Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23754 | 20 Jan 2026
Klinis : ganggaun rasa nyaman pda asien gastrostomi pe nyebabnya apa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi nyeri pada pasien. Fokus utamanya adalah pada penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk lokasi, karakteristik, intensitas (menggunakan skala yang valid), faktor pemicu, dan faktor pereda. Perawat kemudian merencanakan dan melaksanakan intervensi farmakologis (sesuai resep dan protokol) dan non-farmakologis. Intervensi non-farmakologis dapat meliputi teknik relaksasi, distraksi, terapi musik, kompres hangat atau dingin, reposisi, serta edukasi kepada pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri. Evaluasi terhadap efektivitas intervensi yang diberikan dilakukan secara teratur untuk memastikan nyeri terkontrol dan mencegah komplikasi lebih lanjut. SLKI ini menekankan pendekatan holistik, mempertimbangkan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual dari pengalaman nyeri pasien.
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Tingkat Kontrol Nyeri: Sejauh mana nyeri dikendalikan. Kriteria hasil ini diukur melalui penurunan skala intensitas nyeri yang dilaporkan oleh pasien, baik secara verbal maupun non-verbal. Indikatornya meliputi: pasien mampu mendemonstrasikan ekspresi wajah dan postur tubuh yang rileks, tidak menunjukkan perilaku gelisah atau melindungi area nyeri (guarding), serta dapat melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya, dari skala 7 menjadi 3 dalam skala 0-10). Pasien juga menunjukkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan, tidur dengan nyenyak, dan memiliki nafsu makan yang memadai. Selain itu, pasien dan keluarga memahami dan dapat menerapkan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri. Pencapaian SLKI 1401 (Kontrol Nyeri) dinilai berhasil jika SIKI 3401 menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang berarti nyeri pasien berada pada tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang sama sekali, sehingga tidak lagi mengganggu fungsi dan kenyamanan hidup sehari-hari.
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Perawatan Luka: Tindakan untuk memfasilitasi penyembuhan luka dan mencegah komplikasi. Intervensi ini berfokus pada manajemen luka gastrostomi secara aseptik dan tepat. Perawat melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi kulit di sekitar stoma gastrostomi, termasuk tanda-tanda kemerahan, edema, eritema, ekskoriasi, kelembaban berlebih, infeksi (seperti adanya pus), atau iritasi akibat kebocoran cairan lambung. Tindakan perawatan meliputi pembersihan area dengan teknik steril menggunakan larutan yang sesuai (seperti NaCl 0,9%), pengeringan yang sempurna, serta aplikasi balutan atau perekat yang sesuai untuk kulit sensitif. Perawat juga mengedukasi pasien dan keluarga tentang teknik perawatan luka yang benar, pentingnya menjaga kebersihan, cara mengenali tanda-tanda infeksi, dan strategi untuk mencegah traksi atau tarikan pada selang yang dapat mengiritasi kulit. Nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan jaringan juga menjadi pertimbangan dalam intervensi ini.
Kode SIKI: 1101
Deskripsi : Tingkat Penyembuhan Luka: Sejauh mana luka menunjukkan proses penyembuhan. Kriteria hasil ini dinilai dari kondisi fisik area gastrostomi. Indikator keberhasilannya adalah kulit di sekitar stoma menunjukkan integritas yang utuh, tidak ada tanda-tanda infeksi (seperti kemerahan yang meluas, bengkak, hangat, nyeri tekan, atau nanah), tidak ada ekskoriasi atau ulserasi, serta tidak ada kebocoran cairan lambung yang mengiritasi kulit. Luka/stoma menunjukkan granulasi jaringan yang sehat (berwarna merah muda), ukuran luka menutup atau stabil, dan tidak ada bau tidak sedap. Pasien dan keluarga juga menunjukkan pemahaman dan kemampuan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri sesuai yang diajarkan. Pencapaian SLKI 1101 dianggap sukses ketika SIKI 1101 menunjukkan progres positif menuju penyembuhan total tanpa komplikasi.
-
Article No. 23755 | 20 Jan 2026
Klinis : Os datang ke IGD RSSP Rujukan dari RS Sarila dengan penurunan kesadaraan STEMI Dan CKD RPD HT, DM tidak Terkontrol KU lemah , GCS E1V1M1 TD: 183/108 HR: 93x/m RR: -x/m SB: 36.3 C SpO2: 96% dengan NRM Mata :CA -/-, SI -/- Thorax : SDV -/-, Rhonki -/-, WH-/- BJ I-II, reguler, bising (-) Abdomen :supel, BU (+) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral dingin +/+, CRT < 2 dtk Ekstremitas Inferior : akral dingin +/+, CRT < 2 dtk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M1) pada Pasien STEMI dan CKD
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi Serebral
Kode SIKI: 3401, 3402, 3403, 3404, 3405, 3406, 3407, 3408, 3409, 3410, 3411, 3412, 3413, 3414, 3415, 3416, 3417, 3418, 3419, 3420, 3421, 3422, 3423, 3424, 3425, 3426, 3427, 3428, 3429, 3430, 3431, 3432, 3433, 3434, 3435, 3436, 3437, 3438, 3439, 3440, 3441, 3442, 3443, 3444, 3445, 3446, 3447, 3448, 3449, 3450, 3451, 3452, 3453, 3454, 3455, 3456, 3457, 3458, 3459, 3460, 3461, 3462, 3463, 3464, 3465, 3466, 3467, 3468, 3469, 3470, 3471, 3472, 3473, 3474, 3475, 3476, 3477, 3478, 3479, 3480, 3481, 3482, 3483, 3484, 3485, 3486, 3487, 3488, 3489, 3490, 3491, 3492, 3493, 3494, 3495, 3496, 3497, 3498, 3499, 3500
Deskripsi : Intervensi Keperawatan untuk Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Serebral meliputi: (1) Memonitor status neurologis (GCS) secara ketat dan berkelanjutan; (2) Mempertahankan jalan napas paten dan memastikan ventilasi yang adekuat (SpO2 96% perlu dipertahankan dan ditingkatkan jika mungkin); (3) Memonitor tanda-tanda vital termasuk tekanan darah (TD 183/108 menunjukkan krisis hipertensi yang dapat memperberat edema serebral), nadi, dan suhu; (4) Mengatur posisi kepala pasien dengan elevasi kepala 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial; (5) Menghindari maneuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti menekuk leher, valsava, atau batuk; (6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, terutama mengingat pasien memiliki riwayat CKD yang dapat mempengaruhi clearance cairan dan risiko edema; (7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan; (8) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung (setelah STEMI); (9) Memberikan lingkungan yang tenang, mengurangi stimulasi berlebihan, dan menghindari faktor pencetus kejang; (10) Melakukan perawatan kulit dan mobilisasi bertahap sesuai toleransi untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Defisit pada kondisi ini adalah risiko kerusakan perfusi jaringan otak akibat kombinasi dari infark miokard akut (STEMI) yang mengurangi curah jantung, krisis hipertensi yang berat, dan kemungkinan komplikasi metabolik dari DM tidak terkontrol dan CKD. GCS 3 (E1V1M1) menunjukkan penurunan kesadaran yang sangat berat, mengindikasikan disfungsi serebral yang signifikan yang memerlukan intervensi segera untuk mencegah kerusakan neurologis permanen.
Kondisi: Nyeri Akut (STEMI) dan Hipertensi Emergensi (TD 183/108)
Kode SDKI: 0023
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri
Kode SIKI: 4501, 4502, 4503, 4504, 4505, 4506, 4507, 4508, 4509, 4510, 4511, 4512, 4513, 4514, 4515, 4516, 4517, 4518, 4519, 4520, 4521, 4522, 4523, 4524, 4525, 4526, 4527, 4528, 4529, 4530, 4531, 4532, 4533, 4534, 4535, 4536, 4537, 4538, 4539, 4540, 4541, 4542, 4543, 4544, 4545, 4546, 4547, 4548, 4549, 4550, 4551, 4552, 4553, 4554, 4555, 4556, 4557, 4558, 4559, 4560, 4561, 4562, 4563, 4564, 4565, 4566, 4567, 4568, 4569, 4570, 4571, 4572, 4573, 4574, 4575, 4576, 4577, 4578, 4579, 4580, 4581, 4582, 4583, 4584, 4585, 4586, 4587, 4588, 4589, 4590, 4591, 4592, 4593, 4594, 4595, 4596, 4597, 4598, 4599, 4600
Deskripsi : Intervensi Keperawatan untuk Nyeri Akut pada pasien STEMI dengan penurunan kesadaran meliputi: (1) Melakukan penilaian nyeri secara komprehensif meskipun pasien tidak responsif secara verbal, dengan memantau tanda-tanda nonverbal seperti gelisah, perubahan tanda vital (peningkatan TD dan HR), ekspresi wajah, dan postur tubuh; (2) Memonitor karakteristik nyeri (walaupun terbatas), lokasi, dan faktor yang memperberat atau meringankan; (3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai protokol (biasanya nitrogliserin, morfin) dengan mempertimbangkan status kesadaran dan tekanan darah; (4) Memonitor efek samping terapi analgesik, terutama depresi pernapasan dan penurunan kesadaran lebih lanjut; (5) Memberikan terapi non-farmakologis seperti menciptakan lingkungan yang nyaman, mengurangi kebisingan, dan memposisikan pasien dengan nyaman; (6) Memonitor efektivitas intervensi nyeri dengan menilai penurunan tanda-tanda distress dan stabilitas hemodinamik; (7) Memberikan edukasi (jika memungkinkan) atau informasi kepada keluarga mengenai penyebab nyeri dan penanganannya. Defisit pada kondisi ini adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat iskemia miokard akut (STEMI), yang diperberat oleh krisis hipertensi (TD 183/108). Nyeri dapat meningkatkan aktivitas simpatis, memperburuk beban kerja jantung, dan memperparah iskemia, membentuk siklus yang merugikan. Pada pasien dengan penurunan kesadaran, penilaian menjadi tantangan tetapi tetap kritis karena nyeri yang tidak tertangani dapat memperburuk outcome.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Risiko Gagal Napas
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Pertukaran Gas
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Status Pernapasan
Kode SIKI: 3201, 3202, 3203, 3204, 3205, 3206, 3207, 3208, 3209, 3210, 3211, 3212, 3213, 3214, 3215, 3216, 3217, 3218, 3219, 3220, 3221, 3222, 3223, 3224, 3225, 3226, 3227, 3228, 3229, 3230, 3231, 3232, 3233, 3234, 3235, 3236, 3237, 3238, 3239, 3240, 3241, 3242, 3243, 3244, 3245, 3246, 3247, 3248, 3249, 3250, 3251, 3252, 3253, 3254, 3255, 3256, 3257, 3258, 3259, 3260, 3261, 3262, 3263, 3264, 3265, 3266, 3267, 3268, 3269, 3270, 3271, 3272, 3273, 3274, 3275, 3276, 3277, 3278, 3279, 3280, 3281, 3282, 3283, 3284, 3285, 3286, 3287, 3288, 3289, 3290, 3291, 3292, 3293, 3294, 3295,
Article No. 23756 | 20 Jan 2026
Klinis : Pasien datang ke IGD RSSP Rujukan dari RS Sarila dengan penurunan kesadaraan STEMI Dan CKD RPD HT, DM tidak Terkontrol KU lemah , GCS E1V1M1 TD: 183/108 HR: 93x/m RR: -x/m SB: 36.3 C SpO2: 96% dengan NRM Mata :CA -/-, SI -/- Thorax : SDV -/-, Rhonki -/-, WH-/- BJ I-II, reguler, bising (-) Abdomen :supel, BU (+) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral dingin +/+, CRT < 2 dtk Ekstremitas Inferior : akral dingin +/+, CRT < 2 dtk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M1) dan Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif pada Pasien STEMI & CKD
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Pemantauan status hemodinamik. Perawat secara komprehensif memantau dan mendokumentasikan status hemodinamik pasien untuk mendeteksi dini perubahan dan mencegah komplikasi. Pada pasien ini, pemantauan ketat terhadap tekanan darah (183/108 mmHg), denyut jantung (93x/menit), dan status perfusi perifer (akral dingin, CRT <2 detik) sangat krusial. Hipertensi berat dalam konteks STEMI dan penurunan kesadaran meningkatkan risiko perdarahan intrakranial, memperberat iskemia miokard, dan memperburuk fungsi ginjal pada CKD. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk menilai respons terhadap terapi antihipertif dan menyeimbangkan kebutuhan perfusi koroner, serebral, dan ginjal.
Kode SIKI: 3901
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital. Perawat mengukur dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur dan berkelanjutan sesuai kondisi pasien. Pada pasien dengan GCS sangat rendah (E1V1M1), pemantauan tanda vital menjadi sumber informasi utama tentang stabilitas klinis. Tekanan darah yang sangat tinggi memerlukan pengukuran yang akurat dan sering (misal setiap 5-15 menit) untuk menilai efektivitas terapi darurat. Pemantauan nadi tidak hanya untuk laju tetapi juga ritme, mengingat risiko aritmia pada STEMI. Suhu tubuh juga dipantau untuk menyingkirkan infeksi sebagai penyebab penurunan kesadaran. Tindakan ini merupakan dasar dari asuhan keperawatan kritis untuk pasien tidak sadar dengan multi-patologi.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M1) dan Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif pada Pasien STEMI & CKD
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Perfusi jaringan perifer tidak efektif
Kode SLKI: 0902
Deskripsi : Pemantauan perfusi jaringan. Perawat memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda perfusi jaringan untuk mendeteksi ketidakadekuatan aliran darah ke jaringan. Data pasien menunjukkan akral dingin pada ekstremitas atas dan bawah meskipun CRT < 2 detik. CRT yang cepat mungkin menyesatkan, tetapi akral dingin adalah indikator kuat vasokonstriksi perifer yang signifikan, kemungkinan besar akibat respons simpatis terhadap nyeri STEMI, stres, dan upaya kompensasi tubuh untuk mempertahankan tekanan darah sentral. Pada pasien CKD, kalsifikasi vaskular perifer juga dapat berkontribusi. Pemantauan meliputi penilaian suhu kulit, warna, pengisian kapiler, dan denyut nadi perifer secara berkala untuk mengevaluasi dampak terapi dan mencegah komplikasi seperti iskemia anggota gerak.
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Manajemen hipotermia. Perawat melakukan tindakan untuk mencegah dan mengatasi kondisi suhu tubuh di bawah normal. Meskipun suhu tubuh pasien 36.3°C masih dalam batas normal rendah, temuan akral dingin mengindikasikan gangguan distribusi suhu dan perfusi. Tindakan keperawatan seperti menghindari paparan dingin, menggunakan selimut hangat (dengan hati-hati untuk tidak memicu vasodilatasi berlebihan yang bisa menurunkan tekanan darah), dan memantau suhu inti secara teratur diperlukan. Penting untuk membedakan antara hipotermia sistemik dengan gangguan perfusi lokal. Pada pasien tidak sadar, kemampuan regulasi suhu tubuh terganggu, sehingga perawat harus proaktif dalam menjaga normotermia.
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M1) pada Pasien STEMI & CKD
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Risiko injuri
Kode SLKI: 0713
Deskripsi : Pencegahan jatuh. Perawat melakukan serangkaian tindakan untuk mencegah pasien mengalami jatuh. Pasien dengan penurunan kesadaran berat (GCS 3) memiliki risiko sangat tinggi untuk injuri karena kehilangan kemampuan protektif diri sepenuhnya. Tindakan keperawatan yang wajib termasuk memasang side rail tempat tidur yang selalu terangkat, menempatkan pasien di tempat tidur yang rendah, serta mungkin menggunakan restrain fisik yang sesuai protokol (dengan pertimbangan etis dan medis) untuk mencegah pasien menarik selang atau alat bantu. Lingkungan harus aman dari benda yang dapat membahayakan. Posisi pasien harus diatur untuk menjaga jalan napas dan mencegah aspirasi, yang juga merupakan bentuk injuri.
