Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23744 | 20 Jan 2026
Klinis : penurunan tekanan osmotik plasma
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hipoproteinemia
Kode ICD-10: E88.0
Deskripsi Singkat : Penurunan tekanan osmotik plasma paling sering disebabkan oleh hipoproteinemia, khususnya penurunan kadar albumin dalam darah (hipoalbuminemia). Tekanan osmotik koloid yang dipertahankan oleh protein plasma, terutama albumin, sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan antara intravaskular dan ruang interstisial. Ketika kadar protein ini rendah, tekanan osmotik plasma menurun, menyebabkan perpindahan cairan dari pembuluh darah ke jaringan dan mengakibatkan edema (pembengkakan), yang sering terlihat sebagai edema perifer atau asites. Kode ICD-10 E88.0 mengacu pada "Gangguan metabolisme protein plasma, tidak diklasifikasikan di tempat lain", dan hipoproteinemia termasuk dalam kategori ini. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti malnutrisi (kekurangan protein), penyakit hati kronis (misalnya sirosis yang mengganggu sintesis albumin), penyakit ginjal (sindrom nefrotik dengan kehilangan protein melalui urin), gangguan penyerapan usus, atau kondisi hipermetabolik seperti sepsis dan luka bakar berat. Penatalaksanaan difokuskan pada mengatasi penyebab yang mendasari dan mungkin termasuk suplementasi nutrisi, pemberian albumin intravena, dan pengobatan penyakit primer.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23745 | 20 Jan 2026
Klinis : Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan permeabilitas pleura
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan perkiraan akhir yang dapat diantisipasi.
Kode SLKI: 2003
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan keperawatan adalah agar nyeri pasien dapat dikontrol. Hal ini ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri dapat dikontrol; 2) Mengenali faktor penyebab; 3) Menggunakan teknik nonfarmakologi untuk mencegah atau meredakan nyeri; 4) Mengikuti regimen farmakologi yang diresepkan; 5) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan; 6) Menggunakan indikator nyeri yang dapat diandalkan untuk melaporkan nyeri.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan untuk meringankan atau meredakan nyeri yang berasal dari penyebab yang berbeda. Tindakan ini meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri; 2) Observasi adanya petunjuk non-verbal dari ketidaknyamanan, terutama pada mereka yang tidak mampu berkomunikasi secara efektif; 3) Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien; 4) Tentukan dampak pengalaman nyeri terhadap kualitas hidup; 5) Evaluasi pengalaman nyeri sebelumnya dan keefektifan manajemen yang dilakukan; 6) Evaluasi pasien dan keluarga terhadap pemahaman tentang manajemen nyeri; 7) Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan berlangsung, dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur; 8) Kendalikan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi persepsi nyeri pasien; 9) Lakukan kolaborasi dengan pasien dan keluarga untuk memilih dan mengimplementasikan intervensi pengendalian nyeri; 10) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memberikan terapi farmakologi dan non-farmakologi sesuai indikasi; 11) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologi seperti relaksasi, distraksi, imajinasi terbimbing, dan stimulasi kutaneus sebelum, selama, dan setelah nyeri muncul; 12) Berikan analgetik sesuai indikasi untuk mencegah nyeri, terutama sebelum aktivitas yang menimbulkan nyeri; 13) Evaluasi keefektifan intervensi pengendalian nyeri secara berkala dan sesuaikan sesuai kebutuhan; 14) Monitor efek samping terapi dan derajat sedasi/respirasi terutama pada penggunaan opioid; 15) Dokumentasi respon pasien terhadap intervensi.
