Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 12120 | 12 Feb 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit telinga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi pasien yang datang dengan keluhan sakit telinga, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit/cedera pada telinga
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Tanda dan gejala dapat berupa keluhan nyeri pada telinga, perubahan ekspresi wajah, perubahan tanda-tanda vital, dan perilaku protektif.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat melaporkan nyeri berkurang, pasien dapat mendemonstrasikan strategi pengelolaan nyeri yang efektif, dan pasien dapat beraktivitas sesuai kemampuan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, pemberian analgesik, kompres hangat/dingin pada telinga, dan edukasi untuk perawatan diri.
Dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, penjelasan ini dapat diberikan secara rinci dan jelas kepada pasien untuk membantu memahami kondisi dan rencana perawatannya. -
Article No. 12121 | 12 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat standar SDKI-SLKI-SIKI untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
- Faktor yang Berhubungan: Peningkatan produksi sekresi, kelemahan otot pernapasan, infeksi saluran napas.
2. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap aktivitas fisik.
- Faktor yang Berhubungan: Malnutrisi, gejala penyakit.
3. Risiko Infeksi
- Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat merusak kesehatan.
- Faktor yang Berhubungan: Penurunan imunitas, pajanan terhadap agen patogen.
Penjelasan Singkat Standar SDKI-SLKI-SIKI:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan diagnosa keperawatan berdasarkan identifikasi masalah kesehatan dan respons pasien terhadap masalah kesehatan tersebut.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Merupakan standar yang digunakan untuk menentukan tindakan-tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah pasien dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda memahami diagnosa keperawatan dan standar SDKI-SLKI-SIKI yang digunakan di Indonesia. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, saya siap membantu. -
Article No. 12122 | 12 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait SDKI, SLKI, dan SIKI berdasarkan kondisi pasien yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan produksi sekret berlebih dan obstruksi jalan napas, ditandai dengan batuk berdahak, suara napas bronkial, dan sesak napas.
Penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang bebas.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan dari diagnosa ini adalah Bersihan Jalan Napas Efektif, yang ditandai dengan jalan napas bebas dari sekret, suara napas normal, dan tidak ada sesak napas.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
- Manajemen Jalan Napas, untuk mempertahankan jalan napas yang bebas dan bersih
- Manajemen Oksigenasi, untuk memastikan oksigenasi yang adekuat
- Edukasi Kesehatan, untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait kondisinya dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.
Dengan menggunakan kerangka SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terstandar dan sistematis dalam menangani kondisi pasien dengan tuberkulosis paru. -
Article No. 12123 | 12 Feb 2025
Klinis : batuk selama 2 bulan
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, akan saya berikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi batuk selama 2 bulan:
Berdasarkan gejala yang Anda paparkan, yaitu batuk yang berlangsung selama 2 bulan, maka diagnosa keperawatan yang sesuai mengacu pada Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) adalah "Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif". Diagnosa ini mencerminkan adanya hambatan dalam upaya membersihkan sekresi dari saluran pernapasan, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan komplikasi pernapasan bagi pasien.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah diberikan Asuhan Keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output yang diharapkan, yaitu:
a. Bersihan Jalan Napas Efektif: Pasien mampu mempertahankan permeabilitas jalan napas yang optimal, yang ditandai dengan frekuensi batuk yang menurun, suara napas yang bersih, dan tidak ada tanda-tanda obstruksi jalan napas.
b. Pengendalian Batuk: Pasien mampu mengendalikan dan mengelola gejala batuk sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan dan komplikasi yang mungkin timbul.
c. Pengetahuan Tentang Kesehatan: Pasien memahami penyebab, pencegahan, dan penanganan batuk yang tepat, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam perawatan dirinya.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
Untuk mencapai luaran yang diharapkan, berikut intervensi keperawatan yang dapat dilakukan berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
a. Manajemen Jalan Napas:
- Identifikasi penyebab dan faktor-faktor yang memengaruhi bersihan jalan napas
- Bersihkan sekresi dari saluran napas dengan teknik batuk efektif, suction, atau bronkodilator
- Monitor fungsi pernapasan dan keadaan jalan napas secara berkala
b. Manajemen Batuk:
- Kaji karakteristik batuk, seperti frekuensi, durasi, dan produksi sputum
- Berikan terapi farmakologis sesuai indikasi, seperti antitusif, ekspektoran, atau mukolitik
- Ajarkan teknik batuk efektif dan kontrol batuk
c. Edukasi Kesehatan:
- Berikan informasi tentang penyebab, pencegahan, dan penanganan batuk yang tepat
- Ajarkan pasien dan keluarga tentang manajemen batuk yang dapat dilakukan di rumah
- Dorong pasien dan keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam perawatan
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output yang diharapkan, yaitu bersihan jalan napas yang efektif, pengendalian batuk, serta peningkatan pengetahuan tentang kesehatan terkait kondisinya. -
Article No. 12124 | 12 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien tersebut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
Faktor yang Berhubungan: Sekresi jalan napas yang berlebihan, bronkospasme, dan kelemahan otot pernapasan.
2. Gangguan Pertukaran Gas
Definisi: Ketidakmampuan membentuk atau mengeluarkan gas darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Faktor yang Berhubungan: Gangguan ventilasi dan/atau perfusi.
3. Penurunan Nafsu Makan
Definisi: Berkurangnya minat untuk makan yang menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat.
Faktor yang Berhubungan: Penyakit, perubahan rasa, dan mual.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan/respons pasien yang membutuhkan intervensi keperawatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mendeskripsikan hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mendeskripsikan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Sebagai perawat, saya akan menggunakan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk merumuskan rencana asuhan keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, dengan tujuan meningkatkan status kesehatan pasien dan mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 12125 | 12 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sesuai dengan informasi yang diberikan, diagnosis pasien adalah tuberkulosis paru. Berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang mungkin dilakukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan pemeriksaan mikrobiologis atau histologis positif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 87.44
- Deskripsi: Bronchoscopy with biopsy
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A15.0 untuk "Tuberkulosis paru dengan pemeriksaan mikrobiologis atau histologis positif" digunakan karena pasien menunjukkan gejala batuk berdahak, demam, sesak napas, dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya lesi di paru, yang secara klinis sesuai dengan diagnosis tuberkulosis paru.
2. Kode ICD-9-CM 87.44 untuk "Bronchoscopy with biopsy" adalah prosedur yang mungkin dilakukan untuk memperoleh sampel jaringan dari lesi di paru untuk pemeriksaan mikrobiologis atau histologis guna menegakkan diagnosis tuberkulosis paru secara definitif.
Selain itu, tindakan lain yang mungkin dilakukan adalah:
- Rontgen toraks untuk melihat gambaran radiologis lesi di paru
- Pemeriksaan sputum untuk identifikasi bakteri Mycobacterium tuberculosis
- Pemberian terapi antimikobakteri sesuai protokol pengobatan tuberkulosis
Pengkodean ICD-10 dan ICD-9-CM ini penting untuk keperluan dokumentasi, pelaporan, dan penagihan biaya perawatan pasien. -
Article No. 12126 | 12 Feb 2025
Klinis : hipertiroid
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan serta penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi hipertiroid.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas
2. Risiko Kekurangan Volume Cairan
3. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Intake Lebih dari Kebutuhan
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
2. Risiko Kekurangan Volume Cairan: Peningkatan risiko kehilangan cairan tubuh yang dapat menyebabkan dehidrasi.
3. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Intake Lebih dari Kebutuhan: Peningkatan risiko asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan tubuh.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas: Klien dapat meningkatkan toleransi aktivitas sesuai kemampuan.
2. Risiko Kekurangan Volume Cairan: Klien dapat mempertahankan volume cairan yang adekuat.
3. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Intake Lebih dari Kebutuhan: Klien dapat mempertahankan status nutrisi yang optimal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas: Manajemen Energi, Optimalisasi Fungsi Fisik, Terapi Aktivitas.
2. Risiko Kekurangan Volume Cairan: Manajemen Cairan, Pemantauan Cairan, Terapi Cairan.
3. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Intake Lebih dari Kebutuhan: Manajemen Nutrisi, Monitoring Nutrisi, Edukasi Gizi.
Dalam konteks hipertiroid, diagnosa keperawatan di atas menjadi relevan karena kondisi ini ditandai dengan peningkatan metabolisme, penurunan berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik yang dapat menyebabkan intoleransi aktivitas, risiko kekurangan volume cairan, serta risiko ketidakseimbangan nutrisi. -
Article No. 12127 | 12 Feb 2025
Klinis : hipertiroid hamil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi hipertiroid pada kehamilan.
Sebagai perawat dengan latar belakang akademis, saya akan memberikan penjelasan dengan bahasa yang terstruktur dan padat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan nutrisi: Kurang dari kebutuhan tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Penyebab: Peningkatan metabolisme akibat hipertiroid, mual, dan anoreksia.
- Tanda dan Gejala: Penurunan berat badan, asupan nutrisi yang tidak adekuat, dan keletihan.
2. Kecemasan
- Definisi: Respon emosional terhadap ancaman yang dirasakan atau dibayangkan.
