Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 9755 | 24 Dec 2024
Klinis : Termoregulasi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi gangguan termoregulasi.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi gangguan termoregulasi adalah "Ketidakefektifan Thermoregulasi". Diagnosa ini menggambarkan ketidakmampuan individu untuk mempertahankan suhu tubuh normal dalam rentang yang diharapkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan sistem saraf pusat, gangguan hormonal, dehidrasi, atau paparan kondisi lingkungan yang ekstrem.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan asuhan keperawatan yang komprehensif, luaran yang diharapkan adalah:
1. Stabilitas Suhu Tubuh: Pasien menunjukkan suhu tubuh yang stabil dalam rentang normal (36,5-37,5°C).
2. Termoregulasi Efektif: Pasien menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuh normal melalui mekanisme vasokonstriksi, vasodilatasi, dan berkeringat yang efektif.
3. Tidak ada Tanda-Tanda Hipertermia atau Hipotermia: Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda hipertermia (suhu >37,5°C) atau hipotermia (suhu <36,5°C).
4. Kenyamanan Pasien: Pasien melaporkan kenyamanan suhu tubuhnya dan tidak mengeluhkan sensasi panas atau dingin yang berlebihan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Pemantauan Suhu Tubuh: Lakukan pemantauan suhu tubur pasien secara berkala (minimal 4 kali sehari) dan catat hasilnya untuk memantau tren suhu.
2. Manajemen Lingkungan: Atur suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara di lingkungan pasien untuk mendukung termoregulasi yang efektif.
3. Manajemen Cairan dan Elektrolit: Pantau asupan dan pengeluaran cairan pasien, serta kontrol keseimbangan elektrolit (natrium, kalium, klorida) untuk mencegah dehidrasi atau gangguan keseimbangan cairan.
4. Tindakan Pendinginan/Pemanasan: Lakukan tindakan pendinginan (misalnya kompes dingin, kipas angin) atau pemanasan (misalnya selimut hangat, botol air panas) untuk membantu stabilisasi suhu tubuh sesuai kebutuhan.
5. Edukasi Pasien dan Keluarga: Edukasi pasien dan keluarga mengenai pentingnya menjaga suhu tubuh, tanda-tanda hipertermia dan hipotermia, serta strategi untuk mempertahankan suhu tubuh yang optimal.
6. Kolaborasi dengan Tenaga Kesehatan Lain: Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter, ahli gizi, dan fisioterapis, untuk memberikan penatalaksanaan yang komprehensif bagi pasien dengan gangguan termoregulasi.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diinginkan, yaitu stabilitas suhu tubuh, termoregulasi yang efektif, serta kenyamanan dan keamanan pasien dalam mempertahankan suhu tubuh normal. -
Article No. 9756 | 24 Dec 2024
Klinis : Termoregulasi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan penjelasan rinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi termoregulasi.
Diagnosa Keperawatan SDKI untuk Kondisi Termoregulasi:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi termoregulasi adalah "Hipertermia". Hipertermia didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh di atas normal yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu dengan efektif. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, dehidrasi, gangguan sistem saraf pusat, atau paparan lingkungan yang bersuhu tinggi.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Suhu tubuh dalam batas normal: Setelah menerima asuhan keperawatan, diharapkan suhu tubuh pasien dapat kembali ke dalam batas normal, yaitu 36,5°C - 37,5°C.
2. Tidak ada tanda-tanda hipertermia: Setelah asuhan keperawatan, diharapkan tidak ada lagi tanda-tanda hipertermia, seperti peningkatan suhu tubuh, kulit yang terasa panas, dan menurunnya kesadaran.
3. Stabilitas hemodinamik: Luaran yang diharapkan adalah stabilitas hemodinamik pasien, seperti tekanan darah, denyut nadi, dan laju pernapasan yang berada dalam batas normal.
4. Peningkatan kenyamanan pasien: Asuhan keperawatan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien, seperti menurunnya rasa tidak nyaman akibat peningkatan suhu tubuh.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan suhu tubuh secara berkala: Perawat harus melakukan pemantauan suhu tubuh pasien secara rutin untuk mengetahui perubahan suhu dan mengambil tindakan yang tepat.
2. Manajemen suhu tubuh: Perawat dapat melakukan intervensi untuk menurunkan suhu tubuh, seperti memberikan kompres dingin, menggunakan kipas angin, atau menurunkan suhu ruangan.
