{"id":513,"date":"2020-05-11T14:07:58","date_gmt":"2020-05-11T14:07:58","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=513"},"modified":"2020-05-11T15:04:23","modified_gmt":"2020-05-11T15:04:23","slug":"smp-7-agama-katolik-bab-5-meneladani-karakter-dan-sikap-yesus-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/smp-7-agama-katolik-bab-5-meneladani-karakter-dan-sikap-yesus-bagian-2\/","title":{"rendered":"SMP 7 &#8211; Agama Katolik &#8211; Bab 5 &#8211; Meneladani Karakter dan Sikap Yesus &#8211; Bagian 2."},"content":{"rendered":"<p>SMP 7 &#8211; Agama Katolik &#8211; Bab 5 &#8211; Meneladani Karakter dan Sikap Yesus &#8211; Bagian 2.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>C. Yesus Sang Pengampun<br \/>\nSetiap orang pasti pernah melakukan kesalahan baik terhadap diri sendiri,<br \/>\nterhadap orang lain maupun terhadap Tuhan. Namun demikian tidak semua<br \/>\norang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas<br \/>\nkesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati<br \/>\nuntuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah<br \/>\nkepadanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan<br \/>\nmenyakitkan hati.<br \/>\nKasih yang diberikan Yesus tertuju pada semua orang, baik bagi mereka<br \/>\nyang menderita, juga bagi mereka yang bersalah kepada-Nya. Yesus memberikan<br \/>\nteladan kepada kita tentang bagaimana memberikan pengampunan tanpa<br \/>\nbatas.<br \/>\nHai inilah yang akan kamu dalami bersama pada bagian ini, yaitu tentang<br \/>\nbagaimana keteladanan Yesus dalam memberikan pengampunan tanpa batas<br \/>\nkepada semua orang yang datang dan memohon pengampunan kepada-Nya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Doa<br \/>\nBapa yang Mahabaik,<br \/>\nTerima kasih atas penyertaan-Mu kepada kami sampai saat ini.<br \/>\nBerkatilah kami hari ini, teristimewa pada saat ini,<br \/>\nkami ingin belajar bersama, menemukan kehendak-Mu,<br \/>\ndi dalam diri Yesus Putera-Mu.<br \/>\nSehingga kami mampu untuk hidup saling mengampuni,<br \/>\ndengan demikian akan terjalin kehidupan yang rukun dan damai.<br \/>\nBukalah hati dan pikiran kami, Bapa.<br \/>\nTunjukkanlah kepada kami, jalan-Mu dan kehendak-Mu,<br \/>\nyang harus kami jalani sepanjang hidup kami.<br \/>\nDemi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami.<br \/>\nAmin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1. Pengalaman Diampuni dan Mengampuni dalam Hidup Sehari-hari.<\/p>\n<p>2. Yesus Mengajarkan Soal Pengampunan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mat 18: 21-35<br \/>\n21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: \u201cTuhan, sampai berapa<br \/>\nkali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?<br \/>\nSampai tujuh kali?\u201d 22 Yesus berkata kepadanya: \u201cBukan! Aku berkata kepadamu:<br \/>\nBukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23<br \/>\nSebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan<br \/>\nperhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan<br \/>\nperhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang<br \/>\nsepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan<br \/>\nhutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya<br \/>\ndan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu<br \/>\nmenyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.<br \/>\n27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga<br \/>\nia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba<br \/>\nitu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus<br \/>\ndinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar<br \/>\nhutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah<br \/>\ndahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan<br \/>\nkawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat<br \/>\nitu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala<br \/>\nyang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang<br \/>\nitu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah<br \/>\nkuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkau<br \/>\npun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?