Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23892 | 01 Feb 2026
Klinis : nyeri akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau menetap hingga kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Deskripsi: Pasien mampu mengontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri dapat terkontrol, 2) Mengenali faktor penyebab, 3) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, 4) Mematuhi regimen terapi farmakologi yang diresepkan, 5) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan, 6) Menggunakan sistem pendukung yang tersedia. Pencapaian SLKI ini menunjukkan keberhasilan pasien dalam mengelola pengalaman nyerinya secara mandiri dan kolaboratif, yang merupakan tujuan akhir dari intervensi keperawatan untuk nyeri akut. Kontrol nyeri tidak selalu berarti nyeri hilang sepenuhnya, tetapi nyeri berkurang ke tingkat yang dapat ditoleransi sehingga tidak mengganggu aktivitas, istirahat, dan pemulihan pasien. Kemampuan pasien untuk mengenali pemicu dan menggunakan teknik nonfarmakologi (seperti distraksi, relaksasi, kompres) menunjukkan pemahaman dan keterlibatan aktif dalam manajemen nyeri. Kepatuhan terhadap terapi obat juga penting untuk memastikan efektivitas analgesik dan mencegah komplikasi. Fungsi yang dipertahankan mengindikasikan bahwa nyeri tidak lagi melumpuhkan, sementara pemanfaatan dukungan sosial (keluarga, teman, tenaga kesehatan) memperkuat kemampuan koping pasien.
Kode SIKI: I.08024
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Deskripsi: Intervensi untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/skala nyeri, faktor pencetus dan pereda), 2) Observasi isyarat nonverbal dari ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi verbal, 3) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, terapi musik, masase, kompres hangat/dingin), 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program terapi, 5) Evaluasi efektivitas intervensi pengendalian nyeri (termasuk farmakologi dan nonfarmakologi), 6) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya, 7) Modifikasi lingkungan untuk meningkatkan kenyamanan, 8) Dukung dan bantu pasien dalam beristirahat/tidur. Intervensi ini bersifat holistik dan berurutan. Pengkajian yang komprehensif dan berkelanjutan adalah landasan utama, karena nyeri adalah pengalaman subjektif. Observasi perilaku sangat krusial untuk populasi rentan seperti bayi, lansia demensia, atau pasien yang di ventilator. Edukasi memberdayakan pasien dan keluarga untuk terlibat aktif. Teknik nonfarmakologi adalah modalitas pertama yang sering dapat segera diterapkan dan memiliki efek sinergis dengan obat. Pemberian analgetik secara kolaboratif harus tepat jenis, dosis, waktu, dan rute sesuai prinsip farmakologi nyeri (seperti pemberian secara reguler untuk nyeri terus-menerus). Evaluasi yang rutin (misal, 30-60 menit pasca intervensi) memastikan apakah tujuan tercapai atau perlu modifikasi rencana. Penciptaan lingkungan yang tenang, redup cahaya, dan suhu nyaman dapat mengurangi stimulus yang memperberat nyeri. Istirahat dan tidur yang cukup juga penting karena kelelahan dapat menurunkan ambang nyeri. Semua intervensi ini didokumentasikan secara sistematis untuk memastikan kontinuitas asuhan.
-
Article No. 23893 | 01 Feb 2026
Klinis : Intoleransi Aktivitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: