Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 11273 | 20 Jan 2025
Klinis : pasien mengatakan pusing, menggigil, nyeri saat bak, demam, tekanan darah 140/80 mmhg, nadi 98x/menit, respirasi 22x/menit, suhu 38,1, spo2 98%
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi pasien:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang paling sesuai untuk kondisi pasien ini adalah "Infeksi Saluran Kemih". Pasien mengeluhkan gejala-gejala yang mengarah pada infeksi saluran kemih, seperti pusing, menggigil, nyeri saat berkemih, dan demam. Selain itu, pemeriksaan tanda vital juga mendukung adanya infeksi, seperti peningkatan denyut nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu tubuh.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah dilakukan Asuhan Keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Bebas dari gejala infeksi saluran kemih, ditandai dengan:
a. Tidak ada lagi keluhan pusing, menggigil, nyeri saat bak, dan demam.
b. Tanda vital dalam batas normal (tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80-100 x/menit, respirasi 16-20 x/menit, suhu 36,5-37,5°C).
2. Mampu mempertahankan higiene perineal yang baik.
3. Memahami faktor-faktor penyebab dan pencegahan infeksi saluran kemih.
4. Mampu melakukan perawatan diri secara mandiri.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut intervensi keperawatan yang dapat dilakukan:
1. Manajemen Infeksi
a. Identifikasi tanda dan gejala infeksi.
b. Pantau tanda-tanda vital secara rutin.
c. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi antibiotik.
d. Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi serta pentingnya minum obat sesuai anjuran.
2. Perawatan Higiene
a. Ajarkan pasien teknik mencuci tangan yang benar.
b. Bantu pasien melakukan perawatan higiene perineal secara rutin.
c. Anjurkan pasien untuk menjaga kebersihan area genital.
3. Edukasi Kesehatan
a. Berikan edukasi tentang infeksi saluran kemih, penyebab, dan pencegahannya.
b. Ajarkan pasien dan keluarga cara meningkatkan asupan cairan dan nutrisi yang sesuai.
c. Dorong pasien untuk meningkatkan aktivitas sesuai toleransi.
Dengan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output yang diharapkan dan bebas dari infeksi saluran kemih. -
Article No. 11217 | 20 Jan 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan diare sudah dua hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang datang dengan keluhan diare selama dua hari:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko dehidrasi
Definisi SDKI:
Berisiko mengalami kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan yang dapat mengganggu fungsi tubuh.
Definisi SLKI:
Kemampuan individu untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Definisi SIKI:
Intervensi keperawatan untuk mencegah atau mengatasi kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan.
Penjelasan Singkat:
Pasien dengan diare berisiko mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan melalui feses cair. Perawat perlu melakukan intervensi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, seperti memantau tanda-tanda vital, intake dan output cairan, serta memberikan terapi rehidrasi oral atau intravena jika diperlukan.
Diagnosa Keperawatan:
2. Diare
Definisi SDKI:
Pengeluaran feses cair atau tidak terbentuk dengan frekuensi lebih sering dari biasanya.
Definisi SLKI:
Kemampuan individu untuk mengatur defekasi secara normal.
Definisi SIKI:
Intervensi keperawatan untuk mengatasi pengeluaran feses cair atau tidak terbentuk dengan frekuensi lebih sering dari biasanya.
Penjelasan Singkat:
Pasien dengan keluhan diare memerlukan intervensi keperawatan untuk mengatasi diare, seperti mengidentifikasi penyebab, memantau tanda-tanda vital, memberikan diet yang sesuai, serta memberikan obat-obatan antidiare jika diperlukan. -
Article No. 11218 | 20 Jan 2025
Klinis : alergi kulit
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut kode ICD-10 dan ICD-9-CM untuk kondisi alergi kulit:
1. Kode ICD-10:
- Kode: L23
- Deskripsi: Dermatitis atopik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 95.12
- Deskripsi: Tes kulit, metode lancet atau ujung jarum.
Penjelasan detail:
1. Kode ICD-10:
- Kode L23 merupakan kode diagnosis untuk dermatitis atopik, yang merupakan salah satu bentuk alergi kulit yang paling umum ditemukan. Dermatitis atopik adalah kondisi peradangan kronis pada kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan lesi pada kulit. Kondisi ini sering berhubungan dengan faktor genetik dan lingkungan.
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode 95.12 merujuk pada prosedur tes kulit, di mana dilakukan pengujian dengan menggunakan lancet atau ujung jarum untuk mendeteksi penyebab alergi pada pasien. Tes kulit ini merupakan salah satu pemeriksaan diagnostik yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab alergi kulit pada pasien.
