{"id":95,"date":"2019-06-25T12:07:56","date_gmt":"2019-06-25T12:07:56","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=95"},"modified":"2019-11-06T23:11:18","modified_gmt":"2019-11-06T23:11:18","slug":"ips-letak-dan-luas-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/ips-letak-dan-luas-indonesia\/","title":{"rendered":"IPS70102 &#8211; Letak dan Luas Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">I P S &#8211; Letak dan Luas Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Pemahaman Lokasi Melalui Wawasan Peta .<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lokasi suatu tempat dapat dilihat pada sebuah peta. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada suatu bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala. Pada peta terdapat sejumlah informasi yang menyertainya. Kalian harus mampu membaca peta agar dapat memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagaimanakah memperoleh informasi pada sebuah peta? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikanlah peta berikut ini. Selanjutnya lakukanlah aktivitas kelompok pada kotak aktivitas kelompok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bangsa Babilonia merupakan pembuat peta pertama yang digambar pada bidang datar sekitar 2.300 SM. Peta tersebut digambar pada tanah liat berbentuk yang dibentuk seperti papan tulis berukuran kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96 aligncenter\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/peta-babilonia.jpg\" alt=\"\" width=\"282\" height=\"278\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-101 aligncenter\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/peta-Indonesia.png\" alt=\"\" width=\"589\" height=\"351\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/peta-Indonesia.png 835w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/peta-Indonesia-300x179.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/peta-Indonesia-768x458.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 589px) 100vw, 589px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah peta wilayah Indonesia berikut ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2.Uraikanlah posisi Indonesia dengan menjawab pertanyaan berikut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a.Negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b.Samudra yang mengelilingi wilayah Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c.Benua yang berdekatan dengan wilayah Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">d.Batas wilayah Indonesia secara astronomis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3.Deskripsikan keadaan muka bumi salah satu pulau besar di Indonesia!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebuah peta terdiri atas beberapa komponen penyusunannya. Komponen penyusunannya terdiri atas judul peta, skala peta, orientasi utara, simbol peta, garis astronomis, inset, legenda, dan sumber peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Judul Peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Judul peta menunjukkan isi suatu peta. Sebagai contoh, judul sebuah peta, \u201cpeta penggunaan lahan di Indonesia\u201d, maka isi dari peta tersebut adalah sebaran penggunaan lahan yang ada di Indonesia berupa permukiman, hutan, perkebunan, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Skala Peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Contoh, skala sebuah peta adalah 1 : 1.000.000, berarti objek yang jaraknya 1 cm di peta berbanding dengan 1.000.000 cm atau 1 km di lapangan. Skala peta dapat dibedakan menjadi skala angka dan skala garis atau grafis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1). Skala Angka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1:10.000. Jika tidak disebutkan satuannya di belakang angka tersebut berarti satuan yang digunakan adalah cm, sehingga skala angka tersebut dibaca 1 cm di peta sama dengan 10.000 cm di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2). Skala Garis atau Grafis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Skala grafis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran tertentu. Skala grafis biasanya ada dalam kolom legenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-103\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/skala-grafis-300x61.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/skala-grafis-300x61.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/skala-grafis.png 532w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika contoh skala grafis tersebut dibuat skala angkanya, maka skalanya adalah 1 : 500.000 karena 1 cm di peta berbanding 5 km di lapangan. Satuan dalam kilometer diubah menjadi sentimeter, sehingga 5 km jika diubah ke dalam cm menjadi 500.000 cm. Karena itu, skala peta menjadi 1 : 500.000.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Orientasi Utara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya sebuah peta memiliki orientasi arah utara. Bentuk orientasi ditunjukkan oleh simbol berbentuk panah dengan bentuk yang bervariasi. Penempatannya pada kolom legenda atau pada bagian yang kosong di muka peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-104 \" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-utara.png\" alt=\"\" width=\"665\" height=\"202\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-utara.png 794w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-utara-300x91.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-utara-768x233.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Simbol Peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Simbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan simbol peta adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam membaca dan memahami isi peta. Berdasarkan bentuknya, simbol peta dapat dibedakan menjadi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1). Simbol Titik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Simbol titik pada peta dapat beragam bentuknya. Simbol titik dapat berupa lingkaran, bujur sangkar, segitiga, dan lainnya. Lambang ibu kota biasanya diberi simbol bujur sangkar, gunung api berbentuk segitiga dan ibukota kabupaten berbentuk lingkaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-105\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-titik.png\" alt=\"\" width=\"236\" height=\"161\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2). Simbol Garis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Simbol garis dapat digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan. Ketebalan garis dapat diatur sesuai dengan kaidah perpetaan. Simbol jalan biasanya berupa garis kontinu (tanpa putus-putus) dengan ketebalan sesuai dengan kelas jalannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-107\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-garis-300x300.