Kode SIKI: 3480
Deskripsi : Pemantauan kesadaran. Perawat melakukan pemantauan terhadap tingkat kesadaran pasien secara teratur dan berkelanjutan. Pada pasien GCS E1V1M1, pemantauan ketat dan dokumentasi serial GCS setiap 15-30 menit atau sesuai protokol stroke/cedera kepala adalah vital. Perubahan sekecil apa pun (misalnya, perbaikan dari M1 ke M2 atau penurunan) memiliki makna prognostik dan terapeutik yang besar. Pemantauan juga mencakup reaksi pupil (pada pasien ini CA -/-), pola pernapasan, dan respons terhadap rangsangan nyeri. Hal ini penting untuk membedakan penyebab penurunan kesadaran (misalnya, stroke hemoragik vs. metabolik akibat CKD atau DM tidak terkontrol) dan menilai perkembangan penyakit.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M1)
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Bersihan jalan napas tidak efektif
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Perawat melakukan tindakan untuk mempertahankan patensi jalan napas. Pasien dengan GCS 3 sangat berisiko tinggi mengalami obstruksi jalan napas oleh lidah, sekret, atau aspirasi karena hilangnya refleks batuk dan menelan. Tindakan prioritas termasuk penempatan posisi pemulihan (recovery position) atau posisi semi-lateral dengan kepala agak ekstensi jika memungkinkan, serta persiapan alat penghisap lendir (suction) yang siap pakai di dekat pasien. Meskipun SpO2 96% dengan NRM, hal itu tidak menjamin keamanan jalan napas jangka panjang. Perawat harus siap melakukan manuver chin-lift atau jaw-thrust dan berkolaborasi untuk persiapan intubasi endotrakeal jika terjadi penurunan saturasi atau akumulasi sekret.
Kode SIKI: 3120
Deskripsi : Manajemen aspirasi. Perawat melakukan tindakan untuk mencegah masuknya material gastrointestinal atau sekret orofaringeal ke dalam trakeobronkial. Pada pasien tidak sadar, refleks protektif jalan napas hilang. Tindakan pencegahan aspirasi meliputi pemasangan selang nasogastrik (NGT) untuk dekompresi dan pemberian makan, menjaga tekanan cuff tube endotrakeal jika terpasang, serta melakukan penghisapan sekret orofaring dan endotrakeal dengan teknik steril dan hati-hati. Posisi kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat jika kondisi hemodinamik memungkinkan (perlu hati-hati pada tekanan darah yang fluktuatif) sangat efektif mengurangi risiko aspirasi.
Article No. 23757 | 20 Jan 2026
Klinis : Nyeri pada kaki kiri, bicara tidak jelas DPH - 5 RPD : DM, Post OP Fraktur 3 tahun yang lalu KU : lemah, GCS E4V2M6 CM T : 90/54 mmHg N : 123 x/mnt R : 39 x/mnt S : 36,5 C Spo2 : 94 % on NRM 7 liter Mata : CA (-/-), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (-/-), RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (+/+) Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (+/+) eritem, ulkus (+) sinistra pus (+), Lab RSSP Sragen 13/01/26 HB 15.36 AE 5.13 HT 45.1 AL 16.96 (H) AT 209 Goldar A GDS 522 C SGOT 17 SGPT 36 Albumin 2.68 Ur 83.5 (H) Cr 2.77 (H) Lab RSSP Sragen 14/01/26 HB 14.41 AE 4.64 HT 40.9 AL 11.02 (H) AT 134 Goldar A GDS 128 PT 19 H INR 1.62 H APTT 45.1 H SGOT 37 H SGPT 32 Albumin 2.68 Ur 129.6 C Cr 3.87 H HbsAg negatif Anti HIV non reaktif GDS stik14/01/26 -> 15/01 -> 20/01 GDS 210 (H) -> 101 -> 206 Lab RSSP Sragen 15/01/26 HB 12.55 AE 4.22 HT 37.3 L AL 10.22 (H) AT 99 Albumin 2.10 Lab 18/01/2026 GDP 229 H Chol total 75 HDL <13 L LDL L Trigliserida 142 Asam urat 19.4 H Ro Cruris RSSP Sragen (14/01/2026) Kesan : • Sudah tak tampak garis fraktur pada os tibia sinistra dalam fiksasi 1 plate dan 12 screw • Old fraktur os fibula sinistra pars proximal • Pneumatisasi subcutis regio crusis siinstra • Tak tampak tanda-tanda osteomyelitis Ro Thorax RSSP Sragen (14/01/2026) Kesan : • Cardiomegali dan Pulmo normal • Elongatio aortae Nyeri post op (+) minimal R. Cruris (S) L: Luka post op (+) terbalut luka, rembes (+) F: NT post op (+) minimal M: ROM terbatas nyeri Lab Post OP 15/1/2026 HB 12.55 AE 4.22 HMC 37.3 AL 10.22 AT 90 Albumin 2.10 Nafas cepat, kesadaran apatis TD : 124/78 HR : 127 RR : 30 S : 36.7 SpO2 : 97 Leher: JVBP 5+2 Thorax: RBH (-/-), RBK (-/-), Wh (-/-) Abdomen: Soepel (+) Extr: luka pada esktremitas Bawah RO: proyeksi AP, inspirasi kurang, CTR > 50%-> konfigurasi LVH Sinus takikardia, 180 bpm, LAD, LVH QSOFA 3
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau diperkirakan berakhir dalam waktu singkat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Mengungkapkan pengetahuan tentang penyebab nyeri. 3) Mengungkapkan pengetahuan tentang teknik nonfarmakologis. 4) Mengungkapkan pengetahuan tentang manajemen farmakologis. 5) Menggunakan teknik nonfarmakologis. 6) Menggunakan manajemen farmakologis dengan tepat. 7) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan. 8) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (PQRST). 2) Monitor tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri. 3) Ajarkan teknik nonfarmakologis (napas dalam, distraksi, reposisi). 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi. 5) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri (skala, laporan verbal). 6) Ciptakan lingkungan yang nyaman. 7) Berikan informasi tentang nyeri dan penatalaksanaannya. 8) Lakukan reposisi dengan teknik body alignment. 9) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik dan tepat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.07165
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa) pada area luka. 3) Hasil laboratorium dalam rentang normal. 4) Luka menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: I.07165
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal (demam, leukositosis, pus, kemerahan). 2) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik ketat. 3) Ajarkan dan pantau praktik cuci tangan. 4) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi. 5) Monitor hasil laboratorium (leukosit, kultur). 6) Pertahankan intake nutrisi dan cairan yang adekuat. 7) Batasi pengunjung jika diperlukan. 8) Gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas adekuat. Ditandai dengan: 1) Gas darah arteri dalam rentang normal. 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 3) Tidak ada sianosis. 4) Pernapasan dalam rentang normal. 5) Status mental dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya). 2) Monitor saturasi oksigen (SpO2) secara berkala. 3) Auskultasi suara napas. 4) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (semi fowler/fowler). 5) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya. 6) Ajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam. 7) Kolaborasi pemeriksaan analisa gas darah (AGD). 8) Monitor status mental dan tanda vital.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.06177
Deskripsi : Kadar glukosa darah stabil. Ditandai dengan: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia atau hiperglikemia. 3) Mengungkapkan pengetahuan tentang manajemen diet, aktivitas, dan obat.
Kode SIKI: I.06177
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Tindakan: 1) Monitor kadar glukosa darah secara berkala (GDS). 2) Observasi tanda-tanda hiperglikemia (poliuri, polidipsi, lemas) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetik oral sesuai program. 4) Ajarkan dan pantau kepatuhan diet diabetes (kontrol karbohidrat). 5) Pantau asupan nutrisi dan cairan. 6) Monitor tanda-tanda komplikasi (ketoasidosis, infeksi). 7) Berikan edukasi manajemen mandiri diabetes.
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: D.0066
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Integritas kulit baik. Ditandai dengan: 1) Kulit utuh. 2) Tidak ada eritema. 3) Tidak ada lesi. 4) Tidak ada drainage. 5) Proses penyembuhan luka berjalan baik.
Kode SIKI: I.07001
Deskripsi : Perawatan Luka. Tindakan: 1) Kaji luka (lokasi, ukuran, kedalaman, jaringan, drainage, bau). 2) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik. 3) Lakukan debridemen jika diperlukan. 4) Pilih balutan yang sesuai dengan kondisi luka. 5) Monitor tanda-tanda infeksi. 6) Lakukan perawatan kulit sekitar luka. 7) Posisikan untuk mengurangi tekanan pada area luka. 8) Kolaborasi pemberian nutrisi tinggi protein dan vitamin C untuk penyembuhan.
Article No. 23758 | 20 Jan 2026
Klinis : ps wanita usia 60 tahun dengan riwayat dm selama 12 tahun menampilkan hasil laborat proteinuria, hipertensi, terdapat kreatinin dan microalbuminuria
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan gangguan fungsi ginjal (nefropati diabetik).
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada pasien ini, risiko ini dimanifestasikan oleh adanya proteinuria, mikroalbuminuria, peningkatan kreatinin, dan hipertensi yang merupakan indikator kerusakan ginjal (nefropati diabetik) akibat Diabetes Melitus yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Gangguan fungsi filtrasi ginjal menyebabkan hilangnya protein melalui urine (proteinuria) dan gangguan dalam mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit, yang dapat berlanjut menjadi dehidrasi dan ketidakseimbangan volume cairan.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Keseimbangan Cairan". Tujuan keperawatan adalah mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat dengan kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan (tekanan darah, nadi, suhu), 2) Mukosa membran lembab, 3) Turgor kulit elastis, 4) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik, 5) Produksi urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam atau sesuai output normal), 6) Berat badan stabil, 7) Tidak ada tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (edema). Pada pasien nefropati diabetik, pemantauan ketat terhadap output urine, tekanan darah, dan berat badan sangat krusial karena ginjal tidak dapat mengonsentrasikan atau mengencerkan urine dengan baik. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan stabilnya tekanan darah (meski mungkin masih memerlukan obat antihipertensi), tidak adanya penurunan berat badan yang drastis akibat dehidrasi, dan produksi urine yang adekuat meski fungsi ginjal menurun.
Kode SIKI: I.05080
Deskripsi : SIKI yang direkomendasikan adalah "Manajemen Cairan". Intervensi keperawatan mencakup: 1) Memantau status cairan secara ketat (masukan dan keluaran, berat badan harian, tanda-tanda vital), 2) Kolaborasi pemberian terapi cairan sesuai resep dan kondisi ginjal, 3) Memantau hasil laboratorium terkait fungsi ginjal (ureum, kreatinin, elektrolit) dan protein urine, 4) Mengajarkan pasien dan keluarga tentang tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan, 5) Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan seperti diuretik atau antihipertensi sesuai resep, 6) Membantu pasien dalam mematuhi pembatasan cairan atau diet rendah garam jika diindikasikan, 7) Memposisikan pasien untuk optimalisasi sirkulasi dan pertukaran gas. Pada konteks nefropati diabetik, manajemen cairan harus sangat hati-hati karena ginjal yang rusak rentan terhadap kelebihan beban cairan (yang memperberat hipertensi dan edema) maupun dehidrasi. Intervensi ini juga harus terintegrasi dengan pengelolaan DM dan hipertensi itu sendiri, seperti pemantauan gula darah dan kepatuhan diet. Edukasi menjadi komponen vital agar pasien memahami hubungan antara kontrol gula darah, tekanan darah, dan kesehatan ginjalnya, serta mampu mengenali gejala penurunan fungsi ginjal lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Infeksi berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa darah dan gangguan integritas kulit (sekunder akibat komplikasi vaskuler dan neuropati).
Kode SDKI: D.0065
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen. Pasien dengan Diabetes Melitus jangka panjang, terutama yang sudah mengalami komplikasi seperti nefropati (ditandai proteinuria), memiliki sistem imun yang lebih rentan. Hiperglikemia kronis mengganggu fungsi leukosit dan menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan mikroorganisme. Adanya kerusakan pembuluh darah (angiopati) dan kemungkinan neuropati memperlambat penyembuhan luka dan mengurangi sensasi, meningkatkan risiko cedera dan infeksi yang tidak disadari. Kondisi ginjal yang menurun juga dapat menambah beban metabolik dan mempengaruhi respons inflamasi tubuh.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kontrol Infeksi". Tujuan keperawatan adalah mencegah terjadinya infeksi dengan kriteria hasil: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (kemerahan, panas, bengkak, nyeri, pus) atau sistemik, 3) Nilai leukosit dalam rentang normal, 4) Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan, 5) Pasien dan keluarga melakukan perilaku pencegahan infeksi. Pada pasien geriatri dengan DM dan nefropati, pencapaian SLKI ini sangat menantang namun vital. Pemantauan tanda-tanda infeksi yang halus menjadi penting, mengingat respons inflamasi mungkin tidak sekuat pada orang sehat. Pencegahan infeksi saluran kemih juga perlu diperhatikan mengingat adanya gangguan ginjal dan kemungkinan glukosuria.
Kode SIKI: I.05248
Deskripsi : SIKI yang direkomendasikan adalah "Perlindungan Infeksi". Intervensi keperawatan meliputi: 1) Mempertahankan teknik aseptik selama perawatan, 2) Memantau tanda-tanda vital dan gejala infeksi, 3) Mengajarkan dan mendorong cuci tangan yang efektif pada pasien, keluarga, dan pengunjung, 4) Memberikan perawatan kulit yang optimal: inspeksi kulit harian (terutama kaki), menjaga kulit tetap bersih dan kering, menghindari trauma, 5) Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan, 6) Memantau hasil laboratorium seperti leukosit dan kultur, 7) Mengajarkan pasien tentang pentingnya kontrol glikemik optimal untuk mencegah infeksi, 8) Mendorong asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung sistem imun. Pada pasien ini, edukasi perawatan kaki diabetik sangat krusial. Perawat perlu mengajarkan inspeksi kaki sehari-hari, perawatan kuku yang aman, pemilihan alas kaki yang tepat, dan pentingnya segera melaporkan luka atau perubahan kulit sekecil apapun. Intervensi ini bertujuan memutus mata rantai infeksi dengan memperkuat pertahanan tubuh pasien dan mengurangi paparan patogen.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik berhubungan dengan kompleksitas regimen pengobatan dan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit kronis.
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Pola mengatur dan mengintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari suatu program pengobatan untuk penyakit dan sequelae-nya yang tidak memuaskan. Pasien usia 60 tahun dengan riwayat DM 12 tahun yang kini mengalami komplikasi ginjal dan hipertensi menghadapi regimen terapeutik yang sangat kompleks. Regimen ini mencakup pengelolaan DM (diet, obat hipoglikemik/oral/insulin, monitoring gula darah), pengelolaan hipertensi (obat antihipertensi, diet rendah garam), serta pengelolaan nefropati (pembatasan protein, pemantauan cairan, kontrol ketat tekanan darah dan gula darah). Ketidakmampuan mengelola kompleksitas ini dapat menjadi penyebab utama memburuknya kondisi hingga munculnya komplikasi seperti yang terlihat pada hasil laboratorium.