Kode-kode tersebut digunakan oleh tenaga kesehatan, seperti dokter dan perekam medis, untuk mencatat dan mengkodekan diagnosis dan prosedur medis yang dilakukan pada pasien dengan kondisi alergi kulit. -
Article No. 11219 | 20 Jan 2025
Klinis : osteoporosis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi osteoporosis, kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang sesuai adalah sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: M81
- Deskripsi: Osteoporosis tanpa patah tulang
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 92.12
- Deskripsi: Densitometri tulang (pengukuran kerapatan tulang), termasuk interpretasi dan laporan
Penjelasan:
Kode ICD-10 M81 digunakan untuk mendiagnosis osteoporosis, yang merupakan kondisi di mana kepadatan dan kualitas tulang menurun, meningkatkan risiko patah tulang. Kode ini mencakup berbagai jenis osteoporosis, termasuk osteoporosis postmenopause, idiopatik, dan yang disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan.
Pada kasus osteoporosis, pemeriksaan densitometri tulang (kode ICD-9-CM 92.12) sering digunakan untuk mengevaluasi kepadatan mineral tulang dan membantu dalam diagnosis dan pemantauan perkembangan penyakit. Prosedur ini menggunakan teknik pencitraan, seperti absorpsi sinar-X energi ganda (DXA), untuk mengukur kepadatan tulang di berbagai lokasi, biasanya di tulang belakang, panggul, atau pergelangan tangan.
Hasil pemeriksaan densitometri tulang membantu dokter dalam menentukan derajat osteoporosis, menilai risiko patah tulang, dan memandu perencanaan pengobatan yang tepat untuk mengelola kondisi pasien. -
Article No. 11220 | 20 Jan 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan batuk berdahak sudah 1 bulan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Penyebab: Produksi sekret yang berlebihan, ketidakmampuan untuk batuk atau mengeluarkan sekret.
Rencana Asuhan Keperawatan (SDKI - SLKI - SIKI):
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Intervensi:
- Identifikasi penyebab bersihan jalan napas tidak efektif
- Pantau status pernapasan
- Berikan posisi semi fowler
- Ajarkan teknik batuk efektif
- Berikan hidrasi yang adekuat
- Kolaborasi pemberian bronkodilator jika perlu
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan:
- Pasien dapat batuk efektif untuk mengeluarkan sekret
- Pasien tidak mengalami sesak napas
- Pasien tidak mengalami komplikasi pernapasan
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan:
- Manajemen Jalan Napas
- Manajemen Bronkodilator
- Manajemen Oksigenasi
- Manajemen Batuk
Penjelasan Singkat:
Pasien dengan keluhan batuk berdahak selama 1 bulan kemungkinan mengalami Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi penyebab, memantau status pernapasan, mengajarkan teknik batuk efektif, menjaga hidrasi yang adekuat, dan berkolaborasi dengan pemberian bronkodilator jika diperlukan. Tujuannya adalah agar pasien dapat batuk efektif untuk mengeluarkan sekret, tidak mengalami sesak napas, dan tidak terjadi komplikasi pernapasan. -
Article No. 11221 | 20 Jan 2025
Klinis : VULNUS DEGLOVING
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis terkait kondisi "VULNUS DEGLOVING".
1. Kode ICD-10:
- Kode: S68.1
- Deskripsi: Amputasi traumatis sebagian tangan dan jari
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 84.15
- Deskripsi: Debridemen luka, jaringan mati, atau luka bakar di ekstremitas atas
Penjelasan:
Vulnus degloving adalah cedera yang terjadi ketika kulit dan jaringan lunak terkelupas dari struktur di bawahnya, biasanya pada tangan atau lengan. Hal ini dapat terjadi akibat trauma mekanis, seperti terjepit atau tertarik dengan kuat.
Kode ICD-10 S68.1 "Amputasi traumatis sebagian tangan dan jari" sesuai untuk menggambarkan kondisi vulnus degloving, karena cedera ini melibatkan kehilangan sebagian kulit dan jaringan lunak dari ekstremitas atas. Kode ini mencakup amputasi traumatis sebagian tangan atau jari.
Sementara itu, kode ICD-9-CM 84.15 "Debridemen luka, jaringan mati, atau luka bakar di ekstremitas atas" sesuai untuk tindakan medis yang mungkin diperlukan dalam penanganan vulnus degloving. Debridemen dilakukan untuk membersihkan dan menyiapkan luka agar dapat sembuh dengan baik.
