Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 12810 | 24 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, dengan senang hati saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat mengenai standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan penurunan kapasitas fungsional tubuh akibat tuberkulosis paru.
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas berhubungan dengan produksi sekret yang berlebihan akibat tuberkulosis paru.
3. Resiko Infeksi berhubungan dengan penurunan sistem imun akibat tuberkulosis paru.
Penjelasan Singkat Standar SDKI, SLKI, dan SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas: Keterbatasan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang bebas.
3. Resiko Infeksi: Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen yang dapat mengganggu kesehatan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan kapasitas fungsionalnya.
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas: Pasien dapat mempertahankan jalan napas yang bebas dari obstruksi.
3. Resiko Infeksi: Pasien dapat terhindar dari infeksi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas: Manajemen energi, peningkatan aktivitas, dan perawatan nutrisi.
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas: Manajemen jalan napas, terapi oksigen, dan manajemen sekresi.
3. Resiko Infeksi: Identifikasi risiko, pencegahan infeksi, dan manajemen infeksi.
Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi Anda. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, saya akan dengan senang hati membantu Anda. Terima kasih. -
Article No. 12811 | 24 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan jawaban yang rinci dan terperinci untuk kondisi pasien yang Anda berikan.
1. Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai:
a. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif (00030)
- Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan bersihan jalan napas.
- Karakteristik Definisi: Adanya batuk berdahak, sesak napas, suara napas bronkial, dan lesi di paru.
b. Intoleransi Aktivitas (00092)
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan karena keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- Karakteristik Definisi: Adanya kehilangan nafsu makan dan kemungkinan penurunan kekuatan/energi.
2. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
a. Bersihan Jalan Napas Efektif (0410)
- Definisi: Kemampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas dan mempertahankan bersihan jalan napas.
- Indikator:
- Batuk efektif
- Sputum dapat dikeluarkan
- Tidak ada suara napas bronkial
- Tidak ada kesulitan bernapas
b. Toleransi Aktivitas (0005)
- Definisi: Kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik tanpa menimbulkan gejala yang tidak diinginkan.
- Indikator:
- Tidak ada kelelahan saat aktivitas
- Tidak ada sesak napas saat aktivitas
- Nafsu makan meningkat
3. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
a. Bersihan Jalan Napas Efektif (4210)
- Monitoring pernapasan
- Auskultasi suara napas
- Lakukan tindakan batuk efektif
- Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan
- Kolaborasi pemberian terapi inhalasi atau bronkodilator
b. Peningkatan Aktivitas (0200)
- Evaluasi status nutrisi dan kebutuhan kalori
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana nutrisi yang tepat
- Buat program aktivitas fisik yang sesuai dengan toleransi pasien
- Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya aktivitas dan nutrisi yang seimbang
Dalam kondisi pasien dengan diagnosis awal tuberkulosis paru, asuhan keperawatan yang komprehensif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah pernapasan dan intoleransi aktivitas. Intervensi yang diberikan harus berfokus pada pemulihan bersihan jalan napas, peningkatan toleransi aktivitas, serta kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk pengobatan dan pemulihan yang optimal. -
Article No. 12812 | 24 Feb 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berdasarkan informasi yang diberikan, kondisi pasien tersebut dapat didiagnosis dengan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A15.0
- Deskripsi: Tuberkulosis paru dengan konfirmasi mikrobiologi.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 87.44
- Deskripsi: Rontgen toraks, posteroanterior dan lateral.
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A15.0 (Tuberkulosis paru dengan konfirmasi mikrobiologi) dipilih karena pasien memiliki gejala-gejala khas tuberkulosis paru, yaitu batuk berdahak, demam, sesak napas, dan penurunan nafsu makan. Selain itu, pemeriksaan fisik juga menunjukkan adanya suara napas bronkial di paru kanan atas, dan hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru, yang mendukung diagnosis tuberkulosis paru.
2. Kode ICD-9-CM 87.44 (Rontgen toraks, posteroanterior dan lateral) merupakan prosedur pemeriksaan radiologis yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis paru pada pasien ini. Pemeriksaan radiologis toraks sangat penting untuk mendeteksi adanya lesi atau kelainan pada paru-paru.
