Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 11695 | 31 Jan 2025
Klinis : Seorang laki-laki, 65 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosa medis CHF, hasil pemeriksaan pasien mengeluhkan sesak nafas,sesak bernafas bertambah ketika beraktivitas,berdebar-debar, lemah, tidak mampu beraktivitas, dan BAK hanya sedikit. Hasil foto thorax cardiomegali dan oedema pulmo, TTV, TD : 90/60 mmHg, Nadi :110x/mnt, teraba lemah, ireguler,RR : 28x/mnt,suhu 36,20C, pasien terpasang oksigen nasal canule 3 l/mnt, CR >3 detik, kulit terlihat pucat. Pasien belum dilakukan pemeriksaan fisik jantung dan paru kembali setelah tiba di bangsal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan menggunakan format Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kasus yang Anda paparkan:
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen, ditandai dengan sesak napas, lemah, tidak mampu beraktivitas.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Keterbatasan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan.
- Faktor Risiko: Penyakit kardiovaskular, kelelahan, disfungsi neuromuskular.
- Karakteristik Definisi: Sesak napas, fatigue, kelemahan, palpitasi, tidak mampu melakukan aktivitas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat melakukan aktivitas sesuai toleransi, mendemonstrasikan teknik aktivitas yang sesuai, dan melaporkan peningkatan energi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen aktivitas, pemberian oksigen, manajemen tidur-istirahat.
2. Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme pengaturan cairan, ditandai dengan edema paru, berat badan meningkat, BAK sedikit.
SDKI:
- Definisi: Kelebihan cairan yang ditandai dengan penumpukan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau rongga tubuh.
- Faktor Risiko: Gagal jantung kongestif, hipertensi, penyakit ginjal.
- Karakteristik Definisi: Edema paru, berat badan meningkat, oliguria.
SLKI:
- Luaran yang diharapkan: Pasien dapat mempertahankan keseimbangan cairan, menunjukkan penurunan edema, dan meningkatkan output urin.
SIKI:
- Intervensi: Manajemen cairan, pembatasan asupan cairan, monitor output urin.
Penjelasan singkat:
Pasien dengan diagnosa CHF (Congestive Heart Failure) memiliki gejala-gejala yang berkaitan dengan intoleransi aktivitas dan kelebihan volume cairan. Pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya cardiomegali dan edema pulmonal, serta tanda-tanda klinis lainnya seperti sesak napas, lemah, dan penurunan output urin. Perawatan yang diperlukan mencakup manajemen aktivitas, pemberian oksigen, manajemen cairan, serta pemantauan tanda-tanda vital dan output urin secara ketat. -
Article No. 11696 | 31 Jan 2025
Klinis : Seorang bayi perempuan dilahirkan dengan persalinan spontan 30 menit yang lalu. Hasil pemeriksaan APGAR didapatkan nilai 7/9. Hasil pengkajian didapatkan hasil BB : 1880gram, PB : 48 cm. Terdapat lanugo, lemak subkutan tipis, kulit terasa dingin, Suhu : 35ᴼC, RR : 28x/menit, HR : 128x/menit. Bayi tampak menggigil.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan kondisi yang telah dijabarkan, dapat ditegakkan beberapa diagnosa keperawatan, beserta penjelasan singkat mengenai SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) berdasarkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelelahan
SDKI: Intoleransi aktivitas adalah keterbatasan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan di lingkungan sekitar.
SLKI: Toleransi aktivitas, yaitu kemampuan untuk melakukan aktivitas tanpa kelelahan yang berlebihan.
SIKI: Manajemen energi, yaitu peningkatan konservasi dan penggunaan energi yang efektif untuk aktivitas sehari-hari.
2. Hipotermi berhubungan dengan ketidakstabilan suhu tubuh
SDKI: Hipotermi adalah penurunan suhu tubuh di bawah 35°C yang disertai respons fisiologis dan perilaku untuk mempertahankan suhu tubuh.
SLKI: Stabilitas suhu tubuh, yaitu kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
SIKI: Manajemen hipotermi, yaitu intervensi untuk mencegah dan mengatasi penurunan suhu tubuh di bawah normal.
