Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25022 | 10 Apr 2026
Klinis : Kode SDKI: D.0098ygcvbjgdc
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.01215
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah. Kriteria hasil: 1) Menyebutkan faktor risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. 2) Menyebutkan tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. 3) Menunjukkan perilaku untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal. 4) Kadar glukosa darah dalam rentang normal. 5) Tidak terjadi tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia.
Kode SIKI: I.01215
Deskripsi : Manajemen Hipoglikemia dan Hiperglikemia. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda dan gejala hipoglikemia (seperti lemas, berkeringat, pusing, lapar, tremor, takikardia, penurunan kesadaran) dan hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, polifagi, penurunan berat badan, lemas, penglihatan kabur). 2) Monitor kadar glukosa darah sesuai ketentuan. 3) Identifikasi faktor yang mempengaruhi ketidakstabilan kadar glukosa darah (misal: pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, stres, penyakit penyerta). 4) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetes oral sesuai resep. 5) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai cara memantau kadar glukosa darah mandiri. 6) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai penatalaksanaan diet sesuai kondisi (prinsip 3J: jumlah, jadwal, jenis). 7) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai perencanaan aktivitas fisik yang sesuai. 8) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi hipoglikemia (seperti konsumsi gula sederhana) atau hiperglikemia. 9) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai teknik pemberian insulin (jika diperlukan). 10) Rujuk ke tim kesehatan lain (ahli gizi, edukator diabetes) sesuai kebutuhan.
Penjelasan dan Definisi: Diagnosa Keperawatan "Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah" (D.0098) merujuk pada kerentanan seorang individu untuk mengalami kadar glukosa darah di luar batas normal, baik itu hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) maupun hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), yang dapat membahayakan kondisi kesehatannya. Diagnosa ini bersifat potensial, artinya faktor risiko telah teridentifikasi tetapi kondisi abnormal tersebut belum terjadi. Faktor risikonya sangat beragam, mencakup ketidaktahuan tentang manajemen penyakit (seperti diabetes), ketidakpatuhan terhadap terapi diet, obat-obatan, atau insulin, fluktuasi aktivitas fisik yang tidak terencana, adanya penyakit akut atau infeksi, serta faktor stres fisiologis dan psikologis. Tujuan utama perawat adalah mencegah terjadinya episode hipo/hiperglikemia melalui intervensi yang proaktif dan edukatif.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dengan kode L.01215, yaitu "Pengendalian Kadar Glukosa Darah", menetapkan hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan diberikan. Luaran ini diukur melalui lima kriteria utama. Pertama, peningkatan pengetahuan pasien tentang faktor-faktor yang dapat memicu ketidakstabilan gula darah. Kedua, kemampuan pasien untuk mengenali tanda peringatan dini baik saat gula darah turun maupun naik. Ketiga, demonstrasi perilaku adaptif seperti memeriksa gula darah secara rutin, mengatur pola makan, dan beraktivitas dengan tepat. Keempat, capaian objektif berupa angka glukosa darah yang berada dalam target yang ditetapkan. Kelima, tidak adanya manifestasi klinis dari gangguan kadar glukosa. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan pasien dalam mengelola risikonya.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan kode I.01215, yaitu "Manajemen Hipoglikemia dan Hiperglikemia", merupakan serangkaian tindakan berbasis bukti yang dilakukan perawat untuk mencapai luaran yang diinginkan. Intervensi ini bersifat komprehensif, dimulai dari pemantauan ketat tanda vital dan gejala, serta pemantauan kadar glukosa darah baik di fasilitas kesehatan maupun mandiri. Perawat melakukan identifikasi mendalam terhadap faktor penyebab ketidakstabilan untuk intervensi yang tepat sasaran. Tindakan kolaboratif pemberian obat sangat krusial. Pilar utama intervensi ini adalah edukasi yang berkelanjutan dan partisipatif kepada pasien dan keluarganya, mencakup pemantauan mandiri, prinsip diet diabetes (3J), manajemen aktivitas fisik, penanganan darurat episode hipo/hiperglikemia, serta teknik penyuntikan insulin jika diperlukan. Perawat juga berperan sebagai koordinator dengan merujuk pasien ke ahli gizi atau edukator diabetes mellitus untuk pendalaman materi. Keseluruhan intervensi ini dirancang untuk memberdayakan pasien, meningkatkan kemandirian dalam perawatan diri (self-care), dan pada akhirnya mencegah komplikasi akut maupun kronis dari ketidakstabilan glukosa darah, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
-
Article No. 25023 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penularan Infeksi
Kode SLKI: L.03149
Deskripsi : Klien dan pasangan bebas dari penularan infeksi.
Kode SIKI: I.01249
<>Deskripsi : Edukasi pencegahan penularan infeksi.
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Tingkat ansietas klien menurun.
Kode SIKI: I.01205
Deskripsi : Manajemen ansietas.
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Koping Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03125
Deskripsi : Koping klien efektif.
Kode SIKI: I.01229
Deskripsi : Peningkatan koping.
-
Article No. 25024 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap penularan patogen dari satu individu ke individu lain yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : SLKI 1801: Klien dan pasangan/keluarga mampu mengidentifikasi faktor risiko penularan infeksi. Dalam konteks pasangan ini, fokusnya adalah pada pemahaman mendalam tentang cara penularan HIV, khususnya melalui hubungan seksual tanpa pengaman dan potensi penularan dari ibu ke anak (PMTCT). Klien dan pasangan perlu memahami bahwa meskipun Tn. A dalam terapi ARV, viral load yang masih terdeteksi (1.200 copies/mL) menunjukkan risiko penularan masih ada. Mereka juga harus mengidentifikasi faktor risiko lain seperti tidak konsisten menggunakan kondom karena keinginan memiliki anak, yang justru meningkatkan risiko Ny. M tertular. Pemahaman ini menjadi dasar untuk membuat rencana kehamilan yang aman (Safe Conception).
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : SIKI 4201: Edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi. Intervensi keperawatan ini merupakan tindakan utama untuk menurunkan risiko penularan. Perawat memberikan edukasi komprehensif dan konseling berkelanjutan kepada pasangan tersebut. Materi edukasi meliputi: 1) Prinsip U=U (Undetectable = Untransmittable) dan pentingnya mencapai supresi viral load (di bawah 50 copies/mL) terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan tanpa kondom, untuk meminimalkan risiko. 2) Opsi metode kehamilan aman (Safe Conception) seperti inseminasi buatan dengan semen suami yang telah diproses (sperm washing) jika tersedia, atau melakukan hubungan seksual tanpa kondom hanya pada masa subur (ovulasi) setelah viral load suami benar-benar tidak terdeteksi. 3) Pentingnya konsumsi ARV yang sangat disiplin dan rutin pemantauan viral load untuk mempercepat tercapainya supresi. 4) Penggunaan kondom konsisten di luar waktu rencana pembuahan hingga kondisi viral load supresi tercapai. 5) Edukasi tentang pencegahan penularan ke anak (PMTCT) yang melibatkan konsumsi ARV pada ibu selama hamil dan nifas, serta pemberian ARV profilaksis pada bayi. Perawat juga berperan sebagai fasilitator komunikasi antara pasangan untuk mengurangi rasa bersalah dan takut, serta merujuk ke dokter spesialis kandungan dan konselor yang berpengalaman dalam HIV untuk rencana kehamilan yang terstruktur.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0017
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Klien mampu mengidentifikasi penyebab ansietas. Pada kasus ini, ansietas dialami oleh kedua pasangan dengan sumber yang berbeda. Ny. M perlu mengidentifikasi bahwa kecemasannya bersumber dari ketakutan tertular HIV dari suaminya, kekhawatiran terhadap masa depan pernikahan, dan kesehatan anak yang akan direncanakan. Sementara Tn. A perlu mengidentifikasi bahwa kecemasan dan perasaannya bersumber dari rasa bersalah telah membawa "ancaman" ke dalam rumah tangga, takut ditolak atau diasingkan oleh istri, serta kecemasan akan kesehatan dirinya sendiri dan kemungkinan tidak bisa memiliki anak yang sehat. Mengidentifikasi sumber-sumber spesifik ini adalah langkah pertama untuk mengelola emosi secara konstruktif.
Kode SIKI: 4510
Deskripsi : SIKI 4510: Manajemen ansietas. Perawat melakukan intervensi untuk mengurangi tingkat kecemasan kedua klien. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menciptakan lingkungan konseling yang aman, empatik, dan tidak menghakimi untuk mendorong ekspresi perasaan secara terbuka. 2) Melakukan konseling pasangan (couple counseling) untuk memfasilitasi komunikasi tentang ketakutan dan harapan masing-masing. Perawat membantu Tn. A mengungkapkan rasa bersalahnya dan membantu Ny. M menyampaikan kekhawatirannya dengan cara yang tidak menyalahkan, tetapi sebagai masalah bersama yang perlu diatasi. 3) Memberikan informasi faktual dan akurat tentang HIV, terapi ARV, dan peluang untuk memiliki anak yang sehat dengan perencanaan yang tepat. Informasi yang jelas dapat mengurangi kecemasan yang berasal dari ketidaktahuan. 4) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam untuk mengatasi serangan cemas. 5) Memberikan dukungan psikologis dan penguatan (reinforcement) atas komitmen mereka mencari bantuan dan merencanakan masa depan. 6) Merujuk ke support group ODHA atau konseling psikologi lebih lanjut jika kecemasan sangat berat dan mengganggu. Tujuan akhirnya adalah ansietas berkurang hingga tingkat yang memungkinkan pasangan berpikir jernih dan mengambil keputusan terkait rencana kehamilan dan pengobatan.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Perorangan
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mencari bantuan dalam memelihara kesehatan.
Kode SLKI: 1613
Deskripsi : SLKI 1613: Klien mampu mengelola terapi yang diresepkan. Fokus pada Tn. A adalah kemampuannya untuk mengelola terapi ARV secara optimal sebagai fondasi utama kesehatan dirinya dan keberhasilan rencana kehamilan yang aman. Ini termasuk kemampuan untuk: 1) Memahami tujuan terapi ARV (untuk menekan virus, meningkatkan CD4, dan mencegah penularan). 2) Menjelaskan jadwal, dosis, dan cara minum obat ARV-nya dengan benar, serta pentingnya kepatuhan mutlak (adherence) lebih dari 95% untuk mencegah resistensi. 3) Mengidentifikasi efek samping obat yang mungkin terjadi dan tahu tindakan yang harus diambil. 4) Memahami pentingnya kontrol rutin dan pemeriksaan viral load/CD4 untuk memantau keberhasilan terapi. Pengelolaan terapi yang baik akan mempercepat tercapainya viral load tidak terdeteksi, yang menjadi kunci bagi kesehatan Tn. A dan keselamatan proses kehamilan.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : SIKI 4320: Manajemen obat. Perawat melakukan intervensi untuk meningkatkan kemampuan Tn. A dalam mengelola terapi ARV-nya. Intervensi meliputi: 1) Edukasi mendetail tentang obat ARV: nama, fungsi, jadwal, pentingnya ketepatan waktu, dan strategi untuk mengingat minum obat (penggunaan alarm, kotak pil). 2) Konseling adherence dengan pendekatan motivasional, mengaitkan kepatuhan minum obat dengan tujuan personalnya (sehat, bisa punya anak, melindungi istri). 3) Pemantauan dan penilaian adherence secara berkala, mengeksplorasi hambatan yang mungkin dihadapi (efek samping, stigma, lupa) dan mencari solusi bersama. 4) Edukasi tentang tanda-tanda efek samping dan kapan harus melapor ke dokter. 5) Memastikan Tn. A terhubung dengan sistem dukungan pengobatan (PPIA, komunitas) dan memahami jalur perawatan berkelanjutan. Selain itu, perawat juga mengedukasi pasangan sebagai satu tim dalam mengelola kesehatan keluarga, di mana Ny. M dapat berperan sebagai pengingat yang supportif tanpa bersikap mengawasi secara berlebihan.
