Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 10964 | 15 Jan 2025
Klinis : Perfusi jaringan tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Saya Perawat Profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Berikut saya paparkan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar untuk kondisi "Perfusi jaringan tidak efektif":
Diagnosa Keperawatan:
Perfusi Jaringan Tidak Efektif
Definisi:
Ketidakcukupan sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan perifer.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gejala dan tanda klinik: Kulit pucat, dingin, kering, dan lembab; Edema; Nyeri; Perubahan sensasi.
- Penyebab: Gangguan kardiovaskular, pernapasan, hematologi, atau metabolik; Cedera trauma; Penggunaan obat-obatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Perfusi jaringan membaik; Tidak ada tanda-tanda gangguan perfusi.
- Indikator: Tanda-tanda vital stabil; Kapiler refill <3 detik; Ekstremitas hangat dan kering.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi utama: Pantau tanda-tanda vital; Atur posisi untuk meningkatkan aliran darah; Berikan oksigen; Kolaborasi pemberian cairan/obat-obatan.
- Intervensi lain: Manajemen nyeri; Edukasi pasien dan keluarga.
Kesimpulannya, Perfusi Jaringan Tidak Efektif merupakan kondisi ketidakcukupan sirkulasi darah dan oksigen ke jaringan perifer yang memerlukan pemantauan ketat, penanganan segera, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mengembalikan perfusi jaringan yang optimal.
Semoga penjelasan ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan tanyakan.
Wassalamu'alaikum. -
Article No. 10965 | 15 Jan 2025
Klinis : Rehabilitasi jantung post IMA
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat yang berpengalaman, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi rehabilitasi jantung pasca infark miokard akut (IMA).
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (SDKI)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan oksigen pada tingkat jaringan.
2. Perubahan Sirkulasi (SDKI)
Definisi: Perubahan dalam volume dan/atau distribusi aliran darah yang tidak efektif.
3. Kecemasan (SDKI)
Definisi: Respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber ancaman, bahaya, atau perubahan yang dipersepsikan.
Rencana Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Meningkatkan Toleransi Aktivitas
2. Mempertahankan Sirkulasi
3. Menurunkan Kecemasan
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Aktivitas
- Mengidentifikasi tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi
- Menyusun rencana peningkatan aktivitas secara bertahap
- Memantau tanda-tanda vital selama aktivitas
2. Manajemen Perfusi Jaringan
- Memantau tanda-tanda vital
- Mengatur posisi tubuh untuk meningkatkan aliran darah
- Memberikan edukasi tentang manajemen aktivitas
3. Manajemen Kecemasan
- Mengidentifikasi penyebab kecemasan
- Mengajarkan teknik relaksasi
- Memberikan dukungan emosional
Dengan menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk pasien dengan rehabilitasi jantung pasca IMA. Pendekatan ini membantu memaksimalkan pemulihan pasien dan meningkatkan kualitas hidup. -
Article No. 10966 | 15 Jan 2025
Klinis : Diagnosa keperawatan keluarga berencana
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Ibu/Bapak yang saya hormati. Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan penjelasan mengenai diagnosa keperawatan terkait keluarga berencana berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan Keluarga Berencana:
Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), diagnosa keperawatan yang tepat untuk kondisi keluarga berencana adalah "Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Berencana".
Definisi:
Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perencanaan keluarga, termasuk penggunaan kontrasepsi yang aman dan efektif.
Karakteristik Definisi:
1. Mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perencanaan keluarga.
2. Mengungkapkan keinginan untuk menggunakan kontrasepsi yang aman dan efektif.
3. Mengidentifikasi sumber informasi yang dapat diakses untuk memperoleh pengetahuan tentang keluarga berencana.
Faktor yang Berhubungan:
1. Kurangnya pemahaman tentang metode kontrasepsi yang tersedia.
2. Kurangnya akses informasi yang memadai tentang keluarga berencana.
3. Persepsi negatif tentang keluarga berencana.
Rencana Asuhan Keperawatan (Standar Luaran Keperawatan Indonesia/SLKI):
1. Peningkatan Pengetahuan Keluarga Berencana
2. Peningkatan Perilaku Kesehatan Reproduksi
Intervensi Keperawatan (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia/SIKI):
1. Edukasi Kesehatan Reproduksi
2. Konseling Keluarga Berencana
3. Fasilitasi Akses Informasi Kesehatan Reproduksi
Demikian penjelasan singkat mengenai diagnosa keperawatan keluarga berencana beserta standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari PPNI. Semoga informasi ini bermanfaat. Apakah ada pertanyaan lain yang dapat saya bantu? -
Article No. 10882 | 14 Jan 2025
Klinis : Bab cair 20 kali mual muntah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu Bab cair 20 kali, mual muntah, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Diare akut
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Diare akut adalah perubahan konsistensi dan peningkatan frekuensi defekasi yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Tujuan utama perawatan pada pasien dengan diare akut adalah untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit, mengurangi frekuensi diare, dan mencegah komplikasi.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen diare, manajemen cairan dan elektrolit, serta edukasi terkait diare.
