Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 12630 | 21 Feb 2025
Klinis : diagnosa hipertensi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan terkait dengan kondisi hipertensi:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi hipertensi adalah "Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Perifer". Diagnosa ini menggambarkan kondisi di mana terjadi penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer akibat adanya peningkatan tekanan darah.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI - Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
a. Tekanan Darah Terkendali: Pasien menunjukkan tekanan darah dalam rentang normal sesuai usia dan kondisi kesehatan.
b. Perfusi Jaringan Perifer Membaik: Pasien menunjukkan tanda-tanda perfusi jaringan perifer yang membaik, seperti ekstremitas hangat, warna kulit normal, dan tidak ada tanda-tanda gangguan sirkulasi.
c. Pengetahuan Manajemen Hipertensi Meningkat: Pasien menunjukkan pemahaman yang meningkat tentang penyebab, gejala, dan manajemen hipertensi.
d. Perilaku Manajemen Hipertensi Membaik: Pasien menunjukkan perilaku yang mendukung manajemen hipertensi, seperti patuh pada pengobatan, menerapkan gaya hidup sehat, dan melakukan pemantauan tekanan darah secara teratur.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI - Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
a. Pemantauan Tekanan Darah: Melakukan pemantauan tekanan darah secara rutin dan mencatat hasilnya untuk mengevaluasi efektivitas intervensi.
b. Edukasi Manajemen Hipertensi: Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyebab, gejala, dan manajemen hipertensi, termasuk penggunaan obat-obatan, modifikasi gaya hidup, dan pemantauan tekanan darah.
c. Manajemen Diet: Mengembangkan rencana diet yang sesuai untuk mengendalikan hipertensi, seperti membatasi asupan garam, mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran, serta mempertahankan berat badan yang sehat.
d. Manajemen Aktivitas: Merencanakan dan memantau aktivitas fisik yang sesuai untuk pasien, seperti latihan ringan atau sedang secara teratur, untuk membantu menurunkan tekanan darah.
e. Manajemen Stres: Mengajarkan teknik manajemen stres, seperti relaksasi, meditasi, atau latihan pernapasan, untuk membantu menurunkan tekanan darah.
f. Konseling Farmakologis: Memberikan konseling tentang penggunaan obat-obatan antihipertensi, termasuk dosis, jadwal, efek samping, dan pentingnya kepatuhan.
Dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan hipertensi, perawat harus mempertimbangkan kondisi unik setiap pasien, mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan, dan mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif untuk mencapai luaran yang diharapkan. Perawat juga harus berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter dan ahli gizi, untuk memastikan perawatan yang holistik dan efektif. -
Article No. 12631 | 21 Feb 2025
Klinis : mual, muntah dan letih sejak 2 hari yang lalu. Ibu juga mengatakan bahwa muka anaknya sembab dari biasanya. Ibu juga mengatakan sudah satu minggu ini anak jarang sekali buang air kecil, yang mencemaskan ibu adalah buang air kecil anak terlihat berwarna kemerahan seperti air cucian daging. Hasil pemeriksaan didapatkan data TD: 130/90mmHg, nadi: 124x/menit,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang Anda deskripsikan, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:
1. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Definisi: Ketidakmampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh yang sesuai.
Penyebab: Kurang asupan cairan, diare, muntah, dan penurunan fungsi ginjal.
2. Intoleransi Aktivitas
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan.
Penyebab: Kelemahan, kelelahan, dan perubahan hemodinamik.
Berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
- Intoleransi Aktivitas
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Keseimbangan Cairan
- Toleransi Aktivitas
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Pemantauan Cairan
- Manajemen Cairan
- Manajemen Kelelahan
Penjelasan singkat:
1. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit:
- Gejala: Mual, muntah, dan oedema
- Penyebab: Asupan cairan tidak cukup, kehilangan cairan berlebihan (muntah)
- Intervensi: Pemantauan cairan, manajemen cairan, dan terapi penggantian cairan/elektrolit
2. Intoleransi Aktivitas:
- Gejala: Kelelahan, penurunan toleransi aktivitas
- Penyebab: Kelemahan akibat kehilangan cairan dan elektrolit
- Intervensi: Manajemen kelelahan, peningkatan aktivitas bertahap, dan konseling aktivitas
Tujuan utama dari asuhan keperawatan ini adalah untuk memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta meningkatkan toleransi aktivitas pasien. -
Article No. 12632 | 21 Feb 2025
Klinis : mual, muntah dan letih sejak 2 hari yang lalu. Ibu juga mengatakan bahwa muka anaknya sembab dari biasanya. Ibu juga mengatakan sudah satu minggu ini anak jarang sekali buang air kecil, yang mencemaskan ibu adalah buang air kecil anak terlihat berwarna kemerahan seperti air cucian daging. Hasil pemeriksaan didapatkan data TD: 130/90mmHg, nadi: 124x/menit,
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan jawaban yang rinci dan terperinci untuk kondisi pasien yang Anda paparkan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
1. Mual dan Muntah berhubungan dengan perubahan elektrolit tubuh
2. Kelelahan berhubungan dengan perubahan status cairan dan elektrolit
3. Retensi Cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal
Penjelasan:
1. Mual dan Muntah berhubungan dengan perubahan elektrolit tubuh
- Pasien mengalami mual dan muntah sejak 2 hari yang lalu, yang dapat disebabkan oleh perubahan elektrolit tubuh seperti hiponatremia, hipokalemia, atau uremia.