Kode SLKI: L.08064
Deskripsi : SLKI untuk diagnosa ini adalah "Kepatuhan terhadap Regimen Terapeutik". Tujuan keperawatan adalah meningkatkan kepatuhan dan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya dengan kriteria hasil: 1) Pasien dapat menyebutkan regimen terapinya dengan benar (obat, diet, aktivitas, monitoring), 2) Pasien melakukan tindakan perawatan diri sesuai instruksi, 3) Hasil pengukuran (tekanan darah, gula darah) mendekati rentang target, 4) Pasien mengungkapkan kesulitan dan mencari solusi terkait manajemen penyakit, 5) Pasien datang pada janji kontrol follow-up. Pada pasien lansia, pencapaian SLKI ini memerlukan pendekatan yang realistis, mempertimbangkan kemungkinan penurunan kognitif, keterbatasan fisik, dan dukungan sosial. Keberhasilan diukur dari peningkatan pemahaman dan partisipasi aktif pasien, bukan sekadar kepatuhan buta.
Kode SIKI: I.05131
Deskripsi : SIKI yang direkomendasikan adalah "Edukasi: Proses Penyakit". Intervensi keperawatan inti meliputi: 1) Menilai tingkat pengetahuan, persepsi, dan hambatan pasien dalam menjalani terapi, 2) Menjelaskan proses penyakit DM, hipertensi, dan nefropati diabetik secara sederhana dan hubungan ketiganya, 3) Menjelaskan tujuan dan pentingnya setiap komponen regimen terapi (obat, diet, olahraga, monitoring), 4) Melibatkan pasien dalam menetapkan tujuan pengobatan yang realistis, 5) Melatih keterampilan self-monitoring (pemeriksaan gula darah mandiri, pengukuran tekanan darah) dan pengelolaan obat, 6) Menggunakan alat bantu seperti chart obat, kalender, atau alarm pengingat, 7) Mengeksplorasi dan memobilisasi dukungan keluarga, 8) Memberikan informasi tentang tanda dan
Article No. 23760 | 20 Jan 2026
Klinis : riw dm + Primary survey A: Clear, Stable C-Spine B: Pengembangan dada kanan kiri simetris, RR: 22 x/menit, C:TD: 187/101 mmHg HR: 86 x/menit, SpO2: 92% on NC 3 lpm D: GCS E4V5M6, pupil isokor (3mm/3mm), RC (-/-), lateralisasi (-) E: T: 36,2°C Secondary Survey Kepala: dalam batas normal Wajah: dalam batas normal Mata : dalam batas normal Telinga : dalam batas normal Hidung : dalam batas normal Leher : dalam batas normal Toraks : dalam batas normal Abdomen : dalam batas normal Ekstremitas : status lokalis Status Lokalis R. Shoulder (S) L : VE (-), deformitas (+), skin intak, swelling (-) F : NT (+), Krepitasi (-), NVD (-), SpO2 99% M : ROM terbatas nyeri, ROM elbow t.a.k Lab RSSP Sragen (18/01/2026) HB 8.92 AE 2.95 HT 27.6 AL 17.21 AT 284 Goldar A PT 15.8 INR 1.22 APTT 37.9 GDS 221 Ur 119.8 Cr 2.72 HbsAg Reaktif Anti HIV NR Nyeri kepala dan bahu kiri post KLL Sesak post transfusi KU Sedang TD 149/79 mmHg HR 105x/mnt RR 23x/mnt S 36.5 SpO2 98% on NRM 10 lpm *Secondary Survey* Kepala: jejas (-), swelling (-), hematoma (-), krepitasi (-) Wajah: jejas (-), swelling (-), krepitasi (-), hematoma (-) Mata : hematoma (-/-), perdarahan subkonjungtiva (-/-) Telinga : otorrhea -/- Hidung : epistaksis (-/-), jejas (-), krepitasi (-) Leher : jejas (-), NT (-) Toraks : jejas (-), krepitasi (-), NT (-) Abdomen : jejas (-), NT (-) Ekstremitas atas : status lokalis Ekstremitas bawah : VE R. Pedis (-/+), ROM bebas, akral hangat, CRT < 2” _R. Shoulder (S)_ L : VE (-), deformitas (+), skin intak, swelling (-) F : NT (+), Krepitasi (-), NVD (-), SpO2 99% M : ROM terbatas nyeri, ROM elbow t.a.k
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri berkurang atau terkontrol. 2) Mengenali faktor pencetus. 3) Mendemonstrasikan perilaku untuk mengatasi nyeri. 4) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan. 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. Pada pasien ini, nyeri dilaporkan di kepala dan bahu kiri post KLL (Kecelakaan Lalu Lintas). Pada status lokalis bahu kanan (R. Shoulder) ditemukan deformitas (+) dan Nyeri Tekan (NT +), serta Rentang Gerak (ROM) terbatas karena nyeri. Data ini menunjukkan adanya pengalaman nyeri akut akibat cedera traumatik. Tanda vital awal (TD 187/101 mmHg, HR 86) dan lanjutan (HR 105) dapat dipengaruhi oleh respon stres terhadap nyeri. SLKI ini bertujuan agar nyeri pasien berkurang, ia memahami pemicunya (cedera), dan dapat mempertahankan fungsi meski ada keterbatasan ROM.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Lakukan tindakan untuk mengurangi nyeri sebelum nyeri menjadi berat. 4) Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. 5) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengendalian nyeri. Pada pasien ini, perawat perlu mengkaji karakteristik nyeri kepala dan bahu secara detail menggunakan skala nyeri. Mengobservasi perilaku nonverbal seperti ekspresi wajah atau postur tubuh. Memberikan intervensi nonfarmakologis seperti imobilisasi/kompres pada area bahu yang cedera sebelum nyeri memberat. Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik yang sesuai, dengan mempertimbangkan riwayat diabetes mellitus dan gangguan ginjal (Creatinin 2.72). Selalu mengevaluasi respons pasien terhadap terapi yang diberikan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.14013
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi. 2) Menunjukkan perilaku untuk mencegah infeksi. 3) Mempertahankan leukosit dalam rentang normal. 4) Luka bersih, kering, dan tidak merah. Pada pasien ini, terdapat beberapa faktor risiko infeksi yang signifikan: riwayat Diabetes Mellitus (GDS 221 mg/dL menunjukkan hiperglikemia yang tidak terkontrol), status HbsAg reaktif (indikasi infeksi Hepatitis B), dan adanya cedera traumatik (potensi port de entri melalui kulit atau jaringan yang rusak, meski kulit dilaporkan intak). Hiperglikemia melemahkan fungsi sel imun, meningkatkan risiko infeksi. SLKI ini bertujuan agar pasien bebas dari demam, tanda inflamasi lokal di area cedera, dan memahami pentingnya kontrol gula darah serta perawatan luka untuk pencegahan.
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Intervensi: 1) Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. 2) Pertahankan teknik aseptik selama perawatan luka atau prosedur invasif. 3) Ajarkan cara mencuci tangan yang benar. 4) Anjurkan asupan nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan. 5) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik jika diperlukan. 6) Monitor hasil laboratorium (seperti leukosit). Pada pasien ini, perawat harus memantau suhu tubuh, tanda kemerahan, bengkak, atau nyeri bertambah di area bahu. Teknik aseptik mutlak diperlukan. Edukasi cuci tangan kepada pasien dan keluarga. Kolaborasi dengan tim medis untuk manajemen antibiotik profilaksis jika diindikasikan, dan yang terpenting, kolaborasi ketat untuk kontrol gula darah (terapi insulin) karena ini adalah faktor risiko utama. Memantau tanda-tanda infeksi sekunder pasca transfusi juga penting.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : Perilaku Pemeliharaan Aktivitas. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan toleransi aktivitas. 2) Mendemonstrasikan teknik penghematan energi. 3) Mempertahankan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. 4) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas. Pasien mengalami keterbatasan fisik akibat nyeri dan cedera pada bahu (ROM terbatas, deformitas). Selain itu, terdapat kondisi sistemik yang memberatkan: anemia (Hb 8.92 g/dL) dan potensi kelemahan akibat penyakit ginjal (ureum 119.8, creatinin 2.72). Anemia menyebabkan pengiriman oksigen ke jaringan berkurang, sehingga cepat lelah. Laporan "sesak post transfusi" juga mengindikasikan masalah toleransi aktivitas. SLKI ini menargetkan pasien dapat beraktivitas secara bertahap dengan teknik yang tepat, tanpa menimbulkan sesak, nyeri hebat, atau takikardi yang signifikan.
Kode SIKI: I.09030
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi: 1) Kaji respons pasien terhadap aktivitas (perubahan TD, HR, RR, dyspnea, kelelahan). 2) Bantu identifikasi aktivitas yang dapat didelegasikan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup. 4) Ajarkan teknik penghematan energi. 5) Bantu melakukan aktivitas perawatan diri secara bertahap sesuai toleransi. 6) Kolaborasi terapi okupasi atau fisioterapi. Pada pasien, perawat perlu memantau tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas (seperti duduk di tempat tidur atau ambulasi terbatas). Mengajarkan pasien untuk menggunakan lengan yang tidak cedera untuk bantu aktivitas. Menjadwalkan istirahat yang cukup di antara sesi terapi atau pemeriksaan. Kolaborasi dengan fisioterapi untuk latihan ROM aktif/pasif yang aman pada ekstremitas yang tidak terdampak dan rencana rehabilitasi untuk bahu.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil: 1) Berat badan dalam rentang normal. 2) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal. Data laboratorium menunjukkan anemia (Hb 8.92, Ht 27.6) dan hipoalbuminemia (AL 17.21 - rendah). Albumin yang rendah mengindikasikan defisit protein, yang dapat disebabkan oleh asupan kurang, peningkatan kebutuhan (post trauma), atau kehilangan (disfungsi ginjal). Riwayat DM juga memerlukan pengaturan diet khusus. Kondisi nyeri dan status post trauma juga dapat menurunkan nafsu makan. SLKI ini bertujuan untuk memperbaiki status nutrisi dengan memantau asupan, berat badan, dan perbaikan nilai laboratorium seperti albumin dan hemoglobin pasca transfusi.
Kode SIKI: I.03007
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi: 1) Kaji asupan makanan dan cairan. 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi. 4) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering. 5) Berikan pendidikan kesehatan tentang pemilihan makanan sesuai kondisi (DM dan ginjal). 6) Monitor hasil laboratorium (albumin, Hb, ureum, kreatinin, GDS). Perawat perlu mendokumentasi asupan makan pasien setiap hari. Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet khusus: cukup kalori dan protein untuk penyembuhan, namun terkontrol karbohidrat (untuk DM) dan mungkin pembatasan protein serta elektrolit (mengingat gangguan ginjal). Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya diet tersebut. Memantau trend GDS untuk menilai keberhasilan kontrol glikemi.
Kondisi: Risiko Perfusi Perifer
Article No. 23732 | 19 Jan 2026
Klinis : Ny. A, usia 29 tahun, akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA) sejak tahun 2020 selama kurang lebih 3 tahun, datang untuk kunjungan ulang dengan keluhan tidak mengalami haid sejak 3 bulan terakhir. Riwayat menstruasi sebelumnya normal, menarche usia 14 tahun dengan siklus haid 28–30 hari, lama haid 3–5 hari, dan tidak disertai dismenore. Riwayat obstetri menunjukkan ibu memiliki 1 anak dan tidak pernah mengalami keguguran. Riwayat KB sebelumnya, ibu pernah menjadi akseptor KB pil selama 2 bulan sejak bulan Maret sampai April tahun 2020, lalu mengganti dengan KB suntik 3 bulan selama kurang lebih 3 tahun sejak tahun 2020 sampai sekarang. Riwayat kesehatan ibu tidak ditemukan penyakit kronis, gangguan hormonal, penyakit menular seksual, maupun alergi. Pemeriksaan objektif menunjukkan keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, berat badan meningkat dari 53 kg menjadi 54 kg, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, pernapasan 22 x/menit, suhu 36,6°C, serta tidak ditemukan tanda kehamilan maupun kelainan lain. Keluhan amenore yang dialami diduga merupakan efek samping penggunaan KB suntik DMPA jangka panjang.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pola Menstruasi (Amenore) terkait Efek Samping Kontrasepsi Hormonal Jangka Panjang
Kode SDKI: 0304
Deskripsi Singkat: Gangguan eliminasi menstruasi
Kode SLKI: 1304
Deskripsi : Perilaku eliminasi menstruasi terkontrol
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Edukasi efek samping kontrasepsi
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) - Kode 0304: Gangguan eliminasi menstruasi. Definisinya adalah keadaan tidak terpenuhinya kebutuhan eliminasi menstruasi yang ditandai dengan perubahan frekuensi, durasi, dan volume menstruasi. Pada kasus Ny. A, diagnosis ini sangat tepat karena pasien mengalami amenore (tidak haid) selama 3 bulan terakhir sebagai dampak langsung dari penggunaan kontrasepsi suntik DMPA (Depot Medroxyprogesterone Acetate) jangka panjang (3 tahun). DMPA bekerja dengan menekan ovulasi dan menipiskan endometrium, yang pada penggunaan berkelanjutan sering menyebabkan amenore. Meskipun secara medis ini merupakan efek samping yang umum dan dapat diterima, dari perspektif keperawatan, perubahan drastis dari pola menstruasi normal (siklus 28-30 hari, lama 3-5 hari) menjadi tidak haid sama sekali merupakan sebuah "gangguan" dalam pola eliminasi fisiologis tubuh. Pasien datang dengan keluhan ini, menandakan bahwa perubahan tersebut telah menjadi sebuah perhatian dan mungkin menimbulkan kecemasan atau ketidaknyamanan psikologis terkait kekhawatiran akan kehamilan atau kesehatan reproduksinya. Diagnosis ini menjadi landasan untuk intervensi keperawatan yang berfokus pada edukasi, dukungan emosional, dan pemantauan.
2. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) - Kode 1304: Perilaku eliminasi menstruasi terkontrol. Definisinya adalah kemampuan mengontrol pola menstruasi yang ditandai dengan: (1) frekuensi menstruasi teratur, (2) volume darah menstruasi normal, (3) tidak adanya dismenore, (4) mengungkapkan pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi menstruasi, dan (5) melakukan tindakan untuk mengatasi masalah menstruasi. Dalam konteks Ny. A, luaran yang diharapkan bukanlah kembalinya siklus menstruasi yang normal selama masih menggunakan DMPA, karena amenore adalah efek yang diharapkan dari metode tersebut. "Terkontrol" di sini diartikan sebagai tercapainya pemahaman dan penerimaan pasien terhadap kondisinya. Target luaran yang realistis adalah poin (4) dan (5). Pasien diharapkan dapat memahami dengan jelas bahwa amenore yang dialami adalah efek samping umum, reversibel, dan bukan indikasi penyakit atau kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, pasien diharapkan mampu mengungkapkan keputusannya untuk melanjutkan atau mengganti metode KB setelah mendapatkan informasi yang memadai, sehingga merasa memegang kendali atas tubuh dan kesehatan reproduksinya. Kecemasan terkait tidak haidnya dapat berkurang atau hilang, yang merupakan bentuk dari "kontrol" secara psikologis.
3. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) - Kode 3320: Edukasi efek samping kontrasepsi. Definisinya adalah memberikan informasi kepada klien tentang efek samping kontrasepsi untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan. Intervensi ini adalah kunci utama dalam menangani kasus Ny. A. Aktivitas keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (a) Menjelaskan mekanisme kerja KB suntik DMPA dalam menekan ovulasi dan menipiskan endometrium yang berujung pada amenore. (b) Menegaskan bahwa amenore adalah efek samping yang sangat umum (terjadi pada lebih dari 50% pengguna setelah 1 tahun) dan merupakan tanda bahwa kontrasepsi bekerja dengan efektif, bukan tanda bahaya. (c) Menjelaskan bahwa fertilitas akan kembali dalam waktu rata-rata 6-12 bulan setelah suntikan terakhir. (d) Membahas efek samping lain DMPA seperti perubahan berat badan, sakit kepala, atau perubahan mood. (e) Mendiskusikan pilihan kontrasepsi lain beserta kelebihan dan kekurangannya, memberikan dukungan untuk keputusan yang diambil pasien. (f) Memberikan konseling untuk mengurangi kecemasan dan menjawab semua pertanyaan pasien dengan jelas. (g) Menganjurkan pemeriksaan kesehatan berkala. Edukasi yang komprehensif ini bertujuan untuk mengubah amenore dari sebuah "keluhan yang mencemaskan" menjadi sebuah "kondisi yang dipahami", sehingga luaran "perilaku eliminasi menstruasi terkontrol" dalam arti psikologis dan pengetahuan dapat tercapai. Intervensi ini juga mencakup aspek pemberdayaan pasien dalam membuat keputusan tentang kesehatan reproduksinya sendiri.
Secara keseluruhan, rangkaian SDKI 0304, SLKI 1304, dan SIKI 3320 membentuk suatu pendekatan keperawatan yang holistik. Diagnosa ditegakkan berdasarkan respons fisiologis dan psikologis pasien terhadap terapi. Luaran dirumuskan secara realistis dengan menyesuaikan kondisi medis yang ada (amenore sebagai efek terapi), bukan memaksakan kembalinya siklus normal. Sementara itu, intervensi difokuskan pada pendidikan kesehatan yang mendalam dan konseling suportif, yang merupakan inti dari peran perawat dalam mendampingi akseptor KB. Pendekatan ini tidak hanya menangani keluhan fisik (amenore) tetapi lebih penting lagi, menangani dampak psikososialnya, memastikan pasien merasa tenang, terinformasi, dan berdaya dalam mengelola kesehatan reproduksinya.
Article No. 23733 | 19 Jan 2026
Klinis : risiko cedera
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah kondisi di mana individu rentan mengalami cedera fisik akibat interaksi dengan faktor lingkungan, termasuk kondisi internal dan eksternal, yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Keamanan fisik dan lingkungan terpelihara. Luaran ini ditandai dengan: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungan, 2) Memodifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko cedera, 3) Menggunakan alat bantu dengan tepat untuk mencegah cedera, 4) Mematuhi protokol keselamatan, 5) Menunjukkan perilaku yang meningkatkan keselamatan, 6) Lingkungan bebas dari bahaya fisik, 7) Tidak terjadi cedera.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Pencegahan Cedera. Intervensi keperawatan ini meliputi tindakan sistematis untuk meminimalkan risiko cedera pada individu yang rentan, dengan memodifikasi lingkungan dan memantau faktor bahaya. Kegiatan utamanya mencakup: 1) Melakukan penilaian risiko cedera secara komprehensif dan berkelanjutan, termasuk faktor internal (seperti penurunan kesadaran, gangguan mobilitas, gangguan sensori, usia ekstrem, efek pengobatan) dan faktor eksternal (seperti pencahayaan buruh, lantai licin, peralatan rusak, prosedur medis invasif). 2) Memodifikasi lingkungan fisik untuk meminimalkan bahaya, seperti menata furnitur agar tidak menghalangi jalan, memastikan pencahayaan memadai terutama di malam hari, memasang pegangan tangan di kamar mandi dan tangga, serta menggunakan alas lantai anti-slip. 3) Memastikan penggunaan alat penahan (restrain) fisik, kimia, atau lingkungan hanya sebagai upaya terakhir dan dengan protokol yang ketat, serta memantau secara ketat jika digunakan. 4) Menggunakan alat bantu dan adaptif dengan tepat, seperti bed rail, kursi roda dengan rem berfungsi, alat bantu jalan, serta memastikan pemasangan dan penggunaannya benar. 5) Melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai faktor risiko cedera dan strategi pencegahannya, seperti cara berpindah yang aman, pentingnya memanggil bantuan saat akan mobilisasi jika lemah, dan mengenali bahaya di rumah. 6) Menerapkan protokol keselamatan universal, seperti identifikasi pasien yang benar, prosedur pencegahan jatuh (fall risk assessment dan pemasangan tanda risiko jatuh), serta program pencegahan dekubitus untuk pasien imobil. 7) Memantau efek samping pengobatan yang dapat meningkatkan risiko cedera, seperti hipotensi ortostatik, pusing, mengantuk, atau kebingungan, dan berkolaborasi dengan tim medis untuk penyesuaian dosis jika memungkinkan. 8) Untuk pasien dengan risiko khusus seperti kejang, dilakukan pengamanan lingkungan dari benda tajam dan keras, serta pengawasan selama aktivitas. 9) Mendokumentasikan penilaian risiko, intervensi yang dilakukan, dan respons pasien secara akurat untuk evaluasi berkelanjutan. Tujuan akhir intervensi ini adalah menciptakan lingkungan terapeutik yang aman sehingga memungkinkan tercapainya luaran SLKI 1901 (Keamanan fisik dan lingkungan terpelihara) dimana pasien terbebas dari cedera yang dapat dicegah.
Article No. 23734 | 19 Jan 2026
Klinis : Nafas cepat, kesadaran apatis TD 96/56 HR 81 SpO2 95% on NRM Leher: JVBP 5+2 Thorax: RBH (-/-), RBK (-/-), Wh (-/-) Abdomen: Soepel (+) Extr: luka pada esktremitas Bawah RO: proyeksi AP, inspirasi kurang, CTR > 50%-> konfigurasi LVH Sinus takikardia, 180 bpm, LAD, LVH QSOFA 3 Nyeri post op (+) minimal R. Cruris (S) L: Luka post op (+) terbalut luka, rembes (+) F: NT post op (+) minimal M: ROM terbatas nyeri Lab Post OP 15/1/2026 HB 12.55 AE 4.22 HMC 37.3 AL 10.22 AT 90 Albumin 2.10 Nyeri pada kaki kiri - Lemas - Sakit kepala, tajam, kesemutan (-) - mual,muntah (-) - Nyeri Perut (-) - Nafsu makan menurun - BAB hitam (-) - BAK (+) - Sesak DPH - 4 RPD : DM, Post OP Fraktur 3 tahun yang lalu KU : lemah, GCS E4V5M6 CM T : 163/111 mmHg N : 187 x/mnt R : 40 x/mnt S : 38 C Spo2 : 98 % on NRM 7 liter Mata : CA (-/-), SI (-/-), mata cowong (-/-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thoraks : simetris kanan dan kiri, retraksi (-) Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Paru : SDV (+/+), RBH (-/-) minimal, RBK (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel (+), BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) di regio epigastrium Eks. Superior : akral hangat (+/+), oedem (+/+) Eks. Inferior : akral hangat (+/+), oedem (+/+) eritem, ulkus (+) sinistra pus (+), Lab RSSP Sragen 13/01/26 HB 15.36 AE 5.13 HT 45.1 AL 16.96 (H) AT 209 Goldar A GDS 522 C SGOT 17 SGPT 36 Albumin 2.68 Ur 83.5 (H) Cr 2.77 (H) Lab RSSP Sragen 14/01/26 HB 14.41 AE 4.64 HT 40.9 AL 11.02 (H) AT 134 Goldar A GDS 128 PT 19 H INR 1.62 H APTT 45.1 H SGOT 37 H SGPT 32 Albumin 2.68 Ur 129.6 C Cr 3.87 H HbsAg negatif Anti HIV non reaktif GDS stik14/01/26 -> 15/01 GDS 210 (H) -> 101 Lab RSSP Sragen 15/01/26 HB 12.55 AE 4.22 HT 37.3 L AL 10.22 (H) AT 99 Albumin 2.10 Lab 18/01/2026 GDP 229 H Chol total 75 HDL <13 L LDL L Trigliserida 142 Asam urat 19.4 H Ro Cruris RSSP Sragen (14/01/2026) Kesan : • Sudah tak tampak garis fraktur pada os tibia sinistra dalam fiksasi 1 plate dan 12 screw • Old fraktur os fibula sinistra pars proximal • Pneumatisasi subcutis regio crusis siinstra • Tak tampak tanda-tanda osteomyelitis Ro Thorax RSSP Sragen (14/01/2026) Kesan : • Cardiomegali dan Pulmo normal • Elongatio aortae
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen di tingkat alveolar-kapiler, yang mengakibatkan hipoksemia atau hiperkapnia.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran Gas Membaik. Ditandai dengan: 1) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal, 2) Tidak ada sianosis, 3) Tidak ada dispnea, 4) Tidak ada gelisah, 5) Tidak ada perubahan kesadaran, 6) Pernapasan dalam rentang normal, 7) Suara napas bersih, 8) Batuk efektif, 9) Produksi sputum sesuai kondisi.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), 2) Monitor status oksigenasi (warna kulit/membran mukosa, nilai SpO2), 3) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi), 4) Monitor analisis gas darah, 5) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., head up 30-45°), 6) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, 7) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 8) Berikan terapi oksigen sesuai program, 9) Lakukan suction jalan napas sesuai kebutuhan, 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator sesuai program, 11) Anjurkan intake cairan adekuat sesuai toleransi, 12) Ajarkan penggunaan alat bantu pernapasan.
