Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 12345 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan keluhan dan kondisi pasien yang Anda paparkan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut
2. Risiko Perdarahan
Penjelasan Singkat:
1. Nyeri Akut
- SDKI: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan seperti itu.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: Manajemen Nyeri, Manajemen Farmakologi, dan Terapi Modalitas.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pengkajian Nyeri, Pemberian Analgesik, Terapi Panas/Dingin, dan Relaksasi.
2. Risiko Perdarahan
- SDKI: Risiko Perdarahan adalah kerentanan terhadap pengurangan volume darah yang dapat mengancam kesehatan.
- SLKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: Manajemen Perdarahan, Pemantauan Tanda Vital, dan Pemberian Cairan/Elektrolit.
- SIKI: Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah Pemantauan Tanda Vital, Pemberian Cairan/Elektrolit, dan Edukasi Pencegahan Perdarahan.
Dalam kondisi ini, pasien mengalami nyeri ulu hati yang disertai dengan muntah menggumpal dan riwayat BAB encer kehitaman, yang menunjukkan kemungkinan adanya perdarahan dalam saluran cerna. Selain itu, pasien juga memiliki riwayat penyakit terkait saluran cerna dan pola makan yang tidak teratur, sehingga perlu diwaspadai risiko perdarahan. -
Article No. 12346 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer earma hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan Gastrointestinal Aktif
Penjelasan Singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami perdarahan dari saluran cerna yang dapat mengancam kehidupan.
- Faktor Risiko: Riwayat perdarahan gastrointestinal, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid, riwayat ulkus peptikum, sirosis hati, infeksi Helicobacter pylori.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Tidak terjadi perdarahan gastrointestinal, tanda-tanda vital stabil, nyeri abdomen dan ulu hati terkontrol.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Pemantauan tanda-tanda vital, pengukuran intake dan output cairan, monitor perdarahan, pengelolaan nyeri, pemberian obat gastritis, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.
Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, pasien mengalami gejala-gejala perdarahan saluran cerna, seperti BAB encer berwarna hitam pekat disertai darah, muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati yang menjalar ke punggung. Diagnosa keperawatan yang tepat adalah Risiko Perdarahan Gastrointestinal Aktif. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, pengelolaan nyeri, pemberian obat gastritis, dan kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk menangani kondisi tersebut. -
Article No. 12347 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer earma hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai perawat profesional, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi perdarahan saluran cerna, BAB encer berwarna hitam pekat disertai darah, muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati yang tembus ke punggung adalah:
1. Perdarahan Saluran Cerna
Definisi: Keadaan di mana individu mengalami kehilangan darah yang tidak terkontrol dari saluran cerna.
Penyebab: Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ulkus peptikum, varises esofagus, tumor, atau cedera pada saluran cerna.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Perdarahan terkendali
2. Tanda-tanda vital dalam batas normal
3. Tidak terjadi komplikasi (seperti syok hipovolemik)
4. Nyeri berkurang
5. Koping pasien dan keluarga efektif dalam menghadapi situasi
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Monitoring tanda-tanda vital secara ketat (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
2. Observasi karakteristik dan jumlah perdarahan
3. Pemberian cairan/transfusi darah sesuai indikasi
4. Pemberian obat-obatan antasida, proton pump inhibitor, atau obat-obatan lain sesuai anjuran dokter
5. Manajemen nyeri dengan pemberian analgesik dan tindakan non-farmakologis
6. Edukasi dan dukungan psikologis bagi pasien dan keluarga
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan "Perdarahan Saluran Cerna" dipilih karena gejala yang Anda deskripsikan, yaitu BAB encer berwarna hitam pekat disertai darah, muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati yang tembus ke punggung, menunjukkan adanya perdarahan pada saluran cerna. Luaran/output yang diharapkan mencakup stabilisasi tanda-tanda vital, pengendalian perdarahan, pencegahan komplikasi, serta peningkatan koping pasien dan keluarga. Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi pemantauan ketat, pemberian terapi medis, manajemen nyeri, serta edukasi dan dukungan psikologis.
