Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 12335 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. R BAB encer kehitaman ada sejak 2 hari yq lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. Osi selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis yang paling sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: K25.0
- Deskripsi: Ulkus peptik akut dengan perdarahan
Penjelasan:
- Keluhan pasien berupa nyeri ulu hati, disertai darah dalam muntah, dan BAB encer kehitaman mengarah pada diagnosis ulkus peptik dengan perdarahan.
- Pasien memiliki riwayat sering mengonsumsi makanan pedas dan telat makan, yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya ulkus peptik.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 44.43
- Deskripsi: Esofagogastroduodenoskopi (EGD), dengan atau tanpa biopsI
Penjelasan:
- Jika diperlukan, prosedur endoskopi atas (EGD) dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis ulkus peptik dan mengevaluasi kondisi gastrointestinal.
- Prosedur ini dapat mencakup pengambilan biopsi jika diperlukan untuk analisis lebih lanjut.
Dalam menentukan diagnosis dan kode ICD-10, perlu dipertimbangkan gejala, riwayat medis, dan temuan klinis yang ada. Penggunaan kode ICD-9-CM untuk prosedur medis juga dapat dilakukan jika diperlukan tindakan diagnostik atau terapeutik lebih lanjut. -
Article No. 12336 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. R BAB encer kehitaman ada sejak 2 hari yq lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. Osi selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang sesuai untuk kondisi pasien yang anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan asam lambung, ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal.
2. Diare akut berhubungan dengan iritasi mukosa usus, ditandai dengan riwayat buang air besar encer kehitaman sejak 2 hari yang lalu.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut
a. Pasien melaporkan nyeri berkurang dari skala 8 menjadi skala 3 atau kurang.
b. Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
c. Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami nyeri.
2. Diare Akut
a. Frekuensi BAB pasien menurun dari 5 kali per hari menjadi 2 kali per hari.
b. Konsistensi tinja pasien membaik dari encer kehitaman menjadi lembek.
c. Pasien tidak mengeluhkan adanya rasa sakit atau ketidaknyamanan saat BAB.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut
a. Kaji karakteristik nyeri pasien (lokasi, kualitas, durasi, frekuensi, intensitas).
b. Berikan obat analgesik sesuai dengan yang diresepkan dokter.
c. Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi untuk mengurangi nyeri.
d. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang tidak merangsang asam lambung.
e. Monitor tanda-tanda vital pasien secara berkala.
2. Diare Akut
a. Kaji pola dan karakteristik diare pasien (frekuensi, konsistensi, warna, bau, volume).
b. Berikan cairan dan elektrolit sesuai dengan kebutuhan pasien.
c. Anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna dan kurang merangsang.
d. Ajarkan teknik perawatan higiene perianal yang tepat.
e. Monitor tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
Penjelasan rinci:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
a. Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan asam lambung: Pasien mengalami keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal, yang merupakan manifestasi dari peningkatan asam lambung.
b. Diare akut berhubungan dengan iritasi mukosa usus: Riwayat buang air besar encer kehitaman sejak 2 hari yang lalu menunjukkan adanya diare akut yang kemungkinan disebabkan oleh iritasi pada mukosa usus.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Nyeri Akut: Tujuan utamanya adalah mengurangi nyeri yang dirasakan pasien, mempertahankan tanda-tanda vital dalam batas normal, dan memungkinkan pasien untuk beraktivitas tanpa adanya nyeri.
b. Diare Akut: Tujuan utamanya adalah mengurangi frekuensi dan memperbaiki konsistensi buang air besar pasien, serta mencegah komplikasi seperti dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Nyeri Akut: Intervensi utamanya adalah menghilangkan penyebab nyeri, mengurangi intensitas nyeri, dan membantu pasien menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri.
b. Diare Akut: Intervensi utamanya adalah menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mengurangi frekuensi buang air besar, dan membantu pasien dalam perawatan higiene perianal.
