Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 10462 | 07 Jan 2025
Klinis : mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat dengan pengalaman yang luas, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi mual.
Diagnosa Keperawatan:
Mual (Nausea)
Definisi:
Sensasi tidak nyaman di bagian atas perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
SDKI:
Mual berhubungan dengan efek samping pengobatan, perubahan pola makan, kecemasan, atau gangguan gastrointestinal.
SLKI:
Setelah intervensi keperawatan, pasien akan melaporkan penurunan frekuensi dan keparahan mual.
SIKI:
1. Manajemen mual, termasuk pemberian antiemetik, terapi komplementer, dan modifikasi lingkungan.
2. Edukasi tentang penyebab, pencegahan, dan manajemen mual.
3. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan komprehensif.
Penjelasan Singkat:
Mual merupakan sensasi tidak nyaman di bagian atas perut yang dapat menimbulkan keinginan untuk muntah. Hal ini dapat disebabkan oleh efek samping pengobatan, perubahan pola makan, kecemasan, atau gangguan gastrointestinal. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen mual melalui pemberian antiemetik, terapi komplementer, dan modifikasi lingkungan, serta edukasi tentang penyebab, pencegahan, dan manajemen mual. Selain itu, perawat juga perlu berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk penanganan komprehensif. -
Article No. 10463 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi mual.
Diagnosa Keperawatan:
Mual (Nausea)
Definisi:
Sensasi tidak nyaman di perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
SDKI:
Penyebab:
- Perubahan rasa, bau, atau penampilan makanan
- Perubahan peristaltik gastrointestinal
- Perubahan keseimbangan elektrolit
- Faktor psikologis
Gejala dan Tanda:
- Sensasi tidak nyaman di perut
- Rasa ingin muntah
- Perubahan warna kulit menjadi pucat
SLKI:
Luaran yang Diharapkan:
- Klien melaporkan sensasi mual berkurang
- Klien mampu mengidentifikasi faktor penyebab mual
- Klien mampu menerapkan strategi mengatasi mual
SIKI:
Intervensi Keperawatan:
- Manajemen mual, seperti memberikan anti-emetik, mengatur diet, dan menganjurkan teknik relaksasi
- Edukasi tentang faktor penyebab dan strategi mengatasi mual
- Monitoring tanda-tanda vital dan status cairan
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan pengkajian komprehensif, menetapkan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi yang sesuai, dan mengevaluasi respons klien terhadap tindakan keperawatan yang diberikan. Tujuan akhirnya adalah membantu klien mengatasi mual dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 10464 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia - Standar Luaran Keperawatan Indonesia - Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi muntah.
Diagnosa Keperawatan:
Mual (SDKI)
Penjelasan Singkat:
Mual (SDKI) adalah sensasi tidak nyaman atau ingin muntah yang dialami pasien. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti efek samping obat, infeksi, cedera kepala, atau gangguan gastrointestinal.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
1. Kontrol Mual: Pasien dapat mengendalikan sensasi mual yang dialami.
2. Pengetahuan Tentang Mual: Pasien memahami penyebab, tanda, dan cara mengatasi mual.
3. Toleransi terhadap Mual: Pasien dapat mentoleransi sensasi mual yang dialami.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
1. Manajemen Mual: Intervensi untuk mengurangi atau mengendalikan sensasi mual yang dialami pasien.
2. Edukasi Tentang Mual: Memberikan informasi kepada pasien mengenai penyebab, tanda, dan cara mengatasi mual.
3. Terapi Komplementer Mual: Pemberian terapi komplementer untuk mengurangi sensasi mual, seperti akupresur atau aromaterapi.
Dengan menggunakan pendekatan SDKI - SLKI - SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk mengatasi kondisi muntah pada pasien. -
Article No. 10465 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi muntah.
Diagnosa Keperawatan:
Muntah (Nausea & Vomiting)
Penjelasan:
Muntah adalah keluarnya isi lambung melalui mulut secara tiba-tiba dan tidak terkontrol. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, obat-obatan, gangguan gastrointestinal, atau kondisi medis lainnya.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Dalam SDKI, diagnosa keperawatan untuk kondisi muntah dikenal sebagai "Nausea & Vomiting". Definisi dari diagnosa ini adalah "Sensasi tidak nyaman dan dorongan untuk mengeluarkan isi lambung yang disertai dengan kontraksi otot abdomen".