Dengan tone akademis, persona pakar, dan nurse, penjelasan ini dapat disampaikan dengan gaya yang formal dan informatif, menekankan pada aspek klinis dan keperawatan yang sesuai dengan standar profesi. -
Article No. 10883 | 14 Jan 2025
Klinis : Bab cair 20 kali mual muntah
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci terkait diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) berdasarkan kondisi yang Anda paparkan, yaitu bab cair 20 kali dan mual muntah.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang paling sesuai untuk kondisi tersebut adalah "Diare" berdasarkan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia). Diare didefinisikan sebagai pengeluaran feses yang tidak normal, yaitu lebih cair dan/atau lebih sering dari biasanya. Pada kasus ini, pasien mengalami bab cair sebanyak 20 kali, yang menunjukkan adanya diare. Selain itu, pasien juga mengalami mual dan muntah, yang dapat menjadi gejala atau komplikasi dari diare.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan asuhan keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mencapai luaran sebagai berikut:
1. Keseimbangan Cairan: Pasien menunjukkan status cairan yang seimbang, ditandai dengan tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada tanda dehidrasi, dan intake dan output cairan seimbang.
2. Kontrol Eliminasi: Pasien menunjukkan pola eliminasi yang normal, yaitu frekuensi bab kembali ke normal (< 3 kali per hari) dengan konsistensi feses yang padat.
3. Manajemen Mual dan Muntah: Pasien mampu mengenali dan mengatasi mual dan muntah, serta dapat mempertahankan intake nutrisi yang adekuat.
4. Pengetahuan Perawatan Diri: Pasien dan keluarga memiliki pengetahuan yang baik mengenai perawatan diri dan pencegahan komplikasi terkait diare.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut adalah intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Pemantauan status cairan:
- Pantau tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) secara rutin.
- Pantau input dan output cairan secara akurat.
- Identifikasi tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan cairan.
- Berikan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan pasien.
2. Manajemen diare:
- Identifikasi penyebab diare dan faktor yang memperberat.
- Anjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan dan cairan yang mudah dicerna.
- Berikan obat antidiare sesuai indikasi.
- Ajarkan pasien dan keluarga mengenai manajemen diare.
3. Manajemen mual dan muntah:
- Identifikasi penyebab mual dan muntah.
- Berikan antiemetik sesuai indikasi.
- Ajarkan teknik manajemen mual dan muntah (seperti relaksasi, distraksi).
- Fasilitasi asupan nutrisi dan cairan yang adekuat.
4. Edukasi dan dukungan:
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai diare, pencegahan komplikasi, dan perawatan diri.
- Libatkan keluarga dalam perawatan pasien dan dorong partisipasi aktif.
- Sediakan dukungan emosional dan psikologis bagi pasien dan keluarga.
Penjelasan di atas mencakup diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) berdasarkan kondisi pasien dengan bab cair 20 kali dan mual muntah. Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami pendekatan keperawatan yang komprehensif untuk menangani kondisi tersebut. -
Article No. 10884 | 14 Jan 2025
Klinis : bersihan jalan napas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi "bersihan jalan napas" dengan format yang Anda minta.
1. Kode ICD-10:
- Kode: Z99.89
- Deskripsi: Keadaan ketergantungan pada alat bantu pernapasan lainnya
Penjelasan:
Kode ICD-10 Z99.89 digunakan untuk menggambarkan kondisi pasien yang bergantung pada alat bantu pernapasan lainnya, seperti ventilator atau trakeostomi. Dalam kasus "bersihan jalan napas", ini dapat mencakup kondisi di mana pasien membutuhkan bantuan untuk mempertahankan dan membersihkan jalan napas mereka, seperti pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan atau penyakit paru-paru.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.94
- Deskripsi: Pembersihan jalan napas
Penjelasan:
Kode ICD-9-CM 93.94 digunakan untuk mengkodekan tindakan pembersihan jalan napas, yang dapat meliputi prosedur seperti suction, pengisapan sekret, bronkoskopi, atau tindakan lain yang dilakukan untuk mempertahankan dan membersihkan jalan napas pasien. Ini merupakan tindakan medis yang sering dilakukan pada pasien dengan kondisi bersihan jalan napas yang terganggu. -
Article No. 10885 | 14 Jan 2025
Klinis : bersihan jalan napas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi bersihan jalan napas.
Diagnosa Keperawatan:
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari intervensi keperawatan untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif adalah jalan napas yang tetap terbuka, kemampuan batuk efektif, dan tidak ada sianosis.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif antara lain:
1. Pengisapan jalan napas
2. Pemberian oksigen
3. Latihan batuk efektif
4. Posisi semi-fowler
5. Inhalasi mukolitik
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan pasien dan tim kesehatan lainnya untuk memastikan jalan napas tetap efektif, mengurangi sekret, dan mencegah komplikasi pernapasan yang mungkin terjadi. -
Article No. 10886 | 14 Jan 2025
Klinis : pasien 45 tahun tn. s diagnosis STEMI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien 45 tahun Tn. S dengan diagnosis STEMI.