Dalam penanganan pasien ini, selain pemeriksaan radiologis, diperlukan juga pemeriksaan mikrobiologi (misalnya sputum BTA) untuk mengkonfirmasi diagnosis tuberkulosis paru. -
Article No. 12813 | 24 Feb 2025
Klinis : Ca Servik Ny. F berusia 28 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMP, beralamat di Jl. PP Sragen. Masuk RS X pada tanggal 2 Januari 2025. Alasan masuk rumah sakit saat ini mau kemoterapi ke-3. Belum memiliki anak. Keluhan saat ini mual, dan gampang lelah. Klien mempertanyakan kenapa dirinya yang diberikan cobaan seperti ini. Datang berobat pertama kali ke RS X pada tanggal 1 Desember 2024 dirujuk dari RS A Sragen dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB, dengan keluhan utama perdarahan pervaginam. Riwayat perdarahan pervaginam di luar haid dan saat berhubungan sejak Mei 2024. Riwayat keputihan, gatal dan berbau sejak 1,5 tahun yang lalu, dan tidak pernah Pap Smear. Penurunan berat badan kira-kira 4 kg dalam 1 tahun terakhir. Riwayat gangguan/perdarahan saat BAK atau BAB tidak ada. Klien mempunyai riwayat menarche pada usia 13 tahun, menikah pertama kali pada usia 22 tahun, menikah 1 kali, riwayat obstetri P0 (belum pernah hamil). Riwayat merokok disangkal. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal, pada abdomen nampak batas tegas/garis area radioterapi, pada inspeksi vagina nampak vulva/labia utuh, tidak ada keluaran darah/fluor, tercium aroma odor yang khas, pada sistem integumen warna kulit coklat kehitaman, kelembaban cukup, sedikit kering pada ekstremitas atas dan bawah, turgor cukup baik. Berat badan 58 kg, tinggi badan 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang sudah dilakukan antara lain Biopsi Cerviks dengan kesimpulan Karsinoma sel squamosa tidak berkeratin serviks, berdiferensiasi buruk, ditemukan invasi limfovaskuler. Pemeriksaan Status didapatkan hasil tampak dan teraba massa berbenjol-benjol dengan ukuran ±5cm, exofitik, mudah berdarah, parametrium kanan dan kiri kaku, massa tidak mencapai dinding panggul. Rectoskopi dengan kesimpulan tak ada metastase ke mukosa rektum. BNO-IVP dengan kesimpulan fungsi sekresi dan eksresi kedua ginjal baik, tak tampak tanda-tanda bendungan, tak tampak batu radioopak pada proyeksi traktus urinarius, dan tampak Spondilitis Lumbalis. Foto Thorax dengan kesimpulan elongasi aorta, tak tampak kelainan radiologis pada Cor dan Pulmo. EKG dengan kesimpulan Synus Rhytm. Laboratorium Patologi Anatomik RS X dengan kesimpulan secara histologik sesuai dengan Karsinoma Sel Squamosa Tidak Berkeratin, berdiferensiasi sedang-buruk. Sistoskopi kesimpulan indentasi. Laboratorium Hematologi dalam batas normal.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi Ny. F, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, yang disebabkan oleh keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk memfasilitasi kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- SIKI: Intervensi untuk mempertahankan, meningkatkan, atau memulihkan tingkat energi dan kapasitas fungsional individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Diagnosa Keperawatan: Kelelahan
- SDKI: Perasaan keletihan dan menurunnya kapasitas untuk melakukan aktivitas fisik dan mental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi.
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk mengelola faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan dan meningkatkan pemenuhan kebutuhan energi.
- SIKI: Intervensi untuk mengenali dan mengelola faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan serta meningkatkan pemenuhan kebutuhan energi.
3. Diagnosa Keperawatan: Perubahan Citra Tubuh
- SDKI: Perubahan persepsi dan/atau perasaan tentang struktur dan fungsi tubuh yang disebabkan oleh penyakit, cedera, atau pengobatan.
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk membantu individu menerima, menyesuaikan, dan mengintegrasikan perubahan citra tubuh ke dalam konsep dirinya.
- SIKI: Intervensi untuk membantu individu menerima, menyesuaikan, dan mengintegrasikan perubahan citra tubuh ke dalam konsep dirinya.
4. Diagnosa Keperawatan: Kecemasan
- SDKI: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi bahaya atau ancaman, baik yang realistis maupun tidak.
- SLKI: Intervensi keperawatan untuk membantu individu mengelola gejala dan penyebab kecemasan.
- SIKI: Intervensi untuk membantu individu mengenali, mengungkapkan, dan mengelola kecemasan.
Penjelasan singkat:
Ny. F mengalami beberapa masalah keperawatan terkait kanker serviks yang dideritanya, seperti intoleransi aktivitas, kelelahan, perubahan citra tubuh, dan kecemasan. Perawat perlu melakukan intervensi keperawatan sesuai dengan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk membantu Ny. F dalam mengelola kondisinya dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 12814 | 24 Feb 2025
Klinis : klien datang dengan keluhan kelit jari kaki nyeri dan mengelupas, klien sering memakai kaos kaki basah. klien juga mengatakan area intim gatal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Kerusakan Integritas Kulit
- Definisi: Perubahan struktur dan fungsi kulit yang disebabkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik.
- Faktor yang berhubungan: Aktivitas fisik, kelembapan, dan faktor lingkungan.
- Gejala dan Tanda: Kulit kering, mengelupas, dan nyeri.
2. Gatal
- Definisi: Sensasi tidak nyaman pada kulit yang menyebabkan keinginan untuk menggaruk.
- Faktor yang berhubungan: Infeksi, alergi, dan penyakit kulit.
- Gejala dan Tanda: Rasa gatal pada area kulit, khususnya area genital.
Rencana Intervensi Keperawatan (SLKI):
1. Perawatan Kulit
- Tujuan: Mempertahankan integritas kulit.
- Intervensi: Menjaga kebersihan dan kelembapan kulit, menggunakan pelembab, dan menghindari iritasi.
2. Manajemen Gatal
- Tujuan: Mengurangi sensasi gatal.
- Intervensi: Mengidentifikasi penyebab, menghindari faktor pencetus, dan menggunakan obat topikal.