<br \/>\n34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo,<br \/>\nsampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan<br \/>\nberbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak<br \/>\nmengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.<br \/>\n\u2022 Setelah membaca Firman Tuhan tersebut, tanyakan terlebih dahulu hal-hal<br \/>\nyang belum dapat kamu pahami.<br \/>\n\u2022 cobalah untuk merenungkannya.<br \/>\nMasuklah dalam kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.<br \/>\na. Bagaimana pendapat Petrus tentang memberi pengampunan?<br \/>\nb. Bagaimana pendapat Yesus tentang memberi pengampunan?<br \/>\nc. Berdasarkan pendapat Yesus, sikap apa saja yang kita perlukan agar dapat<br \/>\nmelakukan pengampunan seperti yang diajarkan Yesus?<\/p>\n<p>d. Menurutmu, apa saja tahap-tahap bagi seseorang untuk memberikan<br \/>\npengampunan?<br \/>\nSetelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya,<br \/>\ndan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.<br \/>\nUntuk lebih memahami makna pengampunan, sekarang , baca dan renungkan<br \/>\nisi cerita berikut ini.<\/p>\n<p>Pengampunan Tuhan<br \/>\nPada suatu hari seorang misionaris di satu Kepulauan Pasifik terkejut melihat<br \/>\nseorang perempuan memasuki gubuknya sambil membawa sejumlah pasir<br \/>\nyang masih basah dengan air laut.<br \/>\n\u201cTahukan Anda apa ini?\u201d tanyanya. \u201cSepertinya pasir\u201d, jawab misionaris itu.<br \/>\n\u201cTahukah Anda mengapa saya membawa pasir ini ke sini?\u201d tanyanya.<br \/>\n\u201cInilah dosa-dosa saya\u201d, jelas wanita itu, \u201cdosa-dosa saya tidak terhitung<br \/>\nbanyaknya seperti pasir di laut. Bagaimana saya dapat mendapatkan<br \/>\npengampunan bagi semua dosa saya ini?\u2019<br \/>\n\u201cKamu mengambil pasir itu dari pantai, bukan?\u201d kata misionaris itu.<br \/>\n\u201cSekarang, kembalikanlah ke sana dan buatlah gundukan pasir. Lalu, duduk dan<br \/>\nlihatlah bagaimana ombak datang dan mengikis habis gundukan itu perlahanlahan<br \/>\ntapi pasti. Itulah cara bekerjanya pengampunan Tuhan. Belas kasih-Nya<br \/>\nseluas lautan. Menyesallah sungguh-sungguh, maka Tuhan akan mengampuni<br \/>\nengkau\u201d.<br \/>\n(Kumpulan Cerita Romo Yos Lalu. Pr, Percikan Kisah Anak Manusia, Komkat KWI)<br \/>\nUntuk Dipahami<br \/>\n\u2022 Dalam kehidupan kita, sering kita lihat bahwa tidak semua orang bila melakukan<br \/>\nkesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian<br \/>\npula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan<br \/>\natau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah dan berusaha<br \/>\nmeminta maaf atau mohon pengampunan padanya, apalagi jika dirasa bahwa<br \/>\nkesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati.<br \/>\n\u2022 Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang sulit untuk memaafkan<br \/>\natau juga orang sulit untuk meminta maaf atas kesalahannya, yaitu antara lain:<br \/>\n(a) karena keinginan untuk mempertahankan \u201charga diri\u201d atau wibawa, (b)<br \/>\nkarena gengsi, dan (c) karena sikap egois dan mau menang sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2022 Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni dapat mengakibatkan:<br \/>\n(a) menumbuhkan rasa dendam, yang sesungguhnya dapat merugikan diri<br \/>\nsendiri, (b) orang yang bersalah pada akhirnya menanggung rasa bersalah<br \/>\nsecara berkepanjangan, dan (c) tumbuhnya permusuhan dan kebencian.