-
Article No. 25025 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan gelisah, khawatir, atau ketakutan yang tidak jelas atau tidak spesifik terhadap ancaman yang akan datang, disertai dengan respons otonom (sumber dapat tidak diketahui atau tidak diakui oleh individu); suatu perasaan apriori karena antisipasi bahaya. Pada kasus ini, ansietas dialami oleh Ny. M terkait ketakutan tertular HIV dari suaminya dan oleh Tn. A terkait rasa bersalah dan takut ditolak.
Kode SLKI: L.07134
Deskripsi : Ansietas teratasi. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Klien mengungkapkan perasaan ansietas menurun atau hilang. 2) Klien mengidentifikasi penyebab ansietas. 3) Klien menunjukkan perilaku koping yang adaptif. 4) Tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti tremor, takikardia) menurun atau hilang. Pada konteks pasangan ini, tujuan utamanya adalah agar Ny. M dapat mengungkapkan kecemasannya secara terbuka, memahami secara akurat risiko penularan dengan data medis, dan Tn. A dapat mengungkapkan perasaan bersalah serta ketakutannya. Keduanya diharapkan dapat berkomunikasi secara efektif tentang kekhawatiran mereka dan bersama-sama merencanakan langkah kehamilan yang aman, sehingga mengurangi beban kecemasan.
Kode SIKI: I.05244
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi: 1) Menciptakan lingkungan yang terapeutik dan mendukung untuk membangun rasa percaya. 2) Mendorong klien (Ny. M dan Tn. A) untuk mengungkapkan perasaan, persepsi, dan ketakutannya. Validasi perasaan mereka bahwa hal tersebut wajar. 3) Memberikan pendidikan kesehatan yang akurat tentang HIV, cara penularan, dan pencegahan, khususnya mengenai Treatment as Prevention (TasP) – bahwa terapi ARV yang mencapai supresi viral load (di bawah 200 copies/mL) secara signifikan menurunkan risiko penularan kepada pasangan hingga tidak terdeteksi (U=U). 4) Menjelaskan pentingnya kepatuhan ARV untuk mencapai supresi viral load sebagai langkah utama melindungi pasangan dan merencanakan kehamilan. 5) Membahas strategi pencegahan selama merencanakan kehamilan, seperti penggunaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) untuk Ny. M, inseminasi buatan, atau timed intercourse saat viral load Tn. A sudah tersupresi. 6) Melibatkan pasangan dalam konseling berpasangan untuk meningkatkan komunikasi dan dukungan. 7) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana untuk mengelola ansietas. 8) Kolaborasi dengan dokter untuk evaluasi kepatuhan dan efektivitas ARV Tn. A serta kemungkinan pemberian PrEP untuk Ny. M.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami invasi oleh patogen patogenik. Pada kasus ini, Ny. M memiliki risiko tertular HIV karena pasangannya positif HIV, viral loadnya belum tersupresi (1.200 copies/mL), dan mereka jarang menggunakan kondom dengan alasan merencanakan kehamilan tanpa strategi pencegahan yang aman.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Klien (Ny. M) tetap negatif HIV. 2) Klien dan pasangan (Tn. A) menyatakan pemahaman tentang faktor risiko penularan HIV. 3) Klien dan pasangan mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah penularan. 4) Tn. A mencapai dan mempertahankan supresi viral load. Tujuan spesifiknya adalah Ny. M memahami dan menerapkan metode pencegahan yang efektif selama proses perencanaan kehamilan, sementara Tn. A patuh terhadap ARV hingga viral loadnya tidak terdeteksi, sehingga meminimalkan risiko penularan kepada istri dan calon bayi.