-
Article No. 23746 | 20 Jan 2026
Klinis : gangguan rasa nyaman berhubungan dengan osmotik plasma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tindakan untuk mengontrol dan meringankan nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri pasien. Perawat melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri serta faktor pencetus dan penurunnya. Perawat menerapkan pendekatan farmakologis dengan pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek sampingnya, serta memberikan edukasi tentang regimen obat. Pendekatan non-farmakologis juga diintegrasikan, seperti teknik relaksasi (napas dalam, guided imagery), distraksi (musik, mengobrol), terapi panas/dingin, posisi yang nyaman, dan masase. Perawat mendukung pasien dalam menggunakan metode koping yang efektif untuk mengatasi nyeri dan mengurangi stres yang menyertainya. Selain itu, perawat menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, serta melibatkan keluarga dalam manajemen nyeri. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang sifat nyeri, rencana penatalaksanaan, dan teknik swa-manajemen merupakan komponen kunci. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien, meningkatkan fungsi, dan meningkatkan kualitas hidup selama episode nyeri akut.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan dalam memberikan intervensi untuk meringankan nyeri. Kriteria hasil dari intervensi ini diukur melalui penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, baik secara verbal maupun menggunakan alat ukur yang valid (skala numerik, wajah). Pasien menunjukkan kemampuan untuk mengidentifikasi faktor yang memicu dan meredakan nyeri. Pasien dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri, seperti teknik relaksasi atau distraksi. Terjadi peningkatan tanda-tanda kenyamanan, seperti ekspresi wajah yang rileks, postur tubuh yang tidak tegang, dan kemampuan untuk beristirahat atau tidur. Pasien melaporkan peningkatan dalam kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari atau mobilisasi yang diinginkan tanpa hambatan nyeri yang signifikan. Selain itu, pasien dan keluarga memahami regimen pengobatan nyeri, termasuk dosis, waktu pemberian, dan efek samping yang perlu diwaspadai. Pasien juga menunjukkan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan terkait manajemen nyerinya. Pengukuran keberhasilan ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada angka skala nyeri tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan fungsi pasien selama mengalami nyeri akut.
-
Article No. 23747 | 20 Jan 2026
Klinis : Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan permeabilitas pleura
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); timbulnya mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0800
Deskripsi : SLKI 0800: Manajemen Nyeri. Tujuan utama adalah pasien dapat menunjukkan pengendalian nyeri yang adekuat, yang ditandai dengan skala nyeri menurun, mampu beristirahat, dan melakukan aktivitas sesuai toleransi. Intervensi keperawatan difokuskan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor yang mencetuskan atau meningkatkan pengalaman nyeri. Perawat akan melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri serta faktor yang memperberat dan meringankan. Perawat mengajarkan dan mendorong penggunaan teknik non-farmakologis seperti distraksi, relaksasi, dan positioning yang nyaman. Perawat juga berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik sesuai program terapi, memantau efektivitas dan efek sampingnya, serta memberikan edukasi tentang regimen pengobatan nyeri. Pada kondisi gangguan permeabilitas pleura yang menyebabkan nyeri pleuritik (seperti pada pleuritis atau pneumotoraks), positioning menjadi sangat krusial—misalnya dengan posisi duduk atau miring ke sisi yang sakit untuk membatasi pergerakan area yang terkena. Edukasi tentang teknik bernapas dalam yang lembut untuk mencegah atelektasis tanpa memperburuk nyeri juga merupakan bagian penting dari manajemen ini. Evaluasi terus-menerus terhadap respons pasien terhadap intervensi yang diberikan menjadi kunci keberhasilan SLKI ini.
Kode SIKI: 4506
Deskripsi : SIKI 4506: Manajemen Nyeri. Intervensi spesifik ini mencakup serangkaian tindakan yang dilakukan perawat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Tindakan tersebut dimulai dengan pengkajian nyeri secara komprehensif menggunakan metode yang sesuai (misalnya, skala numerik, wajah, atau deskriptif) dan dokumentasi yang akurat. Perawat kemudian menyiapkan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat pasien. Untuk nyeri yang berhubungan dengan permeabilitas pleura, perawat dapat membantu pasien menemukan posisi yang paling nyaman, sering kali dengan meninggikan kepala tempat tidur dan menyangga area dada. Pemberian analgesik sesuai resep dan ketentuan dilakukan dengan tepat waktu, mempertimbangkan puncak kerja obat sebelum aktivitas yang menimbulkan nyeri. Perawat juga menerapkan intervensi non-farmakologis seperti kompres hangat atau dingin pada area yang sakit (jika sesuai), teknik relaksasi napas dalam, distraksi melalui musik atau percakapan, serta memberikan sentuhan terapeutik. Edukasi pasien dan keluarga tentang sifat nyeri, penyebabnya (dalam hal ini terkait gesekan pleura), tujuan pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri sebelum menjadi berat sangat ditekankan. Perawat memantau dan mencatat respons fisiologis dan perilaku terhadap nyeri, serta efektivitas setiap intervensi yang diberikan. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain, seperti dokter untuk evaluasi medikasi atau fisioterapis untuk teknik pernapasan, juga dilaksanakan. Pada intinya, SIKI ini merupakan implementasi konkret dari rencana perawatan yang berpusat pada pasien untuk mencapai kenyamanan optimal.