Diharapkan penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi dan tindakan keperawatan yang diperlukan. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya. -
Article No. 12348 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer warna hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan rinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer warna hitam pekat disertai darah, muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung adalah "Perdarahan".
Perdarahan didefinisikan sebagai keluarnya darah dari pembuluh darah dalam jumlah yang berlebihan, baik secara spontan maupun karena cedera. Dalam kasus ini, pasien mengalami perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan BAB encer warna hitam pekat disertai darah, serta muntah darah, yang mengindikasikan adanya perdarahan di saluran cerna.
Luaran/Output yang diharapkan (SLKI):
1. Kontrol Perdarahan: Tercapainya kontrol atas perdarahan yang dialami pasien.
2. Manajemen Nyeri: Pasien mampu mengontrol nyeri pada abdomen dan ulu hati yang menjalar ke punggung.
3. Integritas Jaringan: Pemulihan integritas jaringan saluran cerna yang mengalami perdarahan.
4. Stabilitas Hemodinamik: Tercapainya stabilitas tanda-tanda vital dan status hemodinamik pasien.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Kontrol Perdarahan:
a. Lakukan pengkajian tanda-tanda perdarahan secara komprehensif.
b. Berikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen.
c. Berikan cairan intravena untuk resusitasi volume.
d. Pantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik pasien.
e. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat-obatan dan prosedur terapeutik lainnya.
2. Manajemen Nyeri:
a. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif.
b. Berikan analgetik sesuai resep untuk mengurangi nyeri.
c. Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi untuk mengatasi nyeri.
d. Kolaborasi dengan tim medis untuk penanganan nyeri yang efektif.
3. Peningkatan Integritas Jaringan:
a. Berikan diet yang sesuai untuk memulihkan integritas saluran cerna.
b. Lakukan perawatan luka pada saluran cerna yang mengalami perdarahan.
c. Pantau status nutrisi dan cairan pasien.
d. Kolaborasi dengan tim medis untuk terapi yang mendukung penyembuhan.
4. Stabilitas Hemodinamik:
a. Pantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik pasien secara ketat.
b. Berikan cairan intravena sesuai kebutuhan untuk mempertahankan volume cairan.
c. Pantau hasil laboratorium terkait profil darah.
d. Kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi gangguan hemodinamik.
Penjelasan di atas mencakup diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk menangani kondisi perdarahan saluran cerna pada pasien. Diharapkan dengan penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif, kondisi pasien dapat terkontrol dan memulih secara optimal. -
Article No. 12349 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer warna hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko perdarahan saluran cerna
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Risiko perdarahan saluran cerna adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami kehilangan darah dari saluran cerna.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Tidak terjadi perdarahan saluran cerna
2. Tanda-tanda vital dalam batas normal
3. Tidak ada kelelahan atau pusing
4. Tidak ada nyeri abdomen
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Observasi tanda-tanda vital secara teratur
2. Observasi karakteristik, jumlah, dan warna feses
3. Kolaborasi pemberian terapi penghentian perdarahan
4. Kolaborasi pemberian cairan intravena/nutrisi parenteral
5. Manajemen nyeri
Persona: Sebagai perawat, saya akan segera melakukan observasi yang komprehensif pada pasien, termasuk tanda-tanda vital, karakteristik feses, dan keluhan nyeri. Saya akan berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi penghentian perdarahan dan dukungan cairan/nutrisi yang diperlukan. Selain itu, saya akan melakukan manajemen nyeri untuk memberikan kenyamanan bagi pasien. Tujuan utama penanganan adalah menghentikan perdarahan, menjaga stabilitas hemodinamik, dan mencegah komplikasi. -
Article No. 12350 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer warna hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung, resiko infeksi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan rinci mengenai diagnosis keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Untuk kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu perdarahan saluran cerna, BAB encer warna hitam pekat disertai darah, muntah darah, nyeri abdomen dan ulu hati tembus ke punggung, serta risiko infeksi, maka diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:
1. Perdarahan Gastrointestinal
Definisi: Penurunan volume darah yang disebabkan oleh kehilangan darah melalui saluran cerna.