Kode SIKI: I.15031
Deskripsi : Proteksi Infeksi. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi: 1) Edukasi komprehensif kepada kedua pasangan tentang jalur penularan HIV dan hubungannya dengan viral load. 2) Menekankan pentingnya kepatuhan terapi ARV pada Tn. A sebagai upaya utama (TasP) untuk mencapai supresi viral load. 3) Mendiskusikan dan merencanakan bersama metode untuk mencapai kehamilan yang aman (Safe Conception), termasuk: a) Menunda hubungan seksual tanpa kondom hingga viral load Tn. A tidak terdeteksi (di bawah 200 copies/mL) selama minimal 6 bulan. b) Menggunakan PrEP untuk Ny. M sebagai lapisan perlindungan tambahan selama merencanakan kehamilan. c) Mempertimbangkan metode reproduksi berbantuan seperti inseminasi buatan dengan semen yang sudah dicuci (jika tersedia) untuk menghilangkan risiko. d) Jika tanpa PrEP, melakukan hubungan seksual tanpa kondom hanya pada masa subur (timed intercourse) setelah viral load tersupresi. 4) Memastikan akses dan kepatuhan jika Ny. M memulai PrEP. 5) Mendorong skrining dan pengobatan IMS lainnya yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV. 6) Memantau kepatuhan ARV Tn. A dan mendukung untuk mengatasi hambatan. 7) Mengatur jadwal pemeriksaan viral load rutin dan tes HIV berkala untuk Ny. M. 8) Kolaborasi dengan dokter, konselor, dan layanan kesehatan reproduksi.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Kode SDKI: D.0093
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan manajemen kesehatan adalah pola dimana individu atau keluarga mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan program terapeutik ke dalam aktivitas hidup sehari-hari untuk memenuhi tujuan kesehatan. Pada pasangan ini, terlihat ketidakefektifan dalam mengelola kondisi HIV Tn. A dan rencana kehamilan. Mereka memiliki konflik antara keinginan memiliki anak dengan kebutuhan untuk mencegah penularan, ditandai dengan jarang menggunakan kondom tanpa strategi pengganti yang aman, viral load yang belum tersupresi, serta adanya distres emosional yang dapat mengganggu kepatuhan dan pengambilan keputusan.
Kode SLKI: L.09065
Deskripsi : Manajemen kesehatan efektif. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Pasangan menyatakan pemahaman tentang kondisi (HIV) dan rencana terapi. 2) Pasangan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang perawatan dan tujuan (kehamilan). 3) Pasangan mendemonstrasikan perilaku untuk mencapai tujuan (kepatuhan ARV, penggunaan PrEP, praktik seks aman). 4) Sumber daya yang dibutuhkan diidentifikasi dan diakses. Tujuannya adalah pasangan ini dapat membuat dan menjalankan rencana yang terstruktur, realistis, dan aman untuk mencapai kehamilan tanpa menularkan HIV, dengan memanfaatkan sumber daya kesehatan yang tersedia (klinik VCT, layanan PDP, dokter).
Kode SIKI: I.09088
Deskripsi : Fasilitasi Manajemen Kesehatan. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi: 1) Melakukan asesmen mendalam terhadap pengetahuan, keyakinan, motivasi, dan hambatan yang dihadapi pasangan dalam mengelola HIV dan merencanakan kehamilan. 2) Memfasilitasi konseling berpasangan yang berfokus pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan bersama. 3) Membantu pasangan menetapkan tujuan jangka pendek dan panjang yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai (contoh: tujuan jangka pendek: Tn. A patuh minum ARV >95%, kontrol ulang viral load dalam 3 bulan; tujuan menengah: konsultasi dokter untuk evaluasi PrEP; tujuan panjang: kehamilan yang aman). 4) Membantu pasangan mengembangkan rencana tindakan konkret, termasuk jadwal minum obat, jadwal kunjungan ke klinik, dan strategi komunikasi antar pasangan. 5) Memberikan edukasi yang terstruktur tentang manajemen HIV, safe conception, dan perawatan kehamilan untuk pasangan serodiskordan. 6) Memperkuat dukungan sosial di antara pasangan itu sendiri. 7) Menjadi penghubung (linkage) dengan layanan pendukung seperti kelompok dukungan sebanyak (ODHA), layanan kesuburan, atau konseling psikologis jika diperlukan. 8) Melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap kemajuan rencana, kepatuhan, beban psikologis, dan pencapaian tujuan kesehatan.
-
Article No. 25026 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak. 1.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Edukasi pencegahan infeksi
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol ansietas
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen ansietas
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: 0021Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Kode SLKI: 1613
Deskripsi : Manajemen terapi
Kode SIKI: 4330
Deskripsi : Fasilitasi kepatuhan
-
Article No. 25027 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak. 1.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan terkait Kesehatan Reproduksi pada Pasangan Serodiskordan HIV
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penularan Infeksi
Kode SLKI: L.07115
Deskripsi : Perilaku pencegahan penularan infeksi
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Edukasi pencegahan infeksi
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan terkait Kesehatan Reproduksi pada Pasangan Serodiskordan HIV
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kecemasan
Kode SLKI: L.07002
Deskripsi : Kontrol kecemasan
Kode SIKI: I.08004
Deskripsi : Manajemen kecemasan
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan terkait Kesehatan Reproduksi pada Pasangan Serodiskordan HIV
Kode SDKI: D.0185
Deskripsi Singkat: Kesiapan Meningkatkan Pengetahuan
Kode SLKI: L.06139
Deskripsi : Pengetahuan: proses penyakit dan penanganan
Kode SIKI: I.05147
Deskripsi : Fasilitasi pembelajaran
-
Article No. 25028 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Penularan Infeksi
Kode SLKI: L.07115
Deskripsi : Klien dan pasangan bebas dari penularan infeksi.
Kode SIKI: I.05084
<>Deskripsi : Edukasi pencegahan penularan infeksi.
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Tingkat ansietas klien menurun.
Kode SIKI: I.05001
<>Deskripsi : Manajemen ansietas.
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0121
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
Kode SLKI: L.09101
Deskripsi : Klien mampu mengelola program terapeutik.
Kode SIKI: I.09001
<>Deskripsi : Manajemen terapeutik.
-
Article No. 25029 | 10 Apr 2026
Klinis : Buta
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Buta
Kode SDKI: 00266
Deskripsi Singkat: Risiko cedera: Disfungsi persepsi sensori penglihatan
Kode SLKI: 4306A
Deskripsi : Pasien terlindung dari cedera akibat disfungsi persepsi sensori penglihatan. Indikator: 1) Lingkungan diidentifikasi aman dari bahaya; 2) Lingkungan dimodifikasi untuk mencegah cedera; 3) Alat bantu mobilitas digunakan untuk mencegah cedera; 4) Pasien menggunakan teknik untuk mengenali lingkungan; 5) Keluarga diajarkan untuk memodifikasi lingkungan; 6) Keluarga mendampingi pasien dalam beraktivitas.
Kode SIKI: 4234
Deskripsi : Manajemen Lingkungan. Tindakan: 1) Kaji faktor risiko lingkungan yang dapat menyebabkan cedera (pencahayaan buruk, lantai licin, benda berserakan, furnitur tidak stabil). 2) Atur tata letak lingkungan yang konsisten dan tidak mengubah posisi barang tanpa memberitahu pasien. 3) Pastikan jalur lalu lintas di kamar dan rumah bebas dari hambatan. 4) Gunakan pencahayaan yang memadai, hindari silau, dan gunakan lampu malam. 5) Beri tanda atau label pada area berbahaya (seperti tangga, lantai basah) dengan bahan timbul atau penanda taktil. 6) Pasang pegangan tangan di kamar mandi dan tangga. 7) Rekomendasikan penggunaan alat bantu seperti tongkat putih atau anjing pemandu, serta pelatihan orientasi dan mobilitas. 8) Ajarkan pasien teknik untuk mengenali lingkungan, seperti menggunakan indera pendengaran dan peraba, serta metode "panduan visual" (systematic scanning). 9) Latih pasien untuk menggunakan sistem jam tangan (clock method) untuk mendeskripsikan letak makanan di piring. 10) Libatkan keluarga dalam modifikasi lingkungan dan pengawasan untuk mencegah cedera. 11) Berikan edukasi tentang keselamatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak dan berjalan. 12) Kolaborasi dengan terapis okupasi atau spesialis rehabilitasi untuk pelatihan kemampuan hidup mandiri.
-
Article No. 25030 | 10 Apr 2026
Klinis : Pada tanggal 7 April 2026 pukul 09.00 WITA, dilakukan pengkajian keperawatan pada Tn. A, seorang laki-laki berusia 40 tahun dengan diagnosa medik skizofrenia paranoid yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum sejak 5 April 2026. Klien dibawa oleh istrinya, Ny. S, dengan alasan utama klien sering menyendiri, tidak mau berbicara dengan keluarga, merasa tidak berguna, dan sering mengucapkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Keluhan utama yang disampaikan klien adalah perasaan tidak berguna, merasa gagal sebagai suami dan ayah, tidak mampu mencari nafkah dengan baik, serta merasa malu terhadap tetangga. Dari faktor predisposisi, diketahui bahwa klien pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu dengan hasil pengobatan yang kurang berhasil. Klien juga memiliki riwayat penolakan dari orang tua saat kecil dan sering menyaksikan kekerasan dalam keluarga. Ayah kandung klien juga memiliki riwayat gangguan jiwa dengan gejala menarik diri dan bicara sendiri. Selain itu, klien pernah mengalami kegagalan dalam usaha berdagang dan perceraian di masa lalu, yang semakin memperburuk kondisi psikologisnya. Pada pengkajian fisik, tanda-tanda vital klien dalam batas normal dengan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 84 kali per menit, respirasi 20 kali per menit, dan suhu 36,5 derajat Celcius. Tinggi badan klien 165 cm dengan berat badan 55 kg. Klien juga mengeluhkan pusing, lemas, dan nafsu makan yang menurun. Dari aspek psikososial, genogram menunjukkan bahwa klien berasal dari keluarga dengan komunikasi yang kurang terbuka. Konsep diri klien terganggu, di mana ia mengaku tidak menarik, tidak berguna sebagai laki-laki, gagal sebagai kepala keluarga, serta membenci dirinya sendiri. Dalam hubungan sosial, klien hanya dekat dengan istri dan anak, tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat karena takut ditolak dan malu. Secara spiritual, klien merasa berdosa karena tidak bisa mencari nafkah dan jarang melaksanakan ibadah sholat secara konsisten. Status mental klien menunjukkan bahwa penampilannya tidak rapi dengan rambut acak-acakan dan pakaian yang kusam. Pembicaraan klien lambat dan kadang tidak nyambung, aktivitas motorik lesu dan gelisah, serta alam perasaan yang sedih dan putus asa. Afek klien tampak datar, kurang ada kontak mata, dan bersikap curiga selama wawancara. Klien juga melaporkan kadang mendengar suara yang mengatakan dirinya tidak berguna, yang mengindikasikan adanya halusinasi pendengaran. Proses pikir klien cenderung tangensial dengan bentuk pikir yang tidak realistis, serta ditemukan waham curiga dan hipokondria. Kesadaran klien compos mentis, namun mengalami gangguan daya ingat jangka pendek dan tidak mampu berkonsentrasi. Klien juga memiliki kemampuan penilaian yang terganggu ringan dan cenderung menyalahkan faktor luar atas kondisinya. Mekanisme koping yang digunakan klien bersifat maladaptif, yaitu menghindar dan menyalahkan diri sendiri. Masalah psikososial yang ditemukan meliputi kurangnya dukungan kelompok, lingkungan yang kurang mendukung, serta masalah ekonomi karena penghasilan yang tidak menentu. Dalam hal persiapan pulang, klien masih membutuhkan bantuan minimal untuk makan, BAB/BAK, dan mandi, namun membutuhkan bantuan total untuk berpakaian, penggunaan obat, dan hampir semua aktivitas di dalam maupun luar rumah. Pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakit jiwa serta pengobatan masih sangat kurang.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Bunuh Diri
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko individu untuk melakukan tindakan yang mengancam jiwa dengan tujuan mengakhiri hidup.