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Terkait dengan diagnosa Nausea & Vomiting, beberapa luaran keperawatan yang dapat diterapkan antara lain:
1. Kontrol Muntah: Kemampuan untuk mengendalikan atau mengelola sensasi muntah.
2. Manajemen Gejala: Kemampuan untuk mengelola gejala yang menyertai kondisi muntah.
3. Asupan Nutrisi Adekuat: Kemampuan untuk mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat meskipun mengalami kondisi muntah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi muntah meliputi:
1. Manajemen Mual dan Muntah: Tindakan untuk mengendalikan dan mengelola sensasi mual dan muntah.
2. Terapi Nutrisi: Pemberian nutrisi yang sesuai untuk mempertahankan status gizi pasien.
3. Edukasi Pasien: Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien terkait dengan kondisi muntah dan upaya penanganannya.
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan penilaian komprehensif terhadap pasien, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, dan menerapkan intervensi keperawatan yang sesuai berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk membantu pasien mengatasi kondisi muntah secara efektif. -
Article No. 10466 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa mual dan lambung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Mual
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Mual didefinisikan sebagai sensasi tidak nyaman di dalam perut yang dapat menimbulkan keinginan untuk muntah. Mual dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengobatan, efek samping, gangguan gastrointestinal, atau kondisi lainnya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari penanganan mual antara lain: pasien dapat mengenali faktor penyebab mual, pasien dapat menerapkan intervensi untuk mengatasi mual, dan pasien dapat melaporkan penurunan frekuensi serta intensitas mual.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mual meliputi: manajemen obat anti-mual, manajemen diet, teknik relaksasi, dan edukasi pasien serta keluarga. Intervensi ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi dan intensitas mual serta mencegah komplikasi lebih lanjut.
Sebagai perawat, saya akan melakukan assessment secara komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab mual pada pasien. Selanjutnya, saya akan menyusun rencana asuhan keperawatan yang berfokus pada pengelolaan mual sesuai dengan kondisi pasien. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter, ahli gizi, dan farmasis, juga diperlukan untuk memberikan penanganan yang optimal. -
Article No. 10467 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Mual
Penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi Mual: Perasaan tidak nyaman di perut yang mengarah pada keinginan untuk muntah.
- Penyebab Mual: Dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti efek samping obat, kondisi medis tertentu, stres, dan lain-lain.
- Gejala Mual: Perasaan tidak nyaman di perut, rasa ingin muntah, produksi saliva yang berlebih.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mengendalikan mual, mengurangi frekuensi dan intensitas mual, dan dapat mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat.
- Indikator Luaran: Pasien melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas mual, pasien dapat mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat, dan pasien dapat mengendalikan faktor yang menyebabkan mual.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Manajemen mual, yang meliputi pemberian antiemetik, manajemen lingkungan, teknik relaksasi, dan edukasi pasien.
- Tujuan Intervensi: Mengurangi frekuensi dan intensitas mual, mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat, dan membantu pasien mengendalikan faktor yang menyebabkan mual.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus melakukan pengkajian yang komprehensif, menetapkan diagnosis keperawatan yang tepat, merencanakan intervensi yang sesuai, dan mengevaluasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan. Hal ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai hasil yang diharapkan dan meningkatkan kualitas hidup. -
Article No. 10468 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi mual.
Diagnosa Keperawatan:
Mual (Nausea)
Definisi:
Mual adalah sensasi tidak nyaman di bagian atas perut yang dapat menimbulkan keinginan untuk muntah.
