{"id":504,"date":"2020-05-11T12:54:49","date_gmt":"2020-05-11T12:54:49","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=504"},"modified":"2020-05-11T13:22:03","modified_gmt":"2020-05-11T13:22:03","slug":"smp-7-agama-katolik-bab-5-meneladani-karakter-dan-sikap-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/smp-7-agama-katolik-bab-5-meneladani-karakter-dan-sikap-yesus\/","title":{"rendered":"SMP 7 &#8211; Agama Katolik &#8211; Bab 5 &#8211; Meneladani Karakter dan Sikap Yesus &#8211; Bagian 1."},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">SMP 7 &#8211; Agama Katolik &#8211; Bab 5 &#8211; Meneladani Karakter dan Sikap Yesus.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hidup, kita seringkali membutuhkan seseorang yang dapat dijadikan model untuk mengembangkan diri. Tidak mudah menemukan seseorang untuk dijadikan model. Seseorang dapat dijadikan model biasanya karena orang itu mengagumkan, ia memperlihatkan hal-hal yang luar biasa bukan terutama sebatas apa yang dikatakannya, melainkan keteladanan nyata dalam tindakannya. Bagi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">orang Katolik, model yang patut diteladani adalah Pribadi Yesus Kristus. Meneladani Yesus tidak hanya berarti mengetahui apa yang dilakukan Yesus, tetapi terutama kesediaan dan keberaniaan melakukan yang sama. Itulah yang secara tegas diinginkan Yesus sebagaimana dikatakan dalam Yoh 13:35 \u201cDengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mengasihi.\u201d<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya seluruh hidup Yesus Kristus patut diteladani. Tetapi pada bab ini kamu akan mendalami serta menggeluti beberapa sikap dan sifat Yesus yang menjadi teladanmu dalam mengembangkan diri. Beberapa teladan tersebut akan diuraikan dalam pelajaran, sebagai berikut.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">A. Yesus Sang Pendoa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">B. Yesus yang Berbelas Kasih.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">C. Yesus Sang Pengampun.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">D. Yesus Pejuang Kesetaraan Gender.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">E Yesus Peduli terhadap Penderitaan Sesama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><span style=\"color: #000000;\">A. Yesus Sang Pendoa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masih banyak orang yang meyakini bahwa doa terbukti mempunyai daya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kekuatan yang luar biasa dalam kehidupan. Itulah sebabnya banyak orang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitasnya. Walaupun demikian tidak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">semua orang memahami dan mempraktekkan doa secara benar, hal itu nampak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dalam cara dan isi doa. Ada orang yang menganggap cukup bila sudah berdoa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pada hari minggu sehingga hari-hari lainnya tidak pernah bedoa, ada yang kalau<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berdoa isinya hanya meminta saja, dan sebagainya. Bagaimana sesungguhnya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berdoa yang baik itu?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dalam pelajaran ini, kamu dapat belajar dari Yesus Sang Pendoa. Yesus<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">adalah Pribadi Pendoa, Ia mengisi awal dan akhir karyaNya dengan doa. Bagi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Yesus doa menjadi kekuatan untuk setia dalam melaksanakan tugas dari Bapa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">sekali pun harus menghadapi berbagai macam godaan dan ancaman. Ia juga<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mengajar bagaimana kita harus berdoa dengan baik, sebagaimana diuraikan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dalam Mat 6: 5-15<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Al-lah Bapa kami yang Mahakasih,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Engkau senantiasa menjadi pedoman kami dalam bertindak.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ajarlah kami untuk meneladan Putera-Mu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berdoa sesuai dengan situasi dan kebutuhan kami.