Dalam penatalaksanaan vulnus degloving, intervensi medis yang umum dilakukan selain debridemen adalah pembersihan luka, perbaikan jaringan, dan penutupan luka dengan graft kulit atau flap jaringan. -
Article No. 11222 | 20 Jan 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan pilek sudah 1 minggu
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan mempertimbangkan keluhan pasien yaitu pilek yang sudah berlangsung selama 1 minggu, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
- SDKI: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
- SLKI: Pasien dapat mempertahankan jalan napas yang paten.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan antara lain memantau status pernapasan, memberikan hidrasi yang adekuat, dan melakukan suction jika diperlukan.
Penjelasan Singkat:
Pasien mengalami pilek yang sudah berlangsung selama 1 minggu, yang mengindikasikan adanya gangguan pada bersihan jalan napas. Hal ini dapat menyebabkan pasien kesulitan bernapas dan mempertahankan jalan napas yang paten. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau status pernapasan pasien, menjaga hidrasi yang adekuat, dan melakukan suction jika diperlukan untuk membersihkan sekresi dari saluran napas.
Dalam tone akademis, persona pakar, dan sebagai perawat, saya menyarankan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut dan penatalaksanaan yang sesuai agar pasien dapat mempertahankan jalan napas yang efektif. -
Article No. 11223 | 20 Jan 2025
Klinis : Seorang Ners bekerja di Puskesmas melakukan kunjungan rumah pada keluarga yang masuk kategori keluarga resiko tinggi. Keluarga yang menjadi sasaran adalah keluarga Ibu B (32 tahun) yang hidup bersama kedua anaknya yaitu anak D (7 tahun) dan Anak R (3 tahun). Ibu B menjalankan peran formal sebagai ayah sekaligus ibu bagi kedua anaknya sejak suaminya meninggal akibat stroke 1 tahun yang lalu. Sejak saat itu, kehidupan ekonomi mereka semakin memprihatinkan. Keluarga ibu B terpaksa mengontrak di rumah semi permanen yang padat penduduk dekat tempat pembuangan akhir (TPA). Sejak ayahnya meninggal, anak D berhenti sekolah dan sehari-hari menjaga anak R selama ibu B bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ditemui, anak D mengatakan sedih karena tidak bisa sekolah lagi. Ibu B merasa bersalah karena tidak mampu mengurus anakanaknya dengan baik. Ibu B juga mengatakan sangat mengkhawatirkan Anak R yang belum bisa bicara. Ibu mengatakan tidak tahu harus membawa anaknya kemana untuk berobat. Ia juga khawatir tidak mampu membayar biaya pengobatan karena penghasilannya sangat terbatas. Saat perawat mengkaji anak R menggunakan KPSP, diketahui bahwa anak R masuk dalam kategori penyimpangan perkembangan. Hasil observasi: rumah berantakan, lembab dan kotor. Perawat menyusun asuhan keperawatan dengan melibatkan keluarga.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi tersebut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Defisit Perawatan Diri: Keluarga
2. Keterlambatan Perkembangan Anak
3. Kecemasan
Penjelasan:
1. Defisit Perawatan Diri: Keluarga
- SDKI: Kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga secara mandiri terganggu.
- SLKI: Keluarga dapat meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga secara mandiri.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga secara mandiri.
2. Keterlambatan Perkembangan Anak
- SDKI: Penyimpangan dalam pencapaian tahap perkembangan anak.
- SLKI: Anak dapat mencapai perkembangan sesuai tahapan.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk meningkatkan pencapaian perkembangan anak.
3. Kecemasan
- SDKI: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang dialami individu atau keluarga.
- SLKI: Individu atau keluarga dapat mengelola kecemasan yang dialami.
- SIKI: Intervensi keperawatan untuk membantu individu atau keluarga dalam mengelola kecemasan.