Luaran Keperawatan (SIKI):
1. Integritas Kulit: Baik
- Kriteria: Kulit utuh, lembab, dan tidak ada kerusakan.
2. Rasa Nyaman: Meningkat
- Kriteria: Klien merasa nyaman dan tidak lagi mengeluhkan gatal.
Sebagai seorang perawat, saya akan melakukan assessment secara menyeluruh, mengidentifikasi penyebab, dan merencanakan intervensi yang komprehensif untuk membantu klien mengatasi masalah kulit dan gatal yang dialaminya. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter, juga akan dilakukan jika diperlukan. -
Article No. 12815 | 24 Feb 2025
Klinis : Ca Servik Ny. F berusia 28 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMP, beralamat di Jl. PP Sragen. Masuk RS X pada tanggal 2 Januari 2025. Alasan masuk rumah sakit saat ini mau kemoterapi ke-3. Belum memiliki anak. Keluhan saat ini mual, dan gampang lelah. Klien mempertanyakan kenapa dirinya yang diberikan cobaan seperti ini. Datang berobat pertama kali ke RS X pada tanggal 1 Desember 2024 dirujuk dari RS A Sragen dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB, dengan keluhan utama perdarahan pervaginam. Riwayat perdarahan pervaginam di luar haid dan saat berhubungan sejak Mei 2024. Riwayat keputihan, gatal dan berbau sejak 1,5 tahun yang lalu, dan tidak pernah Pap Smear. Penurunan berat badan kira-kira 4 kg dalam 1 tahun terakhir. Riwayat gangguan/perdarahan saat BAK atau BAB tidak ada. Klien mempunyai riwayat menarche pada usia 13 tahun, menikah pertama kali pada usia 22 tahun, menikah 1 kali, riwayat obstetri P0 (belum pernah hamil). Riwayat merokok disangkal. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal, pada abdomen nampak batas tegas/garis area radioterapi, pada inspeksi vagina nampak vulva/labia utuh, tidak ada keluaran darah/fluor, tercium aroma odor yang khas, pada sistem integumen warna kulit coklat kehitaman, kelembaban cukup, sedikit kering pada ekstremitas atas dan bawah, turgor cukup baik. Berat badan 58 kg, tinggi badan 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang sudah dilakukan antara lain Biopsi Cerviks dengan kesimpulan Karsinoma sel squamosa tidak berkeratin serviks, berdiferensiasi buruk, ditemukan invasi limfovaskuler. Pemeriksaan Status didapatkan hasil tampak dan teraba massa berbenjol-benjol dengan ukuran ±5cm, exofitik, mudah berdarah, parametrium kanan dan kiri kaku, massa tidak mencapai dinding panggul. Rectoskopi dengan kesimpulan tak ada metastase ke mukosa rektum. BNO-IVP dengan kesimpulan fungsi sekresi dan eksresi kedua ginjal baik, tak tampak tanda-tanda bendungan, tak tampak batu radioopak pada proyeksi traktus urinarius, dan tampak Spondilitis Lumbalis. Foto Thorax dengan kesimpulan elongasi aorta, tak tampak kelainan radiologis pada Cor dan Pulmo. EKG dengan kesimpulan Synus Rhytm. Laboratorium Patologi Anatomik RS X dengan kesimpulan secara histologik sesuai dengan Karsinoma Sel Squamosa Tidak Berkeratin, berdiferensiasi sedang-buruk. Sistoskopi kesimpulan indentasi. Laboratorium Hematologi dalam batas normal.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Nyeri Kronis berhubungan dengan proses perkembangan penyakit kanker serviks.
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
2. Kelelahan berhubungan dengan proses penyakit kanker serviks.
Definisi: Suatu perasaan tidak berdaya, lebih kuat daripada rasa lelah biasa, dan tidak sebanding dengan aktivitas yang dilakukan.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik akibat proses penyakit kanker serviks.
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
4. Perubahan Citra Tubuh berhubungan dengan efek samping pengobatan kanker serviks.
Definisi: Perubahan persepsi dan perasaan tentang penampilan dan fungsi tubuh.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Nyeri Kronis
- Klien melaporkan penurunan tingkat nyeri
- Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan nyaman
- Klien menunjukkan ekspresi wajah yang rileks
2. Kelelahan
- Klien melaporkan peningkatan energi dan stamina
- Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan berlebihan
- Klien menunjukkan peningkatan motivasi dalam melakukan aktivitas
3. Keseimbangan Nutrisi
- Klien mencapai berat badan ideal
- Klien tidak mengalami penurunan berat badan yang signifikan
- Klien menunjukkan peningkatan intake nutrisi sesuai kebutuhan
4. Citra Tubuh
- Klien menerima perubahan pada tubuhnya akibat pengobatan
- Klien dapat beradaptasi dengan perubahan fisik yang terjadi
- Klien menunjukkan peningkatan kepercayaan diri
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Nyeri Kronis
- Manajemen Nyeri
- Terapi Farmakologis
- Distraksi
- Relaksasi
2. Kelelahan
- Manajemen Energi
- Peningkatan Aktivitas
- Manajemen Nutrisi
- Dukungan Emosional
3. Keseimbangan Nutrisi
- Manajemen Nutrisi
- Edukasi Nutrisi
- Pemantauan Berat Badan
- Kolaborasi dengan Ahli Gizi
4. Citra Tubuh
- Terapi Penerimaan Diri
- Dukungan Psikososial
- Edukasi Mengenai Perubahan Fisik
- Intervensi Keperawatan Kolaboratif
Penjelasan yang Rinci dan Terperinci:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Nyeri Kronis berhubungan dengan proses perkembangan penyakit kanker serviks. Pasien Ny. F mengalami keluhan nyeri yang muncul akibat proses penyakit kanker serviks yang dideritanya. Nyeri kronis adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
2. Kelelahan berhubungan dengan proses penyakit kanker serviks. Pasien Ny. F mengalami keluhan gampang lelah, yang merupakan dampak dari proses penyakit kanker serviks. Kelelahan adalah suatu perasaan tidak berdaya, lebih kuat daripada rasa lelah biasa, dan tidak sebanding dengan aktivitas yang dilakukan.
3. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik akibat proses penyakit kanker serviks. Pasien Ny. F mengalami penurunan berat badan sekitar 4 kg dalam 1 tahun terakhir, yang mengindikasikan ketidakseimbangan nutrisi. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh adalah asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
4. Perubahan Citra Tubuh berhubungan dengan efek samping pengobatan kanker serviks. Pasien Ny. F sedang menjalani kemoterapi, yang dapat menyebabkan perubahan pada penampilan dan fungsi tubuh. Perubahan Citra Tubuh adalah perubahan persepsi dan perasaan tentang penampilan dan fungsi tubuh.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Nyeri Kronis: Klien melaporkan penurunan tingkat nyeri, dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, dan menunjukkan ekspresi wajah yang rileks.
2. Kelelahan: Klien melaporkan peningkatan energi dan stamina, dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan berlebihan, dan menunjukkan peningkatan motivasi dalam melakukan aktivitas.
3. Keseimbangan Nutrisi: Klien mencapai berat badan ideal, tidak mengalami penurunan berat badan yang signifikan, dan menunjukkan peningkatan intake nutrisi sesuai kebutuhan.
4. Citra Tubuh: Klien menerima perubahan pada tubuhnya akibat pengobatan, dapat beradaptasi dengan perubahan fisik yang terjadi, dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Nyeri Kronis: Manajemen Nyeri, Terapi Farmakologis, Distraksi, dan Relaksasi.
2. Kelelahan: Manajemen Energi, Peningkatan Aktivitas, Manajemen Nutrisi, dan Dukungan Emosional.
3. Keseimbangan Nutrisi: Manajemen Nutrisi, Edukasi Nutrisi, Pemantauan Berat Badan, dan Kolaborasi dengan Ahli Gizi.
4. Citra Tubuh: Terapi Penerimaan Diri, Dukungan Psikososial, Edukasi Mengenai Perubahan Fisik, dan Intervensi Keperawatan Kolaboratif.
Melalui intervensi keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada pasien, diharapkan dapat membantu Ny. F mencapai luaran yang diharapkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan selama menjalani perawatan kanker serviks. -
Article No. 12816 | 24 Feb 2025
Klinis : Ca Servik Ny. F berusia 28 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMP, beralamat di Jl. PP Sragen. Masuk RS X pada tanggal 2 Januari 2025. Alasan masuk rumah sakit saat ini mau kemoterapi ke-3. Belum memiliki anak. Keluhan saat ini mual, dan gampang lelah. Klien mempertanyakan kenapa dirinya yang diberikan cobaan seperti ini. Datang berobat pertama kali ke RS X pada tanggal 1 Desember 2024 dirujuk dari RS A Sragen dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB, dengan keluhan utama perdarahan pervaginam. Riwayat perdarahan pervaginam di luar haid dan saat berhubungan sejak Mei 2024. Riwayat keputihan, gatal dan berbau sejak 1,5 tahun yang lalu, dan tidak pernah Pap Smear. Penurunan berat badan kira-kira 4 kg dalam 1 tahun terakhir. Riwayat gangguan/perdarahan saat BAK atau BAB tidak ada. Klien mempunyai riwayat menarche pada usia 13 tahun, menikah pertama kali pada usia 22 tahun, menikah 1 kali, riwayat obstetri P0 (belum pernah hamil). Riwayat merokok disangkal. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal, pada abdomen nampak batas tegas/garis area radioterapi, pada inspeksi vagina nampak vulva/labia utuh, tidak ada keluaran darah/fluor, tercium aroma odor yang khas, pada sistem integumen warna kulit coklat kehitaman, kelembaban cukup, sedikit kering pada ekstremitas atas dan bawah, turgor cukup baik. Berat badan 58 kg, tinggi badan 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang sudah dilakukan antara lain Biopsi Cerviks dengan kesimpulan Karsinoma sel squamosa tidak berkeratin serviks, berdiferensiasi buruk, ditemukan invasi limfovaskuler. Pemeriksaan Status didapatkan hasil tampak dan teraba massa berbenjol-benjol dengan ukuran ±5cm, exofitik, mudah berdarah, parametrium kanan dan kiri kaku, massa tidak mencapai dinding panggul. Rectoskopi dengan kesimpulan tak ada metastase ke mukosa rektum. BNO-IVP dengan kesimpulan fungsi sekresi dan eksresi kedua ginjal baik, tak tampak tanda-tanda bendungan, tak tampak batu radioopak pada proyeksi traktus urinarius, dan tampak Spondilitis Lumbalis. Foto Thorax dengan kesimpulan elongasi aorta, tak tampak kelainan radiologis pada Cor dan Pulmo. EKG dengan kesimpulan Synus Rhytm. Laboratorium Patologi Anatomik RS X dengan kesimpulan secara histologik sesuai dengan Karsinoma Sel Squamosa Tidak Berkeratin, berdiferensiasi sedang-buruk. Sistoskopi kesimpulan indentasi. Laboratorium Hematologi dalam batas normal.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, saya dapat memberikan kode ICD-10 dan kode ICD-9-CM procedure/tindakan medis untuk kondisi Ny. F sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: C53.9
- Deskripsi: Kanker serviks, tidak ditentukan
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.25
- Deskripsi: Kemoterapi untuk kondisi malignansi
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 C53.9 digunakan untuk menggambarkan diagnosis Kanker serviks, tidak ditentukan, yang sesuai dengan informasi yang diberikan bahwa Ny. F didiagnosis dengan Kanker serviks stadium IIIB.
