Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23864 | 29 Jan 2026
Klinis : I.03123 PEMANTAUAN NUTRISI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: I.03123 PEMANTAUAN NUTRISI
Kode SDKI: B.1.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03123
Deskripsi : Pemantauan Nutrisi didefinisikan sebagai pengumpulan dan analisis informasi tentang asupan makanan dan cairan klien untuk menentukan kebutuhan nutrisi dan efektivitas intervensi. Tujuan utama dari SLKI ini adalah untuk memastikan bahwa status nutrisi klien terpantau secara komprehensif dan berkelanjutan, sehingga dapat mendeteksi dini adanya masalah atau perubahan status nutrisi. Pemantauan ini mencakup observasi langsung terhadap pola makan, pengukuran antropometri (seperti berat badan, indeks massa tubuh, lingkar lengan atas), penilaian klinis (seperti kondisi kulit, rambut, kuku, mukosa oral, dan tanda-tanda edema atau penurunan massa otot), serta peninjauan data laboratorium (seperti albumin, hemoglobin, limfosit total). Perawat juga memantau faktor-faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi, seperti nafsu makan, kesulitan mengunyah atau menelan, mual, muntah, nyeri, kelelahan, serta faktor psikososial dan ekonomi. Dokumentasi yang akurat dan teratur dari semua temuan ini sangat penting untuk mengevaluasi tren status nutrisi dari waktu ke waktu dan menjadi dasar untuk perencanaan serta modifikasi intervensi keperawatan dan kolaborasi dengan ahli gizi atau tim kesehatan lainnya. Pemantauan yang efektif memungkinkan intervensi yang tepat waktu untuk mencegah malnutrisi atau memperburuk kondisi yang sudah ada.
Kode SIKI: I.03123
Deskripsi : Intervensi Pemantauan Nutrisi meliputi serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk mengumpulkan data dan memantau status nutrisi klien. Tindakan-tindakan ini antara lain: 1. Menimbang berat badan klien secara teratur dengan prosedur yang standar (misalnya, waktu yang sama, pakaian yang sama, skala yang sama) dan mencatat tren perubahannya. 2. Mengukur dan mendokumentasikan parameter antropometri lain seperti tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan lingkar lengan atas. 3. Melakukan pengkajian pola makan secara komprehensif, termasuk riwayat diet, kebiasaan makan, preferensi dan pantangan makanan, serta estimasi asupan kalori dan protein harian. Ini dapat dilakukan melalui wawancara, food diary, atau recall 24 jam. 4. Mengobservasi dan mendokumentasikan kemampuan klien dalam makan sendiri, termasuk adanya kesulitan mengunyah, menelan (disfagia), atau kelemahan. 5. Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan yang dikonsumsi secara aktual setiap hari, membandingkannya dengan kebutuhan yang ditetapkan. 6. Melakukan pemeriksaan fisik fokus pada tanda-tanda klinis malnutrisi, seperti penurunan massa lemak dan otot, edema, kulit kering dan bersisik, rambut mudah rontok, perubahan pada mukosa mulut (stomatitis, cheilitis), dan penyembuhan luka yang lambat. 7. Memantau hasil pemeriksaan laboratorium yang terkait nutrisi (seperti albumin, pre-albumin, hemoglobin, hematokrit, jumlah limfosit) dan melaporkan hasil yang abnormal. 8. Mengkaji faktor-faktor yang menghambat asupan nutrisi, seperti anoreksia, mual, muntah, nyeri, depresi, atau masalah finansial. 9. Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk melakukan penilaian nutrisi yang lebih mendalam dan perencanaan diet. 10. Mendidik klien dan keluarga tentang pentingnya pemantauan asupan nutrisi dan tanda-tanda peringatan malnutrisi. 11. Mendokumentasikan semua temuan secara jelas, ringkas, dan teratur dalam catatan perkembangan untuk memudahkan evaluasi dan komunikasi antar profesional kesehatan. Implementasi SIKI ini harus dilakukan secara individual, holistik, dan berkesinambungan untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang status nutrisi klien sebagai dasar pengambilan keputusan klinis.
-
Article No. 23865 | 29 Jan 2026
Klinis : keluhan BAB bercampur darah segar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perdarahan Gastrointestinal Bagian Bawah (Hematochezia)
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko Perdarahan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat mengganggu keseimbangan hemodinamik tubuh. Pada kondisi pasien dengan keluhan BAB bercampur darah segar (hematochezia), diagnosa keperawatan yang paling tepat adalah "Risiko Perdarahan" karena manifestasi klinis tersebut merupakan tanda aktif dari perdarahan, biasanya dari saluran gastrointestinal bagian bawah (seperti kolon, rektum, atau anus). Kondisi ini menandakan adanya risiko lanjutan terhadap volume cairan, perfusi jaringan, dan keseimbangan hemodinamik pasien. Fokus perawat adalah memantau, mencegah komplikasi, dan mengelola konsekuensi dari kehilangan darah tersebut.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : SLKI L.14001 berfokus pada Pemantauan Perdarahan. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal atau perkembangan perdarahan. Pada pasien dengan hematochezia, perawat akan secara ketat memantau karakteristik feses (frekuensi, volume, warna darah: merah segar vs gelap), tanda-tanda vital (terutama tekanan darah, nadi, respirasi) untuk mendeteksi hipotensi ortostatik atau takikardia sebagai indikator syok hipovolemik. Pemantauan juga mencakup status hemodinamik seperti pengisian kapiler, warna kulit, dan tingkat kesadaran. Perawat akan menilai adanya nyeri abdomen, distensi, atau perubahan bunyi usus. Pemantauan hasil laboratorium seperti kadar hemoglobin, hematokrit, trombosit, dan waktu protrombin sangat krusial untuk menilai tingkat keparahan dan perkembangan perdarahan. Dokumentasi yang akurat dan berkelanjutan tentang semua temuan ini esensial untuk evaluasi dan penyesuaian rencana perawatan.
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : SIKI I.14066 adalah Intervensi Manajemen Perdarahan Gastrointestinal. Ini adalah tindakan langsung dan spesifik untuk menangani sumber dan efek dari perdarahan pada saluran cerna. Intervensi dimulai dengan memastikan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi (ABC) stabil. Perawat akan menginstruksikan pasien untuk tirah baring guna mengurangi kebutuhan metabolik dan risiko jatuh. Pemasangan akses intravena dengan kanula besar untuk resusitasi cairan dan transfusi darah jika diperlukan adalah langkah kritis. Perawat akan berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan hemostatik sesuai resep. Manajemen nyeri dan kecemasan juga dilakukan. Perawat memberikan edukasi pada pasien untuk menghindari mengejan saat BAB, tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengiritasi lambung/usus (seperti NSAID), dan diet lunak atau sesuai anjuran. Persiapan dan asistensi untuk prosedur diagnostik seperti kolonoskopi, yang dapat sekaligus menjadi tindakan terapeutik (misalnya, ligasi atau kauterisasi sumber perdarahan), juga termasuk dalam intervensi ini. Tindakan ini bertujuan menghentikan perdarahan, mengembalikan volume darah, mencegah komplikasi, dan memberikan kenyamanan serta edukasi pada pasien.
-
Article No. 23833 | 28 Jan 2026
Klinis : batuk batuk, sesak nafas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: