{"id":445,"date":"2020-05-02T07:56:35","date_gmt":"2020-05-02T07:56:35","guid":{"rendered":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/?p=445"},"modified":"2020-05-02T09:57:56","modified_gmt":"2020-05-02T09:57:56","slug":"pkn8-2-bab-4-semangat-kebangkitan-nasional-tahun-1908-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/pkn8-2-bab-4-semangat-kebangkitan-nasional-tahun-1908-bagian-2\/","title":{"rendered":"PKN8-2- Bab 4 &#8211; Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 &#8211; Bagian 2"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">PKN Kelas 8 &#8211; Bab 4 &#8211; Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 &#8211; Bagian 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">B. Perintis Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Boedi Oetomo (Budi Utomo) merupakan organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional berbentuk modern, yaitu organisasi dengan pengurus yang tetap, ada anggota, tujuan, dan program kerja. Boedi Oetomo didirikan oleh dr. Soetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Pendirian Boedi Oetomo, tidak terlepas dari penggagas atau pendorong lahirnya Boedi Oetomo yaitu dr. Wahidin Soedirohusodo.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dokter Wahidin Soedirohusodo merupakan dokter lulusan STOVIA (Sekolah Kedokteran Jawa) yang menyadari bagaimana terbelakang dan tertindasnya rakyat akibat penjajahan Belanda. Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas. Untuk itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pengajaran serta memupuk kesadaran kebangsaan.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dokter Wahidin Soedirohusodo menggagas tentang perlunya mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh para pelajar STOVIA. Pada tanggal 20 Mei 1908, lahirlah Budi Utomo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budi Utomo berasal dari kata Sansekerta, yaitu bodhi atau budhi berarti \u201dketerbukaan jiwa\u201d, \u201dpikiran\u201d, \u201dkesadaran\u201d, \u201dakal\u201d, atau \u201dpengadilan\u201d, yang juga bisa berarti \u201ddaya untuk membentuk dan menjunjung konsepsi dan ide-ide umum\u201d. Adapun perkataan utomo berasal dari utama, yang dalam bahasa Sanskerta berarti \u201dtingkat pertama\u201d atau \u201dsangat baik\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Program Budi Utomo adalah meng\u00adusahakan perbaikan pendidikan dan pe\u00adng\u00adajaran. Akan tetapi, programnya lebih ber\u00adsifat sosial karena saat itu belum di\u00admungkinkan melaksanakan gerakan yang bersifat politik. Sebagai organisasi pelajar yang berintikan pelajar STOVIA, gerakan Budi Utomo pada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">awalnya terbatas pada Jawa dan Madura. Pada tanggal 5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kongres Pertama di Yogyakarta. Kongres tersebut berhasil menetapkan tujuan organisasi, yaitu: kemajuan yang harmonis antara bangsa dan negara, terutama dalam Sumber: Arsip Nasional memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, dagang, teknik, industri, dan kebudayaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah Budi Utomo mendapat dukungan yang lebih luas dari kalangan terdidik, pelajar memberikan kesempatan kepada golongan tua untuk memegang peranan yang lebih besar. Terpilihnya ketua Budi Utomo R.T. Tirtokusumo membuktikan besarnya dukungan terhadap Budi Utomo. Budi Utomo kemudian menetapkan tujuannya, yaitu menyadarkan kedudukan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan penduduk Hindia seluruhnya tanpa melihat keturunan, kelamin dan agama (Poespo Negoro dan Notosusanto, 1992:178). Dari tujuan tersebut, secara tersirat, Budi Utomo memiliki program mengembangkan kehormatan bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang memiliki derajat yang sama dengan bangsa lain. Penjajahan membuat bangsa Indonesia tertindas. Pergerakan Budi Utomo memperlihatkan keinginan bangsa Indonesia untuk bangkit menjadi bangsa terhormat dan dapat berdiri sejajar dengan bangsa lain. Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang memperjuangkan cita cita nasional. Dalam perjalanannya,<br \/>\nBudi Utomo diwarnai berbagai kepentingan baik dari birokrat priyayi (bangsawan) maupun pemerintah Belanda. Namun, pidato dr. Sutomo yang dalam di awal pendirian Budi Utomo, yaitu \u201dsaya yakin nasib tanah air di kemudian hari akan ada di tangan kita\u201d (Fajriudin M, 2015: 28). Pidato ini berbekas kepada seluruh anggota Budi Utomo untuk memperjuangkan kehormatan bangsa Indonesia.