<br \/>\n\u2022 Meminta maaf atau memberi pengampunan, sesungguhnya dapat<br \/>\nmenguntungkan, baik bagi yang bersalah maupun bagi orang yang telah<br \/>\ndirugikan.<br \/>\n\u2022 Dengan mau mengampuni, ataupun mau meminta maaf, akan dapat<br \/>\nmenjadikan hati kita tenang, tenteram, damai, jauh dari segala permusuhan<br \/>\ndan dendam, bahkan dengan memaafkan atau meminta maaf, hubungan kita<br \/>\ndengan sesama dan dengan Tuhan akan tetap terjalin dengan harmonis dan<br \/>\nmenyenangkan.<br \/>\n\u2022 Yesus berfirman: \u201cBukan!, Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali,<br \/>\nmelainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.\u201d Pengampunan itu tanpa batas,<br \/>\ntanpa perhitungan. Karena pengampunan kepada sesama tidak mungkin<br \/>\ndipisahkan dari pengampunan Allah.<br \/>\n\u2022 Yesus melakukan pengampunan kepada perempuan yang kedapatan berzinah.<br \/>\nKepada perempuan yang berdosa ini, Yesus tidak mengadili, tetapi memberi<br \/>\nkesempatan kepada perempuan tersebut untuk berubah dan tidak melakukan<br \/>\ndosa lagi. Yesus memberi kesempatan kepada pendosa itu untuk bertobat.<br \/>\n\u2022 Kesediaan untuk mengampuni merupakan kualitas spiritualitas yang tinggi.<br \/>\nSemakin mampu mengampuni, berarti kita semakin diperkaya oleh kasih<br \/>\nAllah, semakin dimampukan untuk dipakai<\/p>\n<p>3. Refleksi<br \/>\nHidup damai, tenteram dan penuh dengan kasih akan kita capai, apabila kita<br \/>\ndapat saling mengampuni satu sama lain. Keberaniaan untuk meminta maaf adalah<br \/>\nsuatu pertanda keseriusan dalam mewujudkan pertobatan. Pernahkah kamu dengan<br \/>\nberani menyampaikan maaf atas kesalahan? Pernahkan kalian memaafkan teman?<br \/>\nMakna apa yang kalian peroleh dengan memaafkan? Bagaimana perasaanmu ketika<br \/>\nkesalahanmu dimaafkan? Apa yang diajarkan Yesus tentang memberi maaf? Apa<br \/>\nkebiasaan yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan perwujudan<br \/>\natas pelajaran ini?<br \/>\nSetelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi.<br \/>\nDoa<br \/>\nMari kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa melalui lagu<br \/>\nberikut ini ( Nyanyikan dengan penuh penghayatan).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>D. Yesus Pejuang Kesetaraan<br \/>\nGender<br \/>\nPerempuan dan laki-laki tentu saja berbeda secara fisik dan psikis. Tetapi<br \/>\nsebagai manusia yang merupakan alah citra Allah, perempuan dan laki-laki<br \/>\nmemiliki martabat yang sama. Namun kenyataannya dalam masyarakat<br \/>\nmasih banyak ditemui perlakuan-perlakuan diskriminatif yang didasarkan pada<br \/>\nperbedaan antara perempuan dan laki-laki. Kebanyakan perlakukan diskriminatif<br \/>\ntersebut lebih banyak menjadikan kaum perempuan sebagai korban. Lihat saja,<br \/>\nbanyak warga masyarakat yang menolak perempuan jadi pemimpin masyarakat<br \/>\natau menduduki jabatan tertentu, atau banyak kasus lainnya. Oleh karena itu<br \/>\nsampai saat ini masalah kesetaraan atau kesederajatan masih memerlukan<br \/>\nperjuangan, perempuan maupun laki-laki.<br \/>\nYesus pun melakukan perjuangan yang cukup keras dalam menegakkan<br \/>\nkesetaraan gender. Pada masa hidupnya, kaum wanita dipandang sebagai<br \/>\nkelompok warga masyarakat yang kurang diperhitungkan, maka direndahkan,<br \/>\ntidak diperhitungkan, dianggap pendosa dan sebagainya.<br \/>\nBagaimana persisnya perjuangan Yesus dalam menegakkan kesetaraan<br \/>\nGender, dan apa yang dapat kamu lakukan dalam ikut serta memperjuangkan<br \/>\nkesetaraan gender. Jawabannya dapat kamu temukan dalam pelajaran ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Doa<br \/>\nAllah Bapa kami yang penuh kasih,<br \/>\nEngkau senantiasa memberikan berkat kepada kami tanpa kecuali.