Dengan penerapan diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat memperoleh hasil yang optimal dalam pemulihan kondisinya. -
Article No. 12337 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman ada sejak 2 hari yq lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. Osi selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Selamat Siang. Saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci mengenai:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai, Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI), dan Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI) berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Berdasarkan gejala yang dialami pasien, yaitu nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih, muntah menggumpal, dan riwayat BAB encer kehitaman sejak 2 hari yang lalu, serta riwayat sering mengonsumsi makanan pedas dan telat makan, maka diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
1. Nyeri Akut berhubungan dengan proses penyakit (ulkus peptikum).
2. Risiko Perdarahan berhubungan dengan perubahan integritas mukosa gastrointestinal.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut:
a. Pasien melaporkan penurunan tingkat nyeri.
b. Pasien mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri yang efektif.
c. Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
2. Risiko Perdarahan:
a. Pasien tidak mengalami perdarahan lanjutan.
b. Pasien menunjukkan tanda-tanda vital stabil.
c. Pasien menunjukkan mukosa membran yang utuh.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut:
a. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor pencetus nyeri.
b. Berikan analgesik sesuai instruksi medis untuk mengurangi nyeri.
c. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, dan kompres hangat.
d. Pantau tanda-tanda vital secara teratur.
e. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (dokter, ahli gizi) untuk mengelola faktor penyebab nyeri.
2. Risiko Perdarahan:
a. Lakukan pengkajian tanda-tanda perdarahan secara berkala.
b. Pantau intake dan output cairan, serta laboratorium terkait (Hb, Ht, trombosit).
c. Berikan obat-obatan sesuai instruksi medis untuk menghentikan perdarahan.
d. Promosikan istirahat dan tidur yang cukup.
e. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (dokter, ahli gizi) untuk mengelola faktor penyebab perdarahan.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memahami diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang sesuai untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan tanyakan. -
Article No. 12338 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman ada sejak 2 hari yq lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. Osi selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang sesuai untuk kondisi pasien yang Anda uraikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan gejala yang dialami pasien, yaitu nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih, muntah menggumpal, dan riwayat BAB encer kehitaman sejak 2 hari yang lalu, serta riwayat mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, maka diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa lambung dan duodenum, ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih.
2. Mual dan muntah berhubungan dengan iritasi mukosa lambung dan duodenum, ditandai dengan muntah menggumpal.
3. Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan perdarahan saluran cerna, ditandai dengan riwayat BAB encer kehitaman.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Nyeri Akut: Pasien melaporkan nyeri ulu hati berkurang atau hilang.
2. Mual dan Muntah: Pasien tidak mengalami mual dan muntah.
3. Pola Eliminasi: Pasien menunjukkan pola eliminasi normal (feses berbentuk, tidak ada darah).
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Nyeri Akut:
a. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, dan faktor yang mempengaruhi).
b. Berikan obat-obatan analgesik sesuai resep.
c. Anjurkan pasien untuk menghindari konsumsi makanan pedas dan makan teratur.
d. Ajarkan teknik pengelolaan nyeri non-farmakologis (relaksasi, distraksi, kompres hangat).
e. Evaluasi efektivitas intervensi dan lakukan penyesuaian jika perlu.
2. Mual dan Muntah:
a. Kaji frekuensi, durasi, dan karakteristik mual dan muntah.
b. Berikan antiemetik sesuai resep.
c. Anjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan/minuman yang dapat ditoleransi.
d. Bantu pasien dengan teknik pengelolaan mual dan muntah (posisi, lingkungan tenang).
e. Evaluasi efektivitas intervensi dan lakukan penyesuaian jika perlu.
3. Pola Eliminasi:
a. Kaji karakteristik feses (warna, konsistensi, frekuensi).
b. Berikan obat-obatan sesuai resep untuk menghentikan perdarahan.
c. Anjurkan pasien untuk meningkatkan asupan cairan dan makanan yang kaya serat.
d. Pantau dan catat karakteristik feses.
e. Evaluasi efektivitas intervensi dan lakukan penyesuaian jika perlu.
