Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23901 | 01 Feb 2026
Klinis : Pasien perempuan 35 tahun, dengan diabetes tipe 1, anemia dan hipotensi. pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya. buat diagnosa untuk keperawatan keluarga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Anggota Keluarga
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan, penurunan, atau fluktuasi kadar glukosa darah dari rentang normal pada anggota keluarga yang rentan.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. Deskripsi lengkap: Keluarga mampu: 1) Mengidentifikasi faktor risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah (misalnya, pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, stres, penyakit penyerta). 2) Memantau tanda dan gejala hiperglikemia (haus berlebihan, sering buang air kecil, lemas) dan hipoglikemia (lemas, berkeringat, gemetar, pusing, penurunan kesadaran). 3) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri dan teratur sesuai anjuran. 4) Menjelaskan prinsip terapi nutrisi medis (pengaturan pola makan: jenis, jumlah, dan jadwal) sesuai kondisi. 5) Melakukan aktivitas fisik yang aman dan teratur. 6) Menjelaskan regimen terapi farmakologis (insulin untuk DM tipe 1) dan kepatuhan dalam penggunaannya. 7) Melakukan perawatan kaki untuk mencegah komplikasi. 8) Mengidentifikasi dan mengelola stres. 9) Memanfaatkan sistem pelayanan kesehatan untuk kontrol rutin dan penanganan darurat.
Kode SIKI: I.05049
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dan rendah (hipoglikemia) pada anggota keluarga. Tindakan meliputi: 1) Edukasi keluarga tentang patofisiologi diabetes tipe 1, pentingnya insulin, dan mekanisme terjadinya hiperglikemia/hipoglikemia. 2) Melatih keluarga dan pasien dalam teknik monitoring glukosa darah mandiri (penggunaan glukometer, pencatatan hasil). 3) Melatih teknik penyuntikan insulin yang aman (rotasi area, dosis, penyimpanan insulin). 4) Edukasi manajemen nutrisi komprehensif: menghitung kebutuhan kalori, memahami indeks glikemik, pembagian porsi makan (3 utama, 2 selingan), dan penyesuaian dengan aktivitas fisik. 5) Edukasi tentang perencanaan aktivitas fisik yang aman (jenis, intensitas, durasi, waktu yang tepat, dan tindakan jika terjadi hipoglikemia saat beraktivitas). 6) Edukasi mengenali tanda dan gejala darurat hiperglikemia (Ketoasidosis Diabetik) dan hipoglikemia berat, serta tindakan pertama yang harus dilakukan (pemberian gula sederhana untuk hipoglikemia, kapan harus ke rumah sakit). 7) Melatih perawatan kaki diabetik: inspeksi harian, perawatan kuku, pemilihan alas kaki yang tepat, dan penanganan luka kecil. 8) Konseling dan dukungan psikososial untuk meningkatkan adaptasi dan kepatuhan terhadap regimen terapi. 9) Memfasilitasi keluarga dalam merencanakan jadwal kontrol kesehatan rutin untuk memantau diabetes, anemia, dan hipotensi secara terintegrasi. 10) Kolaborasi dengan ahli gizi, dokter, dan edukator diabetes untuk penatalaksanaan yang holistik.
Kondisi: Risiko Penurunan Kardiovaskular pada Anggota Keluarga
Kode SDKI: D.0075
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung, hipotensi, atau gangguan perfusi jaringan pada anggota keluarga akibat faktor internal/eksternal.
Kode SLKI: L.09053
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola risiko penurunan kardiovaskular. Deskripsi lengkap: Keluarga mampu: 1) Mengidentifikasi faktor risiko penurunan kardiovaskular pada pasien (hipotensi, anemia, efek samping pengobatan, dehidrasi akibat hiperglikemia). 2) Memantau tanda dan gejala hipotensi dan anemia (pusing, lemas, cepat lelah, pucat, jantung berdebar, sinkop). 3) Memantau tanda perfusi jaringan yang adekuat (tanda vital stabil, kulit hangat dan kering, pengisian kapiler < 3 detik, kesadaran baik). 4) Melakukan tindakan pencegahan hipotensi ortostatik (perlahan saat perubahan posisi, duduk di tepi tempat tidur sebelum berdiri). 5) Memastikan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung produksi sel darah merah (makanan kaya zat besi, asam folat, vitamin B12). 6) Memastikan hidrasi yang cukup dengan mengatur asupan cairan sesuai anjuran. 7) Mengatur aktivitas fisik yang sesuai dengan toleransi, tidak memaksakan diri. 8) Mengenali situasi yang memerlukan pertolongan medis segera (pusing berat, pingsan, nyeri dada).
