Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23993 | 10 Feb 2026
Klinis : rasa kebas dan cemas krn teman2nya byk yg meninggal ( 4org krn sakit). periksa ke jember, diberi sertralin dan clonazepam. stlh minum sertralin muncul gejala panas diseluruh tubuh.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan khawatir, gelisah, atau ketakutan yang tidak menyenangkan sebagai respons terhadap ancaman yang tidak diketahui atau tidak spesifik, yang dapat memengaruhi fungsi fisik, kognitif, emosional, dan perilaku individu. Pada kasus ini, ansietas dipicu oleh peristiwa traumatis berupa kehilangan banyak teman karena sakit, yang menimbulkan rasa cemas tentang kesehatan dan kematian.
Kode SLKI: L.07136
Deskripsi : SLKI L.07136 adalah "Tingkat ansietas menurun". Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk mengurangi tingkat kecemasan klien hingga ke tingkat yang dapat dikelola. Indikator pencapaiannya meliputi: klien mampu mengidentifikasi penyebab ansietas, melaporkan penurunan perasaan tegang dan khawatir, menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal (seperti penurunan denyut nadi dan tekanan darah yang sebelumnya mungkin meningkat), mampu beristirahat dan tidur dengan cukup, menunjukkan ekspresi wajah yang lebih rileks, serta mampu menggunakan strategi koping adaptif untuk mengelola kecemasannya. Dalam konteks pasien, penurunan ansietas juga berarti berkurangnya keluhan somatik seperti rasa kebas dan sensasi panas yang mungkin diperberat oleh kondisi psikologisnya, serta meningkatkan kepatuhan dan pemahaman terhadap terapi obat yang diresepkan.
Kode SIKI: I.08089
Deskripsi : SIKI I.08089 adalah "Manajemen Ansietas". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang sistematis untuk membantu klien mengenali, mengatasi, dan mengurangi perasaan cemas. Deskripsi tindakannya meliputi: pertama, menciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung, serta membangun hubungan saling percaya. Kedua, mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan, dan kekhawatirannya secara verbal, termasuk tentang kehilangan teman-temannya. Ketiga, membantu klien mengidentifikasi pemicu ansietas (thoughts of death, illness) dan pola pikir negatif yang menyertainya. Keempat, mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan relaksasi otot progresif untuk mengontrol respons fisik kecemasan. Kelima, memberikan edukasi tentang kondisi dan pengobatannya (sertraline dan clonazepam), termasuk efek samping seperti sensasi panas yang dialami, serta pentingnya konsultasi ulang dengan dokter mengenai efek samping tersebut daripada menghentikan obat secara tiba-tiba. Keenam, mendorong keterlibatan dalam aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian dan memberikan rasa nyaman. Ketujuh, kolaborasi dengan tenaga kesehatan jiwa atau dokter untuk evaluasi medikasi dan terapi lebih lanjut. Intervensi ini juga mencakup pemantauan tanda-tanda vital dan respons emosional klien terhadap terapi, serta memberikan dukungan kepada keluarga untuk memahami kondisi klien.
-
Article No. 23994 | 10 Feb 2026
Klinis : Tuan A. usia 55 tahun, dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis medis gagal ginjal kronis stadium 5. Pasien memikir yang layak menjalani hemodialisis, cuci darah. Dua gelispring flu sejak tiga tahun yang lalu. Sepuh kajian pasien mengeluhkan mual, nafsu makan menurun, badan merasa lemas, serta pembengkakan pada kedua kaki sejak kurang lebih dua minggu terakhir. Pasien juga mengatakan sering merasa haus, namun jumlah urin yang keluar sangat sedikit. Hasil pemeriksaan vital menunjukkan tekanan darah 160x95 mmHg, nadi 88 per menit, frekuensi 22 kali per menit nafas, suhu tubuh 36,8. Berat badan pasien 68 kg dengan tinggi 165 cm. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva tampak pucat dan mukosa bibir kering. Pada pemeriksaan dada terdengar bunyi nafas vesikuler dengan ronki basah halus. Abdomen tampak sedikit distensi dengan besisusus menurun. Pada ekstremitas bawah terdapat edema piting plus 2 pada tungkai bawah, kedua tungkai bawah, serta kekuatan otot menurun. Eliminasi urin pasien sekitar 300 mL dalam 24 jam terakhir dengan warna urin pekat. Berdasarkan data pengkajian tersebut, pasien mengalami masalah ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh yang ditandai dengan penurunan nafsu makan, mual, dan kadar albumin dalam ginjal nutrisi. Selain itu, pasien juga mengalami kelebihan volume cairan yang ditandai dengan adanya edema, peningkatan berat badan, mukosa bibir kering, serta penurunan jumlah urin akibat gangguan fungsi ginjal. Mana data objektif d Subjektif, pisahkan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Kelebihan volume cairan adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami peningkatan retensi cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler. Pada pasien GGK stadium 5, hal ini terjadi akibat ketidakmampuan ginjal untuk mengekskresikan air dan natrium, menyebabkan akumulasi cairan di dalam tubuh. Kondisi ini ditandai dengan edema, peningkatan berat badan, distensi vena jugularis, perubahan tekanan darah, dan bunyi napas abnormal (seperti ronki).
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Intervensi keperawatan bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan keseimbangan cairan yang optimal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal atau yang ditargetkan (tekanan darah turun dari 160/95 mmHg), edema berkurang atau hilang (edema pitting +2 pada tungkai menurun), berat badan stabil atau kembali ke berat badan tanpa kelebihan cairan, bunyi napas bersih/jelas (ronki basah halus berkurang), dan balance cairan (intake dan output) mendekati seimbang dengan output urin yang meningkat dari 300 mL/24 jam. Pencapaian SLKI ini dimonitor melalui pemantauan ketat tanda vital, berat badan harian, pemeriksaan fisik (edema, bunyi napas), dan pencatatan intake-output yang akurat.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan terencana untuk mengurangi retensi cairan dan mencegah komplikasi. Tindakan spesifik yang direncanakan untuk Tuan A termasuk: 1) Memantau tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas) secara teratur untuk mengidentifikasi tanda beban berlebih (seperti hipertensi dan takipnea). 2) Melakukan pengukuran berat badan harian pada waktu, skala, dan pakaian yang sama untuk mendeteksi perubahan akumulasi cairan. 3) Melakukan pemantauan balance cairan dengan mencatat secara ketat semua intake (oral, parenteral) dan output (urin, drainase) setiap 24 jam. 4) Melakukan pemeriksaan fisik fokus pada edema (mengukur lingkar ekstremitas, menilai derajat pitting), bunyi napas, dan distensi vena jugularis. 5) Membatasi asupan cairan sesuai resep dokter dan kolaborasi dalam pembatasan natrium. 6) Memposisikan pasien dengan posisi semi-Fowler atau elevasi ekstremitas yang edema untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi edema. 7) Mengajarkan pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda kelebihan cairan yang harus dilaporkan (seperti sesak napas, edema mendadak, peningkatan berat badan cepat). 8) Berkolaborasi dengan tim medis untuk terapi farmakologis (seperti pemberian diuretik) dan persiapan serta pelaksanaan terapi pengganti ginjal (hemodialisis) yang merupakan penanganan definitif untuk mengatasi kelebihan cairan dan toksin pada kondisi ini.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.5.1.1
Deskripsi Singkat: Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada pasien GGK, hal ini disebabkan oleh anoreksia, mual, muntah, rasa logam di mulut, pembatasan diet, dan proses inflamasi yang meningkatkan katabolisme. Kondisi ini mengakibatkan penurunan berat badan, kelemahan, penurunan massa otot, dan hipoalbuminemia yang memperburuk edema dan menurunkan kualitas hidup.
Kode SLKI: L.5.1.1
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Tujuan intervensi adalah untuk meningkatkan asupan nutrisi dan memperbaiki status gizi pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: pasien menunjukkan peningkatan nafsu makan dan penurunan keluhan mual, asupan nutrisi dan kalori meningkat sesuai dengan target yang ditetapkan (misalnya, mampu menghabiskan >75% porsi makan), berat badan stabil atau meningkat secara bertahap (dari 68 kg dengan IMT 25 yang mungkin dipengaruhi edema), nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, kadar hemoglobin) menunjukkan perbaikan atau tidak memburuk, dan kekuatan otot membaik (dari kondisi menurun). Pencapaian SLKI dinilai melalui pengamatan asupan makan, pemantauan berat badan trend, pemeriksaan antropometri, dan evaluasi hasil laboratorium.
Kode SIKI: I.5.1.1
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mengoptimalkan asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan dan toleransi pasien. Tindakan spesifik untuk Tuan A meliputi: 1) Mengkaji pola makan, riwayat mual, dan faktor penghambat nafsu makan. 2) Memantau asupan makan dan cairan setiap hari menggunakan catatan food recall atau plate diagram. 3) Menimbang berat badan secara teratur dengan memperhatikan faktor edema. 4) Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet khusus penyakit ginjal kronis (rendah protein, rendah natrium, rendah kalium, dan rendah fosfor sesuai stadium) dengan kalori yang cukup. 5) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk mengurangi mual dan meningkatkan toleransi. 6) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas bau yang memualkan. 7) Memberikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan dan mencegah infeksi (mengingat mukosa bibir kering). 8) Mengatur pemberian obat yang mempengaruhi nafsu makan (seperti suplemen zat besi, pengikat fosfat) pada waktu yang tepat untuk meminimalkan gangguan pencernaan. 9) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya kepatuhan diet dan cara mengatasi mual. 10) Berkolaborasi untuk pemberian suplemen nutrisi oral atau terapi nutrisi lainnya jika diperlukan, serta penanganan farmakologis untuk mual dan muntah.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.6.1.1
Deskripsi Singkat: Intoleransi aktivitas adalah keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Pada Tuan A, kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor: anemia akibat defisiensi eritropoietin, kelemahan otot akibat ketidakseimbangan nutrisi dan uremia, serta kelebihan volume cairan yang memberatkan kerja jantung dan sistem pernapasan.
Kode SLKI: L.6.1.1
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Tujuan intervensi adalah untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas secara bertahap tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan. Kriteria hasil meliputi: pasien melaporkan penurunan keluhan lemas, mampu melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi, berpakaian) dengan bantuan minimal, tanda vital (nadi, tekanan darah, frekuensi napas) dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, tidak mengalami dispnea atau kelelahan ekstrem setelah aktivitas, serta kekuatan otot menunjukkan perbaikan secara bertahap.
Kode SIKI: I.6.1.1
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini bertujuan untuk menghemat energi pasien dan meningkatkan toleransi aktivitas. Tindakan untuk Tuan A mencakup: 1) Mengkaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas). 2) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, dan mengatur prioritas aktivitas. 3) Merencanakan jadwal aktivitas yang teratur diselingi periode istirahat. 4) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, dan secara bertahap mendorong kemandirian. 5) Meningkatkan status nutrisi dan mengatasi anemia (kolaborasi pemberian eritropoietin atau transfusi jika diperlukan) untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen. 6) Memastikan keseimbangan cairan dan elektrolit optimal untuk mengurangi beban kerja jantung. 7) Melakukan latihan rentang gerak pasif/aktif ringan untuk mempertahankan kekuatan dan fungsi otot, serta mencegah kontraktur. 8) Memantau hasil laboratorium (seperti hemoglobin, elektrolit) yang mempengaruhi toleransi aktivitas.
-
Article No. 23995 | 10 Feb 2026
Klinis : Tuan Alka, Wusia 55 tahun, dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis medis gagal ginjal kronis stadium 5. Pasien memikir yang layak menjalani hemodialisis, cuci darah. Dua gelispring flu sejak tiga tahun yang lalu. Sepuh kajian pasien mengeluhkan mual, nafsu makan menurun, badan merasa lemas, serta pembengkakan pada kedua kaki sejak kurang lebih dua minggu terakhir. Pasien juga mengatakan sering merasa haus, namun jumlah urin yang keluar sangat sedikit. Hasil pemeriksaan vital menunjukkan tekanan darah 160x95 mmHg, nadi 88 per menit, frekuensi 22 kali per menit nafas, suhu tubuh 36,8. Berat badan pasien 68 kg dengan tinggi 165 cm. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva tampak pucat dan mukosa bibir kering. Pada pemeriksaan dada terdengar bunyi nafas vesikuler dengan ronki basah halus. Abdomen tampak sedikit distensi dengan besisusus menurun. Pada ekstremitas bawah terdapat edema piting plus 2 pada tungkai bawah, kedua tungkai bawah, serta kekuatan otot menurun. Eliminasi urin pasien sekitar 300 mL dalam 24 jam terakhir dengan warna urin pekat. Berdasarkan data pengkajian tersebut, pasien mengalami masalah ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh yang ditandai dengan penurunan nafsu makan, mual, dan kadar albumin dalam ginjal nutrisi. Selain itu, pasien juga mengalami kelebihan volume cairan yang ditandai dengan adanya edema, peningkatan berat badan, mukosa bibir kering, serta penurunan jumlah urin akibat gangguan fungsi ginjal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Ditandai dengan: 1) Asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan, 2) Berat badan dalam rentang normal, 3) Kadar albumin serum dalam batas normal, 4) Tidak ada mual dan muntah, 5) Tidak ada penurunan nafsu makan, 6) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal, 7) Status hidrasi adekuat, 8) Turgor kulit baik, 9) Mukosa bibir lembab, 10) Konjungtiva tidak pucat.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Meliputi: 1) Kaji faktor penyebab ketidakseimbangan nutrisi, 2) Kaji pola makan, kebiasaan makan, dan pantangan makanan, 3) Kaji adanya mual, muntah, dan distensi abdomen, 4) Kaji status hidrasi (mukosa bibir, turgor kulit, mata), 5) Kaji kondisi mulut (mukosa, lidah, gigi), 6) Kolaborasi pemberian diet sesuai indikasi (rendah protein, tinggi kalori), 7) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi, 8) Kolaborasi pemberian obat anti emetik sesuai indikasi, 9) Anjurkan makan porsi kecil tapi sering, 10) Anjurkan kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan, 11) Monitor berat badan, 12) Monitor asupan dan haluaran cairan, 13) Monitor hasil laboratorium (albumin, elektrolit, ureum, kreatinin), 14) Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi sesuai kondisi penyakit.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: B.2.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami kelebihan cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular.