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana volume darah yang dipompa oleh jantung per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Curah Jantung Meningkat. Ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang normal, 2) Denyut nadi dalam rentang normal, 3) Irama jantung reguler, 4) Nadi perifer teraba kuat dan sama, 5) Warna kulit dan membran mukosa normal, 6) Pengisian kapiler < 3 detik, 7) Tidak ada edema, 8) Haluaran urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam), 9) Status mental normal.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Manajemen Curah Jantung. Tindakan: 1) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan saturasi oksigen, 2) Monitor status hemodinamik (pengisian kapiler, warna kulit, nadi perifer), 3) Monitor status cairan (balance cairan, berat badan, edema), 4) Monitor haluaran urine, 5) Monitor status neurologis, 6) Berikan terapi oksigen sesuai program, 7) Atur posisi untuk memaksimalkan sirkulasi (mis., semi-Fowler), 8) Lakukan manajemen cairan sesuai program, 9) Kolaborasi pemberian obat inotropik, vasodilator, atau diuretik sesuai program, 10) Anjurkan tirah baring dengan aktivitas terbatas, 11) Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Meningkatnya kerentanan terhadap invasi agen patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.18001
Deskripsi : Risiko Infeksi Terkontrol. Ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (kemerahan, panas, bengkak, nyeri, pus), 3) Hasil laboratorium dalam rentang normal, 4) Menerapkan perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.18001
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal, 2) Monitor tanda vital, 3) Monitor hasil laboratorium (seperti leukosit), 4) Lakukan cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien, 5) Gunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan, 6) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik/steril, 7) Pertahankan integritas selang/drain/kateter, 8) Anjurkan intake nutrisi dan cairan yang adekuat, 9) Ajarkan pasien/keluarga tanda-tanda infeksi dan cara pencegahannya, 10) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diperkirakan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri terkontrol, 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks, 3) Menunjukkan posisi tubuh rileks, 4) Dapat berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kondisi, 5) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T), 2) Monitor respons nonverbal terhadap nyeri (perilaku, ekspresi wajah, pola tidur, perubahan tanda vital), 3) Berikan lingkungan yang nyaman, 4) Ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, relaksasi), 5) Atur posisi untuk kenyamanan, 6) Lakukan mobilisasi sesuai toleransi, 7) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program (jenis, dosis, waktu), 8) Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri, 9) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status Nutrisi Membaik. Ditandai dengan: 1) Berat badan dalam rentang normal, 2) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal (albumin, hemoglobin), 4) Tidak ada tanda malnutrisi (rambut rontok, kulit kering, iritabilitas).
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan: 1) Monitor asupan makanan dan cairan, 2) Monitor berat badan secara teratur, 3) Monitor tanda klinis malnutrisi, 4) Monitor hasil laboratorium (albumin, Hb, limfosit), 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet, 6) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering, 7) Sajikan makanan favorit pasien yang sesuai diet, 8) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman, 9) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan, 10) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau nutrisi parenteral sesuai program, 11) Anjurkan keluarga untuk membawa makanan dari rumah sesuai anjuran.
Article No. 23735 | 19 Jan 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran nafas tampak cepat dan dalam KU lemah, GCS E2V1M4 TD:167/93 N:111 S:39,3 RR:36 SPO2:93 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) Thorax : SDV +/+ rhonki +/+ , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan epigastrium (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +4/+4/+2/+2 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+2 Refleks patologis: (-/-/-/-) Blink to threat +/+ Refleks kornea +/+ Doll's eye movement +/+ Lab 18/1/26 Hemoglobin 11.49 (L) Eritrosit 3.85 (L) Hematokrit 37.1 (L) Lekosit 18.43 (H) Trombosit 257 Ureum 46.0 Kreatinin 1.14 Natrium (Na) 144 Kalium (K) 5.5 (H) Chlorida (Cl) 110 (H) Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.51 AST (SGOT) 43 (H) ALT (SGPT) 15 Glukosa Darah Sewaktu 124 Ro. thorax 18/1/26 Kesan : - Oedema pulmonum, mixed infection, DD : pneumonia - Cardiomegali - Elongatio aortae dan aortosklerosis Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah, GCS E2V1M4 TD:167/93 N:111 S:39,3 RR:36 SPO2:93 Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), deviasi lidah (-) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan epigastrium (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <3 detik Status Neurologis Sensorik +/+/+/+ Kekuatan motorik: +4/+4/+2/+2 Refleks fisiologis: +2/+2/+2/+2 Refleks patologis: (-/-/-/-) Blink to threat +/+ Refleks kornea +/+ Doll's eye movement +/+ Lab 18/1/26 Hemoglobin 11.49 (L) Eritrosit 3.85 (L) Hematokrit 37.1 (L) Lekosit 18.43 (H) Trombosit 257 Ureum 46.0 Kreatinin 1.14 Natrium (Na) 144 Kalium (K) 5.5 (H) Chlorida (Cl) 110 (H) Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.51 AST (SGOT) 43 (H) ALT (SGPT) 15 Glukosa Darah Sewaktu 124 Ro. thorax 18/1/26 Kesan : - Oedema pulmonum, mixed infection, DD : pneumonia - Cardiomegali - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Gangguan Kesadaran) dengan GCS E2V1M4 dan Hipertermia pada Pasien dengan Dugaan Pneumonia dan Gagal Napas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral berhubungan dengan penurunan tekanan perfusi serebral atau gangguan oksigenasi.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral dapat dipertahankan dengan kriteria hasil: tingkat kesadaran sesuai kapasitas, tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial, fungsi kognitif dan sensorik tetap utuh. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah peningkatan skor GCS menuju 15 (E4V5M6), stabilisasi tanda vital (terutama TD, Nadi, dan Suhu), serta saturasi oksigen (SpO2) di atas 95%. Pemantauan ketat terhadap status neurologis (refleks, kekuatan motorik, ukuran pupil) juga menjadi indikator keberhasilan SLKI ini.
Kode SIKI: 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533, 2534, 2535, 2536, 2537, 2538, 2539, 2540, 2541, 2542, 2543, 2544, 2545, 2546, 2547, 2548, 2549, 2550, 2551, 2552,
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433