3. Bersihan Jalan Napas tidak efektif berhubungan dengan tonus otot yang lemah
SDKI: Bersihan jalan napas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas terbuka.
SLKI: Bersihan jalan napas, yaitu kemampuan untuk mempertahankan jalan napas terbuka dan bebas dari sekresi.
SIKI: Manajemen jalan napas, yaitu intervensi untuk mempertahankan atau meningkatkan ventilasi dan oksigenasi.
Penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dalam praktik keperawatan dapat membantu perawat dalam mengidentifikasi masalah keperawatan, menetapkan tujuan asuhan keperawatan, dan melakukan intervensi yang sesuai untuk mencapai hasil yang diharapkan bagi bayi. -
Article No. 11697 | 31 Jan 2025
Klinis : ikhterik neonatus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi ikhterik neonatus.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan malabsorpsi nutrisi.
Penjelasan:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh merupakan keadaan di mana asupan nutrisi tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan adalah neonatus dapat mempertahankan status nutrisi yang adekuat, ditandai dengan peningkatan berat badan sesuai usia gestasi dan tidak terjadi komplikasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pemantauan status nutrisi, pemberian nutrisi parenteral atau enteral yang adekuat, serta edukasi kepada keluarga mengenai manajemen nutrisi neonatus.
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan pengkajian komprehensif, merumuskan diagnosa keperawatan, menetapkan luaran yang diharapkan, serta merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan yang sesuai dengan kondisi neonatus dengan ikhterik. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan status nutrisi yang adekuat dan mencegah komplikasi. -
Article No. 11698 | 31 Jan 2025
Klinis : Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 hamil 34 minggu datang ke klinik Ibu dan anak untuk melakukan pemeriksaan rutin. Klien mengeluh tidak nyaman karena nyeri pada pinggang bila berjalan, dan kaki agak bengkak apabila banyak berjalan. Observasi tanda-tanda vital Tekanan Darah 120/80 mmHg, Nadi 88x/mt, Pernapasan 15x/mt. Pemeriksaan Leopold pada fundus uteri teraba bulat lembek, TFU 32 cm, punggung kiri DJJ 132x/mt, Presentasi kepala, belum masuk pintu atas panggul. Klien tampak gelisah
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan analisis yang rinci berdasarkan kondisi klien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri Akut
- Berhubungan dengan peningkatan tekanan pada struktur muskuloskeletal (nyeri pinggang) dan peningkatan tekanan pada struktur vaskuler (edema tungkai)
- Ditandai dengan keluhan nyeri pada pinggang dan edema tungkai
2. Kecemasan
- Berhubungan dengan ketidakpastian terkait proses kehamilan
- Ditandai dengan klien tampak gelisah
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut
- Klien melaporkan nyeri berkurang
- Klien dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa merasakan nyeri
- Tanda-tanda vital dalam rentang normal
2. Kecemasan
- Klien dapat mengungkapkan perasaan cemas
- Klien dapat mengenali faktor yang menyebabkan kecemasan
- Klien dapat menggunakan teknik relaksasi untuk mengatasi kecemasan
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut
- Lakukan pengkajian nyeri komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas, dan faktor pencetus)
- Identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri, seperti aktivitas, posisi, dan faktor psikologis
- Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, kompres hangat/dingin, dan posisi yang nyaman
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian analgesik sesuai kebutuhan
- Monitor tanda-tanda vital secara berkala
2. Kecemasan
- Lakukan pengkajian komprehensif terkait kecemasan (penyebab, tingkat, dan respons fisik/psikologis)
- Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
- Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan dan motivasi
- Ajarkan teknik relaksasi, seperti napas dalam, visualisasi, dan distraksi
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian obat anti-anxietas jika diperlukan
- Monitor tanda-tanda vital dan respons psikologis secara berkala
Penjelasan yang rinci di atas mencakup diagnosa keperawatan, luaran/output yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk menangani kondisi klien. Saya berharap informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal lain yang mungkin masih kurang jelas. -
Article No. 11699 | 31 Jan 2025
Klinis : hipertensi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi hipertensi.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakefektifan Manajemen Tekanan Darah Tinggi
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan ini menggambarkan situasi di mana klien dengan hipertensi tidak mampu melakukan manajemen yang efektif untuk mengontrol tekanan darahnya. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, motivasi, atau dukungan yang diperlukan untuk mengelola kondisi tersebut.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Manajemen Tekanan Darah Tinggi didefinisikan sebagai "Ketidakmampuan untuk melakukan tindakan yang sesuai untuk mengendalikan tekanan darah tinggi."