-
Article No. 23748 | 20 Jan 2026
Klinis : gangguan rasa nyaman berhubungan dengan osmotik plasma
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Rasa Nyaman: Nyeri
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; sensasi nyeri yang bersifat mendadak atau lambat, intensitasnya ringan hingga berat, berlangsung kurang atau lebih dari 6 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 berfokus pada upaya mengontrol nyeri yang dialami oleh pasien. Luaran yang diharapkan adalah penurunan atau hilangnya rasa nyeri, yang ditandai dengan beberapa kriteria evaluasi. Kriteria tersebut meliputi: pasien mampu melaporkan bahwa nyeri telah teratasi, yang dapat diukur melalui skala nyeri (skala 0 atau sesuai target yang ditetapkan). Pasien menunjukkan perilaku dan tanda-tanda fisiologis yang konsisten dengan tidak adanya nyeri, seperti ekspresi wajah rileks, postur tubuh yang tenang, tidak gelisah, serta tanda-tanda vital (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) dalam rentang normal untuk pasien tersebut. Selain itu, pasien mampu menunjukkan kemampuan untuk beristirahat, tidur, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan sesuai tingkat kemampuan tanpa terganggu oleh rasa sakit. Perawat akan memantau dan mendokumentasikan intensitas, lokasi, durasi, dan karakteristik nyeri sebelum dan setelah intervensi untuk menilai efektivitas manajemen nyeri. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan berhasil dalam memulihkan kenyamanan pasien dan memungkinkan pasien untuk melakukan fungsi serta aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Pengukuran yang obyektif dan subyektif ini sangat penting untuk menilai keberhasilan asuhan keperawatan secara komprehensif.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI I.08039 adalah intervensi spesifik untuk mengelola nyeri yang berhubungan dengan gangguan osmotik plasma. Intervensi ini dimulai dengan penilaian menyeluruh terhadap nyeri, termasuk faktor penyebab, lokasi, karakteristik (seperti apakah nyeri tumpul, tajam, atau berdenyut), durasi, frekuensi, dan faktor yang memperberat atau meringankan. Penilaian menggunakan skala nyeri yang valid dan sesuai dengan kondisi pasien (misalnya, Numeric Rating Scale, Wong-Baker Faces) sangat penting. Selanjutnya, perawat berkolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mengatasi penyebab gangguan osmotik plasma itu sendiri (misalnya, melalui pemberian terapi cairan, koreksi kadar natrium atau glukosa darah secara medis) karena ini adalah sumber nyeri yang mendasar. Untuk manajemen nyeri langsung, perawat dapat menerapkan tindakan non-farmakologis seperti terapi distraksi (misalnya, mendengarkan musik, teknik relaksasi napas dalam), reposisi atau teknik positioning yang nyaman, serta kompres hangat atau dingin jika sesuai dan aman dengan kondisi pasien. Perawat juga mengadministrasikan analgesik sesuai resep dokter, dengan mempertimbangkan mekanisme nyeri yang terkait dengan perubahan osmolaritas (misalnya, nyeri kepala pada hipernatremia atau hiponatremia). Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang hubungan antara kondisi kimia darah (osmotik plasma) dengan rasa nyeri yang dialami, serta pentingnya melaporkan nyeri, juga merupakan bagian kunci dari intervensi ini. Pemantauan respons terhadap terapi analgesik dan evaluasi efek samping obat dilakukan secara berkala. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan untuk mengatasi penyebab (gangguan osmotik) dan gejala (nyeri) secara simultan, sambil memberdayakan pasien dalam manajemen nyerinya sendiri.
-
Article No. 23749 | 20 Jan 2026
Klinis : Diagnosa gangguan rasa nyaman
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Rasa Nyaman: Nyeri
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain).