Perawat dapat mengembangkan rencana asuhan keperawatan dengan melibatkan keluarga dalam proses perawatan, seperti memberikan pendidikan kesehatan, dukungan emosional, dan membantu keluarga dalam meningkatkan kemampuan merawat anak-anaknya. Selain itu, perawat juga dapat bekerja sama dengan pihak terkait, seperti puskesmas atau organisasi sosial, untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial keluarga. -
Article No. 11224 | 20 Jan 2025
Klinis : Seorang Ners bekerja di Puskesmas melakukan kunjungan rumah pada keluarga yang masuk kategori keluarga resiko tinggi. Keluarga yang menjadi sasaran adalah keluarga Ibu B (32 tahun) yang hidup bersama kedua anaknya yaitu anak D (7 tahun) dan Anak R (3 tahun). Ibu B menjalankan peran formal sebagai ayah sekaligus ibu bagi kedua anaknya sejak suaminya meninggal akibat stroke 1 tahun yang lalu. Sejak saat itu, kehidupan ekonomi mereka semakin memprihatinkan. Keluarga ibu B terpaksa mengontrak di rumah semi permanen yang padat penduduk dekat tempat pembuangan akhir (TPA). Sejak ayahnya meninggal, anak D berhenti sekolah dan sehari-hari menjaga anak R selama ibu B bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ditemui, anak D mengatakan sedih karena tidak bisa sekolah lagi. Ibu B merasa bersalah karena tidak mampu mengurus anakanaknya dengan baik. Ibu B juga mengatakan sangat mengkhawatirkan Anak R yang belum bisa bicara. Ibu mengatakan tidak tahu harus membawa anaknya kemana untuk berobat. Ia juga khawatir tidak mampu membayar biaya pengobatan karena penghasilannya sangat terbatas. Saat perawat mengkaji anak R menggunakan KPSP, diketahui bahwa anak R masuk dalam kategori penyimpangan perkembangan. Hasil observasi: rumah berantakan, lembab dan kotor. Perawat menyusun asuhan keperawatan dengan melibatkan keluarga.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI sesuai standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Malnutrisi Anak Terkait Kemiskinan
2. Gangguan Perkembangan Anak Terkait Lingkungan Tidak Mendukung
3. Kecemasan Orangtua Terkait Ketidakmampuan Memenuhi Kebutuhan Anak
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Malnutrisi Anak Terkait Kemiskinan
- SDKI: Risiko Malnutrisi Anak
- SLKI: Pencegahan Malnutrisi Anak
- SIKI: Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Kondisi ekonomi keluarga yang buruk dapat meningkatkan risiko malnutrisi pada anak. Perawat perlu melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan edukasi dan konseling terkait pola makan yang sehat dan terjangkau.
2. Gangguan Perkembangan Anak Terkait Lingkungan Tidak Mendukung
- SDKI: Gangguan Perkembangan Anak
- SLKI: Stimulasi Perkembangan Anak
- SIKI: Pengkajian Perkembangan Anak
Hasil skrining menggunakan KPSP menunjukkan bahwa anak R mengalami penyimpangan perkembangan. Hal ini dapat disebabkan oleh lingkungan yang tidak mendukung, seperti rumah yang berantakan, lembab, dan kotor. Perawat perlu melakukan pengkajian perkembangan anak secara komprehensif dan memberikan stimulasi perkembangan yang sesuai.
3. Kecemasan Orangtua Terkait Ketidakmampuan Memenuhi Kebutuhan Anak
- SDKI: Kecemasan
- SLKI: Dukungan Emosional
- SIKI: Manajemen Kecemasan
Ibu B merasa cemas karena tidak mampu mengurus anak-anaknya dengan baik akibat keterbatasan ekonomi. Perawat perlu memberikan dukungan emosional dan manajemen kecemasan agar ibu dapat mengatasi kekhawatirannya dan berfungsi sebagai orangtua yang baik.
Dalam menyusun asuhan keperawatan, perawat perlu melibatkan keluarga secara aktif untuk memastikan intervensi yang diberikan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. -
Article No. 11225 | 20 Jan 2025
Klinis : luka bakar pada tangan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan informasi kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis terkait kondisi luka bakar pada tangan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: T23
- Deskripsi: Luka bakar dan korosi pada pergelangan dan tangan
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 86.2x
- Deskripsi: Debridemen luka, yang mencakup pencucian, pembersihan, dan pengangkatan jaringan mati atau nekrotik dari luka bakar.
Penjelasan detail:
1. Kode ICD-10 T23 merupakan kode yang digunakan untuk mengklasifikasikan luka bakar dan korosi pada pergelangan dan tangan. Kode ini mencakup berbagai derajat keparahan luka bakar, dari luka bakar superfisial hingga luka bakar penuh ketebalan kulit.
2. Kode ICD-9-CM 86.2x adalah kode prosedur yang digunakan untuk menggambarkan debridemen luka, yang meliputi pencucian, pembersihan, dan pengangkatan jaringan mati atau nekrotik dari luka bakar. Prosedur ini bertujuan untuk mempersiapkan luka agar dapat menjalani perawatan selanjutnya, seperti penutupan luka atau pemberian terapi lainnya.
Penggunaan kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang tepat sangat penting dalam dokumentasi medis, penagihan, dan analisis epidemiologi terkait kondisi luka bakar pada tangan. Kode-kode ini membantu memberikan informasi yang terstandarisasi dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti perawatan pasien, penelitian, dan pemantauan tren penyakit.