- Hal ini terjadi karena fungsi ginjal yang terganggu, sehingga terjadi retensi cairan dan elektrolit dalam tubuh.
2. Kelelahan berhubungan dengan perubahan status cairan dan elektrolit
- Pasien mengeluhkan kelelahan, yang dapat disebabkan oleh perubahan status cairan dan elektrolit akibat penurunan fungsi ginjal.
- Pasien mengalami retensi cairan sehingga menyebabkan pembengkakan pada wajah (edema), dan kurangnya asupan cairan dan elektrolit yang adekuat.
3. Retensi Cairan berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal
- Pasien menunjukkan gejala retensi cairan, seperti edema pada wajah dan jarang buang air kecil (oliguria).
- Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan denyut nadi cepat, yang mengindikasikan adanya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
- Warna urin yang kemerahan juga mengindikasikan adanya gangguan pada fungsi ginjal.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal: TD 120/80 mmHg, Nadi 80-100 x/menit
2. Pasien dapat mempertahankan status cairan dan elektrolit yang adekuat
3. Pasien dapat mempertahankan pengeluaran urin minimal 1 ml/kgBB/jam
4. Pasien tidak mengalami gejala mual dan muntah
5. Pasien tidak mengalami gejala kelelahan
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Monitor tanda-tanda vital secara rutin
2. Pantau intake dan output cairan secara ketat
3. Berikan terapi cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan
4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian diuretik atau obat-obatan lain yang diperlukan
5. Anjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah garam
6. Lakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
7. Berikan antiemetik untuk mengurangi gejala mual dan muntah
8. Berikan intervensi untuk mengatasi kelelahan, seperti istirahat yang cukup dan aktivitas yang sesuai kemampuan
Penjelasan yang rinci di atas didasarkan pada pemahaman saya sebagai seorang perawat yang berpengalaman dalam menangani kasus gangguan fungsi ginjal. Saya berharap jawaban ini dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk pasien. -
Article No. 12633 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan informasi yang rinci dan terperinci terkait kondisi klien yang Anda paparkan.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi klien yang terlihat murung dan hanya duduk di kursi adalah "Gangguan Proses Pikir: Depresi". Karakteristik definisi dari diagnosa ini adalah klien menunjukkan perubahan suasana hati, aktivitas menurun, dan gangguan fungsi sosial. Gejala klinis yang tampak pada klien, seperti murung dan pasif, sesuai dengan kriteria diagnostik dari Gangguan Proses Pikir: Depresi.
Luaran/Output yang Diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
Setelah pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif, diharapkan klien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Peningkatan Mood: Klien dapat menunjukkan suasana hati yang lebih baik, tidak lagi terlihat murung dan sedih.
2. Peningkatan Partisipasi: Klien dapat berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial.
3. Peningkatan Harapan: Klien dapat mengekspresikan harapan dan optimisme dalam mencapai tujuan hidupnya.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan (SIKI):
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, maka intervensi keperawatan yang diperlukan adalah:
1. Terapi Perilaku Kognitif:
- Membantu klien mengidentifikasi pikiran dan perilaku negatif yang memengaruhi suasana hatinya.
- Melatih klien untuk mengganti pikiran dan perilaku negatif menjadi lebih positif dan adaptif.
2. Manajemen Aktivitas:
- Membantu klien merencanakan dan melakukan aktivitas harian yang bermakna dan menyenangkan.
- Mendorong klien untuk terlibat dalam aktivitas sosial dan rekreasi.
3. Terapi Dukungan Emosional:
- Memberikan dukungan emosional dan empati kepada klien.
- Mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan dan emosi secara terbuka.
4. Edukasi Kesehatan Mental:
- Memberikan edukasi kepada klien dan keluarga tentang depresi dan pentingnya perawatan kesehatan mental.
- Mengajarkan teknik-teknik pengelolaan stres dan peningkatan kesejahteraan mental.