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Besarnya pengaruh pergerakan Budi Utomo dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1948, menetapkan hari kelahiran Budi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kebangkitan nasional pada awalnya dilakukan oleh para pelajar. Oleh karenanya, kalian harus meneruskan nilai-nilai kebangkitan nasional tersebut, di antaranya kita dapat bangkit dan mengubah diri menjadi lebih baik. Dengan demikian, kalian dapat memberikan rasa bangga bagi keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><br \/>\nAktivitas 4.2 :<br \/>\nBuatlah kelompok kecil di kelas. Pelajari lebih jauh tentang peran Boedi Oetomo sebagai organisasi pertama yang bersifat nasional di Indonesia dalam mendorong kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Presentasikan hasil kerja kelompok tersebut di depan kelas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">C. Mewujudkan Persatuan dan Kebanggaan sebagai Bangsa Wujud Nilai Kebangkitan Nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Mewujudkan Persatuan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan istilah, persatuan dan kesatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh atau tidak terpecah-belah. Persatuan dapat diartikan sebagai perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh dengan demikian, kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan. Persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, pengertian \u201dPersatuan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Indonesia\u201d adalah sebagai faktor kunci, yaitu sebagai sumber semangat, motivasi dan penggerak perjuangan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi. \u201dDan perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan makmur\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tahap-tahap pembinaan persatuan bangsa Indonesia itu yang paling menonjol ialah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a) Perasaan Senasib<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perasaan senasib sebagai bangsa akan meningkatkan rasa persatuan dalam seluruh rakyat Indonesia. Perasaan senasib dapat muncul karena faktor keterikatan terhadap tempat kelahiran atau menghadapi suatu masalah tertentu.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dalam kurun sejarah, bangsa Indonesia pernah menjadi bangsa terjajah. Kondisi ini mendorong perasaan senasib bagi bangsa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b) Kebangkitan Nasional<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kebangkitan nasional adalah sesi pergerakan perjuangan bangsa Indonesia yang mulai menyadari kondisi dan potensi sebagai suatu bangsa. Kebangkitan nasional Indonesia dipelopori dengan kelahiran Budi Utomo pada tahun 1908. Ciri dari kebangkitan nasional adalah perjuangan bangsa Indonesia lebih diwarnai perjuangan untuk kepentingan nasional bukan hanya kepentingan daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c) Sumpah Pemuda<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sumpah Pemuda merupakan penegas bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan sebuah negara yang memiliki identitas dan dicintai rakyatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d) Proklamasi Kemerdekaan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik puncak perjuangan rakyat Indonesia.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan dan pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan konsensus\/kesepakatan bangsa Indonesia bahwa pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara dilandasi oleh Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Disepakati mengenai bentuk negara, yaitu negara kesatuan Republik Indonesia dan masyarakatnya berada dalam satu bangsa yang terdiri atas berbagai suku\/ras\/etnis, budaya, agama dan norma-norma<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kehidupan yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang merupakan konsensus nasional menjadi panduan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam perjalanan sejarah sampai saat ini. Berbagai peristiwa pengkhianatan berupa pemberontakan, gerakan separatis yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat untuk mengubah atau mengganti Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dapat di atasi, khususnya oleh para pemuda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Para pemuda dengan semangat tanpa pamrih memperjuangkan kebangkitan dan kejayaan Indonesia sampai saat ini.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Di sisi yang lain, kita juga dapat menyaksikan mulai lemahnya semangat pemuda dalam melaksanakan Pancasila dan UUD 1945. Kemunduran jiwa dan semangat kebangsaan pada diri pemuda menurut laporan dari Kemenpora RI, ada 10 (sepuluh) masalah pada generasi muda\/pemuda:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. masih maraknya tingkat kekerasan di kalangan pemuda,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">b. adanya kecenderungan sikap ketidakjujuran yang makin membudaya,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">c. berkembangnya rasa tidak hormat kepada orang tua, guru, dan pemimpin,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">d. sikap rasa curiga dan kebencian satu sama lain,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">e. penggunaan bahasa Indonesia makin memburuk,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">f. berkembangnya perilaku menyimpang di kalangan pemuda (narkoba, pornografi, pornoaksi, dan