Penjelasan yang rinci dan terperinci telah saya berikan untuk setiap komponen yang Anda minta. Sebagai perawat, saya bertujuan untuk membantu pasien mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya dengan cara yang efektif dan berpusat pada pasien. Silakan tanyakan jika ada hal lain yang perlu dijelaskan lebih lanjut. -
Article No. 12339 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamu'alaikum, Kami sebagai petugas kesehatan akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci terkait kondisi pasien yang Anda paparkan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Berdasarkan kondisi yang dipaparkan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
1. Nyeri akut (NYRI) berhubungan dengan proses penyakit, ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal.
2. Diare (DIAR) berhubungan dengan proses penyakit, ditandai dengan riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 hari yang lalu.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Akut (NYRI):
a. Kontrol Nyeri: Tingkat Nyeri Terkontrol
b. Manajemen Nyeri: Nyeri Terkurangi
2. Diare (DIAR):
a. Keseimbangan Cairan: Keseimbangan Cairan Terpelihara
b. Pemulihan Setelah Penyakit: Gejala Penyakit Teratasi
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Akut (NYRI):
a. Kontrol Nyeri:
- Identifikasi karakteristik nyeri
- Berikan analgetik sesuai resep
- Terapkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (kompres hangat, distraksi, relaksasi)
b. Manajemen Nyeri:
- Lakukan pengkajian nyeri komprehensif
- Kaji respons dan efektivitas tindakan analgetik
- Kolaborasi dengan tim kesehatan untuk mengatasi sumber nyeri
2. Diare (DIAR):
a. Keseimbangan Cairan:
- Kaji tanda-tanda dehidrasi
- Pantau intake dan output cairan
- Berikan cairan sesuai kebutuhan
b. Pemulihan Setelah Penyakit:
- Identifikasi faktor penyebab diare
- Anjurkan diet rendah serat dan mudah dicerna
- Pantau pola defekasi dan konsistensi feses
Penjelasan:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
- Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit, ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati yang dirasakan pasien. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi lambung atau usus yang sedang mengalami inflamasi atau iritasi.
- Diare berhubungan dengan proses penyakit, ditandai dengan riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 hari yang lalu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, penyakit gastrointestinal, atau efek samping pengobatan.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
- Kontrol Nyeri: Tingkat Nyeri Terkontrol dan Manajemen Nyeri: Nyeri Terkurangi, diharapkan dapat mengurangi atau mengontrol nyeri yang dirasakan pasien.
- Keseimbangan Cairan: Keseimbangan Cairan Terpelihara dan Pemulihan Setelah Penyakit: Gejala Penyakit Teratasi, diharapkan dapat mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh pasien dan memulihkan kondisi setelah penyakit.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
- Intervensi untuk mengatasi nyeri akut, seperti identifikasi karakteristik nyeri, pemberian analgetik, dan penerapan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
- Intervensi untuk menjaga keseimbangan cairan, seperti pengkajian tanda-tanda dehidrasi, pemantauan intake dan output cairan, serta pemberian cairan sesuai kebutuhan.
- Intervensi untuk membantu pemulihan setelah penyakit, seperti identifikasi faktor penyebab diare, pemberian diet yang sesuai, serta pemantauan pola defekasi dan konsistensi feses.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif. Jika ada pertanyaan atau hal yang perlu diklarifikasi, jangan ragu untuk menghubungi kami kembali. Wassalamu'alaikum. -
Article No. 12340 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan keluhan dan riwayat pasien yang Anda berikan, dapat dirumuskan beberapa diagnosa keperawatan sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Berikut adalah diagnosa keperawatan yang mungkin sesuai dengan kasus ini:
1. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- SLKI: Pasien menunjukkan tanda-tanda nyeri yang minimal dan dapat beraktivitas sesuai kemampuan.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: Manajemen Nyeri, Terapi Relaksasi, Terapi Bermain, dan Terapi Comfort.