Diagnosa Keperawatan:
1. Penurunan Curah Jantung
Definisi: Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Penyebab: Infark miokard akut (STEMI)
2. Nyeri Dada
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial di daerah dada.
Penyebab: Infark miokard akut (STEMI)
3. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk mentolerir atau menyelesaikan aktivitas fisik pada tingkat yang diharapkan.
Penyebab: Penurunan curah jantung, nyeri dada
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Penurunan Curah Jantung: Tanda dan gejala, pemeriksaan diagnostik, etiologi, dan faktor yang mempengaruhi.
- Nyeri Dada: Karakteristik nyeri, lokasi, kualitas, durasi, faktor pencetus dan faktor yang mempengaruhi.
- Intoleransi Aktivitas: Tingkat energi, respons fisiologis terhadap aktivitas, dan faktor yang mempengaruhi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Penurunan Curah Jantung: Peningkatan curah jantung, perbaikan perfusi jaringan, dan stabilitas hemodinamik.
- Nyeri Dada: Penurunan intensitas nyeri, perbaikan kemampuan beraktivitas, dan peningkatan kualitas hidup.
- Intoleransi Aktivitas: Peningkatan toleransi aktivitas, peningkatan kemampuan beraktivitas, dan peningkatan kualitas hidup.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Penurunan Curah Jantung: Pemantauan hemodinamik, pemberian oksigen, pengaturan aktivitas, dan terapi farmakologis.
- Nyeri Dada: Manajemen nyeri, pemberian oksigen, dan terapi farmakologis.
- Intoleransi Aktivitas: Manajemen aktivitas, pemberian oksigen, dan latihan fisik.
Dengan menerapkan SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandar untuk membantu pasien Tn. S yang mengalami STEMI dalam pemulihan dan peningkatan kualitas hidupnya. -
Article No. 10887 | 14 Jan 2025
Klinis : bersihan jalan napas
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu "bersihan jalan napas", berikut adalah kode ICD-10 dan ICD-9-CM Procedure yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: Z92.89
- Deskripsi: Riwayat penanganan kesehatan lainnya
Penjelasan:
Kode ICD-10 Z92.89 mencakup riwayat penanganan kesehatan lainnya, yang dapat mencakup prosedur pembersihan jalan napas. Meskipun tidak ada kode spesifik untuk "bersihan jalan napas", kode ini dapat digunakan untuk menggambarkan riwayat penanganan terkait dengan pemeliharaan jalan napas.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.94
- Deskripsi: Pembersihan atau irigasi jalan napas
Penjelasan:
Kode ICD-9-CM 93.94 merujuk pada prosedur pembersihan atau irigasi jalan napas, yang dapat mencakup tindakan seperti suction, aspirasi, atau pembersihan sekresi dari saluran pernapasan. Kode ini dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan medis yang dilakukan untuk mempertahankan dan memfasilitasi bersihan jalan napas pasien.
Dalam praktik klinis, kode-kode ini dapat digunakan oleh dokter, perekam medis, atau tenaga kesehatan lainnya untuk mencatat diagnosa dan tindakan medis yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pembersihan jalan napas pasien. -
Article No. 10888 | 14 Jan 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan membantu Anda memberikan diagnosa keperawatan, luaran/output yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
Penyebab: Sekresi berlebih, kelemahan otot pernapasan, iritasi saluran napas.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Penyebab: Anoreksia, malaise, gangguan pencernaan.
3. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
Penyebab: Kelemahan, sesak napas, malaise.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Bersihan Jalan Napas Efektif
- Pasien dapat mengeluarkan sekret dengan efektif.
- Pasien tidak mengalami kesulitan bernapas.
- Suara napas pasien normal.
2. Status Nutrisi Membaik
- Pasien menunjukkan peningkatan berat badan.
- Pasien menunjukkan peningkatan nafsu makan.
- Hasil laboratorium terkait status nutrisi dalam batas normal.
3. Toleransi Aktivitas Meningkat
- Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan.
- Pasien tidak mengalami sesak napas saat beraktivitas.
- Tanda-tanda vital pasien stabil selama beraktivitas.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Auskultasi suara napas dan identifikasi adanya suara abnormal
- Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan
- Latih teknik batuk efektif dan pembersihan jalan napas
- Berikan fisioterapi dada (percussing, vibrating, postural drainage)
- Kolaborasi pemberian obat bronkodilator dan mukolitik
2. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Kaji status nutrisi pasien (berat badan, indeks massa tubuh, riwayat asupan makanan)
- Berikan diet tinggi kalori dan protein sesuai kebutuhan pasien
- Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi jika diperlukan
- Evaluasi asupan makanan pasien dan lakukan edukasi gizi
3. Intoleransi Aktivitas
- Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas
- Monitor tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas
- Berikan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi pasien (misalnya ambulasi bertahap)
- Ajarkan teknik manajemen energi untuk menghemat tenaga saat beraktivitas
- Kolaborasi pemberian oksigenasi tambahan saat beraktivitas jika diperlukan
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diharapkan dan memperoleh peningkatan kondisi secara keseluruhan.