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Bantulah kami hari ini,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">agar kami mampu memahami teladan Putera-Mu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dalam menghaturkan doa kepada-Mu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Buatlah kami mampu untuk melaksanakan ajaran Putera-Mu,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">terlebih dalam ajaran-Nya mengenai doa yang baik.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ajarlah kami untuk mampu berdoa tidak hanya di mulut saja,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">melainkan berdoa dengan penuh iman kepada-Mu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Engkau kami puji dan kami sembah, ya Bapa,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kini dan sepanjang masa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Amin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"># Belajar dari Yesus Sang Pendoa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam beberapa kutipan Kitab Suci, kamu dapat menemukan pribadi Yesus sebagai pribadi yang hidupnya tidak lepas dari doa. Sebelum dan sesudah mulai karya-Nya, Yesus terbiasa berdoa. Bahkan dalam kesempatan yang paling gentingpun Yesus menghadapinya dengan doa. Salah satu gambaran tentang Yesus Sang Pendoa dapat kita simak dari Mat 6: 5-15.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bacaan : Matius 6:5-15.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u201cDan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Al-lah Mereka menyangka bahwa karena banyaknya katakata doanya akan\u00a0 dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada Nya.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu,\u00a0datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.\u00a0 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;\u00a0 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat [Karena Engkaulah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya Amin]. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.\u00a0 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk Dipahami<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Doa merupakan suatu sarana yang kita pergunakan untuk berkomunikasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dengan Tuhan. Dalam doa yang baik, terjadi suatu komunikasi yang timbal<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">balik antara kita yang berdoa dengan Tuhan sendiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Doa yang baik (menurut isi Birkat Hamazon) paling tidak berisi tiga hal, yaitu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pujian, syukur, dan permohonan. Jadi dalam berdoa hendaknya kita tidak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hanya meminta-minta saja tanpa ada unsur pujian dan syukur kepada Tuhan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u2022 Doa Bapa kami merupakan salah satu warisan yang paling berharga, yang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tuhan Yesus berikan kepada kita. Melalui doa ini kita diajak oleh Kristus untuk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">memanggil Al-lah sebagai Bapa, sebab kita telah diangkat menjadi anak-anak<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Al-lah. Doa ini mengandung tujuh permohonan yang terbagi menjadi dua<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bagian, yang pertama untuk memuliakan Tuhan (6:9-10) sedangkan bagian<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kedua untuk kebutuhan kita yang berdoa (6:11-13). Doa ini mengandung<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pujian\/ penyembahan kepada Al-lah, penyerahan diri kita kepada-Nya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pertobatan dan permohonan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Refleksi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Doa menjadi sumber kekuatan kita sebagai seorang beriman. Dalam doa, kita<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dapat berdialog, mendengarkan Tuhan dan menyampaikan segala sesuatu kepada-<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Nya. Sejauh ini sudahkan kalian memahami makna dari doa? Bagaimanakah sikap<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kita yang baik dalam berdoa? Bagaimanakah teladan yang diberikan Yesus dalam<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">hal berdoa? Kebiasaan apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan perwujudan atas pemahaman akan doa?