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tujuan: Nyeri teratasi. Kriteria Hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri teratasi. 2) Skala nyeri menurun. 3) Ekspresi wajah/tanda nyeri non-verbal menurun. 4) Tanda vital dalam rentang normal. 5) Pasien dapat beristirahat, tidur, dan beraktivitas dengan lebih baik. 6) Pasien dan keluarga memahami dan kooperatif dalam penatalaksanaan nyeri. Penjelasan: SLKI ini berfokus pada pencapaian kenyamanan pasien melalui pengurangan atau penghilangan pengalaman nyeri. Keberhasilan intervensi dinilai baik dari laporan subjektif pasien (skala nyeri) maupun observasi objektif perawat terhadap tanda-tanda fisiologis (tanda vital, ekspresi wajah, gelisah) dan fungsional (kemampuan istirahat dan beraktivitas). Keterlibatan pasien dan keluarga dalam memahami rencana penatalaksanaan nyeri sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas intervensi di luar pengawasan langsung perawat.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provokasi, Kualitas, Radiasi, Skala, Waktu). 2) Observasi tanda-tanda non-verbal nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis). 3) Pantau tanda vital. 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Ajarkan teknik non-farmakologi (napas dalam, distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing). 6) Lakukan intervensi kenyamanan (pengaturan posisi, kompres hangat/dingin, pijatan ringan, lingkungan tenang). 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, penggunaan skala nyeri, dan rencana penatalaksanaan. 8) Evaluasi efektivitas intervensi (farmakologi dan non-farmakologi) dan timbulnya efek samping. 9) Dokumentasi karakteristik, respons, dan evaluasi nyeri. Penjelasan: SIKI ini merupakan serangkaian tindakan spesifik dan terukur yang dilakukan perawat untuk mencapai tujuan dalam SLKI. Dimulai dengan pengkajian yang akurat sebagai dasar intervensi. Perawat menggabungkan pendekatan farmakologis (melalui kolaborasi) dan non-farmakologis secara sinergis. Teknik non-farmakologi berperan penting dalam memberikan rasa kontrol kepada pasien atas nyerinya. Edukasi memampukan pasien dan keluarga untuk berpartisipasi aktif. Evaluasi berkelanjutan, terutama setelah pemberian analgesik, sangat krusial untuk menentukan keberhasilan intervensi dan kebutuhan modifikasi. Dokumentasi yang baik menjamin kelanjutan asuhan dan komunikasi yang efektif antar tim kesehatan.
-
Article No. 23750 | 20 Jan 2026
Klinis : Saat pemeriksaan, Bayi S terlihat mengalami gangguan pernapasan sedang, dengan frekuensi pernapasan 50 kali per menit, flare hidung, dan retraksi interkostal. Saturasi oksigen Bayi S adalah 88% pada fraksi oksigen inspirasi (FiO2) 0,5, dan denyut jantungnya 160 kali per menit. Auskultasi paru menunjukkan crackle bilateral, dan foto rontgen dada menunjukkan infiltrat bilateral difus yang konsisten dengan sindrom gangguan pernapasan (RDS). Bayi S memiliki jalur sentral untuk nutrisi parenteral dan menerima cairan serta obat-obatan intravena.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perbaikan pertukaran gas. Kriteria hasil: 1) Saturasi oksigen dalam rentang yang diharapkan, 2) Gas darah arteri dalam rentang yang diharapkan, 3) Tidak ada dispnea, 4) Tidak ada sianosis, 5) Tidak ada kelelahan otot pernapasan, 6) Suara napas bersih, 7) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang yang diharapkan, 8) Kesadaran dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (pola, usaha, frekuensi), 2) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler), 3) Pertahankan kepala pada posisi netral, 4) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 5) Lakukan penghisapan jalan napas, 6) Auskultasi suara napas, 7) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam, 8) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, 9) Kolaborasi pemberian terapi oksigen, 10) Kolaborasi pemasangan jalan napas buatan, 11) Monitor analisa gas darah, 12) Monitor saturasi oksigen, 13) Berikan dukungan psikologis.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Perbaikan pola napas. Kriteria hasil: 1) Pola napas dalam rentang yang diharapkan, 2) Irama napas dalam rentang yang diexpected, 3) Kedalaman napas dalam rentang yang diharapkan, 4) Tidak dispnea, 5) Tidak ortopnea, 6) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan, 7) Tidak ada bunyi napas adventisius, 8) Ekspansi dada simetris.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (pola, usaha, frekuensi), 2) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler), 3) Pertahankan kepala pada posisi netral, 4) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, 5) Lakukan penghisapan jalan napas, 6) Auskultasi suara napas, 7) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam, 8) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, 9) Kolaborasi pemberian terapi oksigen, 10) Kolaborasi pemasangan jalan napas buatan, 11) Monitor analisa gas darah, 12) Monitor saturasi oksigen, 13) Berikan dukungan psikologis.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diserang oleh patogen.