Kode SLKI: L.2.1.1
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam batas normal, 2) Tidak ada edema, 3) Berat badan stabil sesuai target, 4) Asupan dan haluaran cairan seimbang, 5) Bunyi napas vesikuler/jelas, 6) Status hidrasi adekuat (turgor kulit baik, mukosa bibir lembab), 7) Hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin) dalam batas normal, 8) Tidak ada distensi vena leher, 9) Tidak ada ascites, 10) Kekuatan otot normal.
Kode SIKI: I.2.1.1
Deskripsi : Manajemen Cairan. Tindakan untuk mempertahankan atau memulihkan keseimbangan cairan. Meliputi: 1) Kaji status cairan (edema, ascites, distensi vena leher, crackles), 2) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas) secara berkala, 3) Monitor berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, 4) Monitor asupan dan haluaran cairan ketat (balance cairan), 5) Kaji karakteristik urin (warna, jumlah, bau), 6) Kaji status pernapasan (dispnea, ortopnea, bunyi napas), 7) Kolaborasi pembatasan asupan cairan sesuai program, 8) Kolaborasi pembatasan asupan garam/natrium, 9) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai indikasi, 10) Kolaborasi persiapan dan pelaksanaan hemodialisis, 11) Anjurkan posisi semifowler jika ada sesak, 12) Anjurkan untuk menggerakkan ekstremitas secara perlahan jika edema, 13) Lakukan perawatan kulit pada area edema, 14) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, albumin), 15) Berikan pendidikan kesehatan tentang pembatasan cairan dan garam.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.4.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan.
Kode SLKI: L.4.1.1
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Ditandai dengan: 1) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kemampuan, 2) Tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas, 3) Tidak mengeluh lemas, letih, atau sesak napas saat aktivitas, 4) Kekuatan otot membaik/mencukupi, 5) Pola istirahat dan tidur adekuat, 6) Nilai laboratorium (terutama hemoglobin) mendukung peningkatan aktivitas, 7) Tidak pucat, 8) Edema berkurang/tidak ada.
Kode SIKI: I.4.1.1
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan untuk mempertahankan atau memulihkan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Meliputi: 1) Kaji faktor penyebab intoleransi aktivitas (anemia, kelebihan cairan, uremia), 2) Kaji tingkat kelemahan/kelelahan (skala), 3) Kaji tanda vital saat istirahat dan saat aktivitas, 4) Kaji kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL), 5) Kaji kekuatan otot dan adanya edema, 6) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, 7) Anjurkan teknik penghematan energi (istirahat sebelum lelah, duduk saat melakukan aktivitas), 8) Rencanakan aktivitas bertahap sesuai toleransi, 9) Jadwalkan periode istirahat yang cukup di antara aktivitas, 10) Kolaborasi terapi untuk mengatasi penyebab (seperti transfusi jika anemia berat, hemodialisis adekuat), 11) Monitor respons pasien terhadap aktivitas (peningkatan nadi, sesak, pucat, kelelahan), 12) Berikan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat, 13) Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya menyeimbangkan aktivitas dan istirahat.
-
Article No. 23996 | 10 Feb 2026
Klinis : Tuan Alka, Wusia 55 tahun, dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis medis gagal ginjal kronis stadium 5. Pasien memikir yang layak menjalani hemodialisis, cuci darah. Dua gelispring flu sejak tiga tahun yang lalu. Sepuh kajian pasien mengeluhkan mual, nafsu makan menurun, badan merasa lemas, serta pembengkakan pada kedua kaki sejak kurang lebih dua minggu terakhir. Pasien juga mengatakan sering merasa haus, namun jumlah urin yang keluar sangat sedikit. Hasil pemeriksaan vital menunjukkan tekanan darah 160x95 mmHg, nadi 88 per menit, frekuensi 22 kali per menit nafas, suhu tubuh 36,8. Berat badan pasien 68 kg dengan tinggi 165 cm. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva tampak pucat dan mukosa bibir kering. Pada pemeriksaan dada terdengar bunyi nafas vesikuler dengan ronki basah halus. Abdomen tampak sedikit distensi dengan besisusus menurun. Pada ekstremitas bawah terdapat edema piting plus 2 pada tungkai bawah, kedua tungkai bawah, serta kekuatan otot menurun. Eliminasi urin pasien sekitar 300 mL dalam 24 jam terakhir dengan warna urin pekat. Berdasarkan data pengkajian tersebut, pasien mengalami masalah ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh yang ditandai dengan penurunan nafsu makan, mual, dan kadar albumin dalam ginjal nutrisi. Selain itu, pasien juga mengalami kelebihan volume cairan yang ditandai dengan adanya edema, peningkatan berat badan, mukosa bibir kering, serta penurunan jumlah urin akibat gangguan fungsi ginjal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Ditandai dengan: 1) Kebutuhan nutrisi teridentifikasi, 2) Asupan nutrisi sesuai kebutuhan, 3) Berat badan dalam rentang normal, 4) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal, 5) Tidak ada tanda malnutrisi, 6) Menunjukkan perilaku pemenuhan nutrisi yang tepat.
Kode SIKI: I.01295
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab perubahan nutrisi, 2) Kaji pola makan, 3) Kaji faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi, 4) Timbang berat badan secara teratur, 5) Monitor nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin), 6) Kolaborasi pemberian nutrisi sesuai kebutuhan, 7) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering, 8) Ciptakan lingkungan yang nyaman saat makan, 9) Atur posisi yang nyaman saat makan, 10) Berikan perawatan mulut, 11) Anjurkan keluarga membawa makanan kesukaan pasien (sesuai diet), 12) Ajarkan pasien dan keluarga tentang kebutuhan nutrisi. Pada Tuan Alka, tindakan ini difokuskan untuk mengatasi penurunan nafsu makan dan mual yang menjadi penyebab utama ketidakseimbangan nutrisi. Perawat perlu mengkaji secara mendalam penyebab mual (misalnya akibat uremia), melakukan kolaborasi untuk pemberian obat antiemetik jika diperlukan, serta menyusun strategi pemberian makanan tinggi kalori dan protein namun sesuai dengan pembatasan diet penyakit ginjal kronis (restriksi protein, kalium, fosfor). Pemantauan berat badan dan nilai laboratorium seperti albumin serum sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: B.3.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi peningkatan retensi cairan dan natrium.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam batas normal, 2) Keseimbangan cairan positif/negatif dalam batas normal, 3) Tidak ada edema, 4) Berat badan stabil, 5) Bunyi nafas bersih, 6) Membran mukosa lembab.