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Doa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mazmur 5: 1-13<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">1 Untuk pemimpin biduan. Dengan perrmainan suling. Mazmur Daud.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">2 Berilah telinga kepada perkataanku, ya Tuhan, indahkanlah keluh kesahku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">3 Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Al-lahku, sebab kepada-Mulah<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">aku berdoa.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">4 Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">5 Sebab Engkau bukanlah Al-lah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">takkan menumpang pada-Mu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">6 Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang melakukan kejahatan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">7 Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">penumpah darah dan penipu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">9 Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">di depanku.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">10 Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">11 Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Al-lah, biarlah mereka jatuh<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">12 Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dia dengan anugerah-Mu seperti perisai Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan Roh Kudus.<\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>B. Yesus yang Berbelas Kasih.<\/p>\n<p>Kalau kamu mencari data tentang kondisi sosial negara kita, maka sangat<br \/>\nmengherankan bahwa angka kemiskinan makin bertambah. Kenyataan itu dapat<br \/>\nkamu lihat dengan makin banyak pengemis, gelandangan, anak-anak kecil yang<br \/>\nmengamen atau membersihkan kaca mobil tersebar di jalanan, banyak orang<br \/>\nmengalami kekurangan makan dan gizi, banyak orang tidak mampu memberikan<br \/>\npengobatan anggota keluarganya, banyak orang terpaksa tinggal di gubukgubuk<br \/>\nkarena tak mampu membangun rumah, dan sebagainya. Dengan kata<br \/>\nlain, makin banyak orang yang ada di sekitarmu yang miskin dan menderita yang<br \/>\nmembutuhkan pertolongan sesamanya. Siapa yang harus menolong mereka ?<br \/>\nSituasi yang serupa dihadapi Yesus semasa hidupnya. Banyak warga<br \/>\nmasyarakat di sekitar Yesus yang hidup dalam kemiskinan. Menghadapi situasi<br \/>\ntersebut, Yesus tidak menyalahkan pemerintah. Ia selalu \u201ctergerak hati-Nya\u201d<br \/>\nuntuk menolong siapun yang dijumpai atau yang datang kepada-Nya.<br \/>\nMelalui pelajaran ini, kamu akan belajar dari Yesus yang berbelas kasih<br \/>\nkepada orang-orang yang miskin, menderita dan tertindas. Dengan demikian<br \/>\ndalam kehidupan sehari-hari kamu pun menjadi pribadi yang mudah tergerak<br \/>\noleh belas kasihan untuk senantiasa menolong mereka yang miskin, menderita<br \/>\ndan tertindas itu sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki.<\/p>\n<p>Doa :<br \/>\nTuhan Al-lah Bapa kami yang penuh kasih,<br \/>\nEngkau senantiasa memberikan berkat kepada kami,<br \/>\nNamun kami sering masih egois,<br \/>\nkami masih kurang peduli pada sesama kami.<br \/>\nEngkau memberikan berkat secara cuma-cuma pada kami,<br \/>\nnamun kami begitu pelit untuk berbagi.<br \/>\nBukalah hati dan pikiran kami, ya Bapa,<br \/>\nagar kami mampu memahami ajaran Yesus Putera-Mu,<br \/>\nUntuk senantiasa mengasihi-Mu melalui sesama kami.<br \/>\nBuatlah kami mampu untuk melawan keegoisan kami,<br \/>\ndan mampukan kami meneladan Putera-Mu.<br \/>\nDemi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami.<br \/>\nAmin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1. Pengalaman Mendapat Belas Kasih.<\/p>\n<p>Ada saat dimana kita merasa tidak berdaya, dan pada saat itulah kita<br \/>\nmembutuhkan pertolongan dan belas kasih dari sesama. Mendapatkan pertolongan<br \/>\natau belas kasih dari sesama dapat menjadi awal untuk mau membantu sesama<br \/>\nyang membutuhkan.<\/p>\n<p>Lakukan hal-hal berikut ini!