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-garis-300x300.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-garis-150x150.png 150w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-garis.png 617w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3). Simbol Warna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Simbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek tertentu karena ada aturan perpetaan. Misalnya warna perairan (sungai, danau dan laut) diberi warna biru, jalan diberi warna merah, dan lain-lain. Warna ketinggian dan kedalaman disesuaikan dengan objeknya yang menunjukkan adanya perubahan secara teratur dan seterusnya. Misalnya, kedalaman laut diberi warna biru dengan tingkat perubahan yang teratur dari biru terang ke biru gelap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-109 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-warna.png\" alt=\"\" width=\"474\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-warna.png 474w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-warna-300x123.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 474px) 100vw, 474px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4). Simbol Area.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Objek yang digambar pada peta biasanya berupa ilustrasi dari objek yang ada di lapangan. Simbol area juga memiliki aturan tertentu dalam pemetaannya. Misalnya, area berupa sawah digambarkan dalam bentuk polygon tertutup yang di dalamnya terdapat symbol tanaman padi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-110\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-area-300x220.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"220\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-area-300x220.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-area-768x563.png 768w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-area.png 921w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">e. Garis Koordinat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. Garis koordinat sangat penting pada peta karena akan menunjukkan lokasi pada peta dibanding lokasi lainnya di permukaan bumi serta menggambarkan karakteristik suatu lokasi atau wilayah yang dipetakan. Sebagai contoh, suatu lokasi yang terletak pada lintang tropis akan memiliki karakteristik iklim tropis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">f. Inset.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Inset merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan diantara lokasi lainnya yang lebih luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-111 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-koordinat.png\" alt=\"\" width=\"398\" height=\"415\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-koordinat.png 398w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/simbol-koordinat-288x300.png 288w\" sizes=\"auto, (max-width: 398px) 100vw, 398px\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">g.Legenda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Legenda menunjukkan keterangan semua objek yang ada atau muncul pada muka peta. Pada legenda inilah seorang pembaca peta akan mengetahui tentang objek yang ada pada wilayah yang dipetakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-113 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/legenda.png\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/legenda.png 500w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/legenda-300x205.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">h.Sumber Peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber peta menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari sumber peta inilah diperoleh informasi untuk pembuat peta, sehingga bisa dinilai kualitas peta yang dihasilkannya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Letak dan Luas Indonesia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Letak suatu tempat dipermukaan bumi tidak hanya sekadar menunjukkan posisinya diantara tempat lainnya. Letak suatu tempat menunjukkan pula karakteristik tempat tersebut. Sebagai contoh, suatu tempat berada di daerah pantai. Karakteristik tempat tersebut dapat diidentifikasi bersuhu tinggi, berupa dataran rendah, sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan, dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Letak juga menunjukkan posisi suatu tempat terhadap tempat lainnya. Dalam hal ini, ada tempat yang strategis, terisolasi, dan seterusnya. Sebagai contoh, suatu tempat berada di pusat kota. Karena letaknya, tempat tersebut dapat dicapai dari berbagai lokasi dengan mudah, sehingga menjadi pusat kegiatan penduduk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia terletak antara 95 derajat B T \u2013 141 derajat B T ; dan 6 derajat L U &#8211;\u00a0 11 derajat L S. Karena letaknya tersebut, Indonesia termasuk ke dalam wilayah tropis. Wilayah tropis dibatasi oleh lintang 23,5 derajat L U ; dan 23,5 derajat\u00a0 L S. Perhatikanlah peta berikut ini. Daerah yang ditandai arsiran merupakan wilayah tropis dan Indonesia seluruhnya masuk dalam wilayah tropis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kita harus bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia. Sinar matahari selalu ada sepanjang tahun dan suhu udara tidak ekstrim (tidak jauh berbeda antarmusim), sehingga masih cukup nyaman untuk melakukan berbagai kegiatan baik di dalam atau di luar rumah. Di daerah lintang sedang kondisi cuaca sangat berbeda antar musim. Pada musim dingin, suhu udara dapat mencapai di bawah 0 derajat Celsius, sehingga sering terjadi hujan salju yang menutupi jalan dan fasilitas lainnya. Akibatnya, kegiatan manusia banyak yang terganggu. Sebaliknya, pada musim panas suhu udara dapat mencapai lebih dari 40 derajat\u00a0 Celcius, sehingga sangat tidak nyaman beraktivitas di dalam dan luar ruangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain dilihat dari posisi koordinatnya (letak astronomis), letak suatu tempat juga dapat dilihat secara geografis. Apa yang dimaksud dengan letak geografis? Letak geografis merupakan posisi suatu wilayah atau negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Secara geografis, Indonesia berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Selain