Dengan pemberian intervensi keperawatan yang komprehensif dan berfokus pada peningkatan mood, partisipasi, dan harapan klien, diharapkan klien dapat mencapai luaran/output yang diharapkan dan memulihkan kondisi kesehatannya. -
Article No. 12634 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi, dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Depresi
- SDKI: Risiko Depresi
- SLKI: Kontrol Diri Rendah, Motivasi Rendah
- SIKI: Aktivitas Terapeutik, Terapi Kognitif, Konseling
Penjelasan Singkat:
Risiko Depresi adalah kondisi di mana individu berisiko mengalami gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, dan kehilangan minat atau kegembiraan. Klien yang terlihat murung dan hanya duduk di kursi menunjukkan gejala risiko depresi.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI adalah:
- Aktivitas Terapeutik: Kegiatan yang bertujuan untuk membantu klien dalam memulihkan, memelihara, atau meningkatkan kesehatan mental dan emosional.
- Terapi Kognitif: Intervensi yang bertujuan untuk membantu klien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif yang dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku.
- Konseling: Intervensi yang bertujuan untuk membantu klien memecahkan masalah, mengembangkan wawasan, dan membuat keputusan yang tepat.
Dengan tone akademis dan persona pakar/perawat, pendekatan yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi dan konseling yang berfokus pada pemahaman klien tentang kondisinya, identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi, dan pengembangan strategi koping yang efektif. -
Article No. 12635 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi berikut: Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
Diagnosa keperawatan yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah Gangguan Proses Pikir Berhubungan Dengan Stres, Perubahan Lingkungan, dan Ketidakberdayaan. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
Gangguan Proses Pikir Berhubungan Dengan Stres, Perubahan Lingkungan, dan Ketidakberdayaan adalah diagnosa keperawatan yang menggambarkan adanya perubahan dalam fungsi kognitif, persepsi, dan proses berpikir individu yang disebabkan oleh stres, perubahan lingkungan, dan perasaan tidak berdaya. Klien yang terlihat murung dan hanya duduk di kursi dapat menunjukkan adanya gangguan proses pikir, seperti pikiran negatif, sulit berkonsentrasi, dan merasa tidak berdaya. Hal ini dapat disebabkan oleh stres atau perubahan lingkungan yang dialami oleh klien.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI)
Luaran yang diharapkan setelah pemberian asuhan keperawatan untuk kasus ini adalah:
Kemampuan Koping: Kemampuan individu untuk menghadapi, mengatasi, dan beradaptasi dengan stres, tantangan, atau perubahan yang dialami. Indikator yang dapat diukur adalah klien dapat mengidentifikasi sumber stres, menggunakan strategi koping yang efektif, dan menunjukkan peningkatan mood dan interaksi sosial.
Kontrol Emosi: Kemampuan individu untuk mengelola dan mengekspresikan emosi secara tepat dan terkendali. Indikator yang dapat diukur adalah klien dapat mengidentifikasi dan mengungkapkan emosi dengan cara yang sesuai, serta menunjukkan peningkatan stabilitas emosional.
Motivasi: Dorongan atau keinginan dalam diri individu untuk melakukan aktivitas dan mencapai tujuan tertentu. Indikator yang dapat diukur adalah klien menunjukkan peningkatan minat dan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari, serta memiliki tujuan yang jelas untuk dikejar.
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI)
Intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran tersebut adalah:
a. Terapi Kognitif
- Membantu klien mengidentifikasi pikiran dan keyakinan negatif yang menghambat proses penyembuhan.
- Mengajarkan teknik restrukturisasi kognitif untuk mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif dan realistis.
- Memfasilitasi klien untuk menemukan solusi atau strategi koping yang efektif dalam menghadapi masalah.
b. Terapi Aktivitas
- Memotivasi klien untuk terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan dan bermakna, seperti hobi, rekreasi, atau kegiatan sosial.
- Membantu klien merencanakan dan melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan saat klien berpartisipasi dalam aktivitas.
c. Terapi Suportif
- Menyediakan dukungan emosional dan empati kepada klien.
- Melibatkan keluarga atau orang terdekat klien untuk memberikan dukungan.