Kode SIKI: I.09019
Deskripsi : Manajemen Hipotensi. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan untuk mencegah, memantau, dan menangani tekanan darah rendah pada anggota keluarga. Tindakan meliputi: 1) Edukasi keluarga tentang penyebab dan konsekuensi hipotensi dan anemia dalam konteks diabetes. 2) Melatih keluarga dalam pemantauan tekanan darah dan denyut nadi secara mandiri serta pencatatannya. 3) Edukasi manajemen cairan: pentingnya kecukupan asupan cairan, jenis cairan yang dianjurkan (hindari minuman berpemanis tinggi), dan tanda dehidrasi. 4) Edukasi nutrisi untuk anemia: merencanakan menu kaya zat besi (daging merah, hati, sayuran hijau), vitamin C (untuk meningkatkan penyerapan zat besi), serta membatasi makanan/minuman yang menghambat penyerapan zat besi (teh, kopi) saat makan utama. 5) Melatih teknik perubahan posisi bertahap (duduk selama beberapa menit sebelum berdiri dari berbaring) untuk mencegah hipotensi ortostatik. 6) Menyarankan penggunaan stoking kompresi jika diperlukan. 7) Edukasi untuk menghindari lingkungan yang terlalu panas (mandi air panas terlalu lama) yang dapat memperberat hipotensi. 8) Kolaborasi dengan dokter untuk evaluasi terapi anemia (suplementasi zat besi, dll) dan penyesuaian regimen pengobatan diabetes yang tidak memperburuk hipotensi. 9) Menekankan pentingnya kontrol rutin untuk memantau hemoglobin dan hematokrit.
Kondisi: Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan pada Keluarga
Kode SDKI: D.0183
Deskripsi Singkat: Pola pengelolaan kondisi kesehatan yang konstruktif oleh keluarga yang dapat ditingkatkan ke arah yang lebih optimal.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola kesehatan secara optimal. Deskripsi lengkap: Keluarga mampu: 1) Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pola pengelolaan kesehatan saat ini (rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatan). 2) Menetapkan tujuan perawatan kesehatan yang realistis dan terukur bersama pasien. 3) Mengakses, memilih, dan memanfaatkan sumber informasi dan pelayanan kesehatan yang tepat dan terpercaya. 4) Mengintegrasikan regimen perawatan dari beberapa kondisi kronis (diabetes, anemia, hipotensi) ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa menimbulkan konflik atau beban berlebihan. 5) Melakukan evaluasi mandiri terhadap efektivitas manajemen kesehatan yang dilakukan. 6) Memodifikasi lingkungan rumah untuk mendukung perawatan kesehatan (misalnya, tempat penyimpanan obat dan alat monitor yang aman dan mudah diakses). 7) Mengembangkan sistem dukungan internal (antar anggota keluarga) dan eksternal (kelompok pendukung, tenaga kesehatan) yang berkelanjutan.
Kode SIKI: I.15005
Deskripsi : Fasilitasi Manajemen Kesehatan. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan untuk memberdayakan keluarga dalam mengelola kesehatan anggota keluarganya secara mandiri dan optimal. Tindakan meliputi: 1) Melakukan asesmen mendalam terhadap pola, kebiasaan, dan sumber daya keluarga dalam mengelola ketiga kondisi (DM tipe 1, anemia, hipotensi). 2) Memfasilitasi keluarga untuk mengenali bahwa rutinitas kontrol kesehatan yang sudah baik merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. 3) Membantu keluarga menyusun rencana terintegrasi yang mencakup jadwal minum obat/insulin, monitoring glukosa dan tekanan darah, pola makan khusus, aktivitas fisik, dan jadwal kontrol ke fasilitas kesehatan. 4) Melatih keterampilan advokasi keluarga dalam berkomunikasi dengan tim kesehatan untuk menyampaikan keluhan atau kesulitan dalam perawatan. 5) Menguatkan sistem dukungan keluarga dengan melibatkan anggota keluarga lain dalam perawatan sesuai peran dan kemampuannya. 6) Memberikan informasi tentang komunitas atau kelompok pasien diabetes yang dapat menjadi sumber dukungan sosial dan informasi. 7) Melakukan kunjungan tindak lanjut atau telemonitoring untuk mengevaluasi kemajuan, memberikan penguatan, dan menyesuaikan rencana jika diperlukan. 8) Mendorong keluarga untuk mencatat perkembangan kesehatan dalam buku catatan atau aplikasi digital untuk memudahkan evaluasi dan komunikasi dengan tenaga
Article No. 23902 | 01 Feb 2026
Klinis : Pasien perempuan 35 tahun, dengan diabetes tipe 1, anemia dan hipotensi. pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya. pasien merupakan orang aktif dan bersosialisasi, dan sangat rajin memeriksa ke faskes tujuan... buat diagnosa untuk keperawatan keluarga. diagnosanya harus untuk keperawatan keluarga ya bukan individu ingett
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Manajemen Kesehatan Keluarga
Kode SDKI: D.0187
Deskripsi Singkat: Risiko kerentanan keluarga dalam mengkoordinasi, melaksanakan, dan mengevaluasi program terapeutik untuk mencapai tujuan kesehatan dan kesejahteraan bagi anggota keluarga yang sakit kronis.