- Penyebab: Ketidakpastian akan kondisi kesehatan ibu dan janin akibat hipertiroid.
- Tanda dan Gejala: Gelisah, sulit berkonsentrasi, dan perasaan takut.
3. Intoleransi aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
- Penyebab: Peningkatan metabolisme, keletihan, dan kelemahan otot akibat hipertiroid.
- Tanda dan Gejala: Mudah lelah, sesak napas, dan palpitasi.
Rencana Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Manajemen nutrisi
- Tujuan: Mempertahankan keseimbangan nutrisi ibu.
- Intervensi: Konseling gizi, monitor asupan dan output nutrisi, dan pemberian suplemen.
2. Manajemen kecemasan
- Tujuan: Mengurangi tingkat kecemasan ibu.
- Intervensi: Terapi relaksasi, konseling psikologis, dan dukungan emosional.
3. Manajemen intoleransi aktivitas
- Tujuan: Meningkatkan toleransi ibu terhadap aktivitas.
- Intervensi: Pengaturan aktivitas, latihan fisik bertahap, dan manajemen gejala.
Implementasi Keperawatan (SIKI):
1. Edukasi gizi, pemantauan asupan dan output nutrisi, serta pemberian suplemen yang sesuai.
2. Teknik relaksasi, konseling psikologis, dan penciptaan lingkungan yang mendukung.
3. Pengaturan aktivitas sesuai toleransi, latihan fisik bertahap, dan manajemen gejala.
Evaluasi (SLKI):
1. Ibu mempertahankan status nutrisi yang optimal.
2. Ibu menunjukkan penurunan tingkat kecemasan.
3. Ibu meningkatkan toleransi terhadap aktivitas sehari-hari.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, saya akan menerapkan prinsip-prinsip praktik berbasis bukti dan berpusat pada pasien untuk mencapai hasil yang optimal bagi ibu dan janin. -
Article No. 12128 | 12 Feb 2025
Klinis : hipertiroid hamil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi hipertiroid pada pasien hamil.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan karena keterbatasan fisiologis.
- Faktor yang berhubungan: Hipertiroidisme, kehamilan.
2. Risiko Gangguan Termoregulasi
- Definisi: Berisiko mengalami ketidakmampuan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
- Faktor risiko: Hipertiroidisme, kehamilan.
3. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Berisiko mengalami intake nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Faktor risiko: Hipertiroidisme, kehamilan.
Penjelasan Singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- SDKI memberikan definisi dan faktor yang berhubungan atau faktor risiko dari setiap diagnosa keperawatan.
- Membantu perawat dalam mengidentifikasi dan menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- SLKI menyediakan daftar luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan.
- Membantu perawat dalam menetapkan tujuan dan evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- SIKI menyediakan daftar intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
- Membantu perawat dalam merencanakan dan melaksanakan intervensi keperawatan yang tepat.
Penggunaan SDKI, SLKI, dan SIKI memberikan kerangka kerja yang terstandar dan komprehensif bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas, terutama dalam kasus hipertiroid pada pasien hamil. -
Article No. 12129 | 12 Feb 2025
Klinis : hamil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi hamil.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Penjelasan: Kondisi hamil dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan nutrisi untuk perkembangan janin. Apabila tidak terpenuhi, dapat terjadi ketidakseimbangan nutrisi yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin.
2. Nyeri Akut
Penjelasan: Kondisi hamil dapat menyebabkan nyeri, misalnya nyeri punggung, kontraksi, atau nyeri lainnya yang terkait dengan perubahan fisik selama kehamilan.
3. Risiko Ketidakseimbangan Cairan
Penjelasan: Kondisi hamil dapat menyebabkan perubahan dalam keseimbangan cairan, seperti edema, dehidrasi, atau retensi cairan, yang perlu dipantau.
4. Kecemasan
Penjelasan: Kondisi hamil dapat menyebabkan kecemasan terkait dengan perubahan fisik, psikologis, dan tanggung jawab baru yang dihadapi oleh ibu hamil.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar diagnosis keperawatan yang dirumuskan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). SDKI memberikan panduan bagi perawat dalam menentukan diagnosis keperawatan yang tepat berdasarkan kondisi pasien.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar luaran keperawatan yang dirumuskan oleh PPNI. SLKI memberikan panduan bagi perawat dalam menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar intervensi keperawatan yang dirumuskan oleh PPNI. SIKI memberikan panduan bagi perawat dalam menentukan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Sebagai perawat, saya akan menggunakan panduan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan sesuai dengan standar profesi keperawatan di Indonesia.