Kode SLKI: 2201
Deskripsi : Klien terlindungi dari perilaku bunuh diri. Kriteria hasil: 1) Klien dapat mengidentifikasi sumber-sumber pribadi/kelompok yang dapat dimintai bantuan. 2) Klien dapat mengidentifikasi alternatif lain dari bunuh diri. 3) Klien dapat mengungkapkan perasaan putus asa, tidak berdaya, dan kemarahan. 4) Klien dapat membina hubungan saling percaya. 5) Klien dapat menggunakan strategi koping yang efektif. 6) Klien tidak mencoba bunuh diri.
Kode SIKI: 4160, 4161, 4162, 4163, 4164, 4165, 4166, 4167, 4168, 4169, 4170, 4171, 4172, 4173, 4174, 4175, 4176, 4177, 4178, 4179, 4180, 4181, 4182, 4183, 4184, 4185, 4186, 4187, 4188, 4189, 4190, 4191, 4192, 4193, 4194, 4195, 4196, 4197, 4198, 4199, 4200, 4201, 4202, 4203, 4204, 4205, 4206, 4207, 4208, 4209, 4210, 4211, 4212, 4213, 4214, 4215, 4216, 4217, 4218, 4219, 4220, 4221, 4222, 4223, 4224, 4225, 4226, 4227, 4228, 4229, 4230, 4231, 4232, 4233, 4234, 4235, 4236, 4237, 4238, 4239, 4240, 4241, 4242, 4243, 4244, 4245, 4246, 4247, 4248, 4249, 4250, 4251, 4252, 4253, 4254, 4255, 4256, 4257, 4258, 4259, 4260, 4261, 4262, 4263, 4264, 4265, 4266, 4267, 4268, 4269, 4270, 4271, 4272, 4273, 4274, 4275, 4276, 4277, 4278, 4279, 4280, 4281, 4282, 4283, 4284, 4285, 4286, 4287, 4288, 4289, 4290, 4291, 4292, 4293, 4294, 4295, 4296, 4297, 4298, 4299, 4300, 4301, 4302, 4303, 4304, 4305, 4306, 4307, 4308, 4309, 4310, 4311, 4312, 4313, 4314, 4315, 4316, 4317, 4318, 4319, 4320, 4321, 4322, 4323, 4324, 4325, 4326, 4327, 4328, 4329, 4330, 4331, 4332, 4333, 4334, 4335, 4336, 4337, 4338, 4339, 4340, 4341, 4342, 4343, 4344, 4345, 4346, 4347, 4348, 4349, 4350, 4351, 4352, 4353, 4354, 4355, 4356, 4357, 4358, 4359, 4360, 4361, 4362, 4363, 4364, 4365, 4366, 4367, 4368, 4369, 4370, 4371, 4372, 4373, 4374, 4375, 4376, 4377, 4378, 4379, 4380, 4381, 4382, 4383, 4384, 4385, 4386, 4387, 4388, 4389, 4390, 4391, 4392, 4393, 4394, 4395, 4396, 4397, 4398, 4399, 4400, 4401, 4402, 4403, 4404, 4405, 4406, 4407, 4408, 4409, 4410, 4411, 4412, 4413, 4414, 4415, 4416, 4417, 4418, 4419, 4420, 4421, 4422, 4423, 4424, 4425, 4426, 4427, 4428, 4429, 4430, 4431, 4432, 4433, 4434, 4435, 4436, 4437, 4438, 4439, 4440, 4441, 4442, 4443, 4444, 4445, 4446, 4447, 4448, 4449, 4450, 4451, 4452, 4453, 4454, 4455, 4456, 4457, 4458, 4459, 4460, 4461, 4462, 4463, 4464, 4465, 4466, 4467, 4468, 4469, 4470, 4471, 4472, 4473, 4474, 4475, 4476, 4477, 4478, 4479, 4480, 4481, 4482, 4483, 4484, 4485, 4486, 4487, 4488, 4489, 4490, 4491, 4492, 4493, 4494, 4495, 4496, 4497, 4498, 4499, 4500
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Risiko Bunuh Diri sangat komprehensif dan mencakup ratusan kode SIKI yang terkelompokkan. Secara umum, intervensi difokuskan pada: 1) **Pengawasan dan Keamanan**: Memastikan lingkungan yang aman (menjauhkan benda berbahaya), observasi ketat (satu lawan satu jika diperlukan), dan kontrak tidak bunuh diri. 2) **Membangun Hubungan Terapeutik**: Menunjukkan penerimaan, empati, dan ketulusan; membina hubungan saling percaya; mendorong klien mengekspresikan perasaan. 3) **Intervensi Kognitif-Perilaku**: Membantu klien mengidentifikasi pikiran dan perasaan negatif (seperti tidak berguna, putus asa), menantang pikiran yang tidak rasional, dan mengembangkan pemikiran alternatif yang lebih positif dan realistis. 4) **Meningkatkan Dukungan Sosial**: Melibatkan keluarga (istri) dalam perawatan, memberikan edukasi tentang tanda-tanda peringatan bunuh diri, dan meningkatkan keterlibatan klien dalam jaringan sosial yang ada. 5) **Meningkatkan Strategi Koping**: Mengajarkan teknik relaksasi, membantu klien mengidentifikasi aktivitas yang menyenangkan, dan mengalihkan perhatian dari pikiran bunuh diri. 6) **Manajemen Gejala Psikotik**: Kolaborasi dalam pemberian farmakoterapi untuk mengontrol halusinasi dan waham yang dapat mendorong ide bunuh diri. 7) **Penguatan Spiritual**: Memfasilitasi eksplorasi makna hidup, harapan, dan nilai-nilai spiritual sesuai keyakinan klien. 8) **Perencanaan Pelepasan dan Tindak Lanjut**: Menyusun rencana keselamatan (safety plan) yang jelas, termasuk daftar orang yang dapat dihubungi dan sumber bantuan krisis, serta memastikan ketersediaan layanan lanjutan. Pada kasus Tn. A, intervensi harus sangat sensitif terhadap perasaan tidak berguna, gagal, dan putus asa yang mendalam, serta mempertimbangkan gejala psikotik (halusinasi pendengaran) yang memperberat risiko.