- Memfasilitasi klien dalam mengungkapkan perasaan dan menyalurkan emosi secara tepat.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada klien, diharapkan dapat membantu mencapai luaran yang diharapkan, yaitu peningkatan kemampuan koping, kontrol emosi, dan motivasi klien. -
Article No. 12636 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan memperhatikan kondisi yang diberikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: F32.0
- Deskripsi: Episode depresi ringan
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang disampaikan, klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi, yang mengarah pada kemungkinan diagnosis Episode depresi ringan (F32.0) menurut Klasifikasi Internasional Penyakit (ICD-10). Kondisi ini ditandai dengan suasana hati yang depresi, minat atau kesenangan yang hilang, dan energi yang terganggu, namun masih mampu melakukan sebagian besar aktivitas sehari-hari.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 90.0
- Deskripsi: Asesmen psikiatri dan penilaian status mental
Penjelasan:
Untuk kondisi ini, kemungkinan akan dilakukan prosedur Asesmen psikiatri dan penilaian status mental (kode ICD-9-CM 90.0) untuk mengevaluasi kondisi psikologis klien secara komprehensif, menentukan diagnosis yang tepat, dan merencanakan tatalaksana yang sesuai. -
Article No. 12637 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Depresi
- Definisi: Kondisi di mana individu mengalami perubahan suasana hati dan emosi yang berkepanjangan, disertai dengan gejala-gejala seperti kesedihan, kehilangan minat, perasaan bersalah, perubahan pola makan dan tidur, serta penurunan energi atau semangat.
- Penyebab: Faktor psikologis, sosial, biologis, atau kombinasi dari ketiganya.
- Gejala: Murung, kurang berpartisipasi dalam aktivitas, perubahan pola tidur dan nafsu makan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode Diagnosis: 10019
- Definisi: Risiko mengalami perubahan suasana hati dan emosi yang berkepanjangan, disertai dengan gejala-gejala seperti kesedihan, kehilangan minat, perasaan bersalah, perubahan pola makan dan tidur, serta penurunan energi atau semangat.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode Luaran: 10001
- Definisi: Kondisi individu dengan perubahan suasana hati dan emosi yang berkepanjangan, disertai dengan gejala-gejala seperti kesedihan, kehilangan minat, perasaan bersalah, perubahan pola makan dan tidur, serta penurunan energi atau semangat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode Intervensi: 10019
- Definisi: Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau mengatasi risiko depresi pada individu. -
Article No. 12638 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Proses Pikir: Depresi
Penjelasan singkat menggunakan SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Depresi ditandai dengan perasaan sedih, murung, kehilangan minat atau kesenangan, perubahan pola tidur dan nafsu makan, serta perasaan tidak berharga atau bersalah yang menetap.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Tujuan keperawatan yang diharapkan adalah klien dapat menunjukkan peningkatan mood, aktivitas, dan interaksi sosial.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Terapi Kognitif: Membantu klien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif.
2. Terapi Aktivitas: Melibatkan klien dalam aktivitas yang menyenangkan untuk meningkatkan mood dan motivasi.
3. Terapi Relaksasi: Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi stres dan kecemasan.
4. Dukungan Emosional: Memberikan empati, perhatian, dan dukungan emosional kepada klien.
Dengan tone akademis dan persona pakar, perawat dapat menjelaskan diagnosa dan intervensi keperawatan secara rinci dan ilmiah, serta memberikan edukasi dan dukungan yang komprehensif kepada klien. -
Article No. 12639 | 21 Feb 2025
Klinis : Klien terlihat murung dan hanya duduk di kursi. Ketika berjalan terkadang terlihat sempoyongan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan kondisi klien yang terlihat murung dan hanya duduk di kursi, serta terkadang tampak sempoyongan saat berjalan, maka beberapa diagnosa keperawatan yang dapat diidentifikasi berdasarkan standar SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia adalah:
1. Diagnosa Keperawatan: Risiko Isolasi Sosial
- SDKI: Risiko Isolasi Sosial adalah risiko pengalaman negatif akibat interaksi sosial yang terbatas atau tidak memadai.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah Sosialisasi Efektif, yaitu kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain secara positif.
- SIKI: Intervensi yang dapat diberikan antara lain Fasilitasi Sosialisasi, Dukungan Kelompok, dan Terapi Aktivitas Kelompok.
2. Diagnosa Keperawatan: Defisit Mobilitas Fisik
- SDKI: Defisit Mobilitas Fisik adalah keterbatasan dalam pergerakan fisik yang independen, yang disebabkan oleh kendala baik fisik maupun psikologis.
- SLKI: Luaran yang diharapkan adalah Mobilitas Fisik Membaik, yaitu kemampuan untuk bergerak secara independen.
- SIKI: Intervensi yang dapat diberikan antara lain Mobilisasi, Terapi Latihan, dan Manajemen Lingkungan.
Diagnosa keperawatan ini dipilih berdasarkan gejala yang ditunjukkan oleh klien, yaitu tampak murung, hanya duduk di kursi, dan terkadang sempoyongan saat berjalan. Hal ini dapat mengindikasikan adanya risiko isolasi sosial serta defisit mobilitas fisik yang perlu mendapatkan penanganan keperawatan yang sesuai.
Sebagai perawat, saya akan melakukan pengkajian lebih lanjut untuk mengonfirmasi diagnosa keperawatan yang tepat dan menyusun rencana asuhan keperawatan yang komprehensif untuk membantu klien mencapai luaran yang diharapkan.