<br \/>\nBerikanlah kami rahmat-Mu pada hari ini, agar kami mampu memahami firman-Mu dalam<br \/>\nYesus Kristus Putera-Mu. Ajarlah kami untuk membuka diri, membuka hati dan pikiran kami,<br \/>\nagar keteladanan yang Yesus berikan kepada kami,<br \/>\ndapat kami laksanakan dalam kehidupan kami sehari-hari.<br \/>\nTerlebih dalam usaha-Nya untuk memperjuangkan kesetaraan,<br \/>\nbagi seluruh umat manusia baik laki-laki maupun perempuan.<br \/>\nEngkau kami puji ya Bapa, kini dan sepanjang masa.<br \/>\nAmin<br \/>\n1. Praktik Kesetaraan Gender dalam Masyarakat<br \/>\nMasalah perjuangan kesetaraan gender jarang mendapat perhatian dalam<br \/>\nkehidupan masyarakat kita. Tentu saja hal itu tidak sehat bila dibiarkan terus.<br \/>\nKita beruntung mempunyai contoh keluarga yang sudah meperjuangkan dan<br \/>\nmempraktekkannya, sebagaimana nampak dalam kisah berikut:<br \/>\nBaca dan pahami artikel berikut ini!<br \/>\nMendidik Keluarga tanpa Perbedaan Gender<br \/>\nSeorang ibu rumah tangga menyampaikan pengalamannya dalam<br \/>\nmembimbing anak-anak mereka di tengah keluarga. Namanya Ibu Enny. Ibu<br \/>\nEnny berpandangan bahwa seorang perempuan harus memiliki sifat mandiri,<br \/>\napalagi untuk zaman sekarang, di mana emansipasi wanita didengungkan di<br \/>\ntengah-tengah masyarakat. Kaum pria zaman sekarang juga tidak menyukai<br \/>\nperempuan yang sifatnya penuh ketergantungan. Dalam mendidik anakanaknya,<br \/>\nibu Enny berjuang dengan berusaha senantiasa memberikan<br \/>\npandangan yang positif akan perempuan.<br \/>\nMemang disadari bahwa perempuan tidak akan terbebas dari tugasnya<br \/>\nuntuk mengurus rumah tangga, seperti memasak, menyiapkan keperluan<br \/>\nanak-anak, membersihkan rumah dan lain sebagainya. Namun demikian,<br \/>\nibu Enny menanamkan kepada anak-anak perempuannya bahwa tugas<br \/>\nsebagai wanita dalam mengurus rumah tangga bukan berarti akan menjadi<br \/>\npenghalang bagi seorang perempuan untuk berkarier.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh karenanya, setiap hari, ibu Enny berusaha menanamkan kepada anakanaknya<br \/>\nsuatu kebiasaan untuk menghargai atau memperlakukan seseorang<br \/>\nbukan berdasar jenis kelamin. Kepada anak yang perempuan ditanamkan<br \/>\nsikap mandiri dan tidak bergantung kepada saudara yang laki-laki. Kepada<br \/>\nanak yang laki-laki ditanamkan pula sikap untuk tidak memandang bahwa<br \/>\ntugas perempuan hanya di rumah.<br \/>\nSetelah kalian membaca bacaan tadi, cobalah untuk bersama temanmu<br \/>\nmembuat pertanyaan untuk semakin mendalami makna kesetaraan.<br \/>\nMasuklah dalam kelompok dan bahaslah pertanyaan-pertanyaan tersebut<br \/>\ndalam kelompokmu.<br \/>\nSetelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya,<br \/>\ndan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.<br \/>\n2. Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender<br \/>\nBaca teks Kitab Suci berikut ini secara perlahan-lahan sambil membayangkan<br \/>\nseolah-olah kamu ada dalam peristiwa itu dan menjadi salah satu tokoh dalam<br \/>\nperistiwa itu!<br \/>\nYohanes 8:2-11<br \/>\n2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-<br \/>\nNya. Ia duduk dan mengajar mereka. 3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang<br \/>\nFarisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat<br \/>\nzinah. 4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata<br \/>\nkepada Yesus: \u201cRabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat<br \/>\nzinah. 5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari<br \/>\nperempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal<br \/>\nitu?\u201d 6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka<br \/>\nmemperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu<br \/>\nmenulis dengan jari-Nya di tanah. 