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan untuk diagnosa ini adalah Kontrol Tekanan Darah Efektif, yang ditandai dengan tekanan darah yang terkendali dalam batas normal, tidak ada gejala komplikasi, dan klien dapat mengelola faktor risiko hipertensi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi Edukasi Manajemen Hipertensi, Manajemen Faktor Risiko Hipertensi, Manajemen Terapi Farmakologis, serta Pemantauan dan Evaluasi Tekanan Darah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan klien dalam mengelola hipertensi secara efektif.
Dengan penerapan standar SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstruktur untuk membantu klien dengan hipertensi mencapai kontrol tekanan darah yang efektif. -
Article No. 11700 | 31 Jan 2025
Klinis : tbc
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan nada akademis dan sebagai seorang pakar perawat, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien dengan Tuberkulosis (TBC):
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mempertahankan pembebasan saluran pernapasan dari sekret atau obstruksi untuk memfasilitasi pertukaran gas.
- SLKI: Pasien mampu mempertahankan bersihan jalan napas yang efektif.
- SIKI: Intervensi untuk membantu pasien dalam mempertahankan dan meningkatkan bersihan jalan napas.
2. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk menahan atau melakukan aktivitas fisik pada tingkat yang diinginkan atau dibutuhkan.
- SLKI: Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan.
- SIKI: Intervensi untuk membantu pasien dalam meningkatkan toleransi terhadap aktivitas.
3. Kelelahan
- SDKI: Sensasi terus-menerus dan berkepanjangan akan kurangnya energi untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari.
- SLKI: Pasien mampu mempertahankan energi yang cukup untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari.
- SIKI: Intervensi untuk membantu pasien dalam mengatasi dan mengelola kelelahan.
Penjelasan singkat:
Pasien dengan TBC sering mengalami berbagai masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi fungsi pernapasan, aktivitas, dan energi. Diagnosa keperawatan di atas mencakup masalah-masalah tersebut, dan standar SDKI, SLKI, dan SIKI memberikan kerangka kerja untuk mengidentifikasi, merencanakan, dan mengevaluasi intervensi keperawatan yang sesuai untuk membantu pasien mencapai hasil yang diharapkan. -
Article No. 11701 | 31 Jan 2025
Klinis : Beritahu saya asuhan keperawatan anak dengan kebutuhan khusus mengacu pada SDKI, SLKI dan SIKI.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai asuhan keperawatan anak dengan kebutuhan khusus berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
a. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih dan terbuka.
- Faktor Terkait: Sekret berlebih, obstruksi jalan napas, kekuatan napas tidak adekuat.
b. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
- Definisi: Penyimpangan dalam pencapaian potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sesuai dengan usia.
- Faktor Terkait: Kondisi medis, faktor lingkungan, faktor keluarga.
c. Risiko Keterlambatan Perkembangan
- Definisi: Berisiko mengalami penyimpangan dalam pencapaian potensi perkembangan yang optimal sesuai usia.
- Faktor Terkait: Kondisi medis, faktor lingkungan, faktor keluarga.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Bersihan Jalan Napas Efektif
- Definisi: Kemampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bersih dan terbuka.
- Indikator: Jalan napas paten, tidak ada obstruksi, frekuensi napas normal, irama napas teratur.
b. Pertumbuhan dan Perkembangan yang Optimal
- Definisi: Pencapaian potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sesuai dengan usia.
- Indikator: Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala sesuai kurva pertumbuhan, kemampuan perkembangan sesuai usia.
c. Perkembangan Sesuai Usia
- Definisi: Pencapaian potensi perkembangan yang optimal sesuai usia.