2. Kode ICD-9-CM 99.25 digunakan untuk prosedur kemoterapi yang sedang dilakukan oleh Ny. F, yang disebutkan dalam informasi bahwa saat ini Ny. F akan menjalani kemoterapi ke-3.
Secara keseluruhan, kasus Ny. F dapat diringkas sebagai pasien berusia 28 tahun dengan diagnosis Kanker serviks stadium IIIB, yang saat ini sedang menjalani siklus kemoterapi ke-3 di Rumah Sakit X. -
Article No. 12817 | 24 Feb 2025
Klinis : Ca Servik Ny. F berusia 28 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMP, beralamat di Jl. PP Sragen. Masuk RS X pada tanggal 2 Januari 2025. Alasan masuk rumah sakit saat ini mau kemoterapi ke-3. Belum memiliki anak. Keluhan saat ini mual, dan gampang lelah. Klien mempertanyakan kenapa dirinya yang diberikan cobaan seperti ini. Datang berobat pertama kali ke RS X pada tanggal 1 Desember 2024 dirujuk dari RS A Sragen dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB, dengan keluhan utama perdarahan pervaginam. Riwayat perdarahan pervaginam di luar haid dan saat berhubungan sejak Mei 2024. Riwayat keputihan, gatal dan berbau sejak 1,5 tahun yang lalu, dan tidak pernah Pap Smear. Penurunan berat badan kira-kira 4 kg dalam 1 tahun terakhir. Riwayat gangguan/perdarahan saat BAK atau BAB tidak ada. Klien mempunyai riwayat menarche pada usia 13 tahun, menikah pertama kali pada usia 22 tahun, menikah 1 kali, riwayat obstetri P0 (belum pernah hamil). Riwayat merokok disangkal. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal, pada abdomen nampak batas tegas/garis area radioterapi, pada inspeksi vagina nampak vulva/labia utuh, tidak ada keluaran darah/fluor, tercium aroma odor yang khas, pada sistem integumen warna kulit coklat kehitaman, kelembaban cukup, sedikit kering pada ekstremitas atas dan bawah, turgor cukup baik. Berat badan 58 kg, tinggi badan 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang sudah dilakukan antara lain Biopsi Cerviks dengan kesimpulan Karsinoma sel squamosa tidak berkeratin serviks, berdiferensiasi buruk, ditemukan invasi limfovaskuler. Pemeriksaan Status didapatkan hasil tampak dan teraba massa berbenjol-benjol dengan ukuran ±5cm, exofitik, mudah berdarah, parametrium kanan dan kiri kaku, massa tidak mencapai dinding panggul. Rectoskopi dengan kesimpulan tak ada metastase ke mukosa rektum. BNO-IVP dengan kesimpulan fungsi sekresi dan eksresi kedua ginjal baik, tak tampak tanda-tanda bendungan, tak tampak batu radioopak pada proyeksi traktus urinarius, dan tampak Spondilitis Lumbalis. Foto Thorax dengan kesimpulan elongasi aorta, tak tampak kelainan radiologis pada Cor dan Pulmo. EKG dengan kesimpulan Synus Rhytm. Laboratorium Patologi Anatomik RS X dengan kesimpulan secara histologik sesuai dengan Karsinoma Sel Squamosa Tidak Berkeratin, berdiferensiasi sedang-buruk. Sistoskopi kesimpulan indentasi. Laboratorium Hematologi dalam batas normal.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Nyeri Akut
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau yang digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain).
- Penyebab: Progresivitas penyakit kanker serviks yang menyebabkan invasi dan kerusakan jaringan.
- Gejala dan Tanda: Klien mengeluhkan rasa nyeri di area pelvic, perdarahan pervaginam yang tidak normal, dan adanya massa di serviks.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- Penyebab: Penurunan nafsu makan akibat mual yang dirasakan klien, serta peningkatan kebutuhan nutrisi karena penyakit kanker serviks.
