Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 10308 | 04 Jan 2025
Klinis : Seorang perawat sedang melakukan perumusan diagnosa keperawatan pada pasien atas nama Ny. "G" umur 67 tahun dibawa kerumah sakit dengan keluhan sesak nafas, lemah, pusing, panas. Pasien mengatakan sesak bertmabah parah ketika beraktivitas, pasien mempunyai riawayat asma. hasil TTV TD : 160/90 mmHg, RR : 30 x.menit, S : 38 derajat selsius, N : 100 x/menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi Ny. "G":
1. Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
2. Penjelasan Singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Penyebab: Sekret yang berlebihan, obstruksi jalan napas, kelemahan otot pernapasan, kecemasan.
- Gejala dan Tanda: Sesak napas, takipnea, penggunaan otot bantu napas, suara napas tidak normal, sianosis.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang Diharapkan: Jalan napas paten, frekuensi napas dalam rentang normal, tidak ada sianosis, kemampuan batuk efektif.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen Jalan Napas, Manajemen Oksigenasi, Manajemen Ventilasi.
- Tindakan: Observasi tanda-tanda vital, bantu bersihan jalan napas, kolaborasi pemberian oksigen, kolaborasi pemberian bronkodilator.
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien Ny. "G" mengalami sesak napas, lemah, pusing, dan panas, dengan riwayat asma. Hasil tanda-tanda vital menunjukkan peningkatan tekanan darah, frekuensi napas yang cepat, dan demam. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, dengan intervensi keperawatan yang fokus pada manajemen jalan napas, oksigenasi, dan ventilasi untuk membantu mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif. -
Article No. 10309 | 04 Jan 2025
Klinis : Seorang perawat sedang melakukan perumusan diagnosa keperawatan pada pasien atas nama Ny. "G" umur 67 tahun dibawa kerumah sakit dengan keluhan sesak nafas, lemah, pusing, panas. Pasien mengatakan sesak bertmabah parah ketika beraktivitas, pasien mempunyai riawayat asma. hasil TTV TD : 160/90 mmHg, RR : 30 x.menit, S : 38 derajat selsius, N : 100 x/menit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang dapat dirumuskan dengan penjelasan singkat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mempertahankan permeabilitas jalan napas untuk memfasilitasi pertukaran gas.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan permeabilitas jalan napas sehingga dapat memfasilitasi pertukaran gas.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan permeabilitas jalan napas sehingga dapat memfasilitasi pertukaran gas.
2. Diagnosa Keperawatan: Kelebihan Volume Cairan
- SDKI: Kelebihan cairan yang terjadi pada kompartemen intravaskular, interstisial, atau rongga tubuh.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mengelola kelebihan cairan pada kompartemen intravaskular, interstisial, atau rongga tubuh.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengelola kelebihan cairan pada kompartemen intravaskular, interstisial, atau rongga tubuh.
3. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk memfasilitasi toleransi terhadap aktivitas fisik.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk memfasilitasi toleransi terhadap aktivitas fisik.
Penjelasan singkat:
- Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif: Pasien mengalami sesak napas, terutama saat beraktivitas, yang dapat disebabkan oleh asma yang diderita.
- Kelebihan Volume Cairan: Tanda-tanda seperti peningkatan tekanan darah, nadi, dan suhu tubuh dapat mengindikasikan adanya kelebihan cairan.
- Intoleransi Aktivitas: Pasien mengeluhkan kelemahan dan pusing, yang dapat menunjukkan intoleransi aktivitas. -
Article No. 10310 | 04 Jan 2025
Klinis : Seorang perawat sedang melakukan perumusan diagnosa keperawatan pada pasien atas nama Tn. "H" umur 47 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke pundak, leher dan rahang, sesak nafas, dada berdebar-debar. Pasien mengatakan skala nyeri yang dirasakan yaitu 7. Hasil TTV TD : 150/100 mmHg, S : 37,7 derajat selsius, RR : 28 x/menit, N : 98 x.menit, hasil EKG adanya interpretasi aritmia pada jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang dideskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemia miokard, ditandai dengan keluhan nyeri dada menjalar ke pundak, leher, dan rahang, skala nyeri 7.
Penjelasan singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Penyebab: Iskemia miokard.
- Gejala/Tanda: Nyeri dada menjalar, skala nyeri 7.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat melaporkan penurunan nyeri dan mendemonstrasikan strategi mengatasi nyeri yang efektif.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen nyeri, yang meliputi penilaian nyeri, pemberian analgetik, teknik relaksasi, dan komunikasi terapeutik.
2. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan peningkatan beban kerja jantung, ditandai dengan sesak napas dan penggunaan otot bantu pernapasan.
Penjelasan singkat:
a. SDKI:
- Definisi: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
- Penyebab: Peningkatan beban kerja jantung akibat aritmia.