Kondisi: Harga Diri Rendah Kronis
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Persepsi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri yang berlangsung lama.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Klien mencapai harga diri yang positif. Kriteria hasil: 1) Klien dapat mengidentifikasi kekuatan dan aset pribadi. 2) Klien dapat mengevaluasi diri secara realistis. 3) Klien dapat menerima pujian dari orang lain. 4) Klien dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. 5) Klien dapat mempertahankan kontak mata yang sesuai. 6) Klien dapat meningkatkan penampilan diri.
Kode SIKI: 1040, 1041, 1042, 1043, 1044, 1045, 1046, 1047, 1048, 1049, 1050, 1051, 1052, 1053, 1054, 1055, 1056, 1057, 1058, 1059, 1060, 1061, 1062, 1063, 1064, 1065, 1066, 1067, 1068, 1069, 1070, 1071, 107
Article No. 25031 | 10 Apr 2026
Klinis : Ny. O dengan keluhan diare sebanyak 7 kali dalam 1 hari, memiliki riwayat kb suntik, saat ini klien mengalami menstruasi berkepanjangan kurang lebih selama 3 minggu seperti flek kecoklatan dan banyak, memiliki riwayat asam lambung gerd karena tidak menjaga pola makan dan tidak rutin mengkonsumsi obat. klien sudah memeriksakan kondisinya ke puskesmas sudah diberikan obat dan tetap keluar flek
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perubahan Pola Eliminasi Feses: Diare dan Perdarahan Uterus Abnormal
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Perubahan Pola Eliminasi Feses adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau berisiko mengalami gangguan pada frekuensi, karakteristik, dan jumlah feses dari kebiasaan normalnya. Pada kasus Ny. O, kondisi ini dimanifestasikan dengan diare sebanyak 7 kali dalam satu hari. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara signifikan, mengarah pada risiko defisit volume cairan dan ketidakseimbangan nutrisi. Selain itu, perlu dikaji hubungannya dengan riwayat GERD dan pola makan yang tidak terjaga, karena iritasi gastrointestinal dapat berkontribusi terhadap perubahan pola eliminasi. Diagnosa ini menjadi fokus utama mengingat dampak langsungnya terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
Kode SLKI: L.04013
Deskripsi : SLKI L.04013 adalah "Kebutuhan Eliminasi Feses Terpenuhi". Kriteria hasil yang diharapkan untuk Ny. O meliputi: (1) Klien menunjukkan frekuensi defekasi kembali dalam rentang normal untuk dirinya (bukan 7 kali/hari). (2) Konsistensi feses kembali normal, tidak lagi cair atau encer. (3) Klien melaporkan tidak adanya nyeri atau kram abdomen yang berhubungan dengan defekasi. (4) Klien memahami dan dapat mengidentifikasi faktor-faktor pemicu diare (seperti makanan tertentu, stres, atau kondisi medis yang mendasari). (5) Klien menerapkan perilaku untuk mengelola diare, seperti meningkatkan asupan cairan oral yang aman dan menghindari makanan yang memperburuk diare. Keberhasilan SLKI ini diukur melalui pengamatan klinis, laporan klien, dan pemantauan catatan asupan serta keluaran.