- Gejala dan Tanda: Klien mengalami penurunan berat badan sebesar 4 kg dalam 1 tahun terakhir.
3. Ansietas
- Definisi: Respon emosional dan psikologis individu terhadap sumber ancaman yang tidak jelas atau tidak diketahui.
- Penyebab: Klien merasa cemas dan mempertanyakan kenapa dirinya diberikan cobaan seperti ini.
- Gejala dan Tanda: Klien merasa cemas dan mempertanyakan kondisi penyakitnya.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Terkontrol
- Klien melaporkan nyeri berkurang.
- Klien mampu menggunakan teknik manajemen nyeri secara efektif.
- Vital sign stabil.
2. Status Nutrisi Membaik
- Berat badan stabil atau meningkat.
- Tidak ada tanda-tanda malnutrisi.
- Klien mampu mencapai asupan nutrisi yang adekuat.
3. Ansietas Terkendali
- Klien mampu mengungkapkan perasaan cemas.
- Klien mampu menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan.
- Tanda-tanda fisiologis kecemasan menurun.
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Nyeri
- Kaji nyeri secara komprehensif.
- Berikan analgesik sesuai instruksi medis.
- Ajarkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, dan kompres hangat.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk mengevaluasi efektivitas penatalaksanaan nyeri.
2. Manajemen Nutrisi
- Kaji status nutrisi klien secara komprehensif.
- Berikan nutrisi sesuai kebutuhan, seperti makanan tinggi kalori dan protein.
- Berikan edukasi dan konseling terkait nutrisi yang adekuat.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan dan mengevaluasi asupan nutrisi klien.
3. Manajemen Kecemasan
- Kaji tingkat kecemasan klien secara komprehensif.
- Berikan teknik relaksasi, seperti latihan napas dalam dan visualisasi positif.
- Berikan dukungan emosional dan spiritual.
- Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan.
- Berikan edukasi terkait penyakit dan proses pengobatan.
- Kolaborasi dengan tim psikolog/psikiater jika diperlukan.
Penjelasan yang Rinci dan Terperinci:
Sebagai perawat, saya telah menganalisis kondisi Ny. F dengan kanker serviks stadium IIIB. Berdasarkan data yang diperoleh, saya mengidentifikasi tiga diagnosa keperawatan utama, yaitu Nyeri Akut, Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh, dan Ansietas.
Untuk mengatasi Nyeri Akut, intervensi keperawatan yang diperlukan adalah Manajemen Nyeri. Hal ini dilakukan untuk mengelola nyeri yang dirasakan klien akibat progresivitas penyakit kanker serviks. Intervensi ini mencakup pengkajian nyeri secara komprehensif, pemberian analgesik sesuai instruksi medis, dan pengajaran teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, dan kompres hangat. Kolaborasi dengan tim medis juga diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas penatalaksanaan nyeri.
Selanjutnya, untuk mengatasi Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh, intervensi keperawatan yang diperlukan adalah Manajemen Nutrisi. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien yang menurun akibat mual dan penurunan nafsu makan. Intervensi ini mencakup pengkajian status nutrisi secara komprehensif, pemberian nutrisi sesuai kebutuhan (makanan tinggi kalori dan protein), edukasi dan konseling terkait nutrisi yang adekuat, serta kolaborasi dengan ahli gizi untuk merencanakan dan mengevaluasi asupan nutrisi klien.
Terakhir, untuk mengatasi Ansietas, intervensi keperawatan yang diperlukan adalah Manajemen Kecemasan. Hal ini dilakukan untuk membantu klien mengelola kecemasan yang dirasakan akibat penyakit yang dideritanya. Intervensi ini mencakup pengkajian tingkat kecemasan klien secara komprehensif, pemberian teknik relaksasi (latihan napas dalam dan visualisasi positif), pemberian dukungan emosional dan spiritual, pelibatan keluarga, edukasi terkait penyakit dan proses pengobatan, serta kolaborasi dengan tim psikolog/psikiater jika diperlukan.