Penyebab: Lesi pada saluran cerna, seperti tukak peptik, varises esofagus, kolitis, malignitas.
2. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial.
Penyebab: Proses patologis pada abdomen dan ulu hati.
3. Risiko Infeksi
Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengompromikan kesehatan.
Penyebab: Kerusakan mukosa intestinal, prosedur diagnostik atau terapeutik.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Perdarahan Gastrointestinal:
- Perdarahan dapat terkontrol
- Hemodinamik stabil
- Tidak terjadi komplikasi perdarahan (shock, anemia, dll.)
2. Nyeri Akut:
- Nyeri terkontrol
- Pasien dapat beraktivitas sesuai toleransi
- Pasien dapat mengidentifikasi faktor yang memperberat dan meringankan nyeri
3. Risiko Infeksi:
- Tidak terjadi infeksi
- Tanda-tanda infeksi tidak muncul
- Pasien menunjukkan perilaku untuk mencegah infeksi
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Perdarahan Gastrointestinal:
- Kaji tanda-tanda perdarahan (jumlah, warna, konsistensi feses, muntah darah, dll.)
- Pantau tanda-tanda vital dan hemodinamik
- Berikan oksigen sesuai kebutuhan
- Siapkan akses intravena dan berikan cairan/transfusi darah sesuai indikasi
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat-obatan antihemoragik
- Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab, tanda, dan penanganan perdarahan
2. Nyeri Akut:
- Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, skala nyeri)
- Berikan analgesik sesuai resep dokter
- Anjurkan posisi yang nyaman
- Ajarkan teknik nonfarmakologis (distraksi, relaksasi, kompres hangat/dingin)
- Kolaborasi dengan dokter untuk mengatasi penyebab nyeri
- Edukasi pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri
3. Risiko Infeksi:
- Pantau tanda-tanda infeksi (suhu tubuh, leukosit, dll.)
- Berikan perawatan luka atau stoma yang sesuai
- Pastikan kebersihan lingkungan dan cuci tangan yang benar
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pencegahan infeksi
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk pemberian antibiotik atau tindakan lain yang diperlukan
Penjelasan di atas mencakup diagnosis keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang komprehensif untuk menangani kondisi yang Anda sampaikan. Jika Anda membutuhkan informasi tambahan, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 12351 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer warna hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung, resiko infeksi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan Gastrointestinal
Penjelasan:
- Risiko Perdarahan Gastrointestinal merupakan kondisi di mana pasien berisiko mengalami perdarahan pada saluran cerna, yang ditandai dengan adanya perdarahan dari saluran pencernaan, seperti BAB encer berwarna hitam pekat disertai darah, muntah darah, dan nyeri pada abdomen serta ulu hati yang menjalar ke punggung.
2. Risiko Infeksi
Penjelisan:
- Risiko Infeksi merupakan kondisi di mana pasien berisiko mengalami infeksi, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, prosedur medis, atau komplikasi dari penyakit yang sedang dialami.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
1. Risiko Perdarahan Gastrointestinal
- Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami kehilangan darah dari saluran cerna.
- Faktor risiko: Usia lanjut, riwayat penyakit gastrointestinal, penggunaan obat-obatan tertentu, dll.
- Karakteristik Mayor: Muntah darah, BAB encer berwarna hitam pekat disertai darah, nyeri pada abdomen dan ulu hati yang menjalar ke punggung.
2. Risiko Infeksi
- Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami infeksi.
- Faktor risiko: Penurunan sistem kekebalan tubuh, prosedur medis, komplikasi penyakit, dll.