7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya<br \/>\nkepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: \u201cBarangsiapa<br \/>\ndi antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu<br \/>\nkepada perempuan itu.\u201d 8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang<br \/>\ndemi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri<br \/>\ndengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 10 Lalu Yesus bangkit berdiri<br \/>\ndan berkata kepadanya: \u201cHai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah<br \/>\nseorang yang menghukum engkau?\u201d 11 Jawabnya: \u201cTidak ada, Tuhan.\u201d Lalu kata<br \/>\nYesus: \u201cAku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa<br \/>\nlagi mulai dari sekarang. Yesus adalah terang dunia.<br \/>\nSetelah selesai membacakan Kitab Suci. Jawab beberapa pertanyaan berikut ini.<br \/>\n1. Identifikasikan tokoh-tokoh yang ada dalam satu bacaan tersebut.<br \/>\n2. Pilih salah satu tokoh.<br \/>\n3. Bayangkan kamu yang menjadi tokoh tersebut dan kamu hadir dalam<br \/>\nperistiwa tersebut!<br \/>\n4. Ungkapkanlah bagaimana perasaanmu.<br \/>\nUntuk Dipahami<br \/>\n\u2022 Kesetaraan gender berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk<br \/>\nmemperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu<br \/>\nberperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan baik kegiatan politik,<br \/>\nhukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan<br \/>\nnasional (hankamnas), serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan<br \/>\ntersebut. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa dalam kesetaraan<br \/>\ngender terdapat adanya persamaan hak antara kaum perempuan dengan<br \/>\nkaum laki-laki, di mana persamaan itu mempunyai arti yang menguntungkan<br \/>\nbagi kedua belah pihak.<br \/>\n\u2022 Hal-hal yang dapat menjadi penghambat terjadinya kesetaraan gender<br \/>\nmisalnya: (a) pola pikir tradisional yang masih melekat, yaitu bahwa perempuan<br \/>\ntugasnya mengurus rumah, (b) Masih rendahnya kualitas hidup perempuan,<br \/>\nsehingga ada kecenderungan untuk dinomorduakan, dan (c) belum meratanya<br \/>\npemahaman konsep kesetaraan gender pada lapisan masyarakat. Dalam<br \/>\nperistiwa perempuan yang kedapatan berzinah, disini terdapat ketidakadilan<br \/>\ngender, yaitu bahwa perempuan itu yang harus dihukum, sementara lakilakinya<br \/>\ntidak mendapat perlakuan yang sama. Perempuan itu yang disalahkan,<br \/>\nsementara laki-lakinya tidak. Padahal terjadinya perzinahan itu dilakukan oleh<br \/>\nlaki-laki dan perempuan yang sama-sama bersalah.<br \/>\n\u2022 Yesus sangat peduli dengan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, maka<br \/>\nDia berbuat sesuai untuk mewujudkan kesetaraan itu. Yesus tidak ikut-ikutan<br \/>\nmenvonis dan menghukum perempuan itu, tetapi Ia memberikan kesempatan<br \/>\nkepada perempuan itu untuk bertobat, untuk memperbaiki kesalahan yang<br \/>\ntelah ia lakukan.<\/p>\n<p>\u2022 Kita sebagai pengikut Kristus hendaknya meneladani sikap Yesus ini, yang tidak<br \/>\nserta merta memvonis ataupun mengadili atas kesalahan orang lain, tetapi<br \/>\nberusaha untuk bertindak bijak, dengan memberikan kesempatan kepada<br \/>\nsiapapun yang melakukan kesalahan untuk bertobat dan memperbaiki diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Doa<br \/>\nMari kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa bersama-sama!<br \/>\nBapa yang Mahabaik,<br \/>\nkembali kami menghaturkan puji syukur dan terima kasih kepada-Mu.<br \/>\nEngkau telah menyertai kami dalam kegiatan belajar kami,<br \/>\nEngkau telah menyadarkan kami akan usaha Yesus dalam memperjuangkan kesetaraan gender.