Melalui penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif, diharapkan dapat membantu klien mencapai luaran/output yang diharapkan, yaitu Nyeri Terkontrol, Status Nutrisi Membaik, dan Ansietas Terkendali. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi pemulihan kondisi klien dan meningkatkan kualitas hidupnya. -
Article No. 12818 | 24 Feb 2025
Klinis : Ca Servik Ny. F berusia 28 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMP, beralamat di Jl. PP Sragen. Masuk RS X pada tanggal 2 Januari 2025. Alasan masuk rumah sakit saat ini mau kemoterapi ke-3. Belum memiliki anak. Keluhan saat ini mual, dan gampang lelah. Klien mempertanyakan kenapa dirinya yang diberikan cobaan seperti ini. Datang berobat pertama kali ke RS X pada tanggal 1 Desember 2024 dirujuk dari RS A Sragen dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB, dengan keluhan utama perdarahan pervaginam. Riwayat perdarahan pervaginam di luar haid dan saat berhubungan sejak Mei 2024. Riwayat keputihan, gatal dan berbau sejak 1,5 tahun yang lalu, dan tidak pernah Pap Smear. Penurunan berat badan kira-kira 4 kg dalam 1 tahun terakhir. Riwayat gangguan/perdarahan saat BAK atau BAB tidak ada. Klien mempunyai riwayat menarche pada usia 13 tahun, menikah pertama kali pada usia 22 tahun, menikah 1 kali, riwayat obstetri P0 (belum pernah hamil). Riwayat merokok disangkal. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal, pada abdomen nampak batas tegas/garis area radioterapi, pada inspeksi vagina nampak vulva/labia utuh, tidak ada keluaran darah/fluor, tercium aroma odor yang khas, pada sistem integumen warna kulit coklat kehitaman, kelembaban cukup, sedikit kering pada ekstremitas atas dan bawah, turgor cukup baik. Berat badan 58 kg, tinggi badan 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang sudah dilakukan antara lain Biopsi Cerviks dengan kesimpulan Karsinoma sel squamosa tidak berkeratin serviks, berdiferensiasi buruk, ditemukan invasi limfovaskuler. Pemeriksaan Status didapatkan hasil tampak dan teraba massa berbenjol-benjol dengan ukuran ±5cm, exofitik, mudah berdarah, parametrium kanan dan kiri kaku, massa tidak mencapai dinding panggul. Rectoskopi dengan kesimpulan tak ada metastase ke mukosa rektum. BNO-IVP dengan kesimpulan fungsi sekresi dan eksresi kedua ginjal baik, tak tampak tanda-tanda bendungan, tak tampak batu radioopak pada proyeksi traktus urinarius, dan tampak Spondilitis Lumbalis. Foto Thorax dengan kesimpulan elongasi aorta, tak tampak kelainan radiologis pada Cor dan Pulmo. EKG dengan kesimpulan Synus Rhytm. Laboratorium Patologi Anatomik RS X dengan kesimpulan secara histologik sesuai dengan Karsinoma Sel Squamosa Tidak Berkeratin, berdiferensiasi sedang-buruk. Sistoskopi kesimpulan indentasi. Laboratorium Hematologi dalam batas normal.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Nyeri Kronis
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah kerusakan tersebut dengan onset yang diprediksi atau berlangsung selama lebih dari 3 bulan.
- Gejala dan Tanda: Keluhan mual, mudah lelah, ekspresi wajah menunjukkan kesakitan, menghindar dari aktivitas.
2. Kelelahan
- Definisi: Suatu sensasi fisik dan mental yang tidak menyenangkan akibat ketidakseimbangan antara energi yang dikeluarkan dan diperoleh, serta memengaruhi kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.
- Gejala dan Tanda: Mudah lelah, meningkatnya kebutuhan istirahat, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3. Perubahan Citra Tubuh
- Definisi: Perubahan persepsi dan perasaan terhadap penampilan dan fungsi tubuh.
- Gejala dan Tanda: Perubahan pada fisik akibat penyakit/pengobatan, perasaan tidak nyaman dengan perubahan penampilan, ketidakpuasan terhadap penampilan tubuh.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Nyeri Kronis:
- Kriteria Hasil:
- Nyeri terkontrol, Intensitas nyeri menurun
- Mampu menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri
- Melaporkan rasa nyaman
2. Kelelahan:
- Kriteria Hasil:
- Tidak merasa kelelahan pada saat beraktivitas
- Beradaptasi dengan strategi manajemen energi
- Mampu memenuhi aktivitas sehari-hari
3. Perubahan Citra Tubuh:
- Kriteria Hasil:
- Menerima perubahan penampilan tubuh
- Melaporkan perasaan positif terhadap tubuh
- Dapat menyesuaikan diri dengan perubahan penampilan tubuh
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Nyeri Kronis:
- Manajemen Nyeri
- Terapi Komplementer: Relaksasi, Distraksi, Terapi Musik
- Edukasi Manajemen Nyeri
2. Kelelahan:
- Manajemen Energi
- Peningkatan Istirahat
- Edukasi Manajemen Kelelahan
3. Perubahan Citra Tubuh:
- Terapi Kognitif
- Terapi Kelompok
- Dukungan Emosional
- Edukasi Perubahan Citra Tubuh
Penjelasan Rinci:
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi Ny. F dengan Ca Serviks adalah Nyeri Kronis, Kelelahan, dan Perubahan Citra Tubuh. Ny. F mengalami keluhan mual, mudah lelah, dan mempertanyakan cobaan yang sedang dialaminya, menunjukkan adanya nyeri kronis dan kelelahan. Selain itu, Ny. F juga mengalami perubahan fisik akibat penyakit dan pengobatan, yang dapat memengaruhi citra tubuhnya.