2. Diagnosa Keperawatan: Risiko Perdarahan
- SDKI: Risiko Perdarahan adalah kerentanan terhadap hilangnya cairan darah yang melebihi volume normal, yang dapat mengancam kesehatan.
- SLKI: Pasien tidak mengalami perdarahan dan/atau menunjukkan tanda-tanda vital yang stabil.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: Pemantauan Tanda Vital, Manajemen Perdarahan, Terapi Cairan, dan Edukasi Pencegahan Perdarahan.
3. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Pola Eliminasi
- SDKI: Gangguan Pola Eliminasi adalah perubahan dalam frekuensi, konsistensi, dan/atau pengeluaran buang air besar yang tidak sesuai dengan kebiasaan normal.
- SLKI: Pasien dapat mempertahankan pola eliminasi yang adekuat sesuai dengan kebiasaan normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain: Manajemen Diare, Manajemen Konstipasi, Edukasi Pola Eliminasi, dan Terapi Nutrisi.
Selain itu, berdasarkan riwayat pasien yang sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, serta adanya riwayat infeksi saluran kemih (ISK) dan operasi batu ginjal, dapat juga dipertimbangkan diagnosa keperawatan lain seperti Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi dan Risiko Infeksi.
Penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI dalam praktik keperawatan bertujuan untuk memastikan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PPNI. -
Article No. 12341 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan berikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa gastrointestinal akibat konsumsi makanan pedas dan keterlambatan makan.
Penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
- Kriteria diagnostik: Pasien mengeluhkan rasa nyeri di ulu hati, skala nyeri meningkat, pasien tampak meringis.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol nyeri: Kemampuan individu untuk mengendalikan rasa nyeri pada tingkat yang dapat diterima.
- Kriteria hasil: Pasien mampu mengidentifikasi faktor penyebab nyeri, pasien mampu menerapkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen nyeri: Tindakan untuk mengendalikan nyeri yang dialami pasien.
- Intervensi: Identifikasi karakteristik nyeri, anjurkan pasien untuk mengurangi konsumsi makanan pedas, berikan analgesik sesuai instruksi dokter, ajarkan teknik relaksasi.
Persona: Sebagai perawat, saya memahami bahwa pasien Anda sedang mengalami masalah kesehatan yang serius. Saya akan berusaha memberikan informasi medis dan keperawatan yang akurat dan komprehensif untuk membantu Anda memahami kondisi pasien dan rencana perawatannya. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. -
Article No. 12342 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa gastrointestinal, ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal.
Penjelasan singkat:
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan jaringan.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Tujuan yang diharapkan adalah pasien dapat mengontrol nyeri, mendemonstrasikan perilaku untuk mengurangi nyeri, dan dapat mempertahankan fungsi aktivitas sehari-hari.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, pemberian antiasida, dan edukasi terkait diet yang sesuai.
2. Diare kronis berhubungan dengan iritasi mukosa gastrointestinal, ditandai dengan riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 hari yang lalu.
Penjelasan singkat:
- SDKI: Diare kronis adalah pengeluaran feses cair yang berlangsung lebih dari 2 minggu dan mengganggu fungsi usus.
- SLKI: Tujuan yang diharapkan adalah pasien dapat mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, menunjukkan pola defekasi normal, dan tidak mengalami komplikasi.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen diare, pemberian cairan dan elektrolit yang adekuat, dan edukasi terkait diet yang sesuai.
3. Risiko infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh, ditandai dengan riwayat ISK dan operasi batu ginjal sebelumnya.