itu,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia berada di antara dua samudra, yaitu Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia. Wilayah Indonesia juga berbatasan dengan sejumlah wilayah, baik wilayah negara atau samudra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indonesia berbatasan dengan 10 (sepuluh) negara tetangga, baik berupa batas darat maupun batas laut. Indonesia berbatasan di darat dengan negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG), dan Timor Leste, sedangkan batas lautnya dengan negara India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua New Guinea, Australia, dan Timor-Leste. Batas Indonesia juga dapat dilihat dari posisinya (utara, selatan, barat, timur), yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebelah utara Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan Laut CinaSelatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebelah selatan Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra Hindia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebelah barat Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebelah timur Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa keuntungan letak geografis bagi Indonesia? Letak geografis Indonesia sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas perdagangan dunia antara negara-negara dari Asia Timur dengan negara-negara di Eropa, Afrika dan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Timur Tengah, dan India. Kapal-kapal dagang yang mengangkut berbagai komoditas dari Jepang, China, dan negara-negara lainnya melewati Indonesia menuju negara-negara tujuan di Eropa. Indonesia juga dilewati jalur perdagangan dari Asia ke arah Australia dan Selandia Baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-185 size-full\" src=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/pelayaran-dunia.png\" alt=\"\" width=\"825\" height=\"424\" srcset=\"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/pelayaran-dunia.png 825w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/pelayaran-dunia-300x154.png 300w, https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/pelayaran-dunia-768x395.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Negara-negara lain menjual berbagai produk barang seperti porselen, kain sutra, tenunan halus, mesin, dan lain-lain ke Indonesia. Selain keuntungan, letak geografis Indonesia juga memberi dampak yang merugikan. Budaya dari negara lain yang tidak selalu sesuai dengan budaya Indonesia kemudian masuk dan memengaruhi kehidupan budaya bangsa Indonesia, misalnya pergaulan bebas, kesantunan, dan lain-lain. Selain itu, Indonesia juga rentan terhadap masuknya barang-barang terlarang yang diselundupkan seperti senjata api dan narkoba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika kamu perhatikan peta jalur perhubungan dunia, tampak banyak alternatif rute pelayaran dunia. Jalur pelayaran tersebut melewati sejumlah selat di dunia. Selat mana saja yang dilewati? Tulislah nama-nama selat dan nama negara yang menguasai selat tersebut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun tampak rumit, rute pelayaran utama (<em><i>core route<\/i><\/em>) pelayaran dunia relatif sederhana, yaitu menghubungkan Amerika Utara, Eropa dan Asia Pasifik melalui Terusan Suez, Selat Malaka, dan Terusan Panama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikanlah! Indonesia dilalui oleh jalur pelayaran utama dunia. Jalur utama tersebut merupakan jalur pelayaran perdagangan paling penting dan melayani pasar utama dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di samping itu, terdapat rute pelayaran pendukung (<em><i>secondary route<\/i><\/em>) yang melayani pasar yang lebih kecil. Perhatikan. Selain dilalui jalur utama, Indonesia juga dilalui oleh jalur pelayaran sekunder. Indonesia berada di Benua Asia yang saat ini perkembangan ekonominya sangat cepat. Pernahkah kamu mendengar tentang kemajuan yang pesat dari negara Jepang, China, Korea, dan Taiwan? Ke manakah mereka menjual produk-produknya? Jalur mana yang mereka gunakan untuk mengirim produknya? Lautan dan negara\u00a0mana saja yang mereka lewati untuk mengirimkan barangnya ke Australia,\u00a0Eropa, Afrika, dan Asia Barat Daya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Amati peta jalur perhubungan dunia untuk menentukan negara-negara yang dilewati jalur perdagangan tersebut. Jika kamu perhatikan peta jalur perhubungan dunia, tampak negara-negara Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, menggunakan jalur Selat Malaka untuk mengirimkan barang-barang ekspor ke berbagai wilayah di dunia seperti Afrika, Timur\u00a0Tengah, dan Eropa. Demikian halnya dengan negara-negara Eropa yang menggunakan Selat Malaka untuk menyalurkan ekspornya ke berbagai negara di Asia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keuntungan posisi Indonesia juga dapat dilihat secara geologis. Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng, yaitu Lempeng Eurasia,\u00a0Lempeng Pasifik, dan Lempeng\u00a0 Hindia. Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api. Keuntungan dari letak geologi seperti ini adalah beragamnya potensi sumber energi dan mineral.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain letaknya yang startegis Indonesia juga memiliki luas wilayah yang tergolong besar. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan wilayah\u00a0Indonesia terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km persegi dan perairan seluas 3.257.483 kilometer persegi (km2). Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, maka luas wilayah Indonesia (daratan dan lautan) kurang lebih sama dengan Eropa atau hampir sama dengan Amerika Serikat atau Australia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Daratannya terdiri atas 13.466 pulau yang menjadikannya sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Banyaknya pulau membuat garis pantainya juga sangat besar yaitu mencapai 99.030 kilometer.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>I P S &#8211; Letak dan Luas Indonesia. 1. Pemahaman Lokasi Melalui Wawasan Peta . Lokasi suatu tempat dapat dilihat pada sebuah peta. Peta adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[8,21,16],"tags":[10,9,19],"class_list":["post-95","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-pengetahuan-sosial","category-ips-7","category-kls-7","tag-ips","tag-kelas-7","tag-peta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":186,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95\/revisions\/186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}