<br \/>\nAjarlah kami untuk dapat meneladan sikap Yesus,<br \/>\nAjarlah kami untuk dapat mengusahakan kesetaraan diantara kami,<br \/>\nAjarlah kami untuk senantiasa menghargai sesama kami sebagai pribadi yang utuh,<br \/>\nAjarlah kami untuk tidak lekas memvonis kesalahan sesama kami,<br \/>\nAjarlah kami untuk tidak mudah menghakimi sesama kami,<br \/>\nAjarlah kami untuk berani mengusahakan kesetaraan gender seperti yang telah diteladankan<br \/>\nYesus kepada kami.<br \/>\nEngkau kami puji ya Bapa, kini dan sepanjang masa.<br \/>\nAmin<\/p>\n<hr \/>\n<p>E. Yesus Peduli terhadap<br \/>\nPenderitaan Manusia<br \/>\nDi dalam kehidupan sehari-hari, ternyata untuk berbuat baik tidak selalu<br \/>\nmudah, sering ada hambatan, entah dari diri sendiri, maupun dari orang lain.<br \/>\nAkibatnya, hal ini membuat orang menjadi bersikap tidak peduli\/acuh tak acuh<br \/>\nterhadap sekitarnya karena tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal termasuk<br \/>\ntidak peduli pada sesamanya yang menderita. Akhirnya banyak keprihatinan<br \/>\ndalam masayarakat disebabkan oleh sikap tidak peduli warga masyarakat<br \/>\nterhadap sesama dan lingkungannya. Sikap kurang peduli lebih banyak<br \/>\ndisebabkan oleh sikap egois, yakni ketika seseorang tidak lagi memikirkan nasib<br \/>\nsesamanya dan lebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Sikap peduli<br \/>\nterhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tanpa membiasakan<br \/>\ndiri. Kebiasaan itu perlu dipupuk sejak dalam keluarga, sekolah, dan akhirnya<br \/>\ndalam masyarakat.<br \/>\nPada pelajaran kali ini, kita akan belajar untuk menemukan manfaat sikap<br \/>\npeduli terhadap sesama, terlebih yang menderita sehingga tercipta masyarakat<br \/>\nyang diinginkan bersama sekaligus mendorong kita untuk mengembangkan<br \/>\nsikap peduli terhadap sesama, terutama yang menderita, dalam kehidupan<br \/>\nsehari-hari.<br \/>\nDoa<br \/>\nYa Yesus yang baik,<br \/>\nKami bersyukur kepada-Mu, atas segala kebaikan-Mu.<br \/>\nHadirlah ditengah-tengah kami, hari ini,<br \/>\nagar kami mampu untuk menangkap dan memahami kehendak-Mu,<br \/>\nagar kami dapat meneladan sikap baik-Mu terhadap sesama.<br \/>\nBukalah hati dan pikiran kami ya Yesus,<br \/>\nsehingga kami dapat memahami kehendak-Mu.<br \/>\nTerpujilah Engkau ya Yesus yang baik,<br \/>\nKini dan sepanjang segala masa.<br \/>\nAmin.<\/p>\n<p>1. Pengalaman Kepedulian terhadap Sesama<br \/>\n\u2022 Coba kalian mengingat kembali satu pengalaman di mana kalian pernah<br \/>\npeduli dan menolong sesama atau saudara yang mengalami kesusahan atau<br \/>\npenderitaan, dan tuliskan secara singkat dalam buku catatanmu!<br \/>\n\u2022 Setelah itu bagi pengalamanmu kepada teman-teman dalam kelompok secara<br \/>\nbergantian.<br \/>\n\u2022 Setelah selesai, diskusikan dalam kelompok tentang ciri-ciri orang yang peduli<br \/>\ndan tidak peduli, dengan mengisi seperti tabel berikut ini dalam buku catatanmu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Belajar dari Yesus yang Peduli<br \/>\nPada dasarnya seluruh isi Kitab Suci menceritakan tindakan Allah yang peduli<br \/>\nterhadap nasib manusia dan berusaha melakukan berbagai upaya agar manusia<br \/>\ndapat hidup bahagia. Secara khusus, Perjanjian Baru banyak menampilkan sikap<br \/>\ndan tindakan Yesus yang peduli terhadap sesamanya.<br \/>\nLakukan studi pustaka untuk mencari dan menemukan perikop yang<br \/>\nmenceritakan peristiwa dibawah ini:<br \/>\na. Yesus menyembuhkan orang lumpuh.<br \/>\nb. Yesus menyembuhkan orang buta.<br \/>\nc. Yesus menghidupkan Lazarus.<br \/>\nd. Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan.<br \/>\nBerdasarkan perikop yang sudah ditemukan itu, jawab pertanyaan berikut ini!<br \/>\na. Mengapa Yesus mau peduli pada mereka yang menderita?<br \/>\nb. Apa pesan yang kamu petik dari kisah Yesus yang peduli pada orang yang<br \/>\nmenderita itu?