Kode SIKI: I.08037
Deskripsi : Manajemen Cairan. Tindakan: 1) Kaji status cairan (tanda vital, edema, bunyi nafas, turgor kulit, membran mukosa), 2) Monitor intake dan output cairan secara ketat, 3) Timbang berat badan setiap hari dengan skala dan waktu yang sama, 4) Kaji adanya edema, 5) Batasi asupan cairan sesuai program terapi, 6) Anjurkan diet rendah garam, 7) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai program, 8) Ubah posisi secara teratur, 9) Berikan perawatan kulit pada area edema, 10) Ajarkan pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan garam. Pada Tuan Alka, tindakan ini menjadi sentral karena pasien menunjukkan tanda klasik kelebihan volume cairan akibat anuria relatif (oliguria). Pemantauan ketat balance cairan (I/O), pembatasan asupan cairan dan natrium, serta penimbangan berat badan harian adalah kunci. Ronki basah halus menunjukkan kemungkinan adanya kongesti pulmonal ringan yang memerlukan kewaspadaan. Kolaborasi untuk persiapan dan pelaksanaan hemodialisis adalah intervensi definitif untuk mengatasi kelebihan cairan dan toksin uremik. Perawat juga perlu memberikan edukasi tentang pentingnya menaati pembatasan minum dan diet rendah garam.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.4.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas yang diinginkan atau diperlukan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Ditandai dengan: 1) Melaporkan peningkatan energi, 2) Melakukan aktivitas sesuai kemampuan, 3) Tanda vital dalam batas normal selama/setelah aktivitas, 4) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan, 5) Kekuatan otot membaik.
Kode SIKI: I.07006
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan, 2) Kaji pola aktivitas dan istirahat, 3) Monitor tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas, 4) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditunda, 5) Rencanakan periode istirahat yang cukup, 6) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, 7) Anjurkan aktivitas bertahap, 8) Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan. Pada Tuan Alka, intoleransi aktivitas disebabkan oleh kombinasi faktor: anemia (konjungtiva pucat), kelemahan otot, kelelahan akibat uremia, dan mungkin ketidakseimbangan elektrolit. Perawat perlu membantu pasien dalam merencanakan aktivitasnya, memastikan istirahat yang cukup, serta memberikan bantuan dalam mobilisasi atau aktivitas sehari-hari untuk menghemat energi pasien. Pemantauan respons hemodinamik selama aktivitas juga penting.
Kondisi: Risiko Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: B.4.2
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan terhadap ketidakcukupan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Kardiak output membaik. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam batas normal, 2) Nadi perifer teraba kuat dan sama, 3) Warna dan kehangatan kulit normal, 4) Tidak ada dyspnea/ortopnea, 5) Tingkat kesadaran baik.
Kode SIKI: I.08013
Deskripsi : Pemantauan Kardiovaskuler. Tindakan: 1) Kaji tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi nafas) secara teratur, 2) Kaji kualitas nadi, 3) Kaji warna, kelembaban, dan suhu kulit, 4) Kaji status pernafasan, 5) Kaji tingkat kesadaran, 6) Monitor hasil pemeriksaan diagnostik (seperti EKG, laboratorium elektrolit), 7) Pertahankan keseimbangan cairan, 8) Kolaborasi pemberian terapi sesuai indikasi. Pada Tuan Alka, risiko ini tinggi akibat hipertensi (160/95 mmHg) dan kelebihan volume cairan yang membebani jantung. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan gangguan elektrolit (seperti hiperkalemia) yang berisiko fatal bagi jantung. Perawat harus memantau tanda vital dengan ketat, terutama tekanan darah dan nadi, mengawasi adanya tanda-tanda gagal jantung seperti dyspnea yang memberat, serta mempersiapkan pasien untuk hemodialisis yang akan membantu mengontrol volume cairan dan elektrolit.
-
Article No. 23997 | 10 Feb 2026
Klinis : Tuan Alka, Wusia 55 tahun, dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis medis gagal ginjal kronis stadium 5. Pasien memikir yang layak menjalani hemodialisis, cuci darah. Dua gelispring flu sejak tiga tahun yang lalu. Sepuh kajian pasien mengeluhkan mual, nafsu makan menurun, badan merasa lemas, serta pembengkakan pada kedua kaki sejak kurang lebih dua minggu terakhir. Pasien juga mengatakan sering merasa haus, namun jumlah urin yang keluar sangat sedikit. Hasil pemeriksaan vital menunjukkan tekanan darah 160x95 mmHg, nadi 88 per menit, frekuensi 22 kali per menit nafas, suhu tubuh 36,8. Berat badan pasien 68 kg dengan tinggi 165 cm. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva tampak pucat dan mukosa bibir kering. Pada pemeriksaan dada terdengar bunyi nafas vesikuler dengan ronki basah halus. Abdomen tampak sedikit distensi dengan besisusus menurun. Pada ekstremitas bawah terdapat edema piting plus 2 pada tungkai bawah, kedua tungkai bawah, serta kekuatan otot menurun. Eliminasi urin pasien sekitar 300 mL dalam 24 jam terakhir dengan warna urin pekat. Berdasarkan data pengkajian tersebut, pasien mengalami masalah ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh yang ditandai dengan penurunan nafsu makan, mual, dan kadar albumin dalam ginjal nutrisi. Selain itu, pasien juga mengalami kelebihan volume cairan yang ditandai dengan adanya edema, peningkatan berat badan, mukosa bibir kering, serta penurunan jumlah urin akibat gangguan fungsi ginjal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: B.1.1.1
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan asupan nutrisi. SLKI ini diukur melalui indikator seperti: (1) Pengetahuan pasien/keluarga tentang kebutuhan nutrisi, (2) Kemampuan pasien mengidentifikasi jenis dan jumlah makanan sesuai kebutuhan, (3) Kemampuan pasien mengonsumsi makanan sesuai program, (4) Keterlibatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, (5) Berat badan dalam batas normal, (6) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin) dalam batas normal. Pada Tuan Alka, kondisi aktualnya sangat berlawanan dengan luaran ini. Beliau mengalami penurunan nafsu makan, mual, dan kemungkinan besar kadar albumin rendah ("kadar albumin dalam ginjal nutrisi" mengindikasikan hipoalbuminemia). Faktor uremia dari gagal ginjal menyebabkan anoreksia, mual, perubahan rasa, dan katabolisme protein. Defisit nutrisi ini diperparah oleh pembatasan diet renal yang mungkin diterapkan. Tujuan keperawatan adalah memutus siklus ini dengan intervensi untuk mengurangi gejala gastrointestinal, menyediakan nutrisi yang sesuai batasan renal, dan memantau parameter antropometri serta biokimia.