Kode SLKI: 2301
Deskripsi : Kontrol risiko infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak ada tanda dan gejala infeksi, 2) Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan, 3) Nilai laboratorium terkait infeksi dalam rentang yang diharapkan, 4) Menerapkan perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: 6530
Deskripsi : Proteksi terhadap infeksi. Tindakan: 1) Monitor tanda dan gejala infeksi, 2) Lakukan cuci tangan, 3) Gunakan alat pelindung diri (APD), 4) Lakukan teknik aseptik dan steril, 5) Pertahankan integritas kulit, 6) Lakukan perawatan luka, 7) Lakukan perawatan pada area pemasangan alat invasif (seperti jalur IV sentral), 8) Batasi pengunjung jika diperlukan, 9) Ajarkan cara pencegahan infeksi, 10) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik, 11) Tingkatkan asupan nutrisi, 12) Anjurkan istirahat yang cukup.
-
Article No. 23751 | 20 Jan 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang jaringan paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Diagnosis didukung oleh temuan pemeriksaan fisik seperti suara napas bronkial dan konfirmasi melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) yang menunjukkan lesi atau infiltrat di paru, biasanya di lobus atas. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologis dan histologis". Kode ini berada dalam blok A15-A19 (Tuberkulosis) dan menekankan bahwa diagnosis telah ditegakkan melalui konfirmasi laboratorium, seperti pemeriksaan dahak BTA (Bakteri Tahan Asam) positif atau biopsi jaringan. Penggunaan kode ini penting untuk pelaporan epidemiologi, pengobatan yang tepat, dan pengendalian infeksi. Dalam konteks kasus dengan diagnosis awal, kodifikasi dapat menyesuaikan dengan tingkat konfirmasi yang tersedia.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23752 | 20 Jan 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen, khususnya Mycobacterium tuberculosis, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. Pada pasien TB paru, fokusnya adalah mencegah penularan ke orang lain dan mencegah infeksi sekunder pada pasien sendiri. Intervensi keperawatan meliputi edukasi tentang etika batuk (menutup mulut dengan tisu atau lengan baju), pembuangan dahak yang aman, penggunaan masker yang benar terutama saat berinteraksi dengan orang lain di fase awal pengobatan, dan pentingnya ventilasi udara yang baik di ruangan. Perawat juga memastikan kepatuhan terhadap prinsip isolasi droplet sesuai kebijakan rumah sakit, memantau tanda-tanda penyebaran infeksi ekstrapulmonal, dan mendukung status gizi pasien untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pemantauan ketat terhadap kontak erat pasien juga merupakan bagian dari pengendalian infeksi komunitas.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan untuk mempertahankan jalan napas paten dan membersihkan sekret. Pada pasien TB paru dengan batuk berdahak dan sesak napas, intervensi ini sangat krusial. Tindakan meliputi pengajaran dan pendampingan teknik batuk efektif untuk membantu mengeluarkan dahak, posisi nyaman untuk memfasilitasi ekspansi dada (seperti posisi semi-Fowler atau Fowler), serta pemberian oksigen sesuai kebutuhan dan resep dokter. Perawat akan melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi jika diindikasikan untuk membantu mobilisasi sekret. Hidrasi yang adekuat juga dianjurkan untuk mengencerkan dahak. Pemantauan karakteristik dahak (warna, jumlah, konsistensi) dan fungsi pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas, saturasi oksigen) dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas terapi dan mendeteksi komplikasi seperti obstruksi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 3200
Deskripsi : Manajemen Pernapasan: Tindakan untuk mempromosikan pertukaran gas yang optimal dan fungsi pernapasan. Intervensi ini lebih luas dari sekadar membersihkan jalan napas, mencakup upaya meningkatkan ventilasi dan oksigenasi. Perawat akan mengajarkan teknik pernapasan dalam dan latihan nafas untuk meningkatkan efisiensi pernapasan dan mencegah atelektasis. Memantau status pernapasan secara komprehensif termasuk auskultasi bunyi napas (mengi, ronki, penurunan bunyi napas), pengukuran kapasitas vital jika memungkinkan, dan observasi tanda-tanda hipoksia (gelisah, sianosis, takikardia). Manajemen lingkungan untuk mengurangi polutan udara yang dapat mengiritasi paru juga penting. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator atau mukolitik sesuai resep, serta evaluasi respons terapi terhadap keluhan sesak napas dan produktivitas batuk.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Seperti dijelaskan sebelumnya, tindakan ini berfokus langsung pada upaya membersihkan sekret. Pada pasien ini, dahak yang kental dan banyak akibat proses infeksi TB menghambat bersihan jalan napas. Intervensi spesifik seperti hidrasi, humidifikasi udara, teknik batuk efektif, dan postural drainage adalah inti dari SIKI ini. Perawat akan mendemonstrasikan dan meminta pasien untuk mempraktikkan kembali teknik-teknik tersebut. Penggunaan alat bantu seperti incentive spirometry juga dapat direkomendasikan untuk melatih kapasitas paru. Penting untuk menilai faktor penghambat seperti nyeri dada saat batuk atau kelemahan umum, dan mengatasinya agar pasien dapat melakukan upaya membersihkan jalan napas secara optimal.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, mengakibatkan penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan defisit energi.