<br \/>\nc. Peristiwa apalagi yang dilakukan Yesus yang menunjukkan sikap-Nya yang<br \/>\npeduli pada penderitaan sesama?<br \/>\nd. Apa yang dapat kita lakukan untuk meneladan sikap Yesus dalam kehidupan di<br \/>\ntengah masyarakat kita?<br \/>\nUntuk Dipahami<br \/>\n\u2022 Ada cukup banyak orang saat ini bersikap kurang peduli terhadap mereka<br \/>\nkaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan cacat. Sikap egoisme begitu kuat.<br \/>\nTerdapat kecenderungan seseorang tidak lagi memikirkan sesamanya. Mereka<br \/>\nlebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri.<br \/>\n\u2022 Orang yang memiliki sifat peduli pada sesama biasanya memiliki ciri-ciri; peka<br \/>\nterhadap keadaan sesama disekitarnya, mudah dan ringan tangan untuk<br \/>\nmembantu sesama yang menderita, tidak mudah egois dalam banyak hal,<br \/>\nmudah tergerak hatinya untuk menolong orang lain yang membutuhkan<br \/>\nbantuan, tidak malu ataupun canggung untuk menolong dan membantu<br \/>\nsesama yang menderita.<br \/>\n\u2022 Sebagai murid Kristus, kita semua juga diundang untuk terus belajar taat kepada<br \/>\nkehendak Bapa dan misteri kehendak-Nya. Ini dapat kita lakukan dengan taat<br \/>\nkepada suara hati yang benar, mempertajam daya pikir yang baik. Dengan<br \/>\nsikap yang senantiasa peduli pada suara hati, maka Tuhan yang bersuara<br \/>\nmelalui hati kita akan mudah untuk kita dengar, terlebih kehendak-Nya yang<br \/>\nsenantiasa mengajak kita untuk peduli pada penderitaan sesama kita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2022 Keteladanan Yesus ini sungguh menuntun kita, supaya kita pun bersikap<br \/>\nseperti Yesus, berani berkorban dan peduli pada penderitaan sesama demi<br \/>\nkesehjahteraan banyak orang dan terus belajar setia atau taat kepada suara<br \/>\nhati. Kita yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu membantu kita.<br \/>\n3. Refleksi<br \/>\nSikap peduli adalah merupakan tuntutan dari seorang pengikut Kristus. Dalam<br \/>\nfirman-Nya, Yesus menyampaikan \u201cApa yang kamu lakukan terhadap saudaraKu<br \/>\nyang paling hina ini, itu kau lakukan kepada-Ku\u201d Sungguh! Yesus menghendaki<br \/>\nagar kita peduli pada penderitaan sesama kita. Siapa sajakah yang menurutmu<br \/>\norang yang menderita? Bagaimana sikap Yesus terhadap orang yang menderita?<br \/>\nApa yang kalian dapat dari keteladanan Yesus itu? Kebiasaan seperti apa yang akan<br \/>\nkalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan perwujudan atas kepedulian kita<br \/>\npada sesama yang menderita?<br \/>\nSetelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi<br \/>\ntersebut dalam buku catatanmu!<br \/>\nDoa<br \/>\nMarilah kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa dengan<br \/>\nbersama-sama menyanyikan lagu berikut ini!<br \/>\nAllah Peduli<br \/>\nBanyak perkara<br \/>\nYang tak dapat ku mengerti<br \/>\nMengapakah harus terjadi<br \/>\nDi dalam kehidupan ini<br \/>\nSatu perkara Yang kusimpan dalam hati<br \/>\nTiada satu pun \u2018kan terjadi<br \/>\nTanpa Allah peduli<br \/>\nAllah mengerti<br \/>\nAllah peduli<br \/>\nSegala persoalan yang kita hadapi<br \/>\nTak akan pernah dibiarkan-Nya<br \/>\nKu bergumul sendiri<br \/>\nS\u2019bab Allah mengerti<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SMP 7 &#8211; Agama Katolik &#8211; Bab 5 &#8211; Meneladani Karakter dan Sikap Yesus &#8211; Bagian 2. &nbsp; C. Yesus Sang Pengampun Setiap orang pasti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-513","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=513"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":517,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/513\/revisions\/517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}