Kode SIKI: B.1.1.1.1 - B.1.1.1.16 (Beberapa yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk masalah ini bersifat multidimensi. Pertama, Kolaborasi Pemberian Nutrisi (B.1.1.1.1) dengan ahli gizi untuk menentukan diet renal yang tepat (kontrol protein, kalium, fosfor, natrium, dan cairan). Kedua, Manajemen Mual (B.4.1.1.9) seperti pemberian obat antiemetik sesuai kolaborasi, menyajikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, dan menghindari aroma kuat. Ketiga, Edukasi Kesehatan (B.1.1.1.5) tentang pentingnya nutrisi sesuai kondisi, jenis makanan yang diijinkan dan dibatasi, serta strategi mengatasi mual dan anoreksia. Keempat, Memantau Asupan Nutrisi dan Cairan (B.1.1.1.2) dengan mencatat jumlah makanan/minuman yang dikonsumsi dan respons pasien. Kelima, Memantau Berat Badan dan Tanda Laboratorium (B.1.1.1.3) seperti berat badan, kadar albumin, ureum, dan kreatinin secara berkala. Intervensi ini harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: B.3.1.10
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami kelebihan retensi cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular.
Kode SLKI: B.3.1.10.1
Deskripsi : Pasien menunjukkan keseimbangan cairan. SLKI ini diukur melalui indikator: (1) Tanda vital dalam batas normal, (2) Tidak ada edema, (3) Bunyi nafas bersih, (4) Berat badan stabil sesuai target, (5) Keseimbangan cairan (intake-output) seimbang, (6) Nilai elektrolit dalam batas normal. Pada Tuan Alka, data menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan. Edema pitting +2 di kedua tungkai, ronki basah halus di paru, tekanan darah tinggi (160/95 mmHg), dan penurunan haluaran urin (300 mL/24 jam) adalah tanda klasik kelebihan volume cairan akibat gagal ginjal stadium akhir. Ginjal tidak mampu mengeluarkan cairan dan natrium, menyebabkan retensi. Haus yang dialami pasien merupakan kompensasi tubuh terhadap hiperosmolalitas darah akibat uremia, namun asupan cairan justru akan memperburuk kelebihan volume. Tujuan utama adalah mengurangi retensi cairan, mencegah komplikasi seperti gagal napas akut, dan mempersiapkan terapi hemodialisis.
Kode SIKI: B.3.1.10.1.1 - B.3.1.10.1.16 (Beberapa yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada pengurangan beban cairan dan pemantauan ketat. Pertama, Manajemen Cairan (B.3.1.10.1.1) dengan membatasi asupan cairan sesuai program, memantau balance cairan ketat (I/O), dan menimbang berat badan harian. Kedua, Memantau Tanda Vital dan Status Pernafasan (B.3.1.10.1.2) secara berkala untuk mendeteksi dini tanda overload cairan yang memburuk seperti sesak nafas atau peningkatan tekanan darah. Ketiga, Memantau Edema (B.3.1.10.1.4) dengan mencatat lokasi, derajat (pitting), dan perubahan. Keempat, Kolaborasi Pemberian Terapi Farmakologi (B.3.1.10.1.9) seperti diuretik (meski pada GGK stadium 5 respons mungkin terbatas) dan obat antihipertensi. Kelima, Posisi Semi-Fowler (B.3.1.10.1.10) untuk memfasilitasi ekspansi paru dan mengurangi distress pernafasan. Keenam, Edukasi pada Pasien/Keluarga (B.3.1.10.1.5) tentang pembatasan cairan dan garam, cara memantau edema, serta pentingnya hemodialisis untuk mengatasi kelebihan cairan. Persiapan dan dukungan untuk menjalani hemodialisis juga merupakan intervensi kunci.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.4.1.4
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: B.4.1.4.1
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas. Indikatornya meliputi: (1) Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat perkembangan, (2) Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, (3) Tanda vital dalam batas normal selama/setelah aktivitas, (4) Tidak mengeluh lelah/lemah, (5) Kekuatan otot dalam batas normal. Tuan Alka mengeluh badan lemas dan pemeriksaan fisik menunjukkan kekuatan otot menurun. Hal ini disebabkan oleh multiple faktor: anemia (konjungtiva pucat) akibat defisiensi eritropoietin, ketidakseimbangan nutrisi, retensi toksin uremik, dan mungkin juga efek dari kelebihan volume cairan. Kelemahan ini membatasi kemampuannya untuk beraktivitas, meningkatkan risiko komplikasi imobilisasi, dan menurunkan kualitas hidup. Tujuannya adalah mempertahankan kekuatan dan mobilitas sebanyak mungkin dalam batas toleransi.
Kode SIKI: B.4.1.4.1.1 - B.4.1.4.1.10
Deskripsi : Intervensi keperawatan berfokus pada pengelolaan energi. Pertama, Manajemen Energi (B.4.1.4.1.1) dengan mengajarkan teknik penghematan energi, menyusun jadwal aktivitas yang diselingi istirahat, dan membantu aktivitas sesuai kebutuhan. Kedua, Memantau Respons terhadap Aktivitas (B.4.1.4.1.2) dengan mengobservasi tanda vital dan keluhan lelah sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Ketiga, Latihan Rentang Gerak (B.4.1.4.1.7) aktif atau pasif untuk mempertahankan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi. Keempat, Kolaborasi Terapi OK/ Fisioterapi (B.4.1.4.1.9) untuk program latihan yang terstruktur. Kelima, Kolaborasi Penatalaksanaan Anemia (B.4.1.4.1.10) seperti pemberian eritropoietin dan suplementasi zat besi sesuai program, karena koreksi anemia sangat penting untuk meningkatkan toleransi aktivitas. Keenam, Memastikan Nutrisi yang Adekuat (terkait SDKI B.1.1) sebagai sumber energi.