3. Pemberian cairan dan elektrolit: Perawat harus memastikan pasien mendapatkan cairan dan elektrolit yang cukup untuk menghindari dehidrasi, yang dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh.
4. Manajemen lingkungan: Perawat harus mengatur lingkungan sekitar pasien agar suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara sesuai untuk mencegah peningkatan suhu tubuh.
5. Edukasi dan promosi kesehatan: Perawat harus memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang cara mencegah dan mengatasi hipertermia, serta mempromosikan gaya hidup yang sehat.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan suhu tubuh pasien dapat kembali normal, tanda-tanda hipertermia hilang, hemodinamik stabil, dan pasien merasa lebih nyaman. -
Article No. 9757 | 24 Dec 2024
Klinis : Termoregulasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi termoregulasi.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Termoregulasi
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Termoregulasi adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Suhu Tubuh Dalam Batas Normal
2. Kenyamanan Termal
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Termoregulasi
2. Manajemen Lingkungan
3. Terapi Hangat/Dingin
Sebagai perawat, saya memahami pentingnya menjaga keseimbangan termoregulasi pasien untuk mencapai kondisi kesehatan yang optimal. Diagnosa keperawatan ini mengidentifikasi masalah dalam kemampuan pasien untuk mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal. Melalui intervensi keperawatan yang terarah, seperti manajemen termoregulasi, manajemen lingkungan, dan terapi hangat/dingin, perawat dapat membantu pasien mencapai suhu tubuh yang sesuai dan meningkatkan kenyamanan termal.
Diharapkan penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai diagnosa keperawatan dan standar praktik keperawatan terkait kondisi termoregulasi berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Saya siap untuk memberikan penjelasan lebih lanjut jika diperlukan. -
Article No. 9758 | 24 Dec 2024
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, untuk kondisi pasien pria usia 45 tahun dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan, serta hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas dan lesi di paru, dengan diagnosis awal tuberkulosis paru, maka:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis atau histologis positif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 87.44
- Deskripsi: Rontgen dada, 2 atau lebih proyeksi
Penjelasan:
- Kode ICD-10 A15.0 adalah untuk tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis atau histologis positif, yang sesuai dengan diagnosis awal pada kasus ini.
- Kode ICD-9-CM 87.44 adalah untuk prosedur rontgen dada dengan 2 atau lebih proyeksi, yang merupakan tindakan diagnostik yang dilakukan pada pasien ini. -
Article No. 9759 | 24 Dec 2024
Klinis : - Mengeluh lemah dan nyeri abdomen kuadran kiri bawah - Mengeluh perubahan terhadap defekasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat dari SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses patologis di abdomen kuadran kiri bawah
2. Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan proses patologis di abdomen kuadran kiri bawah
Penjelasan:
1. Nyeri Akut:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang digambarkan dalam istilah seperti itu (nyeri).
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Individu melaporkan pengurangan rasa nyeri, menunjukkan perilaku yang mengindikasikan berkurangnya nyeri, dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan nyeri.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, seperti pemberian analgesik, kompres hangat/dingin, teknik relaksasi, dan distraksi.
2. Perubahan Pola Eliminasi:
- SDKI: Perubahan dari pola eliminasi usus yang normal.
- SLKI: Individu melaporkan pola eliminasi usus yang normal, menunjukkan tanda-tanda fungsi usus yang sesuai, dan mampu mempertahankan pola eliminasi usus yang sehat.
- SIKI: Intervensi yang bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan pola eliminasi usus yang normal, seperti pemberian laksatif, peningkatan asupan cairan, dan edukasi mengenai pola makan yang sehat.
Dalam kondisi pasien yang Anda deskripsikan, yaitu mengeluh lemah dan nyeri abdomen kuadran kiri bawah serta perubahan terhadap defekasi, diagnosa keperawatan yang muncul adalah Nyeri Akut dan Perubahan Pola Eliminasi. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemberian analgesik, kompres hangat/dingin, teknik relaksasi, distraksi, pemberian laksatif, peningkatan asupan cairan, dan edukasi mengenai pola makan yang sehat. -
Article No. 9760 | 24 Dec 2024
Klinis : - Mengeluh lemah dan nyeri abdomen kuadran kiri bawah - Mengeluh perubahan terhadap defekasi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci sesuai dengan permintaan Anda.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
1. Nyeri Kronis
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan seperti itu, yang berlangsung lebih dari tiga bulan.