Kode SLKI: 1100
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan untuk memastikan asupan makanan dan cairan yang memadai sesuai kebutuhan metabolik. Pada pasien TB, anoreksia (kehilangan nafsu makan) adalah gejala umum yang diperberat oleh demam, kelelahan, dan rasa tidak enak badan. Perawat melakukan pengkajian status nutrisi lengkap: riwayat penurunan berat badan, pola makan, kebiasaan makan, dan pemeriksaan antropometri. Intervensi meliputi kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori dan tinggi protein guna mendukung proses penyembuhan dan mencegah katabolisme otot. Edukasi tentang pentingnya nutrisi dalam melawan infeksi dan efek samping obat. Meningkatkan nafsu makan dengan menyajikan makanan dalam porsi kecil namun sering, menarik, dan sesuai selera pasien. Memantau asupan dan output secara ketat, serta menimbang berat badan secara teratur.
Kode SIKI: 1104
Deskripsi : Manajemen Asupan Makanan dan Cairan: Tindakan spesifik untuk memfasilitasi pemenuhan nutrisi melalui oral. Perawat membantu menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas dari bau atau pemandangan yang dapat memicu mual (seperti melihat dahak). Memberikan perawatan mulut sebelum makan untuk meningkatkan sensasi rasa. Menganjurkan konsumsi suplemen nutrisi oral jika asupan makanan biasa tidak mencukupi. Memodifikasi tekstur makanan jika diperlukan (misalnya, makanan lunak jika pasien lemah). Mengatasi mual yang mungkin timbul akibat obat anti-TB dengan mengatur waktu pemberian obat dan makanan. Motivasi dan dukungan emosional selama makan sangat penting untuk mendorong pasien yang mungkin mengalami depresi atau putus asa akibat penyakitnya.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0200
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mengatur penggunaan energi guna mengobati atau mencegah kelelahan dan meningkatkan fungsi. Pasien TB sering mengalami kelemahan, malaise, dan mudah lelah akibat kombinasi dari proses infeksi, demam, dan asupan nutrisi yang kurang. Perawat mengkaji tingkat kelelahan pasien menggunakan skala, dan pola aktivitas-istirahat. Intervensi utamanya adalah perencanaan aktivitas yang teratur dengan periode istirahat yang cukup. Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (mandi, menyikat gigi), menyebar tugas berat sepanjang hari, dan memprioritaskan aktivitas yang penting. Memastikan lingkungan yang tenang untuk mendukung kualitas tidur dan istirahat. Kolaborasi dalam manajemen demam untuk mengurangi beban metabolik. Secara bertahap meningkatkan aktivitas sesuai toleransi seiring dengan perbaikan kondisi klinis.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Kelelahan: Tindakan spesifik untuk mengurangi dan mengatasi perasaan kelelahan yang berlebihan. Ini melibatkan pendekatan yang lebih mendalam pada aspek psikologis dan edukatif dari intoleransi aktivitas. Perawat mendengarkan keluhan pasien tentang kelemahannya dan memberikan validasi. Edukasi bahwa kelelahan adalah gejala umum dari TB dan akan membaik dengan pengobatan. Membantu pasien menetapkan tujuan aktivitas yang realistis dan dapat dicapai untuk mencegah frustrasi. Mendorong partisipasi dalam aktivitas ringan yang menyenangkan untuk meningkatkan suasana hati dan mencegah isolasi sosial. Memantau respons fisiologis (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) sebelum, selama, dan setelah aktivitas sebagai panduan objektif untuk menyesuaikan tingkat aktivitas. Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau terapi untuk mengoreksi anemia jika ada, yang dapat memperberat kelelahan.