<br \/>\n1. Cobalah untuk hening, memejamkan mata, dan mengingat satu peristiwa<br \/>\nyang pernah kamu alami. Pilihlah salah satu peristiwa, saat kamu pernah<br \/>\nmerasa sedih atau menderita dan pada waktu itu kamu mendapatkan<br \/>\npertolongan dari orang yang mengasihimu.<br \/>\n2. Ingatlah kembali peristiwa itu, rasakan kembali peristiwa itu dalam<br \/>\nkeheningan. Bagaimana perasaanmu waktu itu?<br \/>\n3. Tuliskan pengalamanmu itu dalam selembar kertas.<br \/>\n4. Bagikan pengalamanmu itu kepada temanmu di dalam kelompok.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Kita Dipanggil untuk Berbelas Kasih<\/p>\n<p>Begitu banyak kita jumpai di sekitar kita, keadaan dan kondisi sesama yang<br \/>\nmengalami berbagai penderitaan seperti tampak pada gambar. Apapun alasan dan<br \/>\npenyebabnya, mereka pantas untuk mendapatkan belas kasih dari sesama yang<br \/>\nmemiliki dan berkecukupan. Sudahkah saya peduli dan berempati kepada mereka?<br \/>\nSetelah mengamatinya, diskusikan dengan teman-temanmu hal-hal yang dapat<br \/>\nkamu lakukan untuk berbelas kasih terhadap sesama.<\/p>\n<p>Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan<br \/>\nhasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau<br \/>\nkomentar.<\/p>\n<p>3. Belajar dari Yesus yang Berbelas Kasih<br \/>\nUntuk semakin mendalami tentang tindakan berbelas kasih, marilah kita belajar<br \/>\ndari Yesus Kristus Sang Guru Sejati kita dalam berbelas kasih pada sesama. Bacalah<br \/>\nteks Kitab Suci berikut ini.<\/p>\n<p>Lukas 6:27-37.<br \/>\n27\u201dTetapi kepada kamu, yang mendengarkan aku, Aku berkata: Kasihilah<br \/>\nmusuhmu, berbuatlah baik kepada orang membenci kamu; 28 mintalah berkat<br \/>\nbagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.<br \/>\n29 Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya<br \/>\npipimu yang lain, dan barang siapa yang mengambil jubahmu, biarkan<br \/>\njuga ia mengambil bajumu. 30 Berilah kepada setiap orang yang meminta<br \/>\nkepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil<br \/>\nkepunyaanmu. 31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat<br \/>\nkepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. 32 Dan jikalau kamu<br \/>\nmengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orangorang<br \/>\nberdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.<br \/>\n33Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada<br \/>\nkamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. 34 Dan<br \/>\njikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap<br \/>\nakan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa<br \/>\npun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima<br \/>\nkembali sama banyak. 35Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah<br \/>\nbaik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan,<br \/>\nmaka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Al-lah Yang<br \/>\nMahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima<br \/>\nkasih dan terhadap orang-orang jahat. 36 Hendaklah kamu murah hati, sama<br \/>\nseperti Bapamu adalah murah hari.\u201d 37\u201dJanganlah kamu menghakimi, maka<br \/>\nkamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu<br \/>\npun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bacalah kembali kisah berbelas kasih Yesus yang lainnya dalam peristiwa berikut ini.<br \/>\nLukas 7:11-17<br \/>\n11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi<br \/>\nbersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondongbondong.<br \/>\n12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar,<br \/>\nanak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota<br \/>\nitu menyertai janda itu, 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-<br \/>\nNya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: \u201cJangan menangis!\u201d 14Sambil<br \/>\nmenghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti,<br \/>\nIa berkata: \u201cHai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!\u201d 15 Maka bangunlah<br \/>\norang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada<br \/>\nibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Al-lah, sambil<br \/>\nberkata: \u201cSeorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,\u201d dan \u201cAl-lah telah<br \/>\nmelawat umat-Nya.\u201d 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di<br \/>\nseluruh daerah sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah membaca teks Kitab Suci tersebut, tanyakanlah hal-hal yang belum<br \/>\ndapat kamu pahami.