Luaran yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan adalah Ny. F dapat mengendalikan nyeri, beradaptasi dengan kelelahan, dan menerima perubahan citra tubuh. Intervensi Keperawatan yang diperlukan mencakup manajemen nyeri, terapi komplementer, edukasi, manajemen energi, peningkatan istirahat, terapi kognitif, terapi kelompok, dan dukungan emosional. -
Article No. 12819 | 24 Feb 2025
Klinis : Ca Servik Ny. F berusia 28 tahun, agama Islam, pekerjaan ibu rumah tangga, pendidikan terakhir SMP, beralamat di Jl. PP Sragen. Masuk RS X pada tanggal 2 Januari 2025. Alasan masuk rumah sakit saat ini mau kemoterapi ke-3. Belum memiliki anak. Keluhan saat ini mual, dan gampang lelah. Klien mempertanyakan kenapa dirinya yang diberikan cobaan seperti ini. Datang berobat pertama kali ke RS X pada tanggal 1 Desember 2024 dirujuk dari RS A Sragen dengan diagnosa kanker serviks stadium IIIB, dengan keluhan utama perdarahan pervaginam. Riwayat perdarahan pervaginam di luar haid dan saat berhubungan sejak Mei 2024. Riwayat keputihan, gatal dan berbau sejak 1,5 tahun yang lalu, dan tidak pernah Pap Smear. Penurunan berat badan kira-kira 4 kg dalam 1 tahun terakhir. Riwayat gangguan/perdarahan saat BAK atau BAB tidak ada. Klien mempunyai riwayat menarche pada usia 13 tahun, menikah pertama kali pada usia 22 tahun, menikah 1 kali, riwayat obstetri P0 (belum pernah hamil). Riwayat merokok disangkal. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal, pada abdomen nampak batas tegas/garis area radioterapi, pada inspeksi vagina nampak vulva/labia utuh, tidak ada keluaran darah/fluor, tercium aroma odor yang khas, pada sistem integumen warna kulit coklat kehitaman, kelembaban cukup, sedikit kering pada ekstremitas atas dan bawah, turgor cukup baik. Berat badan 58 kg, tinggi badan 150 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium dan diagnostik yang sudah dilakukan antara lain Biopsi Cerviks dengan kesimpulan Karsinoma sel squamosa tidak berkeratin serviks, berdiferensiasi buruk, ditemukan invasi limfovaskuler. Pemeriksaan Status didapatkan hasil tampak dan teraba massa berbenjol-benjol dengan ukuran ±5cm, exofitik, mudah berdarah, parametrium kanan dan kiri kaku, massa tidak mencapai dinding panggul. Rectoskopi dengan kesimpulan tak ada metastase ke mukosa rektum. BNO-IVP dengan kesimpulan fungsi sekresi dan eksresi kedua ginjal baik, tak tampak tanda-tanda bendungan, tak tampak batu radioopak pada proyeksi traktus urinarius, dan tampak Spondilitis Lumbalis. Foto Thorax dengan kesimpulan elongasi aorta, tak tampak kelainan radiologis pada Cor dan Pulmo. EKG dengan kesimpulan Synus Rhytm. Laboratorium Patologi Anatomik RS X dengan kesimpulan secara histologik sesuai dengan Karsinoma Sel Squamosa Tidak Berkeratin, berdiferensiasi sedang-buruk. Sistoskopi kesimpulan indentasi. Laboratorium Hematologi dalam batas normal.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, luaran yang diharapkan, dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk kondisi Ny. F dengan kanker serviks.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri Kronis berhubungan dengan proses penyakit kanker serviks ditandai dengan keluhan mual dan gampang lelah.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh berhubungan dengan penurunan berat badan akibat kanker serviks.
3. Kecemasan berhubungan dengan prognosis penyakit kanker serviks ditandai dengan pertanyaan "kenapa saya yang diberikan cobaan seperti ini?".
4. Resiko Infeksi berhubungan dengan penurunan sistem imun akibat proses penyakit dan efek terapi.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Nyeri Kronis:
- Pasien melaporkan nyeri berkurang dari skala 8 menjadi ≤4.
- Pasien dapat mengenali faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri.
- Pasien dapat mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri yang efektif.
2. Keseimbangan Nutrisi:
- Pasien dapat mempertahankan berat badan dalam rentang normal.
- Pasien dapat mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya.
- Pasien dapat menjelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat selama proses pengobatan.
3. Tingkat Kecemasan:
- Pasien dapat mengidentifikasi penyebab kecemasan.
- Pasien dapat mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengurangi kecemasan.
- Pasien dapat menyatakan harapan dan rencana untuk menghadapi prognosis penyakitnya.
4. Bebas Infeksi:
- Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi selama proses pengobatan.
- Pasien dapat melakukan perawatan diri yang tepat untuk mencegah infeksi.
- Pasien dapat menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan dan hygiene selama pengobatan.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Nyeri Kronis:
- Kaji intensitas, karakteristik, dan lokasi nyeri secara berkala.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik yang tepat.
- Ajarkan pasien teknik nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, dan kompres hangat.
- Berikan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien.
2. Keseimbangan Nutrisi:
- Kaji status nutrisi pasien secara komprehensif.
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi yang adekuat selama pengobatan.
- Pantau asupan dan output cairan pasien secara berkala.
3. Tingkat Kecemasan:
- Kaji tingkat kecemasan pasien dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
- Berikan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien.
- Ajarkan teknik relaksasi, distraksi, dan visualisasi untuk mengurangi kecemasan.
- Kolaborasi dengan tim kesehatan mental untuk intervensi psikologis yang diperlukan.
4. Bebas Infeksi:
- Kaji tanda dan gejala infeksi secara berkala.
- Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan dan hygiene.
- Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi antibiotik atau antiviral jika diperlukan.
- Pantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait fungsi imun pasien.
Semoga penjelasan ini dapat membantu Anda dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk Ny. F dengan kanker serviks. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal lebih lanjut jika diperlukan.