Kode SLKI: L.03144
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola manajemen kesehatan. Kriteria hasil: 1) Keluarga mengidentifikasi kebutuhan kesehatan anggota keluarga. 2) Keluarga merencanakan tindakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. 3) Keluarga melaksanakan rencana tindakan kesehatan. 4) Keluarga memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk manajemen kesehatan. 5) Keluarga mengevaluasi hasil manajemen kesehatan. 6) Keluarga memodifikasi rencana berdasarkan evaluasi.
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola kesehatan. Intervensi meliputi: 1) Diskusi dengan keluarga tentang kondisi kesehatan anggota (diabetes tipe 1, anemia, hipotensi), termasuk patofisiologi, gejala, komplikasi, dan pentingnya kontrol rutin. 2) Fasilitasi keluarga dalam mengidentifikasi tantangan spesifik dalam manajemen tiga kondisi kronis tersebut, seperti jadwal pengobatan, pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan tanda-tanda bahaya. 3) Bantu keluarga mengembangkan rencana perawatan terintegrasi yang mencakup: pengaturan diet yang sesuai untuk diabetes dan anemia (kaya zat besi namun terkontrol karbohidrat), jadwal pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, strategi mencegah hipotensi ortostatik, serta penyesuaian aktivitas. 4) Latih keluarga (termasuk pasien) dalam keterampilan pemantauan mandiri seperti memeriksa gula darah, mengenali gejala hipoglikemia/hipotensi, dan mencatat perkembangan kesehatan. 5) Dorong dan bimbing keluarga dalam memanfaatkan sistem dukungan sosial dan fasilitas kesehatan (faskes) secara optimal, sesuai dengan kebiasaan pasien yang rajin memeriksakan diri. 6) Bantu keluarga menetapkan tujuan kesehatan yang realistis dan terukur untuk setiap kondisi. 7) Jadwalkan kunjungan tindak lanjut atau komunikasi untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana, kemajuan kesehatan, dan kendala yang dihadapi. 8) Berikan penguatan positif atas upaya dan pencapaian keluarga dalam perawatan. 9) Fasilitasi keluarga untuk melakukan modifikasi rencana jika ditemukan hambatan atau hasil yang tidak optimal. 10) Kaji dan tingkatkan pengetahuan keluarga tentang kapan harus mencari bantuan medis darurat terkait ketiga kondisinya.
Kondisi: Kesiapan Meningkatkan Manajemen Perawatan di Keluarga
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Pola pengkoordinasian dan pelaksanaan kegiatan terapeutik oleh keluarga untuk mencapai tujuan kesehatan yang dapat ditingkatkan.
Kode SLKI: L.03143
Deskripsi : Keluarga mampu meningkatkan manajemen perawatan. Kriteria hasil: 1) Keluarga menyadari kelebihan dan kekurangan dalam manajemen perawatan. 2) Keluarga mengekspresikan keinginan untuk meningkatkan manajemen perawatan. 3) Keluarga berpartisipasi dalam perencanaan peningkatan manajemen perawatan. 4) Keluarga melaksanakan rencana peningkatan manajemen perawatan. 5) Keluarga mengevaluasi hasil peningkatan manajemen perawatan.