<br \/>\n\u2022 Kemudian jawab beberapa pertanyaan berikut ini dalam buku catatanmu.<br \/>\n1. Tindakan belas kasih apa yang dilakukan oleh Yesus? Mengapa Yesus mau<br \/>\nmelakukan itu?<br \/>\n2. Menurutmu, bagaimana perasaan ibu dari pemuda di Nain tersebut?<br \/>\nMengapa?<br \/>\n3. Tindakan belas kasih apa lagi yang telah dilakukan oleh Yesus kepada<br \/>\norang yang menderita?<br \/>\n4. Saat kamu dapat melakukan tindakan belas kasih pada sesama yang<br \/>\nmenderita, bagaimana perasaanmu ketika melihat kegembiraan dari<br \/>\norang itu? Mengapa?<br \/>\n5. Apakah benar ungkapan bahwa \u201csetiap pertolongan orang lain, mampu<br \/>\nmendorong orang untuk bersyukur kepada Al-lah\u201d? Berikan penjelasan!<br \/>\nAgar dapat saling melengkapi komunikasikan jawabanmu dengan teman-temanmu!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk Dipahami<br \/>\n\u2022 Pada umumnya orang ketika seseorang dijahati ia akan membalasnya dengan<br \/>\nkejahatan pula. Bahkan jika mungkin, pembalasannya dilakukan dengan lebih<br \/>\nberat atau besar. Semangat \u201cmata ganti mata\u201d dan \u201cgigi ganti gigi\u201d, semangat<br \/>\nbalas dendam masih tetap dipraktikkan banyak orang.<br \/>\n\u2022 Kata \u201cbelarasa\u201d sebenarnya untuk menggantikan kata \u201cagape\u201d (yang terlalu<br \/>\nasing), \u201ckasih\u201d (yang sudah kehilangan arti) dan \u201ccinta\u201d (yang artinya mendua).<br \/>\nSecara harafiah, kata belarasa berarti ikut merasakan menderita atau merasa<br \/>\nbersama.<br \/>\n\u2022 Ciri-ciri khas orang kristiani adalah kasih (=belarasa). Salah satu kesulitan untuk<br \/>\nmelaksanakannya adalah karena belarasa sekaligus berkaitan dengan emosi<br \/>\ndan tindakan kehendak. Membiasakan berbela rasa, berbelas kasih perlu<br \/>\ndilakukan agar menjadi sebuah keutamaan.<br \/>\n\u2022 Melalui sikap dan tindakan-Nya, Yesus ingin menyatakan cinta Al-lah kepada<br \/>\nsemua manusia tanpa terkecuali. Kasih Yesus sungguh menguatkan dan<br \/>\nmeneguhkan orang lain, sehingga pada akhirnya orang yang menderita<br \/>\nmerasa diselamatkan dan memuliakan Al-lah.<br \/>\n\u2022 Yesus melakukan semua perbuatan kasih itu bukan demi mencari pengikut<br \/>\nyang banyak, bukan pula demi popularitas, namun semua itu dilakukan demi<br \/>\npembebasan orang yang dikasihi-Nya, demi kebahagiaan orang yang dikasihi-<br \/>\nNya.<br \/>\n4. Refleksi<br \/>\nDi tengah masyarakat, sering kita jumpai berbagai bentuk penderitaan yang<br \/>\ndialami oleh orang. Begitu memprihatinkan keadaan mereka. Setelah kita belajar<br \/>\ndan mengetahui sikap Yesus yang penuh belas kasih, apa yang dapat kita lakukan<br \/>\nuntuk mereka yang menderita? Apa yang telah kalian pahami tentang berbelarasa?<br \/>\nBelarasa dalam hal apa saja yang telah Tuhan Yesus teladankan kepada kita?<br \/>\nKebiasaan seperti apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan<br \/>\nperwujudan atas pelajaran hari ini?<br \/>\nSetelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi!<\/p>\n<p>Doa<br \/>\nNyanyikan lagu berikut ini dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan doa kita!<br \/>\nBahasa Cinta<br \/>\nMadah Syukur No. 120 Hal. 101<br \/>\nAndaikan aku lakukan yang luhur mulia<br \/>\nJika tanpa kasih cinta, hampa tak berguna<br \/>\nReff:<br \/>\nAjarilah kami bahasa cinta-Mu<br \/>\nAgar kami dekat pada-Mu ya Tuhanku<br \/>\nAjarilah kami bahasa cinta-Mu<br \/>\nAgar kami dekat pada-Mu<br \/>\nAndaikan aku pahami, bahasa semua<br \/>\nHanyalah bahasa cinta, kunci tiap hati<br \/>\nReff.<br \/>\nCinta itu lemah lembut, sabar sederhana<br \/>\nCinta itu murah hati, rela menderita<br \/>\nReff.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SMP 7 &#8211; Agama Katolik &#8211; Bab 5 &#8211; Meneladani Karakter dan Sikap Yesus. &nbsp; Dalam hidup, kita seringkali membutuhkan seseorang yang dapat dijadikan model [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[11,44,62],"tags":[],"class_list":["post-504","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agama","category-katolik","category-katolik-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=504"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":512,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/504\/revisions\/512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}