- Karakteristik Mayor: Tidak ada karakteristik spesifik, tergantung pada penyebab dan jenis infeksi.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dapat digunakan untuk menentukan luaran dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mengatasi kedua diagnosa keperawatan tersebut. -
Article No. 12352 | 16 Feb 2025
Klinis : Perdarahan saluran cerna, dengan BAB encer warna hitam pekat, di sertai darah, dan muntah darah, serta nyeri pada abdomen dan ulu hati tembus ke punggung, defisit nutrisi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci sesuai dengan permintaan Anda.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi tersebut adalah:
a. Perdarahan Gastrointestinal (00902)
Definisi: Pengeluaran darah dari saluran pencernaan, yang meliputi perdarahan dari mulut, esofagus, lambung, usus kecil, atau usus besar.
Penyebab: Penyakit ulkus peptikum, varises esofagus, tumor, infeksi, trauma, kelainan pembuluh darah.
b. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
Penyebab: Proses penyakit, cedera.
c. Defisit Nutrisi (00002)
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Penyebab: Penyakit, faktor psikologis, faktor fisiologis.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Perdarahan Gastrointestinal (1013)
- Tanda-tanda vital stabil
- Tidak ada tanda-tanda perdarahan aktif
- Tidak ada komplikasi
- Tidak ada bukti malnutrisi atau dehidrasi
b. Nyeri Akut (1605)
- Melaporkan pengurangan nyeri
- Mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri yang efektif
- Menunjukkan perilaku adaptif terhadap nyeri
c. Nutrisi (1009)
- Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi atau dehidrasi
- Berat badan stabil
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Perdarahan Gastrointestinal (6550)
- Pantau dan catat tanda-tanda vital, perdarahan aktif, dan tanda-tanda komplikasi.
- Berikan obat-obatan untuk mengendalikan perdarahan, sesuai instruksi.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan diagnostik dan intervensi lanjutan.
- Berikan dukungan emosional dan edukasi kepada pasien dan keluarga.
b. Manajemen Nyeri (1400)
- Kaji nyeri secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, keparahan, dan faktor presipitasi.
- Berikan obat analgesik sesuai instruksi.
- Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, distraksi, atau terapi panas/dingin.
- Kolaborasi dengan tim interdisipliner untuk pengelolaan nyeri yang komprehensif.
c. Peningkatan Nutrisi (1120)
- Kaji status nutrisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet yang sesuai.
- Bantu pasien dalam mengkonsumsi makanan dan cairan sesuai kebutuhan.
- Pantau berat badan dan tanda-tanda malnutrisi atau dehidrasi.
- Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi yang adekuat.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan pendekatan yang holistik, berpusat pada pasien, dan kolaboratif dengan tim kesehatan lainnya untuk mencapai luaran yang diharapkan. Perawat juga perlu memperhatikan aspek keamanan, komunikasi yang efektif, dan pendidikan kesehatan bagi pasien dan keluarga. -
Article No. 12353 | 16 Feb 2025
Klinis : Ny. P, 65 tahun datang ke poli bedah tanggal 20 Mei 2023 dengan keluhan nyeri pada leher sebelah kanan terdapat benjolan leher sebelah kanan. Kesadaran komposmentis, keadaan umum sedang, tidak ada mual muntah, klien tampak meringis kesakitan, klien mengatakan nyeri di daerah leher sebelah kanan, skala nyeri 5, setelah dilakukan pemeriksaaan fisik tanda-tanda vital tekanan darah 130/90 mmhg, nadi 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 36 C. Tampak ada benjolan besar dibagian leher sebelah kanan, klien tampak pucat. Klien kemudian dirujuk untuk di rawat dalam persiapan operasi. Klien menyatakan cemas dengan kondisinya dan menanyakan kepada perawat apakah setelah operasi, dia akan baik baik saja dan bisa pulang. Saat ini klien terpasang infus RL 20 Tpm di tangan kiri, hasil Lab: HB : 11,3 g/dl, Hematokrit : 30%, Eritrosit : 3,8 juta /ul, Leukosit : 9.200/ul , Trombosit 200.000/ul.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri akut
b. Risiko perubahan integritas kulit
c. Cemas
2. Penjelasan Singkat:
a. Nyeri akut
- SDKI: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain)
- SLKI: Tingkat nyeri yang dapat ditoleransi oleh klien
- SIKI: Manajemen nyeri, seperti pemberian analgetik, relaksasi, distraksi, dan kompres dingin/hangat
b. Risiko perubahan integritas kulit
- SDKI: Rentan terhadap kerusakan, perubahan, atau gangguan pada kulit dan/atau jaringan di bawahnya
- SLKI: Tidak ada tanda kerusakan pada kulit
- SIKI: Perawatan kulit, seperti observasi tanda-tanda perubahan kulit, menjaga kelembapan kulit, dan mencegah gesekan/tekanan
c. Cemas
- SDKI: Respon individu terhadap ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui yang dapat disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya
- SLKI: Tingkat kecemasan yang dapat dikelola oleh klien
- SIKI: Manajemen kecemasan, seperti komunikasi terapeutik, dukungan emosional, dan edukasi.
Secara singkat, Ny. P mengalami nyeri akut pada leher kanan, risiko perubahan integritas kulit akibat benjolan, dan cemas dengan kondisinya. Intervensi keperawatan akan fokus pada manajemen nyeri, perawatan kulit, dan manajemen kecemasan untuk membantu klien menghadapi kondisinya dan mempersiapkan operasi yang akan dilakukan. -
Article No. 12354 | 16 Feb 2025
Klinis : Ny. P, 65 tahun datang ke poli bedah tanggal 20 Mei 2023 dengan keluhan nyeri pada leher sebelah kanan terdapat benjolan leher sebelah kanan. Kesadaran komposmentis, keadaan umum sedang, tidak ada mual muntah, klien tampak meringis kesakitan, klien mengatakan nyeri di daerah leher sebelah kanan, skala nyeri 5, setelah dilakukan pemeriksaaan fisik tanda-tanda vital tekanan darah 130/90 mmhg, nadi 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 36 C. Tampak ada benjolan besar dibagian leher sebelah kanan, klien tampak pucat. Klien kemudian dirujuk untuk di rawat dalam persiapan operasi. Klien menyatakan cemas dengan kondisinya dan menanyakan kepada perawat apakah setelah operasi, dia akan baik baik saja dan bisa pulang. Saat ini klien terpasang infus RL 20 Tpm di tangan kiri, hasil Lab: HB : 11,3 g/dl, Hematokrit : 30%, Eritrosit : 3,8 juta /ul, Leukosit : 9.200/ul , Trombosit 200.000/ul.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat profesional, saya akan memberikan analisis yang komprehensif terkait kondisi Ny. P berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah tersebut.
- Penyebab: Adanya benjolan di leher sebelah kanan yang diduga menyebabkan nyeri.
- Karakteristik: Ny. P mengeluhkan nyeri di daerah leher sebelah kanan dengan skala nyeri 5.
2. Kecemasan
- Definisi: Respon emosional dan fisiologis individu terhadap sumber ketakutan atau ancaman yang dirasakannya tidak mampu diatasi.
- Penyebab: Ny. P merasa cemas dengan kondisinya saat ini dan menanyakan apakah setelah operasi dia akan baik-baik saja dan bisa pulang.
- Karakteristik: Ny. P tampak pucat dan menanyakan hal-hal terkait kondisinya dan prognosis setelah operasi.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut
- Tingkat nyeri menurun
- Ekspresi wajah menunjukkan kenyamanan
- Keluhan nyeri berkurang
2. Kecemasan
- Kecemasan menurun
- Verbalisasi kecemasan berkurang
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut
- Pengkajian nyeri secara komprehensif
- Pemberian analgesik yang sesuai
- Terapi relaksasi untuk mengurangi nyeri
- Kolaborasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut
2. Kecemasan
- Pengkajian faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan
- Pemberian informasi yang jelas dan realistis terkait kondisi dan rencana perawatan
- Teknik distraksi dan relaksasi untuk mengurangi kecemasan
- Dukungan emosional dan psikologis
Dengan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan Ny. P dapat mengalami penurunan nyeri dan kecemasan, serta merasa lebih tenang dan siap untuk menjalani persiapan operasi.