lain-lain),<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">g. kecenderungan mengadopsi nilai-nilai budaya asing,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">h. melemahnya idealisme, patriotisme, serta mengendapnya semangat kebangsaan,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">i. meningkatnya sikap pragmatisme dan hedonisme,<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">j. makin kabur pedoman yang berlaku dan sikap acuh tak acuh terhadap pedoman ajaran agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lemahnya semangat juang dan munculnya berbagai masalah karakter tersebut pada dasarnya melemahkan tercapainya cita-cita nasional. Contoh: perilaku menyimpang di kalangan pemuda jelas merusak masa depan pemuda itu sendiri.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Pemerintah mencanangkan Indonesia Emas 2045. Kalian yang pada saat ini berusia 13\u201314 tahun pada tahun 2045 berusia 41 atau 42 tahun. Maka, kalianlah yang akan menentukan keberhasilan Indonesia Emas tersebut. Tentunya, keberhasilan tersebut tidak didapat tiba-tiba melainkan melalui kerja keras dan cerdas yang dilakukan mulai sekarang ini.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dalam hal kehidupan berbangsa dan bernegara, kita perlu mengangkat kembali nilai-nilai semangat juang khususnya nilai-nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Contoh sikap positif yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1) Nilai Religius<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b. Hormat dan menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2) Nilai Kemanusiaan<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b. Saling mencintai sesama manusia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c. Mengembangkan sikap tenggang rasa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d. Tidak semena-mena terhadap orang lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">f. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">g. Berani membela kebenaran dan keadilan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">h. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari\u00a0 masyarakat dunia internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3) Nilai Produktivitas<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a. Perlindungan terhadap masyarakat dalam beraktivitas me\u00adnuju kemakmuran.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b. Sarana dan prasarana yang mampu mendorong masyarakat untuk kreatif<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan produktif.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c. Terciptanya undang-undang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4) Nilai Keseimbangan<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a. Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang proporsional, tidak memaksakan kehendak, saling toleransi, tolong-menolong, rukun, damai, menghormati, perbedaan agama dan kepercayaan, persahabatan, serta membela dan melindungi yang lemah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b. Keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5) Nilai Demokrasi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kedaulatan berada di tangan rakyat, berarti setiap warga negara\u00a0 memiliki kebebasan yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan Indonesia. Pilar utama dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam masyarakat, adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a. Rasa cinta tanah air.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b. Jiwa patriot bangsa.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c. Tercapainya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d. Pemahaman yang benar atas realitas adanya perbedaan dalam keberagaman.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">e. Tumbuhnya kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">f) Nilai Kesamaan Derajat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Setiap warga negara memiliki hak, kewajiban, dan kedudukan yang sama di depan hukum. Masyarakat menilai bahwa upaya penegakkan HAM yang paling menonjol adalah penegakan hak mengeluarkan pendapat, kebebasan beragama, perlindungan dan kepastian hukum, serta bebas dari perlakuan tidak manusiawi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta aman dari ancaman ketakutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">g) Nilai Ketaatan Hukum<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Setiap warga negara tanpa pandang bulu wajib menaati setiap hukum dan peraturan yang berlaku. Begitupun terhadap lembaga-lembaga penegak hukum, agar lebih independen, tidak terkontaminasi dengan kekuasaan\/politik praktis agar adanya persamaan di depan hukum (equality before the law) dapat terwujud.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">2. Kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia.<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah kalian bangga menjadi bangsa Indonesia? Bagaimana perilaku kalian yang menunjukkan rasa bangga ter\u00adhadap bangsa dan negara Indonesia?<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kita bangga menjadi bangsa Indonesia. Alasan utama kita bangga menjadi bangsa Indonesia adalah karena kita lahir dan besar di negeri Indonesia. Oleh karenanya, kita harus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Modal utama untuk tetap tegaknya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah persatuan dan kesatuan di antara bangsa Indonesia. Persatuan sebagai bangsa tidak akan kuat apabila kita\u00a0tidak memiliki kebanggan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangga sebagai bangsa dan bertanah air Indonesia terwujud dalam bentuk merasa besar hati atau merasa bahagia atau merasa gagah menjadi bangsa Indonesia. Sudah sewajarnya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kita bangga bertanah air Indonesia. Indonesia negeri zamrud di khatulistiwa, seperti digambarkan dalam lagu \u201dRayuan Pulau Kelapa\u201d karya Ismail Marzuki. Ada pula lagu pop yang menggambarkan indahnya Indonesia seperti dinyanyikan Koes Plus yang berudul \u201dNusantara\u201d dan \u201dKolam Susu\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bangsa Indonesia mempunyai berbagai keunggulan. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia, di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1) Jumlah dan potensi penduduknya yang cukup besar, yaitu menempati urutan keempat di dunia setelah RRC, India, dan Amerika Serikat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2) Semangat Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda mendorong bangsa Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang lepas dari penjajahan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3) Memiliki keanekaragaman dalam berbagai aspek kehidupan sosial budaya, seperti adat istiadat, bahasa, agama, kesenian.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">4) Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menyatukan bangsa Indonesia sehingga sekalipun terdapat berbagai keanekaragaman namun prinsipnya kita tetap satu pandangan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5) Memiliki tata krama atau keramahan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain sehingga sangat menarik bangsa-bangsa lain di dunia untuk datang ke Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">6) Letak wilayahnya yang amat strategis, yaitu di antara dua benua (Asia dan Australia) dan di antara dua samudera (Hindia dan Pasifik) menyebabkan Indonesia berada pada posisi silang dunia sehingga Indonesia menjadi wilayah yang amat ramai dan mudah disinggahi oleh bangsa-bangsa lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">7) Keindahan alam Indonesia tidak disangsikan lagi. Keanekaragaman flora dan faunanya membuat bangsa Indonesia juga sering dikunjungi oleh bangsa-bangsa lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">8) Wilayah darat dan laut Indonesia sangat luas. Hal ini menjadi modal bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">9) Tanahnya amat subur dan kaya akan sumber alam dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Indah, luas, sumber daya manusia, dan sumber daya alam menjadi faktor pembentuk keunggulan bangsa Indonesia. Apabila kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia, kita akan selalu berupaya menjunjung tinggi nama baik bangsa dan negara, dimana pun kita berada. Kita juga akan selalu meningkatkan citra Indonesia melalui perbuatan-perbuatan nyata di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain hal-hal di atas, Indonesia memiliki keunggulan yang seharusnya menjadi kebanggaan juga, yaitu Indonesia beberapa kali dipercaya oleh bangsa-bangsa lain untuk menyelenggarakan pertemuan-pertemuan yang bersifat internasional. Kita juga mempunyai pabrik pesawat terbang yang bernama PT. Dirgantara Indonesia yang telah menghasilkan pesawat-pesawat yang bisa dibanggakan karena kualitasnya\u00a0diakui dunia. PT Pindad merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksi dan mengekspor berbagai produknya ke seluruh dunia. Dalam dunia olah raga, bangsa Indonesia mempunyai atlet-atlet kelas dunia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keunggulan yang dimiliki bangsa Indonesia membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Kebanggaan terhadap bangsa dan negara Indonesia lebih jauh dibuktikan dengan karya-karya nyata, baik dalam bentuk mengejar pendidikan dan berpartisipasi dalam pembangunan di masa datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Janganlah kita silau terhadap sesuatu yang datang dari asing, tidak mengagungkan bangsa lain dan juga jangan pernah menjelek-jelekkan bangsa sendiri. Menganggap jelek bangsa sendiri merupakan sebuah kebiasaan buruk yang jelas-jelas akan menghambat kemajuan kita sebagai bangsa. Tidak ada negara yang sempurna, semua bangsa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Marilah kita pupuk<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">kekuatan dan keunggulan bangsa Indonesia agar kita makin bangga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memajukan bangsa Indonesia bagi seorang pelajar dimulai dengan belajar sungguh-sungguh. Apabila kita kaji, prestasi anak Indonesia dalam dunia pendidikan sudah sangat luar biasa. Prestasi tersebut bukan hanya akan menjadi kebanggaan pribadi, tetapi menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengenai prestasi pelajar Indonesia Kemdikbud pernah mendata di antaranya seperti berikut ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1. Kontingen Indonesia tampil sebagai Juara Umum ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) II Tahun 2008 dengan meraih total perolehan medali sebanyak 32 medali dengan rincian adalah 12 medali emas, 9 perak dan 11 perunggu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2. Indonesia menjadi Juara Umum International Conference of Young Scientists (ICYS) ke-16 yang berlangsung di Pszczyna, Polandia, 24\u201328 April 2009.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3. Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2009 yang terdiri dari Angelina Veni Johanna (SMA 1 BPK Penabur, Jakarta), Reinardus Surya Pradhitya (SMA Kanisius, Jakarta), Risan (SMAN 1 Tangerang), dan Christanto Handojo (SMA Kanisius, Jakarta), berhasil memenangkan dua medali perak dan satu medali perunggu dari ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2009 di Plovdiv, Bulgaria.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">4. Angelina Venni Johanna, siswi SMAK 1 BPK Penabur Jakarta dan Reinardus Surya Pradhitya, dari SMA Kanisius Jakarta berhasil meraih medali perak pada the \u201d21st International Olympic in Informatics (IOI)\u201d yang diadakan di Kota Plovdiv, Bulgaria, dari 8 hingga 14 Agustus 2000.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5. Indonesia berhasil menyabet satu medali emas, dalam International Biology Olympiad (Olimpiade Biologi Internasional\/IBO) ke-20 yang digelar 12-18 Juli 2009 di Tsukuba, Jepang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">6. Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto. Pria kelahiran Surabaya ini berhasil menggondol gelar profesor dan empat doktor dari sejumlah universitas di Jepang. Lebih hebatnya, puncak penghargaan akademis itu dicapainya pada usia 37 tahun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">7. Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil Juara International Exhibition mem\u00adbawa pulang satu medali perak, empat pe\u00ad for Young Inventors di Taiwan runggu, dan satu honorable mention dari ajang International Mathematics Olympiad (IMO) ke-51 di Astana, Kazakhstan, yang berlangsung pada 2\u201314 Juli 2010 ini diikuti oleh 96 negara yang terdiri dari 517 peserta. Satu medali perak berhasil di raih Ahmad Zaky. Empat medali perunggu diraih oleh Johan Gunardi, Stefanus, Raja Oktovin Tobi Moektijono dan Ronald Widjojo harus puas dengan raihan Honorable Mention.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">8. Di ajang Olimpiade Fisika Internasional\/International Physics Olympiad (Ipho 2010) yang diadakan di Zagreb, Kroatia. Lima siswa SMA Indonesia meraih prestasi membanggakan dengan berhasil meraih empat medali emas dan satu perak. Medali emas diraih Sohibul Maromi, Christian George Emor, Kevin Soedyatmiko, dan David Giovanni. Sementara perak diraih Ahmad Ataka Awwalur Rizqi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">9. Di ajang Olimpiade Kimia Internasional\/International Chemistry Olympiad (IChO) ke-42 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada 15-27 Juli 2010, Tim Olimpiade Kimia Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih 1 medali emas,1 perak, dan 2 perunggu. Medali emas untuk Indonesia diraih atas nama Manoel Manuputty, medali perak oleh Alimun Nashira, serta perunggu oleh Stephen Haniel dan Agung Hartoko. Perolehan ini merupakan rekor terbaik selama Indonesia mengikuti ajang IChO selama 14 tahun. Sementara itu, tuan rumah Jepang memperoleh 2 emas dan 2 perak. China menjadi pemenang absolut dengan menyabet 4 medali emas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">10. Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia ke-17 atau 17th International Conferenceof Young Scientists (ICYS) pada 12-17 April 2010 di Denpasar, Bali. Tim Indonesia yang berkompetisi di semua bidang lomba, yakni Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih tujuh medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. (sumber: Kemdikbud).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada saat ini, torehan prestasi anak Indonesia di berbagai bidang lebih banyak lagi dan sangat membanggakan. Silakan kalian pelajari lebih jauh berbagai prestasi yang diraih oleh anak Indonesia dalam berbagai bidang. Pelajari bagaimana prestasi itu diraih dan bagaimana cara kalian menciptakan prestasi yang dapat membanggakan keluarga, sekolah dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa yang telah diperjuangkan dan ditorehkan para pemuda dalam mendorong Kebangkitan Nasional 1908 akan makin berarti apabila kita sebagai generasi penerus bangsa mampu menorehkan prestasi di berbagai bidang. Pada saat ini, upaya memperingati Kebangkitan Nasional 1908 merupakan upaya kita untuk mengingat dan menjadi pendorong agar Indonesia bangkit kembali untuk membangun Indonesia<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">yang maju dan mandiri serta dapat berdiri sejajar dengan negara lain di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di zaman media sosial sekarang ini, kita seringkali dihadapkan dengan<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pemberitaan yang negatif dan menjelek-jelekan satu sama lain. Sebagai pelajar,kalian tidak boleh terpengaruh info yang menyesatkan (hoax). Upaya mencari kebenaran dari sebuah berita sebaiknya dilakukan, bertanya pada guru dan orang yang lebih dewasa dalam menanggapi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">berita dari media sosial merupakan langkah yang baik untuk dilakukan. Apabila semua media sosial membicarakan keburukan, masyarakat akan bingung dan lama kelamaan kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa akan berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bangsa Indonesia merupakan bangsa besar dan kita banggakan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membanggakannya. Apabila sesuatu yang negatif terjadi di Indonesia, kita semua berusaha mencari solusinya tanpa menjelek-jelekan bangsa sendiri. Apabila prestasi yang diraih, sepatutnya kita bangga dan mensyukurinya sebagai perwujudan rasa cinta tanah air (nasionalisme). Rasa nasionalisme yang tinggi akan membawa kita menjadi bangsa yang lebih baik dengan terus berkarya<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan membangun kebanggaan untuk bangsa dan negeri tercinta Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rangkuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Kata Kunci<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kata kunci yang harus kalian pahami dalam mempelajari materi pada<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">bab ini, yaitu Kebangkitan Nasional, Budi Utomo, Penjajahan, Persatuan, Kebanggan, Tanah Air, Perasaan Senasib, dan Pergerakan Nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Inti Sari Materi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">a. Pada tahun 1908, bangsa Indonesia mulai bangkit. Kebangkitan ini<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo (Budi Utomo) atas inisiatif<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dan dorongan Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Berdirinya Budi Utomo<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">mendorong bermunculannya organisasi pemuda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">b. Penjajahan Belanda di Indonesia dimulai sejak didirikannya Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pada tanggal 20 Maret 1602. Sejak VOC berdiri, penderitaan rakyat Indonesia terjadi dalam berbagai segi kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">c. Boedi Oetomo (Budi Utomo) didirikan oleh dr. Soetomo pada tanggal<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">20 Mei 1908. Pendirian Budi Utomo tidak terlepas dari penggagas atau<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">pendorong lahirnya Boedi Oetomo yaitu dr. Wahidin Soedirihusodo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">d. Dokter Wahidin Soedirohusodo menggagas tentang perlunya men\u00ad<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">dirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan dan me\u00ad<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">ninggikan martabat bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">e. Presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1948 menetapkan hari kelahiran Budi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">f. Tahap-tahap pembinaan persatuan bangsa Indonesia itu yang paling menonjol ialah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">a) Perasaan Senasib<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">b) Kebangkitan Nasional<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">c) Sumpah Pemuda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">d) Proklamasi Kemerdekaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PKN Kelas 8 &#8211; Bab 4 &#8211; Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 &#8211; Bagian 1. B. Perintis Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Boedi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[20,40],"tags":[78,77],"class_list":["post-445","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pkn","category-pkn-8","tag-budi-utomo","tag-kebangkitan-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=445"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":453,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/445\/revisions\/453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gretha.my.id\/smp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}