Penjelasan singkat:
- SDKI: Risiko infeksi adalah kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
- SLKI: Tujuan yang diharapkan adalah pasien tidak mengalami infeksi, menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal, dan tidak mengalami komplikasi.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan adalah pencegahan infeksi, pemantauan tanda-tanda vital, dan edukasi terkait kebersihan diri yang baik.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan riwayat medis pasien, gejala yang dialami, dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan pasien. Perawat juga harus berpedoman pada standar praktik keperawatan yang telah ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. -
Article No. 12343 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan memperhatikan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa lambung
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pasien melaporkan penurunan nyeri, menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal, dan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan manajemen nyeri yang efektif.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri (seperti pemberian analgetik, terapi panas/dingin, relaksasi), edukasi pasien, dan pemantauan tanda-tanda vital.
2. Risiko diare berhubungan dengan gangguan integritas mukosa gastrointestinal
Penjelasan:
- SDKI: Risiko diare adalah keadaan yang berpotensi mengakibatkan pengeluaran feses yang tidak normal, yaitu cair atau lembek dan frekuensi yang meningkat.
- SLKI: Pasien tidak mengalami diare, menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal, dan tidak mengalami dehidrasi.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan adalah pemantauan tanda-tanda vital dan pola eliminasi, pemberian cairan dan elektrolit, serta edukasi pasien.
3. Risiko infeksi saluran kemih berhubungan dengan riwayat infeksi saluran kemih sebelumnya
Penjelasan:
- SDKI: Risiko infeksi saluran kemih adalah keadaan yang berpotensi mengakibatkan infeksi pada saluran kemih.
- SLKI: Pasien tidak mengalami infeksi saluran kemih, menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal, dan tidak mengalami komplikasi.
- SIKI: Intervensi yang dapat dilakukan adalah pemantauan tanda-tanda infeksi, edukasi pasien, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pemberian terapi yang sesuai.
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus mempertimbangkan riwayat kesehatan pasien, faktor risiko, serta gejala yang dialami untuk menentukan diagnosa keperawatan yang tepat dan memberikan intervensi yang sesuai. -
Article No. 12344 | 16 Feb 2025
Klinis : Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal. Riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 haru yang lalu. R berobat dengan keluhan yang sama ada. selama ini sering mengkonsumsi makanan pedas dan telat makan, pasien pernah mengalami ISK dan oprasi batu ginjal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan berdasarkan pada kondisi yang Anda sampaikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk pasien tersebut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan jaringan gastrointestinal ditandai dengan keluhan nyeri ulu hati seperti darah bercampur mendidih dan muntah menggumpal.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- Faktor berhubungan: Kerusakan jaringan gastrointestinal.
- Karakteristik: Nyeri ulu hati, muntah menggumpal.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran: Kontrol Nyeri
- Kriteria Hasil: Pasien melaporkan nyeri berkurang, mampu mengidentifikasi faktor pemicu nyeri, dan mampu menerapkan manajemen nyeri yang efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi: Manajemen Nyeri
- Aktivitas: Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif, kolaborasi dengan tim kesehatan untuk pemberian analgesik, ajarkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, monitor efektivitas intervensi.
2. Diare kronis berhubungan dengan gangguan fungsi gastrointestinal ditandai dengan riwayat BAB encer kehitaman sejak 8 hari yang lalu.
SDKI:
- Definisi: Pengeluaran feses yang lembek atau cair dalam frekuensi yang meningkat (> 3 kali/hari) yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
- Faktor berhubungan: Gangguan fungsi gastrointestinal.
- Karakteristik: BAB encer kehitaman.
SLKI:
- Luaran: Kontrol Diare
- Kriteria Hasil: Pasien melaporkan frekuensi dan konsistensi BAB membaik, tidak terjadi dehidrasi, dan tidak ada tanda-tanda komplikasi.
SIKI:
- Intervensi: Manajemen Diare
- Aktivitas: Lakukan pengkajian diare yang komprehensif, kolaborasi pemberian terapi obat antidiare, anjurkan diet yang sesuai, monitor intake dan output cairan.
Ringkasan: Pasien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati dan diare kronis yang kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan fungsi gastrointestinal. Riwayat konsumsi makanan pedas dan telat makan, serta rekam medis ISK dan batu ginjal, dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah manajemen nyeri dan diare secara komprehensif.