- Indikator: Kemampuan motorik, kognitif, komunikasi, sosial-emosional sesuai tahap perkembangan.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Bersihan Jalan Napas Efektif:
- Monitor status pernafasan (frekuensi, irama, kedalaman)
- Auskultasi suara nafas
- Lakukan suction untuk mengeluarkan sekret
- Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan
- Latihan batuk efektif
- Edukasi keluarga tentang manajemen jalan napas
b. Pertumbuhan dan Perkembangan yang Optimal:
- Monitoring pertumbuhan (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala)
- Stimulasi perkembangan sesuai usia
- Edukasi keluarga tentang pola asuh yang sesuai
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (nutrisi, fisioterapi, psikologi)
c. Perkembangan Sesuai Usia:
- Asesmen perkembangan sesuai usia
- Intervensi stimulasi perkembangan (motorik, kognitif, komunikasi, sosial-emosional)
- Edukasi keluarga tentang stimulasi perkembangan anak
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (fisioterapi, okupasi terapi, psikologi)
Dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kebutuhan khusus, perawat perlu menggunakan pendekatan yang holistik dan berpusat pada keluarga. Kerja sama dengan tim kesehatan lain dan keterlibatan keluarga sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 11702 | 31 Jan 2025
Klinis : pasien hb 5,3 pasien mengatakan ada darah keluar melalui vagina pasien kesulitan menahan kencing, namun kencing hanya keluar sedikit bc +500cc
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baiklah, dengan senang hati saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosis Keperawatan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Perdarahan Aktif
- Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami kehilangan darah yang berlebihan dari sumber yang dapat diidentifikasi.
- Faktor yang berhubungan: Penurunan kadar hemoglobin (Hb 5,3), perdarahan aktif melalui vagina.
2. Ketidakefektifan Pengeluaran Urin
- Definisi: Keadaan di mana individu mengalami hambatan dalam pengeluaran urin, yang ditandai dengan berkurangnya volume urin.
- Faktor yang berhubungan: Kesulitan menahan kencing, pengeluaran urin yang sedikit.
3. Kelebihan Volume Cairan
- Definisi: Keadaan di mana individu mengalami kelebihan cairan di dalam tubuh.
- Faktor yang berhubungan: Balans cairan positif (+500 cc).
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI - Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Perdarahan Aktif:
- Outcome: Tidak terjadi perdarahan aktif.
- Indikator:
- Perdarahan terkendali
- Tanda-tanda vital stabil
- Hb dalam rentang normal
2. Ketidakefektifan Pengeluaran Urin:
- Outcome: Pengeluaran urin efektif.
- Indikator:
- Frekuensi berkemih normal
- Volume urin meningkat
- Tidak ada rasa tidak nyaman saat berkemih
3. Kelebihan Volume Cairan:
- Outcome: Keseimbangan cairan terpelihara.
- Indikator:
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Tidak ada edema
- Jumlah asupan dan pengeluaran cairan seimbang
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI - Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Risiko Perdarahan Aktif:
- Monitor tanda-tanda vital secara berkala
- Monitor perdarahan dan karakteristiknya
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi (misalnya transfusi darah)
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pencegahan perdarahan
2. Ketidakefektifan Pengeluaran Urin:
- Monitor intake dan output cairan
- Berikan terapi cairan intravena sesuai kebutuhan
- Ajarkan teknik relaksasi untuk memfasilitasi berkemih
- Kolaborasi dengan dokter untuk evaluasi dan penatalaksanaan
3. Kelebihan Volume Cairan:
- Monitor tanda-tanda kelebihan cairan (edema, dispnea, perubahan tanda-tanda vital)
- Batasi asupan cairan sesuai kebutuhan
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian diuretik atau terapi lainnya
- Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen cairan
Perawat harus melakukan penilaian komprehensif, memantau kondisi pasien secara ketat, dan berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya untuk memberikan asuhan keperawatan yang optimal dalam mengatasi masalah kesehatan pasien. Penjelasan ini disampaikan dengan nada akademis dan berdasarkan sudut pandang pakar/perawat. -
Article No. 11703 | 31 Jan 2025
Klinis : pasien hb 5,3 pasien mengatakan ada darah keluar melalui vagina pasien kesulitan menahan kencing, namun kencing hanya keluar sedikit bc +500cc, uo 0,7 cc
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci terkait diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), serta intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) berdasarkan kondisi pasien yang diberikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Defisiensi Volume Cairan (NANDA-I: Deficient Fluid Volume)
Definisi: Pengurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intrasel.