- Gejala/Tanda: Sesak napas, penggunaan otot bantu pernapasan.
b. SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat bernapas dengan irama dan kedalaman yang normal.
c. SIKI:
- Intervensi: Manajemen jalan napas, yang meliputi pemantauan status pernapasan, pemberian oksigen, dan teknik pernapasan.
3. Risiko ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, ditandai dengan TD 150/100 mmHg.
Penjelasan singkat:
a. SDKI:
- Definisi: Risiko mengalami kelebihan atau kekurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler.
- Penyebab: Peningkatan tekanan darah.
- Gejala/Tanda: TD 150/100 mmHg.
b. SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Pasien mencapai keseimbangan cairan yang optimal.
c. SIKI:
- Intervensi: Manajemen hipertensi, yang meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pemberian terapi antihipertensi, dan edukasi gaya hidup sehat.
Catatan: Diagnosa keperawatan dan intervensi dapat disesuaikan berdasarkan kondisi klinis pasien dan hasil pemeriksaan lanjutan. -
Article No. 10311 | 04 Jan 2025
Klinis : Seorang perawat sedang melakukan perumusan luaran dan tujuan intervensi pada pasien atas nama Tn. "H" umur 47 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke pundak, leher dan rahang, sesak nafas, dada berdebar-debar. Pasien mengatakan skala nyeri yang dirasakan yaitu 7. Hasil TTV TD : 150/100 mmHg, S : 37,7 derajat selsius, RR : 28 x/menit, N : 98 x.menit, hasil EKG adanya interpretasi aritmia pada jantung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat dirumuskan beberapa Diagnosa Keperawatan dengan penjelasan singkat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau yang dijelaskan dalam istilah tersebut (tingkat atau jenis kerusakan).
- SLKI: Tujuan intervensi yang dapat dirumuskan adalah Pasien melaporkan nyeri terkontrol dalam rentang yang dapat diterima.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain Manajemen Nyeri, Terapi Farmakologis, dan Terapi Relaksasi.
2. Diagnosa Keperawatan: Pola Napas Tidak Efektif
- SDKI: Pola Napas Tidak Efektif adalah inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
- SLKI: Tujuan intervensi yang dapat dirumuskan adalah Pasien menunjukkan pola napas efektif.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain Manajemen Jalan Napas, Terapi Oksigen, dan Terapi Napas.
3. Diagnosa Keperawatan: Ketidakstabilan Tanda-Tanda Vital
- SDKI: Ketidakstabilan Tanda-Tanda Vital adalah fluktuasi tidak normal dalam tanda-tanda vital.
- SLKI: Tujuan intervensi yang dapat dirumuskan adalah Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain Pemantauan Tanda-Tanda Vital, Terapi Farmakologis, dan Manajemen Hipertensi.
4. Diagnosa Keperawatan: Risiko Perfusi Jaringan Kardiak Tidak Efektif
- SDKI: Risiko Perfusi Jaringan Kardiak Tidak Efektif adalah keadaan berisiko mengalami gangguan suplai oksigen ke otot jantung.
- SLKI: Tujuan intervensi yang dapat dirumuskan adalah Tidak terjadi komplikasi akibat gangguan perfusi jaringan kardiak.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain Pemantauan Jantung, Manajemen Disritmia, dan Manajemen Nyeri Dada.
Secara umum, diagnosa-diagnosa tersebut dan penjelasan singkatnya sesuai dengan kondisi pasien Tn. "H" yang mengalami nyeri dada, sesak napas, dan ketidakstabilan tanda-tanda vital. Perumusan luaran dan tujuan intervensi serta intervensi keperawatan yang sesuai dapat dilakukan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI. -
Article No. 10312 | 04 Jan 2025
Klinis : Seorang perawat sedang melakukan perumusan luaran dan tujuan intervensi pada pasien atas nama Tn. "H" umur 47 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar ke pundak, leher dan rahang, sesak nafas, dada berdebar-debar. Pasien mengatakan skala nyeri yang dirasakan yaitu 7. Hasil TTV TD : 150/100 mmHg, S : 37,7 derajat selsius, RR : 28 x/menit, N : 98 x.menit, hasil EKG adanya interpretasi aritmia pada jantung
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi tersebut adalah:
1. Nyeri Akut (SDKI 2017:273)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah tersebut.
Penyebab: Agen pencedera fisik, agen pencedera kimiawi, agen pencedera biologis, agen pencedera psikologis.
2. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Kardiak (SDKI 2017:319)
Definisi: Rentan mengalami pengurangan suplai oksigen ke otot jantung, yang dapat mengancam kesehatan.
