Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23824 | 26 Jan 2026
Klinis : Nyeri pada paha kiri R. Femur (S) L: Open wound (-), hiperemis (-), ekimosis (-), swelling (+), deformitas (-), skin tenting (-) F: NT (+), krepitasi (-), tidak terdapat neurovascular disturbance, CRT < 2 detik M: ROM terbatas nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada upaya untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien. Tujuan utamanya adalah agar nyeri pasien dapat teratasi, yang ditandai dengan skala nyeri yang menurun hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang sama sekali sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Luaran ini diukur melalui penilaian verbal atau non-verbal pasien mengenai intensitas, lokasi, dan karakter nyeri. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan intervensi keperawatan dalam memodulasi persepsi nyeri, mengurangi distress, dan meningkatkan kenyamanan. Dalam konteks fraktur femur, penurunan nyeri merupakan indikator awal yang penting untuk memungkinkan pasien berpartisipasi dalam aktivitas pemulihan lainnya, seperti latihan rentang gerak terbatas. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang valid seperti Numeric Rating Scale (NRS) atau Wong-Baker Faces Scale, dimana target yang realistis ditetapkan bersama pasien, misalnya penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 3 dalam 24 jam pertama setelah intervensi.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Intervensi ini adalah pemberian obat-obatan farmakologis yang diresepkan oleh dokter untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Pada kasus nyeri akut akibat fraktur seperti ini, analgesik yang umum diberikan termasuk opioid (contoh: morfin, fentanil) untuk nyeri berat, atau non-opioid (contoh: parasetamol, NSAID seperti ketorolak). Peran perawat adalah melaksanakan pemberian obat secara tepat (right patient, right drug, right dose, right route, right time), memantau efektivitasnya dengan menilai skala nyeri sebelum dan setelah pemberian, serta mengobservasi dan mengelola efek samping yang mungkin timbul (misalnya mual, sedasi, depresi pernapasan untuk opioid; atau gangguan lambung untuk NSAID). Selain pemberian obat, intervensi ini juga mencakup edukasi kepada pasien tentang regimen obat, tujuan pengobatan, dan pentingnya melaporkan nyeri secara proaktif. Pemberian analgesik secara reguler (around-the-clock) pada fase awal seringkali lebih efektif daripada pemberian sesuai permintaan (prn) untuk mengendalikan nyeri traumatik yang berat dan memungkinkan mobilisasi dini yang lebih nyaman.
Kondisi: Mobilitas Fisik Terganggu
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja dalam lingkungan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk meningkatkan atau mempertahankan kemampuan mobilitas pasien. Tujuannya adalah agar pasien dapat menunjukkan peningkatan kemampuan bergerak secara mandiri atau dengan bantuan sesuai batasan yang ditetapkan. Luaran ini diukur melalui observasi terhadap kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas seperti mengubah posisi, berpindah, atau berjalan (jika diizinkan). Dalam kasus fraktur femur dengan pembengkakan dan nyeri, luaran yang realistis pada fase awal mungkin adalah pasien dapat melakukan perawatan diri di tempat tidur dengan bantuan minimal, atau dapat melakukan latihan rentang gerak (ROM) pada ekstremitas yang tidak terdampak secara mandiri. Peningkatan mobilitas juga ditandai dengan tidak adanya komplikasi imobilisasi seperti kontraktur, atrofi otot yang signifikan, atau ulkus dekubitus. Perawat akan menilai parameter seperti kekuatan otot, koordinasi, dan toleransi aktivitas. Target jangka panjang adalah pasien dapat melakukan ambulasi progresif dengan alat bantu sesuai rencana rehabilitasi pasca stabilisasi fraktur.
Kode SIKI: I.09023
Deskripsi : Intervensi ini melibatkan bantuan aktif dari perawat untuk memindahkan atau mengubah posisi pasien di tempat tidur, kursi, atau selama prosedur. Pada pasien dengan fraktur femur yang nyeri dan bengkak, teknik pemindahan harus sangat hati-hati untuk mencegah pergeseran fragmen tulang dan memperburuk cedera. Prinsipnya adalah mempertahankan alignment ekstremitas yang cedera (misalnya dengan penyangga/tumpukan bantal), menggunakan teknik mengangkat yang benar (seperti menarik, bukan menggeser), dan mungkin melibatkan alat bantu seperti papan geser (sliding board). Intervensi ini juga mencakup edukasi dan supervisi kepada pasien serta keluarga tentang cara yang aman untuk bergerak. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi mobilitas yang diperlukan untuk perawatan dan kenyamanan sambil meminimalkan risiko cedera lebih lanjut dan mempertahankan stabilitas fraktur. Posisi yang sering diubah juga membantu mencegah komplikasi imobilisasi dan meningkatkan sirkulasi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen.
Kode SLKI: L.18001
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada pencegahan infeksi. Tujuannya adalah agar pasien tetap bebas dari tanda dan gejala infeksi selama periode perawatan. Luaran ini dimanifestasikan dengan tidak adanya indikator infeksi seperti demam, kemerahan (hiperemis), panas, bengkak (swelling) yang meningkat, nyeri bertambah, atau adanya drainase purulen dari lokasi cedera. Meskipun pada kondisi pasien ini disebut "open wound (-)" dan "hiperemis (-)", adanya trauma jaringan tertutup dengan pembengkakan (swelling +) tetap menciptakan risiko infeksi, terutama jika ada prosedur invasif seperti operasi fiksasi fraktur. Perawat akan memantau tanda-tanda vital (terutama suhu), inspeksi kondisi kulit dan jaringan sekitar fraktur, serta menilai hasil laboratorium seperti leukosit. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan tubuh pasien tetap utuh dan intervensi pencegahan berhasil. Pasien dan keluarga juga diharapkan dapat menyebutkan tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan.
Kode SIKI: I.18020
Deskripsi : Intervensi ini adalah tindakan membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan handrub berbasis alkohol untuk menghilangkan mikroorganisme transien. Cuci tangan merupakan langkah paling mendasar dan efektif dalam memutus rantai infeksi. Dalam konteks merawat pasien dengan fraktur, cuci tangan harus dilakukan secara ketat oleh perawat, pasien, dan pengunjung pada lima momen penting: sebelum menyentuh pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik, setelah terpapar cairan tubuh pasien, setelah menyentuh pasien, dan setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien. Terutama sebelum dan setelah melakukan perawatan pada area yang bengkak, melakukan perawatan luka jika ada, atau memasang/memobilisasi alat traksi/fiksasi. Edukasi kepada pasien tentang pentingnya cuci tangan juga bagian dari intervensi ini, terutama untuk mencegah infeksi silang dan mempersiapkan pasien melakukan perawatan mandiri di rumah. Kepatuhan terhadap hand hygiene secara konsisten secara signifikan mengurangi risiko infeksi nosokomial.
-
Article No. 23825 | 26 Jan 2026
Klinis : Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi pusat pernapasan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan, serta penjelasan singkat mengenai Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) beserta kode dan definisinya, yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), disajikan dalam format HTML yang siap ditampilkan.
```html
Diagnosa Keperawatan: Pola Napas Tidak Efektif