-
Article No. 23998 | 10 Feb 2026
Klinis : Tuan Alka, Wusia 55 tahun, dirawat di ruang penyakit dengan diagnosis medis gagal ginjal kronis stadium 5. Pasien memikir yang layak menjalani hemodialisis, cuci darah. Dua gelispring flu sejak tiga tahun yang lalu. Sepuh kajian pasien mengeluhkan mual, nafsu makan menurun, badan merasa lemas, serta pembengkakan pada kedua kaki sejak kurang lebih dua minggu terakhir. Pasien juga mengatakan sering merasa haus, namun jumlah urin yang keluar sangat sedikit. Hasil pemeriksaan vital menunjukkan tekanan darah 160x95 mmHg, nadi 88 per menit, frekuensi 22 kali per menit nafas, suhu tubuh 36,8. Berat badan pasien 68 kg dengan tinggi 165 cm. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva tampak pucat dan mukosa bibir kering. Pada pemeriksaan dada terdengar bunyi nafas vesikuler dengan ronki basah halus. Abdomen tampak sedikit distensi dengan besisusus menurun. Pada ekstremitas bawah terdapat edema piting plus 2 pada tungkai bawah, kedua tungkai bawah, serta kekuatan otot menurun. Eliminasi urin pasien sekitar 300 mL dalam 24 jam terakhir dengan warna urin pekat. Berdasarkan data pengkajian tersebut, pasien mengalami masalah ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh yang ditandai dengan penurunan nafsu makan, mual, dan kadar albumin dalam ginjal nutrisi. Selain itu, pasien juga mengalami kelebihan volume cairan yang ditandai dengan adanya edema, peningkatan berat badan, mukosa bibir kering, serta penurunan jumlah urin akibat gangguan fungsi ginjal.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Ginjal Kronis Stadium 5 yang memerlukan hemodialisis, dengan komplikasi kelebihan volume cairan dan ketidakseimbangan nutrisi.
Kode ICD-10: N18.5
Deskripsi Singkat : Kode N18.5 mengindikasikan Gagal Ginjal Kronis (GGK) Stadium 5, yaitu stadium akhir penyakit ginjal di mana fungsi ginjal telah mengalami penurunan sangat berat (laju filtrasi glomerulus <15 mL/menit/1.73 m²). Pada stadium ini, ginjal hampir tidak mampu lagi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah, sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis (cuci darah) untuk bertahan hidup. Kondisi ini ditandai dengan gejala uremia seperti mual, penurunan nafsu makan, kelemahan, serta komplikasi seperti kelebihan volume cairan (edema, hipertensi, suara ronki basah) dan penurunan output urin (oliguria). Kode ini tepat untuk Tuan Alka yang menunjukkan semua kriteria tersebut: gejala uremik, edema, oliguria (300 mL/24 jam), dan rencana hemodialisis. Kode ini menangkap inti patologi ginjal yang mendasari semua keluhan dan temuan fisik pasien.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23999 | 10 Feb 2026
Klinis : 1 Penurunan Curah Jantung (Decreased Cardiac Output) Kelainan struktur jantung berupa ventricular septal defect (VSD) ukuran sedang yang menyebabkan left-to-right shunt sehingga meningkatkan beban volume jantung dan menurunkan efektivitas pemompaan. DS: Sesak napas. DO: Kardiomegali pada foto toraks, VSD ukuran sedang pada TTE. 2 Gangguan Pertukaran Gas (Impaired Gas Exchange) Peningkatan aliran darah ke paru akibat shunt kiri ke kanan yang menyebabkan kongesti paru dan gangguan difusi oksigen. DS: Sesak napas. DO: Riwayat pneumonia berulang, penyakit jantung bawaan (VSD) 3 Intoleransi Aktivitas (Activity Intolerance) Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen akibat penurunan fungsi kardiovaskular. DS: Mudah lelah saat aktivitas. DO: Penyakit jantung bawaan. 4 Risiko Infeksi (Risk for Infection) Kelainan jantung bawaan dengan vegetasi yang meningkatkan risiko kolonisasi mikroorganisme. DS: Tidak ada keluhan subjektif. DO: Vegetasi multipel pada TTE, kultur darah positif Streptococcus viridans. 5 Perfusi Jaringan Tidak Efektif (Kardiopulmonal) Gangguan aliran darah efektif ke jaringan akibat kelainan struktural jantung dan perubahan hemodinamik akibat VSD. DS: Sesak napas. DO: Pembesaran jantung sebagai kompensasi gangguan sirkulasi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung (Decreased Cardiac Output)
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan Curah Jantung adalah suatu kondisi di mana volume darah yang dipompa oleh ventrikel per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Pada pasien dengan Ventricular Septal Defect (VSD) ukuran sedang, mekanisme patofisiologis utamanya adalah terjadinya left-to-right shunt. Shunt ini menyebabkan darah yang seharusnya dipompa ke sirkulasi sistemik (aorta) kembali ke sirkulasi pulmonal melalui defek pada septum ventrikel. Akibatnya, terjadi peningkatan volume darah di ventrikel kanan dan sirkulasi paru (volume overload), sementara curah jantung sistemik efektif menurun. Jantung berusaha mengkompensasi melalui mekanisme Frank-Starling (peningkatan preload) dan aktivasi sistem neurohormonal (seperti sistem renin-angiotensin-aldosteron), yang menyebabkan takikardia dan kardiomegali. Namun, kompensasi ini seringkali tidak adekuat dalam jangka panjang dan justru memperberat kerja jantung, menurunkan efisiensi pompa, dan akhirnya mengurangi curah jantung. Manifestasi klinis seperti sesak napas (dispnea) muncul akibat kongesti paru dan hipoperfusi jaringan. Diagnosa ini menjadi fokus utama karena merupakan akar masalah dari banyak gejala dan komplikasi lainnya.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan curah jantung agar memadai untuk perfusi jaringan. Luaran yang diharapkan mencakup: tanda-tanda vital dalam rentang normal yang dapat ditoleransi pasien (tekanan darah, nadi, pernapasan), pengisian kapiler kurang dari 3 detik, kulit hangat dan kering, haluaran urine adekuat (>0.5-1 mL/kgBB/jam), status mental baik (alert dan orientasi baik), serta tidak adanya atau berkurangnya gejala seperti sesak napas, kelelahan ekstrem, dan ortopnea. Pada konteks VSD, luaran spesifik juga meliputi penurunan tanda-tanda kongesti paru (seperti ronki), penurunan derajat kardiomegali pada pemeriksaan follow-up, dan stabilnya tanda-tanda hemodinamik. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis berhasil dalam mengoptimalkan preload, afterload, dan kontraktilitas jantung, serta mengurangi dampak shunt.
Kode SIKI: I.08060, I.08061, I.08063, I.08064, I.08066, I.08067
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Penurunan Curah Jantung bersifat komprehensif dan meliputi: I.08060 Manajemen Curah Jantung dengan memantau terus menerus tanda-tanda vital, status hemodinamik, dan respons terhadap terapi; mengatur pemberian cairan dan obat-obatan inotropik, diuretik, atau afterload reducer sesuai resep. I.08061 Resusitasi Jantung sebagai kesiapsiagaan jika terjadi penurunan curah jantung yang drastis. I.08063 Manajemen Disritmia karena takikardi kompensatoris dapat menjadi disritmia yang justru memperburuk curah jantung. I.08064 Pemantauan Hemodinamik yang cermat terhadap tekanan vena sentral (CVP), tekanan arteri, dan saturasi oksigen campuran vena (SvO2) jika tersedia. I.08066 Manajemen Keseimbangan Cairan dengan ketat mencatat balance cairan, memantau berat badan harian, dan mengatur asupan serta keluaran untuk mencegah overload yang memperberat shunt. I.08067 Manajemen Oksigenasi dengan pemberian oksigen tambahan untuk meningkatkan saturasi dan mengurangi kerja pernapasan. Intervensi ini dilakukan secara terintegrasi untuk mengurangi beban kerja jantung, mengoptimalkan pengisian jantung, dan mendukung kontraktilitas miokard.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas (Impaired Gas Exchange)
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan Pertukaran Gas adalah kondisi dimana terjadi gangguan pada proses difusi oksigen dan karbon dioksida antara alveoli dan kapiler pulmonal. Pada pasien VSD, gangguan ini bersifat sekunder akibat peningkatan aliran darah paru (pulmonary overcirculation) dari shunt kiri-ke-kanan. Peningkatan tekanan dan volume di sirkulasi pulmonal menyebabkan kongesti vaskular paru dan edema interstisial. Kondisi ini menebalkan membran alveoli-kapiler, sehingga memperlambat dan mengurangi difusi oksigen ke dalam darah. Selain itu, kongesti dapat menurunkan compliance paru, meningkatkan kerja pernapasan, dan menyebabkan ventilasi-perfusi (V/Q) mismatch. Area paru yang mendapat perfusi berlebihan namun ventilasinya terganggu akibat edema, menjadi tidak efektif dalam melakukan oksigenasi. Hal ini dimanifestasikan secara klinis sebagai hipoksemia dan sesak napas. Riwayat pneumonia berulang pada pasien ini juga memperkuat diagnosa, karena kongesti paru kronis membuat jaringan paru lebih rentan terhadap infeksi, yang selanjutnya akan semakin merusak integritas membran alveoli dan memperburuk pertukaran gas. Gangguan ini erat kaitannya dengan diagnosa penurunan curah jantung, karena hipoksemia yang terjadi akan semakin menurunkan suplai oksigen ke miokard dan memperburuk fungsi jantung.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI L.09001 bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan pertukaran gas yang adekuat. Luaran yang diharapkan meliputi: saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya >92-95%), gas darah arteri dalam batas normal atau sesuai baseline pasien (terutama PaO2 dan PaCO2), pernapasan reguler dan tanpa usaha berlebihan, tidak adanya sianosis, serta bunyi napas bersih atau berkurangnya ronki basil halus akibat edema. Selain itu, pasien juga diharapkan menunjukkan penurunan frekuensi dan keparahan episode sesak napas, serta tidak mengalami komplikasi infeksi pernapasan baru. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi berhasil mengurangi kongesti paru dan mendukung fungsi pernapasan yang optimal.
Kode SIKI: I.09001, I.09002, I.09003, I.09004, I.09005
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Gangguan Pertukaran Gas difokuskan pada optimasi oksigenasi dan pengurangan kongesti paru: I.09001 Manajemen Jalan Napas dengan memastikan patensi jalan napas, melakukan fisioterapi dada jika diperlukan, dan posisi semi-Fowler/High Fowler untuk memudahkan ekspansi paru. I.09002 Terapi Oksigen dengan pemberian oksigen melalui kanul nasal atau masker sesuai indikasi untuk mempertahankan saturasi target, sekaligus memantau keefektifannya. I.09003 Manajemen Ventilasi dengan memantau frekuensi, irama, dan usaha pernapasan; serta bersiap untuk bantuan ventilasi mekanik jika gagal napas terjadi. I.09004 Pemantauan Pernapasan secara ketat terhadap bunyi napas, saturasi oksigen, dan tanda-tanda distress pernapasan. I.09005 Manajemen Sekresi Saluran Napas dengan teknik batuk efektif, suctioning, dan hidrasi adekuat untuk mengencerkan sekret. Intervensi ini bekerja sinergis dengan manajemen keseimbangan cairan dan curah jantung untuk mengurangi dasar patofisiologi yaitu pulmonary overcirculation.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas (Activity Intolerance)
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami ketidakmampuan fisik atau fisiologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas atau aktivitas hidup sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan, karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Pada pasien dengan VSD, intoleransi aktivitas terjadi secara primer akibat penurunan curah jantung sistemik. Jantung yang mengalami volume overload dan penurunan efisiensi pompa tidak mampu meningkatkan curah jantung secara adekuat sebagai respons terhadap peningkatan kebutuhan oksigen tubuh selama aktivitas. Ketika aktivitas dilakukan, kebutuhan oksigen otot dan jaringan lain meningkat. Tubuh berusaha berkompensasi dengan meningkatkan denyut jantung dan kontraktilitas. Namun, pada jantung yang sudah mengalami disfungsi, respons ini terbatas dan malah dapat mempercepat kelelahan. Selain itu, gangguan pertukaran gas yang menyertai menyebabkan hipoksemia, yang lebih lanjut mengurangi ketersediaan oksigen untuk jaringan. Akibatnya, metabolisme anaerob terjadi lebih awal, menghasilkan akumulasi asam laktat yang memicu cepat lelah, sesak napas, takikardia, dan mungkin nyeri dada. Pasien akan melaporkan mudah lelah, lemah, atau sesak bahkan dengan aktivitas ringan, yang secara signifikan membatasi kualitas hidup dan kemampuan perawatan diri.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001 bertujuan untuk meningkatkan toleransi pasien terhadap aktivitas. Luaran yang diharapkan meliputi: pasien mampu melakukan aktivitas hidup sehari-hari (mandi, makan, berjalan ke kamar mandi) tanpa mengalami distress yang
Article No. 23966 | 09 Feb 2026
Klinis : pola napas eidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, yang ditandai dengan perubahan frekuensi, pola, atau kedalaman pernapasan, penggunaan otot bantu pernapasan, dispnea, sianosis, dan penurunan saturasi oksigen.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pola napas efektif. Kriteria hasil: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, 2) Irama pernapasan teratur, 3) Kedalaman pernapasan adekuat (ekspansi dada simetris), 4) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan, 5) Tidak ada dispnea atau sianosis, 6) Suara napas bersih/tidak ada abnormal, 7) Saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%), 8) Gas darah arteri dalam batas normal.
Kode SIKI: I.09006
Deskripsi : Manajemen pola napas. Tindakan keperawatan: 1) Kaji frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan. 2) Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam atau sesuai kebutuhan. 3) Pantau tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) dan saturasi oksigen secara berkala. 4) Posisikan pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi paru (kecuali kontraindikasi). 5) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 6) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diperlukan. 7) Berikan oksigen sesuai program terapi dan pantau efektivitasnya. 8) Lakukan suction untuk membersihkan jalan napas jika diperlukan. 9) Dorong intake cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret (kecuali kontraindikasi). 10) Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan usaha pernapasan. 11) Kolaborasi pemberian bronkodilator, mukolitik, atau obat lain sesuai resep. 12) Monitor hasil pemeriksaan analisa gas darah (AGD). 13) Berikan pendidikan kesehatan tentang faktor pemicu dan pencegahan.
Article No. 23967 | 09 Feb 2026
Klinis : pola napas tidak efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman individu tentang siklus inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perbaikan Pola Napas. Kriteria Hasil: 1. Frekuensi napas dalam rentang usia yang diharapkan. 2. Irama napas reguler. 3. Kedalaman napas adekuat. 4. Penggunaan otot bantu napas tidak ada atau minimal. 5. Bunyi napas bersih/tidak ada suara tambahan. 6. Ekspansi dada simetris. 7. Saturasi oksigen dalam rentang normal (sesuai usia dan kondisi). 8. Gas darah arteri dalam batas normal. 9. Pasien melaporkan tidak sesak atau nyaman saat bernapas. 10. Tingkat kesadaran baik (compos mentis).
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan Keperawatan: 1. Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. 2. Auskultasi bunyi napas, catat adanya suara tambahan (mengi, ronki, stridor). 3. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala tempat tidur ditinggikan, posisi Fowler atau semi-Fowler). 4. Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5. Ajarkan teknik pernapasan bibir mengerucut (pursed-lip breathing) dan pernapasan diafragma. 6. Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diindikasikan. 7. Kelola kebutuhan oksigen sesuai program terapi dan monitor efektivitasnya. 8. Lakukan suction jalan napas untuk membersihkan sekret jika diperlukan. 9. Dorong asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret (kecuali kontraindikasi). 10. Monitor status oksigenasi melalui pulse oximetry dan analisa gas darah. 11. Kolaborasi pemberian bronkodilator, mukolitik, atau obat lain sesuai resep. 12. Ajarkan pasien/keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan yang perlu dilaporkan. 13. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang untuk mengurangi konsumsi oksigen. 14. Bantu dalam aktivitas untuk menghemat energi dan mencegah kelelahan.
Article No. 23968 | 09 Feb 2026
Klinis : Patient Condition : Subjective data: Pasien mengatakan mengalami diare dan buang air besar 8x dalam sehari, sejak rabu, lalu memburuk pada hari jumat dengan frekuensi bab 15x. Pada hari sabtu pasien sudah 1x buang air besar dengan konsistensi feses cair tapi ada sedikit ampas, feses berwarna coklat kekuningan, tidak terdapat darah ataupun lendir. Buang air kecil sudah 2x (-/+ 400ml). Pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit, terakhir kali makan nasi padang. Pasien mengatakan merasa mual sejak hari rabu hingga hari ini, tetapi tidak disertai dengan muntah Pasien mengatakan merasakan nyeri di area perut kanan bawah (RLQ) terasa seperti melilit, dengan skala nyeri 4/0 (A/I), sudah sejak rabu pagi, meningkat kalau rasa ingin BAB, berkurang kalau sedang beristirahat dengan berbaring, nyeri hilang timbul, dan tidak menyebar ke area lain. Pasien mengatakan merasakan pusing Pasien mengatakan merasa lemas Pasien mengatakan merasakan kram otot perut bagian bawah menyebar ke area paha, hilang timbul. Pasien mengeluh merasa dada berdebar debar Riwayat penyakit sebelumnya, tidak ada alergi obat/makanan, tidak ada Pasien mengatakan mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan fast food kebiasaan minum air -/+ 1liter/hari Objective data: Vital Sign Blood Pressure: 90/45 mmHg Pulse: 112x/min, teratur, mudah teraba dan tidak mudah hilang (+2) RR: 22x/min, teratur, kedalaman normal Temperature: pagi 36.0; siang: 36.7 GCS: 15 (E4M6V5) Inspection Wajah tampak sedikit pucat Conjunctiva tidak ada ikterik, dan tidak anemis Mukosa lembab, bibir kering Abdomen tidak terlihat distensi Palpation Akral teraba hangat Crt <2 second Nyeri tekan di abdomen RLQ Turgor kulit elastis Percussion Bunyi timpani di keempat kuadran Auscultation Bising usus: RUQ: 28x/min, LUQ: 27x/min, LLQ: 30x/min, RLQ: 34x/min Kekuatan otot:
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diare Akut dengan Risiko Defisit Volume Cairan dan Ketidaknyamanan Abdomen
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi, intravaskular, atau interstitial.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Terjaga. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal sesuai usia. 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler. 3) Capillary refill time kurang dari 3 detik. 4) Turgor kulit elastis. 5) Mukosa membran lembab. 6) Produksi urine adekuat (0,5-1 ml/kgBB/jam). 7) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan. 8) Tidak ada rasa haus yang berlebihan. 9) Kadar elektrolit dalam batas normal. 10) Berat badan stabil.
Kode SIKI: I.05239
Deskripsi : Manajemen Cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda defisit volume cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, capillary refill time, produksi urine, rasa haus). 2) Monitor intake dan output cairan secara akurat. 3) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 4) Anjurkan peningkatan asupan cairan oral secara bertahap sesuai toleransi (misal: cairan rehidrasi oral, air putih). 5) Atur kecepatan tetesan infus sesuai program. 6) Monitor respons hemodinamik terhadap pemberian cairan. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, hematokrit, BUN). 8) Timbang berat badan setiap hari dengan skala yang sama. 9) Anjurkan untuk menghindari minuman yang bersifat diuretik (seperti kopi, teh kental). 10) Ajarkan tanda-tanda dehidrasi yang perlu dilaporkan.
Kondisi: Diare Akut dengan Risiko Defisit Volume Cairan dan Ketidaknyamanan Abdomen
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08010
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang/hilang. 2) Skala nyeri menurun. 3) Ekspresi wajah rileks. 4) Dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 6) Tanda vital dalam rentang normal. 7) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.09062
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, faktor pencetus, penskalaan). 2) Observasi reaksi non-verbal ketidaknyamanan (ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah). 3) Monitor tanda vital. 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi. 5) Ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, relaksasi). 6) Bantu posisi yang nyaman (misal: berbaring dengan lutut fleksi). 7) Lakukan pengalihan perhatian melalui percakapan atau aktivitas ringan. 8) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 9) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 10) Ajarkan untuk melaporkan nyeri segera sebelum bertambah berat.
Kondisi: Diare Akut dengan Risiko Defisit Volume Cairan dan Ketidaknyamanan Abdomen
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Intoleransi Aktivitas adalah keadaan dimana individu mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Aktivitas Sehari-hari Terpenuhi. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi. 2) Dapat melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan. 3) Tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas. 4) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. 5) Kebutuhan perawatan diri terpenuhi.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Monitor respons pasien terhadap aktivitas (tanda vital, keluhan lemas, pusing). 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 4) Bantu pasien dalam memprioritaskan aktivitas. 5) Anjurkan untuk meminta bantuan jika diperlukan. 6) Bantu memenuhi kebutuhan aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 7) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai peningkatan kondisi. 8) Berikan lingkungan yang aman untuk mencegah risiko jatuh akibat lemas atau pusing. 9) Kolaborasi dalam pemenuhan nutrisi dan cairan untuk mendukung pemulihan energi. 10) Edukasi tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433