-
Article No. 23753 | 20 Jan 2026
Klinis : Seorang pria berusia 55 tahun dengan diabetes yang tidak terkontrol mengeluh mati rasa, kesemutan, dan nyeri terbakar pada kedua kakinya, terutama di malam hari.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Neuropatik Perifer pada Diabetes Mellitus
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI 0028: Nyeri Akut)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 6 bulan. Pada pasien ini, nyeri neuropatik yang dirasakan (terbakar, kesemutan, mati rasa) memenuhi kriteria ini. Meskipun kondisi diabetesnya kronis, manifestasi nyeri neuropatik ini merupakan episode akut dari kondisi kronis yang memerlukan intervensi spesifik. Data klinis yang mendukung adalah keluhan "nyeri terbakar pada kedua kakinya, terutama di malam hari" yang menunjukkan pengalaman sensorik tidak menyenangkan akibat kerusakan saraf (neuropati diabetik).
Luaran Keperawatan (SLKI 1401: Kontrol Nyeri)
Definisi: Tindakan untuk menekan atau meredakan nyeri. Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan adalah pasien mampu mengontrol atau mengurangi tingkat nyeri yang dialami. Indikator luaran yang relevan mencakup: menyatakan nyeri terkontrol, menunjukkan perilaku yang menunjukkan kenyamanan (misalnya, tidak gelisah, dapat beristirahat), menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, dan melaporkan penurunan skala nyeri. Targetnya adalah pasien melaporkan penurunan sensasi terbakar, kesemutan, dan mati rasa, serta dapat beristirahat dengan lebih baik di malam hari tanpa terganggu nyeri.
Intervensi Keperawatan (SIKI 4410: Manajemen Nyeri)
Definisi: Memberikan kenyamanan dan meringankan nyeri dengan melakukan tindakan farmakologis, non-farmakologis, dan konseling. Intervensi ini dipilih karena secara komprehensif menangani nyeri neuropatik. Aktivitas spesifik yang harus dilakukan perawat meliputi:
1. Pengkajian: Menilai karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala 0-10, kualitas terbakar/kesemutan, faktor pencetus dan pereda, pola waktu seperti memburuk di malam hari) secara komprehensif.
2. Intervensi Non-Farmakologis: Memberikan edukasi dan menerapkan teknik seperti terapi dingin/panas (dengan hati-hati mengingat risiko luka pada diabetes), elevasi kaki, distraksi, relaksasi, atau pijat ringan. Mengajarkan pasien tentang foot care untuk mencegah cedera yang dapat memperparah nyeri.
3. Kolaborasi Farmakologis: Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian dan pemantauan obat-obatan untuk nyeri neuropatik seperti antidepresan trisiklik (amitriptilin), antikonvulsan (gabapentin, pregabalin), atau analgesik lainnya sesuai resep. Memantau efek samping dan efektivitasnya.
4. Edukasi dan Konseling: Menjelaskan hubungan antara kadar gula darah yang tidak terkontrol dengan kerusakan saraf dan nyeri. Memotivasi pasien untuk mencapai kontrol glikemik optimal sebagai terapi dasar. Mengajarkan pasien untuk memantau kaki secara rutin dan melaporkan perubahan sensasi.
5. Lingkungan: Menciptakan lingkungan yang tenang, terutama pada malam hari, untuk mempromosikan istirahat dan mengurangi persepsi nyeri.
Dengan menerapkan SIKI 4410 secara holistik, perawat menargetkan tidak hanya gejala nyeri tetapi juga faktor penyebab (diabetes tidak terkontrol) dan pencegahan komplikasi lebih lanjut, sehingga mendukung tercapainya luaran SLKI 1401 (Kontrol Nyeri) untuk diagnosa SDKI 0028 (Nyeri Akut). Pendekatan ini esensial karena nyeri neuropatik sulit dikelola dan memerlukan kombinasi strategi.