nyeri yang optimal.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433