Penyebab: Adanya gangguan struktur atau fungsi kardiovaskuler, adanya penyakit arteri koronari.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut:
a. Skala nyeri menurun (SLKI 2019:290)
Kriteria hasil: Pasien melaporkan skala nyeri menurun menjadi ≤4.
b. Perilaku untuk mengendalikan nyeri efektif (SLKI 2019:292)
Kriteria hasil: Pasien mampu melakukan tindakan untuk mengurangi nyeri.
2. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Kardiak:
a. Tanda-tanda vital dalam rentang normal (SLKI 2019:460)
Kriteria hasil: Tekanan darah sistolik 90-140 mmHg, denyut nadi 60-100 x/menit, suhu 36,5-37,5°C, respirasi 12-20 x/menit.
b. Perfusi jaringan jantung membaik (SLKI 2019:457)
Kriteria hasil: Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas, tidak ada tanda-tanda ketidakefektifan perfusi jantung.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut:
a. Manajemen Nyeri (SIKI 2018:273)
Tindakan: Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif, pertimbangkan pemberian analgetik, ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
b. Terapi Relaksasi (SIKI 2018:324)
Tindakan: Latih pasien melakukan teknik relaksasi untuk mengurangi nyeri, seperti latihan pernapasan dalam, distraksi, atau terapi musik.
2. Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Kardiak:
a. Pemantauan Perfusi Jaringan (SIKI 2018:469)
Tindakan: Kaji tanda-tanda vital secara teratur, pantau EKG, pantau tingkat kecemasan pasien.
b. Manajemen Aktivitas (SIKI 2018:209)
Tindakan: Atur aktivitas pasien sesuai toleransi, berikan edukasi tentang aktivitas yang aman.
c. Manajemen Jantung (SIKI 2018:251)
Tindakan: Berikan oksigen, pantau hasil EKG, berikan obat-obatan sesuai indikasi.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien adalah Nyeri Akut dan Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Kardiak. Nyeri dada yang dirasakan pasien, sesak napas, dan palpitasi jantung menunjukkan adanya masalah perfusi jaringan jantung yang berisiko. Luaran yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri, peningkatan kemampuan pasien dalam mengendalikan nyeri, stabilisasi tanda-tanda vital, dan peningkatan perfusi jaringan jantung. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup manajemen nyeri, terapi relaksasi, pemantauan perfusi jaringan, manajemen aktivitas, dan manajemen jantung untuk mencapai tujuan luaran yang diharapkan. -
Article No. 10313 | 04 Jan 2025
Klinis : dispepsia+Gea
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi dispepsia + Gea dengan nada akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Pencernaan Nutrisi berhubungan dengan gangguan fungsi gastrointestinal, ditandai dengan mual, muntah, rasa penuh di epigastrium, dan nyeri.
Penjelasan:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Ketidakefektifan Pencernaan Nutrisi adalah ketidakmampuan untuk mencerna dan/atau mengabsorbsi nutrisi yang adekuat melalui saluran pencernaan.
- Faktor yang berhubungan: Gangguan fungsi gastrointestinal, seperti dispepsia dan Gea.
- Gejala dan tanda: Mual, muntah, rasa penuh di epigastrium, dan nyeri.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Outcome yang diharapkan: Pasien akan menunjukkan peningkatan status nutrisi yang adekuat.
- Indikator: Asupan nutrisi yang cukup, Kadar albumin dalam batas normal, Tidak ada tanda-tanda malnutrisi.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan: Manajemen Nutrisi, Manajemen Mual dan Muntah, Manajemen Nyeri, Terapi Bermain.
- Contoh tindakan keperawatan: Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencernaan nutrisi, Implementasi diet yang sesuai, Pemberian antiemetik dan antasida, Manajemen nyeri, Distraksi dan relaksasi.
Dengan adanya diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI tersebut, diharapkan dapat memandu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk pasien dengan kondisi dispepsia + Gea. -
Article No. 10314 | 04 Jan 2025
Klinis : dispepsia+Gea
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi dispepsia+Gea:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Kenyamanan Gastrointestinal
Definisi:
Pengalaman ketidaknyamanan atau sakit pada saluran gastrointestinal.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri epigastrium
- Sensasi penuh di perut
- Mual
- Muntah
- Perubahan pola defekasi
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pasien melaporkan nyeri/tidak nyaman berkurang
- Pasien menunjukkan pola makan yang adekuat
- Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Nyeri
- Manajemen Mual dan Muntah
- Edukasi Manajemen Diet
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan Gangguan Kenyamanan Gastrointestinal digunakan untuk pasien dengan dispepsia yang disertai dengan gejala refluks asam lambung (Gea). Pasien akan mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit di area epigastrium, sensasi penuh di perut, mual, muntah, serta perubahan pola defekasi. Tujuan intervensi keperawatan adalah untuk mengurangi keluhan, menjaga pola makan yang adekuat, dan menjaga tanda-tanda vital dalam batas normal. -
Article No. 10315 | 04 Jan 2025
Klinis : dispepsia+Gea buatkan 3 diagnosa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat senior, berikut adalah tiga diagnosa keperawatan yang dapat diterapkan untuk kondisi dispepsia dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Risiko Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan Gejala Dispepsia dan GERD
SDKI: Risiko Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh didefinisikan sebagai kondisi di mana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
SLKI: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan berat badan yang sesuai, tidak mengalami penurunan berat badan, dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang adekuat.
SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah pemantauan berat badan, pemantauan asupan nutrisi, pemberian edukasi tentang diet yang sesuai, serta kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien.
2. Nyeri Kronis Berhubungan Dengan Gejala Dispepsia dan GERD
SDKI: Nyeri Kronis didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang berlangsung terus-menurus atau berulang.
SLKI: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat melaporkan penurunan intensitas nyeri, mampu mengelola nyeri secara efektif, dan dapat beraktivitas sehari-hari dengan nyaman.
SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah manajemen nyeri, pemberian analgesik sesuai resep, distraksi, relaksasi, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mengelola nyeri secara komprehensif.
3. Ketidakefektifan Pengendalian Kesehatan Berhubungan Dengan Kurangnya Pengetahuan Tentang Pengelolaan Dispepsia dan GERD
SDKI: Ketidakefektifan Pengendalian Kesehatan didefinisikan sebagai ketidakmampuan individu untuk mengidentifikasi, mencegah, atau mengatasi masalah kesehatan.
SLKI: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat memahami dan menerapkan perilaku perawatan diri yang efektif untuk mengelola kondisi dispepsia dan GERD, serta dapat mencegah komplikasi yang mungkin timbul.
SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah edukasi tentang etiologi, gejala, dan pengelolaan dispepsia dan GERD, pemberian motivasi dan dukungan, serta kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memastikan kepatuhan pasien dalam menjalankan regimen pengobatan.
Dengan demikian, tiga diagnosa keperawatan yang dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi dispepsia dan GERD adalah Risiko Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh, Nyeri Kronis, dan Ketidakefektifan Pengendalian Kesehatan. Setiap diagnosa disertai dengan penjelasan yang singkat dan terstruktur sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh PPNI. -
Article No. 10316 | 04 Jan 2025
Klinis : luka bakar akibat tersiram air panas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan format SDKI - SLKI - SIKI berdasarkan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi luka bakar akibat tersiram air panas.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Infeksi
Definisi SDKI:
Risiko Infeksi adalah kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan.
Faktor Risiko SDKI:
1. Luka terbuka
2. Kerusakan barier kulit
3. Prosedur invasif
Tujuan SLKI:
1. Pasien bebas dari tanda-tanda infeksi
2. Pasien menunjukkan penyembuhan luka yang adekuat
Intervensi SIKI:
1. Perawatan luka terbuka
2. Pemberian antibiotik topikal
3. Pemantauan tanda-tanda infeksi
4. Edukasi tentang perawatan luka
Sebagai seorang pakar keperawatan, saya memahami bahwa luka bakar akibat tersiram air panas dapat meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan luka yang tepat, pemberian antibiotik topikal, serta pemantauan tanda-tanda infeksi secara rutin. Edukasi kepada pasien mengenai perawatan luka juga sangat penting agar pasien dapat berpartisipasi aktif dalam proses penyembuhannya. -
Article No. 10317 | 04 Jan 2025
Klinis : pasien mengeluh kesakitan, luka bakar di kedua paha dan kedua tangan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
2. Kerusakan Integritas Kulit
Definisi: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis.
SLKI (Luaran Keperawatan):
1. Manajemen Nyeri
- Pasien dapat mengendalikan nyeri hingga ke tingkat yang dapat diterima.
- Tidak ada tanda-tanda komplikasi akibat nyeri.
2. Penyembuhan Luka
- Luka pada kulit menunjukkan penyembuhan yang progresif.
- Tidak terjadi komplikasi pada luka.
SIKI (Intervensi Keperawatan):
1. Manajemen Nyeri
- Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif.
- Berikan analgesik sesuai indikasi.
- Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
2. Perawatan Luka
- Bersihkan luka secara aseptik.
- Aplikasikan balutan luka yang sesuai.
- Pantau tanda-tanda infeksi dan komplikasi lainnya.
Dalam kondisi ini, pasien mengeluhkan kesakitan dan memiliki luka bakar di kedua paha dan kedua tangan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut dan Kerusakan Integritas Kulit. Luaran keperawatan yang diharapkan adalah pasien dapat mengendalikan nyeri dan luka dapat sembuh tanpa komplikasi. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri dan perawatan luka secara komprehensif.