Karakteristik Definisi: Hb 5,3 (rendah), pasien mengatakan ada darah keluar melalui vagina, pasien kesulitan menahan kencing namun kencing hanya keluar sedikit, dan output urin 0,7 cc (rendah).
2. Inkontinensia Urin (NANDA-I: Urinary Incontinence)
Definisi: Ketidakmampuan mengontrol pengeluaran urin.
Karakteristik Definisi: Pasien kesulitan menahan kencing, namun kencing hanya keluar sedikit.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Defisiensi Volume Cairan
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Tidak ada tanda-tanda dehidrasi
- Pasien dapat mempertahankan volume cairan yang adekuat
- Terjadi peningkatan kadar Hb
2. Inkontinensia Urin
- Pasien dapat mengontrol pengeluaran urin
- Tidak terjadi kebocoran urin
- Pasien mampu mempertahankan pola berkemih yang normal
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Defisiensi Volume Cairan
- Pantau tanda-tanda vital secara berkala
- Lakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi tanda-tanda dehidrasi
- Berikan cairan intravena sesuai kebutuhan pasien
- Monitor intake dan output cairan
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk pemberian terapi penggantian darah jika diperlukan
2. Inkontinensia Urin
- Kaji pola berkemih pasien
- Ajarkan teknik kontraksi otot panggul (Kegel exercise)
- Atur pola berkemih sesuai jadwal
- Berikan bantuan perawatan higiene genital
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi farmakologis atau pembedahan jika diperlukan
Penjelasan tambahan:
Pasien dengan Hb 5,3 mengindikasikan adanya defisiensi volume cairan akibat perdarahan. Perdarahan yang terjadi melalui vagina serta kesulitan menahan kencing dan output urin yang rendah menunjukkan potensi gangguan sistem urinaria. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Defisiensi Volume Cairan dan Inkontinensia Urin. Asuhan keperawatan yang diberikan bertujuan untuk memulihkan volume cairan yang adekuat, serta membantu pasien dalam mengontrol pengeluaran urin. Intervensi keperawatan yang komprehensif, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, serta pemantauan yang ketat sangat diperlukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Semoga penjelasan ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, saya bersedia untuk membantu.Wassalamualaikum. -
Article No. 11704 | 31 Jan 2025
Klinis : nyeri paha kiri, dan lengan bawah kiri post jatuh, sadar penuh (+), muntah (-), pusing (-), nyeri pada wajah kiri(+) epistaksis (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
Penyebab: Trauma akibat terjatuh yang menyebabkan cedera pada paha kiri dan lengan bawah kiri.
Gejala dan Tanda:
- Nyeri pada paha kiri dan lengan bawah kiri
- Nyeri pada wajah kiri
- Epistaksis (mimisan)
2. Risiko Perdarahan
Definisi: Rentan terhadap pengurangan volume cairan darah yang dapat mengancam kesehatan.
Penyebab: Epistaksis (mimisan) yang muncul setelah trauma.
Gejala dan Tanda:
- Epistaksis (mimisan)
3. Gangguan Mobilitas Fisik
Definisi: Keterbatasan dalam pergerakan fisik yang disebabkan oleh penurunan kekuatan, ketahanan, dan/atau rentang gerak.
Penyebab: Trauma akibat terjatuh yang menyebabkan cedera pada paha kiri dan lengan bawah kiri.
Gejala dan Tanda:
- Nyeri pada paha kiri dan lengan bawah kiri
- Keterbatasan dalam pergerakan fisik
Penjelasan Singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan pasien dan merumuskan diagnosis keperawatan yang sesuai.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari asuhan keperawatan yang diberikan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang diperlukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Dengan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang sistematis, terstandar, dan berpusat pada pasien untuk mencapai hasil yang optimal.