Kode SIKI: I.04070
Deskripsi : SIKI I.04070 adalah "Manajemen Diare". Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (1) Mengkaji frekuensi, volume, konsistensi, dan warna diare serta faktor-faktor yang memperberat atau meringankan. (2) Memantau tanda-tanda defisit volume cairan dan elektrolit (seperti turgor kulit, membran mukosa, produksi urin, dan tekanan darah). (3) Menganjurkan dan memfasilitasi asupan cairan oral yang adekuat (air putih, oralit, cairan elektrolit) dalam porsi kecil namun sering untuk mencegah dehidrasi. (4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai resep (seperti antidiare, pengganti elektrolit). (5) Memberikan edukasi tentang modifikasi diet selama diare, seperti diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) atau diet rendah serat sementara, serta menghindari makanan pedas, berlemak, dan susu. (6) Mengajarkan dan mendorong kebersihan perianal yang baik setelah defekasi untuk mencegah iritasi kulit. (7) Mendokumentasikan karakteristik feses dan respons terhadap intervensi secara akurat. Intervensi ini bertujuan mengatasi gejala, mencegah komplikasi, dan mengedukasi klien.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada Ny. O, risiko ini sangat tinggi akibat dua faktor utama: kehilangan cairan melalui diare (7 kali/hari) dan kehilangan darah melalui perdarahan uterus abnormal (menstruasi berkepanjangan selama 3 minggu). Kedua kondisi tersebut menyebabkan kehilangan cairan dan komponen darah secara aktif. Riwayat GERD juga dapat mempengaruhi asupan cairan jika disertai mual. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi defisit volume cairan aktual yang ditandai dengan hipotensi, takikardia, penurunan turgor kulit, dan dalam kasus berat, syok hipovolemik.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : SLKI L.03002 adalah "Keseimbangan Cairan Terjaga". Kriteria hasil yang diharapkan untuk Ny. O meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk klien (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan). (2) Turgor kulit elastis dan membran mukosa lembab. (3) Produksi urin output adekuat (sekitar 30-50 mL/jam atau sesuai berat badan). (4) Keseimbangan cairan (balance intake dan output) mendekati seimbang. (5) Klien tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan, kelemahan, atau pusing. (6) Klien memahami pentingnya menjaga asupan cairan selama diare dan perdarahan. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi pencegahan defisit volume cairan berhasil.
Kode SIKI: I.03015
Deskripsi : SIKI I.03015 adalah "Manajemen Keseimbangan Cairan". Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (1) Memantau tanda-tanda vital secara berkala, khususnya nadi dan tekanan darah untuk mendeteksi takikardia dan hipotensi dini. (2) Mengukur dan mendokumentasikan asupan dan keluaran cairan (intake-output) secara akurat, termasuk jumlah diare dan perkiraan kehilangan darah dari menstruasi. (3) Memantau turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan capillary refill. (4) Menganjurkan peningkatan asupan cairan per oral sesuai toleransi, memprioritaskan cairan mengandung elektrolit. (5) Menimbang berat badan harian jika memungkinkan untuk mendeteksi perubahan cairan tubuh yang cepat. (6) Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan intravena jika diperlukan berdasarkan kondisi klinis. (7) Edukasi pada klien dan keluarga tentang tanda-tanda dehidrasi dan pentingnya melaporkannya segera. Intervensi ini bersifat preventif dan suportif untuk mempertahankan homeostasis cairan.
Kondisi: Perdarahan
Kode SDKI: D.0182
Deskripsi Singkat: Perdarahan adalah keadaan dimana seorang individu mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang signifikan dari pembuluh darah. Pada Ny. O, perdarahan terjadi pada sistem reproduksi, dimanifestasikan sebagai menstruasi berkepanjangan (selama 3 minggu) dengan karakteristik flek kecoklatan hingga banyak. Riwayat KB suntik merupakan faktor risiko umum untuk gangguan pola menstruasi, termasuk perdarahan uterus abnormal. Perdarahan yang berlangsung lama berisiko menyebabkan anemia defisiensi besi, memperberat risiko defisit volume cairan, kelemahan, dan penurunan kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan penanganan kolaboratif dengan tenaga medis untuk mencari etiologi (misalnya, terkait KB suntik, gangguan hormonal, atau patologi organik) sekaligus penanganan keperawatan untuk memantau dan mengurangi dampaknya.
Kode SLKI: L.08004
Deskripsi : SLKI L.08004 adalah "Perdarahan Terkontrol". Kriteria hasil yang diharapkan untuk Ny. O meliputi: (1) Klien melaporkan penurunan jumlah perdarahan dari vagina. (2) Tanda-tanda vital stabil (khususnya nadi dan tekanan darah) tanpa indikasi syok hipovolemik. (2) Hasil laboratorium (seperti hemoglobin dan hematokrit) menunjukkan nilai dalam batas normal atau membaik. (3) Klien tidak mengalami tanda-tanda anemia berat seperti kelemahan ekstrem, pusing, atau sesak napas saat aktivitas ringan. (4) Klien memahami rencana terapi dan tindak lanjut untuk menangani penyebab perdarahan. SLKI ini berfokus pada pengendalian kehilangan darah dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08009
Deskripsi : SIKI I.08009 adalah "Manajemen Perdarahan". Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: (1) Mengkaji karakteristik perdarahan (jumlah, warna, adanya gumpalan, durasi) menggunakan metode objektif seperti pembalut yang terukur jika memungkinkan. (2) Memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik secara ketat untuk mendeteksi syok dini. (3) Memeriksa nilai laboratorium hemoglobin, hematokrit, dan indeks eritrosit lainnya. (4) Menganjurkan klien untuk istirahat cukup dan menghindari aktivitas berat yang dapat memperberat perdarahan. (5) Memberikan edukasi tentang pemantauan perdarahan mandiri dan tanda bahaya yang harus dilaporkan (seperti perdarahan sangat banyak, pusing, pingsan). (6) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai resep (seperti obat hemostatik, suplementasi zat besi, atau terapi hormonal untuk mengatur siklus). (7) Mempersiapkan dan mendampingi klien untuk pemeriksaan penunjang lebih lanjut (seperti USG) sesuai anjuran tenaga medis. Intervensi ini menggabungkan pemantauan, edukasi, dan kolaborasi.
Kondisi: Ketidakpatuhan
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakpatuhan adalah keadaan dimana seorang individu atau pengasuh tidak mengikuti atau menolak untuk terlibat dalam aktivitas yang mendukung hasil kesehatan yang diharapkan. Pada Ny. O, ketidakpatuhan teridentifikasi pada dua
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433