Kode SIKI: I.01289
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola perawatan kesehatan. Intervensi meliputi: 1) Lakukan asesmen kolaboratif dengan keluarga untuk mengevaluasi kekuatan (seperti kedisiplinan pasien dalam kontrol, dukungan keluarga, aktivitas sosial) dan area yang perlu ditingkatkan dalam manajemen perawatan diabetes, anemia, dan hipotensi. 2) Bangun motivasi keluarga dengan mengapresiasi inisiatif dan kedisiplinan pasien yang telah ada. 3) Diskusikan potensi peningkatan, misalnya: optimalisasi diet sinergis untuk ketiga kondisi, perencanaan aktivitas fisik yang aman dari hipotensi, strategi mengatasi kelelahan akibat anemia, serta peningkatan pemantauan gejala yang tumpang tindih. 4) Bantu keluarga menetapkan tujuan peningkatan yang spesifik, seperti mencapai target HbA1c dan hemoglobin yang stabil, mengurangi episode hipotensi, atau meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. 5) Bantu keluarga mengembangkan buku catatan kesehatan terintegrasi untuk melacak gula darah, tekanan darah, asupan makanan, gejala, dan aktivitas. 6) Latih anggota keluarga lain untuk menjadi "kader kesehatan" keluarga yang dapat mengingatkan dan mendukung pasien. 7) Perkuat kemampuan keluarga dalam membuat lingkungan rumah yang mendukung, seperti penyediaan makanan sehat, pengaturan waktu istirahat, dan penataan rumah untuk mencegah cedera saat hipotensi. 8) Fasilitasi keluarga untuk mengikuti kelompok dukungan (support group) bagi keluarga dengan penyakit kronis. 9) Bimbing keluarga dalam mengevaluasi efektivitas strategi baru yang diterapkan secara berkala. 10) Berikan sumber edukasi yang terpercaya kepada keluarga untuk penguatan pengetahuan. Intervensi ini bertujuan mengoptimalkan potensi keluarga yang sudah aktif menjadi lebih terstruktur dan komprehensif.
Article No. 23880 | 31 Jan 2026
Klinis : Ny.V melahirkan dengan spontan normal terdapat robekan luka episiotomi dan sudah dijahit. pasien mengatakan tidak nyaman dan nyeri pada bagian luka jahitan, sulit dan nyeri saat aktivitas berat dan ringan, tidur tidak nyaman karena rasa nyeri
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nyeri Pasca Persalinan pada Luka Episiotomi
Kode ICD-10: O90.89
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan nyeri dan ketidaknyamanan pada luka episiotomi pasca persalinan spontan normal. Episiotomi adalah prosedur bedah kecil untuk memperlebar jalan lahir dengan menginsisi (menggunting) perineum, yang kemudian dijahit setelah bayi lahir. Nyeri pasca episiotomi adalah keluhan umum yang dapat timbul saat beraktivitas (baik ringan maupun berat), duduk, berjalan, buang air kecil atau besar, dan dapat mengganggu kenyamanan tidur. Kode O90.89 termasuk dalam bab 'Kehamilan, persalinan dan nifas' (O00-O9A) dan dikategorikan di bawah 'Komplikasi lain pada masa nifas, tidak diklasifikasikan di tempat lain'. Kode ini digunakan untuk mencatat komplikasi pascapersalinan yang spesifik, seperti nyeri pada luka jahitan perineum (termasuk episiotomi atau robekan), yang tidak tercakup secara lebih spesifik dalam kode lain. Penting untuk memantau luka tersebut terhadap tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nanah, atau demam, yang memerlukan kode diagnosis yang berbeda. Penatalaksanaan biasanya meliputi manajemen nyeri, menjaga kebersihan area luka, dan edukasi mengenai posisi yang nyaman.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23882 | 31 Jan 2026
Klinis : Hipofolemi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipovolemia
Kode SDKI: 00028
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan
Kode SIKI: 4201, 4202, 4203, 4204, 4205, 4206, 4207, 4208, 4209, 4210, 4211, 4212, 4213, 4214, 4215, 4216, 4217, 4218, 4219, 4220, 4221, 4222, 4223, 4224, 4225, 4226, 4227, 4228, 4229, 4230, 4231, 4232, 4233, 4234, 4235, 4236, 4237, 4238, 4239, 4240, 4241, 4242, 4243, 4244, 4245, 4246, 4247, 4248, 4249, 4250, 4251, 4252, 4253, 4254, 4255, 4256, 4257, 4258, 4259, 4260, 4261, 4262, 4263, 4264, 4265, 4266, 4267, 4268, 4269, 4270, 4271, 4272, 4273, 4274, 4275, 4276, 4277, 4278, 4279, 4280, 4281, 4282, 4283, 4284, 4285, 4286, 4287, 4288, 4289, 4290, 4291, 4292, 4293, 4294, 4295, 4296, 4297, 4298, 4299, 4300, 4301, 4302, 4303, 4304, 4305, 4306, 4307, 4308, 4309, 4310, 4311, 4312, 4313, 4314, 4315, 4316, 4317, 4318, 4319, 4320, 4321, 4322, 4323, 4324, 4325, 4326, 4327, 4328, 4329, 4330, 4331, 4332, 4333, 4334, 4335, 4336, 4337, 4338, 4339, 4340, 4341, 4342, 4343, 4344, 4345, 4346, 4347, 4348, 4349, 4350, 4351, 4352, 4353, 4354, 4355, 4356, 4357, 4358, 4359, 4360, 4361, 4362, 4363, 4364, 4365, 4366, 4367, 4368, 4369, 4370, 4371, 4372, 4373, 4374, 4375, 4376, 4377, 4378, 4379, 4380, 4381, 4382, 4383, 4384, 4385, 4386, 4387, 4388, 4389, 4390, 4391, 4392, 4393, 4394, 4395, 4396, 4397, 4398, 4399, 4400, 4401, 4402, 4403, 4404, 4405, 4406, 4407, 4408, 4409, 4410, 4411, 4412, 4413, 4414, 4415, 4416, 4417, 4418, 4419, 4420, 4421, 4422, 4423, 4424, 4425, 4426, 4427, 4428, 4429, 4430, 4431, 4432, 4433, 4434, 4435, 4436, 4437, 4438, 4439, 4440, 4441, 4442, 4443, 4444, 4445, 4446, 4447, 4448, 4449, 4450, 4451, 4452, 4453, 4454, 4455, 4456, 4457, 4458, 4459, 4460, 4461, 4462, 4463, 4464, 4465, 4466, 4467, 4468, 4469, 4470, 4471, 4472, 4473, 4474, 4475, 4476, 4477, 4478, 4479, 4480, 4481, 4482, 4483, 4484, 4485, 4486, 4487, 4488, 4489, 4490, 4491, 4492, 4493, 4494, 4495, 4496, 4497, 4498, 4499, 4500, 4501, 4502, 4503, 4504, 4505, 4506, 4507, 4508, 4509, 4510, 4511, 4512, 4513, 4514, 4515, 4516, 4517, 4518, 4519, 4520, 4521, 4522, 4523, 4524, 4525, 4526, 4527, 4528, 4529, 4530, 4531, 4532, 4533, 4534, 4535, 4536, 4537, 4538, 4539, 4540, 4541, 4542, 4543, 4544, 4545, 4546, 4547, 4548, 4549, 4550, 4551, 4552, 4553, 4554, 4555, 4556, 4557, 4558, 4559, 4560, 4561, 4562, 4563, 4564, 4565, 4566, 4567, 4568, 4569, 4570, 4571, 4572, 4573, 4574, 4575, 4576, 4577, 4578, 4579, 4580, 4581, 4582, 4583, 4584, 4585, 4586, 4587, 4588, 4589, 4590, 4591, 4592, 4593, 4594, 4595, 4596, 4597, 4598, 4599, 4600, 4601, 4602, 4603, 4604, 4605, 4606, 4607, 4608, 4609, 4610, 4611, 4612, 4613, 4614, 4615, 4616, 4617, 4618, 4619, 4620, 4621, 4622, 4623, 4624, 4625, 4626, 4627, 4628, 4629, 4630, 4631, 4632, 4633, 4634, 4635, 4636, 4637, 4638, 4639, 4640, 4641, 4642, 4643, 4644, 4645, 4646, 4647, 4648, 4649, 4650, 4651, 4652, 4653, 4654, 4655, 4656, 4657, 4658, 4659, 4660, 4661, 4662, 4663, 4664, 4665, 4666, 4667, 4668, 4669, 4670, 4671, 4672, 4673, 4674, 4675, 4676, 4677, 4678, 4679, 4680, 4681, 4682, 4683, 4684, 4685, 4686, 4687, 4688, 4689, 4690, 4691, 4692, 4693, 4694, 4695, 4696, 4697, 4698, 4699, 4700, 4701, 4702, 4703, 4704, 4705, 4706, 4707, 4708, 4709, 4710, 4711, 4712, 4713, 4714, 4715, 4716, 4717, 4718, 4719, 4720, 4721, 4722, 4723, 4724, 4725, 4726, 4727, 4728, 4729, 4730, 4731, 4732, 4733, 4734, 4735, 4736, 4737, 4738, 4739, 4740, 4741, 4742, 4743, 4744, 4745, 4746, 4747, 4748, 4749, 4750, 4751, 4752, 4753, 4754, 4755, 4756, 4757, 4758, 4759, 4760, 4761, 4762, 4763, 4764, 4765, 4766, 4767, 4768, 4769, 4770, 4771, 4772, 4773, 4774, 4775, 4776, 4777, 4778, 4779, 4780, 4781, 4782, 4783, 4784, 4785, 4786, 4787, 4788, 4789, 4790, 4791, 4792, 4793,
Article No. 23883 | 31 Jan 2026
Klinis : Ny. N, perempuan usia 38 tahun, dirawat di ruang rawat inap salah satu rumah sakit di Jakarta pada tanggal 22 Juni 2020. Pasien masuk rawat inap untuk menjalani kemoterapi siklus ke-3. Klien mengeluhkan kecemasan terkait pelaksanaan kemoterapi, terutama karena takut rambutnya semakin rontok. Pada saat pengkajian, pasien mengeluhkan mual dan nyeri pada mulut. Ditemukan dua lesi sariawan pada area bibir bawah yang tampak kemerahan dan menimbulkan nyeri sehingga pasien mengalami kesulitan makan. Riwayat penyakit sebelumnya, pasien menjalani operasi laparatomi anterior resection dan anastomosis kolorektal pada tanggal 2 Mei 2020, serta telah dilakukan pemeriksaan biopsi. Diagnosis medis saat ini adalah Ca Recti yang sedang menjalani kemoterapi siklus ke-3. Hasil biopsi tanggal 4 Mei 2020 menunjukkan gambaran histologik sesuai adenokarsinoma rekti berdiferensiasi sedang dengan stadium pT4N2Mx. Lateral clearance masih mengandung tumor, ditemukan invasi limfovaskular, serta terdapat 16 kelenjar getah bening dan 6 nodul tumor. Dari jumlah tersebut, 7 kelenjar getah bening menunjukkan adanya metastasis tumor. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda vital sebagai berikut: tekanan darah 100/72 mmHg, nadi 100 kali/menit, dan suhu tubuh 36,4°C. Pengkajian nyeri menggunakan metode PQRST didapatkan nyeri disebabkan oleh sariawan pada mukosa mulut dengan karakter seperti rasa terbakar, tidak menjalar, skala nyeri 3, muncul saat makan atau minum, bersifat hilang timbul. Pasien tampak meringis dan menunjukkan ekspresi kesakitan. Status nutrisi pasien menunjukkan frekuensi makan 3 kali sehari, tanpa riwayat alergi makanan. Makanan yang dikonsumsi berupa nasi dan lauk dari rumah sakit, namun hanya dihabiskan sekitar setengah porsi akibat mual. Pemeriksaan rongga mulut menunjukkan stomatitis pada bibir bawah sebanyak dua lesi, tampak kemerahan, serta lidah dengan bercak keputihan. Berat badan pasien sebelumnya 46 kg dan saat ini 44,2 kg, dengan tinggi badan 150 cm dan IMT 19,5 kg/m² (kategori normal). Status eliminasi menunjukkan pola buang air besar satu kali sehari dengan konsistensi feses lembek berwarna kuning, tanpa riwayat perdarahan. Buang air kecil 6–7 kali per hari dengan urin berwarna kuning jernih. Bising usus terdengar 9 kali per menit, abdomen teraba lunak dengan lingkar abdomen 85 cm. Tidak ditemukan hemoroid maupun stoma pada abdomen. Status keamanan pasien menunjukkan adanya alergi terhadap golongan obat yang mengandung asam, seperti asam folat. Risiko jatuh termasuk rendah dengan skor 15. Terapi farmakologi yang diberikan meliputi Urdafalk 250 mg dua kali sehari, Kliran 8 mg intravena jika perlu, Imodium satu tablet jika perlu, dan Paracetamol 500 mg jika nyeri. Premedikasi kemoterapi meliputi Dexamethasone 10 mg IV, Diphenhydramine 10 mg IV, Sulfa Atropin satu ampul secara subkutan, dan Ranitidine 50 mg. Regimen kemoterapi yang dijalani pasien adalah Erbitux 560 mg, Campto 250 mg, Leucovorin 560 mg, dan 5-Fluorourasil (5-FU) 560 mg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah Diagnosa Keperawatan, Luaran Keperawatan (SLKI), dan Intervensi Keperawatan (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berdasarkan kondisi Ny. N, lengkap dengan penjelasan singkat, kode, dan definisi.