- Karakteristik Definisi: Melaporkan nyeri yang berlangsung lebih dari 3 bulan, Mengeluh nyeri yang menetap, Menunjukkan perubahan gaya hidup akibat nyeri yang dialami.
2. Konstipasi
- Definisi: Buang air besar yang tidak teratur, sulit, atau tidak tuntas.
- Karakteristik Definisi: Melaporkan perubahan frekuensi defekasi, Melaporkan konsistensi feses yang keras, Melaporkan rasa tidak puas setelah buang air besar.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Manajemen Nyeri
- Definisi: Kemampuan untuk mengontrol rasa nyeri.
- Kriteria Hasil:
- Melaporkan penurunan intensitas nyeri
- Mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri yang efektif
- Menunjukkan perilaku yang mengarah pada penurunan nyeri
2. Regulasi Defekasi
- Definisi: Kemampuan untuk mengatur pola dan frekuensi buang air besar.
- Kriteria Hasil:
- Melaporkan pola defekasi yang teratur
- Mendemonstrasikan perilaku yang mendukung regulasi defekasi
- Melaporkan perasaan puas setelah buang air besar
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Nyeri
- Pengkajian Nyeri
- Pemberian Analgesik
- Terapi Relaksasi
- Terapi Distraksi
- Kompres Hangat/Dingin
- Edukasi Manajemen Nyeri
2. Manajemen Konstipasi
- Pengkajian Defekasi
- Pemberian Bulking Agent/Laksatif
- Pengaturan Intake Cairan dan Serat
- Latihan Fisik
- Edukasi Manajemen Konstipasi
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai dengan kondisi pasien adalah Nyeri Kronis dan Konstipasi. Nyeri Kronis dikarenakan pasien mengeluh nyeri abdomen yang berlangsung lama, sedangkan Konstipasi dikarenakan pasien mengeluh perubahan terhadap defekasi.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI) adalah Manajemen Nyeri dan Regulasi Defekasi. Manajemen Nyeri bertujuan untuk menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kemampuan pasien dalam mengelola nyeri, dan memperbaiki perilaku terkait nyeri. Regulasi Defekasi bertujuan untuk memulihkan pola defekasi yang teratur, meningkatkan kemampuan pasien dalam mengatur defekasi, dan meningkatkan kepuasan pasien terhadap proses buang air besar.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI) meliputi pengkajian, pemberian terapi, latihan, dan edukasi. Untuk Manajemen Nyeri, intervensi yang dapat dilakukan adalah pengkajian nyeri, pemberian analgesik, terapi relaksasi, terapi distraksi, kompres hangat/dingin, dan edukasi manajemen nyeri. Untuk Manajemen Konstipasi, intervensi yang dapat dilakukan adalah pengkajian defekasi, pemberian bulking agent/laksatif, pengaturan intake cairan dan serat, latihan fisik, dan edukasi manajemen konstipasi. -
Article No. 9761 | 24 Dec 2024
Klinis : - Mengeluh lemah dan nyeri abdomen kuadran kiri bawah - Mengeluh perubahan terhadap defekasi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: R10.3
- Deskripsi: Nyeri perut dan panggul, Kuadran kiri bawah
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 45.73
- Deskripsi: Kolonoskopi, tanpa biopsidani/atau kauterisasi
Penjelasan:
Berdasarkan keluhan pasien yang mengeluhkan lemah dan nyeri abdomen di kuadran kiri bawah serta perubahan pada defekasi, kode ICD-10 yang sesuai adalah R10.3 (Nyeri perut dan panggul, Kuadran kiri bawah). Kode ini mencakup keluhan nyeri di kuadran kiri bawah abdomen.
Terkait dengan keluhan perubahan defekasi, prosedur yang mungkin dilakukan adalah kolonoskopi, yang memiliki kode ICD-9-CM 45.73 (Kolonoskopi, tanpa biopsi dan/atau kauterisasi). Kolonoskopi merupakan pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mengevaluasi perubahan pada pola defekasi dan mendeteksi adanya kelainan di dalam kolon.
Dengan demikian, kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur medis yang sesuai dengan kondisi pasien adalah seperti yang tercantum di atas. -
Article No. 9762 | 24 Dec 2024
Klinis : - Mengeluh lemah dan nyeri abdomen kuadran kiri bawah - Mengeluh perubahan terhadap defekasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda jelaskan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut
2. Perubahan pola eliminasi
Penjelasan:
1. Nyeri Akut
SDKI: Individu mengalami sensasi ketidaknyamanan akut yang disebabkan oleh stimulus sensorik atau kerusakan jaringan yang mengakibatkan respon fisiologis dan psikologis.