Penyebab Utama:
1. Efek samping obat-obatan
2. Kehamilan
3. Gangguan gastrointestinal
4. Infeksi
5. Stres emosional
Gejala Klinik:
1. Merasa mual atau ingin muntah
2. Salivasi berlebih
3. Rasa tidak nyaman di epigastrium
4. Pucat
5. Berkeringat
Tujuan Intervensi Keperawatan:
1. Mengurangi sensasi mual
2. Mencegah terjadinya muntah
3. Mempertahankan status hidrasi yang adekuat
4. Meningkatkan kenyamanan pasien
Intervensi Keperawatan:
1. Kaji penyebab dan faktor risiko mual
2. Berikan antiemetik sesuai dengan resep dokter
3. Anjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang mudah dicerna
4. Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi untuk mengurangi mual
5. Pantau tanda-tanda vital dan status hidrasi pasien
6. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penanganan yang komprehensif
Evaluasi:
1. Pasien melaporkan sensasi mual berkurang
2. Pasien tidak mengalami muntah
3. Pasien mempertahankan status hidrasi yang adekuat
4. Pasien merasa lebih nyaman
Dengan menggunakan pendekatan SDKI-SLKI-SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk menangani kondisi mual pada pasien. Pendekatan ini memastikan bahwa intervensi keperawatan yang diberikan sesuai dengan praktik keperawatan berbasis bukti dan dapat memberikan hasil yang optimal bagi pasien. -
Article No. 10469 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa lambung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan: Gangguan Integritas Mukosa Gastrointestinal
Penjelasan:
Menurut Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Gangguan Integritas Mukosa Gastrointestinal adalah kondisi di mana terjadi kerusakan pada lapisan mukosa saluran pencernaan, seperti pada lambung, usus, atau esofagus. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, iritasi, atau kondisi medis lainnya.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat akan mengacu pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) yang terkait dengan kondisi ini mencakup:
1. Integritas Mukosa Gastrointestinal: Pemulihan dari kerusakan pada lapisan mukosa saluran pencernaan.
2. Manajemen Nyeri: Pengurangan atau pengendalian rasa sakit yang dirasakan oleh pasien.
3. Risiko Perdarahan: Pencegahan atau pengendalian potensi perdarahan dari saluran pencernaan.
Sementara itu, Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dapat diterapkan meliputi:
1. Perawatan Luka: Pembersihan, perlindungan, dan perawatan area yang mengalami kerusakan pada mukosa gastrointestinal.
2. Manajemen Nyeri: Intervensi untuk mengurangi atau mengendalikan rasa sakit yang dirasakan oleh pasien.
3. Pemantauan Tanda Vital: Pengamatan dan pencatatan tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu, dan laju pernapasan, untuk mendeteksi adanya komplikasi.
Dengan menerapkan standar-standar ini, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandarisasi untuk mengatasi Gangguan Integritas Mukosa Gastrointestinal pada pasien. -
Article No. 10470 | 07 Jan 2025
Klinis : diagnosa lambung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi lambung.
Diagnosa Keperawatan:
Diagnosa Keperawatan Utama: Gangguan Integritas Mukosa Lambung
Definisi:
Gangguan Integritas Mukosa Lambung merupakan kerusakan atau gangguan pada lapisan mukosa lambung yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan, iritasi, atau luka pada dinding lambung.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Rasa nyeri pada epigastrium
2. Mual dan muntah
3. Anoreksia (penurunan nafsu makan)
4. Perdarahan saluran cerna
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Pemulihan integritas mukosa lambung
2. Penurunan rasa nyeri pada epigastrium
3. Peningkatan pola makan
4. Tidak terjadi perdarahan saluran cerna
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Nyeri
2. Manajemen Mual dan Muntah
3. Edukasi Nutrisi
4. Pemantauan Tanda Vital
5. Pemberian Obat Antasida/Proton Pump Inhibitor
Sebagai seorang perawat profesional, saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lain untuk memberikan perawatan komprehensif dan meningkatkan kesehatan pasien dengan gangguan integritas mukosa lambung. Pemantauan yang ketat, intervensi yang tepat, dan edukasi pasien akan menjadi fokus utama dalam penanganan kondisi ini. -
Article No. 10471 | 07 Jan 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis dan histologis
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 87.49
- Deskripsi: Biopsi paru lainnya, termasuk jarum biopsi perkutan
Penjelasan:
Pasien dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan, serta hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas dan lesi di paru, maka diagnosis awal yang sesuai adalah tuberkulosis paru.
Berdasarkan klasifikasi ICD-10, kode A15.0 (Tuberkulosis paru dengan konfirmasi bakteriologis dan histologis) merupakan kode yang tepat untuk menggambarkan kondisi pasien ini. Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi tuberkulosis paru yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan bakteriologis atau histologis.
Jika diperlukan prosedur diagnostik lebih lanjut, seperti biopsi paru untuk konfirmasi diagnosis, maka kode ICD-9-CM 87.49 (Biopsi paru lainnya, termasuk jarum biopsi perkutan) dapat digunakan untuk mengkodekan tindakan tersebut.
Penggunaan kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang tepat sangat penting untuk dokumentasi medis yang akurat, penagihan yang sesuai, serta pelaporan epidemiologi dan statistik kesehatan yang andal.