SLKI: Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah pasien dapat melaporkan nyeri yang terkontrol.
SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, pemberian analgesik, terapi relaksasi, terapi dingin/hangat, dan edukasi mengenai nyeri.
2. Perubahan Pola Eliminasi
SDKI: Individu mengalami perubahan pola eliminasi yang tidak sesuai dengan kebiasaan sebelumnya.
SLKI: Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah pasien dapat mempertahankan pola eliminasi yang adekuat.
SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemantauan pola eliminasi, pemberian laksatif atau supositoria, manajemen konstipasi, dan edukasi mengenai pola eliminasi yang sehat.
Perawat akan melakukan pengkajian yang lebih komprehensif, merumuskan diagnosa keperawatan, menetapkan tujuan, dan merencanakan intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien. Tujuan akhirnya adalah pasien dapat mencapai outcome yang diharapkan. -
Article No. 9763 | 24 Dec 2024
Klinis : - Mengeluh lemah dan nyeri abdomen kuadran kiri bawah - Mengeluh perubahan terhadap defekasi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri kronis berhubungan dengan proses penyakit gastrointestinal, ditandai dengan keluhan nyeri abdomen kuadran kiri bawah.
2. Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan proses penyakit gastrointestinal, ditandai dengan keluhan perubahan terhadap defekasi.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri kronis teratasi: Pasien mampu mengontrol nyeri, melaporkan nyeri berkurang, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.
2. Pola eliminasi menjadi normal: Pasien melaporkan frekuensi, konsistensi, dan bentuk feses kembali normal, serta tidak ada keluhan terkait defekasi.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Intervensi untuk mengatasi nyeri kronis:
a. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas).
b. Berikan analgesik sesuai kebutuhan dan atas instruksi dokter.
c. Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, distraksi, dan kompres hangat.
d. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menentukan penyebab nyeri dan penanganan yang sesuai.
2. Intervensi untuk mengatasi perubahan pola eliminasi:
a. Lakukan pengkajian pola eliminasi (frekuensi, konsistensi, bentuk feses).
b. Ajarkan diet dan asupan cairan yang sesuai untuk menjaga konsistensi feses.
c. Berikan laksatif atau suplemen serat sesuai instruksi dokter.
d. Ajarkan teknik defekasi yang benar dan jadwal eliminasi yang teratur.
e. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menentukan penyebab perubahan pola eliminasi dan penanganan yang sesuai.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan keluhan utama pasien, yaitu nyeri abdomen kuadran kiri bawah dan perubahan terhadap defekasi. Hal ini mengarah pada kemungkinan adanya proses penyakit gastrointestinal, seperti inflamasi usus, obstruksi, atau kondisi lainnya.
Luaran yang diharapkan setelah asuhan keperawatan adalah pasien dapat mengelola nyeri dengan baik, sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Selain itu, diharapkan pola eliminasi pasien kembali normal, dengan frekuensi, konsistensi, dan bentuk feses yang sesuai.
Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup pengkajian yang komprehensif, pemberian analgesik dan laksatif sesuai instruksi dokter, serta edukasi dan latihan untuk manajemen nyeri non-farmakologis dan teknik defekasi yang benar. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain juga diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
Dengan penerapan asuhan keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan dan memperoleh peningkatan kondisi kesehatan yang optimal. -
Article No. 9764 | 24 Dec 2024
Klinis : Seorang wanita umur 25, dibawa kerumah sakit dengan keluhan bersedih karena habis kecelakaan. Saat dikaji oleh perawat tangan pasien patah, dia marah dengan tuhan atau menyalahkan Tuhan, dia merasa tidak sempurna lagi. Sebutkan diagnosa ICD, SDKI, SLKI, SIKI, NANDA dan kodenya. Sebutkan pula pemeriksaan penunjang dan obat-obatan yang sesuai untuk pasien.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Berduka Disfungsional (SDKI: 10014)
- Definisi: Respon maladaptif terhadap kehilangan, yang ditandai oleh kesedihan intens, marah, penolakan, dan kecemasan.
- Penyebab: Kehilangan fungsi tubuh (tangan patah) yang berdampak pada perubahan kondisi fisik.
- Gejala: Menunjukkan perasaan marah atau menyalahkan Tuhan, merasa tidak sempurna lagi.
Diagnosa ICD:
- ICD-10: F43.2 Gangguan Penyesuaian
- Definisi: Gangguan emosional yang muncul sebagai reaksi terhadap stres psikososial yang signifikan dan bersifat sementara.
Diagnosa NANDA:
- NANDA: Berduka Disfungsional (00LayunaraStrukturalNamaDiagnosa)
- Definisi: Respon maladaptif terhadap kehilangan, yang ditandai oleh kesedihan intens, marah, penolakan, dan kecemasan.
Pemeriksaan Penunjang:
- Pemeriksaan psikologis (tes kepribadian, tes kecemasan, dll.)
- Pemeriksaan fisik (pemeriksaan tangan patah)
Obat-obatan:
- Antidepresan (SSRI, SNRI)
- Antiansietas (benzodiazepin)
- Analgetik (untuk menangani nyeri)
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Adaptasi Berduka (SLKI: 10301)
- Definisi: Mencapai keseimbangan emosional dan penerimaan yang sehat terhadap kehilangan.
- Kriteria Hasil:
- Mengekspresikan perasaan sedih secara terbuka.
- Mengenali dan menerima perasaan yang muncul terkait kehilangan.
- Menunjukkan strategi koping yang efektif.
- Menunjukkan penerimaan terhadap perubahan kondisi fisik.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Terapi Berduka (SIKI: 10105)
- Definisi: Membantu klien mengekspresikan dan mengatasi perasaan yang muncul terkait kehilangan.
- Aktivitas:
- Memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan sedih, marah, dan penolakan.
- Membantu mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan secara terbuka.
- Memberikan dukungan emosional dan empati.
- Mendorong untuk mengenali dan menerima perasaan terkait kehilangan.
- Mengajarkan strategi koping yang efektif.
- Mendiskusikan perubahan kondisi fisik dan membantu penerimaan terhadap perubahan tersebut.
2. Terapi Spiritual (SIKI: 10420)
- Definisi: Membantu klien mengeksplorasi dan menggunakan keyakinan spiritual untuk meningkatkan kesejahteraan.
- Aktivitas:
- Mengidentifikasi keyakinan spiritual klien.
- Memfasilitasi aktivitas keagamaan sesuai kebutuhan klien.
- Mendiskusikan perasaan marah atau menyalahkan Tuhan, dan membantu menemukan makna spiritual.
- Mendorong klien untuk menemukan kekuatan dan dukungan dari keyakinan spiritual.
Penjelasan rinci dan terperinci:
Pasien mengalami berduka disfungsional sebagai respon maladaptif terhadap kehilangan fungsi tubuh (tangan patah) akibat kecelakaan. Hal ini mengakibatkan perubahan kondisi fisik dan psikologis pasien, yang ditandai dengan perasaan marah, menyalahkan Tuhan, dan merasa tidak sempurna lagi.
Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Berduka Disfungsional (SDKI: 10014), yang juga termasuk dalam Gangguan Penyesuaian (ICD-10: F43.2) dan Berduka Disfungsional (NANDA: 00LayunaraStrukturalNamaDiagnosa). Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan psikologis (tes kepribadian, tes kecemasan, dll.) dan pemeriksaan fisik (pemeriksaan tangan patah). Obat-obatan yang diberikan dapat berupa antidepresan, antiansietas, dan analgetik untuk menangani kondisi pasien.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan adalah Adaptasi Berduka (SLKI: 10301), di mana pasien dapat mencapai keseimbangan emosional dan penerimaan yang sehat terhadap kehilangan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien dapat mengekspresikan perasaan sedih secara terbuka, mengenali dan menerima perasaan yang muncul terkait kehilangan, menunjukkan strategi koping yang efektif, dan menunjukkan penerimaan terhadap perubahan kondisi fisik.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran adalah:
1. Terapi Berduka (SIKI: 10105), yang bertujuan untuk membantu pasien mengekspresikan dan mengatasi perasaan yang muncul terkait kehilangan.
2. Terapi Spiritual (SIKI: 10420), yang bertujuan untuk membantu pasien mengeksplorasi dan menggunakan keyakinan spiritual untuk meningkatkan kesejahteraan, serta membantu menemukan makna spiritual terkait perasaan marah atau menyalahkan Tuhan.
Dengan intervensi keperawatan yang komprehensif dan terencana, diharapkan pasien dapat mencapai Adaptasi Berduka dan mengatasi berduka disfungsionalnya secara efektif.